Click here to load reader

Modul Usila ABCDE - Kalsel

  • View
    117

  • Download
    7

Embed Size (px)

Text of Modul Usila ABCDE - Kalsel

KURIKULUM

PENINGKATAN KOMPETENSI TENAGA KESEHATAN DALAM

PENANGGULANGAN KESEHATAN INTELIGENSI PADA USIA LANJUTI. PENDAHULUAN

A. Latar BelakangKeberhasilan pembangunan kesehatan antara lain ditandai dengan meningkatnya usia harapan hidup sekitar 273,65 juta jiwa penduduk Indonesia dari 68,8 tahun pada tahun 2004 ke 70,5 pada tahun 2007. Hal ini pada akhirnya mengakibatkan peningkatan jumlah usia lanjut (usila). Bertambahnya usia menyebabkan meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif. Manifestasi klinis gangguan akibat proses degeneratif bervariasi secara umum sebagai gangguan organ (otak, jantung, pembuluh darah, penyakit sendi atau yang sering disebut degenerative disease dan risk factornya) dan gangguan yang berkaitan dengan masalah inteligensi akibat penurunan fungsi otak.

Gangguan pada berbagai macam fungsi inteligensi berpengaruh terhadap seluruh aktivitas individu dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari baik di keluarga, lingkungan, pekerjaan, dan lainnya. Dampaknya, dapat dipastikan akan menyebabkan penurunan kualitas hidup pada usila. Public Health Problem memberikan gambaran mengenai terganggunya aktivitas kehidupan sosial menyebabkan problem kesehatan masyarakat dan tingginya biaya yang harus ditanggung oleh keluarga, masyarakat, pemerintah untuk menanggulangi masalah tersebut dalam jangka waktu yang panjang (economic health problem).

Penanggulangan Masalah inteligensia pada usila yang dilakukan melalui upaya preventif lebih diarahkan pada paradigma sehat dengan peningkatan kualitas hidup. Peningkatan kualitas hidup ini memerlukan suatu pendekatan preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif/restoratif.Keberhasilan program dicapai dengan adanya fasilitas pendukung berupa sebuah instrumen yang telah dibakukan. Sumber Daya Manusia (SDM) terlatih untuk melaksanakan pemeriksaan dan tatalaksana gangguan inteligensi pada usila sebagai upaya penanggulangan masalah kesehatan inteligensi pada usila, dan modul ini akan berhasil bila pada pelaksanaan program di lapangan dapat berjalan sesuai dengan target baik waktu, SDM yang terampil, dan mencapai sasaran. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat menjaring berbagai kasus kesehatan inteligensi pada Lansia dari kelompok terkecil yang nantinya akan dirujuk ke beberapa pelayanan kesehatan inteligensi (seperti: rumah sakit yang ditunjuk) untuk mendapatkan intervensi berkelanjutan.

B. FilosofiPeningkatan kompetensi tenaga penanggulangan kesehatan inteligensia pada usila diselenggarakan dengan memperhatikan :

1. Prinsip pembelajaran orang dewasa (androgogi), yaitu bahwa selama peningkatan kompetensi peserta memiliki hak untuk:

a. Didengarkan dan dihargai pengalamannya dalam melakukan kegiatan pelayanan kesehatan

b. Dipertimbangkan setiap ide dan pendapatnya selama masih berada dalam konteks peningkatan kompetensi.2. Prinsip learning by doing, peserta dimungkinkan untuk mendapatkan kesempatan dalam:

a. Melakukan kegiatan atau berperan aktif secara perseorangan atau kelompok dengan menggunakan metode seperti tanya jawab, presentasi, diskusi kelompok, latihan/exercise, simulasi dan praktik.

b. Melakukan pengulangan terhadap kegiatan yang dilakukan atau perbaikan terhadap kegiatan yang dirasa perlu.3. Prinsip peningkatan kompetensi berorientasi kepada peserta, dimana peserta berhak untuk:

a. Mendapatkan paket bahan belajar berupa modul peningkatan kompetensi.

b. Mendapatkan pelatih yang profesional, yang dapat memfasilitasi dengan berbagai metode dan menguasai materi.

c. Belajar sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki, baik secara visual, auditori maupun kinestetik (gerak).

d. Belajar dengan modal pengetahuan yang dimiliki masing-masing tentang pelayanan kesehatan.

e. Melakukan refleksi dan memberikan umpan balik secara terbuka.

f. Melakukan evaluasi (terhadap fasilitator dan penyelenggara) dan di evaluasi tingkat pemahamannya dalam bidang pelayanan kesehatan.4. Prinsip peningkatan tenaga yang berbasis kompetensi, peserta dimungkinkan untuk:

a. Mengembangkan keterampilan langkah demi langkah dalam memperoleh kompetensi yang ditetapkan dalam peningkatan kompetensi.

b. Memperoleh sertifikat setelah dinyatakan berhasil mendapatkan kompetensi yang ditetapkan dalam peningkatan kompetensi ini.

II. PERAN DAN FUNGSI/KOMPETENSIA. Peran

Setelah mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi, peserta berperan sebagai fasilitator pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam penanggulangan kesehatan inteligensi pada usia lanjut.B. Fungsi/Kompetensi

Setelah mengikuti pelatihan, peserta memiliki fungsi/kompetensi sebagai berikut :

1. Menggunakan instrumen penanggulangan kesehatan inteligensi pada usila2. Menganalisa hasil pengisian instrumen penanggulangan kesehatan inteligensia pada usila3. Melakukan pencatatan dan pelaporan

4. Mengkoordinasikan Penanggulangan Masalah kesehatan inteligensia pada usia lanjut dengan lintas sektor dan lintas program

5. Melakukan teknik fasilitasi

III. TUJUAN PELATIHAN

A. Tujuan Umum

Setelah mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi, peserta mampu memfasilitasi dalam peningkatan kompetensi tenaga penanggulangan kesehatan inteligensia pada usia lanjut.

B. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi, peserta mampu :1. Menggunakan instrumen penanggulangan kesehatan inteligensia pada usila

2. Menganalisa hasil pengisian instrumen penanggulangan kesehatan inteligensia pada usila

3. Melakukan pencatatan dan pelaporan

4. Mengkoordinasikan Penanggulangan Masalah kesehatan inteligensia pada usia lanjut dengan lintas sektor dan lintas program

5. Melakukan teknik fasilitasi

IV. PESERTAPelatihan peningkatan kompetensi tenaga penanggulangan kesehatan inteligensia pada usia lanjut dilakukan untuk pelatih/TOT. Peserta pelatihan merupakan satu tim. Setiap puskesmas mengirimkan minimal dua orang perwakilan daerahnya. Dalam satu tim akan terdiri dari seorang instruktur dan lima orang peserta.A. Jumlah Peserta

Jumlah peserta sebanyak 20 orang pada setiap kelasnya. Deteksi kesehatan inteligensia pada usia lanjut adalah tenaga kesehatan berjumlah 20 orang tiap propinsi, dengan daerah percontohan 3 (tiga) propinsi. B. Kriteria Peserta

Peserta yang dipilih, harus memenuhi persyaratan peserta yang telah ditentukan, yaitu:

1. Peserta/sasaran peningkatan kompetensi adalah tenaga kesehatan pemegang program kesehatan usia lanjut di dinas kesehatan propinsi dan rumah sakit pemerintah.

2. Bersedia menjadi fasilitator dalam peningkatan kompetensi deteksi masalah kesehatan inteligensi pada usia lanjut di wilayah kerjanya.

3. Bersedia mengikuti peningkatan kompetensi tenaga penanggulangan kesehatan inteligensi pada usia lanjut secara penuh (TOT).

V. PELATIHKualifikasi pelatih yang diperlukan yaitu berpengalaman dan menguasai masalah kesehatan inteligensia kesehatan, terutama pada lansia.VI. STRUKTUR PROGRAMUntuk mencapai tujuan pelatihan, materi pelatihan disusun dalam struktur program sebagai berikut :NoMateriWaktu (JPL)Jumlah

TPPL

AMateri Dasar

1. Kebijakan Penanggulangan Masalah Kesehatan Inteligensia pada usia lanjut2. Masalah Kesehatan Inteligensia pada usia lanjut2

2-

--

-2

2

BMateri Inti

1. Penggunaan Instrumen ABCDE untuk Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan akibat Gangguan Degeneratif 2. Analisis hasil Instrumen ABCDE untuk Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan akibat Gangguan Degeneratif 3. Pencatatan dan pelaporan4. Tatalaksana Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan Akibat Gangguan Degeneratif22

2

2

22

2

2

4-

-

-

84

4

4

CMateri Penunjang

1. BLC

2. RTL (Rencana Tindak Lanjut)3. Teknik Fasilitasi1-212----222

Jumlah1511430

Keterangan :

1 jpl = 45 menit

T : Teori

P: Penugasan

PL : Praktek Lapangan

JPL : Jam Pelajaran

Jml : Jumlah

VII. DIAGRAM ALIR PROSES PEMBELAJARAN

VIII. GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)

Garis-Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)No: MD.01

Materi: Kebijakan Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan

Waktu: 2 jpl (T = 2, P = 0, PL = 0)

Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) :

Setelah mengikuti materi ini peserta mampu mengetahui kebijakan Penanggulangan Masalah Kesehatan Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif.

Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)Pokok Bahasan / Sub Pokok BahasanMetodeMedia dan Alat BantuReferensi

1. Menyebutkan Visi dan Misi Penanggulangan Masalah Kesehatan Inteligensia pada usila2. Menyebutkan Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan dan Tugas1. Visi dan Misi Penanggulangan Masalah Kesehatan Inteligensia pada usila2. Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan, Tugas Ceramah

Tanya Jawab Laptop

LCD Tayangan Power Point

Whiteboard

Pointer

Flip Chart

ATK

Modul MD 01Buku Pedoman Penanggulangan Masalah Kesehatan Inteligensia Akibat Gangguan Degeneratif

Garis-Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)

No: MD.02

Materi: Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan Usila

Waktu: 2 jpl (T = 2, P = 0, PL = 0)Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) :

Setelah mengikuti materi ini peserta mampu mengetahui Masalah Kesehatan Inteligensia akibat gangguan degeneratif.

Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)Pokok Bahasan / Sub Pokok BahasanMetodeMedia dan Alat BantuReferensi

1. Menjelaskan Masalah Kesehatan Inteligensia pada Usia Lanjut

2. Menjelaskan Penanggulangan Masalah Inteligensia Kesehatan pada Usia Lanjut1. Masalah Kesehatan Inteligensia pada Usia Lanjut 2. P