laporan kp arwana

  • View
    1.705

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of laporan kp arwana

I. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Arwana termasuk salah satu jenis ikan yang banyak digemari oleh hobiis ikan hias di dalam maupun luar negeri. Arwana atau disebut juga arowana merupakan jenis ikan hias air tawar yang berasal dari Brazil dan termasuk dalam genus Osteoglossum. Arwana di Indonesia terdapat beberapa jenis ikan yang masih satu kerabat dan sangat mirip dengan arwana dari brazil (Momon dan Hartono, 2007). Ikan Arwana asal Indonesia ditemukan pertama kali oleh Muller dan Schiegel pada tahun 1845 di sungai Doceen, Kalimantan Barat. Pakar lain melaporkan bahwa ikan Arwana juga terdapat di Sumatera, Bangka, Malaysia, Thailand,

Kamboja, dan Vietnam. Ikan tersebut oleh Muller dan Schiegel diperkenalkan dengan nama Osteoglossum formosum (satu genus dengan ikan Arwana asal Brazilia). Tahun 1913, Weber dan de Beaufort mengubah dan memasukkannya dalam genus Scleropages formosum , yang berlaku sampai sekarang (Murtidjo, 2001). Ikan Arwana asal Indonesia memiliki tampang yang mirip dengan ikan hias yang berasal dari Brazilia. Dari sistematikanya, kedua ikan Arwana baik berasal dari Asia maupun Brazilia memiliki ordo serta famili yang sama yakni ordo

Osteoglossiformes dan family Osteoglossidae (Murtidjo, 2001).

1

Arwana termasuk fauna langka, bahkan dalam dunia ilmu pengetahuan dikenal sebagai survival ikan purba. Sejak tahun 1969, arwana telah tercatat dalam Red Data Book yang dikeluarkan oleh Organisasi Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dunia (IUCN) sebagai salah satu fauna langka di dunia. Konvensi internasional yang mengatur perdagangan flora dan fauna langka, CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna dan Flora) mengategorikan arwana sebagai Apendix I yang berarti langka. Arwana di Indonesia telah dilindungi oleh pemerintah Menteri dengan No.

dikeluarkannya

Surat

Keputusan

Pertanian

716/kpts/Um/10/1980 (Momon dan Hartono, 2007). Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan, begitu pula arwana. Pakan memegang peranan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan arwana. Tiga fungsi utama pakan yaitu untuk pertumbuhan, perbaikan struktur sel tubuh dan proses

metabolisme. Pemilihan jenis pakan dengan jumlah dan waktu pemberian yang tepat akan membuat arwana selalu tampil prima (Hartono, 2007). Arwana merupakan ikan karnivora, di alam mereka

memakan serangga, ikan, udang cacing dan beberapa jenis amfibi kecil seperti katak. Pakan hidup merupakan diet utama bagi arwana, dalam banyak kasus arwana dapat pula menerima pakan buatan, terutama setelah melalui tahapan pengenalan

2

dahulu. Seperti dianjurkan untuk ikan lainnya, pakan hendaknya diberikan secara bervariasi. Cara ini akan mampu mengurangi resiko terjadinya kekurangan gizi tertentu pada ikan arwana. Dengan bervariasi, kebutuhan gizi yang tidak bisa dipenuhi oleh satu jenis pakan diharapkan akan dipenuhi dari jenis pakan yang lain (Purwakusuma,2007). Ikan, seperti mahluk bertulang belakang lainnya,

memerlukan berbagai jenis gizi untuk memenuhi kebutuhan energi yang diperlukannya untuk hidup dan berkembang.

Kandungan gizi pada pakan ikan memiliki fungsi tersendiri untuk menjaga ikan agar tetap hidup dan tumbuh misalnya protein, lipid, dan karbohidrat diperlukan untuk menyediakan energi, disamping itu protein pada khususnya diperlukan untuk

pertumbuhan. Komposisi pakan ikan oleh karenanya memegang peranan yang penting, Sebagai contoh protein yang diberikan pada ikan harus dapat menyediakan semua asam amino esensial yang diperlukan, lipid harus mengandung jenis asam lemak yang tepat. Jenis hara lainnya juga diperlukan tetapi jumlah

keperluannya sangat sedikit. Proporsi keperluan gizi ikan dan jumlahnya ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu spesies, tahap pertumbuhan, status reproduksi, dan faktor-faktor luar seperti suhu, habitat, dan musim (Purwakusuma, 2007). Ketersediaan pakan berpengaruh besar terhadap

pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Jumlah pakan yang

3

dibutuhkan oleh ikan setiap harinya berhubungan erat dengan ukuran berat dan umurnya. Persentase jumlah pakan yang dibutuhkan semakin berkurang dengan bertambahnya umur. Rata-rata jumlah pakan harian yang dibutuhkan oleh seekor ikan adalah sekitar 3%-4% dari berat total badannya (biomass) (Djarijah, 1995). Pakan ikan yang diberikan harus teratur, karena hal ini akan mempengaruhi kelangsungan hidup dan pertumbuhan pada ikan. Pakan ikan yang kurang ketersediaannya akan

memperlambat proses pertumbuhan pada ikan, sedangkan pakan ikan yang berlebih akan berpengaruh pada kelangsungan hidup ikan tersebut. Sisa-sisa pakan yang berlebih dapat menjadikan bahan-bahan yang toksik bagi tubuh ikan maupun lingkungan hidupnya. Untuk itu, pakan ikan yang diberikan harus diatur sebagaimana kebutuhan pakan dari ikan tersebut dan

bagaimana manajemen pemberian pakannya. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah, yaitu 1. Bagaimana manajemen pemberian pakan ikan arwana

super gold? 2. Bagaimana manajemen pemberian pakan ikan

arwana super gold di Taman Akuarium Air Tawar Purbasari Pancuran Mas Purbalingga?

4

1.3 Tujuan Kerja praktek ini bertujuan untuk : 1. Memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dalam

pemberian pakan ikan arwana super gold. 2. Mengetahui manajemen pemberian pakan ikan arwana super gold di Taman Akuarium Air Tawar Purbasari Pancuran Mas Purbalingga. I.4 Manfaat Kerja praktek ini diharapkan dapat menyediakan atau menambah informasi mengenai mekanisme dan manajemen pemberian pakan ikan arwana Super Gold di Taman Akuarium Air Tawar Purbasari Pancuran Mas Purbalingga.

5

II. TINJAUAN PUSTAKA2.1 Biologi Arwana 2.1.1 Klasifikasi Arwana Arwana digolongkan dalam famili ikan "Karuhun", yaitu Osteoglasidae atau famili ikan "bony-tongue" (lidah bertulang), karena bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi. Arwana memiki berbagai julukan, seperti Ikan

Naga (Dragon Fish), Barramundi, Saratoga, Pla Tapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkelese, Aruwana, atau Arowana, tergantung dari tempatnya. Klasifikasi ikan (Schlege & Miller) adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Kelas Ordo Familia : Animalia : Chordata : Actinopterygii : Osteoglossiformes : Osteoglossidae Arwana menurut

Subfamilia : Osteoglossinae Genus Spesies : Scleropages : S. formosus

Sebagai ikan purbakala, Arwana memiliki bentuk dan penampilan cantik dan unik. Tubuhnya memanjang, ramping,

6

dan

"stream

line",

sedangkan

gerakan

renangnya

sangat

anggun. Arwana di alam memiliki warna bervariasi dari hijau, perak, sampai merah. Dua buah sungut tampak mencuat dari bibir bawahnya. Sungut ini berfungsi sebagai sensor getaran untuk mengetahui posisi mangsa di permukaan air

(Purwakusuma, 2007). Arwana merupakan ikan berukuran besar dan kadangkadang bersifat agresif, sehingga tidak semua orang tertarik memelihara Arwana. Dengan ukurannya yang besar diperlukan ukuran akuarium yang lebih besar daripada ukuran akuarium standar. Arwana secara potensial mempunyai laju pertumbuhan tinggi, terutama apabila diberi pakan berprotein tinggi. Arwana dalam akuairum bisa tumbuh hingga sekitar 60 cm , sedangkan di alam bisa mencapai 90 cm lebih, bahkan pada jenis tertentu bisa mencapai 270 cm (Arwana asal Amerika

Selatan) (Purwakusuma, 2007). Sistem pencernaan pada ikan arwana terdiri atas dua bagian, yaitu: saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.

Saluran pencernaan tersebut terdiri atas mulut, kerongkongan, Oseofagus, lambung, usus, dan dubur. Kelenjar pencernaannya terdiri atas hati dan kantong empedu. Ikan arwana termasuk ikan bertulang sejati atau memiliki kerangka dari bahan tulang sejati. Kulit banyak mengandung kelenjar lendir dan tertutup oleh sisik. Sirip dan ekor berbentuk simetris. Insang dilindungi oleh tutup

7

insang. Tubuh ikan arwana dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yakni kepala, badan dan ekor (Murtidjo,2001). Arwana merupakan ikan perenang atas, bentuk mulutnya sangat jelas menunjukkan hal ini. Arwana di alam biasanya

berenang di dekat permukaan, dan berburu mangsanya berupa serangga. Oleh karena itu, pemberian makan Arwana bukan merupakan hal sulit selama kita tahu bahwa mereka adalah "surface feeder". Arwana pada umumnya bukan termasuk

pemilih dalam hal makanan, mereka dapat menerima segala jenis pakan untuk ikan karnivora, tetapi seringkali mereka jadi sangat menyukai salah satu jenis pakan saja, dan menolak janis lainnya (Purwakusuma, 2007). Arwana merupakan ikan peloncat, di alam mereka bisa menangkap serangga yang bertengger pada ranting diketingian 1-2 meter dari permukaan air. Arwana termasuk ikan yang tahan terhadap serangan berbagai penyakit, Akan tetapi mereka sensitif terhadap perubahan kualitas air, terutama terhadap peningkatan kadar amonia, nitrit dan nitrat (Purwakusuma, 2007). Spesies ikan telah berevolusi sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan pakannya yang sesuai, oleh karena itu berbagai perilaku dalam mencari makan bisa bervariasi dari yang bisa disebut normal seperti memakan tumbuhan, invertebrata akuatik, atau memakan ikan lain, sampai yang mungkin

8

tergolong aneh seperti memakan sirip atau sisik, memakan buah-buahan, kotoran, atau lumpur. Mereka juga telah berevolusi dalam tatacara mengamankan pakan mereka (Purwakusuma, 2007).

2.1.2 Kebiasaan makan dan pakan Pakan yang baik adalah pakan yang mengandung zat-zat gizi seperti protein, lemak, mineral dan vitamin. Protein mutlak dibutuhkan arwana karena fungsinya sebagai pemacu

pertumbuhan dan pengganti jaringan yang rusak. Seperti halnya protein, kecukupan lemak dalam tubuh arwana juga diperlukan karena terkait erat dengan karbohidrat. Ketiga zat gizi tersebut merupakan sumber en