Penentuan Kadar Protein

  • View
    86

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

protein

Text of Penentuan Kadar Protein

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Protein adalah segolongan besar senyawa organik yang dijumpai dalam semua makhluk hidup yang tersusun dari beberapa asam amino yang dihubungkan dengan ikatan peptida. Protein merupakan komponen penting atau komponen utama sel hewan atau manusia. Protein merupakan zat yang berguna bagi kebutuhan manusia. Protein memiliki fungsiyang sangat peting bagi kehidupan manusiayaitu untuk membangun sel tubuh baru dan mengganti selyang telah rusak. Pengukuran kadar peotein suatu bahan sangat diperlukan karena kandungan protein yang dimiliki setiap bahan makanan berbeda-beda (Poedjiadi, 1994).Pengukuran kadar protein dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UVVIS. Pada dasarnya analisis kuantitatif/kualitatif dengan spektrofotometer berprinsip kerja reaksi antara radiasi elektromaknetik dengan elektro bahan. Karena memiliki fungsi sebagai gelombang sekaligus sebagai materi, radiasi elektromagnetik menjadi bermanfaat. Sebagai gelombang radiasi elektromagnetik mempunyai panjang gelombang tertentu yang membuatnya dapat member warna yang terlihat. Sebagai materi, gelombang elektromagnetik mempunyai energi yang dapat berinteraksi denganbahan. Kadar protein yang terkandung dalam setiap bahan berbeda-beda. Karena itu, pengukuran kadar protein suatu bahan sangat diperlukan. Untuk dapat menghitng kadar protein, maka diperlukan spektrofotometer dengan cara penembakan sampel. Untuk itulah maka pada praktikum kali ini dilakukan percobaan untuk menentukan kadar protein dari berbagai sampel. 1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan

1.2.1 Maksud Percobaan

Maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari cara penentuan kadar protein dalam suatu sampel dengan menggunakan metode Lowry.1.2.2 Tujuan Percobaan

Tujuan dari percobaan ini yaitu untuk menentukan kadar protein dalam suatu sampel melalui metode Lowry dengan menggunakan spektrofotometer 20 D+.1.3 Prinsip Percobaan

Reaksi antara Cu2+ dengan ikatan peptida dan reduksi asam fosfomolibdat dan asam fosfotungstat oleh tirosin dan triftofan (merupakan residu protein) dan akan menghasilkan warna biru. Intensitas warna diukur pada panjang gelombang maksimum dengan spektrofotometer 20 D+.BAB IITINJAUAN PUSTAKA

Kata protein berasal dari kata protos atau proteos yang berarti pertama atau utama. Protein merupakan komponen penting atau komponen utama sel hewan atau manusia. Oleh karena sel itu merupakan pembentuk tubuh kita, maka protein yang terdapat dalam makanan berfungsi sebagai zat utama dalam pembentukan dan pertumbuhan tubuh (Poedjiadi, 1994).

Dalam kehidupan protein memegang peranan yang penting pula. Proses kimia dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik karena adanya enzim, suatu protein yang berfungsi sebagai biokatalis. Disamping itu hemoglobin yang ada di dalam butir-butir darah merah atau eritrosit yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru keseluruh bagian tubuh, adalah salah satu jenis protein. Demikian pula zat-zat yang berperan untuk melawan bakteri penyakit atau yang disebut antigen, juga suatu protein (Poedjiadi, 1994).

Kita memperoleh protein dari makanan yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani, sedangkan yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati. Beberapa makanan sumber protein adalah daging, telur, susu, ikan, beras, kacang, kedelai, gandum, jagung, dan juga buah-buahan (Poedjiadi, 1994).

Tumbuhan membentuk protein dari CO2, H2O dan senyawa nitrogen. Hewan yang makan tumbuhan mengubah protein nabati menjadi protein hewani. Disamping digunakan untuk pembentukan sel-sel tubuh, protein juga dapat digunakan sebagai sumber energi apabila tubuh kita kekurangan karbohidrat dan lemak. komposisi rata-rata unsur kimia yang terdapat dalam protein ialah : karbon 50%, hidrogen 7%, oksigen 23%, nitrogen 16%, belerang 0-3%, dan fosfor 3%. Dengan berpedoman pada kadar nitrogen sebesar 16%, dapat dilakukan penentuan kandungan protein dalam suatu bahan makanan. Unsur nitrogen ditentukan secara kuantitatif, misalnya dengan cara kjeldahl, yaitu dengan cara destruksi dengan asam pekat (Poedjiadi, 1994).

Monomer pembentuk protein, asam amino, juga mempunyai peranan penting dalam metabolisme sel hidup. Peranan tersebut adalah : sebagai substrat untuk sintesis protein, pemasok nitrogen untuk sintesis senyawa yang mengandung nitrogen lain, dan sumber energi bila dikatabolisme. Asam amino lain meskipun penyusun molekul protein, tetapi mempunyai peranan penting dalam proses metabolisme dalam sel. Beberapa contoh misalnya adalah : asam gamma-aminobutirat yang penting sebagai senyawa antara sintesis arginin dan siklus urea, dan lain-lain (Toha, 2001).

Tubuh manusia memiliki ribuan protein yang berbeda, yang semuanya diperlukan untuk tetap hidup dan sehat. Asam amino adalah blok bangunan protein. Ada 20 asam amino yang berbeda di alam. Semua asam amino termasuk lima bagian dasar: pusat atom karbon, atom hidrogen, gugus amino (NH2), gugus karboksil (COOH), kelompok R atau rantai samping (Sridianti, 2012).

Pada umumnya asam amino larut dalam air dan tidak larut dalam pelarut organik non polar seperti eter, aseton, dan kloroform. Sifat asam amino ini berbeda dengan asam karboksilat maupun dengan sifat amina. Asam karboksilat alifatik maupun aromatik yang terdiri atas beberapa atom karbon umumnya kurang larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik (Poedjiadi, 1994).

Terdapat dua jenis asam amino, berdasarkan kemampuan tubuh dalam sintesisnya, yaitu asam amino esensial dan asam amino non esensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat disintesis didalam tubuh, tetapi diperoleh dari luar misalnya melalui makanan (lisin, leusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilalanin, histidin, dan arginin). Asam amino non esensial adalah asam amino yang dapat disintesis didalam tubuh melalui perombakan senyawa lain (Venesia, 2012).Klasifikasi asam amino dapat dilakukan berdasarkan rantai samping (gugus R) dan sifat kelarutannya didalam air. Berdasarkan kelarutan didalam air dibagi atas asam amino hidrofobik dan hidrofilik (klasifikasi dapat dilihat pada bagian struktur asam amino) (Venesia, 2012).Asam amino non polar memiliki gugus R alifatik terdidri dari (Glisin, alanin, valin, leusin, isoleusin dan prolin). Asam amino polar memiliki gugus R yang tidak bermuatan, terdiri dari (Serin, treonin, sistein, metionin, asparagin, glutamin). Asam amino dengan gugus R aromatik terdiri dari (Fenilalanin, tirosin dan triptofan). Asam amino dengan gugus R yang bermuatan positif terdiri dari (Lisin, arginin, dan histidin). Asam amino dengan gugus R yang bermuatan negatif terdiri dari (Aspartat dan glutamat) (Nuringtyas, 2011).

Molekul asam amino dikatakan mempunyai konfigurasi L, jika gugus NH2 terdapat disebelah kiri atom karbon . Bila posisi gugus NH2 disebelah kanan, molekul asam amino itumempunyai konfigurasi D. Hal ini seperti pada konfigurasi D-gliserida yang mempunyai gugus OH disebelah kanan atom karbon asimetrik. Dalam hal ini gugus COOH pada molekul asam amino ditempatkan disebelah atas seperti posisi gugus COH pada molekul gliseraldehida. Asam-asam amino yang terdapat pada protein umumnya mempunyai konfigurasi L (Poedjiadi, 1994).

Protein mempunyai molekul besar dengan bobot molekul bervariasi antara 5000 sampai jutaan. Dengan cara hidrolisis oleh asam atau oleh enzim, protein akan menghasilkan asam-asam amino. Ada 20 jenis asam amino yang terdapat dalam molekul protein. Asam-asam amino ini terikat satu dengan yang lain oleh ikatan peptida. Protein mudah dipengaruhi oleh suhu tinggi, pH dan pelarut organik (Poedjiadi, 1994).Melalui suatu proses tertentu sejumlah besar molekul asam amino dapat membentuk suatu senyawa yang memiliki banyak ikatan peptida. Molekul senyawa ini merupakan suatu molekul besar atau makromolekul yang terdiri dari banyak molekul asam aminodan karenanya disebut polipeptidaprotein adalah salah satu makromolekul yang terdiri dari sejumlah besar asam amino (Poedjiadi, 1994).

Suatu peptida yang mempunyai dua buah ikatan atau lebih dapat bereaksi dengan ion Cu2+ dalam suasana basa dan membentuk suatu senyawa kompleks yang berwarna biru ungu. Reaksi ini dikenal dengan nama reaksi biuret.disamping itu gugus karboksil pada asam amino dapat dilepaskan dengan proses dekarboksilasi dan menghasilkan suatu amina. Gugus amino pada asam amino dapat bereaksi dengan asam nitritdan melepaskan gas nitrogen yang dapat diukur volumenya. Van Slyke menggunakan reaksi ini untuk menentukan gugus amino bebas pada asam amino, pepetida maupn protein (Poedjiadi, 1994).Alam menyediakan banyak polipeptida. Terdapat dua jenis polipeptida di alam, yaitu polipeptida non protein dan polipeptida protein. Polipeptida non protein adalah polipeptida polipeptida yang tersusun dari berbagai asam amino termasuk asam amino bukan penyusun protein. Sebaliknya polipeptida protein hanya disusun oleh 20 jenis asam amino penyusun protein (Toha, 2001).Beberapa contoh polipeptida non protein yang terdapat di alam dengan fungsi fisiologis khas adalah sebagai berikut : karnosin adalah beta alanin-L-histidin, suatu peptida paling kecil yang terdapat dalam jaringan otot vertebrata. Anserin adalah beta alanin-M3-metil-L-histidin juga terdapat dalam jaringan otot vertebrata termasuk manusia. Kedua peptida terkecil ini diduga berperan dalam menentukan pH sel otot (Toha, 2001).

Glutation merupakan tripeptida gamma glutamil-sistemia-glisin yang umum terdapat dalam hewan, bakteri dan tumbuhan. Fungsi glutation diantaranya adalah pengangkut asam amino melintas membran: melindungi protein dari bahan berbahaya, mempertahankan atom besi hemoglobin dalam keadaan tereduksi. Polipeptida non protein lain adalah oksitosin dan vasopresin merupakan hormon peptida yang masing-masing berfungsi memacu kontraksi otot rahim wanita hamil dan pengeluaran air susu pada w