Laporan Uji Parametrik SPSS

  • View
    134

  • Download
    19

Embed Size (px)

DESCRIPTION

SPSS

Text of Laporan Uji Parametrik SPSS

TUGAS STATISTIKA

UJI PARAMETRIK MENGGUNAKAN SPSS

OLEH KELOMPOK II:

I PUTU MAHESA KAMA ARTHA13101498

SULTONI FIRMANSYAH

13101141

INTAN BELINDA PUTRI

13101258

I WAYAN SULASTRA RAHAYU

13101025

YAN PAMUNGKAS

13101165

I WAYAN YOGA WIRANATA

13101178

PANDE KD PUTRA WIRA DHARMA13101008

DIRGANTARA JP MANAFE

13101191

SUSI NURHIDAYATI

13101381STIMIK SEKOLAH TINGGI ILMU KOMPUTER INDONESIA

STIKI INDONESIA2014KATA PENGANTAR

Om Swastyastu,

Puji syukur dipanjatkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa karena kehendak-Nya, laporan ini dapat diselesaikan dengan baik.

Pengolahan dan Analisa Data merupakan dua proses yang sangat menentukan dalam pengelolaan data menjadi suatu informasi. Kecepatan dalam pengolahan dan ketepatan dalam analisa akan sangat menentukan kualitas informasi dan penulisan laporan dalam suatu kegiatan monitoring dan evaluasi, baik menggunakan data rutin maupun menggunakan data survei.

SPSS merupakan software yang dikhususkan untuk membuat analisis statistik. Dengan SPSS memungkinkan untuk melakukan berbagai uji statistik parametrik salah satunya uji-t. Pada prinsipnya, terdapat dua jenis alat uji statistik yaitu statistik Parametrik dan Non-parametrik, perbedaan antar keduanya terletak pada jenis data serta asumsi normalitas datanya. Statistika parametrik mempersyaratkan datanya harus berdistribusi normal, serta datanya bertipe interval atau rasio.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan. Semoga laporan ini dapat memberikan kontribusi untuk perkembangan ilmu statistika di Indonesia.

Om Santih, Santih, Santih, Om.

Denpasar, 10 Januari 2015

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Pengolahan dan Analisa Data merupakan dua proses yang sangat menentukan dalam pengelolaan data menjadi suatu informasi. Kecepatan dalam pengolahan dan ketepatan dalam analisa akan sangat menentukan kualitas informasi dan penulisan laporan dalam suatu kegiatan monitoring dan evaluasi, baik menggunakan data rutin maupun menggunakan data survei.

Namun, pada proses manual atau tanpa menggunakan bantuan program proses analisa dalam statistika akan mempersulit dalam penghitungan. Maka dari itu digunakanlah bantuan program komputer untuk membantu pemrosesan tersebut. Salah satu program yang dikenal adalah SPSS.

SPSS merupakan software yang dikhususkan untuk membuat analisis statistik. Dengan SPSS memungkinkan untuk melakukan berbagai uji statistik parametrik salah satunya uji-t. Uji-t berguna untuk menilai apakah mean dan keragaman dari dua kelompok berbeda secara statistik satu sama lain.

1.2Rumusan MasalahDari pembuatan makalah ini ada beberapa yang jadi pokok permasalahan diantaranya. Bagaimana menggunakan SPSS? Bagaimana pengujian parametrik sampel tunggal menggunakan SPSS? Bagaimana pengujian parametrik sampel independent menggunakan SPSS? Bagaimana pengujian parametrik sampel dependen menggunakan SPSS?1.3TujuanAda beberapa tujuan dalam pembuatan makalah ini diantaranya. Mempelajari penggunaan SPSS

Mempelajari Statistika

Mengerti proses uji parametrik

BAB II

PEMBAHASAN

2.1Pengenalan Uji Parametrik

Informasi yang diperoleh dari sebuah observasi berupa data mentah, belum berarti apa-apa sebelum dilakukan analisis terhadap data tersebut. Proses analisis data melibatkan banyak jenis uji statistika, dan tiap jenis uji tersebut, umumnya, memiliki beberapa asumsi atau persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga proses pemilihan jenis uji statistika harus dilakukan secara tepat. Pemilihan jenis uji yang tidak tepat, akan berpotensi menyebabkan kesimpulan yang tidak valid.

Pada prinsipnya, terdapat dua jenis alat uji statistik yaitu statistik Parametrik dan Non-parametrik, perbedaan antar keduanya terletak pada jenis data serta asumsi normalitas datanya. Statistika parametrik mempersyaratkan datanya harus berdistribusi normal, serta datanya bertipe interval atau rasio.

Metode analisis data jatuh ke dalam dua kelas yang berpijak pada asumsi tentang distribusi data. Asumsi menjadi dasar untuk mengklasifikasi apakah menggunakan metode parametrik atau nonparametrik. Statistik Parametrik Parametrik dalam arti harfiah yaitu asumsi tentang parameter dari distribusi data populasi yang digunakan untuk menguji hipotesis mendekati normal atau mendekati distribusi normal setelah teorema limit sentral. Statistik Non-parametrik Non-parametrik adalah metode yang tidak mendasarkan pada asumsi distribusi populasi. Dalam arti sempit non-parametrik adalah sebuah kategori nol karena hampir semua uji statistik mengasumsikan satu atau lain hal tentang sifat-sifat populasi.

Metode nonparametrik populer untuk sejumlah alasan. Alasan utama bahwa peneliti tidak dibatasi asumsi-asumsi tentang populasi seperti pada metode parametrik. Banyak metode nonparametrik mudah untuk diterapkan dan dipahami.

Tapi kebanyakan metode parametrik lebih efisien daripada metode nonparametrik. Meskipun perbedaan dalam efisiensi biasanya tidak banyak masalah, ada kasus di mana perlu mempertimbangkan metode yang lebih efisien.2.2Uji Parametrik Menggunakan SPSS

SPSS merupakan software yang dikhususkan untuk membuat analisis statistik. Dengan SPSS memungkinkan untuk melakukan berbagai uji statistik parametrik salah satunya uji-t.

Uji-t berguna untuk menilai apakah mean dan keragaman dari dua kelompok berbeda secara statistik satu sama lain. Bagian ini meliputi. One-Sample T Test

Independent-Sample T Test

Paired-Sample T Test

Sebelum membahas mengenai analisis uji t, maka sebaiknya dibahas bagamana membuat table t karena table t akan digunakan dalam uji hipotesis uji t. Tabel t terdiri dari dua kolom.

Kolom pertama adalah degree of freedom (df) dan kolom kedua adalah nilat. Degree of freedom merupakan jumlah pengamatan (sampel) dikurangi satu (df = n-1). Nilai t dapat diberoleh melalui SPSS sebagai berikut :

Bangun data untuk kolom degree of freedom

Klik transform -> Compute Variable pada menu sehingga kotak dialog nya muncul

Ketik t pada kotak Variable

Pada daftar drop down Function and Special Variables, klik Idf.T. Masukkan fungsi tersebut pada kotak Numerik Expression dengan menekan tombol panah atas sehingga muncul tulisan IDF.T (?,?)

Ganti tanda Tanya pertama dengan tingkat kepercayaan (0,95) dan ganti tanda tanya kedua dengan Variable degree of freedom (hapus tanda Tanya kedua, klik variable degree of freedom dan tekan tombol panah).

Klik OK sehingga tampilan Data View bertambah satu kolom, yaitu t.

Dalam laporan ini akan dijelaskan penggunaan uji parametrik yaitu dengan sampel tunggal, uji parametrik independen, dan uji parametrik dependen.

2.2.1Uji Parametrik Sampel Tunggal

Uji parametrik sampel tunggal digunakan ketika ingin menguji suatu nilai rata-rata dari satu sampel, dengan dibandingkan dengan rata-rata sekelompok sampel-sampel lainnya. Atau untuk mengetahui apakah sampel tersebut berasal dari populasi tertentu, sementara tidak ada informasi mengenai populasi sampel tersebut, sehingga perlu dibandingkan dengan sampel-sampel dari populasi tertentu. Syarat penggunaan Uji t satu Sample yaitu data harus berdistribusi normal.

Pengujian satu sampel pada prinsipnya ingin menguji apakah suatu nilai tertentu (yang diberikan sebagai pembanding) berbeda secara nyata ataukah tidak dengan rata-rata sebuah sampel. Nilai tertentu di sini pada umumnya adalah sebuah nilai parameter untuk mengukur suatu populasi.

Sebagai contoh rata-rata target pencapaian produksi rumput laut di seluruh provinsi adalah 100%. Untuk mengetahui kebenarannya maka dilakukan sampling data di 15 provinsi sebagai berikut.

Bangun data

Klik Analyze -> Compare Means -> One-Sample T Test

Masukkan variable Capaian pada kotak Test Variable (s) dan masukkan 15 pada kotak Test Value.

Klik Option sehingga muncul kotak dialok. Isi 95 % pada condifent interval dan pilih exlude cases analysis by analysis -> Continue -> OK.

Output Analisis One-Sample T Test

Gambar diatas memaparkan nilai statistic variable pencapaian produksi rumput laut sebagai berikut : jumlah sampling 15, rata-rata produksi rumput laut 100.050 ton, standard deviasi 15.0229 dan standard error mean 3,8789.

Gambar diatas menunjukkan sebaiknya uji hipotesis dibahas terlebih dahulu yaitu :

Hipotesis

Ho : rata-rata pencapaian produksi rumput laut adalah 100 ton. H1 : rata-rata pencapaian produksi 100 ton.Nilai t hit (21,926) > t tab (19, 1,76) maka tolak Ho. Jadi, ada perbedaan rata-rata pencapaian produksi rumput laut.2.2.2Uji Parametrik Independen

Independent-Sample T Test digunakan untuk menguji signifikansi beda rata-rata dua kelompok. Tes ini digunakan untuk menguji pengaruh variable independen terhadap variable dependen.

Contoh kasus, konsentrasi nitrat di perairan A dan B. Pengukuran konsentrasi nitrat pada air laut dilakukan di dua perairan yang berbeda dengan melakukan sampling di 10 stasiun di setiap peraian. Berikut Hasilnya

Klik Analyze -> Compare Means -> Independent-Samples T Test sehingga kotak dialognya muncul

Masukkan variable konsenstrasi NO3 pada Test Variable(s) dan Perairan pada kotak Grouping Variable

Klik Define Group, masukkan nilai variable perairan pada group 1 dan 2.

Klik continue sehingga kembali ke kotak dialog Independent-Sample T Test. Klik Options pilih tingkat kepercayan 95 % dan Exclude cases analysis by analysis dipilih. Klik Continue dan OK.Output Independent-Sample T Test

Tabel pertama akan memaparkan jumlah data/sampel, nilai rata-rata dan stan