Materi Kiat-kiat Perintisan Usaha

  • View
    180

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Materi Kiat-kiat Perintisan Usaha

DEPUTI BIDANG PENGEMBANGAN DAN RESTRUKTURISASI USAHA

KIATKIAT-KIAT PERINTISAN USAHA

Disampaikan pada National Conference of Enterpreneurship 2 (KOPMA STAN 20 TAHUN) Tanggal 13 Februari 2010 di BPPK Purnawarman, Jl. Purnawarman No. 99 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

1

I. KONDISI DAN POTENSI LAPANGAN KERJA

1. Gambaran tentang, angkatan kerja, ketersediaan lapangan kerja serta pengangguran merupakan salah satu informasi bagi perumusan upaya-upaya perluasan kesempatan kerja. 2. Data BPS 2005, jumlah penduduk Indonesia sebesar 218,3 juta. Dari jumlah ini, dikategorikan sebagai angkatan kerja sebesar 105,8 juta (68 %), dan sebesar 94,95 juta (89,74%) bekerja/berusaha, sehingga tercatat jumlah penganggur sebanyak 10,8 juta (10,21 %). 3. Peran UKM a. Data BPS 2008 jumlah UKM 51,2 juta unit atau 99,98 % dari total unit bisnis. b. Penyediaan kesempatan kerja, mencapai 91,8 juta orang(97,33 %).2

II. KONDISI PENGANGGURAN MENURUT PENDIDIKAN

No. 1 2 3 4 5 6

Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Tidak/Belum Pernah Sekolah/Belum Tamat SD Sekolah Dasar SLTP SMTA Diploma I/II/III/Akademi Universitas Total

2009 (Feb) 2 620 049 2 054 682 2 133 627 1 337 586 486 399 626 621 9 258 964

% 24,26 19,02 19,78 12,38 4,50 5,80

Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2004, 2005, 2006, 2007, 2008 dan 2009

3

III. PENUMBUHAN WIRAUSAHA BARU UNTUK MENGATASI PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN1. Secara alami, kewirausahaan telah ada dan tumbuh di masyarakat, yang melahirkan usaha, perusahaan maupun produk-produk bernilai tambah lebih. 2. Kewirausahaan adalah proses, wirausaha adalah orangnya, dan usaha atau perusahaan (enterprise) adalah outputnya. Ukuran sukses seorang wirausaha, bukan hanya individu tersebut sudah memiliki (memperlihatkan) ciri sebagai wirausaha. Tetapi terletak pada hasil konkrit (output). 3. Pengembangan kewirausahaan yang tumbuh subur, maka (a) selalu tercipta karya-karya baru yang memiliki nilai beda, baik dalam wujud barang, jasa atau rekayasa baru, (b) ada individu-individu yang memiliki jiwa dan sikap mental, berpikir dan bertindak untuk melakukan dan menghasilkan karya-karya baru (output), (c) terbangun sistem dan kelembagaan yang memungkinkan kondisi lingkungan benar-benar kondusif bagi penumbuhan wirausaha baru.4

IV. INTISARI KEWIRAUSAHAAN1. Intisari kewirausahaan terletak pada kemampuan orang, untuk berani mengambil keputusan dan melangkah, menghasilkan pembaharuan dan/atau hal-hal baru yang memiliki nilai (ekonomis) lebih baik. Mendorong dan meningkatkan kapasitas orang, utuk lebih kreatif, inovatif, memiliki atos kerja dan sifat-sifat produktif lain. Pembaharuan atau hal baru tersebut, tidak masalah apakah di dunia usaha atau non usaha. 2. Pengembangan kapasitas diri orang tidaklah cukup. Penerapan secara konkrit, diperlukan daya dukung lingkungan yang kondusif. Jadi, l ingkup mengembangkan kewirausahaan merupakan perpaduan antara kemampuan orang dengan lingkugan, menjadi syarat minimal.

5

V. KUNCI PENUMBUHAN WIRAUSAHA1. Kewirausahaan merupakan bekal dasar bagi orang untuk berani dan mampu melangkah memulai usaha. 2. Berkembangnya kewirausahaan di masyarakat terukur dengan bertambahnya jumlah pelaku usaha baru, memiliki manfaat besar bagi terciptanya pendapatan dan kesempatan kerja. 3. Proses perjalanan seseorang memulai sampai berhasil menjadi pengusaha sukses, ditempuh melalui liku-liku perjuangan, kegagalan, dan bangkit kembali, merupakan hal wajar. Dalam banyak kejadian, orang sering melupakan proses tersebut, dan hanya melihat dipenghujungnya saja 4. Sepenggal illutrasi tersebut, menggambarkan betapa penting peran kunci kewirausahaan bagi kemanfaatan masyarakat. 5. Penyelenggaraan program-program penumbuhan usaha baru, merupakan langkah positif memacu pertumbuhan usaha baru.6

VI. PROGRAM PENDUKUNG UNTUK PENCIPTAAN & PENGEMBANGAN WIRAUSAHA1. Program Sarjana Pencipta Kerja (Prospek Mandiri) a. Prospek Mandiri adalah suatu program terobosan untuk menumbuhkan wira usaha baru dari kalangan tenaga kerja terdidik (sarjana yang pengelolaanya dalam wada koperasi) b. Penyelenggaran program ini merupakan kerjasama antara Kementrian Koperasi dan UKM, dengan Pemda Provinsi/Kab/Kota yang dapat diperluas dengan mengikutkan Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, dan Organisasi Kemasyarakatan. c. Koperasi Prospek Mandiri memperoleh fasilitasi perkuatan dana dari Kementerian Koperasi dan UKM dan bantuan perkuatan dibidang produksi yang nilainya sesuai dengan kebutuhan setiap usaha 2. Program COOPERATIVE EDUCATION (Co-op) di UKM a. Merupakan satu program yang diarahkan sebagai proses pembelajaran mahasiswa yang memiliki jiwa wira usaha dalam usaha praktis. Mawasiswa terlibat langsung dalam usaha sehingga memilki bekal untuk berusaha dikemudian hari. b. Program ini diselenggarakan oleh Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional. Operasionalisasi dilakukan oleh pergururan tinggi yang memenuhi kualifikasi yang ditetapkan.

7

3. Pengembangan Program Sosial Entrepreunership di Perguruan TinggiMerupakan program bagian dari mata kuliah community development 2 pada S1 Bisnis Prasetyamulya. Program ini merupakan respon Perguruan Tinggi dalam rangka mempersiapkan SDM yang memiliki jiwa kewirausahaan tinggi. S1 Bisnis Prasetyamulya sebagai organisasi pelaku utama dalam menetapkan kebijakan, pelaksanaan dan monev hasil pelaksanaan program. Masyarakat terpilih sebagai mitra dan bapak angkat pelaksanaan.

4. Program Inkubatora. Merupakan program menumbuh kembangkan wirausaha baru yang andal dan berbasis teknologi melalui Inkubasi Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah. b. Kementerian Koperasi dan UKM menyediakan Modal Awal dan Padanan kepada lembaga Inkubator. c. Kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Perguruan Tinggi 5. KUR Program KUR merupakan skema Penjaminan Kredit/Pembiayaan yang implementasinya diintegrasikan dengan fasilitasi penyaluran kredit/pembiayaan perbankan.8

VII. ALTERNATIF MERINTIS USAHA1. Penumbuhan usaha melalui Koperasi a. Koperasi adalah badan usaha. Sebagai badan usaha, koperasi melakukan berbagai aktivitas usaha di bidang produksi, distribusi, konsumsi maupun sektor keuangan (pola simpan pinjam). b. Dari sisi kelembagaan, koperasi juga memiliki kharakteristik khusus yang membedakan dengan badan usaha lain. Kharakteristik khusus tersebut adalah hubungan terintegrasi antara koperasi dengan anggotanya. Koperasi adalah badan usaha yang dimiliki, dikelola dan untuk memenuhi kepentingan anggota. c. Salah satu contoh model pengembangan penumbuhan wira usaha baru adalah melalui Program Sarjana Pencipta Kerja Mandiri (Prospek Mandiri).9

2. Pencipta pekerjaan, bukan pencari pekerjaanPenumbuhan wirausaha baru pada dasarnya merupakan format dan proses untuk mengarahkan dan mendorong generasi muda (mahasiswa dan sarjana) untuk menjadi pencipta pekerjaan dan bukan pencari pekerjaan. Wirausaha baru adalah orang yang memiliki dan menjalankan usahanya atas tanggung jawab dan resiko sendiri, dan bukan orang yang menerima bayaran dari pemilik perusahaan. Langkah-langkahnya : a. Kenalilah bidang usaha yang ingin dijalankan. b. Tuangkan dalam Proposal Usaha. c. Butuh modal dapat mengakses antara lain : 1) Program Kredit Usaha Rakyat. Program KUR merupakan skema Penjaminan Kredit/Pembiayaan yang implementasinya diintegrasikan dengan fasilitasi penyaluran kredit/pembiayaan perbankan. 2) LPDB KUMKM. Merupakan Badan Layanan Umum dibawah Kementerian Koperasi dan UKM untuk pembiayaan kepada Koperasi dan UKM. d. Kalau diperlukan, dapat menggunakan jasa konsultasi Lembaga Pendamping Bisnis (Business Development Services) yang menuntun kepada sukses menjalankan usaha.

10

VIII. PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN (MEMBUAT PROPOSAL USAHA)1. Tujuan a. Agar pengusaha dapat mengetahui dan meyakini kemungkinan kelayakan rencana usahanya (ditinjau dari berbagai aspek yang terkait, khususnya aspek pemasaran dan finansial), sebelum dimulai pelaksanaannya. b. Agar perusahaan mempunyai pedoman/acuan dalam menjalankan roda usahanya terutama dalam mengalokasikan dana yang ditanamkan baik modal sendiri, terutama dana pinjaman kredit dari Bank serta dapat menetukan jadwal pengembaliannya. c. Agar perusahaan dapat mengantisipasi hal-hal yang mungkin akan merugikan atau mengganggu jalannya perusahaan sehingga akan dapat mempersiapkan alternatif pemecahannya. d. Agar pihak penyandang dana terutama perbankan mendapat petunjuk yang jelas untuk mengevaluasi dan menetukan kebijakan dalam pemberian bantuan dana kredit yang diperlukan. 11

2. Aspek-aspek yang penting dan menentukan terhadap kelayakan suatu rencana usaha, adalah sebagai berikut : - Aspek Pasar dan Pemasaran - Aspek Teknis dan Produksi - Aspek Legalitas/Hukum Perusahaan - Aspek manajemen dan Organisasi - Aspek Ekonomi dan Keuangan - Aspek Lingkungan dan Sosial Budaya 3. Hasil analisis semua aspek tersebut di atas, harus sampai kepada kesimpulan kelayakan yang menyluruh, yang pada pokoknya meliputi kelayakan, sebagai berikut : - Kelayakan Ekonomis - Kelayakan Teknis - Kelayakan Sosial - Kelayakan Lingkungan, dan - Kelayakan Finansial/Keuangan12

4. Hasil akhir dari suatu studi untuk mengetahui tingkat kelayakan suatu rencana usaha, harus ditempuh melalui tahapan-tahapan kegiatan yang berkesinambungan, yaitu sebagai berikut : - Tahapan persiapan, - Tahapan penelitian, - Tahapan pengumpulan data (primer dan sekunder), - Tahapan pengolahan atau analisis data dan penyusunan laporan, serta - Tahapan pengujian/evaluasi studi kelayakan usaha. 5. Proposal suatu usaha, pada dasarnya hampir sama dengan studi kelayakan, namun pembahasannya tidak mendalam dan tidak menyeluruh seperti pada studi kelayakan. Pada proposal, biasanya aspek yang terutama ditonjolkan adalah aspek pemasaran dan analisis finansial. Selain itu tergantung pula pada skala atau tingkatan mikro atau kecil cukup dengan membuat proposal saja, tapi untu