Click here to load reader

Pembukuan Usahatani

  • View
    775

  • Download
    23

Embed Size (px)

Text of Pembukuan Usahatani

MANAJEMEN DAN PENCATATAN USAHATANI

1. Manajemen Usahatani

Manajemen Usahatani adalah membuat suatu keputusan tentang tanaman dan ternak apa yang dapat diusahakan berdasarkan ketersediaan sumber daya untuk memaksimalkan keuntungan.

Sumber Daya Usahatani

Sumber daya usahatani meliputi :

1. Modal Modal adalah seluruah uang dan harta (asset) pemilik yang ditujukan secara khusus untuk investasi dalam usahatani.

Asset adalah segala sesuatu yang dimiliki sendiri untuk usahatani yang memiiki nilai uang, seperti bangunan, bibit, peralatan, tanah, kendaraan, ternak, dan uang tunai.

Contoh : Modal : Input (sarana produksi) : bibit, pupuk, bahan pengendali hama dan penyakit Lahan dan bangunan Bahan dan Alat Pertanian : alat dan perlengkapan, plastic mulsa,plastic penutup, bambu, traktor, sekop, dan bajak.

2. Tenaga Kerja (upah)Tenaga kerja adalah tenaga manusia yang digunakan dalam pekerjaan yang diselesaikan oleh satu orang atau lebih untuk membantu kegiatan dalam usahatani. Pembayaran tenaga kerja bisa dilakukan per jam, harian atau setelah tugas diselesaikan (borongan) seperti memanen brokoli pada lahan seluas 1.000 m2.

Tenaga kerja mencakup diri petani sendiri, anggota keluarga dan tenaga orang lain di luar keluarga.

Contoh tenaga kerja di lahan :Pada hari rabu, 13 Agustus, Bapak Udin bekerja dengan anaknya memanen 300 kg Brokoli dan ia juga mempekerjakan 2 orang tenaga kerja luar keluarga yaitu Asep dan Jajang untuk membantu memanen di lahannya. Tenaga kerja dalam keluarga : Bapak Udin dan anaknya Tenaga kerja luar keluarga : 2 tenaga kerja tambahan, Asep dan Jajang

3. Sumber Daya Alam

Alam dan lingkungan mempengaruhi tanaman yang akan ditanam atau ternak yang akan dikembangbiakan.

Iklim Meliputi tiga kategori, antara lain : Sinar matahari : setiap jenis tanaman mempunyai kebutuhan yang berbeda terhadap sinar matahari, beberapa tanaman memerlukan sinar matahari yang banyak, sementara tanaman lain hanya memerlukan dalam jumlah terbatas. Ketinggian TempatKetinggian tempat berpengaruh terhadap suhu, banyaknya sinar matahari, dan kelembaban udara yang pada gilirannya mempengaruhi perkembangan tanaman dan ternak.

Air Ketersediaan air berpengaruh besar terhadap kelangsungan hidup tanaman. Salah satu tolak ukur ketersediaan air pada suatu daerah adalah curah hujan. Contohnya, tanaman sayuran membutuhkan air yang cukup untuk pertumbuhannya.

Tanah Tanah atau lahan tempat tumbuh tanaman merupakan penyedia unsur-unsur hara dan sumber air bagi tanaman dan hewa. Tanah akan mempengaruhi pertumbuhan buah-buahan dan sayuran, selain itu ada beberapa tanah yang mungkin tidak cocok untuk tanaman tertentu maupun ternak. Misalnya, iklim yang kering dengan ketersediaan air dan unsure hara yang sedikit mungkin tidak cocok untuk selada atau sayuran dan lainnya.

4. Teknologi Teknologi adalah penggunaan ilmu pengetahuan, metode, peralatan maupun perlengkapan untuk meningkatkan hasil produksi dan pendapatan. teknologi mana yang harus dipilih untuk memperoleh hasil produksi dan pendapatan yang lebih tinggi? .

Metode KerjaTenaga Kerja manual dengan cangkulTenaga kerja dengan traktor kecil

Banyak menggunakan tenaga kerja (800 HOK per ha) Waktu pelaksanaan yang lama Biaya pengadaan peralatan di awal murah namun biaya produksi per ha jadi lebih mahal, seperti biaya pengolahan lahan mencapai Rp 20.000.000 Sedikit penggunaan tenaga kerja (10 HOK per ha) Waktu pelaksanaan yang singkat Biaya pengadaan peralatan di awal mahal Rp 15.000.000 per traktor namun biaya produksi per ha jadi lenih murfah

28

Inovasi saya harus memilih teknologi yang sesuai dengan situasi dan kondisi sumber daya yang saya miliki.

Selama musim hujan, dengan menggunakan cara tradisional seperti dibiarkan pada alam terbuka hasil tomat mungkin 20.000 kg per ha, sedangkan menggunakan naungan plastik atau rumah kaca dapat meningkatkan hasil mencapai 45.000 kg per ha.

5. Kelompok Tani

Kumpulan petani yang bekerjasama untuk suatu tujuan atau target tertentu, seperti mempelajari praktek manajemen yang baru, meningkatkan teknologi, mendapatkan harga yang lebih tinggi untuk produknya atau mencari pasar baru.

Contoh 1 :Bapak H. Ayub adalah seorang petani kakao di Sulawesi Selatan. Ia dan 24 petani lain di kelompoknya mengikuti pelatihan pembuatan alat pengering tenaga surya (solar dryer) untuk mengeringkan kakao.

Setelah mengikuti pelatihan, kelompok tani ini bekerjasama membangun alat pengering tenaga surya (solar dryer). Dengan menggunakan teknologi yang baru ini, kelompok dapat memenuhi standar kualitas ekspor sehingga petani mendapatkan harga jual yang lebih tinggi dari pembeli.

Contoh 2 :Ibu Popi dan 16 petani tomat lainnya di Garut, bergabung dalam kelompok Tani Dirgantara. Bersama-sama mereka membangun rumah kemas yang bermanfaat sebagai : Tempat penyimpanan sementara hasil panen Tempat melakukan penanganan paska panen secara bersama Menghemat biaya transportasi untuk pemasaran hasil panen

2. Akuntansi

Akuntansi adalah suatu proses mencatat, merangkum, menguraikan, dan menjelaskan transaksi atau kegiatan yang berhubungan dengan keuangan.

1. Asset Asset (harta) : Segala sesuatu yang dimilki sendiri untuk usahatani yang memiliki nilai uang termasuk piutang. Contoh : Bangunan, bibit, peralatan, tanah, kendaraan, peternakan dan uang tunai.

2. Kewajiban (Liability)Kewajiban : Jumlah hutang untuk keperluan usahatani yang harus dibayar kepada pemberi pinjaman seperti upah tenaga kerja, pemasok benih, pemasok pupuk dan transportasi. Contoh : Bapak Didin meminjam uang dengan tujuan membeli barang-barang untuk kebutuhan menanam cabe. Uang inilah yang disebut hutang yang harus dibayar.

Daftar Asset dan KewajibanAssetKewajiban

Tanah Bangunan Rumah semai Peralatan pertanian Uang tunai di tangan Uang di bank Ternak Pembibitan Pembayaran sewa lahan per periode (musim tanam, bulan, tahun) Bunga pinjaman dari bank Tagihan telepon untuk usahatani Hutang untuk pembayaran upah tenaga kerja Uang yang dipinjam dari pemasok untuk menyediakan pupuk

3. Modal PemilikModal pemilik : Sejumlah uang atau investasi yang dimiliki pemilik untuk menjalankan usahatani. Contoh : Seorang petani mempunyai uang Rp 10.000.000 dan dengan uang ini ia ingin memulai usahatani tomat, brokoli, dan kopi di lahannya. Uang awal sebesar Rp 10.000.000 inilah yang disebut modal pemilik.

4. BiayaBiaya : Semua pengorbanan yang dilakukan untuk menghasilkan sesuatu dan dalam bentuk uang.

Biaya terdiri atas biaya tetap dan biaya tidak tetap.

BIAYA TETAPBiaya Tetap adalah biaya jangka panjang yang tetap sama, tidak tergantung dari jumlah produksi yang dihasilkan atau periode panen. Contoh : sewa lahan, bangunan, penyusutan alat-alat pertanian.

BIAYA TIDAK TETAP (Biaya Variabel)Biaya tidak tetap adalah biayajangka pendek yang besar kecilnya secara langsung tergantung pada jumlah produksi yang dihasilkan atau biaya setiap periode produksi. Biaya tidak tetap dapat dialokasikan atau dihitung per unit hasil tanaman atau ternak (misalnya per ton tanaman, per ekor ternak). Contoh : Bibit, pupuk, bahan pengendali hama dan penyakit, upah tenaga kerja, transportasi, bahan bakar mesin pertanian.

Daftar Biaya Tetap dan Biaya Tidak Tetap (Variabel)Biaya TetapBiaya Variabel

Sewa lahan Sewa bangunan Bibit Pupuk Bahan pengendali hama Tenaga kerja upahan & keluarga Transportasi Bahan bakar untuk mesin

Total Biaya Produksi

5. Pendapatan atau PenerimaanPendapatan (Penerimaan) adalah uang yang didapatkan dari penjualan produk-produk atau jasa dalam suatu usahatani.

Pendapatan = Jumlah produk X Harga per-unit

Contoh : Jumlah total panen brokoli Bapak Jajang adalah 15.000 kg dan harga jualnya adalah Rp 3.000 per-kg. Jadi, pendapatan Bapak Jajang adalah 15.000 kg X Rp 3.000 per-kg = Rp 45.000.000

Perhitungan Pendapatan dari Tiga TanamanUraianTomat per-Musim TanamBrokoli per-Musim TanamKakao per-tahun

Lahan (Ha)1 (Ha)1 (Ha)1 (Ha)

Hasil Produksi20.000 kg15.000 kg1.000 kg

Harga Jual per-kgRp 1.500Rp 3.000Rp 20.000

Pendapatan Rp 30.000.000Rp 45.000.000Rp 20.000.000

3. Titik Impas (Break Even Point)

1. Harga Impas

Harga Impas adalah harga produk yang dikeluarkan untuk menutup semua biaya produksi sehingga tidak untung juga tidak rugi.

Harga Impas = Total Biaya / Jumlah Produksi

Biaya dan Produksi Tanaman BrokoliUraianBiaya (Rp)

Sewa lahan100.000

Bibit 150.000

Pupuk kandang1.000.000

Pupuk 400.000

Bahan pengendali hama dan penyakit450.000

Peralatan 250.000

Tenaga kerja1.000.000

Transportasi 150.000

Total BiayaRp 3.500.000

JUMLAH PRODUKSI1.000 kg

Berdasarkan contoh di atas :Harga impas= Rp 3.500.000 / 1.000 kg= Rp 3.500 per-kg

Jika petani menjual brokolinya dengan harga impas Rp 3.500 per-kg maka ia tidak akan untung juga tidak akan rugi (impas).*

*Angka-angka pada perhitungan di atas hanyalah contoh

2. Unit ImpasUnit Impas adalah jumlah produk yang dibutuhkan untuk menutup semua biaya produksi sehingga tidak untung juga tidak rugi.

Unit Impas = Total Biaya / Harga Jual Produk

Biaya dan Harga Jual Tanaman BrokoliUraian Biaya (Rp)

Sewa lahan100.000

Bibit 150.000

Pupuk kandang1.000.000

Pupuk 400.000

Bahan pengendali hama dan penyakit450.000

Peralatan 250.000

Tenaga kerja1.000.000

Transportasi 150.000

Total BiayaRp 3.500.000

HARGA JUAL per-kgRp 5.000 per-kg

Berdasarkan contoh di atasUnit Impas = Rp 3.500.000 / Rp 5.000 per-kg= 700 kg

Jika petani menghasilkan brokoli sebanyak 700 kg dan menjual seluruhnya

Search related