of 18/18
JURNAL SOSIOEDUKASI, VOLUME 7 NOMOR 1 2018 ISSN 25411-612X FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 1 MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI MELALUI PERMAINAN RING BALL FOCUS Ni Nyoman Karang Mulianti 1 ,I Wayan Muliyanto 2 Tenaga Pengajar Sekolah Ddasar Marsudi Rini Jembrana Dinas Sosial Kabupaten Jemberana [email protected] Abstrak Hakikat manusia sebagai mahluk sosial yang saling ketergantungan atau saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya, sejak dilahirkan manusia membutuhkan pergaulan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan- kebutuhan biologisnya, makanan, minuman, dan lain-lainnya. Setiap individu mempunyai kemampuan yang berbeda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Beberapa individu mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dengan cepat dan baik terhadap lingkungan barunya sehingga tidak akan mengalami hambatan dalam pergaulan, hal ini akan menumbuhkan rasa optimis dan positif yang dapat mendorong individu berbuat lebih banyak dan teliti sehingga kemungkinan berhasil akan diperolehnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik analisis data uji t atau t-test. Uji t ini adalah pengujian perbedaan rata-rata yang biasa dilakukan oleh peneliti yang bermaksud mengkaji efektivitas suatu perlakuan dalam mengubah suatu perilaku dengan cara membandingkan antara keadaan sebelum dengan keadaan sesudah perlakuan itu diberikan Kata kunci: penyesuaian, diri, focus PENDAHULUAN Manusia senantiasa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik, psikis, dan rohaniah. “Penyesuaian diri dapat diartikan luas, dan dapat berarti: mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan, tetapi juga: mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan) diri. Saat individu memasuki masa remaja terkadang individu mengalami berbagai masalah berkaitan dengan perubahan fisik, psikis, dan juga lingkungan sosial. Masa transisi ini dapat berakibat pada penyesuaian diri remaja dengan lingkungan yang baru. Remaja sebagai makhluk sosial juga dituntut dapat berinteraksi dengan orang lain dan sepanjang hidupnya diharuskan untuk dapat menyesuaikan diri karena kehidupan selalu mengalami perubahan. Proses penyesuaian diri merupakan salah

MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI MELALUI PERMAINAN …

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI MELALUI PERMAINAN …

FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 1
MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI MELALUI PERMAINAN
RING BALL FOCUS
2
Dinas Sosial Kabupaten Jemberana
saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya, sejak dilahirkan manusia
membutuhkan pergaulan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan-
kebutuhan biologisnya, makanan, minuman, dan lain-lainnya. Setiap individu
mempunyai kemampuan yang berbeda untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungannya. Beberapa individu mempunyai kemampuan menyesuaikan diri
dengan cepat dan baik terhadap lingkungan barunya sehingga tidak akan
mengalami hambatan dalam pergaulan, hal ini akan menumbuhkan rasa optimis
dan positif yang dapat mendorong individu berbuat lebih banyak dan teliti
sehingga kemungkinan berhasil akan diperolehnya. Teknik analisis data yang
digunakan adalah dengan menggunakan teknik analisis data uji t atau t-test. Uji t
ini adalah pengujian perbedaan rata-rata yang biasa dilakukan oleh peneliti yang
bermaksud mengkaji efektivitas suatu perlakuan dalam mengubah suatu perilaku
dengan cara membandingkan antara keadaan sebelum dengan keadaan sesudah
perlakuan itu diberikan
PENDAHULUAN
mengubah diri sesuai dengan
keadaan lingkungan, tetapi juga:
mengubah lingkungan sesuai dengan
keadaan (keinginan) diri. Saat
individu memasuki masa remaja
dapat berakibat pada penyesuaian
juga dituntut dapat berinteraksi
hidupnya diharuskan untuk dapat
menyesuaikan diri karena kehidupan
selalu mengalami perubahan. Proses
penyesuaian diri merupakan salah
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 2
satu tugas perkembangan yang harus
dilalui oleh remaja.
Kemampuan remaja dalam
melakukan penyesuaian dengan
lingkungan keluarga, dan proses
beberapa remaja mengalami masalah
dengan penyesuaian diri. Pada
melakukan penyesuaian diri terhadap
(2013:65) berpendapat bahwa remaja
dapat mencapai kepuasan terhadap
2006:40), merupakan suatu proses
individu berada. Menurut Schneiders
perkembangannya, kualitas dari
penyesuaian diri berubah-ubah
keadaan satu dengan yang lain dalam
rangka untuk mencapai tujuan
berbagai masalahnya tergantung
bagaimana remaja mempergunakan
Dalam penelitian ini subyek
penelitiannya adalah kelas VII,
berdasarkan hasil wawancara peneliti
siswa kelas VII yang berjumlah 8
kelas diketahui secara keseluruhan
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 3
setiap kelas terdapat beberapa siswa
yang mengalami penyesuaian diri
rendah. Dalam proses kegiatan
diri pribadi maupun dengan
lingkungan sosialnya di sekolah.
Indikasi dalam ketidak mampuan
sekolah. Selain itu siswa juga sering
datang terlambat ke sekolah, tidak
mengerjakan tugas-tugas yang
juga ada beberapa siswa yang
cenderung memperlihatkan gejala
ini merupakan bentuk-bentuk
SMP Negeri 2 Genteng terkait
peningkatan penyesuaian diri di
pemberian layananan bimbingan dan
konseling tidak berjalan dengan
khusus untuk melakukan bimbingan
siswa, sehingga permasalahan yang
baik.
kehidupan manusia yang harus
satunya dilakukan dengan bimbingan
sekelompok orang dengan
memanfaatkan dinamika kelompok.
dibicarakan itu semua bermanfaat
(Prayitno, 1995:178).
terapeutik (yaitu bimbingan dan
pemecahan masalah). Sedangkan
teknik-teknik dalam bimbingan
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 4
adalah sama. Perbedaanya hanya
dinamika kelompok pada bimbingan
secara kognitif, afektif, dan
berada dalam proses mempelajari
keterampilan dan pengetahuan baru
2009:171). Permainan adalah suatu
lain dengan dikenal sejumlah
tergolong dalam jenis permainan
kerjasama (teamwork). Permainan ini
dan ada yang kalah. Permainan ini
terdiri dari 6-10 orang dengan
adanya interaksi dan saling
koordinasi di antara anggota
kelompok yang bertujuan untuk
hanya memberikan materi saja, tetapi
materi game yang disesuaikan untuk
meningkatkan penyesuaian diri siswa
dengan tambahan inovasi pada
pemberian materi tambahan. Karena
penyesuaian diri merupakan salah
mampu menyesuaikan diri dengan
baik sehingga dibutuhkan teknik
yang menjadi fokus dalam penelitian,
yaitu seberapa besar efektitas teknik
permainan (ring ball focus) dalam
bimbingan kelompok untuk
yang terbagi menjadi:
2 Genteng sebelum menggunakan
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 5
teknik permainan (ring ball focus)
dalam bimbingan kelompok?
Negeri 2 Genteng setelah
kelompok?
bimbingan kelompok dalam
meningkatkan penyesuaian diri
Bimbingan kelompok adalah suatu
kegiatan yang dilakukan oleh
dibicarakan itu semua bermanfaat
(Prayitno, 1995:178).
Teknik-teknik Permainan
secara kognitif, afektif, dan
berada dalam proses mempelajari
keterampilan dan pengetahuan baru
2009). Permainan adalah suatu
lain dengan dikenal sejumlah
2010:5) individu dalam bermain
cenderung memiliki toleransi frustasi
menerima batasan-batasan dalam
berperilaku, bagaimana kesabaran
siap menerima kekalahan.
a. Jenis-jenis Permainan
Khateleen Stassen Berger
menjelaskan bahwa kegiatan bermain
pada seorang anak dibedakan
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 6
1. Sensory Motor Play
Pada sensory motor play,
sekolah. Pada saat bayi,
misalnya pada saat bermain
bentuk dari platisin, playdugh
Bentuk permainan rough and
sperti pergelutan, bergulingan,
saling dorong, pura-pura
menjegal atau pura-pura
bermain.
dikenal sebagai tokoh kognitif,
menyebutkan bahwa dari fungsi
bermain adalah: (1) menciptakan
Zone of Proximal Development
menghubungkan antara kemampuan
mengembanggkan penguasaan diri.
kegiatan permainan dalam
focus merupakan permainan team
bekerjasama dalam mengatasi suatu
permainan, yaitu:
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 7
1. Pra Permainan ring ball focus
Sebelum berlangsungnya
dicapai dari permainan.
dipakai (untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada daftar
besi berbentuk lingkaran,
pipa paralon berdiameter
akan dipakai
melakukan permainan
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 8
tengah ring dengan
siap, guru bimbingan dan
masing-masing
Ketika sedang berlangsung
peserta
setiap anggota akan lebih
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 9
layanan kegiatan Bimbingan dan
Japar, 2013:161) adalah perilaku
orang yang dapat berinteraksi
kenyataan. Senada dengan pendapat
2007:34) mendefinisikan
Individu yang memiliki penyesuaian
hubungan dengan cara yang
sekitarnya karena persepsi
merupakan rangkaian peristiwa
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 10
d) Kemampuan. Perkembangan
aspek, yaitu: kognitif, afektif
maupun psikomotor. Ketiga aspek
maka peneliti mengajukan hipotesis
focus) dalam bimbingan kelompok
sangat efektif digunakan untuk
meningkatkan penyesuaian diri siswa
2015/2016”.
pendekatan analisisnya, penelitian
penelitian yaitu penelitian kualitatif
dan penelitian kuantitatif” (Azwar,
2007:5). Penelitian ini termasuk
dalam penelitian kuantitatif karena
hubungan sebab akibat (hubungan
sengaja ditimbulkan oleh peneliti
(Arikunto, 2006:3). Eksperimen
suatu perlakuan. Dalam penelitian
eksperimen ini, perlakuan yang
diberikan berupa pemberian teknik
bimbingan kelompok yang bertujuan
untuk meningkatkan penyesuaian diri
siswa dilingkungan sekolah. Dengan
tujuan untuk mengetahui seberapa
besar efektivitas teknik permainan
dalam bimbingan kelompok yang
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 11
penyesuaian diri siswa di lingkungan
sekolah.
t atau t-test. Uji t ini adalah
pengujian perbedaan rata-rata yang
bermaksud mengkaji efektivitas
masing-masing kelas, mereka
peneliti tertarik untuk segera
mampu mengenali konsekuensi dari
sesuai dengan konsekuensi tersebut,
mampu menerima kegagalan yang
positif dan mampu menilai orang lain
secara positif, mampu
mengekspresikan perasaan dengan
dengan baik, mampu membentuk
hubungan dengan orang lain.
Hasil dari analisis data
membandingkan antara kelompok
kontrol dengan kelompok
eksperimen setelah diberikan
perlakuan, dengan menggunakan
Uji t ini adalah pengujian perbedaan
rata-rata yang biasa dilakukan oleh
peneliti yang bermaksud mengkaji
efektivitas suatu perlakuan dalam
mengubah suatu perilaku dengan
cara membandingkan antara keadaan
sebelum dengan keadaan sesudah
perlakuan itu diberikan (Furgon,
2009:174 dalam Ainur Rosidah
2013). Kriteria dasar pengambilan
keputusannya adalah : 1) Jika
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 12
diterima; dan 2) Jika <
dalam bimbingan kelompok
0,95) = 0,05. Proses perhitungan
for windows.
Tabel 8. Hasil Pengujian Efektivitas Teknik Permainan Ring Ball Focus
Terhadap Penyesuaian Diri Siswa Per Aspek
Aspek Kelas N X SD Sig
(2-tailed)
Kontrol 12 43.27 3,60
Kontrol 12 38.69 3,22
Kontrol 12 40.22 3,35
Kontrol 12 38.23 3,16
Kontrol 12 42.57 3.54
Keterangan: Apabila nilai Sig.(2-tailed) < a maka signifikan, dan apabila nilai
Sig.(2-tailed) > a maka tidak signifikan
.
dengan pemberian treatment atau
pemberian perlakuan berupa teknik
tersebut dikatakan signifikan karena
0,05. Sehingga dapat disimpulkan
pada siswa karena pemberian
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 13
treatment teknik permainan ring ball
focus dalam bimbingan kelompok.
pemberian treatment berupa teknik
permainan ring ball focus
dengan demikian layanan Bimbingan
dan Konseling dengan menggunakan
dalam bimbingan dan kelompok
sekolah. Teknik permainan dalam
bimbingan dan konseling kelompok
adalah sebuah wahana dalam
kecakapan berinteraksi sosial dengan
teman-teman baru.
bimbingan kelompok diduga sangat
berada dalam tingkat penyesuaian
mengadakan hubungan dengan orang
ball focus) dalam bimbingan
kelompok, siswa diahadapkan pada
saling berinteraksi, bekerjasama
ditetapkan. Sehingga dinamika
bimbingan kelompok untuk
dalam lingkungan sekolah.
Perubahan perilaku dalam
pendiam, dan sering mengasingkan
mengendalikan emosi. Perubahan
dan melatih untuk ketrampilan-
mendukung siswa mengembangkan
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 14
dalam penelitian yang dilakukan.
Dengan ditunjukkan hasil perolehan
sesudah diberikan treatment berupa
kelas eksperimen maupun kelas
kontrol terjadi peningkatan yang
Perubahan tersebut terjadi secara
yang tepat terhadap realita dan aspek
memiliki hubungan interpersonal
menjadi tinggi. Dengan demikian
teknik permainan dalam bimbingan
meningkatkan penyesuaian diri siswa
secara keseluruhan dengan adanya
perubahan tingkat penyesuaian diri
remaja merupakan masa dimana
kelompok sebayanya sehingga
banyak menghabiskan waktunya
pendapat Hurlock (1980:142)
remaja awal adalah memiki
ketrampilan sosial salah satunya
adalah masa berkelompok yang
luas dimana pengaruh teman-teman
dan lingkungan sosial sangat
diperoleh ini mengindikasikan bahwa
dapat melakukan proses penyesuaian
dengan kemampuan siswa
berkomunikasi dengan teman-teman
dapat memahami adanya perubahan
lingkungan di sekolah dasar.
tentang efektivitas teknik permainan
genap tahun pelajaran 2015/2016,
bahwa terdapat peningkatan yang
signifikan maka diperoleh simpulan
serta rekomendasi yang dapat
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 15
meningkatkan penyesuaian diri siswa
SMP Negeri 2 Genteng berada dalam
kategori sedang, dalam kelima aspek
penyesuaian diri baik dari aspek
persepsi yang tepat terhadap realita,
kemampuan mengatasi stress dan
kecemasan, gambaran diri yang
meningkatkan penyesuaian diri siswa
kelompok diperlukan untuk
peneliti menggunakan teknik
dapat termotivasi melalui suasana
kelompok sehingga dapat meperkuat
bimbingan kelompok merupakan
tetapi dengan tugas masing-masing
langsung mempengaruhi pekerjaan
memerlukan peningkatan
Sehingga siswa mampu
meningkatkan penyesuaian dirinya
dengan baik. Peningkatan
dalam bimbingan kelompok untuk
meningkatkan penyesuaian diri siswa
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 16
penggunaan teknik permainan ring
ball focus dalam bimbingan
kelompok dapat dapat digunakan
secara efektif terbukti dengan
peningkatan yang signifikan dari
kelima aspek tersebut, sehingga
teknik permainan dalam bimbingan
Genteng Banyuwangi tahun
yang menunjang suatu
lebih memanfaatkan sarana dan
khususnya program layanan
berjalan dengan optimal. Khususnya
dalam rangka pemberian bantuan
kepada peserta didik tentang
penggunaan teknik permainan utuk
meningkatkan penyesuaian diri siswa
Konseling
kelompok untuk meningkatkan
pendidikan khususnya bagi siswa
baru, dikarenakan penyesuaian diri
peralihan masa anak-anak menuju
bagi Guru BK supaya lebih inovatif
dan kreatif dalam penggunaan
layanan bimbingan dan kelompok
lapangan dalam rangka proses
Karena permainan merupakan
lebih mengutamakan kreatifitas,
yang menyenangkan sehingga dapat
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Bagi peneliti selanjutnya yang
ingin melakukan penelitian terkait
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 17
serta sasaran yang tepat untuk lebih
menggunakan teknik permainan yang
lebih berfariasi disesuaikan dengan
lapangan, memperluas sampel serta
peningkatan penyesuaian diri siswa
khususnya di lingkungan sekolah.
Berdasarkan kesimpulan
terbuka saat mengalami
guru pembimbing maupun wali
hati untuk membantu. Juga
kesalahan yang dilakukan
sebelumnya untuk membuat
berhati-hati dalam membuat
keputusan demi tercapainya
perkembangan optimal siswa
memiliki motivasi berprestasi
sekolah kemampuan mengatasi
baik tanpa terbebani masalah
yang akan berujung pada
tindakan yang negatif. Jadi
penting bagi sekolah menjaga
FKIP Universitas PGRI Banyuwangi 18
orang yang ada dikeluarganya,
jadi bila menginginkan anak-
anaknya untuk menjadi orang
dengan pribadi yang baik
Achievement. London :
Dasar-dasar Bimbingan dan
Konseling. Jakarta : Rineka
Bimbingan dan Konseling di