Click here to load reader

Mioma Uteri Preskas

  • View
    250

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Preskas

Text of Mioma Uteri Preskas

ANAMNESA

Data Umum Tgl Masuk RS: 05-08-2015Jam Masuk RS: 10.00 WIBNama Pasien: Ny.IUmur : 45 TahunPendidikan: SDPekerjaan: Ibu Rumah TanggaNama Suami: Tn. SUmur Suami: AlmarhumPendidikan Suami: SDPekerjaan Suami: Buruh

Keluhan UtamaPendarahanAnamnesa KhususP5A0 membawa rujukan dari poli Obsgyn untuk jadwal operasi mioma uteri sejak 10 bulan yang lalu.Pasien mengalami perdarahan sejak 10 bulan yang lalu dan telah dijadwalkan operasi pada Agustus 2015. Pasien rutin kontrol perdarahan tiap bulan.Anamnesa Umum (Riwayat Kesehatan Sekarang)P5AoRutin kontrol pendarahan setiap bulan di Poli ObsgynAnamnesa TambahanRiwayat Kesehatan Lalu: Asma (-), Alergi (-), Hipertensi (-), Diabetes (-)Riwayat Kesehatan Keluarga: Asma (-), Alergi (-), Hipertensi (-), Diabetes (-)Riwayat Haid Menarche: 15 tahun Siklus : Tidak Teratur Lamanya : 10-15 hariMenikah kedua kali, lama menikah 29 tahun.Riwayat Kehamilan dan Persalinan LaluKehamilanKeTempatPenolongUsia KehamilanCara PersalinanBB LahirJenis KelaminUsiaKeadaan Hidup/Mati

IIIIII(Gemeli)IVVRumahRumahRumah

RumahRumahParajiParajiParaji

ParajiParajiAtermAtermAterm

AtermAterm SpontanSpontanSpontan

SpontanSpontan 300025001500150035003500PPLLLP10 Menit

27 Tahun

5 Menit

5 Menit21 Tahun

19 Tahun

M

H

M

MH

H

DIAGNOSIS SAAT DATANGMioma UteriRENCANA PENANGANAN Infus RL 500 cc 20 gtt/menit Observasi KU, TTV, Pendarahan Rencana Histerektomi TotalisDIAGNOSIS PRA-BEDAH :Mioma UteriLAPORAN OPERASI Dimulai operasi. Jenis operasi Histerektomi totalis Dilakukan a/antiseptik abdomen dan sekitarnya, dilakukan insisi mediana inferior sepanjang kurang lebih 10 sm (yang diperluas secara indiferen) Setelah peritoneum dibuka tampak uterus membesar sesuai gravida 18-19minggu, permukaan rata. Ditemukan massa. Kesan : Mioma Uteri Dipasang kassa perut untuk melindungi usus dan retraktor abdomen Ligamentum rotundum kanan dan kiri diklem, dipotong, dan diikat Plika vesikouterina diidentifikasi kemudian disayat konkaf ke arah ligamentum propium kiri dan kanan, dibuat jendela pada bagian avaskular Ligamentum infundibulopelvikum kiri dan kanan diklem, dipotong, dan diikat. Arteri uterina diidentifikasi, kemudian diklem, dipotong dan diikat dengan double ligasi kiri dan kanan. Dibuat cuff dengan setinggi batas arteri uterina dancuff belakang setinggi 1 cm diatas ligamentum sakrouterina. Ligamentum kardinal, ligamentum sakrouterina diklem, dipotong, dan diikat kiri dan kanan di dalam cuff. Portio diidentifikasi, kemudian dengan 2 buah klem bengkok puncak vagina disayat sehingga uterus dapat diangkat seluruhnya. Puncak vagina dijahit satu satu dengan mengikutsertakan ligamentum sakrouterina, ligamentum kardinal kiri dan kanan pada kedua ujung ujungnya. Perdarahan dirawat. Setelah yakin tidak ada perdarahan lagi, cuff depan dan belakang dijahit satu-satu. Rongga abdomen dibersihkan dari darah dan bekuan darah. Dilakukan pembilasan rongga abdomen dengan NaCl 0,9%. Kassa perut diangkat. Luka operasi dijahit lapis demi lapis Perdarahan selama operasi : kurang lebih 400 cc Diuresis selama operasi : kurang lebih 200 cc Massatumor dibelah di luar, tampak kumparan putih berukuran 5 x 3 xm di miometrium. Kesan: mioma uteri intramuralDIAGNOSIS PASCA BEDAHMioma uteri intramural post histerektomi totalis.PENGOBATAN PASCA BEDAH Observasi KU, TTV, Pendarahan, setiap 15 menit sekali Cefotaksim 2 x 1 gr inj Metronidazol 3 x 500 gr IV Kaltrophen Supp 2x1 Puasa s/d BU +

FOLLOW UPTanggal/ JamCatatanInstruksi

7-08-2015POD IS/ Mual MuntahO/ KU: CM TD: 120/80 N: 72x/mnit R: 20x/ mnit S: 36Mata: KA (-/-) SI (-/-)Abdomen: datar lembut, DM (-) NT (-) nyeri luka (+) PS/PP (-/-)TFU: Tidak terabaBU: (+)LO: Tertutup VerbandBAB/ BAK: -/+A/ Mioma uteri intramural post histerektomi totalis.P/ - Cefotaxim 2x1 gr Metronidazole 3x500 mg Kaltrofen 2x100 mg sup Mobilisasi Test feeding

8-07-2015POD IIS/ -O/ KU: CM TD: 120/80 N: 80x/mnit R: 20x/ mnit S: 36Mata: KA (-/-) SI (-/-)Abdomen: datar lembut, DM (-) NT (-) nyeri luka (+) PS/PP (-/-)TFU: Tidak terabaBU: (+)LO: Tertutup VerbandBAB/ BAK: -/+A/ Mioma uteri intramural post histerektomi totalis.P/ - Cefotaxim 2x1 gr Metronidazole 3x500 mg Kaltrofen 2x100 mg sup Mobilisasi

9-07-2015

POD IIIS/ -O/ KU: CM TD: 120/80 N: 80x/mnit R: 20x/ mnit S: 36Mata: KA (-/-) SI (-/-)Abdomen: datar lembut, DM (-) NT (-) nyeri luka (+) PS/PP (-/-)TFU: Tidak terabaBU: (+)LO: KeringBAB/ BAK: -/+A/ Mioma uteri intramural post histerektomi totalis.P/ - Cefadroxcyl 2 x 500 mg Metronidazole 3x500 mg Asam Mefenamat 3 x 500 mg BLPL

PERMASALAHAN1. Apakah diagnosis dan prosedur diagnostik pasien pada kasus ini sudah benar ?1. Apakah tindakan yang dilakukan pada pasien ini sudah benar ?1. Bagaimana prognosis pasien ini ?

PEMBAHASAN KASUS1. APAKAH DIAGNOSIS DAN PROSEDUR DIAGNOSTIK PADA KASUS INI SUDAH BENAR? Mioma uteri adalah tumor jinak miometrium uterus dengan konsistensi padat kenyal, batas jelas, mempunyai pseudo kapsul, tidak nyeri, bisa soliter atau multipel. Tumor ini juga dikenal dengan istilah fibromioma uteri, leiomioma uteri, atau uterine fibroid. Diperkirakan insiden mioma uteri sekitar 20 30% dari seluruh wanita. Di Indonesia mioma uteri ditemukan pada 2,39 11,7% pada semua penderita ginekologi yang dirawat. Wanita yang sering melahirkan akan lebih sedikit kemungkinan untuk berkembangnya mioma ini dibandingkan dengan wanita yang tak pernah hamil atau hanya satu kali hamil. Statistik menunjukkan 60% mioma uteri berkembang pada wanita yang tak pernah hamil atau hanya hamil satu kali. Prevalensi meningkat apabila ditemukan riwayat keluarga, ras, kegemukan dan nullipara

A. ETIOLOGISampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga merupakan penyakit multifaktorial. Dipercayai bahwa mioma merupakan sebuah tumor monoklonal yang dihasilkan dari mutasi somatik dan sebuah sel neoplastik tunggal. Faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumor disamping faktor predisposisi genetik adalah estrogen, progesteron dan human growth hormon. 1. EstrogenMioma uteri dijumpai setelah menarke. Seringkali terdapat petumbuhan tumor yang cepat selama kehamilan dan terapi estrogen eksogen. Mioma uteri akan mengecil pada saat menopouse dan pengangkatan ovarium. Mioma uteri banyak ditemukan bersamaan dengan anovulasi ovarium dan wanita dengan sterilitas., 17B hidroxydesidrogenase: enzim ini mengubah estradiol menjadi estron. Aktivitas enzim ini berkurang pada jaringan miomatous, yang jugamempunyai jumlah reseptor estrogen yang lebih banyak daripada miometrium normal.

1. ProgesteronProgesteron merupakan antagonis natural dari estrogen. Progesteron menghambat pertumbuhan tumor dengan dua cara yaitu : mengaktifkan 17B hidroxydesidrogenase dan menurunkan jumlah reseptor estrogen pada tumor.

1. Hormon PertumbuhanHormon pertumbuhan menurun selama kehamilan, tetapi hormon yang mempunyai struktur dan aktivitas biologik serupa yaitu HPL, terlihat pada periode ini, memberi kesan bahwa pertumbuhan yang cepat dari leimioma selama kehamilan mungkin merupakan hasil dari aksi sinergistik antara HPL dan estrogen.Ada beberapa faktor yang diduga kuat sebagai faktor predisposisi terjadinya mioma uteri, yaitu :1. Umur : mioma uteri jarang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun, ditemukan sekitar 10% pada wanita berusia lebih dari 40 tahun. Tumor ini paling sering memberikan gejala klinis antara 35-45 tahun.1. Paritas : lebih sering terjadi pada nullipara atau pada wanita yang relatif infertil, tetapi sampai saat ini belum diketahui apakah infertil menyebabkan mioma uteri atau sebaliknya mioma uteri yang menyebabkan infertil, atau apakah kedua keadaan ini saling mempengaruhi. 1. Faktor ras dan genetik : pada wanita ras tertentu, khususnya wanita berkulit hitam, angka kejadiaan mioma uteri tinggi. Terlepas dari faktor ras, kejadian tumor ini tinggi pada wanita dengan riwayat keluarga ada yang menderita mioma. 1. Fungsi ovarium : diperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan mioma, dimana mioma uteri muncul setelah menarke, berkembang setelah kehamilan dan mengalami regresi setelah menopause.Pembahasan Faktor predisposisi pada pasien tersebut kemungkinan karena umur pasien 45 tahun dimana tumor ini paling sering memberikan gejala klinis antara 35-45 tahun. Riwayat belum memiliki anak tidak dirasakan ibu, tetapi sampai saat ini belum diketahui apakah infertil menyebabkan mioma uteri atau sebaliknya mioma uteri yang menyebabkan infertil, atau apakah kedua keadaan ini saling mempengaruhi. Diperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan mioma, dimana mioma uteri muncul setelah menarke, berkembang setelah kehamilan dan mengalami regresi setelah menopause.

B. KLASIFIKASI Klasifikasi mioma dapat berdasarkan lokasi dan lapisan uterus yang terkena 1. Lokasi Cervical (2,6%), umumnya tumbuh ke arah vagina menyebabkan infeksi. Isthmica (7,2%), lebih sering menyebabkan nyeri dan gangguan traktus urinarius. Corporal (91%), merupakan lokasi paling lazim, dan seringkali tanpa gejala.

Secara makroskopik , fibroid atau myoma berbentuk bulat atau oval, dengan konsistensi kenyal dan gambaran khas seperti konde. Myoma ini dapat tunggal, tapi lebih sering berkelompok dalam ukuran dan letak yang berbeda.

Gambar 1, Klasifikasi Mioma Uteri

2. Lapisan Uterus Mioma uteri pada daerah korpus, sesuai dengan lokasi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu : 1. Mioma Uteri Submukosa Mioma submukosa dapat tumbuh bertangkai menjadi polip, kemudian dilahirkan melalui saluran serviks disebut mioma geburt. Hal ini dapaat menyebabkan dismenore, namun ketika telah dikeluarkan dari serviks dan menjadi nekrotik, akan memberikan gejala pelepasan darah yang tidak regular dan dapat disalaha