Otitis Madia Superatif Kronik SSP

  • View
    54

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Chusnul Laili IKP Reg 3B STIKES Surya Mitra Husada KediriTugas Individu

Transcript

Otitis media kronik perforasi sentral atau sekarang di kenal dengan otitis media supuratif kronik (OMSK) adalah otitis media yang berlangsung lebih 2 bulan karena infeksi bakteri piogenik dan ditandai oleh perforasi membran timpani dan pengeluaran secret, sekret yang keluar dari telinga tengah ke telinga luar dapat berlangsung terus-menerus atau hilang timbul.

Ada 3 tipe perforasi membran timpani berdasarkan letaknya, yaitu :

1. Perforasi sentral (sub total). Letak perforasi di sentral dan pars tensa membran timpani. Seluruh tepi perforasi masih mengandung sisa membran timpani. 3. Perforasi atik. Letak perforasi di pars flaksida membran timpani, berhubungan dengan primary acquired cholesteatoma.

2. Perforasi marginal. Sebagian tepi perforasi langsung berhubungan dengan anulus atau sulkus timpanikum.

Penyebab OMSK antara lain : 1. Lingkungan 2. Genetik 3. Otitis media sebelumnya. 4. Infeksi 5. Infeksi saluran nafas atas 6. Autoimun 7. Alergi 8. Gangguan fungsi tuba eustachius

MANIFESTASI KLINIS - Ada lubang di tengah-tengah gendang telinga - Ada riwayat infeksi tenggorokan - Keluar nanah berbau busuk tanpa rasa nyeri - Suara berdenging - Kadang merasakan vertigo (karna langsung berhubungan dengan otak)

pemeriksaan audiometric MRI Pemeriksaan Radiologi.

Uji Weber

Bakteriologi

Uji Lab

Kultur cairan

Gangguan berkomunikasi berhubungan dengan efek kehilangan pendengaran Perubahan persepsi/sensoris berhubungan dnegan obstruksi, infeksi di telinga tengah atau kerusakan di syaraf pendengaran

Perubahan persepsi sensori pendengaran Resiko penyebaran infeksi Gangguan komunikasi Gangguan citra diri Resiko cidera Penurunan pendengaran

y Prinsip terapi OMSK Maligna

adalah pembedahan, y Prinsip terapi OMSK tipe benigna

Perforasi (robek) gendang telinga terjadi karena lubang atau robekkan pada gendang telinga, yaitu suatu selaput tipis yang membatasi liang telinga luar dan telinga tengah. Robeknya gendang telinga dapat menyebabkannya gangguan pendengaran dan keluarnya cairan dari liang telinga.

adalah penyakit yang disebabkan karena masuknya bibit penyakit. Penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain. Orang yang sehat harus dihindarkan dari orang-orang yang menderita penyakit dari golongan ini

Meinhart & McCaffery mendiskripsikan 3 fase pengalaman nyeri: 1) Fase antisipasi (terjadi sebelum nyeri diterima) 2) Fase sensasi (terjadi saat nyeri terasa) 3) Fase akibat (terjadi ketika nyeri berkurang atau berhenti)

0 :Tidak nyeri 1-3 : Nyeri ringan : secara obyektif klien dapat berkomunikasi dengan baik. 4-6 : Nyeri sedang : Secara obyektif klien mendesis, menyeringai, dapat menunjukkan lokasi nyeri, dapat mendeskripsikannya, dapat mengikuti perintah dengan baik. 7-9 : Nyeri berat : secara obyektif klien terkadang tidak dapat mengikuti perintah tapi masih respon terhadap tindakan, dapat menunjukkan lokasi nyeri, tidak dapat mendeskripsikannya, tidak dapat diatasi dengan alih posisi nafas panjang dan distraksi 10 : Nyeri sangat berat : Pasien sudah tidak mampu lagi berkomunikasi, memukul.

SUMBER: Priharjo, R (1993). Perawatan Nyeri, pemenuhan aktivitas istirahat. Jakarta : EGC hal : 87. Shone, N. (1995). Berhasil Mengatasi Nyeri. Jakarta : Arcan. Hlm : 76-80 Ramali. A. (2000). Kamus Kedokteran : Arti dan Keterangan Istilah. Jakarta : Djambatan. Syaifuddin. (1997). Anatomi fisiologi untuk siswa perawat.edisi-2. Jakarta : EGC. Hlm : 123-136. Tamsuri, A. (2007). Konsep dan penatalaksanaan nyeri. Jakarta : EGC. Hlm 1-63 Potter. (2005). Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik. Jakarta: EGC. Hlm 1502-15