Notulensi Paska Edit

  • View
    332

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of Notulensi Paska Edit

PROSES DAN HASIL KONFERENSI DAN LOKAKARYA PULAU-PULAU KECIL INDONESIAMemperkuat keberdayaan warga dan daerah kepulauan, memperluas akses sumber daya alam, dan membangun ketahanan social, pangan dan energy. 23-27 mei, Hotel Jayakarta, Lombok Barat-NTB Diselenggarakan oleh:

Multipihak Sunda KecilSamanta, Koslata, Bali Fokus, Pikul, Lembaga Olah Hidup, Transform, Gema Alam, Pusaka Kaula, Yayasan Serbio Ngada, Yayasan Tananua, P2P Politani Kupang, SDM Kupang, SDM Mutis Timau, Yayasan Ayu Tani Flores, Forum DAS NTT Hari Pertama, 23 Mei 2010

PembukaanPukul 08.00 wita, acara pembukaan konferensi dan lokakarya dimulai dengan memperkenalkan kesenian khas Lombok,- Semprong yang dimainkan oleh 2 orang yang masing-masing meniup sama-sama memaikan alat music (Seruling dan Semprong). Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan agenda pembukan oleh Mbak Cahani Agustiningrum (Arum). Pointer di dalamnya menyangkut : Ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan memaparkan judul kegiatan. Pembagunan sekarang melalui pendekatan berbasis kawasan, Indonesia mempunyai 17000 pulau dan pulau kita termasuk pulau-pulau kecil. Selama ini pulau-pulau kecil ini kurang mendapatkan perhatian dan pulau kecil ini perlu pendekatan khusus. Sehingga ada inisiatif dengan mempertemukan warga pulau-pulau kecil ini untuk menemukan sharing gagasan dan tata kelola pulau kecil selanjutnya. Informasi pihak-pihak yang telah hadir dan sedang dalam perjalan untuk bisa bergabung di konferensi, seperti : 1. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc (Sekretaris Jenderal DPD-RI) 2. Ir. H. Fadel Muhammad (Menteri Kelautan dan Perikanan RI) 3. Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta (Menteri Lingkungan Hidup RI) 4. H. Zulkifli Hasan SE. MM (Menteri Kehutanan RI) 5. Gubernur NTB diwakili oleh Setda NTB yaitu Drs. Abdul Malik, MM 6. Gubernur NTT diwakili oleh Setda NTT 7. Dr. Armi Susandi, MT (Dosen ITB, Climate Change Expert) 8. Dan seluruh tamu undangan dari daerah Permohonan maaf bahwa Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal RI tidak dapat bisa bergabung dan hadir dikarenakan ada beberapa pekerjaan dan beberapa hal penting lainnya..

Secara khusus apresiasi terhadap kehadiran seluruh peserta dan ucapan terima kasih atas animo dan kesempatannya bisa hadir dalam event ini.

Sambutan oleh Bapak Tjatur Kukuh.Beberapa hal yang disampaikan : Ucapan salam sejahtera untuk semua hadirin dan penghormatan kepada seluruh peserta. Bahwasannya acara ini sebenarnya kecil-kecilan saja, yang dilakukan oleh teman-teman daerah dan pusat (itu tahun 2009), namun berlanjut ke hal yang lebih serius agar mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Namun acara besar juga butuh dana besar, sehingga dengan kawan-kawan kemitraan yang sumbangsih dana untuk penyelenggaraan kegiatan ini. Sebenarnya Bapak Gubernur NTB TGH Zainul Majdi (Bajang) sangat antusias dengan acara ini, namun karena pesawat dari Jakarta ke mataram delaye sebagai akibatnya tidak bisa hadir dalam kegiatan ini. Mudahan Besok bisa bergabung bersama kita. Kegiatan ini tanpa arti jika tidak ada sumbangsih peserta dalam turut mendiskusikan dan melihat karakteristik daerah kepulauan. Ada empat karakter, seperti kebudayaan pariwisata, NTB sedang beranjak ke daerah lebih subur dari NTT, NTT merupakan pulau kering, dan Maluku pesisir pulau tanah), dan persoalan ini menjadi menarik. Selanjutnya diskusi akan dibagi menjadi tiga, yaitu : 1. Mencermati kerentanan, keterbatasan dan kesigapan mengatasi persoalan yang dikarenakan alam dan manusia 2. Bias ekonomi dan lainnya 3. Mencermati dan membahas kebijakan didaerah dan pusat

Setelah kegiatan beberapa hari ini diharapkan ada rekomendasi untuk kita semua dan pemerintah daerah dan pusat. Serta perlu pernyataan bersama (pernyataan sikap) agar menjadi perhatian nasional dan dunia, karena kegiatan global lebih cenderung pada pulau kecil. Selanjutnya diharapkan Gubernur atau yang mewakili bisa memberikan pengantar, sekaligus secara resmi membuka acara ini.

Gubernur Sekda Propinsi - Drs. Abdul Malik, MMUcapan salam kepada seluruh peserta dan penghormatan kepada seluruh hadirin dan peserta yang telah hadir. Permohonan maaf dari bapak gubernur, karena beliau sejak awal sudah berikhtiar dan bergabung di acara ini. Namun karena ada acara dadakan di Jakarta sehingga tidak dapat hadir dalam acara ini. Acara ini sangat penting bagi kita karena kita merupakan gugusan pulau kecil. Mengucapkan terima kasih kepada Santiri Foundation yang telah berkolaborasi dengan LSM lainnya dan acara ini bisa diagendakan.

Selaku tuan rumah Pemerintah Daerah menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan narasumber dari luar daerah. Kita manfaatkan kehadiran pejabat pusat yang telah hadir dalam acara ini. Melihat Sumbawa dan Lombok sangat kecil, namun di sekitar pulau ini di gugusan Nusa Tengara ada 278 pulau kecil yang berpenghuni dan tidak berpenghuni, termasuk juga pada kawasan pulau kecil yang ada di NTT dan Maluku, padahal potensi kawasan pulau itu juga mempunyai potensi yang besar. Namun sampai saat ini belum focus, Apakah dikarenakan kebijakan yang belum berpihak ? Di NTB dengan penduduk 4 juta lebih, dimana penduduknya mayoritas sebagian besar di desa dan bergelut pada bidang pertanian (buruh tani) sehingga sektor alternative kita arahkan ke sector Pariwisata, perikanan dan kelautan. Sehingga potensi-potensi itu ada di gugusan kelautan. Sehingga hal ini mempunyai nilai strategis dan penting, untuk mengikhtiarkan kebijakan untuk memberikan kontribusi besar dalam pembangunan daerah secara keseluruhan. Dalam tahapan RPJMD mulai tahun 2010 mulai masuk pada percepatan. Sehingga kiat-kiat lebih membuka pada petani dan masyarakat miskin kita. Yang paling miskin adalah nelayan dan masyarakat pesisir. Sehingga pertemuan ini diharapkan dapat memberikan pemikiran, rekomendasi dan diaktualisasikan dalam bentuk kebijakan, perda, dll. Perubahan kebijakan di pusat harus diikuti oleh daerah.

Bagaimana kita mengacu pada memanfaatkan potensi yang ada dalam prinsip keberlanjutan. Potensi pertambangan emas di sekotong semoga tidak berlanjut karena kami membatasi untuk lingkungan dan lebih mengacu pada perikanan dan kelautan. Demikian dan selamat berlokakarya. Dan seluruh pihak dapat saling melengkapi. Atas nama Bapak Gubernur, mari kita buka konferensi dan lokakarya Pulau-pulau kecil dibuka dengan membaca basmallah Untuk menandakan konferensi ini resmi dibuka, Bapak Setda memukul Gong 3 kali. Yang selalanjutnya bapak Setda mendapatkan tanda mata. Selanjutnya Bapak Pahruddin dari BPDDesa Aik Bukaq membacakan doa. Selesai doa, dilanjutkan dengan penutupan acara pembukaan oleh Santi dan Joe yang memperagakan kesenian (kolaborasi teater music modern).

Hari kedua : Tanggal 24 Mei 2010 Pemutaran film lingkungan mencoba mengawali pertemuan di hari kedua. Setelah para peserta korum, tepatnya pukul 08 47 wita, kegiatan coba dimulai. Pengantar dari Ketua Panitia (Arum) : Kegiatan konferensi hari kedua dimulai dengan ucapan selamat pagi oleh MC (Mbak Arum) dan menjelaskan beberapa agenda dihari ini. Diantaranya tentang : 1. Keynote Speker, akan diawali oleh Dr. Siti Nurbata Bakar. MSc dari Skjend DPD RI, 2. Studium General 1 : Kerangka Konseptual dan arah, Kebijakan Lingkungan dan Sumber Daya Alam Kepulauan 3. Studium General 2 : Strategi Implementasi Pembangunan Daerah Kepulauan dalam Menghadapi Perubahan Iklim 4. Kunjungan lapangan. Akan dilakukan setelah makan siang. Kegiatan akan dipandu oleh fasilitator dan secara teknis oleh coordinator masing-masing desa Informasi tambahan, peserta diharapkan check out dari kamar masing-masing pada saat makan siang nanti dan memindahkan barang-barang masing-masing ke kamar panitia (164, 145, 155) dan untuk kenyamanan selama mengikuti kegiatan, jika ada yang kurang enak badan maka dapat menghubungi panitia karena telah disediakan obat-obatan standar.

Keynote Speaker Tema

: Dr.Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc (Sekretaris Jenderal DPD-RI) : Membangun Ketahanan Daerah Kepulauan dalam Menghadapi Perubahan Iklim: Prinsip, Masalah dan Konsep

Beberapa hal yang disampaikan : Salam kepada seluruh peserta, dan rasa syukur bisa bertemu dengan teman lama, dan teman-teman dari pemerintah daerah di beberapa propinsi, senang bertemu dengan Sositi group, ketahanan daerah ada beberapa dimensi yang perlu diangakat: dampak perubahan iklim menurut masyarakat, dan kebijakan pembangunan daerah, dan ibu masih pegawai negeri dan perna menjadi staf mendagri. Key word-nya adalah Daerah Kepulauan, Ketahanan dan Perubahan iklim dengan konsep membangun ketahanan daerah. Daerah kepulauan, di pandang menjadi beberapa bagian, ada lahan ada daratan dan sebaginya karena ada dari kelautan. Dan Sasaran yang mau di capai adalah bagaimana daerah menyikapi perubahan dalam kehidupan ke depan dan sehari-hari. Dampak perubahan iklim sangat banyak, terutama sangat berpengaruh pada nelayan, petani dan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, seperti terjadi pergeseran pola tanam. Pola

tanam sendiri ada SK, pola tanam: SK bupati dll. Seharusnya SK tersebut harus mengikuti pola dan perubahan yang terjadi, tidak seperti sekarang yang selanjutnya masyarakat menjadi bingung. Untuk PEMDA banyak pengaruh yang ada baik pada pengaruh infra struktur, ataupun supra strukturnya yang disebabkan oleh perubahan tersebut seperti karena hujan asam, dll, hal ini berpengaruh juga pada kesehatan. Dampak perubahan iklim ; 1. Pada wilyah pesisir 2. Wilayah sumber air 3. Dampak pada kehidupan nelayan 4. Pada pertanian 5. Pada Infrastruktur 6. Dampak lain Ada 7 Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan SDLH, meliputi : 1. Peningkatan Ketahanan Pangan dan Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan 2. Peningkatan Ketahanan dan Kemandirian energi, 3. Peningkatan Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Pertambangan, 4. Peningkatan kualitas lingkungan hidup, 5. Peningkatan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam, 6. Peningkatan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan 7. Peningkata