Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Raja

  • Published on
    22-Nov-2015

  • View
    50

  • Download
    13

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kulit pisang mempunyai potensi yang besar dalam bidang pangan

Transcript

<p>Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Raja (Musa textillia) sebagai Bahan Pengganti Tepung ( powder Substitution)KATA PENGANTARPenulis Bersyukur kepada Allah SWT atas segala rahmat, taufiq dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Raja( Musa textillia )Sebagai Bahan Pengganti Tepng( Powder Substitution )dengan baik. Karya ilmiah ini, dapat diselesaikan dengan baik karena dukungan dan partisipasi berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :1) Ibu Dra.Nurhidayati selaku Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun 2) Bapak Drs.Kirwanto selaku pembimbing mata pelajaran bahasa Indonesia 3) Berbagai pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam penyelesaian karya ilmiah ini.Karya ilmiah ini merupakan hasil penelitian, yang penulis lakukan di Rumah Penulis dari bulan Januari hingga bulan Februari 2012. Karya ilmiah ini diajukan Untuk memenuhi Tugas Terstruktur Mata Pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI Semester II.Penulis menyadari bahwa penulisan karya tulis ilmiah ini, masih jauh dari sempurna.Seperti kata pepatah gajah dipelupuk mata tak kelihatan,sedangkan semut di seberang lautan terlihat jelas. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif dan bersifat membangun sangat penulis harapkan. Akhirnya penulis berharap agar karya ilmiah ini, memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum dan khususnya bagi masyarakat Kebumen.Kebumen, .. Februari 2012Pendahuluan Dewasa ini,masalah yang sedang dihadapi kita yaitu mengenai bahan pangan dan sampah.Keduanya memiliki keterikatan begitu jelas. Bahan baku pangan sedang menjadi pokok masalah bagi para Industri pangan terutama bagi industri perumahan . Karena semakin langkanya bahan tepung yang bisa diolah menjadi tepung.Bahan pangan seperti padi,ketela,singkong juga semakin berkurang.Harga tepung terigu yang kini juga semakin mahal.Berbeda dengan masalah pangan yang semakin langka,sampah justru semakin banyak kita jumpai bahkan sampai melebihi batas.Kebanyakan dari kita ketika selesai makan otomatis membuang bungkus atau kulit dari makanan tersebut. Hal yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan Penelitian terhadap Kulit Pisang (Musa textillia ) sebagai substitusi tepung (Powder Subtitution), adalah sebagai berikut : Berkurangnya Produksi gandum di Indonesia, semakin berkurangnya bahan makanan pokok seperti Padi,ketela,dll.Kebutuhan masyarakat untuk membuat makanan yang berbahan baku tepung semakin banyak. Belum maksimalnya pemanfaatan kekayaan alam untuk dibuat bahan pengganti tepung.Semakin banyaknya limbah berserakan dilingkungan sekitar kita. Masyarakat yang belum mengetahui dan belum mencoba hal lain sesuatu yang dapat digunakan (BTP) sebagai bahan baku tepung. Banyaknya tepung terigu yang muncul dikalangan masyarakat berasal dari luar Negeri dengan harga yang mahal.Hal-hal yang telah Penulis paparkan di atas menjadi acuan mengapa penulis memanfaatkan kulit pisang (Musa textillia ) sebagai substitusi tepung (Powder Subtitution). Sesuai pada data-data yang penulis paparkan di ats, penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut :Sejauh mana kemampuan pati limbah kulit pisang mensubtitusi tepung terigu dalam pembuatan tepung ,bagaimana potensi pati limbah kulit pisang, apa pengaruh dari penambahan tepung kulit pisang dalam makanan. Adapun tujuan dari Peneliti ini adalah ; menggalih potensi limbah kulit pisang sebagai salah satu sumber subtitusi tepung terigu, menginformasikan kepada masyarakat luas bahwa kulit pisang bermanfaat sebagai sumber Subtitusi tepung yamg lebih aman, mengetahui kelebihan tepung kulit pisang dibandingkan dengan tepung terigu, mengungkap akan manfaat dari sebuah kulit pisang agar masyarakat tidak menyia-nyiakannya,mengurangi pencemaran lingkungan dengan tidak membuang kulit limbah pisang lagi. Pisang merupakan tanaman yang serbaguna yang telah akrab masyarakat Indonesia, hal itu terbukti banyak ditemukan tanaman pisang di berbagai wilayah di Indonesia. Tanaman pisang banyak dijumpai di wilayah Kebumen. Selain itu penyebaran tanaman ini banyak ditemukan di Kalimantan Barat, yaitu meliputi Kabupaten Sambas (92,25 ha), Kabupaten Pontianak (74,27 ha) Kabupaten Singkawang (35,88), Kabupaten Kapuas Hulu (920,17 ha), Kabupaten Landak (7,31 ha).Menurut BPS, Kalimantan Barat : 2006 Wilayah Penghasil tanaman pisang juga meliputi , Jawa, Sumatra, Kalimantan, Maluku, Bali dan NTB.Tanaman ini menyukai daerah alam terbuka yang cukup dengan sinar matahari. Cocok tumbuh di dataran rendah seperti di lingkungan sekitar rumah, pinggir-pinggir jalan dll. Sampai ketinggian kurang lebih 100 m. tepung yang didapat dari kulit pisang berwarba sedikit kunig, tidak seperti tepung terigu, namun fungsinya sama baiknya dan halus.Proses Pengolahan kulit pisang yang dilakukan oleh Penulis adalah dengan menggunakan metode basah, yaitu sebagai berikut : pengupasan, pemotongan, perendaman, pengeringan, penggilingan. Tepung kulit pisang tidak kalah lembut dan baiknya dengan tepung-tepung terigu.Dengan demikian Tepung Kulit Pisang bisa dijadikan sebagai sumber Substitusi tepung atau bahan pengganti tepung yang lebih sehat, hemat dan mudah diperoleh.BAB IPENDAHULUANA. Latar belakang Di zaman reformasi ini telah memperlihatkan perubahan yang begitu signifikan. Bermula dari manusia yang menginginkan adanya suatu perubahan menjadi manusia yang makmur dengan melakukan berbagai macam cara.. Begitu pula pada alam semesta ini, karena ulah manusia yang melakukan perubahan terhadap alam ini, namun bukan perubahan menjadi baik yang dalami oleh alam ini, tapi menjadi gersang dan rusak. Dulu, alam semesta merupakan satu-satunya. anugerah Tuhan yang sangat indah dan sangat kaya. Kebutuhan manusia semua bisa diperoleh dan terpenuhi dari alam. Manusia adalah makhluk yang sangat tergantung pada kekayaan alam, namun saat ini, manusia justru membuat ala mini semakin miskin. Indonesia dulunya merupakan Negara jajahan Jepang dan Belanda karna Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya akan rempah-rempah salah satunya adalah tanaman gandum.Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah yang sudah banyak diketahui oleh Negara-negara lain. Berupa flora dan fauna yang berpotensi sebagai sumber-sumber yang berkhasiat. Salah satunya adalah tanaman pisang.Tanaman pisang terbesar luas di Indonesia 230 jumlah varieties yang dikenal di Indonesia. Bahkan Indonesia merupakan Negara yang mendapat peringkat ke -4 di dunia sebagai penghasil tanaman pisang terbesar, dan didukung dengan hasil produksi pisang 50 % di Asia.Dengan menanamkan budidaya tanaman yang ada di Indonesia, maka masyarakat Indonesia dapat makmur, menikmati kekayaan alam dengan kepuasan yang maksimal. Umumnya limbah Kulit Pisang dibiarkan begitu saja dan terjadi penumpukan sampah atau limbah kulit pisang.Melihat kekayaan tersebut, maka harus dicari solusi untuk menangani limbah kulit pisang. Salah satunya dengan memanfaatkan dan mengolah limbah kulit pisang tersebut lebih lanjut menjadi suatu bahan yang bermanfaat yaiutu Pembuatan Bahan Pangan.Hal ini yang menjadi latar belakang penelitian tentang Kulit Pisang (Muta Brachycarpa) sebagai substitusi tepung (Pour Substitution) yang lebih baik dengan memanfaatkan kekayaan alam Negara ini. Belum maksimal pemanfaatan kulit pisang di kalangan masyarakat, Membuat penulis berani mengankat inovasi dengan memanfaatkan kulit pisang sebagai pengganti sumber subtutusi tepung khusus di Kebumen. Pada kenyatannya sudah banyak jenis tepung yang di ketahui masyarakat luas, namun tidak ada salahnya kita menemukan cara terbaru demi menambah pengetahuan kita dalam meracik tepung alami.Hasil pemaparan di atas menunjukkan berbagai Penelitian, antara lain :1. Kebutuhan manusia mengenai bahan pangan yang semakin meningkat2. Banyaknya jenis makanan yang berbahan utama tepung3. Semakin berkurangnya tanaman gandum di Indonesia4. Belum maksimalnya pemanfaatan kekayaan alam untuk diolah menjadi bahan pangan5. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan fungsi limbah kuli pisang.Hal-hal di atas menjadi dasar mengapa penulis tertarik mengangkat tema Kulit Pisang (Musa Brachycarpa skin) sebagai substitusi tepung (Pour Substitution).B. Identifikasi Masalah Berdasarkan pada data-data yang telah penulis paparkan diats dapat dirumuskan beberapa permasalahan, antara lain :1. Kulit pisang yang sering diabaikan oleh masyarakat apakah memiliki manfaat sebagai bahan pangan ?2. Bagaimana potensi kulit pisang sebagai pengganti tepung ?3. Apakah tepung kulit pisang sebanding dengan tepung terigu ?4. Apakah kandungan yang ada dalam kulit pisang bisa mengganti fungsi karbohidrat ?5. Apa pengaruh penambahan tepung kulit pisang pada pembuatan makanan?C.Tujuan Penelitian1. Menggali potensi limbah kulit pisang sebagai salah satu sumber substitusi tepung2. Memberi informasi kepada masyarakat Kebumen bahwa kulit pisang memiliki khasiat yang baik3. Mengetahui kelebihan tepung kulit pisang tepung terigu4. Mengurangi pencemaran lingkungan dengan tidak menumpuk limbah kulit pisangD.Manfaat1. Memberikan informasi tentang potensi limbah kulit pisang sebagai sumber tepung untuk pembuatan makanan2. Membuat masyarakat tidak lagi membuang kulit pisang begitu saja3. Dapat dikembangkan melalui home industri atau pihak pabrik, pihak departemen dan swasta, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat4. Menjadi salah satu pertimbangan bagi para pedagang makanan yang membutuhkan bahan baku tepung5. Memberitahukan bahwa tepung kulit pisang lebih tahan lama disimpan bila dibandingkan dengan tepung terigu .</p> <p>BAB IITINJAUAN PUSTAKAA.Tanaman PisangPisang ( Musa Paradisiaca ) mereupakan tanaman yang memilki banyak manfaat.Hal itu terbukti dengan seringnya pohon pisang digunakan dalam upacara adat di Indonesia.Selain itu pohon pisang ini juga bermanfaat dari bonggol hingga buahnya,namun sebagian besar manusia baru mengetahui beberapa bagian yang dapat dimanfaatkan dari pohon pisang. Berikut manfaat dari bagian pohon pisang: Buahnya bisa langsung dikonsumsi untuk pencuci mulut. Buahnya dapat diolah menjadi makanan khas dan berbagai jenis obat-obatan Daunya digunakan untuk membungkus nasi atau makanan lainnya Jantungnya bisa digunakan untuk makanan ternak Pelepahnya bisa digunakan untuk membuat tali pohonnya sering digunakan untuk upacara adat kulit pisangnya bisa diolah menjadi tepung kulitnya bisa dibuat keripik bonggolnya bisa diolah menjadi sampo1.Deskripsi Tanaman Pisang Tanaman pisang hanya ditanam dalam skala rumah tangga atau perkebunan kecil. Standar nasional perkebunan pisang mencapai 10-30 ha . tanaman ini tumbuh dengan baik diberbagai macam topografi tanah, baik tanah datar/miring. Pisang merupakan tanaman yang berbuah hanya sekali kemudian mati. Tingginya natar 2,9 m, berakar serabut dengan batang bawah tanah (bonggol) yang pendek. Dari mata tunas yang ada pada bonggol inilah yang bisa menjadi tanaman baru. Pisang memiliki batang semu yang tersusun ats tupukan peepah daun yang tumbuh dari batang bawah tanah sehingga mencapai ketebalan 20-50 cm. daun yang paling mudah terbentuk dobagian tengah tanaman, keluarnya menggulung dan terus tumbuh memanjang, kemudian lebar 30-70 cm, permukaan bawah berlilin, tulang tengah penopang jelas disertai tulang daun yang nyata, tersusun sejajar dan menyirip, warnanya hijau. Pisang merupakan famili musaceae dari orde scitaminae yang terdiri dari 230 vanetes dan 2 genus yaitu musa dan ensete. Buah pisang dinamakan segar berasal argol musaacuminat dan balbisrana.</p> <p>Gambar 1Pohon Pisang </p> <p>Pisang mempunyai bunga majemuk, yang tiap kuncup bunga dibungkang oleh seludang berwana merah kecoklatan. Seludang akan lepas dan jatuh ke tanah jika bunga telah membuka. Bunga betina akan berkembang secara normal, sedang bunga jantan yang berada di ujung tandan tidak berkembang dan tetap tertutup oleh sekudang yang disebut jantung. Jantung pisang harus dipangkas setelah selesai berubah. Jumlah sisir betina antara 5-15 buah. Sisir yaitu kelompok bunga. Buahnya buah buni, bulat memanjang, membengkong, tersusun seperti sisir terdiri dari beberapa buah pisang. Berbiji atau tanpa biji. Bijinya kecil, bulat, dan berwarna hitam. Buahnya dapat dipanen setelah 80-90 hari sejak keluarnya jantung. Pisang bukan buah musiman, tetapi buah pisang selalu ada setiap saat.Pisang merupakan tanaman yang banyak diminati rumah tangga petani holtikultura, yang ditunjukkan oleh sebagian besar yaitu 273.648 rumah tangga mengusahakan pisang (BPS, Kalbar,2003). Produksi buah terbanyak sepanjang tahun di Kalimantan Barat adalah pisang, karena tanaman pisang dapat berbuah sepanjang tahun dan dapat tumbuh dengan mudah terutama di daerah beriklim tropis yang lembab, terutama di dataran rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim dan daerah yang memilikicurahhujan. Persebaran tanaman pisang di Kalimantan Barat ialah di Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Singkawang, Kabupaten Landak, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Melawi dan Kota Pontianak. Daerah penghasil pisang terbanyak ialah di Kabupaten Pontianak. Dengan jumlah produksi pada triwulan II (tahun 2006)yaitu12.784 ton. 1.3KandunganKimiaDalamKulitPisang Buah pisang banyak mengandung karbohidrat baik isinya maupun kulitnya. Pisang mempunyai kandungan khrom yang berfungsi dalam metabolisme karbohidrat dan lipid. Khrom bersama dengan insulin memudahkan masuknya glukosa ke dalam sel-sel. Kekurangan khrom dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan toleransi glukosa. Umumnya masyarakat hanya memakan buahnya saja dan membuang kulit pisang begitu saja. Di dalam kulit pisang ternyata memiliki kandungan vitamin C, B, kalsium, protein, dan juga lemak yang cukup. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa komposisi kulit pisang banyak mengandung air yaitu 68,90 % dan karbohidrat sebesar 18,50 %. Hasil penelitian tim Universitas Kedokteran Taichung Chung Shan, Taiwan, memperlihatkan bahwa ekstrak kulit pisang ternyata berpotensi mengurangi gejala depresi dan menjaga kesehatan retina mata. Selain kaya vitamin B6, kulit pisang banyak mengandung serotonin yang sangat vital untuk menyeimbangkan mood. Selain itu, ditemukan pula manfaat ekstrak pisang untuk menjaga retina dari kerusakan cahaya akibat regenerasi retina. Dalam studi klinis yang dilakukan, para peneliti membandingkan efek ekstrak kulit pisang bagi retina mata pada dua kelompok. Pertama adalah kelompok kontrol dan kelompok kedua adalah responden yang diberi ekstrak kulit pisang dan mereka dipapari cahaya selama enam jam dalam dua hari. Hasilnya, yang tidak mendapat ekstrak kulit pisang sel retinanya menjadi mati, sedangkan kelompok lainnya retinanya tidak mengalami kerusakan. Sementara itu untuk mengatasi depresi, para peneliti menyarankan untuk meminum air rebusan kulit pisang atau membuatnya dalam bentuk jus segar selama beberapa kali dalam seminggu karena dalam kuli...</p>

Recommended

View more >