Click here to load reader

Nury Nusdwinuringtyas- Rehabilitasi Paru.ppt

  • View
    44

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Nury Nusdwinuringtyas- Rehabilitasi Paru.ppt

  • Nury Nusdwinuringtyas

    PendidikanKedokteran fisik dan rehabilitasiMaster epidemiologiJabatanKepala divisi Rehabilitasi Respirasi departemen Rehabilitasi Medik FKUI/RSCMKetua modul kardiorespirasi Kedokteran Fisik dan RehabilitasiSekretaris modul respirasi S1 reguler

    OrganisasiPelindung klub paru RSCMKelompok kerja Respina- Sleep apnea

  • Pulmonary RehabilitationNury Nusdwinuringtyas

  • KONSEP DASAR KINESIOLOGI DAN BIOMEKANIK

  • KINESIOLOGIAdalah bagian dari ilmu fisiologi yang menjelaskan dan menganalisa lokomotor, yang merupakan refleksi dari aktifitas kekuatan mekanik.

  • Dipelajari :GerakGerakan tulang pada sendi tubuh manusia, termasuk:Peran gravitasi Otot skeletalMekanik sendi

    Terutama ASPEK MEKANIKAktifitas daya/kekuatan yang terjadi pada tubuh, terkait keseimbangan dan gerak.

    Aplikasi mekanik terhadap tubuh manusia, disebut BIOMEKANIK

  • APLIKASI MEKANIKSTATIKPengaruh mekanik pada tubuh, dalam posisi seimbang

    DINAMIKPengaruh mekanik pada tubuh, dalam posisi gerak.Kinematik: Terkait dengan geometri gerakKinetik: Terkait dengan kekuatan yang menghasilkan gerak

  • KINEMATIKIlmu yang mempelajari gerak dari aspek geometrik gerak, tanpa memperdulikan aktifitas kekuatan yang memproduksi gerak.

    Aplikasi dalam kehidupan manusia :Deskiripsi gerakPengukuran gerakPencatatan gerakKarakteristik gerakBagian tubuh yang menyebabkan gerak

  • MENENTUKAN POSISI DAN GERAK TUBUHTitik pusat gravitasiGaris aksis gerakBidang gerak

  • TITIK PUSAT GRAVITASIPusat gravitasi tubuh terletak :

    1 inchi didepan Vertebra S2

  • GARIS AKSIS GERAKGaris pada bidang vertikal, frontal dan horizontal yang saling tegak lurus, bertemu pada titik pusat gravitasi.

  • BIDANG GERAKBIDANG GERAK UTAMA (CARDINAL SAGITAL PLANE)Bidang mid sagitalBidang vertikal yang membagi tubuh atas 2 bagian sama : kiri dan kanan

  • BIDANG GERAK2. BIDANG FRONTAL UTAMA (CARDINAL FRONTAL PLANE)bidang vertikal yang sejajar dengan tulang frontalis, membagi tubuh atas 2 bagian sama: depan dan belakang

  • BIDANG GERAK3. BIDANG HORIZONTAL UTAMA (CARDINAL FRONTAL PLANE)Bidang transversalBidang yang membagi tubuh atas 2 bagian: atas dan bawah

  • Pernapasan normal

    Fungsi paru = pertukaran gasMemasukkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida

  • Pernapasan normal

    Otot pernapasan utama: -diaphragma -interkostalis -otot perut

  • Saat menarik napas , diafragma bergerak turun. Lingkaran dada membesar. Saat demikian tekanan dalam rongga dada lebih rendah dari tekanan atmosfer udara masuk

    Pengeluaran napas, secara normal merupakan peristiwa pasif. Terjadi karena daya recoil saat paru mencapai perkembangan maksimal udara keluar

  • Pernapasan saat sesak

    Otot pernapasan tambahan : -skalenus -sternomastoideus -trapesius

  • Pergerakan saat bernapas

    Diapfagma bergeser : 1,5 cm 10 cm Pergeseran diafragma = 2/3 volume paruDiameter sangkar dada : berdiri : 1 cm tidur : 0,6 cm maksimal : 8 cm (depan - belakang : 3 cm; kesamping : 1,5 cm)

  • Distribusi tekanan

    Udara masuk saat tekanan dalam intrapleura berkisar antara 6- 10 cm H2O dan dalam dada 3- 4 cm H2O; lebih rendah lagi saat bernapas dalam

  • Saat mengeluarkan napas, gerakan menguncup paru memberikan tekanan positif pada alveoli. Saat mengeluarkan napas dengan paksa, tekanan dalam pleura mencapai 50 70 cm H2O

  • Jalan udara

    Jalan udara merupakan bagian paru yang dilewati udara saat keluar masuk.Pada keadaan normal , tahanan sangat rendah udara mudah keluar

  • Tekanan jalan udara

    Normal sangat kecilTekanan alveolar 0,5 1,5 cm H2O udara dalam alveolar habis keluar

  • PRODUKSI MUKUS

    Hidung sampai ke bronkiolus dilapisi oleh membran mukosilia.

    Mukus diproduksi oleh sel sel serous, sel goblet atau sel mukus, sel clara dan tipe II sel alveoler.

    Jumlah mukus jumlah sel yang memproduksi mukus luas permukaan salurannya.

  • Jumlah mukus di perifer > sentral.

    Pada keadaan normal, jumlah mukus yang diproduksi dan mencapai trakea sekitar 10 sampai 100 mL perhari.

  • PROSES MOBILISASI MUKUS

    Mekanisme transport bronkus adalah transport mukosiliar.

  • Saluran pernapasan pusat: sel silia sedikit tetapi berukuran besar.

    Saluran pernapasan perifer: sel silia banyak tetapi ukurannya lebih kecil.

    Transportasi mukus viscoelastic dan bentuk permukaan mukus.

  • Sekret bronkial dibagi menjadi 2 lapis:

    Lapisan sol perisiliar viskositas lebih rendah.Lapisan gel (diatas lapisan perisiliar) viskositas lebih tinggi.

  • Secara keseluruhan, luas permukaan perifer > sentral mukus potensi terakumulasi di sentral.

    Hal ini terkompensasi dengan adanya pembersihan mukus yang tinggi di sentral dan adanya proses resorbsi di saluran sentral.

  • Equal Pressure Point (EPP)

    Tekanan alveoli > tekanan pleural (arah upstream) dinamik kompresi.Tekanan bronkial ke arah down stream (ke arah mulut) tekanan bronkial = tekanan pleural EPP tekanan pleural > tekanan bronkial dinamik kompresi.

  • Equal Pressure Point (EPP)

  • A.PreinspirationB. During inspirationC. End -inspirationD. Forced expiration-5+50+6-70-8+80+30-11+190Nury 2008

  • THORACIC INCISIONS

  • MEDIAN STERNOTOMYSternum is divided in the midline with a saw

  • MEDIAN STERNOTOMYPericardium is opened and suspended, allowing full cardiac and hilar access

  • MEDIAN STERNOTOMYSternal halves impacted with interrupted wire closure

  • ANTERIOR THORACOTOMYLine of incision, left chest rotated up 30 degrees

  • ANTERIOR THORACOTOMYDeep exposure with pectoralis major incised medially

  • ANTERIOR THORACOTOMYPericardium opened, heart exposed, sutures placed in stab wound

  • ANTERIOR THORACOTOMYChest closure with rib reapproximation and paracostal sutures

  • POSTEROLATERAL THORACOTOMYIncision with patient in left lateral decubitus position

  • POSTEROLATERAL THORACOTOMYWide exposure with latissimus dorsi divided, 5th rib incised posteriorly

  • POSTEROLATERAL THORACOTOMYRib approximator allows secure closure with paracostal sutures

  • LATERAL MUSCLE SPARING THORACOTOMYIncisions, patient in left lateral decubitus position

  • LATERAL MUSCLE SPARING THORACOTOMYSubcutaneous flaps allow serratus anterior muscle retraction upward and chest wall access

  • LATERAL MUSCLE SPARING THORACOTOMYAfter interior front-to-back muscle division, crossed Balfour and Tuffier retractors provide exposure without rib fractures

  • COMPARISONS OF THE FOUR MOST USEFUL INCISIONS

  • Asma&gangguan paru obstruksi menahun

    Tahanan jalan udara meningkat karena ; Otot bronkus menyempit Mukosa/ jaringan lunak membengkak Sekresi bertambah udara terperangkap

    SESAK

  • Lingkaran sesak

    Sulit bernapasCemasOtot menegangKebutuhan oksigen meningkatMakin sesak

  • General medical managementOxygen therapyChest physical therapyExercise conditioningExercice in COPDExercise in asthmaExercise in cystic fibrosisExercise in disorders of chest wall functionExercise in paradoxical vocal fold functionNutritional isuesPsychological supportBraddom: chp 35

  • Management options for individuals with severe lung diseaseMechanical ventilationLung volume reduction surgeryLung transplant

  • Management options for individuals with severe lung diseaseMechanical ventilationLung volume reduction surgeryLung transplant

    Special considerationObesity related pulmonary dysfunctionSpinal cord injury and pulmonary dysfunction

  • Rekapitulasi Pasien Rujukan Rawat Inap Bulan Juli s.d Oktober 2009

    JuliAgustusSeptemberOktoberPeny. Dalam / Pulmo1510913Bedah Thorax741Bedah Digestive242Bedah Urologi1Bedah Tumor2Bedah Syaraf411Bedah Orthopedi1THT1Neurologi111OBS Gym221IGD lt.2, HCU, ICU1422Jumlah43251323

  • Rekapitulasi Pasien Rujukan Rawat Jalan Bulan Juli s.d Oktober 2009

    JuliAgustusSeptemberOktoberPeny. Dalam / Pulmo25392250Bedah Thorax1Bedah DigestiveBedah Urologi11Bedah TumorBedah Syaraf11Bedah Orthopedi1THT1622Neurologi3Mata11Geriatri6IRM2OBS Gym1IGD lt.2, HCU, ICUJumlah43432952

  • Rehabilitasi paruTujuan

    Meredakan sesakPerbaikan keecemasan dan depresiMeningkatkan kemampuan melakukan aktivitas kehidupan sehari-hariPerbaikan kualitas hidupPenurunan hari rawat

  • International Classification of Functioning, Disability & Health

  • Tatalaksana

    ObatLatihan pernapasan -relaksasi -posisi saat sesak -pursed-lip breathing -pernapasan diafragma

  • Pengeluaran dahak

    Obat-Jalan udara:Ekspektoran,Mukolitik,Bronkodilator-pelemas otot dllTehnikPostural drainageVibrasiInsentive spirometri

  • Postural Drainage Postural darainage bertujuan untuk mengeluarkan mukus dari seluruh segmen paru dengan mengandalkan gaya gravitasi.

  • Lebih efektif bila jumlah mukus >> dan perlengketan yang minimal hidrasi yang baik, aerosol dan bronkodilator

  • Postural drainage dan perkusi meliputi 4 tahapan:Memposisikan pasien sehingga mukus dapat mengalir dari paru paru ke saluran keluar yang akan mengakibatkan batuk atau batuk yang distimulasi. Perkusi, clapping secara ritmik pada dinding dada dengan tangan yang membentuk sungkup pada seluruh lapangan paru

  • 3. Vibrasi, gerakan vibrasi yang cepat pada dada saat pasien melakukan