Penuntun Skills Lab 2 Rss

  • Published on
    17-Feb-2015

  • View
    14

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

PENUNTUN SKILLS LAB 2 PEMERIKSAAN SPUTUM TERHADAP BAKTERI TAHAN ASAM (BTA) BLOK VII-RESPIRATORY SYSTEM Disusun oleh: dr. Gerben F. Hutabarat. DTM&H, MSc, SpMK PENDAHULUAN1. Dalam keadaan normal, sputum mengandung flora normal yang berasal orofarinya pada infeksi saluran pernafasan bagian bawah (ISPB) sputum dapat berbentuk cair purulen, berwarna putih, abu-abu atau kuning kehijauan. Pemeriksaan bakterislogik bermanfaat untuk mencari penyebab ISPB melalui pemeriksaan mikrokopik, isolasi, dan indentifikasi, serta uji kepekaan terhadap berbagai antimikroba . Pemeriksaan mikrobiologi terhadap sputum adalah terutama terhadap Mycobacterium tuberculosis. Walaupun banyak bakteri lain penyebab infeksi saluran pernapasan bagian bawah (infection of the lower respiratory treact) juga penyakit yang disebabkannya. Penyakit yang disebabkannya : Acute Bronchitis, Chronie Bronchitis, Bronchiolitis, Pneumonia, Chronic lower Respiratory Tract Infections (yang penyebabnya terutama oleh mycabacterium tuberculosis). Jenis Mycobacteria selain dari M.tuberculosis juga M.avium intracellulare dan M.Kansasii, M.bovis. GENUS MYCOBACTERIUM Genus Mycobacterium dikelompokkan (grouping) secara kelompok besar sebagai berikut : I. Mycobacterium Tuberculosis complex II. Nontuberculous Mycobacteria I. Mycobacterium tuberculosis complex : 1. M. Tuberculosis 2. M. Bovis 3. M. Bovis BCG (Bacille Calmette Guerin) 4. M. Africanum II. Nontuberculous Mycobacteria 1. Slow-Growing 2. Rapid-Growing Mycobacterium tuberculosis Morfologi dan sifat. Bakteri bentuk batang, nonmotile, tidak membentuk spora. Dinding sel mengandung kira-kira 60% lipid, dimana terdapat rantai carbon yang panjang (75 90 carbon, hydroxyl fatty acid (mycolic acids).

Kompleks yang bervariasi dari polisacharides dan peptides, membentuk suatu permukaan pada sel yaitu waxy, yang membuat sifat mycobacterium menjadi hydrophobic yang kuat dan menyebabkan bakteri ini mempunyai sifat pewarnaan tahan asam (acid fast staining). Sifat dinding sel yang sedemikian mycobacterium tahan terhadap banyak desinfectants bahan kimia dan tahan terhadap pengaruh asam keras atau alkali, dimana bahan tersebut digunakan untuk dikontaminasi spesimen klinik seperti sputum, dimana mikroorganisma nonmycobacterial mati oleh bahan tersebut. Mycobacteria juga resisten terhadap pengeringan, tetapi tidak tahan terhadap pemanasan atau terhadap sinar ultraviolet. Mycobacteria bersifat strict aerobe. Mycobacterium tuberculosis disebut juga tubercle bacillus. Patogenesis Sesudah terhirup pada waktu bernapas mycobacteria mencapai alveolus, dimana bakteri ini multiplikasi pada epitel pulmonary atau pada macrophages. Dalam waktu 2 sampai 4 minggu, banyak basil mati (musnah) oleh sistem imun tubuh, tetapi sebagian selamat (survive) dan menyebar melalui darah keluar paru (extra pulmonary site). Bakteri ini tidak menghasilkan toxins.

Imunitas M. tuberculosis merangsang imunitas keduanya yaitu : humoral immune response dan cell mediated immune response. B. PENGAMBILAN, PENYIMPANAN DAN PENGIRIMAN SPESIMEN I. Tujuan Mendapatkan spesimen sputum yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan bakteriologik. II. Waktu pengambilan Spesimen terbaik adalah sputum pertama yang dibatukkan pada pagi hari. Namun sputum yang diambil sewaktu juga cukup representatif. III. Peralatan 1. Wadah steril bermulut lebar yang tahan bocor dan bertutup ulir dengan volume minimal 25 ml. 2. Lampu spiritus IV. Prosedur Pengambilan Pasien diberi penjelasan mengenai pemeriksaan dan tindakan yang akan dilakukan, dan dijelaskan perbedaan sputum dengan ludah. Bila pasien mengalami kesulitan mengeluarkan sputum, pada malam hari sebelumnya diminta minum teh manis atau diberi obat gliseril guayakolat 200 mg. 1. Sebelum pengambilan specimen, pasien diminta untuk berkumur dengan air. Bila memakai gigi palsu, sebaiknya dilepas. 2. Pasien berdiri tegak atau duduk tegak. 3. Pasien diminta untuk menarik nafas dalam, 2 3 kali kemudian keluarkan nafas bersamaan dengan batuk yang kuat dan berulang kali sampai sputum keluar. 4. Sputum yang dikeluarkan ditampung langsung di dalam wadah, dengan cara mendekatkan wadah ke mulut. Amati keadaan sputum. Sputum yang berkualitas baik akan tampak kental purulen dengan volume cukup 3 5 ml. 5. Tutup wadah dengan erat dan segera kirim ke laboratorium. V. Pemberian Identitas 1. Formulir permintaan pemeriksaan Surat pengantar / formulir permintaan pemeriksaan laboratorium sebaiknya memuat secara lengkap : a. Tanggal permintaan b. Tanggal dan jam pengambilan specimen c. Identitas pasien (Nama, Umur, Jenis Kelamin, Alamat, Nomor Rekam Medik) d. Identitas pengirim (Nama, Alamat / Ruangan, Nomor Telepon) e. Identitas specimen (jenis, volume, lokasi pengambilan) f. Pemeriksaan laboratorium yang diminta g. Nama pengambilan specimen h. Transpor media / pengawet yang digunakan i. Keterangan klinis : Diagnosis atau riwayat singkat penyakit, riwayat pengobatan. 2. Label Wadah sputum diberi label yang memuat : a. Tanggal pengambilan specimen b. Identitas pasien (nama, umur, jenis kelamin dan nomor rekam medik) c. Jenis specimen VI. Cara Penyimpanan Spesimen harus sudah tiba di laboratorium dalam waktu 1 jam. Jika hal ini tidak mungkin dilaksanakan, specimen harus disimpan dalam lemari es ( 2 - 80C) VII. Cara Pengiriman Pengiriman sputum dilakukan dalam cool box (2 - 80C) kecuali jika waktu pengiriman kurang dari 1 jam.

C. PEMERIKSAAN MIKROSKOPIK MYCOBACTERIUM TUBERULOSIS I. Prinsip Basil tahan asam (BTA) akan memberikan warna merah pada pewarnaan Ziehl Neelsen atau Kinyoun Gabbett. II. Tujuan Menemukan adanya Basil Tahan Asam dalam dahak penderita. III. Persiapan pasien Tidak diperlukan IV. Pengambilan specimen, pembuatan dan pengiriman sediaan A. Pengambilan specimen I. Wadah Botol dengan syarat : a. Bermulut e. Tidak bocor b. Mempunyai tutup berulir f. Bersih c. Suci hama g. Sekali pakai buang (disposable) d. Tidak mudah pecah h. Berlabel II. Cara pengambilan Pengumpulan dahak ada 3 cara : a. Pengumpulan dahak semalam b. Pengumpulan dahak pagi hari c. Pengumpulan dahak sewaktu Pengumpulan dahak yang baik adalah dahak pagi hari ataupun dahak semalam dengan jumlah dahak yang terkumpul sebanyak 3 5 ml setiap botol dahak. Cara pengambilan dahak : a. Pasien disuruh kumur-kumur dahulu, kemudian sediakan wadah yang memenuhi syarat tersebut diatas.

b. Pasien dalam posisi berdiri, tetapi bila tidak memungkinkan diminta duduk agak condong ke depan.

c. Pagi hari setelah bangun tidur biasanya rangsangan batuk sangat kuat, tetapi penderita dianjurkan untuk menahannya kuat-kuat. Tarik nafas dalam-dalam.

d. Kemudian segera batukkan sekuat kuatnya sampai merasakan dahak yang dibatukkan keluar dari dada bukan dari tenggorok.

e. Bagi pasien yang sulit mengekeluarkan dahak, dapat diatasi dengan beberapa cara yaitu: - Gelitik bagian anak lidah/batang tenggorokan dengan lidi kapas - Masukkan seline dingin sebanyak 5 10 ml atau air steril ke dalam batang Tenggorokan sedikit demi sedikit - Penderita menjemur diri di bawah matahari dengan posisi tidur telungkup di atas dipan dengan kedua jatuh bebas dan batuk kalau dada merasa panas.

f. Dahak yang keluar di tamping dalam wadah yang disediakan. Bersihkan bagian mulut botol kemudian baru tutup (setelah diperiksa bahwa yang ditampung benar-benar dahak bukan ludah).

g. Wadah diberi label yang berisi nama, alamat, tanggal pengambilan serta dokter pengirim.

B. Pembuatan sediaan 1.Alat a.Sengkelit/ose/lidi b.Kaca objek yang bersih, tidak berminyak dan tidak bergores c.Lampu spiritus d.Pensil kaca e.Rak pewarna f.Rak pengering 2.Reagen a.Larutan Ziehl Neelsen b.Larutan Kinyoun Gabbett 3.Cara Pembuatan a. Kaca objek diberi nomor kode / nomor pasien / nama pada sisi kanan kaca objek.

b. Pilih bagian dahak kental, warna kuning kehijauan, ada perkejuan, ada pus atau darah. ambil sedikit bagian tersebut dengan memakaisengkelit / ose yang sebelumnya dibakar dahulu sampai pijar, kemudian didinginkan.

c. Ratakan di atas kaca objek dengan ukuran 2 3 cm. Apusan dahak jangan terlampau tebal atau terlampau tipis. Keringkan pada suhu kamar. d. Ose sebelum dibakar dicelupkan dulu ke dalam botol yang berisi campuran alcohol 70% dan pasir dengan perbandingan 2 : 1 dengan tujuan untuk melepaskan partikel yang melekat pada ose (untuk mencegah terjadinya percikan atau aerosol pada waktu ose dibakar yang dapat menularkan kuman tuberculose).

e.

Kemudian rekatkan/fiksasi dengan cara melakukan di atas lidah api dengan cepat sebanyak 3 kali selama 3 5 detik. Setelah itu sediaan langsung diwarnai dengan pewarnaan Ziehl Neelsen dan Kinyoun Gabbett.

1). Pewarnaan Ziehl Neelsen a). Letakkan sediaan diatas rak pewarna, kemudian tuang larutan Carbol Fuchsin sampai menutupi seluruh sediaan.

b). Panasi sediaan secara hati-hati diatas api selama 5 menit sampai keluar uap tetapi jangan sampai mendidih. Biarkan selama 5 menit.

c). Bilas dengan aquadest / air mengalir

d). Lunturkan dengan HCI alkohol 3% sampai warna merah dari Fuchsin hilang. Tunggu 2 menit

e). Lunturkan dengan air mengalir.

f). Tuangkan larutan Methylen Blue 0,1% dan tunggu 10 20 detik (30 detik)

g). Bilas dengan air kran yang mengalir

h). Keringkan dirak pengering

2). Pewarnaan Kinyoun Gabbett a). Tuangkan larutan Kinyoun pada sediaan yang telah difikasi sampai menutupi seluruh permukaan sediaan dan tunggu sampai 3 5 menit.

b). Bilas dengan air mengalir sehingga semua larutan Kinyoun hilang.

c). Tuang larutan Gabbett seperti diatas dan tunggu 1 3 menit

d). Cuci dengan air mengalir

e). Keringkan dirak pengering

C. Pengiriman Sediaan 1. Sediaan yang telah difikasi tetapi belum diwarnai maupun sediaan yang telah diwarnai dibungkus dengan kertas tik tipis yang dibagi 2 menurut pajangnya. Tiap potong dapat dipakai untuk membungkus 15 20 sediaan.

2. Bungkus lagi dengan kertas karton berlombang menurut lebarnya dan ikat 2 kali

3. Bungkus lagi dengan kertas karton Berlombang menurut panjangnya dan ikat 1 kali

4. Bungkus lagi dengan kertas karton Berlombang menurut lebarnya dan ikat 3 kali

5. Bungkus lagi dengan kertas sampul dan ikat 3 kali.

V. Cara pemeriksaan 1. Alat/bahan yang diperlukan a. Mikroskop b. Minyak immerse c. Xylol 2. Cara a. Sediaan yang sudah diwarnai dan sudah kering diperiksa di bawah mikroskop. b. Teteskan 1 tetes minyak immerse diatas sediaan dan periksa dengan pembesaran objektif 100x dan okuler 10x. c. Carilah basil tahan asam yang oleh pengecatan berwarna merah, berbentuk batang dengan dasar berwarna biru. d. Periksalah sediaan dengan memperhatikan jumlah kuman dengan cara : Paling sedikit periksa 100 lapangan pandang atau dalam waktu 10 menit

VI. Pelaporan Menurut cara IUATLD (Internasional Union Again, Tuberculosis Lung Disease). 1. Tidak ditemukan basil tahan asam dalam 100 lapangan pandang = 0. 2. Dijumpai 1 9 basil tahan asam / 100 lapangan pandang : ditulis jumlah yang dijumpai. 3. Dijumpai 10-99 basil tahan asam / 100 lapangan pandang : + 4. Dijumpai 1 10 basil tahan asam / 1 lapangan pandang : + + 5. Dijumpai lebih dari 10 basil tahan asam / 1 lapangan pandang : + + + VII. Catatan Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. Dahak harus dikirim ke laboratorium secepatnya, jika tidak dahak tersebut dapat disimpan di dalam lemari es. Dalam perjalanan jauh serta makan waktu lama, dahak harus diletakkan dalam kotak yang berisi es. 2. Setelah pemeriksaan mikroskopis selesai, semua alat-alat/bahan-bahan yang terkominasi sputum direndam dalam desinfektan sebelum dicuci. 3. Bahan-bahan akan dibuang dimasukkan ke dalam kantong lalu dibakar. 4. Untuk menghindarkan hasil yang positif palsu, sebaiknya kaca objek bekas dengan hasil BTA positif jangan dipakai lagi. 5. Wadah bekas dahak sebelum dibuang ditempat pembuangan harus didesinfeksi terlebih dahulu. Harus ini harus dilakukan walaupun pada pemeriksaan hasilnya BTA negatif.

RANCANGAN ACARA PEMBELAJARANWaktu dalam menit Aktivitas Belajar Mengajar Keterangan Penjelasan oleh pakar/narasumber dan demonstrasi tentang : - Pewarnaan metode Zielh Neelson terhadap Bakteri Tahan Asam Narasumber (BTA) Peserta : mahasiswa 50 orang : Instruktor Mahasiswa dibagi dalam 5 kelompok kecil (1 Kelompok terdiri dari : 10 orang) Coaching. Instruktor dan mahasiswa Mahasiswa mengerjakan secara simulasi secara bergantian (2 3 mahasiswa) dibimbing / diamati oleh instructor Self practice : Mahasiswa melakukan sendiri secara bergantian diamati oleh instruktor. Waktu yang diperlukan untuk 10 mahasiswa : 10 x 10 menit = 100 menit.

20 Menit

10 menit

100 menit

PENGAMATAN PEMERIKSAAN BAKTERI TAHAN ASAM (BTA) PEWARNAAN BTA DENGAN METODE ZIELH NEELSEN Nama : NPM :No 1 Langkah / Tugas Menyediakan object glass yang bersih dan melayangkan diatas nyala api lampu spiritus untuk menghilangkan lemak-lemak. Beri tanda / label pada object glass dengan pinsil kaca atau spidol Pijarkan ose dengan nyala api lampu spiritus, dan membiarkan dingin. Dengan ose yang sudah steril dan dingin ambil specimen yaitu sputum penderita dan sebarkan diatas object glass sampai rata dan tipis seluas 1 2 cm2. Ose yang telah digunakan segera pijarkan kembali. Panaskan sediaan dengan melayangkan beberapa kali diatas nyala api lampu spiritus, agar sediaan melekat sempurna diatas object glass (bagian sediaan berada diatas). Lumuri sediaan dengan larutan Carbol fuchsin. Panaskan diatas nyala api sampai menguap, jangan sampai mendidih atau kering selama 5 menit. Bilas dengan air keran selama 5 detik Lunturkan dengan larutan HCI alcohol atau H2SO4 Cuci dengan air keran selama 5 detik Lumuri dengan larutan Methylene blue selama 30 detik Bilas dengan air kran selama 5 detik dan keringkan Preparat atau sediaan siap untuk diperiksa Sediaan diperiksa dibawah mikroskop dengan pembesaran 10 x 100 (1000x) dengan memakai minyak imersi. Laporkan hasil pemeriksaan dengan cara IUATLD

Grup : Tanggal:Pengamatan 0 1 2 Alasan

2 3 4

5

6 7 8 9 10 11 12 13

14

Catatan : 0 = mahasiswa tidak melakukan sama sekali 1 = mahasiswa melakukan, tetapi tidak sempurna 2 = mahasiswa melakukan dengan sempurna Instruktor / Examiner

( Total Score : Performance score : Total score x 100% = 28 Conclusion = Pass/Fail Score 80% = Pass Score < 80% = Fail

)