Penentuan Kadar Tembaga Cu.pdf

  • View
    254

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Penentuan Kadar Tembaga Cu.pdf

  • JURNAL INSTRUMEN SPEKTROSKOPI.

    SPEKTROSKOPI AAS JURUSAN KIMIA FMIPA UHO Page 1

    Penentuan Kadar Tembaga Cu (II) Dalam Sampel Air

    Pelelangan Kendari Dengan Menggunkan Metode

    Spektrofotometri AAS Afandi, Annatia Ndisay dan Mashuni

    Jurusan Kimia Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas

    Halu Oleo (UHO)

    Jln. H.E.A. Mokodompit, Lrg. Kusuma 92323 Kendari

    e-mail : afandi.an89@gmail.com __________________________________________________________________

    ABSTRAK

    Percobaan menganalisis logam Cu ini, merupakan percobaan yang

    menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA). Tujuan yang ingin dicapai

    pada percobaan ini adalah untuk menentukan kadar Cu pada sampel dengan

    menggunakan spektrofometri serapan atom. Spektrofometri serapan atom

    merupakan salah satu metode analisis kuantitatif untuk penentuan kadar logam.

    Pada percobaan ini, larutan standar Cu dengan konsentrasi yang berbeda-beda

    yang dihasilkan dari pengenceran larutan induk, akan dianilisis absorbansinya

    untuk menghasilkan konsentrasi larutan sampel yang belum diketahui. Kadar Cu

    dalam sampel yang dihasilkan dari perhitungan yaitu untuk sampel air pelelangan

    sebesar -0,259 ppm..

    Kata kunci : Logam Cu, Larutan standar Cu. Dan spektrofotometer serapan atom

    (AAS).

    __________________________________________________________________

    I. PENDAHULUAN

    Air merupakan sumber daya

    alam yang diperlukan untuk hidup

    orang banyak, bahkan oleh semua

    makhluk hidup. Oleh karena itu sumber

    daya air harus dilindungi agar tetap

    dapat dimanfaatkan dengan baik oleh

    manusia serta makhluk hidup yang lain.

    Air memiliki kandungan logam tertentu

    yang diakibatkan oleh berbagai faktor.

  • JURNAL INSTRUMEN SPEKTROSKOPI.

    SPEKTROSKOPI AAS JURUSAN KIMIA FMIPA UHO Page 2

    Keberadaan logam berat di perairan

    dapat berasal dari berbagai sumber,

    antara lain dari kegiatan pertambangan,

    rumah tangga, limbah pertanian dan

    limbah industri..

    Pencemaran yang dihasilkan

    dari logam berat sangat berbahaya

    karena bersifat toksik, logam berat juga

    akan terakumulasi dalam sedimen dan

    biota melalui proses gravitasi. Salah

    satu logam berat yang termasuk bahan

    beracun dan berbahaya adalah tembaga

    (Cu), merupakan salah satu logam berat

    yang banyak dimanfaatkan dalam

    industri, terutama dalam industri

    elektroplating, Tekstil dan industri

    logam, Ion Cu dapat terakumulasi di

    otak, jaringan kulit, hati, pankreas dan

    miokardium. Oleh karena itu, proses

    penanganan limbah menjadi bagian

    yang sangat penting dalam industri.

    Dalam hal ini kadungan logaam di

    dalam air juga menjadi suatu penentu

    kelayakan air untuk di konsumsi.

    Berdasarkan uraian diatas

    sehingga dilakukan analisa kadar

    tembaga yang yang terkandung dalam

    air yang telah diambil di pelelangan

    kota Kendari.

    II. TINJAUAN PUSTAKA

    Cemaran tembaga (Cu) dalam

    air sumur dapat melalui limbah yang

    menggunakan tembaga sebagai bahan

    baku maupun bahan tambahan.

    Tembaga merupakan logam berat yang

    berbahaya dan sering mencemari

    lingkungan yang dapat menurunkan

    kualitas air. Logam berat ini diketahui

    dapat terakumulasi di dalam tubuh

    organisme, dan tetap tinggal dalam

    tubuh dalam jangka waktu yang lama

    sebagai racun. Tembaga merupakan

    satu unsur yang penting dan berguna

    untuk metabolisme. Konsentrasi dari

    batas unsur ini dapat menimbulkan rasa

  • JURNAL INSTRUMEN SPEKTROSKOPI.

    SPEKTROSKOPI AAS JURUSAN KIMIA FMIPA UHO Page 3

    pada air bervariasi antara 1-5 mg/L.

    Konsentrasi 1 mg/L merupakan batas

    konsentrasi tertinggi untuk mencegah

    timbulnya rasa yang tidak enak. Dalam

    jumlah kecil tembaga (Cu) diperlukan

    untuk pembentukan sel-sel darah

    merah, namun dalam jumlah besar

    dapat menyebabkan rasa tidak enak di

    lidah, selain dapat menyebabkan

    kerusakan pada hati (Listiowati, dkk

    2011).

    Tembaga adalah logam merah

    muda, yang lunak, dapat ditempa, dan

    liat. Ia melebur pada 108,3oC. Karena

    potensial elektroda standarnya adalah

    positif, (+0.43 V untuk pasangan

    Cu/Cu2+

    ), ia tak larut dalam asam

    klorida dan asam sulfat encer,

    meskipun dengan adanya oksigen ia

    bisa larut sedikit. Asam nitrat yang

    sedang pekatnya (8M) dengan mudah

    melarutkan tembaga (Vogel, 1985).

    Logam Pb, Cd dan Cu tidak

    dibutuhkan oleh tubuh secara

    belebihan. Apabila tubuh menyerap

    logam-logam berbahaya secara

    berlebih, akan menyebabkan keracunan

    dan akan menyebabkan kerja organ

    pada tubuh terganggu. Berdasarkan

    uraian di atas maka sangat penting

    untuk menganalisa kadar logam Pb, Cd

    dan Cu (Wulandari, Amelia dan Sukesi

    2013).

    Ditinjau dari hubungan antara

    konsentrasi dan absorbansi, maka

    hukum lambertbeer dapat digunakana

    jika sumbernya adalah monokromatis.

    Pada AAS, panjang gelombang garis

    absorbsi resonansi identik dengan

    garis-garis emisi disebabkan keserasian

    transisinya. Untuk bekerja pada

    panjang gelombang ini diperlukan

    suatu monokromator celah yang

    menghasilkan lebar puncak sekitar

    0.002 0.005 nm. Jelas pada teknik

  • JURNAL INSTRUMEN SPEKTROSKOPI.

    SPEKTROSKOPI AAS JURUSAN KIMIA FMIPA UHO Page 4

    AAS, diperlukan sumber radiasi yang

    mengemisikan sinar pada panjang

    gelombang yang tepat sama pada

    proses absorbsi nya. Dengan cara ini

    efek pelebaran puncak dapat

    dihindarkan. Suber radiasi terssebut

    dikenal sebagai lamu Hollowen

    cathode (Khopkar, 1990).

    Spektrofotometer serapan atom

    (SSA) ditujukan untuk analisis

    kuantitatif terhadap unsur-unsur logam.

    Alat ini memiliki sensitivitas yang

    cukup tinggi, sehingga sering dijadika

    sebagai pilihan utama dalam

    menganalisis unsur logam yang

    konsentrasinya sangat kecil (ppm

    bahkan ppb). Prinsip dasar pengukuran

    SSA adalah penyerapan energi (sumber

    cahaya) oleh atom-atom dalam keadaan

    dasar menjadi atom-atom dam keadaan

    tereksitasi. Pada pembentukan atom-

    atom dalam keadaan dasar atau proses

    atomisasi pada umumnya dilakukan

    dalam nyala (Rohman, 2007).

    III. METODOLOGI

    3.1. Alat dan Bahan

    3.1.1. Alat

    Alat yang digunakan dalam

    percobaan ini adalah spektrofotometer

    serapan atom (SSA), labu takar 100

    mL, labu takar 50 mL, gelas kimia 100

    mL, botol semprot, spatula, corong,

    pipet ukur 10 mL, pipet tetes, hot plate,

    filler dan batang pengaduk.

    3.2.2. Bahan

    Bahan yang digunakan dalam

    percobaan ini adalah padatan CuSO4,

    larutan HNO3 0,1%, akuades, dan gas

    asetilen.

    3.3 Prosedur Kerja

    3.3.1 pembuatan larutan standar

    Larutan stock Cu (II) 1000 ppm

    dipipet 1,25 ml kemudian dimasukkan

    kedalam labu ukur 50 ml dan

    ditambahkan akuades hingga tanda tera

  • JURNAL INSTRUMEN SPEKTROSKOPI.

    SPEKTROSKOPI AAS JURUSAN KIMIA FMIPA UHO Page 5

    3.3.2 Preparasi larutan sampel

    Preparasi larutan sampel air

    pelelangan sebanyak 50 ml yang

    ditambahkan 2,5 mL larutan HNO3

    serta diuapkan hingga volumenya 15

    mL kemudian dimasukan dalam labu

    takar 50 mL dan ditambahkan akuades

    smpai tanda tera. Penambahan HNO3

    berfungsi untuk melarutkan ionion

    logam yang berada pada larutan

    sampel.

    3.3.3 Pembuatan larutan uji

    Sampel air dipipet 4 kali

    sebanyak 5 ml dan 1 kali sebanyak 10

    mlkemudian dimasukkan dalam 5 labu

    takar kemudian dimasukkan larutan

    standar Cu 25 ppm dengan urutan

    volume 2, 4, 6, 8 dan 10 ml ditambah

    kan akuades.

    IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

    4.1. Hasil Pengamatan

    4.1.1 Data pengamatan

    Konsentrasi

    (ppm)

    Absorbansi A

    1

    2

    3

    4

    5

    Sampel air

    pelelangan

    0,206

    0,388

    0,547

    0,672

    0,793

    0.46

    4.1.2. Grafik hubungan antara

    kosentrasi dan absorbansi.

    4.2 Analisis Data

    4.2.1 Perhitungan kosentarasi Cu

    Dari grafik hubungan antara kosentrasi

    dan absorbansi diperoleh persamaan :

    y = 0,1458x + 0,0838

    Untuk sampel air pelelangan

    y = 0,1458x + 0,0838

    0,046 = 0,1458 x + 0,0838

    0,046- 0,0838 = 0,1458 x

    -0,0378 = 0, 1458 x

    x = -0,259 ppm.

    y = 0,1458x + 0,0838 R = 0,9916

    0

    0,2

    0,4

    0,6

    0,8

    1

    0 2 4 6

    abso

    rban

    si

    kosentrasi

  • JURNAL INSTRUMEN SPEKTROSKOPI.

    SPEKTROSKOPI AAS JURUSAN KIMIA FMIPA UHO Page 6

    4.3. Pembahasan

    Spektrometri Serapan Atom

    (SSA) adalah metode pengukuran

    spektrum yang berkaitan dengan

    serapan dan emisi atom. Bila suatu

    molekul mempunyai bentuk spektra

    pita, maka suatu atom mempunyai

    spektra garis. Atom-atom yang terlibat

    dalam metode pengukuran spektrometri

    atomik haruslah atom-atom bebas yang

    garis spektranya dapat diamati.

    Pengamatan garis spektra yang spesifik

    ini dapat digunakan untuk analisis

    unsur baik secara kualitatif maupun

    kuantitatif.

    Metode (SSA) berprinsip pada

    absorbsi cahaya