of 52 /52
LAPORAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN MODUL EBP3KH TUTOR Dr. Ahmad Azmi Nasution Disusun Oleh : Reza Febriansyah H1A012025 Oe Mahardika H1A012026 Hafiz Hadi H1A012027 Widya Handayani Lestari H1A012028 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS BENGKULU

Laporan Kelompok 7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan EBP3KH

Citation preview

LAPORAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN MODUL EBP3KH

TUTOR Dr. Ahmad Azmi Nasution

Disusun Oleh :Reza Febriansyah H1A012025Oe Mahardika H1A012026Hafiz Hadi H1A012027Widya Handayani Lestari H1A012028PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTERUNIVERSITAS BENGKULU2012BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar BelakangMengacu pada visi dan misi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Bengkulu 2010, diharapkan dokter lulusan PSPD Universitas Bengkulu berkualitas mandiri, berwawasan global, menguasai iptek kedokteran, serta memiliki moral dan etika yang tinggi dan mampu memanfaatkan sumber daya setempat.Tujuan tersebut sesuai dengan harapan dunia internasional bahwa seorang dokter harus memiliki predikat keterampilan the five star doctor, salah satunya adalah dokter sebagai seorang komunikator dan menangani pasien secarah olistik, sebagai manusia seutuhnya. Hal tersebut berarti bahwa seorang dokter, selain sebagai seorang ilmuwan kedokteran yang berpengetahuan luas di bidang ilmu kedokteran dan kesehatan, juga harus memiliki budi pekerti luhur, berkepribadian baik, memiliki empati yang tinggi, serta mampu berkomunikasi secaraefektif. Modul Empati dan Bioetik untuk Pengembangan Pribadi dan Profesi Kedokteran dalam konteks Humaniora (EBP3KH) dirancang sebagai salah satu modul agar lulusan PSPD Universitas Bengkulu dapat memenuhi hal tersebut. Ilmu yang diperoleh dari modul EBP3KH seyogyanya dapat menjadi landasan kokoh yang akan dibina lebih lanjut pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi sampai menjadi seorang dokter.Dalam rangka memperkenalkan kehidupan dan masalah kesehatan dalam suatu masyarakat atau komunitas sedini mungkin kepada mahasiswa kedokteran, maka dilakukan wawancara mengenai kesehatan dan lingkungan pada masyarakat agar dapat menerapkan pembelajaran yang kami dapatkan.

1.2. RumusanMasalah1. Bagaimana dinamika dalam keluarga?2. Bagaimana lingkungan kehidupan keluarga?3. Bagaimana gaya hidup keluarga?4. Bagaimana pemenuhan kebutuhan keluarga5. Bagaimana pelayanan kesehatan baik dalam keluarga maupun di lingkungan tempat tinggal keluargatersebut?

1.3. TujuanKegiatanTujuan kegiatan ini ialah agar mahasiswa mendapat pengalaman (self experience) berkomunikasi, sehingga mampu:1. Berkomunikasi efektif dengan menerapkan langkah-langkah komunikasi secara benar.2. Mempertajam empati dengan melihat/menanyakan berbagai masalah pada seseorang, baik yang sehat maupun yang sakit.3. Mencoba mendeteksi masalah kesehatan secara sederhana di dalam suatu keluarga

BAB IIMETODELOGI PENELITIAN

2.1. Waktu dan Tempat PenelitianPenelitian ini di laksanakan pada :hari/tanggal: Minggu, 23 Desember 2012tempat: - Jalan Danau 7, RT 2, RW 1 Panorama, Bengkulu - Jalan Air Nakai, Perumnas Baru, Argamakmur, Bengkulu Utara - Jl.WR Supratman RT 01 RW 01 Kelurahan Beringin Raya Kota Bengkulu -2.2. Teknik PenelitianTeknik pengumpulan data yang kami gunakan yaitu wawancara langsung dengan empat keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke bawah.

BAB IIILAMPIRAN

BERKAS KELUARGA

Nama mahasiswaOe Mahardika

Nama tutor dankelompokDr Ahmad Azmi Nasution

Nama keluarga binaan : Bpk. Saiful

Nama anggota keluarga yang menjadi responden : Osman Dedelfa

Usia responden dan kedudukan dalam keluarga : 19 Tahun, Anak

Alamat keluarga binaan :Jalan Air Nakai, Perumnas Baru, Argamakmur, Bengkulu Utara

IDENTIFIKASI MASALAH1. Dinamika keluarga

Bentuk keluargaBentuk keluarga Osman Dedelfa adalah keluarga inti.

Siklus kehidupan keluargaKeluarga bersama anak. Namun anak yanng telah dewasa dan menikah tinggal di tempat mereka masing-masing.

Keharmonisan hubungan antar anggota keluargaMegaAyah

AdamIbu

IrulOsmanFeriAiniardioSapFitri

Genogram

2

1

10119876543

Keterangan:1. Bpk Saiful, Wirausaha2. Ibu Siti, Ibu Rumah Tangga3. Sap, Menikah, Wirausaha4. Fitri, Menikah, Guru5. Feri, Menikah, Wirausaha6. Adam, Wirausaha7. Firda, Menikah, Ibu Rumah Tangga8. Mega, Mahasiswa9. Osman, Responden, Mahasiswa10. Irul, Pelajar11. Aini, Pelajar

2. Lingkungan kehidupan keluarga

Kondisi rumahSemi Permanen, Berlantai satu, Tembok Beton dan Kayu, Terdiri dari ruang utama, dapur, kamar mandi, 3 kamar tidur, Perbandingan luar jendela dan dengan lantai 1 : 4

Lingkungan tempat tinggalLingkungan perumahan yang cukup padat, akses jalan tanah namun keadaan baik, keamanan terjamin dengan baik

Air bersih dan sanitasi

Sistem air bersih dan sanitasi baik, tidak ada masalah kesehatan yang di sebabkan oleh air

3. Gaya hidup keluarga

Pola diet

Pola makan 3 kali sehari, kadang kadang 2 kali dan 1 kali sehari, jenis makanan bermacam macam, namun lebih sering ke ikan dan sayur mayur

Kebiasaan berolahragaTidak pernah olahraga dalam bentuk apapun

Kebiasaan buruk

Bapak dan anak tertua merupakan perokok berat, lalu tidak pernah olahraga

4. Pemenuhan kebutuhan

Primer / sekunder / tersierKebutuhan primer, yaitu sandang, pangan dan papan terpenuhi dengan baik.Kebutuhan sekunder, seperti alat transportasi, alat alat sekolah, dll, telah terpenuhiKebutuhna tersier tidak dipenuhi karena lebih mementingkan kebutuhan primer dan sekunder

5. Layanan kesehatan

Ketersediaan

Kemampuan

Kepuasan keluarga

Terdapat puskesmas dan tempat praktik dokter yang mudah dijangkau oleh keluarga

Biaya kesehatan dapat terpenuhi, keluarga juga mempunyai askes dan pernah mempunyai asuransi kesehatan

Keluarga kurang puas terhadap layanan di puskesmas karena layanan yang buruk, oleh karena itu jika ada masalah kesehatan, maka keluarga langsung mengunjungi tempat praktik dokter

Diskusi :Masalah kesehatan yang sering dialami keluarga Osman antara lain demam, flu, maag, tifus dan malaria, namun Ibu, anak kedua dan responden sendiri sering mengalami malaria, tifus dan maag, hal ini dikarena kan pola makan yang kurang teratur, kecapekan, dan faktor cuaca yang sering hujan di daerah tersebut yang menyebabkan populasi nyamuk bertambah

Kesimpulan:Dapat disimpulkan bahwa keluarga Bapak Saiful berkecukupan dengan keadaan rumah dan lingkungan yang baik, namun kebiasaan dan keburukan keluarga tersebut menyebabkan penyakit dengan mudah menghampiri keluarga tersebut, pola makan yang kurang teratur juga merupakan keburukan dari keluarga tersebut. Namun secara keseluruhan keluarga tersebut memperhatikan kesehatan dengan baik.

Rencana kegiatan: Penanggung jawabTandatangan tutor

Mengadakan intervensi mengenai rumah yang sehat Mengadakan intervensi mengenai bahaya merokok baik perokok aktif maupun perokok pasif. Mengadakan intervensi mengenai lingkungan sekitar rumah yang kurang baik Mengadakan intervensi mengenai penyakit yang sering menyerang keluarga tersebut dan cara pencegahan dan pengobatannya.

Intervensi tahap 1NoKegiatanSasaran (nama, usia, kedudukan dalam keluarga)Hasil yang dicapaiKomentar & kepuasan mahasiswa

1Mengedukasi keluarga agar menjauhi anak-anak saat sedang merokok.

Bpk SaifulOsman sebagai responden dan anak mengerti tentang penjelasan dan akan menginformasikan ke Bapak SaifulSaya merasa puas karena responden menanggapi dengan baik

2Mengedukasikan pencegahan dan pengobatan penyakit

Ibu Siti, Fitri dan OsmanOsman sebagai responden memahami tentang penjelasan dan akan menginformasikan ke keluargaSaya merasa puas karena responden memberikan tanggapan positif

Diskusi :

Asap rokok dan lingkungan yang tidak sehat akan berpengaruh kepada anggota keluarga, melakukan pencegahan penyakit maag, malaria dan tifus kepada anggota keluarga

Kesimpulan:Osman yang menjadi korespodensi mengerti apa yang saya sampaikan dan akan menyampaikannya kepada anggota keluarga bahwa merokok dapat membahayakan kesehatan anggota keluarga dan akan melakukan pencegahan penyakit penyakit yang sering dialami anggota keluarga.

Kegiatan yang telah selesai:Penanggung jawabTandatangan tutor

Kegiatan mengedukasi keluarga untuk menjauh dari anak-anak saat sedang merokok, dan biasakan merokok jangan didalam rumah.Kegiatan mengedukasikan lingkungan yang sehat dan pencegahan penyakit

KOMUNIKASI EFEKTIFDAFTAR TILIK PERILAKU DOKTER

1. MEMBUAT PASIEN MERASA NYAMANKETERAMPILANADATIDAK ADA

Menyambut dengan ramah dan megucapkan salam

Menyilakan duduk

Memperkenalkan diri

Menciptakan hubungan (rapporting)

Mempersilakan pasien berbicara secara bebas

Menjelaskan wewenang dan tanggungjawab

2. MENGAJUKAN PERTAYAANKETERAMPILANADATIDAK ADA

Banyak menggunakan pertanyaan terbuka

Menggunakan pertanyaan tertutup yang sesuai

Mengajukan pertanyaan satu persatu

Bayak mengajukan pertanyaan yang mendalam

3. MENDENGAR AKTIFKETERAMPILANADATIDAK ADA

Melakukan refleksi isi

Melakukan refleksi perasaan

Menunjukkan empati

Merangkum

4. MEMBERIKAN INFORMASIKETERAMPILANADATIDAK ADA

Memberikan informasi yang benar

Memberikan informasi dengan bahasa sederhana

Memberikan informasi yang lengkap

Memberikan informasi yang jujur

5. MENANGGAPIKETERAMPILANADATIDAK ADA

Memberikan pujian ketika pasien mengemukakan pendapat yang baik

Melakukan evaluasi

Melakukan asumsi

Memotong pembicaraan

Mencela pasien (secara fisik, atau pendapat pasien)

Sabar menuggu pasien berbicara

Menentramkan pasien

Menjawab pertanyaan/pernyataan pasien dengan tepat

6. MENDORONG PARTISIPASI PASIENKETERAMPILANADATIDAK ADA

Menunjukkan minat dan perhatian yang peuh (kontak mata, wajah ramah, suara lembut)

Kadang diam untuk memberikan kesempatan kepada pasien untuk berkonsentrasi agar dapat mengutarakan pendapatnya

Sabar menanti jawaban, tidak memotong ucapan pasien

Mengucapkan kata kata: lalu ... atau hm...hm..., apalagi....

Kadag kadang menganggukan kepala untuk menunjukkan pengertian

7. NON-VERBAL BEHAVIORALKETERAMPILANADATIDAK ADA

Wajah : ramah, senyum

Suara : ramah, vocal jelas, kecepatan cukup, intonasi baik

Posisi tubuh yang baik

Kontak mata

BERKAS KELUARGA

Nama mahasiswaHafiz Hadi

Nama tutor dan kelompokDr Ahmad Azmi Nasution

Nama keluarga binaan : Bapak Hasan

Nama anggota keluarga yang menjadi responden : Ryan Pranata

Usia responden dan kedudukan dalam keluarga : 19 Tahun, Anak

Alamat keluarga binaan :Jl.WRSupratman RT 01 RW 01 KelurahanBeringin Raya Kota Bengkulu

Identifikasi masalah 1. Dinamika Keluarga

Bentuk KeluargaBentuk keluarga bapak Hasan adalah keluarga inti

Siklus Kehidupan kelurgaKeluarga bapak Hasan berada pada tahapan the family with adolesence. Dimana keluarga bapak hasan memiliki anak yang masih berstatus mahasiswa.

Keharmonisan Hubungan antar anggota KeluargaAyah

RyanIbu

jjjcvj

Genogram

Laki-lakiPerempuanKeluarga intiBapak HasanIbu RohimaRyan pranata321

2. Lingkungan Kehidupan Keluarga

Kondisi RumahRumah yang ditempati keluarga bapak Hasan hanya satu lantai dengan bahan bangunan rumah semen dan atap seng. Terdapat 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan sebagian ubin sudah memakain kramik namun masih ada yang belum.

Lingkungan tempat tinggalKeluarga pak Hasan tinggal di daerah perumahan tetapi tidak padat lingkungan sekitar terlihat bersih dan pada saat hujan halaman depan rumah agak becek.

Air Bersih dan sanitasiAir bersih yang digunakan berasal dari sumur airnya sudah lumayan bersih namun masih ada rasa karena terkombinasi dengan air rawa.Kamar mandi terletak di dalam rumah sekitar 3 Meter dari sumur

3. Lifestyle / Gaya Hidup Keluarga

Pola DietPola makan keluarga bapak Hasan tidak teratur karena sibuk dengan pekerjaan, makan sehari hari yang mendominasi tempe tahu sayur sayuran telur dan kadang-kadang saat lebaran makan daging.

Kebiasaan BerolahraUntuk bapak dan ibu ryan saat bekerja sama dengan melakukan olahraga karena berprofesi sebagai petani namun Ryan selalu menyempatkan berolahraga minimal seminggi satu kali bermain futsal dengan teman-temannya apabila ada waktu luang Ryan menyempatkan untuk jogging.

Kebiasaan burukBapak Hasan dan Ryan merokok

4. Pemenuhan KebutuhanPrimer/sekunder/tersierPrimer:Pangan sudah tercukupiWalaupun tempat tinggalnya baru dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi merupakan rumah yang cukup untuk keluarga bapak Hasan.Keluarga ini biasanya mendapatkan pelayanan kesehatan dari puskesmas

Sekunder:2 unit motor

Tersier:TV flat 21 inchLaptop

5. Layanan KesehatanKetersediaan

Kemampuan

Kepuasaan KeluargaKeluarga bapak Hasan biasanya berobat ke puskesmas dengan keluhan demam karena kelelahan saat bertani.

Keluarga bapak Hasan belum memiliki asuransi atau jaminan kesehatan dan untuk biaya kesehatan masih terjangkau karena tidak ada penyakit yang serius dan rumah pak Hasan tidak terlalu jauh dengan puskesmas dapat ditempuh sekitar 5 menit perjalanan dengan motor.

Keluarga bapak Hasan sudah merasa puas dengan pelayanan puskesmas yang biasa dia datangi apabila sakit.

Diskusi:1) Kehidupan keluarga bapak Hasan sudah cukup sehat baik dari segi makanan.Namun Kebiasaan buruk bapak Hasan dan ryan yang suka merokok dapat minumbulkan penyakit-penyakit dalam keluarga2) Bapak Hasan dan ibu Rohima sering demam karena kelelahan dan pola makan kurang teratur.3) Pola makan Ryan tidak teratur karena sibuk main dan kuliah.

kesiimpulan: Dapat disimpulkan bahwa keluarga Bapak Hasan berkecukupan dengan keadaan rumah dan lingkungan yang baik, namun kebiasaan dan keburukan keluarga tersebut menyebabkan penyakit dengan mudah menghampiri keluarga tersebut, pola makan yang kurang teratur dan merokok merupakan keburukan dari keluarga tersebut. Namun secara keseluruhan keluarga tersebut memperhatikan kesehatan dengan baik.

Rencana Kegiatan:

Kegiatan mengedukasi keluarga agar tidak merokok di dalam rumah . Kegiatan mengedukasikan keluarga tentang pola makan yang sehat.Penanggung JawabTanda Tangan Tutor

Intervensi tahap 1NoKegiatanSasaran(nama, usia, kedudukan dalam keluarga)Hasil yang dicapaiKomentar&kepuasanmahasiswa

1Mengedukasi keluarga agar tidak merokok dalam rumah

Bapak Hasan dan RyanRyan sebagai responden dan anak mengerti tentang penjelasan dan akan menginformasikan ke Bapak Hasan seerta melaksanakan. Saya merasa puas karena responden menanggapi dengan baik

2Mengedukasikan pola makan yang sehat

Bapak Hasan, ibu Rohima dan RyanRyan sebagai responden memahami tentang penjelasan dan akan menginformasikan ke keluargaSaya merasa puas karena responden memberikan tanggapan positif

Diskusi :

Asap rokok dan pola makan yang kurang teratur pada keluarga menyebabkan penurunan kesehatan.

Kesimpulan:Ryan yang menjadi korespodensi mengerti apa yang saya sampaikan dan akan menyampaikannya kepada anggota keluarga bahwa merokok dapat membahayakan kesehatan anggota keluarga dan tidak akan melakukannya juga serta akan memperbaiki pola makan selama ini.

Kegiatan yang telah selesai:PenanggungjawabTandatangan tutor

Kegiatan mengedukasi keluarga untuk tidak merokok di dalam rumah.Kegiatan mengedukasikan bagaimana pola makan yang sehat.

KOMUNIKASI EFEKTIFDAFTAR TILIK PERILAKU DOKTER

1. MEMBUAT PASIEN MERASA NYAKMANKETERAMPILANADATIDAK ADA

Menyambut dengan ramah dan megucapkan salam

Menyilakan duduk

Memperkenalkan diri

Menciptakan hubungan (rapporting)

Mempersilakan pasien berbicara secara bebas

Menjelaskan wewenang dan tanggungjawab

2. MENGAJUKAN PERTAYAANKETERAMPILANADATIDAK ADA

Banyak menggunakan pertanyaan terbuka

Menggunakan pertanyaan tertutup yang sesuai

Mengajukan pertanyaan satu persatu

Bayak mengajukan pertanyaan yang mendalam

3. MENDENGAR AKTIFKETERAMPILANADATIDAK ADA

Melakukan refleksi isi

Melakukan refleksi perasaan

Menunjukkan empati

Merangkum

4. MEMBERIKAN INFORMASIKETERAMPILANADATIDAK ADA

Memberikan informasi yang benar

Memberikan informasi dengan bahasa sederhana

Memberikan informasi yang lengkap

Memberikan informasi yang jujur

5. MENANGGAPIKETERAMPILANADATIDAK ADA

Memberikan pujian ketika pasien mengemukakan pendapat yang baik

Melakukan evaluasi

Melakukan asumsi

Memotong pembicaraan

Mencela pasien (secara fisik, atau pendapat pasien)

Sabar menuggu pasien berbicara

Menentramkan pasien

Menjawab pertanyaan/pernyataan pasien dengan tepat

6. MENDORONG PARTISIPASI PASIENKETERAMPILANADATIDAK ADA

Menunjukkan minat dan perhatian yang peuh (kontak mata, wajah ramah, suara lembut)

Kadang diam untuk memberikan kesempatan kepada pasien untuk berkonsentrasi agar dapat mengutarakan pendapatnya

Sabar menanti jawaban, tidak memotong ucapan pasien

Mengucapkan kata kata: lalu ... atau hm...hm..., apalagi....

Kadang-kadang menganggukan kepala untuk menunjukkan pengertian

7. NON-VERBAL BEHAVIORALKETERAMPILANADATIDAK ADA

Wajah : ramah, senyum

Suara : ramah, vocal jelas, kecepatan cukup, intonasi baik

Posisi tubuh yang baik

Kontak mata

BERKAS KELUARGA

Nama mahasiswaWidya Handayani Lestari

Nama tutor dan kelompokDr Ahmad Azmi Nasution

Nama keluarga binaan : Bapak Erman Iskandar

Nama anggota keluarga yang menjadi responden : Ibu Eka

Usia responden dan kedudukan dalam keluarga : 39 tahun, Istri

Alamat keluarga binaan : JalanDanau 7, RT 2 RW 1 Panorama, Bengkulu

IDENTIFIKASI MASALAH1. Dinamika keluargaBentuk keluargaBentuk keluarga ibu Eka adalah keluarga inti.

Siklus kehidupan keluargaKeluarga bapak Erman berada pada tahapan The family with the school-age children. Dimana keluarga bapak hasan memiliki anak yang masih berstatus pelajar.

Keharmonisan hubungan antar anggota keluargaSisiElisaIbuAyah

Genogram

2

1

34Keterangan: Laki-laki Wanita Keluarga Inti

1. Bpk Erman Iskandar, Buruh2. Ibu Eka, Ibu Rumah tangga3. Elisa, Pelajar4. Sisi, Pelajar

2. Lingkungan kehidupan keluarga

Kondisi rumahRumah berda di pemukiman tang cukup padat,Semi Permanen, Berlantai satu, Tembok Beton dan Kayu, Terdiri dari ruang utama, dapur, kamar mandi, 2 kamar tidur, Perbandingan luar jendela dan dengan lantai 1 : 4

Lingkungan tempat tinggalLingkungan perumahan yang cukup padat, akses jalan kecil dan kerikil, namun keadaan baik dan rapi, keamanan terjamin.

Air bersih dan sanitasi

Sistem air bersih cukup baik, namun saat kodisi tertentu air bisa menjadi keruh. Karena menggunakan air dari PDAM. Sedangkan sanitasi bisa dikatagorikan baik.

3. Gaya hidup keluarga

Pola diet

Pola makan 3 kali sehari, namun kadang tidak teratur. jenis makanan yang dimakan cukup seimbang kecuali buah-buahan , karena mereka kurang mengonsumsi buah.

Kebiasaan berolahraga

Tidak pernah olahraga selain olahraga saat melakukan pekerjaan sehari-hari .

4. Pemenuhan kebutuhan

Primer / sekunder / tersierKebutuhan primer, yaitu sandang, pangan dan papan cukup terpenuhiKebutuhan sekunder, seperti alat transportasi, alat alat sekolah, dll, cukup terpenuhiKebutuhna tersier tidak dipenuhi karena lebih mementingkan kebutuhan primer dan sekunder

5. Layanan kesehatanKetersediaan

Kemampuan

Kepuasan keluarga

Terdapat puskesmas dan tempat praktik dokter yang mudah dijangkau oleh keluarga

Biaya kesehatan kurang terpenuhi , karena biaya sudah habis untuk kebutuhan primer. Sedangkan jika menggunakan jamkesmas kurang dilayani oleh petugas kesehatan.

Keluarga kurang puas terhadap layanan di puskesmas karena layanan yang buruk, oleh karena itu jika ada masalah kesehatan, maka keluarga langsung mengunjungi tempat praktik dokter

Diskusi :Masalah kesehatan yang sering dialami keluarga ibu Eka antara lain demam, tifus dan malaria. hal ini dikarenakan pola makan yang kurang teratur, kecapekan, dan faktor cuaca yang sering hujan di daerah tersebut yang menyebabkan populasi nyamuk bertambah

Kesimpulan:Dapat disimpulkan bahwa keluarga Bapak Erman berkecukupan dengan keadaan rumah dan lingkungan yang baik, namun kebiasaan buruk keluarga tersebut menyebabkan penyakit dengan mudah menghampiri karena pola makan yang kurang teratur. Namun secara keseluruhan keluarga tersebut memperhatikan lingkungan dan kesehatan dengan cukup baik.

Rencana kegiatan: Penanggung jawabTandatangan tutor

Mengadakan intervensi mengenai rumah yang sehat Mengadakan intervensi mengenai bahaya pola makan yang tidak teratur Mengadakan intervensi mengenai lingkungan sekitar rumah yang kurang baik Mengadakan intervensi mengenai penyakit yang serig menyerang keluarga tersebut dan cara pencegahan dan pengobatannya.

Intervensi tahap 1NoKegiatanSasaran(nama, usia, kedudukan dalam keluarga)Hasil yang dicapaiKomentar & kepuasan mahasiswa

1Mengedukasi keluarga agar menjaga pola makan yang teratur.

Ibu Eka dan KeluargaIbu Eka sebagai responden dan anak mengerti tentang penjelasan dan akan menginformasikan kepada suami dan anak.Saya merasa puas karena responden menanggapi dengan baik

2Mengedukasikan pencegahan dan pengobatan penyakit

Ibu EkaIbu Eka sebagai responden memahami tentang penjelasan dan akan menginformasikan ke keluargaSaya merasa puas karena responden memberikan tanggapan positif

Diskusi :

Pola makan yang tidak teratur dapat menyebabkan berbagai penyakit terutama tifus.Melakukan pencegahan dan pengobatan untuk penyakit tersebut.

Kesimpulan:Ibu eka yang menjadi korespodensi mengerti apa yang saya sampaikan dan akan menyampaikannya kepada anggota keluarga bahwa pola makan yang buruk dapat menjadi penyebab berbagai penyakit kesehatan bagi anggota keluarga dan akan melakukan pencegahan penyakit penyakit yang sering dialami anggota keluarga.

Kegiatan yang telah selesai:Penanggung jawabTandatangan tutor

Kegiatan mengedukasi keluarga untukmenghindari pola makan yang buruk.Kegiatan mengedukasikan lingkungan yang sehat dan pencegahan penyakit

KOMUNIKASI EFEKTIFDAFTAR TILIK PERILAKU DOKTER

1. MEMBUAT PASIEN MERASA NYAKMANKETERAMPILANADATIDAK ADA

Menyambut dengan ramah dan megucapkan salam

Menyilakan duduk

Memperkenalkan diri

Menciptakan hubungan (rapporting)

Mempersilakan pasien berbicara secara bebas

Menjelaskan wewenang dan tanggungjawab

2. MENGAJUKAN PERTAYAANKETERAMPILANADATIDAK ADA

Banyak menggunakan pertanyaan terbuka

Menggunakan pertanyaan tertutup yang sesuai

Mengajukan pertanyaan satu persatu

Bayak mengajukan pertanyaan yang mendalam

3. MENDENGAR AKTIFKETERAMPILANADATIDAK ADA

Melakukan refleksi isi

Melakukan refleksi perasaan

Menunjukkan empati

Merangkum

4. MEMBERIKAN INFORMASIKETERAMPILANADATIDAK ADA

Memberikan informasi yang benar

Memberikan informasi dengan bahasa sederhana

Memberikan informasi yang lengkap

Memberikan informasi yang jujur

5. MENANGGAPIKETERAMPILANADATIDAK ADA

Memberikan pujian ketika pasien mengemukakan pendapat yang baik

Melakukan evaluasi

Melakukan asumsi

Memotong pembicaraan

Mencela pasien (secara fisik, atau pendapat pasien)

Sabar menuggu pasien berbicara

Menentramkan pasien

Menjawab pertanyaan/pernyataan pasien dengan tepat

6. MENDORONG PARTISIPASI PASIENKETERAMPILANADATIDAK ADA

Menunjukkan minat dan perhatian yang peuh (kontak mata, wajah ramah, suara lembut)

Kadang diam untuk memberikan kesempatan kepada pasien untuk berkonsentrasi agar dapat mengutarakan pendapatnya

Sabar menanti jawaban, tidak memotong ucapan pasien

Mengucapkan kata kata: lalu ... atau hm...hm..., apalagi....

Kadang-kadang menganggukan kepala untuk menunjukkan pengertian

7. NON-VERBAL BEHAVIORALKETERAMPILANADATIDAK ADA

Wajah : ramah, senyum

Suara : ramah, vocal jelas, kecepatan cukup, intonasi baik

Posisi tubuh yang baik

Kontak mata

BERKAS KELUARGA

Nama mahasiswaReza Febriansyah

Nama tutor dan kelompokDr Ahmad Azmi Nasution Kelompok 5

Nama keluarga binaan : Tn Ruslan (Alm)

Nama anggota keluarga yang menjadi responden : Ny Maryati

Usia responden dan kedudukan dalam keluarga : 62 thn/ istri

Alamat keluarga binaan :

IDENTIFIKASI MASALAH1. Dinamika keluarga

Bentuk keluargaBentuk keluarga adalah keluarga inti

Siklus kehidupan keluargaTahapanapasaja yang sedangdialamikeluargasaatiniThe family with young children, The family with the school-age children, and family with adolesence

SawaludinKeharmonisan hubungan antar anggota keluargaibuayahSri rezakiRustam

Genogram

Ny. tarmini58 thuntn. kusnadi54 thuntn. rusdi52 thunNy.Nur60thungusta, 85thnDemamtn purnomo73thunnanik,70 tthn thn60thnSuminem 91th/LIVERTn warotno95 tahun/ petaniKarinem 68 thntn Ruslan (Alm)66 thnBuruh/kuli bangunanNy.MaryatiIRT 62 thnSri rezeki 38 thnSawaludin 40 thunMarni,82 thnrustam 35 thun

2. Lingkungan kehidupan keluarga

Kondisi rumahDinding batu bata dan papan, Lantai semen dan tanah kuning, Atap Seng, Wc kebun (dluar rumah), Dapur masih tanah,luas rumah 9x10 m, rumah sudah 20thun, ada 2 kamar tidur yang mempunyai 2 jendela disetiap kamar, kamar mandi masi di luar rumah di kebun.

Lingkungan tempat tinggalLingkungan desa, halaman sedikit kotor bercampur dengan ternak kambing, sapi, dan ayam. Air bersih

Air bersih dan sanitasi

Air bersih dari sumur, selain itu wc terpisah dari kamar mandi di luar rumah, kamar mandi digunakan untuk mencuci pakain, piring, dll

3. Gaya hidup keluarga

Pola diet

Keluarga ini Tidak diet, pola makan 3x1 hari, sehari-hari makan sayur, tempe, telur dan tahu, tetapi tidak makan ikan laut.

Kebiasaan berolahraga

Tidak pernah olahraga, tetapi sawaludin dan rustam sering jogging dan bermain bola mesti tidak teratur

Kebiasaanburuk

Anaknya rustam sering tidur malam yang bias berakibat buruk untuk dirinya

4. Pemenuhan kebutuhan

Primer / sekunder / tersierPrimer kurang terpenuhi, keluarga telah sanggup memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan menggunakan layanan kesehatan. Jamkesmas untuk layanan kesehatan. Namun tidak perumahan yang layak dan Juga kesempatan berpendidikan Sekunder terpenuhi, transportasi keluarga tersedi 2 kendaraan sepeda motor, namun tipernah perbergian karena sibuk untuk berkerja disawah. Tersier, barang mewah yank dimiliki hanya sawah 4 kapling

5. Layanan kesehatan

Ketersediaan

Kemampuan

Kepuasan keluarga

Keluarga dapat menjakau layanan kesehatan yang dekat karena di lingkungan tersebut telah tersedia Puskesmas dan Bidan

Keluarga mempunyai kartu Jamkesmas yang dapat ia gunakan di Puskesmas dan juga layanan Bidan yang dapat memaklumi kondisi keluarga

Keluarga mempunyai layan kesehatan langganan ke Bidan karena bidan di lingkungan tersebut dapat menyesuaikan dengan keadaan keluarga.

Diskusi : Masalah kesehatan pada keluarga ini ada pada Tn. Ruslan (Alm) dan Ny. Maryati, yang mengidap sakit darah tinggi dan darah rendah dan Tn. Ruslan (Alm) telah meninggal. Tetapi sakit tersebut kemungkinan tidak turun ke keluargany karena belum ada tandanya dan itu bukan penyakit keturunan. Riwayat keluarga Tn. Ruslan (Alm) tidak memiliki penyakit yang serius atau pun aneh, hanya penyakit-penyakit biasa seperti demam, pilek, batuk, gatal-gatal dll. Keluarga Tn. Ruslan (Alm) sudah tergolong keluarga yang sudah cukup karena dalam hal makanan sudah mencukupi nutrisi walaupun jarang makan buah-buahan. Dalam keluarga ini ada yang obesitas.

Simpulan: Keluarga Tn. Ruslan (Alm) termasuk kedalam keluarga yang cukup dilihat dari segi pola makan yang teratur dan seringnya makan sayuran dan terkadang dengan lauk-lauk bergizi lainnya. Nutrisi anak-anak terpenuhi.

Rencanakegiatan: PenanggungjawabTanda tangan tutor

Intervensi tahap 1NoKegiatanSasaran(nama, usia, kedudukan dalam keluarga)Hasil yang dicapaiKomentar&kepuasanmahasiswa

Mengedukasi keluarga agar tidak tidur terlalu malam dan jangan makan terlalu bnyak.

Ibu Maryati (sebagai ibu dan kepala keluaraga)Mereka mengerti maksud apa tang saya bicarakan dan akan diterapkanSaya sangat puas karena diberi respon atau tanggapan yang baik

Diskusi:

Hanya masalah darah tinggi dan darah rendah, demam, sakit-sakit biasa, seperti pilek dll.

Simpulan:

Dalam keluarga ini tidak ada masalah-masalah yang timbul. Hanaya saja ada penyakit yang sedikit serius bila tidak menjaga kesehatan tubuh seperti darah rendah dan darah tinggi.

Kegiatan yang telah selesai:PenanggungjawabTandatangan tutor

Kegiatan mengedukasi keluarga untuk mengurangi tidur terlalu malam dan mengurangi makan yang bisa memancing darah tinggi dan darah rendah

KOMUNIKASI EFEKTIFDAFTAR TILIK PERILAKU DOKTER

1. MEMBUAT PASIEN MERASA NYAKMANKETERAMPILANADATIDAK ADA

Menyambut dengan ramah dan megucapkan salam

Menyilakan duduk

Memperkenalkan diri

Menciptakan hubungan (rapporting)

Mempersilakan pasien berbicara secara bebas

Menjelaskan wewenang dan tanggungjawab

2. MENGAJUKAN PERTAYAANKETERAMPILANADATIDAK ADA

Banyak menggunakan pertanyaan terbuka

Menggunakan pertanyaan tertutup yang sesuai

Mengajukan pertanyaan satu persatu

Bayak mengajukan pertanyaan yang mendalam

3. MENDENGAR AKTIFKETERAMPILANADATIDAK ADA

Melakukan refleksi isi

Melakukan refleksi perasaan

Menunjukkan empati

Merangkum

4. MEMBERIKAN INFORMASIKETERAMPILANADATIDAK ADA

Memberikan informasi yang benar

Memberikan informasi dengan bahasa sederhana

Memberikan informasi yang lengkap

Memberikan informasi yang jujur

5. MENANGGAPIKETERAMPILANADATIDAK ADA

Memberikan pujian ketika pasien mengemukakan pendapat yang baik

Melakukan evaluasi

Melakukan asumsi

Memotong pembicaraan

Mencela pasien (secara fisik, atau pendapat pasien)

Sabar menuggu pasien berbicara

Menentramkan pasien

Menjawab pertanyaan/pernyataan pasien dengan tepat

6. MENDORONG PARTISIPASI PASIENKETERAMPILANADATIDAK ADA

Menunjukkan minat dan perhatian yang peuh (kontak mata, wajah ramah, suara lembut)

Kadang diam untuk memberikan kesempatan kepada pasien untuk berkonsentrasi agar dapat mengutarakan pendapatnya

Sabar menanti jawaban, tidak memotong ucapan pasien

Mengucapkan kata kata: lalu ... atau hm...hm..., apalagi....

Kadang-kadang menganggukan kepala untuk menunjukkan pengertian

7. NON-VERBAL BEHAVIORALKETERAMPILANADATIDAK ADA

Wajah : ramah, senyum

Suara : ramah, vocal jelas, kecepatan cukup, intonasi baik

Posisi tubuh yang baik

Kontak mata