Click here to load reader

MEMBANGUN KARAKTER Bangsa

  • View
    23

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of MEMBANGUN KARAKTER Bangsa

MEMBANGUN KARAKTER BANGSA

H. Bambang Setyo M.Sc.Alumnus KRA XXXV Lembaga Ketahanan Nasional RI 2002Mantan Anggota DPR RI (2003-2004)

disampaikan dalam Seminar Nasional / Musyawarah Wilayah FKMPI (Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik Indonesia) Jawa Barat di Bandung, 6 Agustus 2011

MEMBANGUN KARAKTER BANGSA

BANYAK DUSTA DI TENGAH KITA

$ KORUPSI dan Manipulasi menggurita, dari istana (pusat kekuasaan) sampai di tempat-tempat layanan umum, sekolah dan di jalan-jalan;

$ DISKRIMINASI dalam penegakan hukum koruptor bebas negeloyor, maling biji coklat diikat yang disebut-sebut teroris dikikis habis;

BERJANJI tapi diingkari. LAIN di mulut lain di hati. BEDA kata dengan perbuatan.

Inikah KARAKTER bangsa kita ?

Oxford Advanced Learners DictionaryCharacter mental or moral qualities that make a person, group, nation etc., different from others. His character is verry different from his wifes.

Kamus Umum Bahasa Indonesia:Karakter Tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari pada yang lain. Seorang calon pemimpin harus mempunyai karakter yang baik dan terpuji.

Imam Al-Ghozali:Akhlaq Spontanitas manusia dalam bersikap atau perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia sehingga muncul tidak dipikirkan lagi.Akhlak karimah (mulia) = Karakter yang baik Karakter merupakan kualitas pribadi, yang menjadikan sikap perilaku seseorang berbeda dengan yang lain Muncul bila berinteraksi dengan yang lain Konsepnya bersifat individual.

Karakter Bangsa apa acuannya?Konsep individual Konsep bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Founding Fathers: Pembukaan Undang-Undang DasarAlinea (Bagian) 1: Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Kata kuncinya: Kemerdekaan Hak segala bangsa Peri-kemanusiaan, dan Peri-keadilan

Kemerdekaan hak segala bangsa bukan kebebasan individu ala Barat liberal tanpa nilai ! Keseimbangan hak individu dengan hak masyarakat

Penjajahan dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan, dihapuskan bukan alasan individual.

Alinea (Bagian) 2: Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.Kata kuncinya: Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan makmur.

Untuk seluruh rakyat, bukan untuk segelintir orang/kelompok.

Alinea (Bagian) 3: pernyataan kemerdekaan yang sebenarnya

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.(alinea 3 Pembukaan UUD)

Kemerdekaan atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa bukan semata upaya manusia

Ratusan tahun sebelumnya para pejuang telah melakukan perlawanan terhadap penjajah di berbagai penjuru nusantara, tapi belum berhasil Sultan Baabullah di Ternate, Sultan Agung di Jawa, Sultan Hasanudin di Makassar dsbAlinea (Bagian) 4: Pembukaan UUD yang sebenarnya

Kemudian dari pada itu untuk membentuk pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan Bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan ...

... Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan Rakyat, dengan berdasar kepada ke-Tuhanan Yang Maha Esa, peri-kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Kata kunci (tujuan cita-cita Kemerdekaan): melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan Bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,

Piramida puncak Dasar Falsafah Negara: Ketuhanan Yang Maha Esa Terkait dengan yang lain dan menjadi acuan bagi sila-sila lainnya. (NOTONAGORO-ahli peneliti tentang Pancasila)

Akhlak Bangsa Ketuhanan YME

Tuhan YME sumber karakter mulia.

Ketuhanan Yang Maha Esa sejak Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mendapat tambahan arti Kesesuaian dengan hakekat Tuhan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.(NOTONAGORO-ahli peneliti tentang Pancasila)

mendapat arti dan fungsi:

Tidak ada tempat di NKRI bagi penen-tangan terhadap ketuhanan, atau ANTI TUHAN dan ANTI AGAMA, tidak ada pemaksaan dalam agama

Pengertian Undang-Undang Dasar yang dipertegas dalam konsideran (a) Perubahan Keempat 2002 (Piagam Jakarta menjiwai dan merupakan satu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi)

PERUBAHAN KEEMPAT UUD 1945 (konsideran a)

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagaimana telah diubah dengan perubahan pertama, kedua, ketiga, dan perubahan keempat ini adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang ditetapkan pada 18 Agustus 1945 dan diberlakukan kembali dengan Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 serta dikukuhkan secara aklamasi pada 22 Juli 1959 oleh Dewan Perwakilan Rakyat.(MPR, 10 Agustus 2002)Ciri-ciri Karakter Bangsa :(akhlak yang baik dan terpuji) 1.. BERAGAMA SECARA TOTALITAS. Meyakini kebenaran ajaran agamanya, tetap menghormati keyakinan agama lain.

Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah Negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali. Pasal 28E (1) UUD 1945

Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Pasal 29 (2) UUD 1945

Nabi Muhammad Saw teladan yang baik

Sesungguhnya pada diri Rasululullah itu ada suri teladan yang baik.(Al Quran)

2. MENJUNJUNG TINGGI KEJUJURAN.

Dan JANGANLAH kalian MENDISTORSIKAN (mencampur-adukkan) KEBENARAN (haq) dengan KEBATHILAN dan janganlah pula kalian SEMBUNYIKAN KEBENARAN itu padahal kalian mengetahuinya. Qs Al Baqarah: 42

Rasulullah Saw: Sesungguhnya kejujuran itu membawa pada kebaikan, dan kebaikan itu menuntun ke surga. Seseorang yang membiasakan jujur, hingga ia dicatat oleh Allah sebagai orqng yang jujur. Nabi Muhammad Saw -- HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Masud

KEJUJURAN Karakter Bangsa yang harus dijaga dan dibina dari generasi ke generasi.

Pemimpin Jujur Rakyat MakmurPemimpin Pendusta Rakyat Menderita

Tiap-tiap seorang yang Allah serahkan kepadanya (segolongan) rakyat untuk ia pimpin, lalu ia mati --di hari ia mati-- di dalam keadaan ia menipu rakyatnya, tidak lain (balasannya) kecuali Allah akan mengharamkan surga baginya. (Nabi Muhammad Saw -- HR Muttafaq alaih dari Maqil bin Yasar r.a).

3. SETIAKAWAN, Tolong-menolong DALAM KEBAJIKAN dan ketakwaan, BUKAN tolong-menolong DALAM BERBUAT JAHAT (kerusakan).

Right or wrong my country NO WAY !! Spirit of the corps dalam pengertian melindungi kawan satu institusi/kesatuan yang melakukan (tindak pidana) pelanggaran merusak sistem kesamaan warga negara di depan hukum.CHAUVINISTIS (bangsa yang mau benar/menang sendiri, merasa diri sebagai bangsa yang paling unggul)

Tolonglah saudaramu (sesama Muslim), baik yang berbuat zalim maupun yang dizalimi. Seorang bertanya, Ya Rasulullah, kami bisa menolong orang yang dizalimi, tetapi bagaimana caranya menolong orang yang sedang berbuat zalim?. Rasulullah Saw menjawab, Dengan cara mencegahnya berbuat zalim, maka itulah maksud dari menolong orang yang berbuat zalim. (Nabi Muhammad Saw -- HR. Bukhari)

Kehancuran orang-orang sebelum kalian (diakibatkan) karena jika pembesar-pembesar mencuri dibiarkan. Tapi jika orang lemah mencuri , mereka memotong tangannya. Demi Allah, sekiranya Fathimah anakku mencuri akan kupotong tangannya. Nabi Muhammad Saw -- Hadits Muttafaq alaih dari Aisyah r.a.

4. BERANI mengingatkan penguasa apabila sikap dan kebijakannya merugikan rakyat.

Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. QS. Ali Imran: 104

Seutama-utamanya jihad adalah menyatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zhalim.Nabi Muhammad

, , , Siapa saja yang menyaksikan kemunkaran, hendaklah dia mengubahnya dengan tangan (power, kekuasaan). Apabila tidak dapat, hendaklah mengubahnya dengan lisan (statement). Apabila tidak dapat juga, hendaklah mengubahnya dengan hati (tidak mengikuti arus kemunkaran). Yang demikian itu (yang trakhir) adalah selemah-lemah iman. Nabi Muhammad Saw -- HR Bukhari & Muslim dari Maqil bin Yasar

Katakanlah KEBENARAN itu walaupun pahit (apa pun resikonya)Nabi Muhammad Saw -- HR Ibnu Hibban

5. DISIPLIN, commited dengan commitment (menepati janji ).

Hai orang-orang yang beriman,penuhilah aqad-aqad itu. Qs Al Maidah: 1Orang-orang Islam itu terikat di sisi syaratnya (aqadnya).Nabi Muhammad Saw -- HR.Abu Dawud

Jangan obral janji, sekiranya tidak dapat menepatinya.

Katakan yang baik-baik atau (kalau tidak bisa) diam saja !Nabi Muhammad Saw

6. Pekerja keras dan ulet.Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Qs Al Jumuah: 10

Salah seorang dari kalian mengambil talinya dan pergi, lalu dia datang dengan memikul seikat kayu bakar untuk dijualnya, di mana dengannya Allah menjaga kehor-matannya dari meminta-minta, itu baik baginya dari pada dia mengemis pada manusia yang mungkin mereka memberinya atau menolaknya. Nabi Muhammad Saw -- HR Bukhari dari Zubair bin Awwam: 7. EMPATI dan PEDULI pada masalah masyarakat, bangsa, dan negaranya. memudahkan urusan orang lain menolong orang lain yang kesusahan

Siapa saja yang bangun di pagi hari dan perhatiannya kepada selain Alloh, maka ia tidak berurusan dengan Alloh. Dan siapa saja yang bangun di pagi hari dan tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka dia tidak termasuk golongan mereka (kaum Muslimin). Nabi Muhammad Saw -- HR Hakim dan Al Khatib

Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanyaNabi Muhammad Saw

Siapa yang memudahkan urusan saudaranya, maka Allah akan memudahkan urusannyaNabi Muhammad Saw

8. Risau bila saksikan kemunkaran (kejahatan) di sekitarnya tidak diam, acuh tak acuh.dengan tangan (kekuatan, kekuasaan)dengan lisan (pernyataan, unjuk rasa)dengan hati (berdoa, tidak ikut-ikutan)

9. Malu berbuat tercela acuannya ajaran agama budaya malu. omong kotor, berbuat tak senonoh; salah gunakan fasilitas negara; hindari perbuatan yang sia-sia; menipu dan membodohi rakyat; ramah dan sopan santun.

10. Mandiri, tegak dan percaya diri. Mandiri berani mengambil keputusan dilandasi pemahaman akan segala konsekuensi tindakannya. (Didi Suryadi, 2011) siap bertanggung jawab

11. RELA BERKORBAN (Jiwa, raga, harta) dalam membela Hak perjuangan mulia.Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Qs Al Anfal: 60

Aku menginginkan berperang di jalan Allah, lalu aku (mati) terbunuh, kemudian dihidupkan lagi, lalu mati (terbunuh) lagi,kemudian dihidupkan lagi .Nabi Muhammad Saw -- HR Bukhari:

KARAKTER BURUK HARUS DIUBAH sebelum NKRI hancur berkeping-keping !

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum (bangsa) sehingga bangsa itu sendiri mengubah nasib mereka.Qs. Ar Radu: 11

Tidaklah aku diutus melainkan untuk membangun (menyempurnakan) karakter (akhlak) mulia (Nabi Muhammad Saw)

Bagaimana Membangun Karakter Bangsa ?

Upaya Sistemik Dan Holistik Tidak dapat secara parsial-sektoral1. Penanaman aqidah Islam sejak dini (bagi yang muslim), bagi pemeluk agama lain sesuai dengan agamanya meyakini kebenaran agamanya. mulai dari rumah sebagai basis keluarga makanan halal bagi anak yang dikandung pendidikan dalam keluarga iklim kondusif bagi pembangunan karakter;

Pendidikan berorientasi pada pembinaan karakter bukan pencapaian materi dan individualistik. Intensifikasi pemahaman, penghayatan agama, dan implementasinya. Praktek dan keteladanan pendidik.Guru digugu ditiru, bukan sekedar transformasi ilmu pengetahuan, tetapi sikap (attitude) dan perilaku (behaviour).

Mengapa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan. Allah murka kepada orang-orang yang mengatakan apa-apa yang tidak dilakukannya.Qs Ash Shaf: 2

2. Keteladanan pemimpin bangsa (eksekutif, legislatif, yudikatif) masyarakat meniru pemimpinnya: Memimpin dengan kejujuran, tidak dengan kepalsuan dan dusta seperti acting artis sinetron tebar pesona dengan pencitraan yang berbeda dengan sebenarnya. Menjadi contoh dalam taat beragama dan hidup sederhana. Satunya kata dengan perbuatan. Katakan hitam itu hitam, dan putih itu putih. Bukan abu-abu !!! Berani dan tegas melawan kejahatan tidak cengeng, lebai ! mau menerima kehormatan tapi enggan menerima resiko.Pemimpin hanya takut kepada ALLAH

Tegar, percaya diri, berani dan cepat dalam mengambil keputusan. Tidak menyembunyikan kebenaran yang diketahuinya (Kalau menguntungkan disampaikan, kalau merugikan dirinya disembunyikan culas). Tidak tergoda iming-iming emas dan dolar (tidak materialistis, tidak matre). Concern (peduli) pada nasib rakyat benar-benar melayani masyarakat. Siap menerima kritik dan koreksi dari masyarakat bukan mengelak atau melemparkan kepada yang lain. 3. Optimalisasi fungsi dan peran masjid (rumah ibadah lainnya) sebagai pusat pembinaan masyarakat beragama secara totalitas (kaffah) urusan individu, keluarga, masyarakat, dan bangsa menjadi satu paket yang tidak terpisahkan Masjid bukan sekedar tempat shalat dan mengaji.

4. Peran media massa terutama elektronik dalam menghalau penetrasi budaya hedonis dan permisif: kebijakan negara sebagai kontrol terhadap tayangan yang tanpa nilai; negara itu instrumen untuk mengatur bagi kemaslahatan masyarakat. built in control penyelenggara media massa (cetak dan elektronik) dituntut kesadaran dan tanggung jawab, bukan asal mengikuti selera pasar. 5. Penegakan hukum tanpa pandang bulu:

pembenahan sistem hukum agar benar-benar mengayomi masyarakat sesuai dengan semangat dan jiwa Pembukaan UUD. redukasi aparat penegak hukum dan penindakan tegas terhadap aparat yang melanggarnya tidak melindungi sesama atas nama korps (penegak hukum) transparansi penegakan hukum memudahkan partisipasi masyarakat dalam melakukan kontrol. Presiden sekalipun kalau melanggar hukum harus ditindak !!

SEKIAN .... TERIMA KASIH