MENGHINDARI PERILAKU TERCELA

  • View
    494

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of MENGHINDARI PERILAKU TERCELA

MENGHINDARI PERILAKU TERCELA (AL AKHLAQUL MADZMUMAH) Oleh : Drs. Abd. Rohman TENTANG PERBUATAN DOSA BESAR

Dalam bab ini akan dijelaskan tentang pengertian dosa. Dalil Naqli berkenaan tentang perbuatan dosa besar, contoh perbuatan dosa dosar dan yang berhubungan dengan kerugian dosa besar, menghindari perbuatan dosa besar, serta penerapan sikap perilaku untuk menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari. TUJUAN MODUL : Siswa dapat : 1. Menjelaskan pengertian pengertian dosa. 2. Menjelaskan dalil naqli berkenaan perbuatan dosa besar 3. Menjelaskan contoh perbuatan dosa dosar dan yang berhubungan dengan kerugian dosa besar 4. Menjelaskan menghindari perbuatan dosa besar 5. Menerapkan sikap dan perilaku yang mencerminkan untuk menghindari perbuatan dosa besar dalam kehidupan sehari-hari Segala yang ada dalam modul ini dikerjakan secara mandiri dengan bantuan guru baik individu maupun kelompok. Bagaimana cara mempelajari modul ini ? Untuk mudahnya kita ikuti petunjuk belajar berikut ini : 1. Baca uraian materi pada tiap-tiap kegiatan dengan baik.

2. Kerjakan semua latihan dan tugas-tugas yang terdapat dalam modul 3. Setelah mengerjakan secara tuntas tanyakan kunci jawaban kepada guru 4. Catatlah bagian-bagian yang belum anda pahami kemudian diskusikan dengan teman anda atau tanyakan kepada guru atau oang yang dianggap mampu 5. Bila anda belum menguasai 75% dari kegiatan maka ulangi kembali langkah-langkah dengan seksama. Tadarus Q.S. Al Imraan : 135

Artinya : Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri[229], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Q.S. An Nisa {3} : 135) [229]. Yang dimaksud perbuatan keji (faahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. Menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharatnya hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil. Q.S. An Nisa : 31

Artinya : Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (Q.S. An Nisa {4} : 31) Q.S. An Nisa : 48

Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang

mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar (Q.S. An Nisa {4} : 48) Q.S. An Nisa : 2

Artinya : Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar. (Q.S. An Nisa {4} : 2) Q.S. Al Israa : 31

Artinya : Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (Q.S. An Nisa {17} : 31) [ A. DESKRIPSI Akhlak tercela semua perbuatan atau akhlak yang sangat tidak disukai. Allah mencela dan tidak menyukainya, orang lain juga tidak menyukainya, sebab perbuatan itu adalah termasuk perbuatan buruk. Orang beriman akan senantiasa selalu menghindarinya dan tidak akan melakukannya. Perilaku tercela yang akan kita pelajari yaitu tentang dosa besar. Dosa-dosa besar itu banyak sekali, ada yang menyebut 70 sampai dengan 90-an. Adapun contoh-contoh dosa-dosa besar, antara lain, syirik atau menyekutukan Allah, durhaka terhadap kedua orang tua, menjadi saksi palsu, membunuh, berzina, dan sebagainya. B. Perbuatan Dosa v Pengertian berbuat dosa Sebelum menguraikan dosa besar, terlebih dahulu dijelaskan pengertian dosa. Perbuatan dosa adalah perbuatan melanggar hukum agama (Islam) yang tercantum di dalam Al Quran dan Al Hadits. Sedangkan yang dimaksud dengan berbuat dosa adalah meninggalkan kewajiban atau melanggar larangan yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Menurut Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, yang dimaksud dengan dosa besar adalah dosa yang dilakukan dengan

sengaja dan berulang-ulang, di samping itu memang ada dosa yang sudah termasuk katagori dosa besar. Adapun tanda-tanda seseorang telah berbuat dosa adalah apabila perbuatan yang telah ia lakukan, terasa salah dalam hati, dan merasa tidak senang atau malu bila orang lain mengetahuinya. Seorang sahabat Nabi s.a.w. yang bernama Wabishah bin Mabad berkunjung ke kediaman Rasulullah s.a.w., lalu ia bertanya tentang kebaikan, maka Rasulullah s.a.w. balik bertanya : ( )

Engkau datang menanyakan apa itu kebaikan ? Benar, ya Rasulullah, Jawab Wabishah, Rasulullah bersabda, Minta fatwalah kepada hatimu, kebaikan adalah sesuatu yang menyebabkan ketenangan jiwa dan ketentraman hati, sedangkan dosa adalah yang mengacaukan hati dan membimbangkan dada, walaupun setelah orang lain memberi fatwa kepadamu. (H.R. Ahmad dan Turmudzi) Dalam riwayat hadits lainnya disebutkan :

Nawas Ibnu Sam'an Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tentang kebaikan dan kejahatan. Beliau bersabda: "Kebaikan ialah akhlak yang baik dan kejahatan ialah sesuatu yang tercetus di dadamu dan engkau tidak suka bila orang lain mengetahuinya." Riwayat Muslim. Ada beberapa istilah kata yang digunakan dalam Al Quran yang mengandung makna dosa, yaitu : 1. Al Itsmu ( 2. Adz Dzanbu ( 3. Al Khithu ( 4. As Sayyiat ( 5. Al Huub ( ) sejumlah 44 x, di antaranya dalam Q.S. {2} : 219 ) sejumlah 48 x, di antaranya dalam Q.S. {3} : 135 ) sejumlah 22 x, di antaranya dalam Q.S. {17} : 31 ) sejumlah 176 x, di antaranya dalam Q.S. {20} : 22 ) sejumlah 1 x, yang terdapat dalam Q.S. {4} : 2

Dari istilah kata tersebut bila diambil pengertian sebagai berikut : Al Itsmu ( ) artinya mengerjakan sesuatu yang tidak halal bagi agama, maksudnya tindakan yang menghambat terwujudnya kebaikan (pahala), karena membahayakan jasmani, jiwa, akal, harta benda (materi). Firman Allah Q.S. Al Baqarah : 219 ;

Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya." Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir. (Q.S. Al Baqarah {2} : 219) Adz Dzanbu ( ) artinya menyertai dan tidak dapat berpisah. Mengacu pada perbuatan dosa yang paling jelek, dosa kepada Allah s.w.t. dan manusia. Firman Allah Q.S. Ali Imran : 135 ;

Artinya : Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri[229], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Q.S. Al Imrn {3} : 135) [229]. Yang dimaksud perbuatan keji (faahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. Menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharatnya hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil. Al Khithu ( ) maksudnya melenceng dari yang sebenarnya. a. Niat mengerjakan yang salah, kemudian benar-benar dikerjakan kesalahan seperti ini dinamakan al khitut taam ( betul-betul salah). b. Niat mengerjakan sesuatu yang boleh dikerjakan tetapi yang dikerjakan justru sebaliknya, dengan kata lain, benar niatnya, tetapi tindakan salah. c. Niat mengerjakan yang tidak boleh dikerjakan, tetapi yang dilakukan sebaliknya, yaitu perbuatan yang boleh dilakukan. Yanh disebut ketiga ini, salah niatnya tetapi benar tindakannya. Dari sekian banyak ayat Al Quran yang mengandung kata dapat dipahami bahwa kata ini digunakan untuk menyebut dosa yang bervariasi, misalnya ; dosa kepada Allah, dan dosa kepada sesama manusia. Contoh ungkapan kata dalam ayat al Quran :

Artinya : Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (Q.S. Al Isr {17} : 31)

As Saiah (

/

)

Artinya : segala sesuatu yang dapat menyusahkan manusia, baik masalah keakhiratan, atau baik masalah keduniaan maupun masalah keahiratan, atau baik masalah yang terkait dengan kejiwaan atau jasmani, yang diakibatkan oleh hilangnya harta benda, kedudukan dan meninggalnya orangorang yang disayangi. Termasuk yang terkandung dari pengertian s atau as saiah antara lain perbuatan : - Perzinaan (Q.S. An Nisa {4} : 22) - Menjadikan syetan sebagai teman (Q.S. An Nisa {4} : 38) - Mengubur hidup-hidup anak perempuan seperti yang dilakukan masyarakat Jahiliyyah (Q.S. An Nisa {4} : 58 59) - Dosa kecil (Q.S. An Nisa {4} : 31) Salah satu ayat yang menjelaskan seperti yang tersebut pada Q.S. An Nisa {4} : 79 adalah ;

Artinya : Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (Q.S. An Nisa {4} : 79) Al Huub ( Nisa {4} : 2 ; ) senonim dengan kata . Firman Allah s.w.t. tentang huub pada Q.S. An

Artinya : Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar. Apakah yang mendorong seseorang melakukan dosa ? Pada dasarnya seseorang melakukan dosa karena ora