of 124 /124
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (Sub Unit) KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN: 2012 SUB UNIT : 2. DUSUN KETANDAN UNIT : 33. DESA PATALAN KECAMATAN : JETIS KABUPATEN : BANTUL PROVINSI : DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Disusun oleh : 1. Rizka M Nur 08/267088/HK/ 17755 2. Ronggo Ryan W 06/198348/FA/07684 3. Thomas Satriya 02/158959/FI/02926 4. Warson Surya D 08/272812/PA/12319 5. Trastoto Purnadi 11/323783/PA/14358 6. Rosi Putri Abrianti 08/270127/PT/05545 7. Retno Dwi Andriastuti 09/281682/TP/09411 8. Rina Dewi K 11/323780/PA/14357 BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM, PENGEMBANGAN UMKM DAN PELAYANAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA KODE: KKN PPM - UGM - 15

LPK - KETANDAN

Embed Size (px)

Text of LPK - KETANDAN

KODE: KKN PPM - UGM

- 15

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (Sub Unit) KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN: 2012

SUB UNIT UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROVINSI

: : : : :

2. DUSUN KETANDAN 33. DESA PATALAN JETIS BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Disusun oleh : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Rizka M Nur Ronggo Ryan W Thomas Satriya Warson Surya D Trastoto Purnadi Rosi Putri Abrianti Retno Dwi Andriastuti Rina Dewi K 08/267088/HK/ 17755 06/198348/FA/07684 02/158959/FI/02926 08/272812/PA/12319 11/323783/PA/14358 08/270127/PT/05545 09/281682/TP/09411 11/323780/PA/14357

BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM, PENGEMBANGAN UMKM DAN PELAYANAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

HALAMAN PENGESAHAN

Dengan telah selesainya pelaksanaan kegiatan KKN PPM UGM yang kami kerjakan, maka kami :

No.

Nama Mahasiswa

No. MHS

Tanda Tangan

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Rizka M Nur Ronggo Ryan W Thomas Satriya Warson Surya D Trastoto Purnadi Rosi Putri Abrianti Retno Dwi Andriastuti Rina Dewi K

08/267088/HK/ 17755 06/198348/FA/07684 02/158959/FI/02926 08/272812/PA/12319 11/323783/PA/14358 08/270127/PT/05545 09/281682/TP/09411 11/323780/PA/14357

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Telah menyelesaikan laporan kegiatan kami selama di lokasi KKN PPM UGM

Bantul,

15 Agustus 2012

Mengetahui / menyetujui

Mengetahui / menyetujui

Pemerintah Desa Patalan

Faizah, S.kom, M.kom Dosen Pembimbing Lapangan

Mengetahui / menyetujui

Camat Jetis

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan kegiatan ini sebagai akhir dari kegiatan KKN PPM UGM yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada yang mengangkat tema Optimalisasi Implementasi Teknologi Informasi Di Desa Patalan, Kec Jetis, Kab Bantul, DIY. Program kerja KKN-PPM UGM dilaksanakan selama kurang lebih 38 hari yaitu pada tanggal 9 Juli 2012 sampai dengan 15 Agustus 2012 di Dusun Ketandan, Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelaksanaan program kerja KKN Mahasiswa merupakan perwujudan dari rencana program yang telah disusun berdasarkan hasil observasi pada awal pelaksanaan dan berbagai pertimbangan serta analisis yang konsisten. Observasi merupakan langkah awal untuk mengetahui kondisi keadaan yang ada di Dusun Ketandan. Adanya observasi ini sebagai langkah awal dalam menentukan program yang sesuai untuk diterapkan dalam masyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, antara lain : 1. Faizah S.Kom M.kom., selaku dosen pembimbing lapangan 2. Lies Ratriana N., S.IP, M.Si., selaku camat Jetis 3. R. Sudiharjo, selaku kepala desa Patalan 4. Muslih, selaku kepala dukuh Ketandan 5. Seluruh warga Ketandan Kegiatan KKN PPM diharapkan dapat mengembangkan kepekaan rasa dan kognisi sosial mahasiswa. Bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat, kegiatan KKN PPM dapat membantu percepatan proses pembangunan serta membentuk kader penerus kegiatan pembangunan. Pada akhirnya kami berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi warga dusun Ketandan. Saran dan kritik yang membangun senantiasa kami terima demi kemajuan bersama. Yogyakarta, 15 Agustus 2012

Mahasiswa KKN UGM Sub Unit Ketandan

Kode : KKN PPM UGM - 16

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN ( Individu ) KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN 2012SUB UNIT UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROVINSI : : : : : 2. DUSUN KETANDAN 33. DESA PATALAN JETIS BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Disusun Oleh :Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa : : Rizka Muhammad Nur

08/267088/HK/17755

BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM, PENGEMBANGAN UMKM DAN PELAYANAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu bentuk pengabdian secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan sosialisasi mahasiswa dalam masyarakat dan hidup bersama-sama masyarakat sesuai perannya sebagai mahasiswa, sehingga diharapkan mahasiswa dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap mahasiswa perlu mengembangkan beberapa aspek yang tidak diajarkan secara langsung di kehidupan akademis, misalnya kemampuan berkomunikasi dengan orang lain, bersosialisasi dengan warga masyarakat, kerjasama tim, kepekaan sosial, dan tanggung jawab. Kegiatan KKN ini telah dilaksanakan di Dusun Ketandan, Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogakarta, yang telah terlaksana dengan lancar. KKNPPM UGM antar semester 2012 dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2012 sampai dengan 15 Agustus 2012. Terdapat program tambahan yang sebelumnya bukan merupakan bagian dari rencana kegiatan tetapi dijadikan program meihat situasi dan kondisi yang ada. Adapun program yang direncanakan ialah: No. Sektor 1.6.02

No. 1

Nama Program Input data rekam medis pasien Dusun Ketandan dan Dusun Banjardowo (Program Tema)

Bahan Komputer

Volume Orang

Sumber Dana Pemerintah, Swadaya

2

Pembuatan peta digital Dusun Ketandan dan Dusun Banjardowo (Program Tema)

3.9.04

Komputer, GPS

Unit

Swadaya

3

Pembuatan Papan Ketua RT. 78 (ID)

1.5.07

Kayu, Paku, cat Teh, Tajil

Unit

Swadaya, Mahasiswa

4

Pembinaan Kegiatan Keagamaan Pengajian

3.8.01

Orang

Swadaya

sebelum berbuka puasa (ID) 5 Pembuatan kotak P3K RT 78 dan RT 79 (ID) 4.2.29 Kayu, Paku, Cat, Accesoris Unit Swadaya, Mahasiswa, Pemerintah

Menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, terdapat program tambahan yang dilaksanakan, antara lain: No. Sektor 1.7.02

No. 1

Nama Program Penyuluhan Pengelolaan Sampah (ID)

Bahan Laptop, LCD Proyektor, Komposter, Tong sampah

Volume Unit

Sumber Dana Pemerintah, Swadaya, Mahasiswa

1. INPUT DATA REKAM MEDIS PASIEN DUSUN BANJARDOWO DAN DUSUN KETANDAN NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG : 1.6.02 : POKOK TEMA : INTERDISIPLINER (ID) : SAINS TEKNOLOGI

Latar Belakang: Puskesmas Jetis 2 adalah puskesmas bantu yang menaungi dua desa di Kecamatan Jetis yaitu Patalan dan Canden. Kedua desa tersebut terdiri dari 35 dusun, 20 dusun terletak di desa Patalan sementara 15 dusun berada di desa Canden. Hingga saat ini, Puskesmas Jetis 2 telah melayani lebih dari 6000 kepala keluarga dari kedua desa dan belum termasuk pelayanan pada penduduk baru maupun pasien dari luar wilayah Patalan dan Canden. Pelayanan administrasi Puskesmas Jetis 2 mulai dari pendaftaran pasien hingga rekam medis, masih menggunakan pengarsipan serta pencatatan manual untuk setiap kunjungan pasien. Sistem ini menimbulkan kesulitan dalam penataan arsip serta proses

pencarian data pasien yang lama. Sebenarnya Puskemas Jetis 2 telah memiliki Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) namun belum berfungsi dengan optimal karena masih banyak database rekam medis yang belum dimasukkan.

Faktor Pendukung: 1. Adanya komputer server dari Dinas Kesehatan Provinsi yang memudahkan pengaplikasian sistem 2. Dukungan dari perusahaan nirlaba dalam bentuk komputer server cadangan bila terjadi masalah pada komputer server utama

Faktor Penghambat: 1. Indeks pasien tidak tercatat dengan baik 2. Kurang minat dari beberapa pegawai puskesmas untuk belajar menggunakan sistem informasi puskesmas digital

Pelaksanaan Program: Kegiatan dimulai dengan briefing yang dilakukan pihak Puskesmas Jetis 2 pada mahasiswa KKN mengenai kondisi SIMPUS saat ini. Berikutya dilakukan input database dari arsip rekam medis pasien yang disortir berdasarkan dusun tempat tinggalnya. Setiap mahasiswa KKN diberikan target penyelesaian input data, hingga minggu ketiga pelaksanaan KKN seluruh target pencapaian input data telah terlaksana.

2. PEMETAAN DIGITAL DUSUN KETANDAN DAN DUSUN BANJARDOWO NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG : 1.6.05 : TEMA : INTERDISIPLINER (ID) : SAINS TEKNOLOGI

Latar Belakang Pemeetaan Digital pedukuhan di desa Patalan dan desa Canden secara langsung berhubungan dengan SIMPUS yang diterapkan di Puskesmas Jetis 2 Patalan. SIMPUS memiliki fitur penunjuk lokasi yang memanfaatkan Google Maps sebagai Geo Service Locator. Fitur ini berguna untuk mengetahui lokasi dusun tempat tinggal pasien. Penggunaan fitur ini mempermudah bila terjadi kondisi darurat dan pasien harus dijemput menggunakan ambulans. Faktor Pendukung: 1. Puskesmas Jetis 2 memiliki satu unit GPS yang dapat dimanfaatkan untuk menandai koordinat Geo Location dari setiap dusun 2. Tanggapan positif dan kerjasama dari penduduk desa saat melakukan survei dan pencarian wilayah dusun Faktor Penghambat: Jumlah GPS yang terbatas sehingga waktu pelaksanaan kurang efisien Pelaksanaan Program: Pelaksanaan pemetaan digital dilakukan setelah input data SIMPUS selesai. Tiap mahasiswa KKN diberikan target pencapaian dusun . Setiap orang membutuhkan waktu hingga dua hari untuk menyelesaikan target pencapaian dusunnya. Selama dua minggu pelaksanaan, seluruh target pencapaian Pemetaan Digital telah dicapai.

3. PEMBUATAN PAPAN KETUA RT. 78 NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG : 1.5.07 : POKOK NON TEMA : INTERDISIPLINER (ID) : SAINS TEKNOLOGI

Latar Belakang Dusun Ketandan terdiri atas lima rukun tetangga (RT), yaitu RT. 78, RT. 79, RT. 80, RT. 81, dan RT. 82. Seluruh RT tersebut merangkul 218 kepala keluarga di seluruh dusun Ketandan. Kedatangan mahasiswa KKN di dusun Ketandan disusul dengan

silaturahmi ke kediaman Kepala Dusun serta Ketua RT. Sayangnya setiap kediaman ketua RT yang akan kami kunjungi tidak memiliki papan ketua RT, sehingga sangat sulit dalam pencarian kediaman mereka. Berbekal pengalaman tersebut, kami membagi tugas pembuatan papan ketua RT untuk kelima ketua RT tersebut setelah berkoordinasi dengan ketua RT bersangkutan. Faktor Pendukung 1. Respon positif dari ketua RT. 78 2. Respon positif dari Kepala Dusun mengingat kendala yang sama dialami warga dari luar dusun

Pelaksanaan Program Pelaksanaan kegiatan ini dimulai setelah mendapat persetujuan dari Kepala Dusun dan Ketua RT. 78. Pembuatan Papan RT ini dilakukan disela-sela waktu luang pelaksanaan program pokok tema yang memakan sebagian besar waktu KKN. Konsepnya pembuatan papan ketua RT ini menggunakan kain vinyl yang dicetak tulisan Ketua RT.78 yang ditempatkan pada papan tripleks lalu dibingkai dengan kayu ringan. Pencetakan vinyl dilakukan di print outdoor terdekat lalu pembelian kayu dan paku di toko bahan bangunan terdekat. Pengerjaan papan Ketua RT dilakukan di pondokan KKN bersamasama dengan pemuda setempat yang bersedia membantu proses pembuatannya. Papan Ketua RT yang telah jadi segera dipasang di kediaman Ketua RT.78 dibantu oleh warga setempat.

4. PEMBINAAN KEGIATAN KEAGAMAAN PENGAJIAN SEBELUM BERBUKA PUASA NOMOR SEKTOR : 3.8.01 JENIS PROGRAM : NON TEMA SIFAT PROGRAM : INTER DISIPLINER (ID) BIDANG : SOSIAL HUMANIORA Latar Belakang: Takjilan atau kegiatan menyediakan buka bersama menjadi agenda tahunan bagi Masjid An-Nuur. Pada kegiatan tersebut umumnya presentase keikutsetaan anak-anak lebih banyak jumlahnya dari pada orang dewasa. Oleh karena itu perlu adanya

pendampingan materi maupun cerita tentang keagamaan yang mudah dipahami oleh anak-anak dalam mengisi acara takjilan tersebut. Faktor Pendukung: 1. Jumlah anak-anak yang banyak dalam kegiatan takjilan 2. Respon positif dari anak-anak terhadap kegiatan pendampingan takjilan Faktor Penghambat: 1. Kegiatan takjilan anak-anak maupun orang dewasa digabung menjadi satu sehingga terkadang menyulitkan untuk menyiapkan materi yang bisa masuk untuk anak-anak maupun orang dewasa. 2. Inisiatif untuk memisahkan antara orang tua dengan anak-anak terkendala lantaran orang tua hadir dikarenakan anaknya ingin ditemani saat mengikuti takjilan dan ada pula yang sebaliknya yaitu si anak ikut lantaran orang tuanya ikut dalam kegiatan takjilan. Pelaksanaan Program: Program dilaksanakan pada sore hari tepatnya dilakukan setiap jam 5 hingga menjelang berbuka. Adapun materi yang diberikan saat pendampingan yaitu permainan dan tanya jawab tentang agama dan cerita Nabi-Nabi. Selain itu ada pula waktu dimana kami membantu menyiapkan acara takjilan mulai dari membersihkan gelas, menakar minuman teh dan menghantarkan hidangan serta minuman kepada jamaah takjilan.

5. PEMBUATAN KOTAK P3K RT 78 - 79 NOMOR SEKTOR : 4.2.29 JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG : NON TEMA : INTER DISIPLINER (ID) : KESEHATAN

Latar Belakang Dusun Ketandan terletak di perbatasan Patalan Canden dan sangat dekat dengan jalan utama Parangtritis, sehingga menjadi tempat yang sering dilalui kendaraan

bermotor, tak terkecuali pengemudi dengan kecepatan tinggi. Padahal, dusun ini memiliki aktivitas sosial yang sangat tinggi sehingga sangat rawan terjadi kecelakaan baik kecil maupun besar. Kami mempertimbangkan jarak dusun dengan Puskesmas terdekat dan memutuskan perlunya pengadaan kotak P3K yang ditempatkan di titik-titik tertentu di dusun untuk memudahkan penanganan pertama bila terjadi kecelakaan sebelum ditangani lebih lanjut oleh pihak medis. Faktor Pendukung 1. Dukungan positif dari aparat dusun yang juga menilai pentingnya pengadaan kotak P3K di dusun Ketandan 2. Respon positif dari pihak Puskesmas 2 Jetis untuk membantu dalam pengelolaan kotak P3K tersebut 3. Dukungan dari warga yang diwujudkan dalam bantuan pengerjaan kotak P3K sehingga diharapkan kotak tersebut tahan lama. Pelaksanaan Program Pelaksanaan pembuatan kotak P3K segera dimulai setelah berkoordinasi dengan aparat dusun dan menentukan lokasi penempatan kotak P3K itu. Setelah melalui beberapa pertimbangan, ada empat lokasi yang akan dipasang kotak P3K yaitu Balai Dusun di wilayah pusat dusun Ketandan, Masjid An Nuur di wilayah utara dusun, TPA Al Husna, dan Mushola Al Hikmah di wilayah selatan dusun. Kami membagi proses pengerjaan kotak tersebut untuk mempermudah koordinasi dan meringankan pelaksanaan kegiatan. Pengerjaan kotak P3K dibantu oleh warga setempat setelah memperoleh desain kotak P3K dari mahasiswa. Pengadaan bahan-bahan disediakan oleh mahasiswa, sementara pengerjaan dan pemasangan dilakukan bersama-sama dengan warga. Kotak P3K yang selesai sebanyak empat unit, diserahkan pada malam perpisahan beserta dengan obat-obatan kepada pengurus empat lokasi tersebut.

6. PENYULUHAN PENGELOLAAN SAMPAH NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG : 1.7.02 : NON TEMA (tambahan) : INTER DISIPLINER (ID) : SAINS TEKNOLOGI

Latar Belakang Di daerah perdesaan, pengelolaan sampah biasanya dilakukan secara mandiri tiap rumah karena kondisi kepemilikan lahan yang lebih luas, jarak rumah yang satu dengan yang lain cenderung jauh, teknologi yang minimal, keterbatasan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah di daerah pedesaan dilakukan di tiap rumah tangga secara mandiri, yakni dengan membuat suatu penampungan sampah tingkat rumah tangga, biasanya dengan membuat suatu lubang di tanah pekarangan berukuran beberapa meter kubik. Sampah rumah tangga yang ditampung di dalam bak penampungan kemudian dibakar. Pilihan pengelolaan sampah dengan cara dibakar atas pertimbangan jangka pendek saja, yakni lebih praktis, mudah, dan murah. Namun, secara ekologis, dan jangka panjang, pilihan membakar sampah bukanlah cara yang ramah lingkungan, mengingat saat ini efek rumah kaca dan pemanasan global (global warming) sudah sangat terasa. Untuk itu diperlukan penyuluhan agar tercipta kesadaran dalam masyarakat pedesaan untuk mengelola sampah dengan baik.

Faktor Pendukung 1. Antusias warga cukup tinggi untuk mengetahui cara pengelolaan sampah yang baik. 2. Warga tertarik untuk mengolah sampah menjadi kompos. 3. Respon positif dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten bantul untuk membantu pelaksanaan penyuluhan.

Faktor Penghambat Waktu pelaksanaan penyuluhan kurang tepat karena dilaksanakan pada jam kerja sehingga masyarakat yang mengikuti penyuluhan tidak maksimal.

Pelaksanaan Program Pelaksanaan program Penyuluhan Pengelolaan Sampah dimulai dengan berkoordinasi dengan BLH Kabupaten Bantul hingga tercapai kesepaatan mengenai lokasi dan waktu penyuluhan. Selanjutnya dilakukan pembagian undangan kepada warga untuk menghadiri acara tersebut. Acara penyuluhan berlangsung lancar dengan pembicara dari pihak BLH Kabupaten Bantul. Di akhir penyuluhan juga dilakukan praktek pengolahan sampah untuk dijadikan kompos.

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan Program-program yang telah dilaksanakan dalam kegiatan KKN di Dusun Ketandan, Desa Patalan, Kecamatan Jetis secara keseluruhan dapat terlaksana dengan baik. Pelaksanaan program KKN-PPM UGM antar semester tahun 2012 mendapat sambutan dan apresiasi yang baik dan terbuka dari seluruh masyarakat, yang dibuktikan dengan partisipasi aktif dan dukungan penuh selama pelaksanaan program-program KKN-PPM UGM tersebut, sehingga pelaksanaan kegiatan sesuai dengan target dan harapan. Adapun kendala-kendala yang dihadapi merupakan sebuah hal yang wajar yang biasa dihadapi dalam pelaksanaan suatu program. 2. Saran Untuk Mahasiswa Sikap individual dalam hal ini perlu dikesampingkan, sikap jujur, kompak, saling menghargai dan menghormati menjadi kunci utama dalam kerjasama tim. Saling tukar pikiran dan pendapat merupakan hal positif dalam suatu kelompok kerja tapi hendaknya dilandasi dengan pemikiran yang jernih bukan hanya mengedepankan emosi semata untuk memenangkan pendapat.

Warga Dusun Ketandan Diharapkan warga dapat meneruskan bahkan mengembangkan menjadi lebih baik ilmu-ilmu yang ditularkan kepada warga dan menjadikan suatu hal yang bermanfaat dan dapat dipergunakan ke arah yang lebih baik. Saling percaya dan bantu membantu satu sama lain akan membuat kondisi yang harmonis.

LAMPIRAN

Kode: KKN PPM UGM - 16

PELAKSANAAN KEGIATAN (Individu)KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN : 2012

SUB UNIT UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROVINSI

: : : : :

2. KETANDAN 33. PATALAN JETIS BANTUL D.I. YOGYAKARTA

Disusun oleh : Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa : Ronggo Ryan Wicaksono : 06/198348/FA/07684

BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM, PENGEMBANGAN UMKM DAN PELAYANAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu bentuk pengabdian secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan sosialisasi mahasiswa dalam masyarakat dan hidup bersama-sama masyarakat sesuai perannya sebagai mahasiswa, sehingga diharapkan mahasiswa dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap mahasiswa perlu mengembangkan beberapa aspek yang tidak diajarkan secara langsung di kehidupan akademis, misalnya kemampuan berkomunikasi dengan orang lain, bersosialisasi dengan warga masyarakat, kerjasama tim, kepekaan sosial, dan tanggung jawab. Kegiatan KKN ini telah dilaksanakan di Dusun Ketandan, Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogakarta, yang telah terlaksana dengan lancar. KKN-PPM UGM antar semester 2012 dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2012 sampai dengan 15 Agustus 2012. Terdapat program tambahan yang sebelumnya bukan merupakan bagian dari rencana kegiatan tetapi dijadikan program meihat situasi dan kondisi yang ada. Adapun program yang direncanakan ialah: No. 1 Nama Program Input data rekam medis pasien Dusun Butuh dan Dusun Cagapan (Program Tema) 2 Pembuatan peta digital Dusun Butuh dan Cangapan (Program Tema) 3 Pembuatan Papan Ketua RT. 80 (ID) 4 Kerjabakti kebersihan 1.7.02 1.5.07 Kayu, Paku, cat Snack, Alat Orang Unit Swadaya, Mahasiswa Swadaya 3.9.04 Komputer, GPS Unit Swadaya No. Sektor 1.6.02 Bahan Komputer Volume Orang Sumber Dana Pemerintah, Swadaya

lingkungan RT. 80 (ID) 5 Pembuatan kotak P3K Balai Dusun dan Masjid (ID) 4.2.29

kebersihan Kayu, Paku, Cat, Asesoris Unit Swadaya, Mahasiswa, Pemerintah

Menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, terdapat program tambahan yang dilaksanakan, antara lain: No. 1 Nama Program Pembuatan Plang Penunjuk RT. 81 (ID) 2 Pembinaan Pos Pelayanan Terpadu (ID) 1. INPUT DATA REKAM MEDIS PASIEN DUSUN BUTUH DAN DUSUN CANGAPAN NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG : 1.6.02 : POKOK TEMA : INTERDISIPLINER (ID) : SAINS TEKNOLOGI 4.2.17 No. Sektor 1.5.07 Bahan Kayu, Paku, cat Konsumsi Unit Volume Unit Sumber Dana Swadaya, Mahasiswa Swadaya

Latar Belakang: Puskesmas Jetis 2 adalah puskesmas bantu yang menaungi dua desa di Kecamatan Jetis yaitu Patalan dan Canden. Kedua desa tersebut terdiri dari 35 dusun, 20 dusun terletak di desa Patalan sementara 15 dusun berada di desa Canden. Hingga saat ini, Puskesmas Jetis 2 telah melayani lebih dari 6000 kepala keluarga dari kedua desa dan belum termasuk pelayanan pada penduduk baru maupun pasien dari luar wilayah Patalan dan Canden. Pelayanan administrasi Puskesmas Jetis 2 mulai dari pendaftaran pasien hingga rekam medis, masih menggunakan pengarsipan serta pencatatan manual untuk setiap kunjungan pasien. Sistem ini menimbulkan kesulitan dalam penataan arsip serta proses pencarian data pasien yang lama. Sebenarnya Puskemas Jetis 2 telah memiliki Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) namun

belum berfungsi dengan optimal karena masih banyak database rekam medis yang belum dimasukkan.

Faktor Pendukung: 1. Adanya komputer server dari Dinas Kesehatan Provinsi yang memudahkan pengaplikasian sistem 2. Dukungan dari perusahaan nirlaba dalam bentuk komputer server cadangan bila terjadi masalah pada komputer server utama Faktor Penghambat: 1. Indeks pasien tidak tercatat dengan baik 2. Kurang minat dari beberapa pegawai puskesmas untuk belajar

menggunakan sistem informasi puskesmas digital

Pelaksanaan Program: Kegiatan dimulai dengan briefing yang dilakukan pihak Puskesmas Jetis 2 pada mahasiswa KKN mengenai kondisi SIMPUS saat ini. Berikutya dilakukan input database dari arsip rekam medis pasien yang disortir berdasarkan dusun tempat tinggalnya. Setiap mahasiswa KKN diberikan target penyelesaian input data, hingga minggu ketiga pelaksanaan KKN seluruh target pencapaian input data telah terlaksana.

2. PEMETAAN DIGITAL DUSUN BUTUH DAN DUSUN CANDEN NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG : 1.6.05 : TEMA : INTERDISIPLINER (ID) : SAINS TEKNOLOGI

Latar Belakang Pemeetaan Digital pedukuhan di desa Patalan dan desa Canden secara langsung berhubungan dengan SIMPUS yang diterapkan di Puskesmas Jetis 2 Patalan. SIMPUS memiliki fitur penunjuk lokasi yang memanfaatkan Google

Maps sebagai Geo Service Locator. Fitur ini berguna untuk mengetahui lokasi dusun tempat tinggal pasien. Penggunaan fitur ini mempermudah bila terjadi kondisi darurat dan pasien harus dijemput menggunakan ambulans.

Faktor Pendukung 1. Puskesmas Jetis 2 memiliki satu unit GPS yang dapat dimanfaatkan untuk menandai koordinat Geo Location dari setiap dusun 2. Tanggapan positif dan kerjasama dari penduduk desa saat melakukan survei dan pencarian wilayah dusun

Faktor Penghambat Jumlah GPS yang terbatas sehingga waktu pelaksanaan kurang efisien Pelaksanaan Program Pelaksanaan pemetaan digital dilakukan setelah input data SIMPUS selesai. Tiap mahasiswa KKN diberikan target pencapaian dusun . Setiap orang membutuhkan waktu hingga dua hari untuk menyelesaikan target pencapaian dusunnya. Selama dua minggu pelaksanaan, seluruh target pencapaian Pemetaan Digital telah dicapai.

3. PEMBUATAN PAPAN KETUA RT. 80 NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG : 1.5.07 : POKOK NON TEMA : INTERDISIPLINER (ID) : SAINS TEKNOLOGI

Latar Belakang Dusun Ketandan terdiri atas lima rukun tetangga (RT), yaitu RT. 78, RT. 79, RT. 80, RT. 81, dan RT. 82. Seluruh RT tersebut merangkul 218 kepala keluarga di seluruh dusun Ketandan. Kedatangan mahasiswa KKN di dusun Ketandan disusul dengan silaturahmi ke kediaman Kepala Dusun serta Ketua RT. Sayangnya setiap kediaman ketua RT yang akan kami kunjungi tidak memiliki

papan ketua RT, sehingga sangat sulit dalam pencarian kediaman mereka. Berbekal pengalaman tersebut, kami membagi tugas pembuatan papan ketua RT untuk kelima ketua RT tersebut setelah berkoordinasi dengan ketua RT bersangkutan.

Faktor Pendukung 1. Respon positif dari ketua RT. 80 2. Respon positif dari Kepala Dusun mengingat kendala yang sama dialami warga dari luar dusun

Pelaksanaan Program Pelaksanaan kegiatan ini dimulai setelah mendapat persetujuan dari Kepala Dusun dan Ketua RT. 80. Pembuatan Papan RT ini dilakukan disela-sela waktu luang pelaksanaan program pokok tema yang memakan sebagian besar waktu KKN. Konsepnya pembuatan papan ketua RT ini menggunakan kain vinyl yang dicetak tulisan Ketua RT.80 yang ditempatkan pada papan tripleks lalu dibingkai dengan kayu ringan. Pencetakan vinyl dilakukan di print outdoor terdekat lalu pembelian kayu dan paku di toko bahan bangunan terdekat. Pengerjaan papan Ketua RT dilakukan di pondokan KKN bersama-sama dengan pemuda setempat yang bersedia membantu proses pembuatannya. Papan Ketua RT yang telah jadi segera dipasang di kediaman Ketua RT.80 dibantu oleh warga setempat.

4. KERJABAKTI KEBERSIHAN LINGKUNGAN RT. 80 NOMOR SEKTOR : 1.7.02 JENIS PROGRAM : POKOK NON TEMA SIFAT PROGRAM : INTER DISIPLINER (MD) BIDANG : SAINS TEKNOLOGI

Latar Belakang

Ide pengadaan program kerjabakti kebersihan lingkungan berasal dari warga dusun Ketandan yang prihatin dengan kondisi lingkungan dusun saat silaturahmi dan perkenalan anggota KKN di Ketandan. Lingkungan dusun hingga saat ini masih kurang tertata pasca gempa enam tahun silam. Berbagai faktor melatari keadaan tersebut, mulai dari faktor ekonomi hingga ketidakpedulian penduduk. Berbekal informasi dari warga tersebut kami memutuskan untuk membantu aparat desa menggerakkan warga melaksanakan kerjabakti lingkungan RT masing-masing.

Faktor Pendukung 1. Keinginan dari warga dan aparat dusun yang merasa prihatin dengan kondisi lingkungan dusunnya 2. Respon positif dari warga setempat untuk melaksanakan kerjabakti lingkungan RT.

Faktor Penghambat 1. Beberapa warga bekerja bahkan pada waktu libur, sehingga sulit mengumpulkan seluruh warga pada waktu yang sama 2. Dekatnya bulan Ramadhan sehingga kegiatan harus segera dilaksanakan karena kegiatan fisik saat bulan Ramadhan akan sangat sulit terlaksana.

Pelaksanaan Program Kegiatan Kebersihan Lingkungan RT. 80 dapat terlaksana dengan baik dengan dukungan dari aparat dusun serta warga setempat. Segera setelah pertemuan dengan warga, kami mengajak warga secara lisan langsung dan dibantu ketua RT untuk berkumpul pada hari minggu besoknya untuk bersamasama membersihkan lingkungan RT. 80. Kerjabakti dilakukan mulai pagi hari dan dibagi menjadi dua shift. Shift pagi dimulai pukul 8:00 hingga pukul 12:00, sementara shift siang dimulai pukul 12:00 hingga pukul 4:00 sore. Pembagian

shift ini memudahkan koordinasi warga serta memfasilitasi warga yang tidak dapat ikut berpartisipasi pada shift pagi.

5. PEMBUATAN KOTAK P3K BALAI DUSUN DAN MASJID AN NUUR NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG : 11.1.1.01 : NON TEMA : INTER DISIPLINER (ID) : KESEHATAN

Latar Belakang Dusun Ketandan terletak di perbatasan Patalan Canden dan sangat dekat dengan jalan utama Parangtritis, sehingga menjadi tempat yang sering dilalui kendaraan bermotor, tak terkecuali pengemudi dengan kecepatan tinggi. Padahal, dusun ini memiliki aktivitas sosial yang sangat tinggi sehingga sangat rawan terjadi kecelakaan baik kecil maupun besar. Kami mempertimbangkan jarak dusun dengan Puskesmas terdekat dan memutuskan perlunya pengadaan kotak P3K yang ditempatkan di titik-titik tertentu di dusun untuk memudahkan penanganan pertama bila terjadi kecelakaan sebelum ditangani lebih lanjut oleh pihak medis.

Faktor Pendukung 1. Dukungan positif dari aparat dusun yang juga menilai pentingnya pengadaan kotak P3K di dusun Ketandan 2. Respon positif dari pihak Puskesmas 2 Jetis untuk membantu dalam pengelolaan kotak P3K tersebut 3. Dukungan dari warga yang diwujudkan dalam bantuan pengerjaan kotak P3K sehingga diharapkan kotak tersebut tahan lama. Pelaksanaan Program Pelaksanaan pembuatan kotak P3K segera dimulai setelah

berkoordinasi dengan aparat dusun dan menentukan lokasi penempatan kotak P3K itu. Setelah melalui beberapa pertimbangan, ada empat lokasi yang akan

dipasang kotak P3K yaitu Balai Dusun di wilayah pusat dusun Ketandan, Masjid An Nuur di wilayah utara dusun, TPA Al Husna, dan Mushola Al Hikmah di wilayah selatan dusun. Kami membagi proses pengerjaan kotak tersebut untuk mempermudah koordinasi dan meringankan pelaksanaan kegiatan. Pengerjaan kotak P3K dibantu oleh warga setempat setelah memperoleh desain kotak P3K dari mahasiswa. Pengadaan bahan-bahan disediakan oleh mahasiswa, sementara pengerjaan dan pemasangan dilakukan bersama-sama dengan warga. Kotak P3K yang selesai sebanyak empat unit, diserahkan pada malam perpisahan beserta dengan obat-obatan kepada pengurus empat lokasi tersebut. 6. PEMBUATAN PLANG PENUNJUK RT. 81 NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG : 1.5.07 : POKOK NON TEMA : INTERDISIPLINER (MD) : SAINS TEKNOLOGI

Latar Belakang Pembuatan plang penunjuk arah menuju kediaman Ketua RT. 81 dan 82 ditambahkan karena lokasi kediaman Ketua RT. 81 dan 82 tidak berada di sisi jalan utama dusun sehingga dirasa perlu untuk dibuat plang penunjuk arah. Dengan pembuatan plang penunjuk Ketua RT ini, diharapkan mempermudah warga luar dusun yang mungkin memilikki kepentingan dengan ketua RT bersangkutan.

Faktor Pendukung 1. Pembuatan plang penunjuk ini didukung penuh oleh aparatur dusun, sehingga kami tidak ragu-ragu untuk menambahkannya sebagai program kegiatan 2. Warga sekitar menyambut baik penambahan infrastruktur di dusunnya, juga merasa plang penunjuk arah ini akan berguna untuk warga luar dusun yang berkepentingan.

Faktor Penghambat 1. Sulit mencari lokasi pemasangan plang yang tepat mengingat plang yang sama pernah dipasang namun rusak karena tertabrak mesin penggiling padi 2. Lebih banyak warga yang tidak peduli dengan pengadaan plang sehingga berpotensi untuk kurang terawat pasca KKN

Pelaksanaan Program Program ini terbesit setelah berkoordinasi dengan Ketua RT perihal pembuatan papan Ketua RT yang kemudian disetujui oleh teman-teman subunit untuk dilaksanakan. Awalnya kami berkoordinasi dengan Ketua RT terkait perihal pengadaan plang tersebut yang langsung disetujui dan disambut baik pula oleh Kepala Dusun. Berikutnya kami mencari lokasi yang tepat untuk pemasangan plang berbekal informasi terkait rusaknya plang tahun lalu. Konsep pembuatan plang ini kurang lebih sama dengan konsep pembuatan papan nama RT, sehingga proses pengerjaannya dapat dilakukan bersama-sama dengan warga setempat. Setelah plang tersebut rampung, pemasangan dilakukan di titik yang telah ditentukan bersama dengan Kepala Dusun dan Ketua RT dibantu warga setempat.

7. PEMBINAAN POS PELAYANAN TERPADU DUSUN KETANDAN NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG : 4.2.17 : POKOK NON TEMA : INTER DISIPLINER (MD) : KESEHATAN

Latar Belakang Saat acara temu warga dan perkenalan tim KKN di dusun Ketandan, kami mengenal adanya kader posyandu di dusun Ketandan. Posyandu di dusun Ketandan hanya diadakan pada waktu-waktu tertentu oleh pihak Puskesmas Jetis 2. Kami melihat tingginya jumlah balita di Dusun Ketandan sehingga

pembinaan Posyandu ini menjadi sangat penting untuk memonitor tumbuh kembang serta kesehatan balita-balita tersebut.

Faktor Pendukung 1. Adanya kader posyandu di dusun Ketandan sehingga memudahkan koordinasi pelaksanaan di lapangan 2. Respon yang sangat baik dari masyarakat terutama ibu-ibu balita

Pelaksanaan Program Pelaksanaan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu dilakukan pada awal bulan dan mengundang seluruh ibu-ibu balita di dusun Ketandan. Koordinasi awal dilakukan ke pihak Puskesmas dan kader Posyandu, kemudian ditentukan tempat pelaksanaan di Balai Dusun. Penyiapan konsumsi beruba bubur kacang hijau disediakan oleh kader posyandu. Secara keseluruhan, kami hanya membantu memfasilitasi koordinasi dan persiapan kegiatan, lalu membantu para kader posyandu saat pelaksanaan acara. Kegiatan ini diikuti oleh hampir semua ibu-ibu balita dan mendapat respon yang sangat baik dari warga setempat.

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan Program-program yang telah dilaksanakan dalam kegiatan KKN di Dusun Ketandan, Desa Patalan, Kecamatan Jetis secara keseluruhan dapat terlaksana dengan baik. Pelaksanaan program KKN-PPM UGM antar semester tahun 2012 mendapat sambutan dan apresiasi yang baik dan terbuka dari seluruh masyarakat, yang dibuktikan dengan partisipasi aktif dan dukungan penuh selama pelaksanaan program-program KKN-PPM UGM tersebut, sehingga

pelaksanaan kegiatan sesuai dengan target dan harapan. Adapun kendalakendala yang dihadapi merupakan sebuah hal yang wajar yang biasa dihadapi dalam pelaksanaan suatu program.

2. Saran Untuk Mahasiswa Sikap individual dalam hal ini perlu dikesampingkan, sikap jujur, kompak, saling menghargai dan menghormati menjadi kunci utama dalam kerjasama tim. Saling tukar pikiran dan pendapat merupakan hal positif dalam suatu kelompok kerja tapi hendaknya dilandasi dengan pemikiran yang jernih bukan hanya mengedepankan emosi semata untuk memenangkan pendapat.

Warga Dusun Ketandan Diharapkan warga dapat meneruskan bahkan mengembangkan menjadi lebih baik ilmu-ilmu yang ditularkan kepada warga dan menjadikan suatu hal yang bermanfaat dan dapat dipergunakan ke arah yang lebih baik. Saling percaya dan bantu membantu satu sama lain akan membuat kondisi yang harmonis.

LAMPIRAN

Kode : KKN PPM UGM - 16

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN ( Individu )

KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN 2012

SUB UNIT UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROVINSI

: : : : :

II. DUSUN KETANDAN 33. DESA PATALAN JETIS BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Disusun Oleh :Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa : : Thomas Satriya 02/158959/FI/02926

BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM, PENGEMBANGAN UMKM DAN PELAYANAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

I.

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk penerapan serta

pengembangan ilmu dan teknologi yang dilaksanakan di luar kampus selama jangka waktu tertentu. Pelaksanaan KKN diarahkan untuk mensinergikan antara pengetahuan teoritik yang didapatkan mahasiswa selama menjalani masa studi di kampus, serta pengalaman di lapangan yang diperoleh dari hasil interaksi saling asah, asih dan asuh antara mahasiswa dengan masyarakat. Manfaat yang diperoleh oleh mahasiswa antara lain adalah meningkatkan rasa kepeduliaan dan kepekaan terhadap masalah sosial yang ada di masyarakat. KKN-PPM Tematik UGM Antar Semester 2012/2013 dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2012 sampai dengan 15 Agustus 2012. Adapun kegiatan KKN ini telah dilaksanakan di Dusun Ketandan Desa Patalan Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN merupakan perwujudan dari rencana program yang telah disusun pada awal pelaksanaan selama satu minggu berdasarkan hasil observasi dan berbagai pertimbangan serta masukan dari masyarakat setempat. Berdasarkan hasil observasi, ada beberapa permasalahan yang terdapat di desa ini. Namun, hanya diambil beberapa permasalahan yang selanjutnya akan dijadikan sebagai dasar dalam menentukan program yang akan dilaksanakan. Atas berkat, rahmat dan bimbingan Allah SWT pelaksanaan KKN dapat berlangsung dengan baik dan laporan pelaksanaan kegiatan ini dapat diselesaikan. Dalam Laporan Pelaksanaan Kegiatan KKN ini membahas tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama KKN. Selama KKN ini terdapat beberapa program yang telah direncanakan sebelumnya dan telah terlaksana dengan baik, selain itu juga terdapat beberapa program tambahan yang sebelumnya bukan merupakan bagian dari rencana program tetapi akhirnya dijadikan program melihat situasi dan kondisi yang ada. Adapun program-program yang direncanakan sebelumnya dan status

terlaksana/tidak terlaksana ialah:

No. 1.

Nama Program Entri Data Simpus Puskesmas Jetis 2 Dusun Kategan dan Dusun Boto (Pokok Tema)

No. Sektor 1.6.02

Status

Terlaksana

2.

Pembuatan Peta Digital Dusun Kategan dan Dusun Boto (Pokok Tema)

1.6.05 Terlaksana

3.

Pembuatan Papan Nama Ketua RT 79 Dusun Ketandan, Patalan, Jetis, Bantul (ID)

1.5. 07 Terlaksana

4.

Pengelolaan Kotak P3K Dusun Ketandan (ID)

4. 2. 29

Terlaksana

5.

Sosialisasi Kebersihan Lingkungan 3.11. 04 dan Pembagian Abate (ID) MD = Monodisipliner; ID = Interdisipliner.

Terlaksana

Dengan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, terdapat program tambahan yang dilaksanakan. Program tersebut adalah:No. 6. Nama Program No. Sektor Status Terlaksana Tidak Terlaksana Pengadaan Komposter Dusun Ketandan 2. 2. 13 (ID) 7. Pengadaan Bibit Tanaman Buah (ID) 2. 3. 13

Berikut ini adalah deskripsi beberapa program yang telah dilaksanakan yang disusun berdasarkan hasil observasi dan diharapkan dapat menjadikan solusi bagi permasalahan yang terjadi di masyarakat. 1. Entri Data Simpus Puskesmas Jetis 2 Dusun Kategan dan Dusun Boto Nomor Sektor Jenis Program Sifat Program Bidang : 1.6.02 : Pokok Tema : ID = Interdisipliner : Sainstek

Puskesmas Jetis Unit II merupakan puskesmas bantu yang menaungi dua Desa di Kecamatan Jetis Bantul. Kedua Desa itu antara lain adalah Desa Patalan dan Desa Canden. Total Pedukuhan yang terletak di Desa Patalan dan Desa Canden adalah 35 Dusun (20 Dusun di Desa Patalan, 15 Dusun di Desa Canden). Puskesmas Jetis Unit II melayani lebih dari 6000 Kepala Keluarga di Kedua Desa tersebut, belum termasuk pelayanan terhadap penduduk baru dan pasien diluar wilayah Patalan Canden. Saat ini pelayanan kesehatan, pendaftaran pasien untuk pencatatan rekam medis, pencatatan antri pasien, pelayanan obat dan pencatatan resep masih bersifat manual yaitu dalam bentuk arsip berbentuk kertas dan pencatatan manual untuk setiap kunjungan pasien. Semkin lama arsip yang masih bersifat manual ini menumpuk dan mengakibatkan kesulitan dalam hal penyusunan arsip, proses pencarian pasien menjadi lama, dan proses pendaftaran dan antrian pasien puskesmas. Puskesmas Jetis II sebenarnya telah memiliki Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS), banyaknya data rekam medis pasien yang belum diubah dalam format database mengakibatkan SIMPUS Jetis II belum berfungsi secara optimal. Kegiatan Optimalisasi diawali dengan sosialisasi dengan staff dan pegawai Puskesmas Jetis II. Dlanjutkan dengan briefing teknis mengenai kelanjutan dari SIMPUS ini. Pada hari hari selanjutnya, Tim KKN termasuk saya membantu pengkonversian data dari bentuk arsip kertas menjadi data digital untuk siap di masukan ke format database. Selain itu sebagian Tim KKN bertugas membenahi aplikasi SIMPUS yang masih terdapat beberapa kekurangan yang cukup banyak.

Dukungan komputer server dari Dinas Kesehatan Propinsi memberikan kemudahan Tim dalam mengaplikasikan sistem secara keseluruhan. Selain itu dukungan dari beberapa perusahaan nirlaba untuk memberikan bantuan berupa komputer server cadangan sebagai pengganti seandainya server utama mengalami masalah juga merupakan faktor pendukung bagi Tim KKN dalam

mengoptimalisasikan SIMPUS. Namun ada beberapa faktor penghambat seperti ketidakkonsistenan format nomer rekam medis yang menjadi acuan pasien di Puskesmas Jetis II. Adanya faktor resistensi dari pegawai puskesmas yang keberatan untuk belajar menggunakan sistem baru juga menjadi salah satu faktor penghambat. Secara keseluruhan, optimalisasi SIMPUS bisa berjalan baik karena kerjasama dari TIM KKN dan staff puskesmas Jetis II. Sistem terpasang baik di server dan bisa diakses dalam skala intranet Puskesmas. 2. Pembuatan Peta Digital Dusun Kategan dan Dusun Boto Nomor Sektor Jenis Program Sifat Program Bidang : 1.6.05 : Pokok Tema : ID = Interdisipliner : Sainstek

Pembuatan Peta Digital Dusun Kategan dan Dusun Boto berhubungan secara tidak langsung dengan SIMPUS yang diterapkan di Puskesmas Jetis II Patalan. Di dalam SIMPUS terdapat fasilitas penunjuk arah menggunakan Google Maps sebagai Geo Service Locator. Penunjuk arah ini berguna untuk memberikan bantuan kepada tenaga kesehatan untuk mengetahui posisi dusun dimana pasien tinggal. Posisi ini dipakai apabila ada panggilan darurat yang mengharuskan pasien dijemput di rumahnya menggunakan ambulan puskesmas. Puskesmas yang memiliki satu unit GPS Tracker Garmin tipe GPS 60, dimanfaatkan sebagai alat untuk memperoleh koordinat Geo Location dusun Kategan dan Dusun Boto. Tim KKN ketika melakukan survey sangat dibantu oleh masyarakat yang ramah dalam mencari daerah dusun yang luas dan cukup rumit, yang menjadi faktor penghambat bagi tim KKN antara lain karena pengumpulan data dilaksanakan pada siang hari di bulan Ramadhan. Jumlah GPS tracker yang

terbatas juga membuat tim tidak bisa melakukan survei lokasi secara cepat. Secara keseluruhan pengumpulan data koordinat Dusun Kategan dan Dusun Boto dapat dilakukan dengan baik. Data koordinat sudah berhasil diinputkan ke sistem dan di masukkan ke Geo Service Google Maps. 3. Pembuatan Papan Nama Ketua RT 79 Dusun Ketandan, Patalan, Jetis, Bantul Nomor Sektor Jenis Program Sifat Program Bidang : 1. 5. 07 : Pokok Non Tema : Inter Disipliner (ID) : Sainstek

A. Latar Belakang Masalah Inisiatif pembuatan papan nama ketua RT 79, Dusun Ketandan berasal dari inisiatif tim KKN. Perlunya pembuatan papan nama ketua RT dilatarbelakangi pengalaman mahasiswa KKN yang mengalami kesulitan mencari kediaman Ketua RT karena tidak ditemukan petunjuk, baik berupa plang penunjuk arah ataupun papan nama di kediaman ketua RT. Kesulitan menemukan kediaman ketua RT menjadikan pengurusan suratsurat menyangkut birokrasi cukup memakan waktu. Ketua RT memiliki peran yang sangat penting dalam masyarakat mengingat bahwa Ketua RT langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat. Posisi ketua RT yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat menjadikannya istimewa dan diharapkan dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan struktur pemerintahan di atasnya sehingga tak jarang ketua RT menjadi jujugan warga masyarakat ketika permasalahan menimpa. Maka, mengingat posisi istimewa ketua RT sebagai tokoh masyarakat dalam kehidupan sosial masyarakat, papan nama ketua RT dirasa perlu dalam rangka mendukung perwujudan kehidupan masyarakat yang tertib dan sejahtera.

B. Tujuan Adapun pemasangan papan nama ketua RT memiliki tujuan sebagai berikut. Langsung: penanda kediaman ketua RT mempermudah pencarian lokasi kediaman ketua RT oleh masyarakat Tidak langsung: Mendukung kinerja ketua RT

C. Faktor pendukung dan faktor penghambat Faktor pendukung: Ketua RT 79 Dusun Ketandan memberi sambutan hangat atas inisiatif tersebut; Ketua RT 79 Dusun Ketandan tidak berkeberatan dinding rumahnya dipaku untuk papan nama ketua RT; Warga RT 79 bersedia membantu. Faktor penghambat: warga tidak dapat membantu dalam bentuk tenaga kurangnya keterampilan mahasiswa dalam kegiatan tukang menukang D. Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pembuatan papan nama ketua RT dilakukan secara bertahap, yakni tahap persiapan, pembuatan, dan pemasangan. Persiapan. Sebelum pembuatan papan nama ketua RT, mahasiswa KKN melakukan diskusi terlebih dahulu sekaligus bersosialisasi sebagai warga baru masyarakat dengan Bapak Ketua RT 79 Dusun Ketandan, yakni Bapak Roni dan pemuda-pemudi RT 79-80, dalam waktu yang berbeda. Setelah dicapai kesepakatan, maka kegiatan pembuatan papan nama ketua RT dapat dilakukan. Hal-hal yang dipersiapkan adalah sebagai berikut.

-

Persiapan bahan, yang meliputi pembelian papan triplek, kayu plepet, paku, dan cat semprot (berasal dari mahasiswa);

-

Persiapan alat, yang meliputi gergaji kayu, dan palu (berasal dari warga)

-

Pembuatan desain papan nama dan print outdoor (oleh mahasiswa)

Pembuatan. Pembuatan dilaksanakan di lokasi pondokan KKN oleh mahasiswa KKN. Terdapat sedikit kesulitan dalam pembuatan papan nama RT terkait dengan keterampilan mahasiswa dalam kegiatan tukangmenukang sehingga pembuatan papan nama cukup memakan waktu, namun tidak cukup berarti. Pemasangan. Setelah berhasil diselesaikan pembuatannya, maka kegiatan selanjutnya adalah serah terima papan nama RT 79 Ketandan sekaligus pemasangannya di kediaman Bapak Roni selaku Ketua RT 79 Ketandan.

4. Pengelolaan Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Dusun Ketandan Nomor Sektor Jenis Program Sifat Program Bidang A. Latar Belakang Inisiatif pengelolaan Kotak P3K berasal dari mahasiswa KKN. Pada tempat-tempat pusat kegiatan kemasyarakatan, yakni di balai desa, mushola, dan masjid di Dusun Ketandan belum tersedia sarana dan prasana P3K. Pemeriksaan kesehatan biasanya dilakukan secara terpadu setiap bulan sekali meskipun terbatas pada pemeriksaan balita dan : 4. 2. 29 : Pokok Non Tema : Inter Disipliner (ID) : Kesehatan

dilakukan oleh kader-kader Yandu. Saat ini di Dusun Ketandan telah tersedia 4 kotak P3K meskipun kelengkapan obat-obatan masih sangat minim. Seringkali akibat kecelakaan yang diderita oleh korban tidak tertangani dengan baik karena kurangnya pengetahuan terkait dengan luka yang diderita maupun minimnya obat-obatan yang tersedia pada waktu dan di lokasi terjadinya kecelakaan. Pada ruang-ruang publik, semisal balai desa, mushola, pasar, dsb., sudah semestinya tersedia sarana dan prasarana pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dalam rangka mengurangi tingkat resiko pada kecelakaan-kecelakaan ringan yang terjadi ketika kegiatan dilaksanakan. Kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan penduduk Dusun Ketandan berpusat pada balai desa, mushola, dan masjid. Dusun Ketandan memiliki 1 balai desa, 3 mushola, dan 1 masjid. Balai desa terletak di depan rumah Kepala Dusun, yakni di RT 82. Masjid terletak di RT 82, dan mushola terletak di RT 78, RT 79, dan RT 80. Pada keempat tempat tersebut biasanya kegiatan sosial kemasyarakatan dipusatkan. Mengingat minimnya perlengkapan P3K di Dusun Ketandan, maka pengadaan perlengkapan P3K untuk melakukan tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan berupa obat-obatan harus diusahakan. Obat di dalam dunia kesehatan sangat membantu sekali dalam proses

penyembuhan.jika obat tidak tersedia dan tidak lengkap,maka proses untuk penyembuhan akan sedikit lama. Oleh karena itu, ketersediaan obat-obatan di ruang publik mutlak diperlukan. Maka, diajukan permohonan bantuan obat-obatan kepada pihak terkait, dalam hal ini Puskesmas Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul sebagai pusat kesehatan masyarakat di Kecamatan Jetis. Perlengkapan P3K sangat berguna untuk mencegah dampak yang ditimbulkan oleh kecelakaan menjadi lebih buruk dan dapat dilakukan oleh orang-orang yang awam dalam dunia kesehatan. Ketersedian P3K

pada tempat-tempat tersebut merupakan wujud tindakan pertolongan dan pencegahan pada akibat yang ditimbulkan oleh kecelakaan yang terjadi. B. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat. Di dalam kegiatan pengelolaan kotak P3K Dusun Ketandan terdapat pula faktor-faktor yang mempengaruhi, baik mendukung ataupun menghambat terlaksananya kegiatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut sebagai berikut. Faktor Pendukung Terdapat kader-kader Yandu di Dusun Ketandan; Kegiatan pelayanan kesehatan terlaksana secara rutin; Dukungan dari pihak puskesmas (penyedia obat-obatan);

Faktor Penghambat Kurangnya kesadaran warga terhadap pentingnya sarana dan prasarana pertolongan pertama pada kecelakaan. C. Pelaksanaan. Kegiatan pengelolaan kotak P3K berupa bantuan obat-obatan

dilaksanakan melalui tiga tahap, yakni persiapan, pengajuan, dan serah terima. Pemaparan tahap-tahap tersebut di atas dirinci sebagai berikut. Persiapan; meliputi pembuatan proposal permohonan bantuan obatobatan kepada Puskesmas Jetis II hingga pengesahan proposal tersebut oleh Pemerintah Desa Patalan. Pengajuan; merupakan proses pengajuan proposal permohonan bantuan obat-obatan kepada Puskesmas Jetis II. Proses pengajuan ini berakhir setelah mendapat tanggapan dari pihak puskesmas. Pihak Puskesmas memberikan keterangan bahwa tidak tersedia anggaran untuk bantuan terkait dengan pengelolaan kotak P3K sebagaimana yang diajukan dalam proposal. Akan tetapi, mengingat hubungan baik antara mahasiswa KKN dengan Puskesmas maka bantuan tersebut dapat diusahakan meskipun alakadarnya, demikian pernyataan pihak Puskesmas Jetis II.

Serah terima; hingga H-1 sebelum penarikan dari lokasi KKN, bantuan obat-obatan dari Puskesmas Jetis II belum dapat diserahterimakan kepada warga karena bukti serah terima bantuan dari Puskesmas belum dibuat. D. Evaluasi dan Rekomendasi Evaluasi Persiapan: pembuatan proposal permohonan bantuan obat-obatan tidak tepat waktu sehingga mempengaruhi proses-proses selanjutnya. Selain itu, waktu pembuatan proposal juga terlalu pendek. Pengajuan: waktu pengajuan proposal kepada pihak terkait yang terlalu dekat dengan waktu penarikan dari lokasi menjadikan kegiatan ini menjadi seolah tergesa-gesa dan penerimaan bantuan obat-obat dari Puskesmas Jetis II menjadi terlambat. Rekomendasi Persiapan: pembuatan proposal harus tepat waktu mengingat proposal menjadi pembuka suatu kegiatan dilaksanakan. Pelibatan warga dalam pembuatan proposal harus lebih ditingkatkan.

5. Sosialisasi Kebersihan Lingkungan Dusun Ketandan dan Pembagian Abate RT 78, RT 80 Dusun Ketandan Nomor Sektor Jenis Program Sifat Program Bidang : 3. 11. 04 : Pokok Non Tema : Inter Disipliner (ID) : Sosial Humaniora

A. Latar Belakang Masalah Melihat kondisi lingkungan di dusun Ketandan masih terdapat beberapa lokasi seperti jalan-jalan yang tidak terdapat rumah, sebagian halaman rumah dari masyarakat Ketandan yang masih sangat kotor akan sampah dan jarang sekali dibersihkan. Selain itu juga banyak sekali tempat penampungan air yang kurang dijaga kebersihannya oleh masyarakat dan sampah-sampah yang terdapat genangan air yang kurang dihirauakan oleh

masyarakat. Padahal setiap Minggunya di Dusun Ketandan rutin diadakan kegiatan kerja bakti, akan tetapi kesadaran masayarakat untuk melakukan kerja bakti masih sangat kurang dan terbatas hanya pada beberapa masyarakat saja. Kondisi ini jika dibiarkan maka akan memupuk dan menanamkan rasa malas dan kurang peduli akan kebersihan lingkungan pada anak-anak di Dusun Ketandan dan dari segi kesehatan hal ini dapat menyebabkan menjadi tempat hunian nyamuk yang dapat menjangkit bibit penyakit. Oleh karena itu saya dan beberapa anggota tim KKN melaksanakan kegiatan yang dapat mendorong masyarakat untuk menumbuhkan kembali rasa peduli akan kebersihan lingkungan melalui kegiatan B. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Faktor Pendukung : Semangat belajar warga masyarakat Dusun Ketandan yang tinggi; Dinas terkait, dalam hal ini Puskesmas Jetis II bersedia mendukung dalam bentuk penyediaan bubuk abate; Faktor Penghambat : Warga masyarakat Dusun Ketandan biasa melakukan

pertemuan pada malam hari ; Mahasiswa kurang menguasai bahasa Jawa yang digunakan sebagai bahasa sehari-hari oleh warga. C. Pelaksanaan Kegiatan sosialisasi kebersihan dilakukan pada siang hari dengan cara door to door sekaligus dilakukan pembagian bubuk abate di RT-RT tertentu. Pemilihan cara secara door to door dikarenakan masyarakat enggan untuk berkumpul pada siang hari. Materi sosialiasi diantaranya mengenai pentingnya kebersihan lingkungan dalam rangka mendukung tercapainya masyarakat yang sehat. Sosialisasi kebersihan dilaksanakan secara bertahap untuk mengcover kelima RT dengan wilayah yang cukup luas.

D. Evaluasi Tidak adanya kontrol kepada masyarakat yang menerima bubuk ABATE apakah langsung di sebar di tempat penampungan air atau hanya diterima saja dan tidak dilakukan sesuai aturan pakainya, dan hanya sia-sia saja. Kurangnya penguasaan bahasa Jawa oleh Mahasiswa KKN

berpengaruh besar terhadap proses penyampaian materi sosialisasi. E. Rekomendasi Dicontohkan penggunaan abate untuk bak-bak penampungan air ; Penguasaan Bahasa Jawa oleh Mahasiswa KKN harus lebih ditingkatkan.

6. Pengadaan Komposter Dusun Ketandan Nomor Sektor Jenis Program Sifat Program Bidang : 1. 5. 23 : Pokok Non Tema (tambahan) : Inter Disipliner (ID) : Sainstek

A. Latar Belakang Masalah Kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah di permukiman sering tidak disadari, bahkan oleh warga permukiman itu sediri. Terdapat

beberapa faktor yang mempengaruhi kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah, diantaranya yakni (1) faktor ketidaktahuan; (2) faktor kebiasaan; dan (3) faktor keterbatasan, baik sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sampah. Seringkali salah satu faktor tersebut di atas tampak di dalam kondisi riil warga permukiman. Di dalam hal pengelolaan sampah, pengelolan sampah di daerah perkotaan dan perdesaan terdapat perbedaan terkait dengan kondisi riil di lapangan. Di daerah perkotaan, dengan kondisi lahan yang sempit, jarak antara rumah yang satu dengan yang cenderung dekat, sistem sosial kemasyarakatan yang modern, teknologi yang maju, ketersediaan sarana

dan prasarana yang lengkap, maka pengelolaan sampah dilakukan secara kolektif, yakni terdapat suatu tempat yang digunakan untuk

mengumpulkan sampah dari keseluruhan sampah warga. Sebaliknya, di daerah perdesaan, pengelolaan sampah biasanya dilakukan secara mandiri tiap rumah karena kondisi kepemilikan lahan yang lebih luas, jarak rumah yang satu dengan yang lain cenderung jauh, teknologi yang minimal, keterbatasan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah di daerah perkotaan dilakukan dengan mengumpulkan sampahsampah yang dihasilkan oleh tiap rumah tangga untuk dikumpulkan di suatu tempat, yakni, Tempat Penampungan Sampah Akhir (TPSA), sedangkan di daerah pedesaan pengelolaan sampah dilakukan di tiap rumah tangga secara mandiri, yakni dengan membuat suatu penampungan sampah tingkat rumah tangga, biasanya dengan membuat suatu lubang di tanah pekarangan berukuran beberapa meter kubik. Sampah rumah tangga yang ditampung di dalam bak penampungan kemudian dibakar. Pilihan pengelolaan sampah dengan cara dibakar atas pertimbangan jangka pendek saja, yakni lebih praktis, mudah, dan murah. Namun, secara ekologis, dan jangka panjang, pilihan membakar sampah bukanlah cara yang ramah lingkungan, mengingat saat ini efek rumah kaca dan pemanasan global (global warming) sudah sangat terasa. Sampah dapat berguna jika dapat dikelola dengan baik. Sistem pengelolaan sampah non organik biasanya menganut prinsip 3R yakni reduce (mengurangi), reuse (penggunaan kembali) dan recycle (daur ulang). Sistem pengelolaan sampah organik tidak begitu merepotkan sebagaimana pengelolaan sampah non organik. Proses penguraian sampah organik dapat berlangsung dalam waktu relatif lebih cepat dibandingkan dengan proses penguraian sampah non organik, bahkan dengan komposter proses penguraian sampah organik dapat berlangsung lebih cepat dan dapat digunakan kembali menjadi pupuk yang berdaya guna bagi masyarakat.

Dusun Ketandan merupakan daerah permukiman yang berkarakter perdesaan dengan sebagian besar warganya menerapkan sistem

pengelolaan sampah dibakar. Permasalahan terkait dengan pengelolaan sampah di Dusun Ketandan adalah sebagai berikut. Permasalahan pengelolaan sampah di Dusun Ketandan: 1. Kurangnya kesadaran warga untuk melakukan pengelolaan sampah; 2. Kurangnya pengetahuan warga terhadap pengelolaan sampah; 3. Kurangnya sarana dan prasarana pengelolaan sampah; 4. Sistem pengelolaan sampah yang tidak ramah lingkungan.

B. Potensi dan Kendala Potensi pengelolaan sampah Dusun Ketandan: sebagian besar sampah di dusun Ketandan berupa sampah organik; ada sebagian warga yang berinisiatif untuk mengadakan

pengelolaan sampah; sebagian besar warga desa bermatapencaharian sebagai petani; hubungan kekeluargaan yang erat antar warga; sebagian besar warga memiliki hewan ternak. Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul sudah

menganggarkan adanya bantuan komposter bagi masyarakat Bantul. Kendala pengelolaan sampah Dusun Ketandan: tidak adanya pengetahuan akan pengelolaan sampah yang baik; kurangnya sarana dan prasarana pengelolaan sampah berupa alat pengolahan sampah. C. Pelaksanaan Berdasar pemetaan potensi dan kendala tersebut di atas, maka diperlukan contoh nyata pengelolaan sampah skala rumah tangga, dalam hal ini komposter. Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul sudah terdapat anggaran untuk pengadaan komposter, maka kami tim KKN mengajukan

proposal pengajuan bantuan pengadaan komposter. Terdapat sedikit hambatan ketika tim KKN bermaksud mengajukan proposal ke BLH Bantul terkait dengan birokrasi pengajuan. Dibutuhkan waktu yang

terhitung lama dalam proses pengadaan komposter di Dusun Ketandan. Hal tersebut dikarenakan pihak BLH Kabupaten Bantul berniat memastikan bahwa pengajuan proposal merupakan permintaan warga Bantul dan akhirnya pihak BLH Bantul menerima proposal tersebut karena memang proposal yang diajukan atas nama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Ketandan. Komposter diserahterimakan pihak BLH Kabupaten Bantul kepada Tim KKN Mahasiswa. Serah terima komposter dari Tim KKN Mahasiswa kepada pihak perwakilan dengan warga Dusun Ketandan dilaksanakan yang

berbarengan

penyuluhan

pengelolaan

sampah

diselenggarakan oleh Tim KKN dengan bantuan penyuluh dari BLH Kabupaten Bantul. Komposter yang didapat oleh Dusun Ketandan dikelola oleh Ibu Ami (RT 79), karena memang bersedia untuk mengelola penggunaan kompos dan pengelolaan sampah, sebagai pilot project. D. Evaluasi dan Rekomendasi Evaluasi Kurangnya pengetahuan terkait dengan birokrasi pengajuan proposal kepada dinas terkait, dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Jumlah sumbangan komposter yang diterima dari BLH Bantul terbilang minim, yakni 1 paket komposter saja. Warga kurang dilibatkan dalam proses pembuatan proposal. Rekomendasi Mencari informasi terlebih dahulu terkait dengan birokrasi pengajuan proposal; Keterlibatan ditingkatkan; warga dalam proses pembuatan proposal harus

Kemandirian warga harus dibangun terlebih dahulu terkait dengan pengelolaan sampah sehingga tidak bergantun pada bantuan.

7. Pengadaan Bibit Tanaman Buah Nomor Sektor Jenis Program Sifat Program Bidang : 2. 5. 04 : Pokok Non Tema (tambahan) : Inter Disipliner (ID) : Sainstek

A. Latar Belakang Masalah Permasalahan lingkungan hidup memang kurang begitu populer untuk dibahas dan dibicarakan dibandingkan dengan permasalahan-permasalahan sosial kemasyarakatan yang lain yang dihadapi oleh bangsa ini. Hal itu cukup dapat dimaklumi karena akibat yang ditimbulkan oleh

permasalahan lingkungan hidup tidak secara langsung dirasakan oleh masyarakat melainkan menjadi bahaya laten yang cukup membahayakan kelangsungan hidup manusia secara keseluruhan. Namun, tanpa

menyampingkan permasalahan-permasalahan bangsa yang lain, meskipun tidak begitu populer, permasalahan lingkungan bukan berarti tidak penting untuk dibahas, dibicarakan, dan diselesaikan. Permasalahan terkait dengan lingkungan hidup sendiri cukup beragam, diantaranya permasalahan kebersihan, keanekaragaman hayati, ketersediaan air bersih, hilangnya paru-paru kota, ketersediaan lahan, polusi udara, turunnya kadar kesuburan tanah, dsb. Maka, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada tahun ini, kiranya dapat dijadikan sebagai momentum untuk merenungkan kembali permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi oleh bangsa ini sebagai salah satu bentuk kecintaan terhadap tanah air dan bangsa. B. Tujuan

Tujuan dari pengadaan bibit ini adalah menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan menumbuhkan kesadaran warga terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi. C. Potensi dan Kendala Potensi Ketersediaan lahan yang masih cukup luas di Dusun Ketandan; Dukungan masyarakat terhadap pengadaan tanaman buah; Sebagian besar mata pencaharian warga Dusun Ketandan adalah petani sehingga sedikit banyak memiliki pengetahuan terkait dengan perawatan tanaman. Kendala Persediaan bibit tanaman yang disediakan oleh dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, baru tersedia pada Bulan November atau pada musim hujan. D. Pelaksanaan Teknis: Pengadaan bibit tanaman buah tidak dapat dilaksanakan karena tidak terdapat alokasi dana yang disediakan oleh tim KKN dan hanya mengandalkan peran serta dari dinas terkait, yakni Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, yakni baru dapat disediakan pada bulan November atau pada musim hujan. Proses kegiatan pengadaan bibit tanaman buah berhenti pada pengajuan proposal bantuan kepada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul.

II.

KESIMPULAN 1. Program Pokok Tema yang berhasil dilaksanakan berjumlah (2) dua program, yakni Entri Data Simpus Puskesmas Jetis 2 Dusun Kategan dan Dusun Boto dan Pembuatan Peta Digital Dusun Kategan dan Dusun Boto 2. Program Pokok non Tema yang berhasil dilaksanakan berjumlah 4 (empat) kegiatan, yakni:

1. Pembuatan Papan Nama RT 79 Dusun Ketandan, Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul; 2. Pengelolaan Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Dusun Ketandan; 3. Sosialisasi Kebersihan Lingkungan Dusun Ketandan dan Pembagian Abate RT 78, RT 80 Dusun Ketandan, Patalan, Jetis, Kabupaten Bantul; 4. Pengadaan Komposter Dusun Ketandan. 3. Program Pokok non Tema yang tidak terlaksana berjumlah 1 (satu) kegiatan, yakni Pengadaan Bibit Tanaman Buah.

III.

SARAN 1. Bagi Mahasiswa Kunci keberhasilan berlangsungnya suatu program adalah sikap kompak,

jujur, saling menghargai dan menghormati antar anggota tim perlu untuk selalu diterapkan dan sikap egois dan individualis harus dijauhkan karena dapat mengganggu jalannya kegiatan dan bahkan dapat menyebabkan kegagalan dalam melaksanakan suatu kegiatan. Selain itu sosialisasi dengan warga sekitar perlu diterapkan sejak penerjunan, agar tercipta suasana yang nyaman dan harmonis serta dapat mendukung keberhasilan suatu program.

2. Warga Dusun Ketandan Dengan adanya KKN ini diharapakan warga dapat meneruskan bahkan mengembangkan ilmu-ilmu yang telah diberikan oleh tim KKN dan jangan sampai setelah KKN selesai, semua ilmu yang telah ditularkan dibiarkan begitu saja tanpa dikembangkan.

LAMPIRAN

Gambar Sosialisasi Kebersihan Lingkungan dan Pembagian Abate

Gambar Pemasangan Papan Nama RT

Kode: KKN PPM UGM - 16

PELAKSANAAN KEGIATAN (Individu)KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN : 2012

SUB UNIT UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROVINSI

: : : : :

2. KETANDAN 33. PATALAN JETIS BANTUL D.I. YOGYAKARTA

Disusun oleh : Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa : Warson Surya Dimarga : 08/272812/PA/12319

BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM, PENGEMBANGAN UMKM DAN PELAYANAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu bentuk pengabdian secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan sosialisasi mahasiswa dalam masyarakat dan hidup bersama-sama masyarakat sesuai perannya sebagai mahasiswa, sehingga diharapkan mahasiswa dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap mahasiswa perlu mengembangkan beberapa aspek yang tidak diajarkan secara langsung di kehidupan akademis, misalnya kemampuan berkomunikasi dengan orang lain, bersosialisasi dengan warga masyarakat, kerjasama tim, kepekaan sosial, dan tanggung jawab. Kegiatan KKN ini telah dilaksanakan di Dusun Ketandan, DesaPatalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogakarta,yang telah terlaksana dengan lancar. KKN-PPM UGM antar semester2012 dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2012 sampai dengan 15 Agustus 2012. Terdapat program tambahan yang sebelumnya bukan merupakan bagian dari rencana kegiatan tetapi dijadikan program meihat situasi dan kondisi yang ada. Adapun program yang direncanakan ialah: No. 1 Nama Program Input data rekam medis pasien Dusun Dukuh Sukun dan Dusun Ngabean (Program Tema) 2 Pembuatan peta digital Dusun Dukuh Sukun dan Dusun Ngabean (Program Tema) 3.9.04 Komputer, GPS Unit Swadaya No. Sektor 1.6.02 Bahan Komputer Volum e Orang Sumber Dana Pemerintah, Swadaya

3

Pembuatan Papan Ketua RT. 81 (ID)

1.5.07

Kayu, Paku, cat

Unit

Swadaya, Mahasiswa

4

Membantu tenaga pengajar PAUD kelas A (ID)

3.4.01

Kertas Gambar

Orang

Swadaya

5

Pendampingan Takjilan untuk anak-anak (ID)

3.8.01

Materi keagamaan dan cerita Nabi

orang

Swadaya

Menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, terdapat program tambahan yang dilaksanakan, antara lain: No. 1 Nama Program Neonisasi Dusun Ketandan (ID) No. Sektor 1.5.08 Bahan Lampu neon 20 W & 40W 1. INPUT DATA REKAM MEDIS PASIEN DUSUN DUKUH SUKUN DAN DUSUN NGABEAN NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG :1.6.02 :POKOK TEMA :INTERDISIPLINER (ID) :SAINS TEKNOLOGI Volume Unit Sumber Dana Mitra

Latar Belakang: Puskesmas Jetis 2 adalah puskesmas bantu yang menaungi dua desa di Kecamatan Jetis yaitu Patalan dan Canden. Kedua desa tersebut terdiri dari 35 dusun, 20 dusun terletak di desa Patalan sementara 15 dusun berada di desa Canden. Hingga saat ini, Puskesmas Jetis 2 telah melayani lebih dari 6000 kepala keluarga dari kedua desa dan belum termasuk pelayanan pada penduduk baru maupun pasien dari luar wilayah Patalan dan Canden.

Pelayanan administrasi Puskesmas Jetis 2 mulai dari pendaftaran pasien hingga rekam medis, masih menggunakan pengarsipan serta pencatatan manual untuk setiap kunjungan pasien. Sistem ini menimbulkan kesulitan dalam penataan arsip serta proses pencarian data pasien yang lama. Sebenarnya Puskemas Jetis 2 telah memiliki Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) namun belum berfungsi dengan optimal karena masih banyak database rekam medis yang belum dimasukkan.

Faktor Pendukung: Adanya komputer server dari Dinas Kesehatan Provinsi yang memudahkan pengaplikasian sistem 1. Dukungan dari perusahaan nirlaba dalam bentuk komputer server cadangan bila terjadi masalah pada komputer server utama Faktor Penghambat: 1. Indeks pasien tidak tercatat dengan baik 2. Kurang minat dari beberapa pegawai puskesmas untuk belajar

menggunakan sistem informasi puskesmas digital Pelaksanaan Program: Kegiatan dimulai dengan briefing yang dilakukan pihak Puskesmas Jetis 2 pada mahasiswa KKN mengenai kondisi SIMPUS saat ini. Berikutya dilakukan input database dari arsip rekam medis pasien yang disortir berdasarkan dusun tempat tinggalnya. Setiap mahasiswa KKN diberikan target penyelesaian input data, hingga minggu ketiga pelaksanaan KKN seluruh target pencapaian input data telah terlaksana.

2. PEMETAAN DIGITAL DUSUN DUKUH SUKUN DAN DUSUN NGABEAN NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG :1.6.05 :TEMA :INTERDISIPLINER (ID) : SAINS TEKNOLOGI

Latar Belakang Pemetaan Digital pedukuhan di desa Patalan dan desa Canden secara langsung berhubungan dengan SIMPUS yang diterapkan di Puskesmas Jetis 2 Patalan. SIMPUS memiliki fitur penunjuk lokasi yang memanfaatkan Google Maps sebagai Geo Service Locator. Fitur ini berguna untuk mengetahui lokasi dusun tempat tinggal pasien. Penggunaan fitur ini mempermudah bila terjadi kondisi darurat dan pasien harus dijemput menggunakan ambulans. Faktor Pendukung: 1. Puskesmas Jetis 2 memiliki satu unit GPS yang dapat dimanfaatkan untuk menandai koordinat Geo Location dari setiap dusun 2. Tanggapan positif dan kerjasama dari penduduk desa saat melakukan survei dan pencarian wilayah dusun

Faktor Penghambat: Jumlah GPS yang terbatas sehingga waktu pelaksanaan kurang efisien Pelaksanaan Program: Pelaksanaan pemetaan digital dilakukan setelah input data SIMPUS selesai. Tiap mahasiswa KKN diberikan target pencapaian dusun . Setiap orang membutuhkan waktu hingga dua hari untuk menyelesaikan target pencapaian dusunnya. Selama dua minggu pelaksanaan, seluruh target pencapaian Pemetaan Digital telah dicapai.

3. PEMBUATAN PAPAN KETUA RT 81 NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG :1.5.07 :NON TEMA :INTERDISIPLINER (ID) : SAINS TEKNOLOGI

Latar Belakang: Fasilitas penanda untuk rumah ketua RT sangat dibutuhkan terutama untuk pendatang ataupun tamu yang ingin berkunjung dan baru pertama kali

tiba di dusun Ketandan. Program ini dilatarbelakangi karena tidak adanya akses yang menunjukkan di mana letak rumah ketua RT dan perlu bertanya lebih dari satu kali mengingat rumah Ketua RT 81 yang berada jauh di ujung barat Dusun Ketandan. Faktor Pendukung: 1. Adanya persetujuan dari ketua RT 81 dalam pelaksanaan program 2. Adanya respon dan dukungan positif dari warga Faktor Penghambat: 1. Pembuatan desain yang memakan waktu lama karena dibuat menggunakan bahan vynil Pelaksanaan Program: Program pembuatan papan ketua RT 81 diawali dengan mengunjungi ketua RT 81 untuk meminta izin serta saran mengenai pembuatan papan ketua RT 81. Inisiatif pembuatan papan ketua RT merupakan inisiatif mahasiswa sehingga perlu disinkronkan dengan pemikiran Pak RT 81. Pembuatan papan ketua RT tidak hanya melibatkan ketua RT namun juga pemuda dalam memilih bahan apa saja yang digunakan. Penggunaan vinyl telah disepakati mengingat bahan ini lebih tahan lama daripada hanya dicat pada kayu. Pembuatan design vinyl dilakukan oleh mahasiswa sendiri dan memakan banyak waktu yang lama. Pembuatan papan ketua RT dilakukan di sore hari. Hal ini dikarenakan pada pagi hari terdapat sejumlah program pokok seperti input data SIMPUS, pemetaan digital dan program-program bantu yang lain.

4. MEMBANTU TENAGA PENGAJAR PAUD KELAS A NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG :3.4.01 :NON TEMA :INTERDISIPLINER (ID) : SOSIOHUMANIORA

Latar Belakang:

Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang diperlukan bagi anak-anak sebelum menempuh TK. Pendidikan anak usia dini lebih menekankan bagaimana membebaskan anak-anak tetap bermain sesuai usianya dan mengarahkan segala potensi anak untuk dapat berkembang menjadi pribadi yang tidak malu bertanya, berpendapat, dan berinteraksi dengan teman yang lain. Hal yang melatarbelakangi diadakannya program bantuan tenaga pengajar PAUD yaitu banyaknya jumlah anak-anak PAUD yang tidak diimbangi dengan jumlah tenaga pengajar yang memadai. Faktor Pendukung: 1. Dukungan dan respon positif dari ketua RT 82 maupun tenaga pengajar PAUD. 2. Anak-anak mudah untuk diajak bermain sambil belajar Faktor Penghambat: 1. Konsentrasi anak-anak justru tertuju kepada mahasiswa KKN-PPM bukan ke materi yang disampaikan oleh guru PAUD. 2. Terdapat anak dengan kepribadian yang sulit untuk diarahkan dan membutuhkan bantuan dari guru PAUD. Pelaksanaan Program: Pelaksanaan program menjadi tenaga pengajar tambahan di PAUD dilakukan selama 2 jam setiap hari Senin - Jumat. Adapun materi PAUD yang diberikan yaitu menyanyi, menggambar, hafalan hadits dan hafalan Surat pendek yang mudah untuk dihafal anak-anak, menonton film bersama, mengajari bacaan doa-doa,dan mengajari mengenalkan tangga nada dengan diiringi petikan gitar.

5. PENDAMPINGAN TAKJILAN UNTUK ANAK-ANAK NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG :3.8.01 :NON TEMA :INTERDISIPLINER (ID) : SOSIOHUMANIORA

Latar Belakang: Takjilan atau kegiatan menyediakan buka bersama menjadi agenda tahunan bagi Masjid An-Nuur. Pada kegiatan tersebut umumnya presentase keikutsetaan anak-anak lebih banyak jumlahnya dari pada orang dewasa. Oleh karena itu perlu adanya pendampingan materi maupun cerita tentang

keagamaan yang mudah dipahami oleh anak-anak dalam mengisi acara takjilan tersebut. Faktor Pendukung: 1. Jumlah anak-anak yang banyak dalam kegiatan takjilan 2. Respon positif dari anak-anak terhadap kegiatan pendampingan takjilan Faktor Penghambat: 1. Kegiatan takjilan anak-anak maupun orang dewasa digabung menjadi satu sehingga terkadang menyulitkan untuk menyiapkan materi yang bisa masuk untuk anak-anak maupun orang dewasa. 2. Inisiatif untuk memisahkan antara orang tua dengan anak-anak terkendala lantaran orang tua hadir dikarenakan anaknya ingin ditemani saat mengikuti takjilan dan ada pula yang sebaliknya yaitu si anak ikut lantaran orang tuanya ikut dalam kegiatan takjilan. Pelaksanaan Program: Program dilaksanakan pada sore hari tepatnya dilakukan setiap jam 5 hingga menjelang berbuka. Adapun materi yang diberikan saat pendampingan yaitu permainan dan tanya jawab tentang agama dan cerita Nabi-Nabi. Selain itu ada pula waktu dimana kami membantu menyiapkan acara takjilan mulai dari membersihkan gelas, menakar minuman teh dan menghantarkan hidangan serta minuman kepada jamaah takjilan. Dengan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, terdapat program tambahan yang dilaksanakan. Program tersebut ialah:

1. NEONISASI DUSUN KETANDAN NOMOR SEKTOR JENIS PROGRAM SIFAT PROGRAM BIDANG :1.5.08 :NON TEMA :INTERDISIPLINER (ID) : SAINS TEKNOLOGI

Latar Belakang: Penerangan jalan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari adanya jalan. Penerangan jalan dapat dipandang sebagai variabel yang harus diperhatikan dalam menciptakan kondisi keamanan dan keselamatan

transportasi darat terutama di waktu malam hari. Saat malam hari merupakan kondisi yang rawan kecelakaan. Hal itu dikarenakan pada saat kondisi gelap kita tidak bisa melihat dengan jelas medan yang kita lewati, serta keterbatasan melihat pergerakan kendaraan dari arah berlawanan. Bila kita melihat dari sisi manfaat maka akan didapati pula bahwa penerangan jalan juga dapat mengurangi angka kriminalitas yang terjadi di jalan seperti aksi pencurian dengan kekerasan, penjambretan, penodongan, dan aksi aksi lainnya yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Dengan adanya penerangan jalan maka segala bentuk kriminalitas jalanan tersebut dapat ditekan secara maksimal. Dalam sisi kehidupan sosial, adanya penerangan jalan dapat membantu dalam kelancaran masyarakat berinteraksi dengan masyarakat lainnya. Kemudahan melihat area jalan yang dilalui di malam hari menjadi salah satu faktor pula yang menentukan masyarakat untuk memilih suatu jalur / jalan. Tujuan utama dari penerangan jalan adalah untuk memberikan kenyamanan penglihatan di waktu malam hari, menjaga kualitas jarak pandang, serta memudahkan bagi kendaraan yang melintas dan juga pejalan kaki. Fungsi penerangan jalan umum selain untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengendara, khususnya untuk mengantisipasi situasi perjalanan pada malam hari juga untuk keamanan lingkungan atau mencegah kriminalitas serta untuk memberikan kenyamanan dan keindahan lingkungan jalan.

Dusun Ketandan merupakan

dusun yang berada di wilayah Desa

Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. Bila dilihat dari geografis, maka jalan - jalan yang ada di dusun ini merupakan jalan penghubung yang vital, akan tetapi terdapat sejumlah titik yang masih belum memiliki penerangan yang cukup. Karena masalah penerangan yang kurang memadai inilah sejumlah warga jarang untuk keluar rumah di waktu malam hari. Sikap warga yang demikian ini dikarenakan jalan yang tidak diberi penerangan rawan akan kecelakaan dan tindakan kriminalitas.

Faktor Pendukung: 1. Pemukiman rumah yang saling berdekatan sehingga penerangan jalan yang dibutuhkan bisa meng-cover area pemukiman. 2. Kondisi jalan yang berlubang dan tidak merata menjadikan penerangan jalan diperlukan untuk dapat mengurangi angka kecelakaan dan memberikan keamanan warga sekitar dari aksi kriminalitas 3. Area pepohonan yang rindang menjadikan penerangan jalan diperlukan guna memperindah visualisasi di sekitar kanan kiri jalan. 4. Terdapat inisiatif warga untuk mengadakan peralatan guna penerangan jalan yang melewati Dusun Ketandan. 5. Adanya hibah dari PT GE Lighting Indonesia yaitu lampu 20 W dan 40 W

Faktor Penghambat: 1. 2. Minimnya kesadaran akan pentingnya lampu penerangan jalan Proposal tidak diterima di Dinas Perhubungan Bantul mengenai permohonan pengadaan tiang lampu

Pelaksanaan Program: Program neonisasi Dusun Ketandan merupakan program yang berasal dari inisiatif warga sehingga kami berupaya untuk melaksanakannya. Dalam pelaksanaannya program diawali dengan membuat proposal dengan dibantu oleh pemuda, selanjutnya memasukkan proposal ke PT GE Lighting

Indonesia dan Dinas Perhubungan Bantul. Dari program neonisasi ini, PT GE Lighting memberikan hibah lampu neon 20 W dan 40 W sedangkan Dinas Perhubungan Bantul memberikan rincian hal-hal apa saja yang menyebabkan tidak diterimanya proposal pengadaan tiang lampu PJU, yaitu mengenai masalah birokrasi dan pertimbangan urgensi daerah-daerah lainnya.

KESIMPULAN DAN SARAN

1) Kesimpulan Program-program yang telah dilaksanakan dalam kegiatan KKN di Dusun Ketandan Desa Patalan Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul secara keseluruhan dapat terlaksana dengan baik. Pelaksanaan program KKN-PPM UGM Antar Semester tahun 2012 mendapat sambutan dan apresiasi yang baik dan terbuka dari seluruh masyarakat, yang dibuktikan dengan partisipasi aktif dan dukungan penuh selama pelaksanaan program-program KKN-PPM UGM tersebut, sehingga pelaksanaan kegiatan sesuai dengan target dan harapan. Adapun kendala-kendala yang dihadapi merupakan sebuah hal yang wajar yang biasa dihadapi dalam pelaksanaan suatu program.

2) Saran a) Bagi Mahasiswa Sikap individual dalam hal ini perlu dikesampingkan, sikap jujur, kompak, saling menghargai dan menghormati menjadi kunci utama dalam kerjasama tim. Saling tukar pikiran dan pendapat merupakan hal positif dalam suatu kelompok kerja tapi hendaknya dilandasi dengan pemikiran yang jernih bukan hanya mengedepankan emosi semata untuk memenangkan pendapat. b) Warga Dusun Ketandan Diharapkan warga dapat meneruskan bahkan mengembangkan menjadi lebih baik ilmu-ilmu yang ditularkan kepada warga dan menjadikan

suatu hal yang bermanfaat dan dapat dipergunakan ke arah yang lebih baik. Saling percaya dan bantu membantu satu sama lain akan membuat kondisi yang harmonis. Saran kepada warga yang memiliki anak-anak yang masih sekolah, agar memperhatikan tingkat belajar anak.

LAMPIRAN FOTO-FOTO SELAMA PELAKSANAAN KEGIATAN KKN-PPM

1.

PENDAMPINGAN TAKJILAN UNTUK ANAK-ANAK

2. MEMBANTU TENAGA PENGAJAR PAUD KELAS A

3. PEMBUATAN PAPAN KETUA RT 81

4. NEONISASI DUSUN KETANDAN

Kode : KKN PPM UGM - 16 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN ( Individu ) KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN 2012SUB UNIT UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROVINSI : : : : : 1. DUSUN DUKUH KETANDAN 33. DESA PATALAN JETIS BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Disusun Oleh :Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa : : Trastoto Purnadi 11/323783/PA/14358

BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM, PENGEMBANGAN UMKM DAN PELAYANAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

I.

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN Puji syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT atas berkat, rahmat dan

bimbingan-Nya Pelaksanaan KKN dapat berlangsung dengan baik dan laporan ini dapat diselesaikan. Laporan Pelaksanaan Kegiatan KKN ini membahas tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama KKN. Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu bentuk pengabdian secara langsung kepada masyarakat. KKN merupakan salah satu mata kuliah yang harus ditempuh di Universitas Gadjah Mada (UGM). Tujuan dari kegiatan ini yaitu mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk bersosialisasi dengan masyarakat dan hidup bersama-sama masyarakat sesuai perannya sebagai mahasiswa, sehingga diharapkan mahasiswa dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat sesuai dengan ilmu yang telah diperolehnya dalam perkuliahan. Oleh karena itu, setiap mahasiswa perlu untuk mengembangkan beberapa aspek penting yang mungkin tidak diperoleh secara langsung di kehidupan kampus, misalnya kemampuan berkomunikasi dengan orang lain, bersosialisasi dengan warga masyarakat, kerjasama tim, kepekaan sosial dan belajar memegang suatu tanggung jawab. Kegiatan KKN ini telah dilaksanakan di Dusun Dukuh Sukun Desa Patalan Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang mana telah terlaksana dengan cukup lancar. KKN-PPM Tematik UGM Antar Semester 2012/2013 dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2012 sampai dengan 15 Agustus 2012. Terdapat beberapa rencana program yang tidak dapat dilaksanakan namun ada beberapa program pengganti atau tambahan yang sebelumnya bukan merupakan bagian dari rencana program tetapi akhirnya dijadikan program melihat situasi dan kondisi yang ada. Adapun program program yang direncanakan sebelumnya dan status seluruh program tersebut adalah terlaksana. Program program tersebut antara lain:

No. 1.

Nama Program Pendampingan dan pelatihan sistem infornasi / input data rekam medis Jetis II Patalan (Pokok Tema)

No. Sektor 1.6.02

Status Terlaksana

2.

Pemetaan digital lokasi di desa Patalan (Pokok Tema)

1.6.05

Terlaksana

3. 4.

Plangisasi RT. 82 (ID)

1.5.07

Terlaksana Terlaksana

Pembuatan Rambu Lalu Lintas Dusun 1.5.47 Ketandan (ID)

5.

Pelaksanaan

Kegiatan

Ramadhan 3.8.01

Terlaksana

Dusun Ketandan (MD) MD = Monodisipliner; ID = Interdisipliner. Dengan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, terdapat program tambahan yang dilaksanakan. Program tersebut adalah: No. 6. 7. Nama Program Kerja Bakti Kebersihan Lingkungan RT 82 Pembuatan stiker kebersihan lingkungan dan cegah DBD Berikut ini adalah deskripsi beberapa program yang telah dilaksanakan dan tentunya disusun berdasarkan hasil observasi yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan strategis dari masyarakat. 1. Pendampingan dan pelatihan sistem infornasi / input data rekam medis Jetis II Patalan Nomor Sektor Jenis Program Sifat Program Bidang : 1.6.02 : Pokok Tema : InterDisipliner (ID) : Sainstek No. Sektor 1.7.03 1.6.06

Puskesmas Jetis Unit II merupakan puskesmas bantu yang menaungi dua Desa di Kecamatan Jetis Bantul. Kedua Desa itu antara lain adalah Desa Patalan dan Desa Canden. Total Pedukuhan yang terletak di Desa Patalan dan Desa Canden adalah 35 Dusun (20 Dusun di Desa Patalan, 15 Dusun di Desa Canden). Puskesmas Jetis Melayani lebih dari 6000 Kepala Keluarga di Kedua Desa tersebut, belum termasuk pelayanan terhadap penduduk baru dan pasien diluar wilayah Patalan Canden. Saat ini pelayanan kesehatan, pendaftaran pasien untuk pencatatan rekam medis, pencatatan antri pasien, pelayanan obat dan pencatatan resep masih dalam bentuk arsip berbentuk kertas dan pencatatan manual untuk setiap kunjungan pasien. Banyaknya tumpukan arsip berupa tumpukan kertas mengakibatkan masalah pada penyusunan arsip, proses pencarian pasien lama, dan proses pendaftaran dan antrian pasien puskesmas. Puskesmas Jetis II sebenarnya telah memiliki Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS). Banyaknya data rekam medis pasien yang belum diubah dalam format database mengakibatkan SIMPUS Jetis II belum berfungsi secara optimal. Kegiatan Optimalisasi diawali dengan sosialisasi dengan staff dan pegawai Puskesmas Jetis II. Dlanjutkan dengan briefing teknis mengenai kelanjutan dari SIMPUS ini. Pada hari hari selanjutnya, Tim KKN membantu pengkonversian data dari bentuk arsip kertas menjadi data digital untuk siap di masukan ke format database. Selain itu sebagian Tim KKN bertugas membenahi aplikasi SIMPUS yang masih terdapat beberapa kekurangan yang cukup banyak. Beberapa orang termasuk saya bertugas terutama untuk menyiapkan komputer server tempat SIMPUS nantinya akan ditempatkan. Dukungan komputer server dari Dinas Kesehatan Propinsi memberikan kemudahan Tim dalam mengaplikasikan sistem secara keseluruhan. Selain itu dukungan dari beberapa perusahaan nirlaba untuk memberikan bantuan berupa komputer server cadangan sebagai pengganti seandainya server utama mengalami masalah juga merupakan faktor pendukung bagi Tim KKN dalam

mengoptimalisasikan SIMPUS. Namun ada beberapa faktor penghambat seperti ketidak konsistenan format nomer rekam medis yang menjadi acuan pasien di Puskesmas Jetis II. Adanya faktor resistensi dari pegawai puskesmas yang

keberatan untuk belajar menggunakan sistem baru juga menjadi salah satu faktor penghambat. Secara keseluruhan, optimalisasi SIMPUS bisa berjalan baik karena kerjasama dari TIM KKN dan staff puskesmas Jetis II. Sistem terpasang baik di server dan bisa diakses dalam skala intranet Puskesmas. 2. Pemetaan digital lokasi di desa Patalan (Pokok Tema) Nomor Sektor Jenis Program Sifat Program Bidang : 1.6.05 : Pokok Tema : Inter Disipliner (ID) : Sainstek

Kegiatan Pemetaan Digital Lokasi Pedukuhan di desa Patalan dan Canden berhubungan secara tidak langsung dengan SIMPUS yang diterapkan di Puskesmas Jetis II Patalan. Di dalam SIMPUS terdapat fasilitas penunjuk arah menggunakan Google Maps sebagai Geo Service Locator. Penunjuk arah ini berguna untuk memberikan bantuan kepada tenaga kesehatan untuk mengetahui posisi dusun dimana pasien tinggal. Posisi ini dipakai apabila ada panggilan darurat yang mengharuskan pasien dijemput di rumahnya menggunakan ambulan puskesmas. Puskesmas yang memiliki satu unit GPS Tracker Garmin tipe GPS 60, serta beberapa anggota Tim KKN yang memiliki smartphone Android dimanfaatkan sebagai alat untuk memperoleh koordinat Geo Location dari dusun di Desa Patalan dan Canden. Masyarakat yang ramah juga membantu Tim KKN saat melakukan perjalanan survei mencari daerah dusun yang luas dan cukup rumit. Beberapa faktor penghambat bagi tim antara lain karena pengumpulan data dilaksanakan disiang hari di bulan Ramadhan. Jumlah GPS tracker yang terbatas juga membuat tim tidak bisa melakukan survei lokasi secara paralel. Secara keseluruhan pengumpulan data koordinat dusun di Desa Patalan dan Canden berhasil dengan baik. Data koordinat sudah berhasil diinputkan ke sistem dan di masukkan ke Geo Service Google Maps.

3. Plangisasi RT. 82 Nomor Sektor Jenis Program Sifat Program Bidang Latar Belakang Pembuatan plang penunjuk arah menuju kediaman Ketua RT. 81 dan 82 ditambahkan karena lokasi kediaman Ketua RT. 81 dan 82 tidak berada di sisi jalan utama dusun sehingga dirasa perlu untuk dibuat plang penunjuk arah. Dengan pembuatan plang penunjuk Ketua RT ini, diharapkan mempermudah warga luar dusun yang mungkin memilikki kepentingan dengan ketua RT bersangkutan. Faktor Pendukung 1. Pembuatan plang penunjuk ini didukung penuh oleh aparatur dusun, sehingga kami tidak ragu-ragu untuk menambahkannya sebagai program kegiatan 2. Warga sekitar menyambut baik penambahan infrastruktur di dusunnya, juga merasa plang penunjuk arah ini akan berguna untuk warga luar dusun yang berkepentingan. Faktor Penghambat 1. Sulit mencari lokasi pemasangan plang yang tepat mengingat plang yang sama pernah dipasang namun rusak karena tertabrak mesin penggiling padi 2. Lebih banyak warga yang tidak peduli dengan pengadaan plang sehingga berpotensi untuk kurang terawat pasca KKN Pelaksanaan Program Program ini terbesit setelah berkoordinasi dengan Ketua RT perihal pembuatan papan Ketua RT yang kemudian disetujui oleh teman-teman subunit untuk dilaksanakan. Awalnya kami berkoordinasi dengan Ketua RT terkait perihal pengadaan plang tersebut yang langsung disetujui dan disambut : 1.5.07 : Pokok Non Tema : Inter Disipliner (ID) : Sainstek

baik pula oleh Kepala Dusun. Berikutnya kami mencari lokasi yang tepat untuk pemasangan plang berbekal informasi terkait rusaknya plang tahun lalu. Konsep pembuatan plang ini kurang lebih sama dengan konsep pembuatan papan nama RT, sehingga proses pengerjaannya dapat dilakukan bersamasama dengan warga setempat. Setelah plang tersebut rampung, pemasangan dilakukan di titik yang telah ditentukan bersama dengan Kepala Dusun dan Ketua RT dibantu warga setempat. 4. Pembuatan Rambu Lalu Lintas Dusun Ketandan Nomor Sektor Jenis Program Sifat Program Bidang : 1.5.47 : Pokok Non Tema : Inter Disipliner (ID) : Sainstek

Daerah dusun ketandan merupakan daerah yang sangat padat. Meski demikian, daerah ini masih sangat jarang ditemukannya rambu-rambu lalu lintas. Berbagai kecelakaan sering terjadi dikarenakan tidak adanya rambu-rambu lalu lintas ini. Terutama pada daerah yang sering terdapat acara dimana acara tersebut dihadiri oleh banyak anak-anak. Pentingnya rambu-rambu lalu lintas ini membuat Tim KKN sub unit Dusun Ketandan tergerak dan termotivasi untuk mengadakan program kerja pada pembuatan rambu-rambu lalu lintas. Selain hal di atas, Bapak Dukuh Dusun Ketandan juga memang mengharapkan adanya rambu-rambu lalu lintas ini. Pembuatan rambu-rambu lalu lintas ini dirancang sedemikian rupa sehingga rambu-rambu lalu lintas ini dapat digunakan di mana saja atau portable. Oleh karena rambu-rambu lalu lintas ini bukanlah rambu-rambu lalu l