of 25 /25
MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Disusun Oleh : Ryan Aditya Putra (13504241037) Anggy Cahyo Decyyanto (13504241009) Erlangga Novianto Jaya (13504241001) Cahyana Rengga Hermawan (13504241028) Agus Yulianto (13504241029) Septian Dwi Saputra (12504244032) Kelas A / 2013

makalah sarana prasarana

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah

Citation preview

Page 1: makalah sarana prasarana

MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN

PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN

Disusun Oleh :

Ryan Aditya Putra (13504241037)

Anggy Cahyo Decyyanto (13504241009)

Erlangga Novianto Jaya (13504241001)

Cahyana Rengga Hermawan (13504241028)

Agus Yulianto (13504241029)

Septian Dwi Saputra (12504244032)

Kelas A / 2013

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2015

Page 2: makalah sarana prasarana

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam pelaksanaan pendidikan salah satunya diperlukan sarana prasarana.

Sehinga sarana dan prasarana merupakan salah satu hal yang distandarkan oleh

penerintah yang diatur dalam Standar Nasiona Pendidikan. Baik buruknya sarana

dan prasarana akan berpengaruh besar dalam pelaksanaan pendidikan dan hasil

yang dicapai. Karena itu pengelolaan sarana dan prasarana ini perlu

direncanakan, dibiayai, diadakan, dan dievaluasi sebaik mungkin sehingga

pelaksanaannya dapat optimal.

Sebagai mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif yang diproyeksikan untuk

terjun di bidang pendidikan, maka perlulah mengetahui tentang pengelolaan atau

manajemen pendidikan dan salah satu pengelolaan tersebut meliputi sarana dan

prasarana pendidikan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan sarana prasarana pendidikan?

2. Bagaimana perencanaan pengadaan sarana prasarana pendidikan?

3. Bagaimana pembiayaan dan sumber biaya sarana prasarana pendidikan?

4. Bagaimana pelaksanaan pengadaan sarana prasarana pendidikan?

5. Bagaimana mengevaluasi sarana pasarana pendidikan?

C. Tujuan

1. Mengetahui pengertian sarana prasarana pendidikan.

2. Mengetahui perencanaan pengadaan sarana prasarana pendidikan.

3. Mengetahui pembiayaan dan sumber biaya sarana prasarana pendidikan.

4. Mengetahui pelaksanaan pengadaan sarana prasarana pendidikan?

5. Mengetahui cara mengevaluasi sarana pasarana pendidikan?

Page 3: makalah sarana prasarana

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Sarana Prasarana Pendidikan

Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan, dan perabot

yang secara langsung digunakan atau harus ada dalam proses pendidikan di

sekolah. Sarana pendidikan diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu :

1. Habis tidaknya dipakai

a. Sarana pendidikan yang habis dipakai, segala bahan atau alat yang

apabila digunakan bisa habis dalam waktu yang relatif singkat.

b. Sarana pendidikan yang berubah bentuk, misalnya, kayu, besi, dan

kertas karton yang digunakan guru dalam mengajar.

c. Sarana pendidikan tahan lama, adalah keseluruhan bahan atau alat yang

dapat digunakan secara terus menerus dan dalam waktu yang relatif

lama. Contoh : bangku sekolah, mesin tulis, atlas, globe, dan peralatan

olah raga.

2. Bergerak tidaknya saat pada saat digunakan

a. Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana pendidikan yang bisa

digerakan atau dipindah sesuai kebutuhan pemakainya, contohnya

almari arsip sekolah.

b. Sarana pendidikan yang tidak bergerak, adalah semua sarana pendidikan

yang tidak bisa atau relatif sangat sulit untuk dipindahkan misalnya,

saluran dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

3. Hubungannya dengan proses belajar mengajar.

Ditinjau dari hubungannya dengn proses belajar mengajar, sarana pendidikan

dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :

a. Alat pelajaran, adalah alat yang digunakan secara langsung dalam

proses belajar mengajar, misalnya buku, alat tulis, dan alat praktik.

Page 4: makalah sarana prasarana

b. Alat peraga, adalah alat pembantu pendidikan dan pengajaran, dapat

berupa perbuatan-perbuatan, atau benda-benda yang mudah memberi

pengertian kepada anak didik berturut-turut dari yang abstrak sampai

yang konkret.

c. Media pengajaran, adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai

perantara dalam proses belajar mengajar, untuk lebih mempertinggi

efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pendidikan. Ada tiga

jenis media, yaitu audio, visual, dan audio visual.

Prasarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan, dan perabot

pendukung sarana dalam proses pendidikan di sekolah. Adapun prasarana

pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu :

1. Prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar

mengajar, seperti ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktik

ketrampilan, dan ruang laboratorium.

2. Prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar

mengajar, tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar

mengajar, misalnya, ruang kantor, kantin sekolah, tanah dan jalan menuju

sekolah, kamar kecil, ruang usaha kesehatan sekolah, uang guru, ruang

kepala sekolah, dan tempat parkir kendaraan.

B. Perencanaan Pengadaan Sarana Prasarana Pendidikan

Perencanaan sarana dan prasarana dapat diartikan sebagai keseluruhan

proses perkiraan secara matang rancangan pembelian, pengadaan, rehabilitasi,

distribusi sewa atau pembuatan peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan

kebutuhan.

Perencanaan kebutuhan merupakan rincian fungsi perencanaan yang

mempertimbangkan suatu faktor kebutuhan yang harus dipenuhi. Dalam

menentukan kebutuhan diperlukan beberapa data diantaranya adalah distribusi

dan komposisi, jenis, jumlah, dan kondisi (kualitas) kemudian dikaji lebih lanjut

untuk disesuaikan dengan besaran pembiayaan dari dana yang tersedia.

Page 5: makalah sarana prasarana

Selain itu perencanaan sarana prasarana harus mengacu pada standar sarana

prasarana pendidikan yang telah di tetepkan oleh pemerintah yang tertuang pada

Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005. Sehingga pelaksanaan

pengadaan sarana prasana ini dapat berlanjut hinga terpenuhi sesuai standar yang

terlah ditetapkan.

1. Tujuan dan Manfaat Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendidikan

a. Tujuan Perencanaan Sarana dan Prasarana adalah untuk menghindari

terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak diinginkan dan untuk

meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaannya.

Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dilakukan

berdasarkan analisis kebutuhan dan penentuan skala prioritas kegiatan

untuk dilaksanakan yang disesuaikan dengan tersedianya dana dan

tingkat kepentingan.

b. Manfaat Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendidikan adalah dapat

membantu dalam menentukan tujuan, meletakkan dasar-dasar dan

menetapkan langkah-langkah, menghilangkan ketidakpastian, dapat

dijadikan sebagai suatu pedoman atau dasar untuk melakukan

pengawasan, pengendalian dan bahkan juga penilaian agar nantinya

kegiatan berjalan dengan efektif dan efisien.

2. Hal – Hal Harus Diperhatikan Dalam Perencanaan Sarana dan Prasarana

Pendidikan

a. Perencanaan pengadaan barang harus dipandang sebagai bagian integral

dari usaha peningkatan kulaitas proses belajar mengajar.

b. Perencanaan harus jelas.

Kejelasan suatu rencana dapat dilihat pada :

1) Tujuan dan sasaran atau target yang harus dicapai.

2) Jenis dan bentuk tindakan/kegiatan yang akan dilaksanakan.

3) Petugas pelaksanaan, misal guru, karyawan.

4) Bahan dan peralatan yang dibutuhkan.

Page 6: makalah sarana prasarana

5) Kapan dan dimana kegiatan dilaksanakan.

6) Dapat dilaksanakan dengan jelas, terprogram, sistematis, sederhana,

luwes, fleksibel.

c. Rencana harus sistematis dan terpadu.

d. Rencana harus menunjukkan unsur-unsur insani yang baik ataupun non-

insani sebagai komponen yang berhubungan satu sama lainnya bekerja

sama mencapai tujuan, target, kesesuaian yang telah ditetapkan

sebelumnya.

e. Memiliki struktur berdasarkan analisis.

f. Berdasarkan atas kesepakatan dan keputusan bersama pihak perencana.

g. Fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan keadaan, perubahan situasi

dan kondisi yang tidak disangka-sangka.

h. Dapat dilaksanakan dan berkelanjutan.

i. Menunjukkan skala prioritas.

j. Mengadakan sarana pendidikan yang disesusaikan dengan plafon

anggaran.

k. Mengacu dan berpedoman pada kebutuhan dan tujuan yang logis.

l. Dapat dilaksanakan pada jangka pendek (1 tahun), jangka menengah (4-

5 tahun), jangka panjang (10-15 tahun).

Terdapat beberapa prosedur dalam perencanaan sarana dan prasarana

pendidikan. Untuk perencanaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah

dilakukan melalui tahapan berikut:

1. Menganalisis kebutuhan

2. Menginventarisasi sarana dan prasarana yang ada

3. Mengadakan seleksi

4. Menyediakan dana

5. Pemberian wewenang untuk melaksanakan tugas penyediaan sarana dan

prasarana.

Page 7: makalah sarana prasarana

C. Pembiayaan dan Sumber Biaya Sarana Prasarana Pendidikan

Membahas masalah pengadaan sarana pendidikan, tentu akan berhubungan

dengan masalah biaya. Dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005

tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 62 ayat (1) Pembiayaan

pendidikan terdiri atas biaya investasi, biaya operasional, dan biaya personal.

Sementara pada ayat (2) disebutkan biaya investasi satuan pendidikan

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya penyediaan sarana dan

prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap. Biaya

personal merupakan biaya yang dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa

mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan, sedangkan biaya

operasional adalah biaya yang diperlukan untuk membiayai gaji pendidik dan

tenaga kependidikan, bahan/peralatan habis pakai, dan biaya operasional lainnya

yang selanjutnya diatur melalui Peraturan Menteri. Sementara untuk biaya

investasi tidak disebutkan dengan jelas dari mana sumber biaya tersebut.

Penyelenggaraan pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah baik pusat,

provinsi, maupun kabupaten/kota, maka menjadi kewajiban pemerintah untuk

membiayai semua kebutuhan yang diperlukan dalam proses pembelajaran.

Berikut adalah sumber – sumber pembiayaan sarana dan prasarana pendidikan :

1. Bantuan Pemerintah

Satuan pendidikan atau lembaga sekolah merupakan ujung tombak

dalam menyelenggarakan pendidikan. Dalam melaksanakan tanggung jawab

satuan pendidikan atau lembaga sekolah tersebut, memerlukan berbagai

sarana pendukung untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut.

Pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan nasional harus

bertanggungjawab untuk menyediakan sarana pendidikan sekolah.

Pemerintah dalam hal ini adalah pemerintah pusat dan daerah (provinsi dan

kabupaten/kota).

Page 8: makalah sarana prasarana

a. Pemerintah Pusat

Pemerintah pusat memiliki tanggung jawab penyelenggara pendidikan

secara nasional, maka sepantasnya pemerintah pusat menyediakan

sarana pendidikan untuk semua satuan pendidikan di wilayah nusantara

secara teratur dan berkelanjutan. Masalah pengadaan sarana merupakan

masalah yang krusial di Indonesi dan menjadi salah satu syarat atau

unsur yang sangat menentukan keberhasilan penyelenggaraan

pendidikan. Dalam hal ini setiap satuan pendidikan berhak mengajukan

pengadaan sarana pendidikan kepada Departemen Pendidikan Nasional

(Depdiknas) atau melalui instansi terkait dengan prosedur yang benar

dan dapat dipertanggungjawabkan. Pasal 62 ayat (2) PP Nomor 19 tahun

2005 disebutkan biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana,

pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap. Jika

dicermati pernyataan tersebut bahwa pengadaan sarana pendidikan

bersumber dari biaya investasi, ini berarti pemerintah pusat

menyediakan biaya investasi untuk setiap satuan pendidikan dalam

pengadaan sarana pendidikan yang dibutuhkan oleh setiap satuan

pendidikan (sekolah).

b. Pemerintah Daerah

Pengadaan sarana pendidikan memiliki dasar dan payung hukum, akan

tetapi pelaksanaannya timbul berbagai dalih atau alasan untuk

menghambat realisasinya. Diberlakukannya otonomi daerah, maka

anggaran pendidikan dialokasikan pada APBD. Pemberlakuan otonomi

pendidikan di tingkat daerah justru terjadi penurunan biaya

penyelenggaraan pendidikan. Pemahaman pimpinan daerah terhadap

pendidikan, banyak yang masih sangat terbatas, tidak jarang kebijakan

daerah menempatkan pendidikan bukan berada pada skala prioritas.

Prioritas keberapapun pendidikan tersebut tingkat otonomi daerah,

Page 9: makalah sarana prasarana

pendidikan harus tetap terselenggara. Dalam hal ini, penyelenggaraan

pendidikan bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah pusat

melainkan tanggung pemerintah daerah juga, karena itu sekolah

memiliki hak untuk mengajukan biaya pengadaan sarana pendidikan

kepada pemerindah daerah baik di tingkat provinsi maupun

kabupaten/kota.

2. Bantuan Orang Tua Siswa (Komite Sekolah) atau Biaya dari SPP

Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta

masyarakat (orang tua siswa) dalam rangka meningkatkan mutu,

pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik

pada pendidikan pra sekolah, jalur pendidikan sekolah maupun jalur

pendidikan di luar sekolah. Komite Sekolah dibentuk sebagai mitra sekolah,

terutama bagi kepala sekolah dan guru dalam merancang dan melaksanakan

program pendidikan, baik program pembangunan fisik maupun non fisik

seperti pengadaan sarana pendidikan untuk kepentingan pembelajaran.

Peran serta orang tua siswa (komite sekolah) sangat dibutuhkan dalam

peningkatkan mutu pendidikan, selain memberi bantuan berupa pemikiran,

ide, dan gagasan-gagasan inovatif demi kemajuan suatu sekolah, juga

bantuan berupa pengadaan saran pendidikan. Dalam hal pengadaan sarana

pendidikan, komite sekolah mengupayakan melalui iuran anggota/orang tua

siswa yang dimusyarahkan melalui pertemuan orang tua siswa pada awal

tahun pelajaran dan sumbangan sukarela yang tidak mengikat. Namun

bantuan orang tua siswa belakangan ini menjadi kendala akibat keluarnya

kebijakan pendidikan gratis. Sekolah tidak lagi diijinkan memungut iuran

awal sekolah (biaya investasi) kepada orang tua siswa. Tetapi kembali lagi

bahwa penyelenggaran pendidikan harus terlaksana. Kepala sekolah dan

pengurus komite harus berpikir keras untuk mengupayakan anggaran

pendidikan agar dapat memenuhi kebutuhan sekolah dalam penyelenggaraan

pendidikan.

Page 10: makalah sarana prasarana

Beberapa sekolah telah membijaksanai dengan mengatur biaya investasi

dalam bentuk iuran bulanan. Iuran bulanan biasanya digunakan untuk biaya

operasional sekolah. Dengan mengalihkan biaya investasi dari orang tua

siswa menjadi iuran bulanan, maka jumlah iuran bulanan yang dikeluarkan

orang tua siswa menjadi membengkak atau lebih tinggi dari iuran bulanan

sebelumnya. Hal ini terpaksa dilakukan sekolah agar terkesan tidak

melanggar kebijakan atasan, akan tetapi biaya tersebut tetap dapat dipungut

dari orang tua siswa. Tentu pemungutan biaya tersebut bukan tanpa alasan,

seperti sebelumnya telah dikemukakan bahwa akibat penyelenggaraan

pendidikan pasti membutuhkan biaya termasuk biaya pengadaan sarana

pendidikan.

3. Masyarakat Peduli Pendidikan

Mengingat pendidikan memiliki peranan penting dalam kehidupan

manusia di era globalisasi ini, maka keberhasilan penyelenggaraan

pendidikan bukan tanggung jawab pemerintah semata. Penyelenggaraan

pendidikan membutuhkan kepedulian masyarakat untuk bersama-sama

dengan pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam hal ini,

masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat yang peduli terhadap

pendidikan baik secara perorangan/individu, kelompok/organisasi/lembaga

kemasyarakatan, masyarakat pengusaha, dan sebagainya. Satuan pendidikan

atau lembaga sekolah bisa mengajukan bantuan pengadaan sarana

pendidikan melalui jalinan kerja sama atau mungkin tanpa imbalan balas

jasa.

D. Pelaksanaan Pengadaan Sarana Prasarana Pendidikan

Pengadaan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyediakan semua jenis

sarana dan prasarana pendidikan persekolahan yang sesuai dengan kebutuhan

dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam konteks

persekolahan, pengadaan merupakan segala kegiatan yang dilakukan dengan cara

menyediakan semua keperluan barang atau jasa berdasarkan hasil perencanaan

Page 11: makalah sarana prasarana

dengan maksud untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar berjalan secara

efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Pengadaan sarana dan prasarana merupakan fungsi operasional pertama

dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan persekolahan.Fungsi ini pada

hakikatnya merupakan serangkaian kegiatan untuk menyediakan sarana dan

prasarana pendidikanpersekolahan sesuai dengan kebutuhan, baik berkaitan

dengan jenis dan spesifikasi, jumlah, waktu maupun tempat, dengan harga dan

sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Ada beberapa alternatif cara dalam

pengadaan sarana dan prasarana pendidikan. Beberapa alternatif cara pengadaan

sarana dan prasarana pendidikan persekolahan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pembelian

Pembelian adalah merupakan cara pemenuhan kebutuhan sarana dan

prasarana pendidikan persekolahan dengan jalan sekolah membayar

sejumlah uang tertentu kepada penjual atau supplier untuk mendapatkan

sejumlah sarana dan prasarana sesuai dengankesepakatan kedua belah pihak.

2. Pembuatan Sendiri

Pembuatan sendiri merupakan cara pemenuhan kebutuhan sarana dan

prasarana pendidikan persekolahan dengan jalan membuat sendiri yang

biasanya dilakukan oleh guru, siswa, atau pegawai.

3. Penerimaan Hibah atau Bantuan

Penerimaan hibah atau bantuan yaitu merupakan cara pemenuhan sarana dan

prasaran pendidikan persekolahan dengan jalan pemberian secara cuma-

cuma dari pihak lain.

4. Penyewaan

Yang dimaksud dengan penyewaan adalah cara pemenuhan kebutuhan

sarana dan prasarana pendidikan persekolahan dengan jalan pemanfaatan

sementara barang milik pihak lain untuk kepentingan sekolah dengan cara

membayar berdasarkan perjanjiansewa-menyewa.

Page 12: makalah sarana prasarana

5. Pinjaman

Yaitu penggunaan barang secara cuma-cuma untuk sementara waktu dari

pihak lain untuk kepentingan sekolah berdasarkan perjanjian pinjam

meminjam.

6. Pendaurulangan

Yaitu pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dengan cara

memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang yang

berguna untuk kepentingan sekolah.

7. Penukaran

Penukaran merupakan cara pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana

pendidikan dengan jalan menukarkan sarana dan prasarana yang dimiliki

dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan organisasi atau instansi lain.

8. Perbaikan atau Rekondisi

Perbaikan merupakan cara pemenuhan sarana dan prasaranapendidikan

dengan jalan memperbaiki sarana dan prasarana yangtelah mengalami

kerusakan, baik dengan perbaikan satu unit saranadan prasarana maupun

dengan jalan penukaran instrumen yang baikdi antara instrumen sarana dan

prasarana yang rusak sehinggainstrumen-instrumen yang baik tersebut dapat

disatukan dalam satuunit atau beberapa unit, dan pada akhirnya satu atau

beberapa unitsarana dan prasarana tersebut dapat dioperasikan atau

difungsikan.

E. Evaluasi Sarana Pasarana Pendidikan

Evaluasi sarana dan prasaraa merupakan hal yang sangat penting dalam

pengelolaan sarana dan prasarana tersebut. Baik buruknya keadaan atau kondisi

sarana dan prasarana akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran,

Apabila sarana dan prasarana baik maka pembelajaran akan baik, dan sebaliknya

apabila sarana dan prasarana buruk, maka pembelajaran tidak akan optimal.

Saat ini masih banyak warga sekolah dan sekitarnya yang kurang perhatian

dan kepeduliannya terhadap keadaan sarana dan prasarana, bahkan seringkali

Page 13: makalah sarana prasarana

malah merusak fasilitas sekolah yang ada. Namun demikian berbagai kebijakan

telah ada, dan semoga dengan mensosialisasi kebijakan tersebut diharapkan dapat

memanfaatkannya dengan optimal, sehingga pengunaan dan kebutuhan Sarana

dan Prasarana untuk menunjang pendidikan dapat terpenuhi, yang pada akhirnya

akan meningkatkan mutu pendidikan yang baik agar dapat mencetak generasi

baru yang lebih bermutu.

Secara ringkas pelaksanaan evaluasi sarana prasarana sekolah dapat

dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menginventarisasi keberadaan sarana dan prasarana yang ada di sekolah, baik

dalam hal kondisi, jumlah, spesifikasi, maupun data lain yang diperlukan.

2. Mengumpulkan data pendukung yang diperlukan seperti tanggal pengadaan,

sumber pengadaan ataupun tanggapan pengguna sarana prasarana

3. Mengisi formulir evaluasi yang tersedia sesuai dengan kondisi yang

sebenarnya

4. Merakapitulasi hasil evaluasi, baik data kualitatif maupun kuantitatif

5. Menarik kesimpulan mengenai keseluruhan sarana prasarana sekolah, apakah

sudah memenuhi standar minimal atau belum. 

6. Melaporkan hasil evaluasi kepada pihak-pihak yang memerlukan

BAB III

Page 14: makalah sarana prasarana

PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Sarana Prasarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan, dan

perabot yang secara langsung maupun tidak langsusng digunakan atau dalam

proses pendidikan baik di sekolah ataupun instansi pendidikan yang lain.

2. Perencanaan pengadan sarana dan prasarana merupakan keseluruhan proses

perkiraan secara matang rancangan pembelian, pengadaan, rehabilitasi,

distribusi sewa atau pembuatan peralatan dan perlengkapan yang sesuai

dengan kebutuhan dengan mempertimbangkan suatu faktor kebutuhan yang

harus dipenuhi dan mengacu pada standar sarana prasarana pendidikan yang

telah di tetepkan oleh pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan.

3. Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi, biaya operasional, dan

biaya personal. Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud

meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber

daya manusia, dan modal kerja tetap. Biaya personal merupakan biaya yang

dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran

secara teratur dan berkelanjutan, sedangkan biaya operasional adalah biaya

yang diperlukan untuk membiayai gaji pendidik dan tenaga kependidikan,

bahan/peralatan habis pakai, dan biaya operasional lainnya. Pembiyaan

pembiayaan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun

2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

4. Pelaksanaan pengadaan sarana prasarana merupakan kegiatan yang

dilakukan untuk menyediakan semua jenis sarana dan prasarana pendidikan

persekolahan yang sesuai dengan kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan

yang telah ditetapkan dengan maksud untuk menunjang kegiatan

pembelajaran agar berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan

tersebut.

Page 15: makalah sarana prasarana

5. Evaluasi sarana prasarana pendidikan dilakukan dengan menganalisis

kondisi baik jumlah, kondisi, kecukupan, dan ketepatan sarana dan prasarana

tersebut kemudian kesimpulan mengenai keseluruhan apakah sudah

memenuhi standar minimal yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau

belum. Hal ini dilakukan guna melakukan perbaikan dalam pengelolaan

sarana dan prasarana pendidikan.

Page 16: makalah sarana prasarana

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2011). Perencanaan dan Pengadaan Sarana Prasarana Pendidikan.

Diambil tanggal 15 September 2015 dari

http://myblogirwandi.blogspot.co.id/2015/03/perencanaan-dan-pengadaan-

sarana dan .html

Republik Indonesia. (2005). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19

Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional. Sekretariat Negara.Jakarta.