Masalah Penelitian Ok Banget

  • View
    21

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Masalah Penelitian Ok Banget

BAB 3MENGINDENTIFIKASI MASALAH PENELITIAN

Para peneliti memulai suatu studi dengan mengidentifikasi masalah penelitian yang perlu mereka tangani. Mereka merumuskan masalah ini dalam paragraf-paragraf awal laporan penelitiannya dan diharapkan memberikan rasional kenapa studi itu penting dan kenapa kita sebagai pembaca perlu membacanya. Pada bab ini kita akan mempelajari bagaimana menspesifikasikan atau mempersempit masalah penelitian dan meletakkanya dalam kerangka bagian pendahuluan dari suatu studi yang biasanya diberi judul Statement of the Problem (Rumusan Masalah).

Pada akhir bab ini anda diharapkan akan mampu : Mendefinisikan dan mengidentifikasi masalah penelitian dan menjelaskan kenapa masalah penelitian itu penting. Membedakan antara masalah penelitian, topik, tujuan, dan pertanyaan penelitian. Mengidentifikasi kriteria untuk menetapkan apakah anda bisa atau harus meneliti masalah tersebut. Mendeskripsikan apa dan bagaimana perbedaan antara masalah penelitian kuantitatif dan masalah penelitian kualitatif. Mendeskripsikan kelima elemen yang membangun sebuah Statement of the Problem/Rumusan Masalah. Mengidentifikasi strategi-strategi yang bermanfaat guna merumuskan bagian dari Statement of the Problem/Rumusan Masalah.

Maria memulai proyek penelitian yang diwajibkan untuk program pasca sarjananya. Dimana dia harus mulai? Ia memulainya dari beberapa pertanyaan dan kemudian menuliskan jawaban-jawaban singkat terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut. Apa kontroversi atau isu yang spesifik yang harus saya ajukan? Makin meningkatnya kekerasan di sekolah Kenapa masalah ini penting? Sekolah perlu meminimalisir kekerasan; siswa akan belajar lebih baik apabila kekerasan itu merupakan bagian kecil dari kehidupan mereka dan sebagainya. Bagaimana penelitian ini memberikan kontribusi terhadap apa yang sudah diketahui tentang masalah ini? Sesungguhnya sekolah belum banyak membuat rancangan untuk menangani kekerasan seperti ini. Siapa yang akan mendapatkan manfaat dari apa yang diketahui tentang masalah ini? Sekolah, orang-orang yang berminat tentang bagaimana sekolah bisa memberikan respon terhadap peningkatan kekerasan di sekolah (sejumlah literatur, administrator, guru-guru dan sebagainya).

Bagi seorang peneliti muda, kesulitannya tidak terletak pada pengembangan jawaban terhadap pertanyaan, tapi pada pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab. Untuk itu kita perlu mempelajari bagaimana merumuskan bagian pendahuluan atau bagian Statement of the Problem/Rumusan Masalah dari sebuah penelitian.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN MASALAH PENELITIAN DAN KENAPA ITU PENTING?

Salah satu aspek yang paling menantang dalam pelaksanaan penelitian adalah mengidentifikasi secara jelas masalah yang memerlukan upaya sebuah penelitian. Individu-individu cenderung tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap alasan kenapa mereka melaksanakan penelitian. Masalah penelitian adalah isu-isu, kontroversi atau minat tentang pendidikan yang menimbulkan kebutuhan untuk dilaksanakannya sebuah penelitian. Masalah penelitian yang baik dapat ditemukan dalam setting-setting kependidikan seperti : Kenakalan-kenakalan yang disebabkan oleh siswa-siswa yang berkelainan di dalam kelas Meningkatnya kekerasan di kampus-kampus perguruan tinggi Kurangnya keterlibatan orangtua di sekolah untuk menangani siswa-siswa dengan tingkah laku yang berkelainanMasalah-masalah ini menjadi perhatian para personel atau staf di sekolah atau perguruan tinggi. Dalam menuliskan masalah penelitian, penulis merumuskannya berupa sebuah kalimat tunggal atau beberapa kalimat dalam laporan penelitian mereka. Untuk mencari rumusan masalah penelitian dalam suatu studi, ajukanlah pertanyaan-pertanyaan berikut : Apa isu, masalah, kontroversi yang ingin diteliti? Kontroversi apa yang menimbulkan kebutuhan akan penelitian tersebut? Perhatian apa yang tergambar di belakang penelitian ini? Apakah ada sebuah kalimat seperti Masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah...?

Kita menemukan masalah dalam bagian pendahuluan dari suatu laporan penelitian. Masalah-masalah tersebut tercakup di dalam paragraf yang disebut dengan bagian Statement of the Problem/Rumusan Masalah. Kita bisa cari bagian ini dalam paragraf-paragraf pembuka bagian pendahuluan. Kita meneliti masalah-masalah pendidikan dalam rangka membantu pembuat kebijakan ketika mereka membuat keputusan, membantu para guru dan pejabat-pejabat sekolah mencarikan solusi terhadap masalah-masalah praktis, dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peneliti lainnya berkenaan dengan isu-isu kependidikan. Dari sudut pandang seorang peneliti, menspesifikkan masalah penelitian sangat penting karena ia memberikan kerangka bagi keseluruhan kegiatan penelitian. Tanpa mengetahui masalah penelitian, para pembaca tidak mengetahui kenapa penelitian itu penting dan kenapa mereka harus membacanya. Apa saja isu-isu kependidikan yang akan diteliti? Tuliskan isu-isu itu. Walaupun kita sadar akan banyaknya masalah pendidikan, merumuskannya dalam laporan penelitian kita bukanlah pekerjaan gampang. Ini mungkin disebabkan karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana menuliskannya dan mengidentifikasikannya untuk penelitian kita.

BAGAIMANA MASALAH PENELITIAN BERBEDA DARIBAHAGIAN-BAHAGIAN LAIN DALAM SEBUAH PENELITIAN?Untuk bisa memahami masalah penelitian secara lebih baik, kita harus dapat membedakan masalah penelitian dari bahagian-bahagian lain dalam sebuah proses penelitian. Masalah penelitian berbeda dari topik penelitian (akan dibicarakan pada bahagian lain dalam bab ini), tujuan penelitian (akan dibicarakan pada Bab 5 berkaitan dengan rumusan tujuan (purpose statement), dan pertanyaan penelitian secara spesifik (akan dibicarakan pada Bab 5). Masalah penelitian itu berdiri sendiri dan merupakan suatu langkah yang berbeda karena justru masalah itulah yang dijadikan pokok penelusuran dalam sebuah upaya penelitian. Pada definisi singkat di bawah ini, perhatikan perbedaan yang terdapat di antara kompopenen-komponen penelitian: Topik penelitian adalah bidang kajian yang luas cakupannya yang ingin dikaji dalam sebuah penelitian. Maria, misalnya, mencoba meneliti kepemilikan senjata oleh para siswa di sekolah. Masalah penelitian adalah isu-isu, kontrovesi atau minat yang bersifat umum dalam pendidikan yang topiknya sudah dipersempit. Masalah yang ingin dikaji oleh Maria adalah peningkatan kekerasan di sekolah yang sebahagian disebabkan oeh kepemilikan senjata. Tujuan penelitian adalah tujuan yang ingin dicapai atau diwujudkan dengan dilakukannya penelitian. Maria boleh jadi merumuskan tujuan penelitiannya sebagai : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sejauh mana para siswa membawa senjata ke sekolah. Pertanyaan penelitian mempersempit tujuan penelitian menjadi tujuan-tujuan yang lebih spesifik yang ingin dicarikan jawabannya dalam penelitian tersebut. Maria bisa mengajukan pertanyaan: Apakah teman sejawat mempengaruhi para siswa untuk membawa senjata?Melihat perbedaan-perbedaan ini, kita bisa menyimpulkan bahwa perbedaan-perbedaaan tersebut terkait dengan luas tidaknya ruang lingkup (topik merupakan ruang lingkup yang luas, sedangkan pertanyaan penelitian, ruang lingkupnya sempit). Coba ambil contoh lain, seperti terlihat dalam Diagram 3.1. Dalam contoh ini, si peneliti memulai dengan topik yang ruang lingkupnya luas, Belajar Jarak Jauh. Si peneliti kemudian mempersempit masalahnya menjadi kurangnya jumlah mahasiswa yang mendaftar pada kelas-kelas pembelajaran jarak jauh. Untuk meneliti masalah tersebut, si peneliti selanjutnya merumuskan kembali masalahnya dalam bentuk rumusan tujuan penelitian, yakni untuk meneliti kenapa para mahasiswa tidak mengikuti pembelajaran jarak jauh di kampus-kampus Community College. Atas dasar tujuan penelitian tersebut, si peneliti mempersempit lagi tujuan penelitiannya yang dirumuskan berupa pertanyaan penelitian, salah satu diantaranya adalah: Apakah penggunaan teknologi web site di ruang kelas menyebabkan para mahasiswa enggan mengikuti pendidikan jarak jauh? Dalam proses ini, masalah penelitian menjadi sebuah langkah yang berbeda yang perlu diidentifikasi untuk membantu para pembaca melihat secara jelas apa isu yang dipersamalahkan tersebut.

Salah satu kesalahan umum dalam merumuskan masalah penelitian adalah merumuskannya sebagai sebagai tujuan penelitian atau pertanyaan penelitian. Contoh-contoh berikut memperlihatkan bagaimana kita bisa mengubah tujuan penelitian atau pertanyaan penelitian menjadi masalah penelitian:Model yang jelek: Si peneliti bermaksud mengidentifikasi masalah penelitian akan tetapi menampilkannya sebagai tujuan penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti akses perempuan terhadap pendidikan di negara-negara Dunia Ketiga.

Model yang sudah disemurnakan: Revisinya dalam bentuk masalah penelitian. Perempuan di negara-negara Dunia Ketiga dibatasi kebebasannya untuk mengikuti pendidikan di lembaga pendidikan tinggi (universitas atau college) atas dasar orientasi budaya, norma-norma sosial dan agama.

Model yang jelek: Si peneliti bermaksud merumuskan masalah penelitianya akan tetapi dia mengidentifikasi pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitian dalam kajian ini adalah Faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap homesickness rindu kampung halaman di kalangan mahasiswa perguruan tinggi?

Model yang sudah disempurnakan: Homesickness (rindu kampung halaman) merupakan isu utama terkait dengan kehidupan mahasiswa di kampus-kampus perguruan tinggi saat ini. Apabila mahasiswa merasa rindu pada kampung halaman, mereka mulai sering cabut dan akhirnya menjurus pada rendahnya prestasi pada tahap-tahap awal kuliah.

Ketika kita merancang dan melaksanakan penelitian, kita harus benar-benar yakin bahwa kita faham benar perbedaan diantara komponen-komponen penelitian ini sehingga rumusan kita tentang masing-masing ba