Lapsus Psikiatri Krisna

  • View
    216

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

KJLJVLS

Text of Lapsus Psikiatri Krisna

LAPORAN KASUSBAGIAN / SMF KEDOKTERAN JIWA RSUD SANJIWANI GIANYARFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WARMADEWAOleh : Kadek Krisna Aditya (1070121008)Pembimbing : dr. A. A. Ayu Agung Indriany, Sp.KJ

STATUS PASIEN

I. IDENTITAS PASIENNama: NNBJenis Kelamin: PerempuanUmur:41 tahunPendidikan: SMPPekerjaan: Tidak BekerjaAgama: HinduStatus Perkawinan: JandaBangsa/Suku bangsa: Indonesia/BaliAlamat: Br. Penestanan Kelod, Champuan, UbudTanggal Pemeriksaan: 05 November 2015Tanggal Kunjungan: 07 November 2015

II.RIWAYAT PENDERITAKeluhan Utama : Autoanamanesis : banyak masalahHeteroanamnesis : mengoceh sendiri

AutoanamnesisPasien datang ke IGD RSJ Bangli diantar oleh adik laki-laki pasien pada kamis siang (05-11-2015). Pasien mengenakan baju kaos warna hitam dan celana jeans pendek biru dongker serta menggunakan sendal jepit. Rambut pasien terlihat berantakan seperti tidak disisir dan terdapat kaca mata pada kepala pasien. Pasien juga menggunakan kalung berwarna abu abu. Pasien berperawakan kurus dengan kulit berwarna sawo matang. Pasien diwawancara dalam posisi duduk berhadapan dengan pemeriksa dan dibatasi oleh meja, dengan menggunakan bahasa bali dan indonesia. Sebelum memulai wawancara, pemeriksa menyapa pasien dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Selama wawancara berlangsung, pasien terlihat tidak tenang, aktif bergerak, kadang berdiri duduk dan jalan-jalan. Pasien dapat menjawab semua pertanyaan pemeriksa dengan suara jelas. Pasien dapat menyebutkan dengan benar siapa namanya, dimana dirinya berada dan siapa yang mengantarnya. Ketika itu pasien menjawab bahwa namanya Budiasih, sedang di Bangli dan diantar oleh adik laki-lakinya. Pasien juga mengatakan bahwa ketika itu sudah siang hari saat pemeriksa menanyakan perihal waktu pada pasien. Ketika pemeriksa meminta pasien untuk menyebutkan kembali nama pemeriksa, pasien dapat menjawab dengan benar. Pasien mengaku dapat menghitung, meskipun dia tidak sangat pintar. Pasien dapat menjawab dengan benar pengurangan 100 oleh 7 secara tiga kali berturut-turut yaitu 93, 86, 79. Saat ditanya siapa nama presiden pertama indonesia pasien menjawab dengan benar yaitu Soekarno. Pasien dapat menyebutkan persamaan bola tenis dan buah jeruk yaitu sama-sama berbentuk bulat, dan dapat menebutkan perbedaannya yaitu jeruk itu buah dan bisa dimakan, dan bola terbuat dari karet dan tidak bisa dimakan. Ketika ditanya kenapa dibawa ke RSJ Bangli, pasien mengatakan bahwa dirinya tidak sakit dan tidak mengerti mengapa diajak ke RSJ. Pasien menyuruh menanyakan kepada adik kandungnya dengan nada cukup keras seperti marah. Saat ditanya bagaimana perasaan pasien saat itu, pasien mengatakan bahwa dirinya depresi, depresion, minum obat litium carbonat, lalu pasien bercerita macam macam dengan cepat dan tidak berhenti-henti. Pasien mengatakan depresi karena sering cekcok dengan ibu kandung pasien dirumah. Pasien mengatakan bahwa ia sangat kasihan dan prihatin kepada sifat ibu kandungnya yang mengutuk anaknya. Pasien mengatakan ibu kandungnya mengutuk apabila nanti jika ibunya sudah mati biar anak-anaknya makan sampah karena pasien tidak bekerja dan menumpang hidup bersama anaknya disana. Pasien mengatakan ibunya sering memarahinya karena hal yang sepele. Pasien mengatakan karena ibunya sudah pikun-pikunan, jika ibunya lupa menaruh barang atau saat ibunya lupa jika uangnya sudah dipakai membayar asuransi, ibu pasien mencurigai pasien yang mengambil. Pasien mengatakan jika ia orang yang keras dan tidak bisa dikekang oleh siapapun termasuk ibunya sendiri yang dikatakan pasien sangat arogan. Sehingga membuat pasien tidak betah dirumah, bahkan pasien sempat kabur kekuta selama dua tahun (th 1996). Pasien mengatakan tidak takut siapapun bila ia benar. Pasien tidak takut untuk membunuh meskipun itu ibunya sendiri. Pasien mengatakan bingung apakah dirinya disayang atau tidak oleh ibunya. Pasien mengatakan kadang-kadang saat pasien memasak makanan yang dusukai oleh ibunya, pasien dipuji-puji. Namun jika ada hal kecil yang tidak disukai oleh ibu pasien, maka ibu pasien akan ngomel-ngomel hingga bertengkar hebat dan sampai pasien menjambak rambut ibunya. Pasien mengatakan bukan hanya ibunya saja bisa seperti itu, pasien juga bisa. Pasien mengatakan pernah melihat bayangan perempuan mengenakan pakaian serba putih lewat didepan rumahnya. Pasien juga mengatakan pernah mendengar suara-suara sejak ia kecil karena pasien merasa dirinya indigo. Pasien mengatakan dirinya sering didatangi oleh artis seperti Nike Ardila dan Ryan Hidayat. Artis tersebut mengatakan selamat tinggal kepada pasien kemudian keesokan harinya ada berita di TV bahwa artis tersebut meninggal. Selain artis, banyak juga orang-orang yang akan meninggal akan mendatangi pasien terlebih dahulu. Baru-baru ini pasien mengatakan mendengar bisikan-bisikan yang memanggil namanya saat tidur hingga membuat pasien terbangun dari tidurnya. Pasien mengatakan bisikan itu bernama Bayu. Pasien mengatakan orangnya ganteng, berambut panjang dan menggunakan pakaian serba putih. Pasien mengatakan tidurnya sering terganggu karena sering mendengar suara suara yang memanggil nama pasien yang dikatakan mirip suara ibunya. Saat tidak bisa tidur, pasien mengatakan diam disanggah pasien untuk melihat motor milik anak pasien agar tidak dicuri. Nafsu makan pasien dikatan menurun sehingga pasien sering merasa lelah. Pasien sering tidak berselera makan dan selalu diingatkan makan oleh adik pasien karena pasien harus minum obat. Dirumah sehari-hari pasien hanya membantu menyapu, memasak dan menyiram halaman. Pasien tidak diijinkan bekerja oleh ibunya karena ibunya takut pasien kumat ditempat kerja. Sebelumnya pasien bekerja sebagai pegawai laundry selama tahun namun berhenti karena pasien kumat kembali. Pasien saat ini tidak bekerja dan tidak ber[penghasilan. Pasien menggap ibunya sering mengomel kepada pasien karena pasien tidak memiliki penghasilan dan hanya menumpang disana. Pasien mengatakan dengan nada yang keras dan nampak marah dengan mengatakan seharusnya ia dan anaknya menda[patkan bagian/hak yang sama dikeluarga. Pasien merokok dan minum kopi sejak pasien berumur 24 tahun. Pasien mengatakan tetangga yang memberikan pasien rokok dan minuman coke dan mengajak pasien mengobrol. Merokok dikatakan 1 bungkus setiap harinya namun kadang lebih. Pasien rutin meminum kopi setidaknya dua gelas perhari. Namun saat pasien tidak memiliki penghasilan, pasien malu untuk meminta kopi dirumahnya. Jangankan kopi untuk makanpun pasien mengatakan malu untuk meminta karena pasien mengatakan dirinya hanya menumpang disana. Tidak ada keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. Penyakit kronis dikeluarga disangkal pasien. Pasien mengatakan anak ke 3 dari 4 bersaudara. Pasien mengatakan kakak pertamanya laki-laki dan sudah menikah dengan orang Denmark, sedangkan kakak keduanya perempuan dan sudah menikah ke Klungkung. Namun adik laki-laki pasien dikatakan belum menikah karena setiap calon yang dibawa oleh adik pasien selalu ditolak oleh ibu pasien. Saat ini pasien tidak memiliki suami, namun sudah memiliki satu orang anak laki-laki berumur 23 tahun. Pasien mengatakan ia bercerai tahun 1996 karena pasien mengatakan mantan suaminya yang dulu gila. Pasien merupakan tamatan SMP, sempat SMA namun hanya sampai semester satu saja. Semasa kecil pasien mengatakan ayahnya merupakan orang yang keras. Pasien dikatakan dibanting ke lantai kemudian dicekik oleh bapak pasien. Pasien dikatakan sering mendapakan kekerasan dari bapaknya saat orang tua mereka bertengkar. Pasien merasakan dijadikan pelampiasan oleh bapaknya saat bertengkar dengan ibu pasien. Pasien mengatakan bahwa dirinya keras, emosional. Pasien mengatakan jika ia menghadapi masalah ia lebih memilih diam dan pergi.

Hetero Anamnesis (Adik laki-laki pasien)Adik laki-laki pasien mengantar kakaknya ke RSJ Bangli karena tindakan pasien dirumah yang sering mengoceh sendiri, menari-nari dan menyanyi-nyanyi dirumah. Tiga hari belakangan pasien dikatakan mulai kumat lagi. Dikatakan hal tersebut terjadi karena pasien sempat cekcok dengan ibu pasien maslah banten. Dikatakan hal ini sering terjadi karena hal sepele dan kecil bisa menjadi bertengkar hebat. Pasien dikatakan selama 3 hari ini tidak minum obat dan mengatakan bahwa dirinya tidak sakit jadi tidak perlu minum obat. Adik pasien mengatakan selalu mengawasi pasien minum obat. Namun sudah 3 hari ini pasien selalu kabur dari rumah jika saatnya minum obat. Adik pasien mengatakan tidak sepenuhnya mengetahui awalnya kenapa kakaknya bisa seperti saat ini. Akan tetapi dari penuturan kakak yang lain dikatakan bahwa pasien seperti saat ini karena orang tua mereka pisah tinggal namun tidak bercerai. Semenjak saat itu prestasi pasien dikatakan menurun yang biasanya selalu mendapat juara I dari SD sampai SMP menjadi juara III. Selain itu pasien juga sering cekcok dengan ibunya karena hal-hal sepele. Dikatakan pasien sering diomeli oleh ibunya karena tingkah laku pasien yang aneh. Pasien dikatakan tidak diam-diam dan sering mondar-mandir dirumah. Barang-barang dirumah sering dipindah-pindahkan sesuka hati pasien. Tidak jarang, barang yang ada di toko pasien diambil oleh pasien. Adik pasien mengatakan ibunya memang sering mengomel-ngomel, namun adiknya mengatakan kakaknya tidak bisa memilih mana yang penting dan mana yang tidak sehingga semua perkataan yang dikatakan ibu pasien ditampung dan membuat pasien stres sendiri. Adik pasien mengatakan kakaknya memang pribadi yang tertutup dan sangat tempramental, sehingga jika ada masalah pasien pasti stres dan kumat. Adik pasien mengatakan sempat mengajak tinggal dirumah kakak pertama pasien. Pasien sempat tinggal disana selama 2 hari bersama kakak pasien. Namun kakak pasien mengatakan tidak kuat mengajak pasien karena pasien suka mengambil barang dan uang yang dimiliki oleh kakak pasien dan suka memindah-mindahkan barang yang dimiliki kakak pasien. Pasien sempat ditegur oleh ka