pengembangan media pembelajaran tari topeng patih senggreng

  • View
    222

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of pengembangan media pembelajaran tari topeng patih senggreng

  • PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TARI TOPENG PATIH

    SENGGRENG DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI KELAS VIII

    KOMPETENSI EKSPRESI BERUPA VCD DI SMP NEGERI 2

    SUMBERPUCUNG

    ARTIKEL ILMIAH

    OLEH

    ELITA DWI RAHMAWATI

    NIM 208252416752

    UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    FAKULTAS SASTRA

    JURUSAN SENI DAN DESAIN

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI TARI DAN MUSIK

    DESEMBER 2012

  • LEMBAR PERSETUJUAN

    Nama : Elita Dwi Rahmawati

    NIM : 208252416752

    Jurusan/Prodi : Seni dan Desain/Pendidikan Seni Tari dan Musik

    Fakultas/Program : Sastra

    Telah menyelesaikan artikel ilmiah dengan judul Pengembangan Media

    Pembelajaran Tari Topeng Patih Senggreng Dalam Pembelajaran Seni Tari Kelas VIII

    Kompetensi Ekspresi Berupa Vcd di Smp Negeri 2 Sumberpucung

    Malang, 30 November 2012

    Elita Dwi

    Rahmawati

    Mengetahui,

    Pembimbing I Pembimbing II

    Dra. Ida Siti Herawati, M.Pd Dra. Ninik Harini, M.Sn

    NIP. 19510228 198002 2 001 NIP. 19570616 199003 2 001

  • 1

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TARI TOPENG PATIH

    SENGGRENG DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI KELAS VIII

    KOMPETENSI EKSPRESI BERUPA VCD DI SMP NEGERI 2

    SUMBERPUCUNG

    Elita Dwi Rahmawati, Ida Siti Herawati, Ninik Harini

    Universitas Negeri Malang

    E-Mail : Elita_anel@yahoo.com

    Abstrak: VCD pembelajaran tari Topeng Patih adalah media pembelajaran audio

    visual dalam bentuk VCD, yang bertujuan untuk membantu siswa dan guru dalam

    proses pembelajaran kompetensi ekspresi pada materi mengekspresikan diri

    melalui seni tari Topeng Patih . Tari Topeng Patih dipilih sebagai fokus utama

    penelitian, karena tari Topeng Patih merupakan tari daerah setempat yang

    merupakan seni tari tradisional Desa Senggreng, Sumberpucung, Malang yang

    sudah hampir punah. Hasil pengembangan berupa VCD pembelajaran yang proses

    pembelajaran dan media tari Topeng Patih diharapkan mampu sebagai media oleh

    guru dalam proses pembelajaran. VCD pembelajaran berisi tujuan pembelajaran,

    sejarah, tata busana, gerak tari dan profil.

    Kata kunci: Tari Topeng Patih, media pembelajaran ekspresi seni tari daerah

    setempat, SMPN 2 Sumberpucung.

    Abstrack: VCD is learning dance masks Patih media audio visual learning in the

    form of VCD, which aims to help students and teachers in the learning process on

    the material expression of competence to express themselves through the art of

    dance masks Patih. Mask Dance Patih been a major focus of research, because the

    mask dance is a dance of the local duke who is a traditional village dance

    Senggreng, Sumberpucung, Malang which is almost extinct. The results in the

    form of VCD learning can help students in the learning process and the media

    dance masks Patihdiharapkan capable as a medium by the teacher in the learning

    process.

    Key words: Patih Mask Dance, dance instructional media expression of the local

    area, SMPN 2 Sumberpucung.

    Dalam Pembelajaran seni tari di SMP Negeri 2 Sumberpucung awalnya hanya

    melakukan kegiatan praktek yang diberikan dan siswa menirukan gerakan dari guru

    pengajar tanpa ada media lainya. Oleh karena itu, penulis membuat upaya terobosan

    baru yakni dengan pembelajaran yang menggunakan media audio visual yang berupa

    VCD. Tari Topeng Patih sebagai fokus utama penelitian, karena merupakan tari daerah

    setempat yang suadah hampir punah.

  • 2

    Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu proses pembelajaran

    guru dan siswa SMP Negeri 2 Sumberpucung kelasVIII dalam proses pembelajaran

    kompetensi ekspresi pada materi mengekspresikan diri melalui seni tari Topeng Patih.

    Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode prosedural yang bersifat

    deskriptif . Karena menitik beratkan langkah-langkah yang harus di ikuti untuk

    menghasilkan produk. Proses uji validasi dan uji uji coba dilakukan untuk mengetahui

    seberapa jauh kevalidan dalam hasil pembuatan media pembelajaran. Uji validasi

    kelompok dilakukan di SMPN 2 Sumberpucung kelas VIII. Uji validasi juga dilakukan

    oleh ahli media dan ahli materi.

    Berdasarkan hasil pengembangan, di peroleh beberapa kesimpulan. Berdasarkan

    uji validasi dari ahli media memperoleh nilai dengan prosentase 90% dengan kriteria

    valid tidak perlu revisi. Hasil uji validasi ahli materi memperoleh nilai dengan

    prosentase 95% dengan kriteria valid tidak perlu revisi. Dari hasil uji joba pengguna

    kelompok besar dan kelompok kecil memperoleh nilai dengan prosentase 98% dengan

    kriteria valid tidak perlu revisi. Dari hasil prosentase menunjukan bahwa VCD

    pembelajaran Tari Topeng Patih Senggreng layak digunakan dalam pembelajaran siswa

    SMP Negeri 2 Sumberpucung.

    METODE

    Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan untuk pembuatan media

    pembelajaran ini adalah metode prosedural yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan

    langkah-langkah yang harus di ikuti untuk menghasilkan produk. Dalam merancang

    suatu media pembelajaran, diperlukan persiapan dan perencanaan yang teliti, agar

    memudahkan dalam pelaksanaan operasional dan implementasinya. (PPKI, 2010:46).

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    Penyajian Data Uji Coba

    Hasil dari pengembangan audio visual yang berupa VCD pembelajaran tari

    Topeng Patih Senggreng untuk siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Sumberpucung. Pada

    bagian ini akan terlihat data tentang tanggapan dari ahli media, ahli materi dan siswa

    SMP sebagai alat uji validasi media pembelajaran tari Topeng Patih Senggreng.

    Perancang menggunakan metode pengumpulan data berupa angket. Ahli media terdiri

    dari 1 orang, ahli materi 2 orang dan sampel populasi siswa kelas VIII sejumlah 30

    siswa digunakan untuk mewakili komunitas pengguna kelompok besar. Kelompok kecil

    diwakili sejumlah 10 siswa di ambil dari perwakilan setiap kelas. Hasil validasi dari ahli

    media, ahli materi dan siswa SMP disajikan dalam bentuk tabulasi data uji coba. Data

    dalam bentuk tabel tersebut selanjutnya diolah untuk menemukan tingkat validitasnya.

    Teknik yang digunakan untuk mengolah data hasil penilaian tersebut adalah, teknik

    tabulasi frekuensi yang kemudian dihitung prosentasinya.

  • 3

    Adapun data hasil validasi ahli media, ahli materi dan pengguna dapat dilihat

    pada tabel berikut:

    Aspek penilaian ahli media mencakup: (1) Teknik pengambilan gambar dalam

    media, (2) Kejelasan objek gambar dalam media, (3) Transisi gambar dalam media, (4)

    Kejelasan narasi dalam media, (5) Kejelasan teks dalam media, (6) Pemilihan jenis font

    huruf dalam media, (7) Pencahayaan selama pengambilan gambar, (8) Komposisi

    gambar dalam media, (9) Integrasi antara gambar dan suara dalam media, (10)

    Keseluruhan tampilan media dalam menarik minat siswa atausiswa SMP selama proses

    belajar.

    Aspek penilaian ahli materi mencakup: (1) Bahasa dalam media, (2) Penulisan

    dan tata bahasa dalam media, (3) Kelengkapan materi dalam media, (4) Sistematika

    materi dalam media, (5) Kejelasan materi dalam media, (6) Kesesuaian konsep materi

    dalam media, (7) Kesesuaian konsep materi dengan objek gambar, (8) Kesesuaian audio

    visual terhadap materi dalam media, (9) Materi ini cocok untuk digunakan sebagai

    media pembelajaran, (10) Keseluruhan isi/materi pembelajaran dari media ini sudah

    sesuai dengan materi pembelajaran.

    Aspek penilaian dari pengguna dalam kelompok kecil dan besar ini mencakup:

    (1) Kejelasan tulisan dalam media, (2) Penggunaan bahasa dalam media, (3) Kejelasan

    objek gambar dalam media, (4) Kejelasan narasi dalam media, (5) Sistematika materi

    dalam media, (6) Peran media dalam kemudahan memberi pemahaman materi, (7)

    Peran media dalam meningkatkan antusiasme belajar, (8) Ada pengetahuan baru yang

    didapat setelah menyaksikan tayangan media pembelajaran ini, (9) Kecocokan dan

    kepuasan dengan penggunaan media sebagai sarana belajar, (10) Keseluruhan penilaian

    terhadap tampilan media dalam menarik minat siswa selama proses belajar.

    Analisis Data

    Data dianalisis dengan menggunakan teknik prosentasi yang terdiri dari jawaban

    analisis data ahli media, ahli materi dan siswa. Untuk menentukan validasi dilakukan

    penjumlahan rerata pada jawaban setiap item pertanyaan. Karena setiap kelompok

    responden memiliki jenis pertanyaan yang berbeda.

    1. Analisis Data Ahli Media Dari hasil uji coba pada media, indikator 1 yang berisi teknik pengambilan

    gambar dalam media mendapat penilaian 2 dengan klasifikasi cukup puas dan sesuai.

    Pada indikator 2 yang berisi kejelasan objek gambar dalam media mendapat penilaian 3

    dengan klasifikasi puas dan sesuai. Pada indikator 3 yang berisi transisi gambar dalam

    media mendapat penilaian 4 dengan klasifikasi sangat puas dan sesuai. Pada indikator 4

    yang berisi kejelasan narasi dalam media mendapat penilaian 3 dengan klasifikasi puas

    dan sesuai. Pada indikator 5 yang berisi kejelasan teks dalam media memiliki penilaian

    3 dengan klasifikasi puas dan sesuai. Pada indikator 6 berisi tentang kesesuaian konsep

    materi dalam media mendapat penilaian 3 dengan klasifikasi puas dan sesuai. Pada

    indikator 7 berisi tentang pencahayaan selama pengambilan gambar penilaian 3 dengan

    klasifikasi puas dan sesuai. Pada indikator 8 berisi tentang komposisi gambar dalam

    media mendapat penilaian 2 dengan klasi