nyeriii neuropati

  • View
    267

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Menurut Jensen TS nyeri dibagi 3 golongan : 1. Nyeri fisiologik adalah nyeri yang timbul akibat berbagai stimulasi yang tidak menimbulkan kerusakan jaringan 2. Nyeri inflamasi/nosiseptik diakibatkan oleh aktivasi dari reseptor yang telah disensitisasi maupun yang masih tenang ditempat terjadinya kerusakan 3. Nyeri neuropatiDefinisi Nyeri neuropati nyeri oleh proses patofisiologik pada saraf perifer mau

Text of nyeriii neuropati

Pembimbing

dr. H. Eddy Ario Koentjoro, Sp.SOleh

Defyna Dwi L. & Kharisma Rizqiah W.

Menurut Jensen TS nyeri dibagi 3 golongan : 1. Nyeri fisiologik adalah nyeri yang timbul akibat berbagai stimulasi yang tidak menimbulkan kerusakan jaringan 2. Nyeri inflamasi/nosiseptik diakibatkan oleh aktivasi dari reseptor yang telah disensitisasi maupun yang masih tenang ditempat terjadinya kerusakan 3. Nyeri neuropati

Definisi Nyeri neuropati nyeri oleh proses patofisiologik pada saraf perifer maupun pada saraf sentral berupa suatu gangguan atau kerusakan neuronal fungsional yang menimbulkan nyeri khas yang bersifat nyeri epikritik (nyeri tajam, menjalar, nyetrum),atau yang bersifat nyeri protopatik (nyeri disestesia, paraestesia, rasa terbakar) & dapat disertai defisit neurologik atau disregulasi otonom lokal

Patologi saraf perifer

-Trauma -Entrapment -Tumor

-GBS -Metabolit -Nutrisi

Dying Back - Toxin - Nutrisi - Collagen

ETIOLOGINyeri Neuropatik Sentral Mielopati kompresif dengan stenosis spinalis Mielopati HIV Multiple sclerosis Penyakit Parkinson Mielopati post iskemik Mielopati post radiasi Nyeri post stroke Nyeri post trauma korda spinalis Siringomielia Nyeri Neuropatik Perifer Poliradikuloneuropati demielinasi inflamasi akut dan kronik Polineuropati alkoholik Polineuropati oleh karena kemoterapi Sindrom nyeri regional kompleks (complex regional pain syndrome) Neuropati jebakan (misalnya, carpal tunnel syndrome) Neuropati sensoris oleh karena HIV Neuralgia iatrogenik (misalnya, nyeri post mastektomi atau nyeri post thorakotomi) Neuropati sensoris idiopatik Kompresi atau infiltrasi saraf oleh tumor Neuropati oleh karena defisiensi nutrisional Neuropati diabetik Phantom limb pain Neuralgia post herpetic Pleksopati post radiasi Radikulopati (servikal, thorakal, atau lumbosakral) Neuropatik oleh karena paparan toksik Neuralgia trigeminus (Tic Doulorex) Neuralgia post trauma

BERDASARKAN LETAKNeuropati Perifer nyeri diabetic neuropathy (tangan dan kaki) Post herpetik neuralgia (biasa terjadi di bawah badan) Complex regional pain syndrome (lengan dan tungkai) Mechanical neuropathies (biasanya diatas ekstremitas) - Entrapment neuropathies - Nerve compressions HIV-related sensory neuropathy (kaki dan angkle) Idiopathic sensory neuropathy (distal/proximal) Post traumatic neuralgias Trigeminal neuralgia (facial) Cancer-chemotherapyinduced neuropathies (tangan dan kaki)

Sentral Neuropati Myelopati akibat adanya kompresi akibat spinal stenosis (radiks tangan, jari, lower back, tungkai) HIV myelopati Nyeri akibat sklerosis multiple dan Parkinsons disease Post ischemic dan post radiks myelopathy Nyeri post stroke (wajah, tangan, tungkai, atau di badan sisi yang terkena)

Diagnosisa. Anamnesis1. 2. 3.

Anamnesis umum Anamnesis khusus nyeri Skala nyeri

b. Pemeriksaan fisik1. 2.

Pemeriksaan fisik umum Pemeriksaan neurologis

c. Pemeriksaan penunjangPemeriksaan elektrofisiologi1.

2.3.

Motorik : latensi NCV,f-wave,EMG,MEP Sensorik : SNAP,SCV,H-reflek,SSEP,brain mapping Quantitative Sensory Testing (QST)

Neuroimaging :foto polos, USG, CT scan, MRI, Myelography

Laboratorium Darah :rutin,kimia darah, toxin,

Immunologi, genetik.PCR Urin :rutin LCS Catatan harian Pasien dapat mengkuatifikasikan nyerinya

dengan mengisi skala intensitas nyeri

Terapi farmakologi

Nyeri ini ditimbulkan akibat dari fungsi abnormal sistem

saraf baik saraf perifer, sentral, maupun simpatis. Tanpa memandang kausa,nyeri neuropati mempunyai

mekanisme atau patofisiologi dan gambaran klinis yang hampir serupa. Etiologi ini biasanya sudah berlalu, walaupun demikian

nyeri tetap menggangu. Berdasarkan dua fakta diatas maka pengobatan terhadap fenomenologi (symptom based) dan mekanisme (mechanisn based) lebih penting daripada pengobatan etiologi (disease based)

Anti depresan dan anti konvulsan merupakan terapi farmako utama untuk nyeri neuropati Dulunya anti depresan golongan trisiklik (TCA) merupakan first line drug untuk penanganan nyeri neuropati. Namun karena efek withdrawl-nya, dan juga

pada kebanyakan anti depresan, perlu dipikirkan kembali untuk penentuan obat pilihan utama untuk nyeri neuropati.

Farmakologi Nyeri NeuropatikSimptom Nyeri spontan Parestesi neuroma

Mekanisme

Na chanel Akumulasi, distribusi, perubahan Ekspresi

Target

Na chanel sensitive/ resisten terhadap tetrodotoxin.

Obat

Na chanel blockers Anti konvulsan : DPH,CBZ, gabapentin Lamotrigin Anti aritmia : mexilitine Anti depresan : amitriptilin

Farmakologi nyeri neuropatikSimptom Mekanisme Target Tactile hyperalgesia Cold hyperalgesiaPin-prick hyperalgesia

Central sensitisation

NMDA R Neurokinin NO synthase Protein kinase Neurokinin 1 R NMDA antagonis Dextromethorpan Glycine site antagonis Neurokinin 1 R antagonis Neurokinin NO synthase Protein kinase C inhibitors Ketamine amantadine

Obat

Farmakologi nyeri neuropatikSimptom Pressure hyperalgesia Spontan pain Thermal hyperalgesia Neurogenik inflamasi

Mekanisme Target

Periferal sensitasi

Vaniloid R1 desensitisasi Neurokinin 1 Na chanel Nerve growth factors Capsaicin cream Neurokinin 1 R antagonis Nerve growth factors Blocker Na chanel resisten to tetrodoxin

Obat

Farmakologi nyeri neuropatikSimptom Spontaneus pain Gejala simpatis

Mekanisme

receptor expression Symphatetic sprouting

Target

receptor antagonist Nerve growth factors

Obat

Pentholamine Guanethidine Nerve growth factors

Farmakologi nyeri neuropatikSimptom Nyeri spontan Hyperalgesia

Mekanisme

Increased transmission Reduced inhibition

Target

N type Ca chanel R (MOR,GABA,P2X,CCK,mGluR,neurokine 2,kainate,adenosine.nAchrR)

Obat

Conotaxin Gabapentin Tricyclic antidepressan SNRI Opiates clonidine

Terapi Non FarmakologiRehabilitasi nyeri akut 1. Immobilisasi 2. Modalitas termal 1. Terapi panas 2. crioterapi 3. Massage 4. Traksi 5. Transcutaneus Elektrical Nerve Stimulating (TENS) 6. Biofeedback 7. Latihan 1. Latihan peregangan 2. Latihan gerak sendi (ROM) 3. Latihan ketahanan dan penguatan otot 8. Ortosis (alat bantu) Ortosis digunakan untuk Membatasi geraj daerah yang sakit Membantu daerah yang lemah Menyanggah bagian yang rusak

Nyeri kronik 1. Modifikasi perilaku 2. Modulasi nyeri (TENS,Akupuntur,termal) 3. Latihan kondisi 4. Terapi psikologik 5. Rehabilitasi vokasional

Terapi Invasif Bedah

Tujuan1.

Memutus jaras saraf nyeri1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Thalamotomy,cingulotomy Rhizotomy Chordoctomy Chordectomy DREZ (Dorsal Root Entry Zone) Sympathektomy Microvascular decompression

2.

Memodulasi input sensorikDilakukan bila modalitas terapi lain tidak memberi hasil memuaskan Nyeri neuropati sentral Nyeri neuropati perifer Reflek Simpathetik Dystrophy Nyeri fantom

Indikasi

TERIMAKASIH