Laporan PLP Kelompok

  • Upload
    juya12

  • View
    180

  • Download
    17

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan kelompok PLP Guru

Citation preview

2

vi

LAPORAN PRAKTIK

PROGRAM LATIHAN PROFESI

DI SMK NEGERI 1 CIMAHI

TAHUN AKADEMIK 2014/2015

Diajukan untuk melengkapi salah satu persyaratan penyelenggaraan PLP

Oleh:

Rangga Komara1006334

Mulus Harlyadi P.

(Isi Sendiri Teu Arapal)

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2014i

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KELOMPOK PROGRAM LATIHAN PROFESI (PLP)

DI SMK NEGERI 1 CIMAHI

SEMESTER GANJIL TAHUN 2014/2015

Mengetahui,

Kepala Sekolah,

Drs. H. Ermizul, M.Pd.

NIP. 195701011982031024

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rizki bagi seluruh alam dan kesehatan kepada kami mahasiswa praktikan Program Latihan Profesi (PLP) STKIP Siliwangi Bandung semester ganjil 2014/2015 sehingga dapat melaksanakan program PPL di SMK Negeri 1 Cimahi selama tiga bulan. Laporan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami selama melaksanakan PLP dan memberikan informasi mengenai kondisi yang terjadi di SMK Negeri 1 Cimahi.

Selama mahasiswa praktikan berada di SMK Negeri 1 Cimahi, telah banyak pihak yang membantu terlaksananya PLP, sehingga kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

Bapak Drs. H. Ermizul, M.Pd. selaku Kepala SMK Negeri 1 Cimahi yang telah menerima kami sebagai bagian dari keluarga besar SMKN 1 Cimahi,Bapak Endang Rivai, S.Si. dari pihak kurikulum yang telah membimbing kami selama pelaksanaan PLP,Drs. Tedi Ahmad Santosa, MM., Erwin, S.Pd., Tatan Hermawan, S.Pd., dan pihak pembina kesiswaan lainnya,Seluruh guru yang menjadi pamong bagi mahasiswa PLP di SMK Negeri 1 Cimahi,Seluruh dosen pembimbing bagi mahasiswa PLP di SMK Negeri 1 Cimahi,Seluruh guru dan jajaran staf SMK Negeri 1 Cimahi,Seluruh siswa-siswi SMK Negeri 1 Cimahi,Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

Cimahi, Desember 2014

Praktikan PPL

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHANi

KATA PENGANTARii

DAFTAR ISIiii

DAFTAR TABELv

DAFTAR GAMBARvi

BAB I PENDAHULUAN1

A.Sejarah Perkembangan Sekolah1

B.Susunan Organisasi Sekolah3

1.Unsur Pimpinan3

2.Wakil Kepala Sekolah3

C.Denah Lokasi8

D.Keadaan Fasilitas Sivitas Akademika Sekolah8

1.Guru8

2.Karyawan9

3.Siswa10

4.Sarana PBM12

BAB II MASALAH-MASALAH KEPENDIDIKAN18

A.Pengelolaan/Pelaksanaan Kurikulum18

1.Pengolahan/Pelaksanaan Kurikulum di SMKN 1 Cimahi18

2.Masalah-masalah dalam Penerapan Kurikulum18

B.Pembinaan Kesiswaan19

1.Pembinaan Kesiswaan di SMK Negeri 1 Cimahi19

2.Masalah-masalah dalam Kegiatan Kesiswaan22

C.Penyelenggaraan Kegiatan Ekstrakurikuler23

1.Kegiatan Ekstrakurikuler di SMKN 1 Cimahi23

2.Masalah-masalah dalam Penyelenggaraan Ekstrakurikuler24

D.Pembinaan Kerja Sama dengan Orang Tua Siswa25

E.Pengelolaan Fasilitas Pembelajaran27

F.Pengelolaan Kesejahteraan Sivitas Akademika27

BAB III UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH29

A.Pengelolaan/Pelaksanaan Kurikulum29

B.Pembinaan Kesiswaan29

C.Penyelenggaraan Kegiatan Ekstrakurikuler30

D.Pembinaan Kerjasama dengan Orang Tua30

E.Pengelolaan Fasilitas Pembelajaran31

F.Pengelolaan Kesejahteraan Sivitas Akademika31

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN32

A.Kesimpulan32

B.Saran33

DAFTAR PUSTAKA35

LAMPIRAN36

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1Data Keadaan Tenaga Pendidik SMKN 1 Cimahi9

Tabel 1.2Data Rekapitulasi Jumlah Karyawan Tahun 2014/201510

Tabel 1.3Jumlah Rombongan Belajar Tahun 2014/201511

Tabel 1.4Data Rekapitulasi Jumlah Siswa Tahun 2014/201512

Tabel 1.5Data Ruangan di SMKN 1 Cimahi15

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1Denah Lokasi SMK Negeri 1 Cimahi8

1

18

BAB IPENDAHULUAN

Sejarah Perkembangan Sekolah

SMK Negeri 1 Cimahi merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Menengah Kejuruan di Jawa Barat yang menyelenggarakan Program Pendidikan Kejuruan 4 tahun dan merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan dari 8 (delapan) SMK Negeri di Indonesia yang dikenal dengan nama STM Negeri Pembangunan. Secara fisik pembangunannya dimulai sejak tahun 1969 di atas tanah seluas 3,4 ha. Penerimaan siswa dimulai sejak tahun 1974. SMK Negeri 1 Cimahi diresmikan pada tanggal 24 Maret 1977 dengan nama STM Negeri Pembangunan Bandung yang beralamat di Jl. Mahar Martanegara No. 48, Leuwigajah, Kota Cimahi.

Perkembangan SMK Negeri 1 Cimahi dari sejak berdiri sampai dengan tahun 1995/1996 bernama STM Pembangunan Bandung, sedangkan nama SMK Negeri 1 Cimahi Bandung berlaku sejak tahun pelajaran 1996/1997 didasarkan pada SK Mendikbud No. 036/O/97. Sejalan dengan otonomi daerah, berpisahnya Kota Cimahi dari Kab. Bandung, maka pada tahun pelajaran 2001/2002 SMK Negeri 1 Cimahi Bandung berubah nama menjadi SMK Negeri 1 Kota Cimahi.

Sejalan dengan program pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan yang digulirkan oleh Pemerintah Pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional, SMK Negeri 1 Cimahi telah melaksanakan program peningkatan akses dan relevansi diantaranya:

Melaksanakan Program Teknologi Informasi melalui program TI Tandem yang merupakan hasil kerjasama dengan Dikmenjur, ITB dan APJI, dilaksanakan pada tahun 2000/2001 yang menghasilkan Teknisi TI yang mampu mengisi peluang kerja. Program ini merupakan awal dari dibukanya program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan serta Rekayasa Perangkat Lunak.Meningkatkan daya tampung siswa melalui program SMK Besar pada tahun pelajaran 2003/2004, dari 7 rombongan belajar setiap tingkatnya menjadi 16 rombongan belajar, dengan jumlah siswa dari 224 siswa setiap tingkatnya, menjadi 512 siswa. Program ini diiringi dengan dibukanya program keahlian baru yaitu Teknik Komputer dan Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak, serta Teknik Produksi dan Penyiaran Program Pertelevisian.SMK Negeri 1 Cimahi pada tahun pelajaran 2006/2007 telah ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) untuk program keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Tahun pelajaran 2007/2008 cakupan pengelolaannya diperluas ke tingkat sekolah, dan pada tahun 2008/2009 ditetapkan pada kelompok program SMK-SBI INVESTADB (Sekolah Bertaraf InternasionalIndonesia Vocational Education Strengthening).

Selain peningkatan akses dan relevansi, SMK Negeri 1 Cimahi juga menerapkan program peningkatan efisiensi pengelolaan dan kualitas tamatan, dengan membuka kegiatan-kegiatan, diantaranya:

Pada tahun 2000 membuka program Sertifikasi Mekatronika Tk. I POLMAN hasil kerja sama dengan Politeknik Manufaktur (POLMAN) Bandung yang saat ini disebut sebagai program Seamless Education.Tahun 2002 menjadi Local Academy CISCO di bawah naungan Regional Academy ITB.Tahun 2003 menjadi English Testing Center (ETC) untuk pelaksanaan TOEIC.Tahun 2005 ditunjuk sebagai Information And Communication Technology (ICT) Center Kota Cimahi yang melaksanakan tugas untuk mengelola dalam penerapan TIK di sekolah, dan membantu sekolah-sekolah di kota Cimahi dalam penerapan TIK, danTahun 2010 membuka program Diploma-1 Teknik Komputer & Jaringan yang merupakan bagian dari program Seamless Education hasil kerja sama dengan STEI-ITB.

Susunan Organisasi Sekolah

Unsur Pimpinan

Kepala Sekolah

:

Drs. H. Ermizul, M.Pd.

Ka. Sub. Bag. Tata Usaha

:

Hj. Siti Sukaesih

Wakil Kepala Sekolah

Bidang Kurikulum

Ketua

:

Drs. H. Ejon Sujana, M.Pd.

Pengembangan Pembelajaran dan Metodologi Pembelajaran

:

Endang Rivai, S.Si

Pengembangan Kurikulum dan Sistem Penilaian

:

Sucita, S.Pd.

Bidang Sarana dan Prasarana

Ketua

:

Drs. H. Halim Badri, M.Pd.

Perawatan Gedung

:

Rahmat Suaib, S.Pd.

Perawatan Sarana Pembelajaran

:

Tatang Sumitra, S.Pd.

Bidang Hubungan Industri

Ketua

:

Dra. Hj. Dwi Sulistyawati, M.Pd.

Bina Program dan BKK

:

Dra. Hj. Sri Gantini, M.Pd

Bidang Kesiswaan

Ketua

:

Drs. Tedi Ahmad Santosa, MM.

Bina Program dan bina ekskul PKS, Basket, Futsal, Taekwondo, dan American Football.

:

Erwin, S.Pd.

Bina ekskul PDI dan Keputrian

:

Dra. Hj. Dede Komariah

Bina ekskul Pasukan Khusus

:

Drs. Yayat Sudrajat, MM

Bina ekskul Pramuka, Marching Band, Angklung, dan Paduan Suara Pembangunan

:

Tatan Hermawan,S.Pd

Bina ekskul Pencinta Alam dan Fortek Pembangunan

:

M. Agung firmansyah, S.Sos.I

Bina ekskul bola Volly, Waliwis Bodas, Karate, Hikmatul Iman, dan nampon.

:

Unang Rustiana,S.Pd.

Bina UKS, PMR, dan Lingkungan hidup.

:

Dra. Pratiwi Nur Iriyanti

Bina Kewirausahaan, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, dan Bahasa Sunda.

:

Sofiah, SE.

Bidang Pengembangan SDM dan Manajemen Mutu (Quality Manager Refresentatif)Ketua

:

Drs. Didin Saefudin, MT.

Bina Program Manajemen Mutu

:

Drs. Tutus

Bina Program Pengendalian DokumenBina Program Pengembangan SekolahProgram DI Mekatronika-POLMAN Program PVB D1TKJ-ITBProgram Sertifikasi (CISCO, Telematika dan Tehnik Pendinginan)

:

:

:

:

:

Imam Setiawan, S.Pd.

Drs. H. Sutoyo Indarjito, MT.

Iwan Esada, ST

Agus Nugroho, S.Pd., MT

Rudi Haryadi, ST.

Ketua Kompetensi Keahlian

Teknik Elektronika Komunikasi

:

Dra. Hj. Elis Sumiati, MM.

Teknik Elektronika Industri

:

Hj. Darmini, S.Pd., MM.

Teknik Otomasi Industri

:

Drs. Ahmad Hadiyanto

Kontrol Proses

:

Drs. Agah Sutiagah, MM.

Kontrol Mekanik

:

Edi Sadili, S.Pd.

Teknik Pendinginan dan Tata Udara

:

Deni Mardhani, S.Pd.

Teknik Komputer dan Jaringan

:

Rudi Haryadi, ST.

Rekayasa Perangkat Lunak

:

Agus Nugroho, S.Pd., MT.

Tek. Produksi & Penyiaran Prog. Pertelevisian

:

Tatang Rusmana, S.Pd., S.Sn.

Kepala Bengkel/Laboratorium

Teknik Elektronika Komunikasi

:

Tresna Yogaswara, S.Pd, MT.

Teknik Elektronika Industri

:

Tati Herayati Yusuf, ST.

Teknik Otomasi Industri

:

Drs. Dwi Agus Djoko Mursito

Kontrol Proses

:

Farid Mulyana, S.Pd.

Kontrol Mekanik

:

Budiman, ST.

Teknik Pendinginan dan Tata Udara

:

Siswa Supriatno, S.Pd.

Teknik Komputer dan Jaringan

:

Dodi Permana Hidayat, S.Pd.

Rekayasa Perangkat Lunak

:

Yuli Pamungkas, SP.

Tek. Produksi & Penyiaran Prog. Pertelevisian

:

Rd. Yulia Ramdani, ST.,S.Sn.

MIPA (Matematika, Fisika, Kimia dan IPA)

:

Benny Hendarman, S.Pd

Program Normatif dan Adaptif

Ketua

:

Dra. Nefoyati

Bina Program Normatif

:

Dra. Hj. Atin Sri Rahayu

Bina Program Adaptif

:

Dra. Hj. Fauziah

Bimbingan Penyuluhan dan Bimbingan KarirKetua

:

Dra. Liah Mariah

Sekretaris

:

Dra. Hj. Siti Yuni Lestari

Bina Program Pengelolaan Beasiswa

:

Lidya Prayekti Restu, S.Pd

Bina Program Pengelolaan Melanjutkan ke PT

:

Noviasari Prasiska, S.Pd

ICT Center

Ketua

Bina Program

:

:

Drs. H. Ejon Sujana, M.Pd.

Agus Rahmawan, ST.

Program pengemb. WEB dan Emis

:

Wiji Purwito, A.Md

Program pengemb. E-learning dan E-library

:

Yuyus Wisnurat, S.Pd

Program Hardware dan Jaringan Komputer

:

Nursiwan Hakim, S.Pd

Unit Produksi

Ketua

:

Budiman, ST.

Sekretaris

:

Drs.Dadang David.

Pembinaan Lingkungan Hidup

Ketua

:

Drs. Yan Suryana

Sekretaris

:

Drs. Rahmat Ilmudin.

Penilaian Kinerja Guru

Ketua

:

Dra. Ratnawaty S., M.Pd.

Sekretaris

:

Dr. Hj. Sri Prihatiningsih, MT

Anggota

:

Dra. Hj. Heni Nurida Handayani, MM.

Dr. Hj. Elly Ganefi, MM

Ir. Tarmedi, MT

Drs. H. Asep Ridwan A.,M.Si.

Dra. Hj. Evi Nur Apriany

Drs. Witarsa

Wawan Gunawan, S.Pd

Perpustakaan

Ketua

Sekertaris

Anggota

:

:

:

Dra. Sri Asyiah

Sherly Vina Tangkulung, S.ST.

Drs. Ahli Sahrudin, MM.

DKM Masjid Ulul Albab

Ketua

:

H. Kiki Ali Fikri, S.Ag

Sekretaris

:

Nandang Setiawan, S.Pd.

Wali Kelas

:

SUSUNAN WALI KELAS TAHUN PELAJARAN 2014/2015

WALI KELAS TINGKAT I:

I.1

Teknik Elektronika Komunikasi A

Resti Komalasari A, S.Pd

I.2

Teknik Elektronika Komunikasi B

M. Suryaman, S.Pd

I.3

Teknik Elektronika Industri A

Dra. Hj. Tintin Sutrisni

I.4

Teknik Elektronika Industri B

Ilham Ardian Yudhistira, SE

I.5

Teknik Otomasi Industri A

Aris Fauziah, S.Pd

I.6

Teknik Otomasi Industri B

Sri Windarwati, S.Pd., M.Pd.

I.7

Kontrol Proses A

Serly Vina Tangkulung, S.ST.

I.8

Kontrol Proses B

Asep Tedinuryadin, S.Pd., Sp

I.9

Kontrol Mekanik A

Dra. Nina Suryani

I.10

Kontrol Mekanik B

Hendri Sulistyo, S.Pd.

I.11

Teknik Pendingin dan Tata Udara A

Nandang Setiawan, S.Pd

I.12

Teknik Pendingin dan Tata Udara B

Mulyana, S.Sos.

I.13

Teknik Komputer dan Jaringan A

Diky Ridwan, S.Kom.

I.14

Teknik Komputer dan Jaringan B

Netty Amaliyah, S.Pd., S.ST.

I.15

Rekayasa Perangkat Lunak A

Deti Sukaesih, S.Pd

I.16

Rekayasa Perangkat lunak B

Murniati, S.Pd

I.17

Teknik Produksi & Penyiaran Program Pertelevisian A

Budi Suryana H., S.Sn.

I.18

Teknik Produksi & Penyiaran Program Pertelevisian B

Drs. H. Ramdhan Hidayat

WALI KELAS TINGKAT II:

II.1

Teknik Elektronika Komunikasi A

Heru Subiantoro, ST

II.2

Teknik Elektronika Komunikasi B

Drs. Rachmat Ilmuddin

II.3

Teknik Elektronika Industri A

Edi Nur Rochman, S.Pd

II.4

Teknik Elektronika Industri B

Agus Permana, S.Sos.

II.5

Teknik Otomasi Industri A

Hj. Mujiatun, S.Pd

II.6

Teknik Otomasi Industri B

Adi Supriyadi, S.Pd

II.7

Kontrol Proses A

Asep Koswara Supriatna, S.Pd

II.8

Kontrol Proses B

Murwandi, S.Pd

II.9

Kontrol Mekanik A

Indri Nurdiani, S.ST.

II.10

Kontrol Mekanik B

Gita Sahara Sara Putri, S.Pd

II.11

Teknik Pendingin dan Tata Udara A

Cahya Rahma Dewi, SS.

II.12

Teknik Pendingin dan Tata Udara B

Anang Suryana, S.Pd

II.13

Teknik Komputer dan Jaringan A

Drs. Heri Haryadi

II.14

Teknik Komputer dan Jaringan B

Dra. Neni Agriani

II.15

Rekayasa Perangkat Lunak A

Dian Heryani Wahyuni, S.ST.

II.16

Rekayasa Perangkat lunak B

Deden Bunyamin, S.Pd.

II.17

Teknik Produksi & Penyiaran Program Pertelevisian A

Jeni Saripiani, S.I.Kom

II.18

Teknik Produksi & Penyiaran Program Pertelevisian B

Sriyulianti, S.Pd

WALI KELAS TINGKAT III:

III.1

Teknik Elektronika Komunikasi A

Satya Nugraha, S.Pd.

III.2

Teknik Elektronika Komunikasi B

Suroso, S.Pd

III.3

Teknik Elektronika Industri A

Deni Anwar, S.Pd

III.4

Teknik Elektronika Industri B

Nana Suryana, S.Pd

III.5

Teknik Otomasi Industri A

Drs. Rd. Moch.Yusuf

III.6

Teknik Otomasi Industri B

Mariani, S.ST.

III.7

Kontrol Proses A

Dra. Hj. Chudzaiva Nadya, MM

III.8

Kontrol Proses B

Eros Rosanah, S.Pd

III.9

Kontrol Mekanik A

Rukti Anandita K, S.Pd

III.10

Kontrol Mekanik B

Nurhayati Hutabarat, S.Pd

III.11

Teknik Pendingin dan Tata Udara A

Drs. Ahmad Sofian

III.12

Teknik Pendingin dan Tata Udara B

Asep Supriatna, S.Pd

III.13

Teknik Komputer dan Jaringan A

Kingkin Kuraesin, ST

III.14

Teknik Komputer dan Jaringan B

Trimans Yogiana

III.15

Rekayasa Perangkat Lunak A

Agus Suratna Permasi, S.Pd

III.16

Rekayasa Perangkat lunak B

Kushandayani, S.Pd

III.17

Teknik Produksi & Penyiaran Program Pertelevisian A

Drs. Mulyono Bano

III.18

Teknik Produksi & Penyiaran Program Pertelevisian B

Mila Karmila, S.Sos.I.

WALI KELAS TINGKAT IV:

IV.1

Teknik Elektronika Komunikasi

Ipit Ganda Permana, S.Pd

IV.2

Teknik Elektronika Industri

Drs. Deni Ogan A., MT

IV.3

Teknik Otomasi Industri

Verga Pandrianti, S.Pd., S.ST.

IV.4

Kontrol Proses

Agus Rahmat Ramdan, S.Pd

IV.5

Kontrol Mekanik

Andri Rahmadi, S.ST

IV.6

Teknik Pendingin dan Tata Udara

Hj. Euis Setiawati, S.Pd

IV.7

Teknik Komputer Jaringan

Antoni Budiman, S.Pd

IV.8

Rekayasa Perangkat Lunak

Amiratusyadiah, S.Pd., MT.

IV.9

Teknik Produksi & Penyiaran Program Pertelevisian

Linda Lindiawati, S.Sos., S.Sn.

Denah Lokasi

Gambar 1.1 Denah Lokasi SMKN 1 Cimahi

(Sumber: SMKN 1 Cimahi, 2014)

Secara geografis SMK Negeri 1 Cimahi terletak di kawasan industri yang dapat dijangkau dari berbagai sudut kota Cimahi, baik dari atau ke Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Jakarta. SMK Negeri 1 Cimahi pun dapat dengan mudah diakses oleh industri-industri di kawasan Jalur Pantura Provinsi Jawa Barat, sehingga dapat memberikan dukungan dengan baik untuk kepentingan program pembelajaran yang dilakukan di sekolah maupun di Dunia Usaha/Dunia Industri dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri.

Keadaan Fasilitas Sivitas Akademika Sekolah

Guru

Guru di SMK Negeri 1 Cimahi berjumlah 162 orang. 118 orang diantaranya sudah berstatus PNS.Guru tidak tetap/honorer berjumlah 44 orang. Guru yang berpendidikan S2 berjumlah 28 orang, S1 berjumlah 128 orang, D3 berjumlah 6 orang. Data para guru secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.1

Data Keadaan Tenaga Pendidik SMKN 1 Kota Cimahi

No

Program

Jenis Kelamin

PNS

GB

GTT

Pendidikan

Jumlah

L

P

D3

S1

S2

1

Normatif

10

7

17

-

4

-

19

2

21

2

Adaftif

15

12

27

-

3

-

26

4

30

3

Produktif

-Teknik Transmisi

7

1

8

-

2

-

5

5

10

-Elektronika Industri & Komputer

6

4

10

-

3

1

8

4

13

-Listrik Industri

8

6

14

-

-

-

10

4

14

-Tek. Pendinginan &Tata Udara

11

1

12

-

1

-

13

-

13

-Kontrol Proses

6

1

7

-

3

1

7

2

10

-Kontrol Mekanik

5

-

5

-

5

-

10

-

10

-Teknik Komputer & Jaringan

4

1

5

-

6

-

9

2

11

-Rekayasa Perangkat Lunak

2

2

4

-

7

2

5

4

11

-Teknik Produksi Prog.Pertelevisian

2

3

5

-

5

2

7

1

10

4

Muatan lokal

-

1

1

-

3

-

4

-

4

5

BP / BK

1

2

3

-

2

-

5

-

5

Total

77

41

118

0

44

6

128

28

162

(Sumber: SMKN 1 Cimahi, 2014)

Karyawan

Karyawan yang dimaksud adalah semua pegawai yang membantu diluar Proses Belajar Mengajar. Tenaga selain pengajar ini adalah staf tata usaha dan administrasi, bagian keuangan, kepegawaian, perpustakaan,laboran, kebersihan dan keamanan. Sebagian karyawan sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil dan ada pula yang masih berstatus sebagai Pegawai Tidak Tetap. Karyawanpada posisi-posisi yang cukup penting seperti koordinator TU, keuangan, perpustakaan, dan kepegawaian berpendidikan S1 dan D3. Pendidikan karyawan lainnya disesuaikan dengan kebutuhan dan tanggung jawab yang diemban.

Data para karyawan secara lebih lengkap dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.2

Data Rekapitulasi Jumlah Karyawan Tahun 2014/2015

No

Bagian / Seksi

Jenis Kelamin

PNS

Honorer

Pendidikan

Jumlah

L

P

SLTP

SLTA

D1/D3

S1

1

Ka.Sub.Bagian Tata Usaha

-

1

1

-

-

1

-

-

1

2

Administrasi Umum

3

4

4

3

-

5

1

1

7

3

Keuangan

2

2

3

1

-

1

-

3

4

4

Kepegawaian

1

2

3

-

-

3

-

-

3

5

Kesiswaan & Pembelajaran

4

1

2

3

-

1

1

3

5

6

Sarana Prasarana

2

-

2

-

-

1

-

1

2

7

SIM dan Pelaporan

2

-

1

1

-

2

-

-

2

8

Pustakawan

1

1

2

-

-

2

-

-

2

9

Juru bengkel

12

-

4

8

-

12

-

-

12

10

Kebersihan

8

-

1

7

3

5

-

-

8

11

Keamanan Sekolah

6

-

1

5

-

6

-

-

6

Jumlah

41

11

24

28

3

39

2

8

52

(Sumber: SMKN 1 Cimahi, 2014)

Siswa

Keinginan masyarakat terutama orang tua/wali siswa yang sangat tinggi untuk menyekolahkan anaknya diSekolah Menengah Kejuruan dilatarbelakangi oleh harapan untuk memperoleh skill/keterampilan khususdan kesempatan kerja yang lebih besar.Program pendidikan di SMKN 1 Cimahi mendapatkan perhatian yang besar dari masyarakat. Proses seleksi masuk pada tahun 2014/2015 memiliki pendaftar berjumlah 1500 orang, sedangkan siswa yang diterima berjumlah 630 orang. Bagi mereka yang sudah diterima di SMKN 1 Cimahi, harus di tes non akademik terlebih dahulu, antara lain tes minat bakat, tes fisik, psikotes, kemampuan membaca cepat, dan Bahasa Inggris.

Kompetensi keahlian yang ditawarkan di SMKN 1 Cimahi ini berjumlah 9 kompetensi keahlian (jurusan) dari dua bidang keahlian, terdiri atas:

Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa

Kompetensi Keahlian Teknik Otomasi IndustriKompetensi Keahlian Teknik Pendinginan dan Tata UdaraKompetensi Keahlian Kontrol ProsesKompetensi Keahlian Kontrol MekanikKompetensi Keahlian Teknik Elektronika Industri dan Komputer

Bidang Keahlian : Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kompetensi Keahlian Teknik TransmisiKompetensi Keahlian Rekayasa Perangkat LunakKompetensi Keahlian Teknik Komputer dan JaringanKompetensi Keahlian Teknik Produksi & Program Penyiaran Pertelevisian

Adapun data jumlah rombongan relajar yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Tabel 1.3

Jumlah Rombongan BelajarTahun 2014/2015

NO

KOMPETENSI KEAHLIAN

Rombel 2010-2011

X

XI

XII

XIII

JML

1

Teknik Transmisi

2

2

2

2

8

2

Teknik Elektronika Industri

2

2

2

2

8

3

Teknik Otomasi Industri

2

2

2

2

8

4

Kontrol Proses

2

2

2

2

8

5

Kontrol Mekanik

2

2

2

2

8

6

Teknik Pendingin dan Tata Udara

2

2

2

2

8

7

Teknik Komputer dan Jaringan

2

2

2

2

8

8

Rekayasa Perangkat Lunak

2

2

2

2

8

9

Teknik Produksi & Penyiaran Program Pertelevisian

2

2

2

2

8

Jumlah

18

18

18

18

72

Tabel 1.4

Data Rekapitulasi Jumlah SiswaTahun 2014/2015

No.

Bidang Keahlian/Program Keahlian

Tk. I

Tk. II

Tk. III

Tk. IV

Banyaknya

Banyaknya

Banyaknya

Banyaknya

Kls

Jml

Kls

Jml

Kls

Jml

Kls

Jml

1.

Teknik Otomasi Industri

2

71

2

67

2

70

2

63

2.

Teknik Pendinginan & Tata Udara

2

67

2

71

2

66

2

63

3.

Teknik Transmisi

2

65

2

64

2

63

2

65

4.

Teknik Elektronika Industri

2

70

2

67

2

69

2

64

5.

Kontrol Proses

2

72

2

68

2

69

2

64

6.

Kontrol Mekanik

2

72

2

70

2

67

2

62

7.

Rekayasa Perangkat Lunak

2

74

2

69

2

69

2

60

8.

Teknik Komputer dan Jaringan

2

72

2

64

2

67

2

61

9.

Tek. Produksi & Penyiaran Program Pertelevisian

2

73

2

65

2

65

2

58

J u m l a h

18

630

18

607

18

605

18

583

(Sumber: SMKN 1 Cimahi, 2012b)

Jumlah Rombongan Belajar: 72 rombel

Jumlah siswa Laki-laki: 1738 orang

Jumlah siswa perempuan: 687 orang

Jumlah siswa seluruhnya: 2425 orang

Sarana PBM

Secara garis besar, sarana prasarana pendidikan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Lahan adalah sebidang tanah yang digunakan untuk mendirikan bangunan sekolah. Jenis lahan yang digunakan untuk SMK antara lain meliputi:Lahan terbangun adalah lahan yang diatasnya berisikan bangunan.Lahan terbuka adalah lahan yang belura ada bangunan di atasnya. termasuk: taman, plaza, selasar, dan lapangan.Lahan kegiatan praktik adalah lahan yang diperuntukan pelaksanaan kegiatan praktik.Lahan pengembangan adalah lahan yang diperlukan untuk kebutuhan pengembangan bangunan, kegiatan praktik, dan perumahan.Ruang adalah tempat yang digunakan melaksanakan KBM, kegiatan penunjang, dan kegiatan administrasi. Secara umum, jenis ruang ditinjau dari fungsinya dikelompokkan dalam ruang pendidikan, ruang administrasi dan ruang penunjang.Ruang administrasi: ruang administrasi berfungsi untuk melaksanakan berbagai kegiatan kantor/administrasi. Ruang administrasi terdiri atas: ruang kepala sekolah, ruang rata usaha, ruang sidang, ruang guru, ruang penggandaan, dan gudang administrasi.Ruang pendidikan: ruang pendidikan berfungsi untuk menampung KBM teori dan praktik, antara lain : ruang praktik/bengkel/studio, ruang teori, fasilitas olahraga, laboratoriur perpustakaan, ruang praktik, dan lain-lain.Ruang penunjang: ruang penunjang berfungsi untuk menampui kegiatan yang mendukung KBM, antara lain : unit UKS, ruang OSIS, gudang, ruang umum, kamar WC, kafetaria, tempat sepeda, koperasi, dan sebagainya.Perabot adalah seperangkat meubel yang digunakan untuk melaksanakan KBM, kegiatan penunjang, dan administrasi. Secara umum, perabot sekolah mendukung tiga fungsi utama sekolah, yaitu fungsi administrasi, fungsi pendidikan, fungsi penunjang.

Jenis perabot sekolah dikelompokkan sebagai berikut:

Perabot administrasi: Perabot kantor/administrasi adalah perabot yang digunakan untuk mendukung kegiatan kantor. Jenis perabot ini umumnya tidak baku/terstandar secara| internasional.Perabot pendidikan: Perabot pendidikan adaiah semua jenis raebel yang digunakan untuk KBM. Jenis, bentuk dan ukurannya mengacu pada kegiatan itu sendiri.Perabot penunjang: Perabot penunjang adalah perabot yang digunakan/ dibutuhkan dalara ruang penunjang, seperti perabot perpustakaan, perabot UKS, perabot OSIS, perabot gudang, dan sebagainya. d. Alat dan media pendidikan adalah sesuatu yang digunakan untuk membuat atau melaksanakan hal-hal tertentu yang berkenaan dengan KBM, kegiatan penunjang, dan administrasi.

Jenis alat yang digunakan untuk SMK terdiri atas:

Alat-alat administrasi yang meliputi alat-alat untuk mendukung kegiatan administrasi sekolah, misalnya: mesin tik, komputer, mesin penggandaan, mesin hitung, cash boxes, dan pemotong kertas.Alat-alat penunjang KBM teori, laboratorium dan praktek misalnya: papan tulis, slide projector, OHP, alat peraga fisika/kimia, alat ukur, alat potong, alat pembentuk, dan mesin-mesin.

Secara umum, alat-alat praktik diklasifikasikan sebagai berikut:

Alat tangan (hand tool). Alat tangan adalah jenis alat yang penggunaannya menggunakan tangan sebagai sumber tenaga.Alat tangan bertenaga (power hand tool). Alat tangan bertenaga adaiah jenis-jenis alat bertenaga mesin tetapi operasionalnya menggunakan tangan.Mesin-mesin. Mesin adalah alat yang operasionalnya memerlukan bantuan listrik dan mekanik.Alat ukur, alat uji, dan laboratorium: alat ukur (measuring tool) yaitu alat yang digunakan untuk mengukur bobot dan bidang (tinggi, panjang dan lebar) suatu bahan/benda.

SMK Negeri 1 Cimahi, beralamat di Jalan Leuwigajah No. 48 Kota Cimahi, dengan luas tanah kira-kira 3,4 Ha berada di lingkungan kawasan Industri yang terdiri dari Ruang Teori, Ruang Gambar, Ruang Praktik (Bengkel), Laboratorium dan Sarana Olah raga. Dengan ukuran luas sebagai berikut:

Luas Tanah: 30.360 m2

Luas Bangunan: 9.964 m2

Tabel 1.5

Data Ruangan Di SMK Negeri 1 Cimahi

No

JENIS RUANG

YANG ADA

Jml Ruang

Luas

Satuan

Tahun Dibangun

A.

RUANG ADMINISTRASI

a. Ruang Kepala Sekolah

1

110

m

2003

b. Ruang Media

1

110

m

1974

c. Ruang Guru Umum

1

92

m

1974

d. Ruang Tata Usaha

1

143

m

1974

e. Ruang Tamu/Lobi

1

110

m

1974

f. Ruang BP/BK

2

27

m

1974

g. Ruang Kurikulum

1

24

m

1974

h. Ruang Hubungan Industri

1

24

m

1974

i. Ruang Kesiswaan

1

24

m

1974

j. Ruang Komite Sekolah

1

12

m

1974

k. Ruang QMR/ WMM

1

38,7

m

1974

l. Ruang Sarana Prasarana

1

15,75

m

1974

m. Ruang Dapur/ Pantry

1

6

m

1974

n. Kamar Mandi/ WC

47

188

m

1974

o. Unit Produksi

1

63

m

2010

p. PIU

1

63

m

2010

B.

RUANG PEMBELAJARAN

a. Ruang Teori

36

2268

m

1974

b. Ruang Gambar

1

64

m

1985

c. Lab Fisika dan Kimia

2

157,4

m

1985

d. Lab. Bahasa Inggris

1

78,7

m

1985

e. Lab. Matematika

1

56

m

1985

f. Lab. Komputer

2

126

m

1974

C.

RUANG PRAKTIK

a. Elektronika Ind. Dan Komputer

9

924

m

1974

b. Teknik Transmisi

4

528

m

1974

c. Listrik Industri

4

700,5

m

1974

d. Teknik Pendingin dan Tata Udara

4

957,6

m

1974

e. Kontrol Proses

6

667

m

1974

f. Kontrol Mekanik

8

576

m

1984

g. Rekayasa Perangkat Lunak

4

252

m

2004

h. Teknik Komputer dan Jaringan

6

806

m

2004

i. Teknik Prod. Prog. Pertelevisian

8

518

m

2004

D.

RUANG PENUNJANG

a. Ruang Perpustakaan

1

104

m

1974

b. PMR/ UKS

1

45

m

2012

c. Ruang OSIS

1

30

m

1974

d. Kantin

1

28

m

2000

e. Ruang Diesel

1

74,75

m

1974

f. Mesjid

1

169

m

1974

g. Gudang

1

45

m

1974

Sarana dan Prasarana Pembelajaran di Jurusan

Teknik Transmisi

Transceiver, Saelit Receiver, Micro Wave, Af Generator, Rf Generator, Osciloscope, TV Trainer, Antena Trainer, FABX Trainer, Modulator Trainer.

Elektronika Industri dan Komputer

Square Wafe Generator, Servo Trainer, Level Control Trainer, Servo System Trainer, Logic Analizer, Robotic Trainer.

Teknik Listrik Industri

Panel Kontrol, Peralatan Istalasi Listrik, Trainer Digital, Solar Cell Panel, Lab. Mesin Listrik, Trainer PLC, Servo System Trainer.

Kontrol Proses

Proses Plant, Kompressor, Level Control Trainer, Presure Control Trainer, Flow Control Trainer, Temperatur Control Trainer, Fixed Program Controler, Field Type I/P Conventer

Kontrol Mekanik

Trainer Elektronika, Trainer Micro, Trainer Servo, Trainer Digital, Trainer Instalasi, Trainer PLC, Pneumatic Control Trainer.

Rekasaya Perangkat Lunak

Trainer Digital, Laptop dan Power Shoot, Komputer P-3 128 MB, Wifi, Acces Point, Lab. Komputer Dasar, Lab. Komputer Lanjut, Server.

Teknik Komputer Jaringan

Toolset, Trainer perakitan Komputer, Printer Dot Matrix, Printer Deskjet, Printer LaserJet, Scanner, Lab. Komputer Dasar, Lab. Komputer Jaringan, Server, Router, Hub. Switch.

Teknik Produksi Program Penyiaran Pertelevisian

Kamera Panasonic NV-MD 10000-3CCD, Kamera Sony PDX 70-3CCD, Video Mixer, Switcher, Studio Light.

Teknik Pendingin dan Tata Udara

AC Split Trainer, Trainer Refrigerator, Paket Training KIT PLC, Refrigration Training KIT, Recovery.

18

BAB IIMASALAH-MASALAH KEPENDIDIKAN

Pengelolaan/Pelaksanaan Kurikulum

Pengolahan/Pelaksanaan Kurikulum di SMKN 1 Cimahi

Berdasarkan pasal 1 butir 19 Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Menurut Chandrawati (2009) pengembangan kurikulum tidak dapat lepas dari berbagai faktor yang mempengaruhinya, seperti cara berpikir, sistem nilai (nilai moral, keagamaan, politik, budaya, dan sosial), proses pengembangan kebutuhan peserta didik, lingkup (scope) dan urutan (sequence) bahan pelajaran, kebutuhan masyarakat maupun arah program pendidikan. Kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi di daerahnya.

Kurikulum yang diterapkan di SMK Negeri 1 Cimahi sudah menggunakan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 adalah kurikulum terbaru yang dikeluarkan oleh satuan pendidikan. Namun kurikulum 2013 belum diterapkan oleh semua guru karena kendala pengetahuan guru tentang kurikulum 2013.

Masalah-masalah dalam Penerapan Kurikulum

Pengelolaan kurikulum yang dapat diamati oleh kami adalah hanya sebatas pada tahap koordinasi dan pelaksanaan kurikulum. Tidak sedikit kendala yang dihadapi oleh pihak kurikulum dalam menjalankan program kurikulum yang telah disusunnya, baik dari dalam maupun luar sekolah. Kendala yang ada mengakibatkan beberapa kegiatan mengalami masalah. Masalah-masalah yang dapat kami amati diantaranya adalah:

Masih banyak guru yang belum mengerti atau paham tentang kurikulum 2013.Penyesuaian kalender akademik sekolah dan materi pelajaran yang harus diberikan kepada siswa kurang seimbang karena banyak hari libur pada semester ganjil,Beberapa SK, KD, indikator, dan tujuan pembelajaran masih belum bisa diterapkan dengan baik oleh beberapa guru. Demikian juga dalam hal, penyusunan silabus dan Rencana Program Pembelajaran (RPP), kenyataanya di lapangan beberapa orang guru hanya menggandakan (copy paste) silabus dan RPP yang sudah diterbitkan dari berbagai sumber. Hal ini dilakukan karena mungkin persepsi mereka yang memandang bahwa isi suatu kurikulum itu tidak boleh diubah-ubah. Mungkin juga, karena keterbatasan kemampuan guru untuk menyusun silabus dan RPP secara mandiri (sendiri-sendiri atau berkelompok).Aspek penilaian yang dilakukan guru hanya mengacu pada materi tanpa melihat indikator, sehingga tidak mengukur kompetensi yang hendak dicapai. Kami pun melihat bahwa penilaian aspek psikomotor yang dilakukan guru masih kurang objektif karena indikator-indikator dari alat evaluasinya masih kurang terarah.

Pembinaan Kesiswaan

Pembinaan Kesiswaan di SMK Negeri 1 Cimahi

Di SMK Negeri 1 Cimahi pembinaan kesiswaan di pusatkan dan dibina oleh guru di bidang kesiswaan. Pembinaan yang mencakup pengadaan program penyuluhan dan bimbingan kepada para siswa yang dilakukan oleh wali kelas, guru BP dan pembina kesiswaan. Selain itu, di SMKN 1 Cimahi terdapat program rutin yaitu program baca Al-Quran yang dilaksanakan setiap hari di jam pertama PBM.

Jenis-jenis pembinaan kesiswaan di SMK Negeri 1 Cimahi antara lain :

Pembinaan keimanan dan ketakwaan terhadapTuhan Yang Maha Esa,Pembinaan budi pekerti luhur atau akhlak mulia,Pembinaan kepribadian unggul, wawasan kebangsaan dan bela negara,Pembinaan prestasi akademik, seni dan / atau olahraga sesuai bakat dan minat,Pembinaan demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup, kepekaan dan toleransi sosial dalam konteks masyarakat plural,Pembinaan kreatifitas, keterampilan dan kewirausahaan,Pembinaan kualitas jasmani, kesehatan gizi berbasis sumber gizi yang teridentifikasi,Pembinaan sastra dan budaya,Pembinaan teknologi informasi dan komunikasi,Pembinaan komunikasi dalam bahasa inggris.

Masalah-masalah dalam Kegiatan Kesiswaan

Adapun kendala yang sering dihadapi oleh bidang kesiswaan antara lain:

Keterlambatan siswa

Masih banyak siswa yang terlambat masuk sekolah dan upacara Senin menjadi salah satu kesulitan terbesar di bidang kesiswaan. Sudah berbagai cara diupayakan seperti hukuman-hukuman yang tercantum pada tata tertib agar siswa jera dan tidak mengulanginya lagi, tetapi tetap saja banyak siswa yang terlambat masuk sekolah.

Pelanggaran tata tertib kedisiplinan

Masih kurangnya kesadaran siswa dalam mematuhi peraturan sekolah, seperti siswa yang melanggar tata tertib dengan memakai sepatu yang bukan berwarna hitam, tidak memakai atribut sekolah, pakaian tidak rapi, rambut tidak sesuai aturan (gondrong), ketidak hadiran di kelas, siswa menggunakan jaket atau pakaian selain seragam saat memasuki sekolah. Beberapa orang siswa pun tidak mengisi dan menyerahkan Kartu Izin Keluar saat mereka keluar dari lingkungan sekolah. Seperti halnya di atas, sudah berbagai cara diupayakan seperti hukuman-hukuman yang tercantum pada tata tertib agar para siswa jera dan tidak mengulanginya lagi, dari mulai pemberian poin-poin pelanggaran hingga pemanggilan orang tua.

Berkurangnya jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler

Pada awal diterimanya siswa baru hampir semua siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan antusias, namun seiring berjalannya waktu jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain turunnya nilai akademik dari siswa karena siswa tersebut kurang bias mengelola waktu, untuk siswa yang tempat tinggalnya jauh merasa keberatan karena harus pulang sore hari, adanya kabar-kabar yang kurang baik mengenai ekstrakurikuler dari alumni atau dari orang lain sehingga siswa terhasut dan keluar dari ekstrakurikuler tersebut, dan lain-lain.

Begitu juga dengan beberapa praktikan PPL yang kerap kali terlambat dalam menjalankan suatu kegiatan di sekolah, terutama upacara hari Senin. Kadang pula terjadi keterlambatan kegiatan piket gerbang sekolah yang telah dijadwalkan. Akan tetapi keterlambatan pada kegiatan mengajar di kelas sangat minim terjadi.

Penyelenggaraan Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan Ekstrakurikuler di SMKN 1 Cimahi

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakatnya juga mendukung sekolah mengembangkan karakter disiplin siswa di luar kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Di SMKN 1 Cimahi sendiri memiliki cukup banyak organisasi ektrakurikuler dan memiliki prestasi yang sangat membanggakan. Hal ini menjadi salah satu indikator yang menjadikan SMK Negeri 1 Cimahi atau yang dulu lebih dikenal dengan nama STM Pembangunan Bandung menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Cimahi. Ekstrakurikuler di SMK Negeri 1 Cimahi terdiri dari:

Ekstrakurikuler KepemimpinanPasukan Pengibar Bendera (Paskibra)Pecinta Alam (Stampara)PramukaPalang Merah Remaja (PMR)Patroli Keamanan Sekolah (PKS)Ektrakurikuler PengembanganForum Dienul Islam (FDI)Seni Bela Diri (Karate,Pencak Silat,Tae Kwan Do)Bahasa Inggris (FORPEC)Bahasa Jepang (Ningoho Kurabu)

Science Club / KIRKreativitas dan LKSTIM Simulasi Siswa TauladanUsaha Kesehatan Sekolah (UKS)Club OratoriKesenian Degung, Kecapi-SulingMarching BandTheaterSeni Upacara AdatAtletik, Basket, Voli, dan Futsal

Masalah-masalah dalam Penyelenggaraan Ekstrakurikuler

Saat penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler masih banyak ditemukan kendala diantaranya:

Masih kurangnya minat siswa untuk ikut serta dalam kegiatan ekstrakurikuler, walaupun tidak sedikit juga siswa yang sudah masuk kegiatan ekstrakurikuler. Namun banyak pula siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini pun menjadi pekerjaan rumah bagi para pembina kesiswaan SMKN 1 Cimahi,Keaktifan dari pengurus ekstrakurikuler yang menurun. Hal ini dapat dilihat pada beberapa ekstrakurikuler yang vakum dan di samping itu juga ada beberapa ekstrakurikuler yang sebagian besar pengurus intinya dipegang oleh tingkat tiga yang tengah sibuk menghadapi ujian,Kurang terlihatnya keaktifan Pembina ektrakurikuler pada setiap kegiatan yang diadakan setiap ekstrakurikuler dikarenakan kesibukan yang beragam dari pembina kesiswaan selain harus mengurusi ekstrakurikuler yang dipegangnya,Terjadinya gap antara senior dan junior yang terjadi karena kultur pendidikan dalam suatu ekstrakurikuler yang mengakibatkan adanya kesenjangan di sekolah,Interpensi dari alumni suatu ekstrakurikuler kepada kepengurusan dan pendidikan dalam kegiatan ekstrakurikuler tanpa memperhitungkan kondisi dan kebijakan sekolah yang sedang diterapkan menjadikan masalah pada pertanggung jawaban ekstrakurikuler tersebut pada sekolah,Masi adanya beberapa golongan siswa atau alumni yang masi berpikiran ortodoks dalam suatu pendidikan ekstrakurikuler sehingga menyimpang dari kaidah pendidikan yang menjadikan suatu kegiatan ekstrakurikuler menjurus pada ajang balas dendam, hal ini menjadikan masalah bagi sekolah untuk memantau kegiatan semacam itu, yang imbas terburuknya adalah protes orang tua kepada sekolah akibat pengaduan anaknya,Penyusunan jadwal kegiatan ekstrakurikuler yang kurang sempurna dan tidak mempertimbangkan faktor lain, melihat siswa didik sebagai siswa yang mayoritas adalah tingkat X yang mempunyai kewajiban utama yaitu untuk belajar terkadang tidak diperhitungkan dengan seksama sehingga imbasnya banyak timbul kepada hasil penilaian belajar siswa yang menurun akibat belum bisa mengikuti ritme pola pendidikan tersebut, dan kembali lagi berakibat banyak munculnya protes orang tua siswa kepada sekolah.

Pembinaan Kerja Sama dengan Orang Tua Siswa

Perkembangan pendidikan dan dinamisme pola pikir masyarakat memberi dampak yang signifikan terhadap hasil proses pendidikan. Awal mula pendidikan di mulai dari keluarga sebelum masuk jalur pendidikan formal. Ketika siswa telah masuk jalur pendidikan formal tidak berarti tanggung jawab pendidikan sepenuhnya berpindah ke tangan guru/pendidik.

Peranan orang tua sangatlah penting bagi sekolah. Tidak hanya kebijakan dan peranan lembaga pendidikan saja yang dapat memajukan siswa, tetapi yang lebih penting adalah koordinasi antara sekolah dan orang tua. Pembinaan kerjasama dengan orang tua siswa merupakan salah satu bentuk kerja sama agar siswa selalu termonitoring melalui proses pendidikan ke arah yang positif.

Terdapat hubungan antara sekolah, orang tua siswa dan guru. Sekolah sebagai pusat pendidikan formal, sekolah lahir dan berkembang dari pemikiran efisiensi dan efektifitas pemberian pendidikan bagi warga masyarakat. Artinya bahwa sekolah sebagai pusat pendidikan formal merupakan perangkat masyarakat yang diserahi kewajiban memberikan pendidikan. Sekolah merupakan lembaga social yang tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat, oleh karna itu segala bentuk dan tujuan sekolah kesemuanya harus diarahkan kepada pembentukan corak pribadi dan kemampuan warga masyarakat sebagaimana menjadi target atau sasaran pendidikan dimasyarakat yang bersangkutan.

Hubungan sekolah dengan orang tua murid sendaknya dibawa ke dalam hubungan yang konstruktif dengan program di sekolah. Orang tua tidak dapat terlepas sama sekali dari hubungannya dengan sekolah karena itu hubungan antara keduanya hendaklah di bimbinga lebih simpati, dan mampu dibina oleh tugas kepala sekolah.

Murid merupakan unsur sekolah yang sangat penting, begitu juga guru. Tanpa adanya murid, sekolah tidak aka nada. Dia berasal dari lingkungan masyarakat yaitu keluarga yang memperoleh ilmu pengetahuan dan pendidikan dari persekolahan dengan perantaraan guru.

Beberapa masalah yang ditemukan di lingkungan SMK Negeri 1 Cimahi tentang pembinaan kerja sama dengan orang tua siswa adalah sebagai berikut:

Sulitnya menghubungi orang tua siswa

Ketika ada anak yang bermasalah dan membutuhkan kedatangan orang tuanya ke sekolah, terkadang orang tua siswa masih agak sulit untuk dihubungi dan datang kesekolah walaupun sudah diundang oleh pihak sekolah.Permasalahan anaknya disekolah pun tidak dapat segera ditanggulangi,

Kurangnya perhatian orang tua siswa

Ada beberapa orang tua siswa yang kurang memberikan perhatian dalam kegiatan anaknya disekolah. Hal ini berimbas pada anak yang menjadi kurang peduli pada kegiatan pembelajarannya disekolah. Hal ini pundapat mengakibatkan tidak sampainya uang SPP yang harus dibayarkan kepada pihak sekolah, padahal uang SPP tersebut sudah diberikan oleh orang tuanya.

Pengelolaan Fasilitas Pembelajaran

SMK Negeri 1 Cimahi memiliki fasilitas pembelajaran yang cukup lengkap, baik untuk keperluan pembelajaran teori, praktikum, kegiatan ekstrakurikuler dan lain-lain. Namun demikian masih terdapat beberapa masalah yang sering ditemukan dalam pengadaan fasilitas pembelajaran yaitu:

Masih kurangnya sumber belajar, seperti jobsheet, buku pedoman, buku non teknik,alat-alat dan bahan praktikum untuk siswa. Hal ini mengakibatkansiswa cukup kesulitan dalam praktikum dan memahami pelajaran. Hal ini dapat kami observasi saat berlangsungnya PBM,Jumlah siswa yang memanfaatkan perpustakaan cenderung sedikit,Terkadang sekolah menyimpan buku-buku terbaru di lemari yang terkunci sehingga menyulitkan siswa dalam akses peminjaman buku. Tentu hal ini di bawah pengawasan ketat petugas perpustakaan,Kurang nyamannya kondisi workshop baik dari meja dan kursi yang sudah usang ataupun tata ruang yang kurang rapi.

Pengelolaan Kesejahteraan Sivitas Akademika

Secara umum kesejahteraan personal di SMK Negeri 1 Cimahi baik guru, staf pegawai maupun kesejahteraan peserta diklat sudah relatif terjamin. Guru yang memegang pelajaran tertentu seperti wali kelas atau jabatan lainnya akan menerima tambahan pendapatan, begitu juga dengan guru yang mendapat tugas piket. SMK Negeri 1 Cimahi sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bergerak dalam bidang keahlian kejuruan memiliki tenaga kependidikan yang pada umumnya mereka bersatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, tidak semua guru di SMK Negeri 1 Cimahi berstatus PNS sehingga beberapa orang guru tidak mempunyai hak tunjangan yang diberikan pemerintah. Beberapa orang guru yang belum berstatus PNS juga mengajar di sekolah lain sehingga mereka harus membagi waktunya untuk memberikan perhatian pada siswa SMK Negeri 1 Cimahi. Keterbatasan ini masih dapat dimaklumi selama pelayanan terhadap siswa masih dapat diberikan oleh seorang guru yang bertindak sebagai fasilitator.

Pada umumnya, pengelolaan kesejahteraan cititas akademika tidak menemui permasalahan yang kompleks. Masing-masing pegawai baik itu guru, staf pegawai maupun kesejahteraan peserta diklat sudah relatif terjamin. Hanya mungkin saja, terjadi kesenjangan pendapatan antara guru dan pegawai yang sudah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan Non-PNS.

BAB IIIPENANGGULANGAN MASALAH

Pengelolaan/Pelaksanaan Kurikulum

Berdasarkan permasalahan pada Bab II, maka upaya yang dapat dilakukan guna menanggulangi permasalahan dalam hal pelaksanaan kurikulum, antara lain:

Pembagian tugas hendaknya dilakukan dengan jelas sehingga mengurangi tumpang tindihnya tugas antara satu bidang dengan bidang yang lain, terutama dalam penyesuaian kalender akademik sekolah dan materi pembelajaran.Pengembangan Kurikulun hendaknya disusun bersama-sama oleh guru, komite sekolah, konselor (guru BP/BK), dan narasumber, dengan Kepala Sekolah sebagai ketua, kemudian disupervisi oleh Dinas Pendidikan Kota.Aspek penilaian yang dilakukan guru hendaknya mengacu padai ndikator-indikator yang menggambarkan ketercapaian kompetensi para siswa.Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global harus diterapkan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan unit produksi.Selalu dilakukan evaluasi pada setiap pelaksanaan kurikulum, sehingga dapat mengantisipasi atau mengurangi masalah yang mungkin saja timbul pada kegiatan-kegiatan berikutnya.

Pembinaan Kesiswaan

Upaya penanggulangan masalah yang bisa dilakukan dalam hal pembinaan kesiswaan, diantaranya:

Menegakan peraturan dengan menerapkan sistem sanksi bagi siapapun yang melakukan pelanggaran tata tertib, seperti keterlambatan dan ketidakhadiran. Melakukan sosialisasi terus-menerus berkaitan dengan sanksi-sanksi yang akan didapatkan ketika terjadi pelanggaran tata tertib sekolah.Mengintensifkan kegiatan-kegiatan keagamaan guna menambah kesadaran akan pentingnya budaya rapih, teratur dan sehat.

Penyelenggaraan Kegiatan Ekstrakurikuler

Ada beberapa upaya penanggulangan permasalahan yang dapat dilakukan dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler, diantaranya:

Memberikan reward seperti beasiswa kepada para siswa yang telah aktif berkontribusi dan berprestasi dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah.Menunjuk fasilitator/pembina yang sesuai dengan kapasitasnya sehingga menumbuhkan tingkat kepercayaan siswa dalam hal pengembangan bakat mereka.Mengikutsertakan peserta ekstrakurikuler dalam berbagai event-event menarik untuk mewakili sekolah. Hal ini berkaitan dengan adanya proses pencapaian prestasi yang nyata sehingga eksistensinya di sekolah maupun luar sekolah tetap baik.

Pembinaan Kerjasama dengan Orang Tua

Upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi dan meminimalisasi munculnya masalah dalam hal kerjasama sekolah dan orang tua yaitu:

Anggota kelompok praktikan bertemu dengan guru/wali kelas untuk membicarakan siswa yang bermasalah dan perlu mendatangkan orang tuanya ke sekolah.Guru/wali kelas mengadakan pertemuan rutin dengan orang tua di sekolah untuk membicarakan perkembangan informasi dan kondisi siswa yang bermasalah.Jika himbauan yang diberikan kepada orang tua tidak mendapatkan tanggapan, maka sekolah harus menginformasikan orang tua siswa yang bermasalah secara berulang-ulang. Hal ini diharapkan dapat menyadarkan orang tua untuk segera datang ke sekolah dan menyelesaikan permasalahan anaknya.Wali kelas atau guru BK dapat mengadakan home visit (kunjungan rumah) kepada orang tua/wali siswa yang bermasalah jika sebelumnya orang tua/wali siswa terus menerus tidak hadir kesekolah.

Pengelolaan Fasilitas Pembelajaran

Pengelolaan fasilitas merupakan hal yang penting untuk menunjang kegiatan pembelajaran di sekolah. Berikut beberapa upaya penanggulangan permasalahan yang dapat dilakukan dalam pengelolaan fasilitas pembelajaran, diantaranya:

Penambahan alat-alat dan bahan praktikum untuk siswa secara bertahap. Penambahan sumber pembelajaran seperti jobsheet untuk masing-masing kompetensi keahlian, buku pedoman, dan buku non teknik untuk para siswa. Buku pedoman dan jobsheet tersebut bisa berupa modul yang dibuat oleh guru bersangkutan. Beberapa sample modul dan buku non teknik disimpan di perpustakaan sehingga bisa dimanfaatkan oleh banyak siswa.Secara berkelanjutan perlu dilakukan penataan kembali fasilitas ruangan-ruangan laboratorium, terutama alat-alat praktikum yang jarang digunakan dapat ditempatkan di ruangan khusus sehingga tidak mengganggu PBM.Jika memungkinkan dapat dilakukan pembangunan kembali ruangan-ruangan laboratorium dengan membuat bangunan bertingkat secara bertahap.Penempatan buku-buku di ruang perpustakaan perlu diatur kembali sesuai dengan mata pelajaran dan jenisnya.Penambahan buku-buku bacaan selain buku pelajaran, terutama novel dan buku sastra yang menarik perhatian siswa untuk gemar membaca.

Pengelolaan Kesejahteraan Sivitas Akademika

Solusi untuk permasalahan pengelolaan kesejahteraan sivitas akademika diantaranya dengan memberikan tunjangan kepada seluruh staf atas tugas tambahan yang diemban seperti menjadi wali kelas, ketua organisasi atau pembina ekstrakulikuler. Selain tunjangan jabatan tambahan, juga perlu adanya penyesuaian terhadap tambahan tunjangan jika pegawai memiliki keluarga kandung seperti anak dan istri. Selainitu, tunjangan pun hendaknya diberikan sesuai latar belakang pendidikan serta bantuan untuk tenaga pengajar honorer dari pemerintah setempat, seperti bantuan penyelesaian studi untuk tenaga pengajar yang masih kuliah S1.

3

BAB IVKESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Program Latihan Profesi (PLP) merupakan program yang masih relevan dilaksanakan sampai saat ini. Karena PLP bertujuan untuk mencetak dan memberikan pengalaman kepada calon tenaga kerja pendidik yang langsung dihadapkan dengan situasi dunia pendidikan sebenarnya. Melalui kegiatan PLP ini, praktikan dapat lebih memahami tugas seorang guru dan kehidupan sekolah dengan terlibat langsung di dalamnya. Praktikan dapat mengambil hikmah dari setiap permasalahan yang ditemui sebagai bahan pembelajaran dan evaluasi yang berharga untuk meningkatkan kemampuan sebagai seorang tenaga pendidik.

Pengalaman selama menjalankan Program Latihan Profesi (PLP) dapat disimpulkan sebagai berikut:

Program Latihan Profesi (PLP) merupakan program yang sangat membantu mahasiswa dalam menanamkan kesadaran pada profesi guru baik berupa pengetahuan dan pengalaman sebagai sebuah pengalaman untuk menjadi tenaga pendidik yang profesional.Memberikan pendidikan dan pengajaran ternyata bukan hal yang mudah karena kegiatan tersebut harus memiliki persiapan yang matang baik itu penguasaan materi, keahlian, pengalaman, kepercayaan diri, keberanian dalam menghadapi berbagai hambatan dalam melakukan Proses Belajar Mengajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan.Hubungan baik antara guru dan siswa dapat mempengaruhi keberhasilan suatu pembelajaran.Sebagai calon guru, praktikan harus dapat memahami karakteristik setiap siswa supaya Proses Belajar Mengajar berlangsung dengan baik.Permasalahan yang dihadapi oleh praktikan dan dirasakan sangat sulit adalah dalam hal pengelolaan kelas. Hal ini disebabkan karena masing-masing siswa memiliki sifat dan kemampuan yang berbeda-beda sehingga praktikan dituntut untuk mampu mengenali dan mengatasi masalah tersebut.Semua masalah yang dihadapi selama pelaksanaan PLP menuntut kemampuan praktikan sebagai calon pendidik untuk bekerja secara optimal.Upaya penanggulangan masalah-masalah pendidikan dapat dilakukan dengan baik jika ada koordinasi antara pihak sekolah, siswa, orang tua siswa dan pihak-pihak lain yang dapat membantu terselesaikannya setiap masalah tersebut.

Saran

Terdapat beberapa saran dari praktikan sebagai masukan bagi perkembangan dan peningkatan keberhasilan program PPL di masa yang akan datang, antara lain:

Saran Bagi Pihak UPT PLP

Sampai saat ini kinerja yang telah dilakukan UPT PLP telah berjalan cukup baik. Tentunya hal ini harus terus ditingkatkan, disertai dengan upaya untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara pihak UPT PLP dengan pihak sekolah maupun dengan dosen dan juga mahasiswa.

Saran Bagi Pihak SMK Negeri 1 Cimahi

Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang mempersiapkan para lulusannya menjadi Sumber Daya Manusia bermutu tinggi dan unggul. Motivasi dan kedisiplinan siswa merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan proses pendidikan, sehingga tidak perlu adanya unsur pemaksaan siswa dalam mengikuti seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah. Namun sebaliknya, pihak sekolah harus mampu menumbuhkan kesadaran dari para siswa supaya mereka termotivasi untuk belajar.Pihak sekolah pun harus membina kedisiplinan dan menumbuhkan potensi para siswa sehingga mereka memiliki bekal dalam menghadapi kehidupan di dunia usaha/industri, lembaga pendidikan yang lebih tinggi maupun lingkungan sosial masyarakat. Sampai saat ini, praktikan melihat kedisiplinan yang diterapkan oleh sekolah kepada siswanya sudah baik, dan perlu ditingkatkan.

Saran Bagi Kelompok Praktikan Program Latihan Profesi (PLP) hendaknya dijadikan sebagai bekal pengalaman bagi peningkatan pengetahuan dan pengalaman untuk dapat menjalani tugas yang sebenarnya pada masa mendatang.Peserta PLP harus berperan aktif dalam setiap kegiatan dan membina tali silahturahmi dengan seluruh sivitas sekolah.Peserta PLP harus dapat beradaptasi dengan situasi dan kondisi sekolah sehingga mempermudah kelancaran pelaksanaan PLP.Peserta PLP harus mampu meningkatkan keterampilan-keterampilan sebagai calon tenaga pendidik, seperti dalam hal penguasaan materi, penggunaan media dan pendekatan dengan para siswa.Peserta PLP harus mampu menjadi sosok yang dapat ditiru oleh para siswa baik dalam penampilan, tutur kata, tingkah laku, kedisiplinan dan hal-hal lainnya.Peserta PLP harus mempunyai dedikasi tinggi terhadap ilmu dan tanggung jawabnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.PLP mempunyai harus memiliki disiplin yang tinggi baik disipli ilmu, sikap, dan spiritualnya.

DAFTAR PUSTAKA

Chandrawati. (2009). Model-Model Pengembangan Kurikulum dan Fungsinya BagiGuru. [Online]. Tersedia: http://chandrawati.wordpress.com/ 2009/06/02/model-model-pengembangan-kurikulum-dan-fungsinya-bagi-guru-2/ [17 Oktober 2009]

Pemerintah Negara Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Fokusmedia.

SMKN 1 Cimahi. (2012).KeputusanKepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cimahi Nomor: 800/864/SMKN.1/VII/K.2012 TentangPembagian Tugas Guru dalam Melaksanakan Tugas Tertentu di SekolahTahun Pelajaran: 2012/2013. Cimahi: tidak diterbitkan.

SMKN 1 Cimahi. (2012). Profil SMKN 1 Cimahi 2012-2013. Cimahi: tidak diterbitkan.

LAMPIRAN