PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK LAMPU SUDUT SESUAI Publikasi  · dimanfaatkan dengan tepat dan

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK LAMPU SUDUT SESUAI Publikasi  · dimanfaatkan dengan tepat dan

i

PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK LAMPU SUDUT SESUAI

KEINGINAN KONSUMEN

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan

Teknik Industri Fakultas Teknik

Oleh :

BELLA ARINTA DEWI

D 600.130.036

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2017

ii

i

iii

ii

iv

iii

v

PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK LAMPU SUDUT SESUAI KEINGINAN

KONSUMEN

Bella Arinta Dewi1, Suranto2 1Mahasiswa Teknik Industri UMS, 2Dosen Teknik Industri UMS

Jalan Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan, Kartasura 57102 Telp (0271) 717417

Email: arintadewi75@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah desain produk lampu sudut

dengan metode Quality Function Deployment (QFD) dengan memanfaatkan limbah dari bonggol

jagung di UD. Imam Mohadi Desa Botitan, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali dan

diharapkan agar bermanfaat untuk mengurangi limbah lingkungan di UD. Imam Mohadi dan

warga sekitar Desa Botitan.

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian studi kasus yang dilakukan dengan cara

pengambilan data melalui observasi langsung kelapangan, wawancara, dokumentasi, dan

penyebaran kuesioner. Subjek dari penelitian ini adalah kepada responden yang ditunjuk dan

dirasa mampu untuk memberikan informasi pendukung mengenai pengembangan produk lampu

sudut sesuai dengan keinginan konsumen. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan

penyebaran kuesionerdan wawancara kepada responden sebanyak 30 responden baik untuk

kuesioner terbuka dan tertutup. Responden tersebut meliputi para pegawai, perumahan, rumah

makan atau cafe, dan perhotelan. Data kuantitatif diolah secara deskriptif, dengan uji statistik

yaitu uji validitas dan uji reabilitas.

Hasil dari pembuatan matrik house of quality mendapatkan prioritas yang paling utama

untuk pengembangan produk lampu sudut adalah dipergunakan untuk penerangan ruangan, harga

terjangkau oleh konsumen, pembungkus menarik, mudah dipasang, promosi terjangkau semua

kalangan, bahan tidak mudah patah/rusak, dan lampu LED. Matrik house of quality yang sudah

diperoleh nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan produk lampu sudut

berbahan dasar limbah bonggol jagung.

Kata Kunci: validitas, reabilitas, responden

ABSTRACT

This research aims to develop a product design corner lights with Quality Function

Deployment (QFD) by utilizing the waste from corn cobs at UD. Imam Mohadi Botitan Village,

District Teras, Boyolali and expected by the study was able to reduce the environmental waste.

This research is a case study done by collecting data through direct observation of

spaciousness, interviews, documentation, and questionnaire. The subject of this study is to

respondents who appointed and felt able to provide background information on the development

of lighting products a corner. Collecting data in this study using questionnaires and interviews to

respondents of 30 respondents to the questionnaire both open and closed. The respondents

include employees, housing, restaurant or cafe, and hospitality. Quantitative data is processed

descriptively, with a statistical test is the test of validity and reliability testing.

Results from making matrix house of quality prioritized the most important for product

development corner lights are used for lighting the room, the price is affordable for consumers,

packaging attractive, easy to install, the promotion of affordable all people, the material is not

1

vi

easily broken / damaged, and LED lights. Matrix house of quality that has been obtained will be

used as reference in the development of lighting products made from waste corner corncobs.

Keywords: validity, reliability, respondents

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagai daerah yang memiliki tanah yang subur, Kabupaten Boyolali hendaknya bisa

menjadi daerah yang berkembang dengan meningkatkan taraf hidup penduduknya. Boyolali

merupakan daerah yang memiliki hasil bumi yang melimpah. Hasil perkebunan yang tidak kalah

hasilnya di Boyolali adalah jagung. Produksi jagung Boyolali terhitung cukup tinggi, bahkan

rata-rata setiap tahunnya bisa surplus hingga 80.000 ton. Luas panen area jagung tahun 2016

seluas 23,747 Ha dengan tingkat produksi jagung kurang lebih 123,136 Ton (Badan Pusat

Statistik Provinsi Jawa Tengah). Untuk mencapai hal tersebut perlu adanya gerakan pemanfaatan

dan pengelolaan sumber daya yang melimpah tersebut dengan baik. Dengan banyaknya jagung

di daerah Boyolali, UD. Imam Mohadi memproduksi usaha pipil jagung tepatnya di Desa Botitan

Kecamatan Teras yang dimiliki oleh Bapak Muhadi yang banyak menghasilkan pula limbah

tongkol jagung.

Dengan usaha yang sudah berjalan cukup lama dan setiap hari mampu menghasilkan satu

kwintal pipilan jagung, menyebabkan limbah tongkol jagung tersebut menjadi menggunung dan

apabila diperjual belikan limbah tongkol jagung tersebut hanya dihargai sekitar 3000 untuk

tongkol jagung yang basah dan 4000 untuk tongkol jagung yang sudah kering. Identifikasi dalam

penelitian ini adalah mengamati dan melakukan wawancara mengenai produksi jagung pipil dan

limbah tongkol jagung yang menggunung di UD. Imam Mohadi agar nantinya dapat

dimanfaatkan dengan tepat dan tentunya dapat mengurangi limbah lingkungan. Pengembangan

lampu sudut ini didukung dengan metode penelitian yaitu Quality Function Deployment (QFD)

dengan mengidentifikasi atribut-atribut yang diperlukan konsumen dengan melakukan

penyebaran kuesioner terhadap 30 responden. Hasil identifikasi dari penelitian ini adalah

mengembangkan limbah tongkol jagung menjadi sebuah lampu sudut sesuai keinginan

konsumen.

1.2 Tujuan

1. Mengembangkan desain dari sebuah lampu sudut dengan memanfaatkan limbah bonggol

jagung yang banyak tidak terpakai sebagai bahan baku utama yang diperoleh dari UD. Imam

Mohadi.

2

vii

2. Mendikripsikan atribut-atribut kebutuhan yang diinginkan konsumen meliputi atribut fungsi,

keindahan dan harga.

3. Menghasilkan produk yang kreatif dari pemanfaatan limbah bonggol jagung.

4. Memperoleh produk yang sesuai kebutuhan konsumen dengan anggaran biaya yang terperinci

agar harga produk yang dipasarkan sesuai dengan tingkat ekonomi konsumen.

2. METODE

Data diambil dari data primer dengan melakukan pengamatan secara langsung ke

lapangan agar mendapatkan data yang diinginkan dalam penelitian ini, dengan melakukan

wawancara dengan pemilik UD. Imam Mohadi dan pegawai UD tersebut, diharapkan dengan

melakukan wawancara ini mendapatkan deskripsi mengenai hasil produksi dari UD tersebut,

hasil produksi pemipilan jagung limbah dari produksi tersebut.

Data primer digunakan untuk memberikan gambaran secara kualitatif. Untuk pengolahan

data sekunder, menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) agar atribut yang

diinginkan konsumen dapat terperinci dan jelas, kemudian dengan menggunakan rencana

anggaran biaya agar terperinci, baik dalam biaya material, biaya produksi, sehingga diharapkan

lebih efisien dalam membuat sebuah produk lampu sudut.

2.1 Metode Quality Function Deployment (QFD)

Penelitian pengembangan lampu sudut sesuai keinginan konsumen dengan

memanfaatkan limbah bonggol jagung ini menggunakan metode Quality Function Deployment

(QFD), merupakan sebuah metode perencanaan dan pengembangan yang terstruktur dimana

mewakili suara konsumen terhadap sebuah produk yang akan dikembangkan atau diciptakan

nantinya agar memenuhi kebutuhan dan sesuai dengan harapan konsumen.

2.2 Matrix House of Quality (HOQ)

Pemanfaatan Quality Function Deployment (QFD) pada pengembangan produk lampu

sudut dapat terlihat jelas pada perencanaan produk melalui penyusunan secara terstruktur atau

terperinci pada sebuah rumah mutu, seperti gambar 1.

3

viii

Gambar 1. Rumah Mutu dan Bagian-bagiannya

Rumah mutu digunakan sebagai sarana untuk mengumpulkan informasi, strategi dan

tahapan kegiatan untuk mencapai mutu sebuah aktifitas. Merincikan secara jelas terkait dengan

suara konsumen, kebutuhan konsumen, kepentingan konsumen, kriteria pengganti, optimasi

kriteria dan matrik atap, matrik hubungan, daya saing dan target dengan cara menyebarkan

kuesioner kepada sejumlah responden yang dirasa mampu untuk memberikan informasi yang

baik terhadap pengembangan dari sebuah produk.

2.3 Uji Validitas dan Reabilitas

Data informasi yang telah diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner dan telah

ditabulasikan kedalam rumah mutu, langkah selanjutnya adalah melakukan uji statistik yaitu

dengan melakukan uji validitas dan reabilitas. Sifat valid dan reliable diperlihatkan oleh

tingginya akurasi dan kecermatan alat ukur. Intrumen ukur atau tes disebut sebagai tidak valid

bila tidak mampu menghasilkan informasi yang akurat mengenai atribut atau variabel yang

diukurnya, yaitu skornya tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

Keputusan dan kesimpulan