Lilin-Lilin Documents/Lilin Protestan.pdfLilin-Lilin Kecil SEKAPUR SIRIH SEKAPUR SIRIH Sungguh merupakan…

  • Published on
    08-May-2019

  • View
    224

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>Lilin-LilinKecil</p> <p>Dede Irawan Godjali</p> <p>Menyala Menyinari Kehidupan</p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>Lilin-Lilin KecilMenyala Menyinari Kehidupan</p> <p>(c) 2008 Gereja Yesus Sejati</p> <p>ISBN 979-35630-3-6</p> <p>Diterbitkan olehDepartemen LiteraturGEREJA YESUS SEJATI INDONESIAJl. Danau Asri Timur Blok C3 No. 3CSunter Danau Indah, Jakarta 14350Tel. (62-21) 6530-4150, 6530-4151Fax. (62-21) 6530-4149e-mail: contact.us@gys.or.idweb: http://www.gys.or.id</p> <p>Seluruh ayat dalam buku ini dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru(c) LAI 1974 terbitan Lembaga Alkitab Indonesia</p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>SEKAPUR SIRIH</p> <p>SEKAPUR SIRIH</p> <p>Sungguh merupakan suatu anugerah, kita kembali dapat merenungkan firman Tuhan melalui hikmat yang diberikan oleh Tuhan kepada Pdt. Dede Godjali. Kali ini buku renungan ini berisi 43 renungan singkat. Renungan yang singkat dari segi penulisan namun sarat akan makna dan pengajaran yang membawa kita semakin dekat kepada Bapa di atas. Sebelum membaca, ada baiknya kita berdoa dan meminta Tuhan untuk memberikan kerendahan hati. Karena hanya dengan kerendahan hatilah renungan-renungan ini bisa menyentuh dasar hati kita yang terdalam. Betapa tidak, renungan-renungan ini menggelitik, menyentil dan kadang menampar keberadaan kita. Sebagai contoh, simak saja renungan dengan judul Bukan Urusanmu, yang mengingatkan kita untuk tidak mencampuri urusan orang lain. Simak juga Gitu Aja Kok Marah, dan masih banyak renungan-renungan lain. Akan tetapi jika kita mau merendahkan hati kita, maka renungan-renungan ini sungguh sangat membangun iman kerohanian kita. Membuat kita tersadar akan hal-hal kecil yang kurang kita perhatikan. Belum lagi cara penyajian penulis yang terkadang membuat kita tersenyum sendiri sembari membaca. Hikmat </p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>v</p> <p>yang didapat penulis dari Tuhan dan keahlian penulis dalam menyajikan renungan-renungan ini menjadikan buku ini sangat enak dibaca dan sangat membangun. Kiranya buku ini dapat membawa kita selangkah lebih maju lagi dalam kehidupan iman kekristenan kita. Tuhan Yesus memberkati Anda semua. Penerbit</p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>v</p> <p>DAFTAR ISI</p> <p>1. Salam Seorang Rasul .............................12. Tebang Pilih ...........................................33. Akibat Mengintip ...................................74. Titik-Titik .............................................105. Teori Tikus ...........................................136. Awal dan Akhir ....................................167. Kiss of Death ........................................198. Itu Nyata Dari Bahasanya .................. 229. Saluran Berkat .....................................2510. Hadiah yang Sangat Menarik ............. 2811. Komunikasi ......................................... 3212. Dinamika Mendirikan Rumah ........... 3613. Mereka Tinggal di Yerikho ................. 3914. Kurang Ajar ......................................... 4215. Sebebas Preman ...................................4516. Iman Yang Menular ............................ 4817. Bertahan Dalam Pencobaan ................ 5118. Kebahagiaan yang Berbeda .................5419. Itik Berenang ...................................... 5820. Berani Gitu Lho .................................. 6221. Kendi Tanpa Air ...................................6522. Liquid atau Rigid? .............................. 6823. Roti Yang Satu Itu ................................ 7124. Waktu yang Hilang ..............................75</p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>v</p> <p>25. Mulai Koyak ........................................ 7826. Lazarus, Marilah Keluar ..................... 8227. Gulungan Kitab Yang Terbang ........... 8528. Epafras, Pelayan Kristus yang Setia ... 8829. Bermula dari Hal Sepele ......................9130. Masuk ke Dalam Kristus..................... 9431. Mengenakan Baju Perang ....................9732. Gitu Aja Kok Marah ........................... 10133. Sesuka Hati atau Suka Sehati ............10434. Manakah yang Lebih Menonjol .........10735. Daud Menghadapi Saul ..................... 11036. Hitam Putih ....................................... 11337. Janganlah Menjadi Zeresy ................ 11638. Di Sini Ada Elisa ................................ 11939. Keluar Dari Betel ...............................12340. Silsilah Yesus .....................................12641. Empat Macam Keturunan .................12942. Kala Masa Senja Menjelang ..............13243. Yabes Lebih Dimuliakan ....................136</p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>1SALAM SEORANG RASUL</p> <p>Hampir semua surat Rasul Paulus diakhiri dengan salam (salam dariku untuk si anu dan si itu atau salam dari si anu dan si itu untukmu). Dalam surat yang dikirim untuk jemaat di Roma, banyak nama orang yang disebut oleh Paulus dalam salamnya itu. Kita akan memperhatikan beberapa di antaranya. Paulus menulis: Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. (Rom. 16:3). Akwila dan Priskila adalah sepasang suami-istri yang pertama dijumpai oleh Paulus di kota Korintus. Paulus tinggal di rumah suami-istri itu. Paulus memiliki pekerjaan yang sama dengan Akwila dan Priskila, dan hal ini membuatnya bekerja bersama-sama dengan mereka (Kis. 18:2-3). Setiap orang memiliki sepasang tangan, kaki, mata, dengan begitu seseorang mempunyai kemampuan sekaligus keterbatasan. Dengan dua buah tangan kita dapat mengerjakan cukup banyak pekerjaan. Kita bisa mengetik (entah dua jari atau sepuluh jari) yang melibatkan tangan kiri dan kanan. Kita dapat bermain sepak bola memakai kedua buah kaki kita, atau dapat berjalan-jalan di taman atau mengunjungi sahabat-sahabat kita. Dengan sepasang </p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>mata banyak hal yang dapat dilihat di sekitar tempat tinggal kita. Jelas sekali bahwa ada cukup banyak hal yang tidak dapat kita lakukan sekaligus dan untuk itu diperlukan teman sekerja. Dengan banyak orang, satu pekerjaan dapat diselesaikan dengan waktu relatif lebih cepat. Dengan beramai-ramai ada banyak pekerjaan yang dapat dilakukan pada saat yang bersamaan. Karena banyaknya orang, maka dibutuhkan semangat kerjasama, bukan kerja sendiri-sendiri. Pengikat kebersamaan antara Paulus dengan teman-temannya adalah Yesus Kristus, seperti yang dikatakannya, Teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. Pada bagian lain dalam salamnya Paulus mengatakan, dan dari Lukius, Yason dan Sosipater, teman-temanku sebangsa. (Rom. 16:21). Paulus bergaul tidak hanya dengan orang Yahudi saja, namun juga dengan orang-orang Yunani. Paulus yakin bahwa setiap manusia adalah sama di mata Tuhan. Untuk itu ia pernah menyatakan, Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. (Gal. 3:28). Dulu pernah terjadi orang kulit hitam direndahkan, bahkan diperjualbelikan dan diperbudak oleh orang kulit putih.,Sesungguhnya oleh kasih Yesus Kristus kita semua telah dimerdekakan dan menjadi anak-anak Allah. Di bumi pertiwi ini ada orang Batak, orang Dayak, orang Sasak, orang Jawa, orang Sunda, orang Madura dan masih banyak lagi yang </p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>lainnya. Kita mengatakan bahwa kita adalah bangsa Indonesia. Kita adalah teman-teman sebangsa bukan musuh-musuh sebangsa. Paulus menutup surat Roma dengan mengizinkan nama Tertius dicantumkan di dalamnya. Tertius adalah orang yang telah membantu Paulus untuk menuliskan surat Roma tersebut. Mungkin saja Paulus mendiktekan segala hal yang ingin ia sampaikan kepada jemaat di Roma dan Tertius menulisnya. Sesungguhnya pada zaman Paulus hidup alat tulis-menulis masih sangat sederhana. Untuk menuliskan seluruh surat Roma tentulah dibutuhkan waktu yang sangat banyak dan juga ketelitian yang tinggi. Paulus mengingat jerih lelah Tertius yang telah membantunya untuk menulis surat Roma. Kita tidak mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai Tertius ini, karena di dalam bagian lain Alkitab tidak pernah lagi menyinggung orang ini. Barangkali Tertius adalah seorang jurutulis biasa yang kemudian dikenal oleh rasul Paulus. Paulus tidak melupakan jerih lelah seseorang, ia mengingatnya dengan baik. Keberhasilan seseorang seringkali didukung oleh banyak orang. Seorang calon presiden memiliki tim sukses yang bekerja siang malam untuk keberhasilan sang capres tersebut. Kemasyuran sebuah restoran didukung oleh semua unsur yang terlibat di dalamnya: koki, pramusaji, petugas kebersihan, dan lain-lain. Kesuksesan kita juga mungkin saja didukung oleh istri yang telaten atau atasan yang memberikan dukungan sepenuhnya. Ingatlah mereka itu, jangan melupakannya.</p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>2TEBANG PILIH</p> <p>Zamrud Katulistiwa kini mulai merana, karena di banyak tempat banyak pohon ditebang dengan semena-mena. Besar kecil dibabat, dan lebih parah lagi penanaman benih baru sangat terlambat dan dalam skala yang relatif kecil. Semestinya sistem tebang pilih dijalankan dengan sungguh-sungguh untuk menjaga kelestarian hutan di bumi pertiwi ini. Di sisi lain, cukup banyak pihak yang kecewa dengan pemberantasan korupsi yang terkesan tebang pilih. Pihak yang ditebang nampaknya hanya pihak lawan yang pandangannya tidak sejalan. Koruptor dari pihak kawan terkesan dibiarkan, dilindungi karena adanya unsur perkawanan itu. Pemegang kekuasaan diduga kurang bersikap adil dalam memberantas korupsi di nusantara ini. Raja Saul termasuk orang yang menyukai tebang siapa saja, sekalipun itu adalah anak kandungnya sendiri. Saul berkata, Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi daripada itu. Sesungguhnya, Yonatan, engkau harus mati (1Sam. 14:44). Tetapi rakyat membela Yonatan, sehingga anak Saul itu tidak harus mati (1Sam. 14:45). Allah melihat bagaimana perilaku Miryam dan Harun terhadap adiknya. Musa mencatat: Miryam </p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kusy yang diambilnya, sebab memang ia (Musa) telah mengambil seorang perempuan Kusy (Bil. 12:1). Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia. Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta! (Bil. 12:9-10). Dari catatan Alkitab, diketahui bahwa Miryam adalah nabiah yang pertama. Ia adalah orang yang dipilih dan dipakai Allah (Kel. 15:20). Miryam adalah anak sulung dari pasangan Amram dan Yokhebed. Namun, kesalahannya mengundang hukuman Allah terhadap dirinya. Tidak peduli apa dan siapa orang tersebut, Allah tidak pernah ragu untuk menjatuhkan hukuman-Nya jika ia bersalah. Musa, orang yang juga dipakai secara khusus oleh Allah juga pernah mengalami tindakan tegas dari yang Mahakuasa. Alkitab mencatat Adapun TUHAN sudah berfirman kepada Musa di Midian, Kembalilah ke Mesir, sebab semua orang yang ingin mencabut nyawamu telah mati. (Kel. 4:19). Allah mengutus Musa ke Mesir untuk membawa umat Israel keluar dari sana. Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya. Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata, Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku. (Kel. 4:24-25). Musa lalai untuk menyunat anaknya, dan untuk </p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>itu Allah bertindak menurut keadilan-Nya. Orang yang bersalah patut dihukum, siapapun orang itu. Kita masih ingat tentang Nadab dan Abihu, anak-anak imam besar Harun. Keduanya dibinasakan oleh Allah karena mereka salah. Hidup bergereja tidak luput dari adanya umat yang melakukan kesalahan. Lazimnya, ada disiplin yang mesti dijalankan terhadap jemaat yang seperti itu. Apakah gereja Allah dapat menerapkan disiplin, tanpa tebang pilih dalam arti tebang siapa saja yang memang terbukti bersalah? Suatu tantangan yang tidak mudah.</p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>3AKIBAT MENGINTIP</p> <p>Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat </p> <p>baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah </p> <p>mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, </p> <p>tetapi engkau harus berkuasa atasnya. (Kej. 4:7)</p> <p>Intip-mengintip ternyata sudah ada sejak zaman Adam dan anak-anaknya ribuan tahun yang lalu. Allah melihat Kain, wajahnya muram dan hatinya panas, karena persembahannya tidak dikenan Allah (ref. Kej. 4:3-5). Dalam situasi seperti itu Iblis mulai memasang jeratnya. Pertama kalinya seorang manusia menjadi pembunuh. Suatu rekor yang tidak dapat dibanggakan. Yesus tiga kali dicobai Iblis saat Ia berada di padang gurun, tempat ia tinggal selama empat puluh hari. Dengan mempergunakan firman Tuhan, pedang Roh, Ia mengatasi ketiga pencobaan itu. Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik. Iblis melakukan pengintipan, tidak hanya kepada Yesus dan Kain, namun juga terhadap seluruh umat Tuhan. Saat manusia lengah, Iblis pun segera menebarkan jerat mautnya. Ada sebagian orang yang memiliki hobi </p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>mengintip, di antaranya mengintip rumah tetangga. Oh, si Anu yang di sebelah kiri rumah baru membeli satu set sofa baru. Si Ono yang di seberang rumah, kemarin sudah menikmati televisi layar datar ukuran lima puluh dua inci, gede banget, yang menggotongnya saja empat orang. Atau, Tetangga yang di kanan rumah, minggu lalu punya lemari es baru, katanya bisa Hot and Cool, 2 in 1 gitu lho, dari satu tempat bisa menikmati ayam goreng dan minum es jeruk. Bu Ani, yang kebetulan suka mengintip, melaporkan semua temuannya kepada sang suami, Pak Inu. Bahkan, Bu Ani juga sudah melakukan investigasi atas semua temuannya itu, dan memang sesuai dengan yang ia lihat. Ia melaporkan kepada Pak Inu dengan sangat berapi-api karena ia pun ingin memiliki barang-barang yang telah dipunyai oleh para tetangganya itu. Melihat TV Pak Ono, serasa berada di bioskop; duduk di sofa si Anu, badan ini serasa melayang; dan itu lho, lemari es-nya benar-benar kotak ajaib, ada yang hot dan ada yang nyes. Ayo Pa, beli dong!, kata Bu Ani kepada suaminya. Pak Inu, karyawan yang jujur, mulai menghitung-hitung berapa uang yang diperlukan untuk memuaskan hasrat sang istri. Walah, ternyata setara dengan dua puluh dua bulan gaji. Ia sudah ingin menolak keinginan sang istri, namun belum sempat ia berbicara, istrinya mulai menangis, makin lama makin kencang. Pak Inu tidak sampai hati mengecewakan sang istri, tetapi ia bingung dari mana memperoleh uang yang begitu besar dalam waktu singkat. Wajah Pak Inu menjadi muram dan hatinya tidak karuan rasanya. Iblis sudah mengintip di depan </p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>pintu hati Pak Inu dan mulai membisikkan tujuh buah huruf: Korupsi. Karyawan yang jujur, menjelang purna karya (pensiun) mulai tergoda untuk korupsi. Bermula dari hobi sang istri yang suka mengintip ke kanan, ke kiri, ke seberang, akhirnya menjadi dilema bagi suaminya. Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Pak Inu? Apa Anda punya saran?</p> <p>Lilin-Lilin Kecil</p> <p>0</p> <p>4TITIK-TITIK</p> <p>Akhir Agustus 2006 menjadi batas wak...</p>