Modul Praktikum Avertebrata Air

  • Published on
    17-Feb-2016

  • View
    252

  • Download
    191

Embed Size (px)

DESCRIPTION

modul bagus buat yang mau belajar/ sekedar copas. Mantap pokoknya. Saling berbagi aja bro. modul bagus buat yang mau belajar/ sekedar copas. Mantap pokoknya. Saling berbagi aja bro.

Transcript

<p>MODUL PRAKTIKUM AVERTEBRATA AIR</p> <p>PRODI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRANFAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANANUNIVERSITAS UDAYANA2015</p> <p>Kata PengantarModul praktikum Avertebrata Air ini disusun untuk menunjang kegiatan praktikum mata kuliah avertebrata air yang ditempuh oleh mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Kelautan Dan Perikanan Universitas Udayana pada semester 3. Praktikum ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keahlian mahasiswa dalam mengidentifikasi avertebrata air dan ciri-ciri morfologi sehingga mampu mengklasifikasikan hewan tersebut serta mengetahui peranannya di dalam ekosistem perairan.Untuk dapat mencapai tujuan dari praktikum tersebut, pelaksanaan praktikum avertebrata air dilaksanakan di laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan. Kegiatan praktikum ini meliputi pengamatan morfologi dan menggambarkan ciri-ciri morfologi specimen serta mengklasifikasikan specimen.Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul praktikum ini. Kritik dan saran yang membangun sangat dihargai demi perbaikan lebih lanjut. Semoga panduan ini dapat bermanfaat bagi praktikan serta bagi mahasiswa yang memerlukannya. </p> <p>Jimbaran, 20 November 2014Penyusun </p> <p>Tim Asisten Praktikum</p> <p>TATA TERTIB PRAKTIKUM AVERTEBRATA AIR</p> <p>1. Praktikan wajib datang 18 menit sebelum praktikum dimulai.2. Praktikan wajib menggunakan jas lab saat praktikum.3. Praktikan dapat membawa masker dan sarung tangan saat praktikum.4. Praktikan wajib menggunakan kemeja (baju berkerah) dan sepatu.5. Praktikan wajib membawa buku panduan praktikum.6. Praktikan wajib membawa laporan yang sudah di acc oleh asisten dosen masing-masing kelompok.7. Pada saat praktikum setiap kelompok hanya di perbolehkan membawa 1 kamera untuk dokumentasi praktikum.8. Pada saat mulai berjalannya praktikum praktikan maupun asisten dosen masuk dengan tertib dan tidak makan, minum dan merokok .9. Praktikan wajib merapikan, membersihka dan mengembalikan alat dengan keadaan utuh yang sudah digunakan pada saat praktikum .10. Praktikan bertanggung jawab atas kerusakan alat praktikum avertebrata.11. Praktikan diharapkan konsultasi dengan asisten dosen masing-masing pada setiap praktikum12. Tidak ada praktikum susulan.</p> <p>PHYLLUM COELENTERATASecara umum Coelenterata atau sering disebut juga Cnidaria adalah hewan berbentuk karang, menyerupai bunga mawar, dan hewan yang melayang-layang di laut sebagai parasut seukuran mangkung/piring. Filum Coelenterataadalah kelompok hewan yang berongga yang tidak bertulang belakang NamaCoelenteratadiambil dari bahasaYunani yaitu coeleon berarti berongga. Coelenteratahanya mempunyai rongga sentral yang disebut coelenteron atau rongga gastrovaskuler, yaitu tempat terjadinya pencernaan dan pengedaran sari-sari makanan. Filum coelenteratahanya memiliki tiga kelas yaitu Hydrozoa (HydradanObelia), Schypozoa (Aureliasp.) dan kelas Anthozoa (Anemonlaut, koralbatu, koralkapur, dan metridium marginatum) (SakrinaldanSinta, 2009) 10.000 spesiesdari filum Coelenterata ini. (Romimohtarto, K dan Juwana Sri. 2009)Bentuk tubuh Coelenterata terdapat dua jenis yaitu polip dan medusa. Polip adalah binatang berbentuk tabung pendek yang ujungnya tertutup dan ditengah salah satu ujungnya terletak mulut yang dikelilingi oleh tentakel. Hidupnya sendiri (soliter) dan ada yang berkoloni. Contoh polip tunggal anemone laut, sedangkan polip berkoloni adalah koral. Medusa adalah binatang perenang bebas. Mulut medusa terletak ditengah bagian bawah tubuhnya yang cekung. Berenang dengan mengembangkempiskan otot pinggir tubuhnya secara berirama sehingga air didalam cekungan tubuhnya tersembur keluar dan mendorongnya maju. Contohnya adalah ubur-ubur. (Modul Averebrata Air, 2014)</p> <p> Gambar 1. Polip Gambar 2. Medusamemiliki dua tipe pertumbuhan yaitu hydroriza (pertumbuhan polipnya satu-satu tanpa cabang) dan hydrocauli (pertumbuhan polip diikuti dengan percabangan dari polip itu)Dari berbagai macam spesies filum coelenterate aini, yang kami ambil sebagai sampel identifikasi pada saat paktikum Averterata Air adalah dari kelas:a. Anthozoa = AcroporaspAnthozoa atau binatang bunga ini merupakan golongan coelenterata yang terbesar.Binatang ini memunyai polip tapi tidak memiliki medusa. Anthozoa dewasa melekatkan diri pada obyek yang ada didasar laut, sementara larvanya berenang bebas. Kelas Anthozoa ada beberapa yang hidup dengan menyendiri (soliter) dan juga tidak sedikit yang hidupnya secara berkelompok. Terbagi menjadi tiga bagian yaitu pedal disc (bagian kaki), kolumna (bagian batang tubuh) dan oral disc. (Modul Averebrata Air, 2014)KlasifikasiKingdom: AnimaliaPhylum: CoelenterataKelas: AnthozoaOrdo: MadreporariaFamily: AcroporidaeGenus: AcroporaSpesies: Acropora sp Karang (Corolum sp)Kingdom: AnimaliaPhylum: CoelenterataKelas: AnthozoaOrdo: OctocoraliaFamily: GorganaceaGenus: CorganaSpesies: Corolum sp. (Suwignyo,1989)</p> <p>b. Kelas Scyphozoa = Aurelia spHewan ini dikenal sebagai ubur-ubur (soliter) Bergerak lamban dan tidak mampu melawan arus kuat. Hewan ini sering di golongkan per definisi. Bentuk tubuhnya fase dewasa adalah medusa, walaupun kerap kali ada tahap polyp pada perkembangannya.</p> <p>Klasifikasi (Suwignyo,1989)Kingdom: AnimaliaPhylum: CoelenterataKelas: ScyphozoaOrdo: SamestomeaeFamily: AurelidaeGenus: AureliaSpesies: Aurelia sp.c. HydrozoaDalam praktikum avertebrata air kali ini, kami memakai sampel spesies identifikasi berikut ini:Klasifikasi (Suwignyo,1989)Kingdom : AnimaliaFilum : CoelenterataKelas : HydrozoaOrdo : HydroidaGenus : ObeliaSpesies : Obelia spPeranan coelenterata bagi manusia dan ekosistem: Sumber makanan, ex. Aurelia sp. Hiasan dalam akuarium Membentuk terumbu karang, untuk pariwisata dan habitat berbagai macam ikan</p> <p>Daftar Pustaka(Romimohtarto, K dan Juwana Sri. 2009. Ilmu Pengetahuan Tentang Biologi Laut Djambatan. Jakarta)Suwignyo. 1989. Avertebrata Air. Bogor: Lembaga Sumberdaya dan Informasi. IPB</p> <p>PHYLLUM ANNELIDAAnnelida (dalam bahasa latin, annulus = cincin) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh bersegmen. Berbeda dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes, Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata). Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana. Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia. Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembap. Annelida hidup diberbagai tempat dengan membuat liang sendiri. Bentuk tubuh annelida simetris bilateral yang seluruh tubuhnya dilapisi oleh kutikula. Segmen tubuhnya tidak hanya dibagian luar, tetapi juga disebelah dalam. Antara satu segmen dengan segmen lainnya terdapat sekat yang disebut septa. Setiap segmen memiliki alat reproduksi, alat ekskresi, otot dan pembuluh darah. Antara ruas yang satu dengan yang lainnya berhubungan sehingga terlihat bentuk seperti cincin yang terkoordinasi,segmentasi yang demikian disebut metameri. (Maskoeri. 1992)Phylum annelida terbagi menjadi 3 kelas, yaitu polychaeta,oligochaeta,hirudinea1. Polychaeta Polychaeta (dalam bahasa yunani, poly=banyak, chaetae=rambut kaku) merupakan annelida berambut banyak. Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus. Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal = parapodium) pada setiap segmen tubuhnya. Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehinggadapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas.Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin. Kebanyakan Polychaeta hidup di laut serta memiliki parapodia dan setae. Parapodia adalah kaki seperti dayung (sirip) digunakan untuk berenang sekaligus bertindak sebagai alat pernafasan. Setae adalah bulu-bulu yang melekat pada parapodia, yang membantu polychaeta melekat pada substrat dan juga membantu mereka bergerak. Contoh Polychaeta yang sesil adalah cacing kipas (Sabellastarte indica) yang berwarna cerah. Sedangkan yang bergerak bebas adalah Nereis virens, Marphysa sanguinea, Eunice viridis(cacing palolo), dan Lysidice oele(cacing wawo).(Horst, 1904)</p> <p>Ciri-Ciri PolyChaeta: Berambut banyak Hidup di laut dan dapat dibedakan antara jantan dan betina Mempunya parapodia (alat gerak) Memiliki panjang tubuh sekitar 5-10 cm, dengan diameter 2-10 mm. Tinggal dalam tabung dan ada juga hidup bebas Tubuh dapat dibedakan menjadi prostomium (kepala) dan peristomium (segmen pertama).</p> <p>(Sumber: blogg.vm.ntnu.no)Gambar 3. Eunice viridis (cacing palolo)Klasifikasi ilmiah cacing paloloKingdom: AnimaliaFilum: AnnelidaKelas: PolychaetaOrdo : EunicaidaFamili: EunicidaeGenus: EuniceSpesies : Eunice viridis(Gray, 1840)</p> <p>2. Kelas OlygochaetaOligochaeta (dalam bahasa yunani, oligo=sedikit, chaetae=rambut kaku) merupakan annelida yang berambut sedikit. Oligochaeta tidak memiliki parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen. Cacing dalam kelas ini tubuhnya bersegmen, panjang tubuh antara 10 sampai 25 cm. Tempat Olygochaeta di darat atau di air tawar. Tiap segmen tubuhnya terdapat sedikit setae, tanpa parapodia. Mulutnya terdapat di ujung anterior, anus di ujung posterior. Saluran pencernaannya terdiri dari mulut dan esofagus, tembolok (ingluvies), lambung tebal, usus halus-anus. Bagian dorsal usus halus cacing ini terdapat lipatan internal yang disebut tiflosol. Pada esofagusnya terdapat tiga pasang kelenjar berkapur. Pernapasan pada Olygochaeta secara difusi melalui permukaan tubuh yang dilapisi kutikula saat basah. Peredaran darahnya tertutup (tubuler) dengan lima pasang jantung berotot, pembuluh darah dorsal dan pembuluh darah ventral.Contoh Oligochaeta yaitu Moniligaster houtenil (Cacing tanah sumatra),Tubifex sp (Cacing air) ,Lumbricus terestris(Cacing Tanah), Perichaeta musica (Cacing Hutan) (Mandila,2013)Ciri-Ciri Oligochaeta : Tidak mempunyai parapodia Mempunyai seta pada tubuhnya yang bersegmen Memiliki sedikit rambut Kepala berukuran kecil, tanpa alat peraba/tentakel dan mata Mengalami penebalan antara segmen ke 32-37, yang disebut dengan klitelum. Telur terbungkus oleh kokon Daya regenerasi tinggi Hidup air tawar atau darat Hermafrodit</p> <p>(Sumber: images.slideplayer.com.br)Gambar 4. Tubifex sp. (cacing rambut)</p> <p>Klasifikasi ilmiah cacing rambutKingdom: AnimaliaFilum: AnnelidaKelas: OligochaetaOrdo: HaplotaxidaFamili: TubifisidaeGenus: TubifexSpesies: Tubifex sp.(Gusrina,2008)</p> <p>3. Kelas Hirudenia Hirudinea merupakan kelas annelida yang jenisnya sedikit. Cacing anggota kelas ini biasanya hidup sebagai parasit atau bahkan predator. Tubuhnya pipih dorsiventral, Tidak memiliki parapodium maupun seta pada segmen tubuhnya, mempunyai alat isap anterior dan posterior. Mulut terdiri atas tiga buah rahang dari kitin yang tersusun dalam segitiga.Pada anterior dan posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak. Pada tubuh cacing ini menghasilkan zat anti koagulan, darah yang diisap dapat mencapai 3 kali berat tubuhnya, dan baru habis dicerna setelah 3 bulan. Saluran pencernaannya terdiri dari mulut (alat isap)-lambung, usus, rektum, anus. Respirasinya secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh. Sistem sarafnya tangga tali, ganglion ventral lebih jelas, ganglion serebral lebih kecil. Alat ekskresinya berupa nefridia, terdapat pada ruas ke-7 sampai ruas ke-23.Contohnya: Hirudo medicinalis (lintah), Haemadipsa (pacet).Ciri-Ciri Hirudenia: Tidak memiliki parapodia dan seta di segmen tubuhnya Ukuran tubuh beragam mulai dari 1-30 cm. Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing. Hidup air tawar, darat, dan air laut. Memiliki zat antikoagulasi</p> <p>(Sumber: www.nsf.gov)Gambar 5. Hirudo medicinalis (lintah)Klasifikasi ilmiah lintahKingdom: AnimaliaFilum: AnnelidaKelas: ClitellataOrdo: HaplotaxidaSubkelas: HirudineaGenus: HirudoSpesies: Hirudo medicinalis(Linnaeus, 1758)Bentuk tubuhnya simetris bilateral, tubuh dilapisi kutikula. Tubuh tersusun atas segmen-segmen menyerupai gelang/ cincin. Segmen terdapat di bagian luar dan dalam tubuhnya. Diantara satu segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa. Pembuluh darah, sistem ekskresi, dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa. Panjang tubuh bervariasi dari sekitar 1 mm hingga 3 m. Annelida memiliki sistem pencernaan yang lengkap, yaitu mulut, faring, esofagus, tembolok, lambung otot (empedal), usus halus, dan anus. Cacing ini memiliki sistem peredaran darah tertutup, yaitu darah mengalir di dalam pembuluh darah. Terdapat dua pembuluh darah utama, yaitu pembuluh darah dorsal dan pembuluh darah ventral yang sejajar dengan saluran pencernaan. Pembuluh darah dapat berkontraksi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Peranan Annelida dalam PerairanAnnelida dalam kehidupan manusia dapat menguntungkan,beberapa jenis Annelida dapat dimakan yaitu Eunice viridis (cacing palolo) dan Lysidice (cacing wawo). Selain itu cacing tanah dapat menggemburkan tanah dan membuat lubang-lubang di tanah sehingga terjadi aerasi. Dengan demikian oksigen dapat masuk ke dalam tanah. Cacing tanah dapat pula menghancurkan sampah sehingga dapat membantu pengembalian mineral dalam ekosistem tanah.Selain itu cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai makanan ikan, bahkan sekarang cacing tanah digunakan sebagai obat dan untuk meningkatkan vitalitas tubuh. Hirudinea medicinalis dapat menghasilkan zat hirudin yang berguna untuk zat anti koagulasi (anti pembekuan darah). Sedangkan kelompok Annelida yang merugikan yaitu pacet yang dapat menghisap darah manusia atau vertebrata lainnya. (Edward,1977)</p> <p>Daftar PustakaEdward CH, Lofty JR. 1977. Biology of earthworm. London Chapman and Hall. John Wiley &amp; Sons. New York. Jasin, Maskoeri. 1992. Zoologi Invertebrata. Surabaya : Sinar Wijaya.</p> <p>Mandila, S.P. dan Hidajati. N, 2013. Identifikasi Asam Amino Pada Cacing Sutra (Tubifex Sp.) yang Diekstrak Dengan Pelarut Asam Asetat dan Asam Laktat. UNESA Journal of Chemistry Vol. 2, No. 1.</p> <p>Marshall, A.J., 1972. Textbooks of Zoology Invertebrata. The Mac Millan Press LTD. London.</p> <p>Sugiri, N., 1989. Zoologi Avertebrata II. IPB. Bogor.http://blogg.vm.ntnu.no/ diakses pada tanggal 21 November 2015 pukul 19.16 WITAzonaikan.files.wordpress.com diakses pada tanggal 21 November 2015 pukul 20.21WITA</p> <p>PHYLLUM MOLLUSCAMollusca berasaldaribahasaRomawi molis yangberartilunak.Jenis Mollusca yang umum dikenal ialah siput, kerang dan cumi-cumi. Anggota dari filum mollusca mempunyai bentuk tubuh yang sangat beragam, dari bentuksilindris seperti cacing dan tidak mempunyai kaki maupun cangkang, sampaibentuk hampirbulat tanpakepala dantertutup duakeeping cangkang besar. Tapi,ada juga yang bentuk tubuh mollusca simetri bilateral, tertutup mantel yang menghasilkan cangkang dan mempunyai kaki ventral. Secara umum, anggota filum mollusca mempunyai c...</p>