Pemeliharaan Peralatan GI

  • View
    211

  • Download
    40

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pemeliharaan peralatan Gardu Induk. sumber: buku pegangan pemeliharaan GI AP2B sistem sulsel

Text of Pemeliharaan Peralatan GI

Sistem tenaga listrik merupakan sebuah sistem yang terdiri dari pembangkit listrik, gardu-gardu induk, transmisi, distribusi, hingga sampainya listrik ke konsumen. Dalam proses pengantaran listrik daripembangkit hingga ke konsumen, tentunya terdapat banyak peralatan listrik yang terus beroperasi melayani kebutuhan listrik konsumen. Seperti halnya peralatan-peralatan lainnya, peralatan-peralatan dalam sistem tenaga listrik ini juga membutuhkan pemeliharaan guna mencegah dari kerusakan, kebocoran atau sekedar perawatan agar peralatan dapat lebih panjang umur.Melihat lingkup sistem tenaga listrik yang begitu luas, maka pada makahal kali ini kami membatasi pembahasan kami hanya pada peralatan gardu induk.

PEMELIHARAAN PREVENTIF (PREVENTIVE MAINTENANCE)Merupakan kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan untuk mencegah terjadinya kerusakan secara tiba-tiba dan untuk mempertahankan unjuk kerja yang optimal sesuai umur teknisnya, melalui inspeksi secara periodic dan pengujian fungsi atau melakukan pengujian dan pengukuran untuk mendiagnosa kondisi peralatan.Pemeliharaan preventif ini dapat dibagi menjadi 2 (dua), yaitu :1. Pemeliharaan Rutin2. Pemeliharaan Prediktif PEMELIHARAAN RUTIN (ROUTINE MAINTENANCE)Merupakan kegiatan pemeliharaan secara periodik/ berkala dengan melakukan inspeksi dan pengujian fungsi untuk mendeteksi adanya potensi kelainan atau kegagalan pada peralatan dan mempertahankan unjuk kerjanya. Berdasarkan periodenya, pemeliharaan rutin terdiri dari: Pemeliharaan Harian Pemeliharaan Mingguan Pemeliharaan Bulanan Pemeliharaan Tahunan atau Bersamaan dengan padam Bay T/R atau T/L PREDICTIVE MAINTENANCEDisebut juga dengan Pemeliharaan Berbasis Kondisi (Condition Based Maintenance). Adalah pemeliharaan yang dilakukan dengan cara melakukan monitor dan membuat analisa trend terhadap hasil pemeliharaan untuk dapat memprediksi kondisi dan gejala kerusakan secara dini.

CORRECTIVE MAINTENACEAdalah pemeliharaan yang dilakukan ketika peralatan mengalami kelainan / unjuk kerja rendah pada saat menjalankan fungsinya atau kerusakan, dengan tujuan untuk mengembalikan pada kondisi semula melalui perbaikan (repair) ataupun penggantian (replace). PLANNEDAdalah pemeliharaan yang dilakukan ketika peralatan mengalami kelainan / unjuk kerja rendah pada saat menjalankan fungsinya, dengan tujuan untuk mengembalikan pada kondisi semula melalui perbaikan (repair) ataupun penggantian (replace) secara terencana.. UNPLANNEDDisebut juga dengan Pemeliharaan Breakdown. Adalah pemeliharaan yang dilakukan ketika peralatan mengalami kerusakan secara tiba-tiba sehingga menyebabkan pemadaman. Untuk mengembalikan pada kondisi semula perlu dilakukan perbaikan besar (repair) atau penggantian (replace). CIRCUIT BREAKER/ PMTBerdasarkan fungsinya dan kondisi peralatan bertegangan atau tidak, jenis pemeliharaan pada Pemutus dapat dikelompokkan sebagai berikut :1. In Service / Visual Inspection In Service Inspection adalah inspeksi/pemeriksaan terhadap peralatan yang dilaksanakan dalam keadaan peralatan beroperasi/bertegangan (on-line), dengan menggunakan 5 panca indera (five senses) dan metering secara sederhana, dengan pelaksanaan periode tertentu (Harian, Mingguan, Bulanan, Tahunan).Inspeksi ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui/memonitor kondisi peralatan dengan menggunakan alat ukur sederhana/umum (seperti Thermo Gun).

2. In Service Measurement / On Line MontoringMerupakan pengukuran yang dilakukan pada periode tertentu dalam keadaan peralatan bertegangan (On Line).Pengukuran dan/atau pemantauan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui/memonitor kondisi peralatan dengan menggunakan alat ukur yang advanced (seperti Thermal Image thermovision) yang dilakukan oleh petugas pemeliharaan.

3. Shutdown Measurement / Shutdown Function CheckMerupakan pengukuran yang dilakukan pada periode tertentu dalam keadaan peralatan tidak bertegangan (Off Line).Pengukuran dilakukan bertujuan untuk mengetahui kondisi peralatan dengan menggunakan alat ukur yang dilakukan oleh petugas pemeliharaan.

Macam macam pengukuran/pengujian : Pengujian/pengukuran pada interrupter : Pengukuran Tahanan isolasi Pengukuran Tahanan kontak Keserempakan kontak (breaker analyzer) Pengukuran nilai R pada Resistor (bila ada) Pengukuran nilai C pada Capasitor (bila ada) Pengujian pada media pemadam busur api : Kualitas gas SF6 Karakteristik minyak Pengujian ke-Vacuum-an Pengujian kerapatan gas (density gas) Pengujian pada sistem mekanik penggerak : Sistem pegas / spring Pengujian fungsi start & stop motor penggerak Pengukuran arus beban motor penggerak Tahanan isolasi belitan motor penggerak Pengukuran tegangan AC dan DC Sistem pneumatik Pengujian fungsi start & stop motor kompresor Pengujian fungsi system block Pengujian kebocoran udara Pengukuran konsumsi udara saat Open-Close-Open Pengujian fungsi safety valve Kalibrasi manometer Pengukuran tegangan dan arus AC dan DC Pengukuran waktu kerja kompresor

Sistem hidrolik Pengujian fungsi start & stop motor hidrolik Pengujian fungsi system hidrolik Pengujian kebocoran hidrolik Pengukuran konsumsi hidrolik saat Open-Close-Open Pengujian fungsi safety valve Kalibrasi manometer Pemeriksaan oil pressure switch Pengukuran tegangan AC dan DC Pengujian tekanan akumulator Pengujian waktu reinflation Pengukuran Grounding/ pentanahan Pemeriksaan fungsi lemari mekanik : Pengujian fungsi close dan open (local/remote dan scada) Pengujian tegangan AC dan DC Pengujian emergency trip Pengujian fungsi alarm Pengujian fungsi interlock mekanik dan elektrik

4. OverhaulOverhaul adalah pemeliharaan yang dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali dalam tiga tahun atau lebih berdasarkan manual instruction, ketentuan pabrikan atau pengalaman / ketentuan unit setempat. Penentuan kurun waktu untuk overhaul Pmt secara garis besar ditentukan seperti dalam tabel berikut :

Tabel-2.2 Jenis PMT & Kurun Waktu OverhaullJENIS PMTKURUN WAKTU OVERHAUL

Pmt dengan media udara hembus (Air Blast)Selambat-lambatnya 9 tahun atau pada saat jumlah angka pemutusan n = 4500

Pmt dengan media sedikit minyak (Low Oil Content)Selambat-lambatnya 6 tahun atau pada saat jumlah angka pemutusan n = 1500

Pmt dengan media banyak minyak (Bulk Oil Content)Disesuaikan dengan ketentuan pabrik

Pmt dengan media gas SF6Disesuaikan dengan ketentuan pabrik

5. Pasca relokasi / Pasca GangguanPekerjaan pemeliharaan yang dilaksanakan pasca gangguan atau relokasi peralatan, misalnya karena bencana alam/gempa.

Berdasarkan jarak waktu pemeriksaan PMT, sesuai FMEA/FMECA, pemeriksaan PMT digolongkan sebagai berikut:

Pemeriksaan HarianBerdasarkan FMEA/FMECA pemeriksaan harian meliputi :1. Pemeriksaan kopel penggerak (khusus 3 pole)2. Pemeriksaan kondisi kesiapan pegas3. Kesesuaian penunjukkan indikator pegas4. Penunjukkan & pemeriksaan tekanan hidrolik5. Penunjukkan & pemeriksaan counter kerja pompa6. Penunjukkan & pemeriksaan level minyak (hidrolik)7. Pemeriksaan sambungan / katup / pipa (hidrolik)8. Penunjukkan & pemeriksaan tekanan udara (pneumatik)9. Penunjukkan & pemeriksaan counter kerja pompa kompresor10. Pemeriksaan level minyak kompresor11. Pemeriksaan sambungan / katup / pipa (pneumatik)12. Penunjukkan & pemeriksaan tekanan gas SF613. Pemeriksaan manometer warna - tekanan gas SF614. Pemeriksaan instalasi gas SF615. Penunjukkan & pemeriksaan level minyak (bulk oil)16. Penunjukkan & pemeriksaan tekanan N217. Penunjukkan level minyak bushing (bulk oil)18. Pemeriksaan sambungan / katup (valve) minyak19. Penunjukkan & pemeriksaan tekanan udara (air blast)20. Pemeriksaan instalasi air blast Pemeriksaan Mingguan Berdasarkan FMEA/FMECA pemeriksaan mingguan, meliputi :1. Pemeriksaan kondisi terminal utama terhadap benda asing2. Pemeriksaan kondisi isolator interrupter3. Pemeriksaan kondisi isolator Resistor (jika ada)4. Pemeriksaan kondisi isolator Kapasitor (jika ada)5. Pemeriksaan kondisi isolator support compartment (jika ada)6. Penunjukkan & pemeriksaan counter PMT7. Kesesuaian penunjukkan indikator posisi PMT8. Pemeriksaan kondisi indikator PMT9. Pemeriksaan lampu penerangan10. Pemeriksaan heater11. Pemeriksaan terminal wiring12. Pemeriksaan kabel kontrol13. Pemeriksaan sekering / MCB14. Pemeriksaan terhadap bebauan yang asing15. Pembuangan udara kondensasi

Pemeriksaan Bulanan Berdasarkan FMEA/FMECA pemeriksaan bulanan, meliputi :1. Pemeriksaan kondisi pintu lemari2. Pemeriksaan kondisi / kebersihan dalam lemari3. Pemeriksaan kondisi door sealent4. Pemeriksaan lubang kabel5. Pemeriksaan grounding PMT6. Pemeriksaan grounding lemari7. Pemeriksaan kondisi pelumas pada roda gigi8. Pemeriksaan tabung akumulator9. Pemeriksaan belt kompresor10. Pemeriksaan tangki (pneumatik) Pemeriksaan TriwulananBerdasarkan FMEA/FMECA pemeriksaan triwulan, meliputi :1. Kondisi suhu terminal utama (image thermovisi)2. Kondisi suhu interrupter chamber (image thermovisi) Pemeriksaan Tahunan Berdasarkan FMEA/FMECA pemeriksaan tahuanan meliputi :1. Pemeriksaan struktur besi/baja atau beton2. Pemeriksaan pondasi

DISCONNECTING SWITCH/PMS In Service/ Visual Inspection In service inspection merupakan inspeksi/pengecekan yang dilakukan dengan menggunakan panca indera dengan pelaksanaan periode tertentu dalam keadaan peralatan bertegangan. Inspeksi / pengecekan bertujuan untuk mengetahui/memonitor kondisi komponen peralatan.Untuk periode pelaksanaan inspeksi pada pemisah adalah mingguan, bulanan dan tahunan. In Service / Visual Inspection dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur sederhana/umum (seperti Thermo Gun).Adapun komponen komponen dari pemisah yang harus diperhatikan untuk in service/ visual inspection adalah :I. Struktur Mekanik1. Struktur baja/besi atau beton2. PondasiII. Insulation ( Isolasi )a. Isolator pemisahIII. Electrical Current Carryinga. Pisau/kontak PMSb. Terminal utama (klem) PMSIV. Aksesoris Pemisaha. Isol