LKS BU NETI GANJIL 2013.docx

  • View
    204

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

BAB I

IKLAN MERUPAKAN SARANA BISNIS

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Kelas / Semester: IX / II

Tema: Iklan Merupakan Sarana Bisnis

A. STANDAR KOMPETENSIMampu mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan dalam berbagai ragam oisan: menuiis iklan baris, mencatat hal-hal periting dari buku yang dibaca, menulis teks humor, -nenulis surat dinas, menulis karya tulis, menyunting teks pidato, ceramah, khotbah, menulis artikel ;jmalistik dan menulis resensi buku.

B. KOMPETENSI DASARMenulis artikel jurnalistik

C. INDIKATOR1. Mampu merancang artikel yang akan ditulis2. Mampu menuliskan butir pokok-pokok artikel3. Mampu memperbaiki artikel yang telah ditulis

D. MATERI POKOK1. Artikel tentang lingkungan sekitar sekolah2. Isi artikel3. Ejaan dan tata tulis artikel4. Bahasa ilmiah popular artikel5. Diksi dan kalimat efektif artikel

E. RINGKASAN MATERI PELAJARANArtikel jurnalistik juga dapat ditulis berdasarkan hal lain, seperti peristiwa, petjalanan, aengalaman, kisah nyata, dan biografi. Artikel jurnalistik dapat juga ditulis oleh masyarakat umum. ''e^eka yang berminat men jlis artikel jurnalistik dapat mengirimkan tulisannya ke media cetak untuk aiseteksi dan dimuat.Pada pelajaran sebelumnya kamu sudah berlatih mendaftar buti-butir pokok yang akan dijadikan tahan penulisan artikel jurnalistik. Butir-butir pokok merupakan pedoman mengenai hal-hal yang akan diiakukan selanjutnya. Oleh karena itu, sebelum menulis artikel lengkap, kamu harus terlebih dahulu melakukan peliputan, yaitu mendatangi objek untuk mendapatkan data lewat pengamatan, wawancara, dan studi pustaka.Data yang kamu peroleh lewat peliputan itulah yang kamu jadikan bahan utama untuk menulis artikel. Jika data itu sudah didapatkan, baru kamu dapat menuliskannya menjadi artikel. Jadi, prosesnya berjalan seperti saat kamu melakukan studi banding atau study tour, yaitu berkunjung dan membuat laporan tertulis.Dengan enam butir pokok yang sudah ditetapkan pada pelajaran sebelumnya di depan, misalnya, diandaikan kamu sudah melakukan tugas peliputan terhadap sebuah sekolah. Maka, contoh hasil penulisan artikelnya daoat menjadi seperti berikut ini.

Sejarah dan tujuan pendidikanBermula dari ide seorang pemuda, SMP swasta ini berdiri. Seorang sarjana pendidikan yang prihatin melihat banyak remaja tidak bersekolah, mengajak beberapa temannya mendirikan taman belajar. Gayung pun bersambut. Lewat ketja sama seadanya antara si saijana dan enam temannya, pada tahun 1986 berdirilah sebuah tempat belajar setingkat SMP yang diberi nama 'Prakarsa Muda'.

Tujuan awal yang mereka patok sederhana saja, yakni menyediakan tempat belajar dengan biaya murah bagi remaja kampong yang tak bersekolah. Mereka tak mencanangkan tujuan muluk-muluk, seperti mencerdaskan bangsa atau meningkatkan sumber daya manusia. Sejalan tujuannya, sekolah ini hingga kini memang berbiaya murah.

Letak dan keadaanDalam usianya yang ke-19 tahun, sekolah ini masih berdiri kukuh di tempatnya yang semula, saat pertama dibangun. Lokasi.iya cukup ideal untuk kegiatan pendidikan, yaitu jauh dari pusat keramaian, tetapi dekat dengan pemukiman penduduk. Keadaan fisik bangunannya telah berubah: dahulu berupa kayu dan bambu, kini serbatembok dengan sedikit kayu.

Prestasi yang dirahiKiprah dan prestasi sekolah ini pun dari waktu ke waktu kian membaik. Dalam lima tahun terakhir, beberapa gelar juara telah diraih. Di antaranya, Juara I Turnamen Sepak Bola Piala Pelajar, Juara II Cerdas Cermat tingkat kabupaten, Juara II Kebersihan dan KErapian Sekolah Hari Lingkungan, dan Juara III Lomba Karya Tulis tingkat kabupaten.

Perkembangan masa sekarangNama yang kini disandangnya ialah 'SMP Prakarsa Muda', tidak lagi 'Taman Belajar Prakarsa Muda'. "Sudah sejak 14 tahun lalu kami menggunakan nama 'SMP Prakarsa Muda'," kata Warmono Tasrim, si sarjana pendidikan penggagas berdirinya sekolah yang kini menjadi kepala sekolah.

Saat pertama berdiri, siswanya hanya 15 anak, sekarang sudah 590-an anak. Guru dan pegawainya dahulu hanya tujuh orang, kini sudah 30-an orang. Setiap tahun, dalam Sembilan tahun terakhir, sekolah ini juga tidak pernah kekurangan siswa baru (pendaftar), sementara sarjana yang melamar untuk menjadi guru atau pegawai masih sering datang.

Menurut Warmono, sekolah rintisannya ini telah menghasilkan 3.347 lulusan. Sebagian besar alumni dapat meneruskan Ke SLTA negeri. Alumni yang sudah berhasil mendapatkan gelar sarjana, berdasarkan laporan dari perkumpulan alumni, ada 455 orang.

Peranan masa sekarangSejak tahun lalu, SMP Prakarsa Muda juga mulai memberikan beasiswa kepada murid berprestasi tinggi dari keluarga miskin* Dalam dua tahun terakhir sudah ada enam murid yang mendapatkan beasiswa. Rencananya, setiap tiga tahun jumlah penerima beasiswa akan ditingkatkan.

Program itu menjadi keistimewaan lain dari sekolah ini, Di tengah gencarnya sekolah-sekolah lain memasang memasang biaya tinggi dan kurang peduli terhadap keadaan ekonomi siswa, SMP ini masih memberi beasiswa serta memasang biaya yang murah.Peluang untuk bertahan sebagai lembaga pendidikan, masih terbuka lebar bagi sekolah ini. Tiap tahun jumlah calon siswa baru yang mendaftar terus bertambah. Para orang tua siswa menaruh harapan besar kepada sekolah ini karena, selain berbiaya murah, kualitas pengajarannya juga sudah tergolong baik.

Peluang dan tantangan pada masa depanPada masa depan, menurut Warmono, tantangan beratyang dihadapi seklahnya ialah mencari sumber dana baru untuk membiayai kegiatan operasional. Selama ini, selain dari sumbangan siswa, dana diperoleh dari kegiatan usaha Yayasan Prakarsa Muda.

Yayasan ini memiliki tiga toko alat-alat pelajaran. Secara rutin yayasan ini juga mendapatkan sumbangan dana dari beberapa pengusaha dan tokoh. Rencananya, yayasan akan membuka legi dua toko baru.

Konon, sekolah sejati adalah yang lebih mengutamakan anak- anak yang dididiknya, tidak mementingkan dirinya sendiri. Namun, sekolah seperti ini sekarang sedikit jumlahnya. Dari yang sedikit itu, SMP Prakarsa Muda adalah salah satunya. Sekolah seperti ini pantas dipertahankan dan sekaligus dibela.

TUGAS MANDIRI / LEM BAR KERJA SISWABerlatih menulis artikei jurnalistik seperti berlatih menjadi wartawan. Jika kamu dapat melakukannya, itu akan sangat mengasyikkan. Sekarang, coba kamu lakukan hal-hal berikut ini!1. Bentuklah kelompok yang setiap kelompokny beranggotakan 3-4 siswa!2. Bersama kelompokmu lakukanlah sebuah peliputan! Peliputan mencakup kegiatan pengamatan, wawancara, dan jika perlu dilengkapi studi pustaka (mempelajari bacaan pendukung).3. Pilihlah salah satu objek di sekitar sekolahmu untuk diliput! Objek itu dapat berupa sekolah lain, toko, warung makan, pasar, rumah penduduk, dan Iain-lain.4. Sebelum meliput, tentukan lebih dahulu butir-butir pokok yang akan dijadikan garapan peliputan! Butir-butir pokok harus disesuaikan dengan jenis objek yang akan diliput.5. Usahakan jumlah butir pokok yang ditentukan akan habis jika dibagi jumlah anggota kelompok! Misalnya, jika anggota kelompok ada tiga, maka jumlah butir pokoknya usahakan antara enam, Sembilan, dua belas, lima belas, dan seterusnya. Dengan begitu, setiap anggota kelompok akan mendapat jumlah butir pokok yang sama untuk dijadikan garapan peliputan.6. Setiap anggota kelompok melakukan peliputan berdasarkan bagian butir pokoknya masing-masing.7. Lakukan diskusi kelompok seperlunya untuk membicarakan hasil peliputan dan menentukan cara atau gaya penulisan laporan (aitikel jurnalistik).8. Setiap anggota kelompok menuliskan laporan berdasarkan butir pokoknya masing-masing! Hasil laporan dari anggota kelompok kemudian disatukan atau ditulis ulang menjadi satu laporan utuh dalam bentuk artikei jurnalistik tertulis. Agar gayanya sama dan ajek, penulisan ulang sebaiknya dilakukan oleh satu ancgota kelompok saja, tetapi tetap dengan mempertimbangkan saran teman.9. Kumpulkan artikei jurnalistik kelompokmu kepada guru untuk dinilai dan diseleksi!10. Artikei jurnalistik yang bagus dapat diusulkan untuk dimuat di majalah sekolah atau majalah dinding sekolah. Artikei lainnya dapat dimuat di majalah dinding yang khusus dibuat untuk lingkungan kelasmu.

HASIL PEMERIKSAAN GURU MATA PELAJARANBAHASA INDONESIANILAI:Tanggal :Neti Kurniati, M.PdNIP.

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Kelas / Semester: IX / II

Tema: Iklan Merupakan Sarana Bisnis

A. STANDAR KOMPETENSIMampu mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan dalam berbagai ragam nJsan: menulis iklan baris, mencatat hal-hal penting dari buku yang dibaca, menuiis teks humor, -nenulis surat dinas, menulis karya tulis, menyunting teks pidato, ceramah, khotbah, menulis artikel ;umalistik dan menulis resensi buku

B. KOMPETENSI DASARMeresensi buku pengetahuan/penemuan

C. INDIKATOR1. Mampu mengidentifikasi bentuk fisik dan isi buku serta menunjukkan kelebihan serta kekurangannya.2. Mampu merangkum isi buku.3. Mampu menulis pendapat pribadi sebagai tanggapan atas isi buku.4. Mampu meresensi buku pengetahuan.5. Mampu menyunting resensi

D. MATERI POKOKResensi buku : Identitas buku Ikhtisar Kelebihan dan kekurangan buku Menilai buku Bahasa baku Diksi dan kalimat efektif

E. RINGKASAN MATERI PELAJARAN1. PengantarDalam kehidupan sehari-hari kita sering mengulas sesuatu. Kita sering mengulas berita dalam surat kabar, media elektronik maupun yang kita saksikan secara langsung. Kita sering memberikan komentar terhadap perilaku seseorang yang tidak mematuhi norma-norma yang berlaku dengan demikian, kegiatan mengulas adalah bagian yang integral dari kehidupan manusia. Ulasan berarti komentar, kepasan atau tafsiran. Menulis ulasan adalah proses menghasilkan sebuah karya dalam bentuk tulisan berupa resensi buku.

2. Pengertian Resensi BukuHasil resensi buku banyak muncul di surat kabar dan