PENUNTUN SKILLS LAB BLOK 1.3 Topik skills lab setiap minggu ... Inform consent 2. ... ketrampilan yang memerlukan pemeriksaan serta tindakan seperti pada blok 1.2, ...

  • Published on
    06-Feb-2018

  • View
    214

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

  • PENUNTUN SKILLS LAB

    BLOK 1.3

    NEUROMUSKULOSKELETALI. Seri Ketrampilan Komunikasi:

    Informed Consent

    II. Seri Ketrampilan Pemeriksaan Fisik:NEUROMUSKULOSKELETAL 1.

    III. Seri Ketrampilan Prosedural:INJEKSI 2

    IV. Seri Ketrampilan Laboratorium:DARAH 1.

    Edisi 2

    Desember 2010

    TIM PELAKSANA SKILLS LAB

    FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS ANDALAS

    PADANG

  • 2

    PENGANTAR

    Puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa kami ucapkan karena telah berhasil

    menyelesaikan pembuatan penuntun skills lab Blok 1.3 Neuromuskuloskeletal ini. Adapun kegiatan

    skills lab pada blok 1.3 terdiri dari ketrampilan:

    1. Komunikasi: Informed consent

    2. Pemeriksaan fisik: Neuromuskuloskeletal 1

    3. Prosedural: Injeksi 1: im dan sc

    4. Laboratorium: Darah 1: Punksi darah kapiler dan pemeriksaan Hb

    Keempat ketrampilan di atas merupakan kompetensi yang perlu diberikan kepada mahasiswa

    sehingga secara umum mereka mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar sebagai seorang calon

    dokter. Khusus untuk skills lab informed consent terintegrasi kedalam pelaksanaan skills lab

    lainnya.

    Penuntun skills lab ini disusun untuk memudahkan mahasiswa dan instruktur dalam

    melakukan kegiatan skills lab pada blok ini. Namun diharapkan juga mereka dapat menggali lebih

    banyak pengetahuan dan ketrampilan melalui referensi yang direkomendasikan. Semoga penuntun ini

    akan memberikan manfaat bagi mahasiswa dan instruktur skills lab yang terlibat.

    Kritik dan saran untuk perbaikan penuntun ini sangat kami harapkan. Akhirnya kepada pihak

    yang telah membantu dalam penyusunan dan pengadaan penuntun ini, kami ucapkan terima kasih.

    Tim Penyusun

  • 3

    DAFTAR ISI:

    Kata pengantar.................................................................................................................... 2

    Daftar Isi ........................................................................................................................... 3

    Daftar Topik skills lab setiap minggu................................................................................. 4

    Penuntun skills lab seri ketrampilan komunikasi: Informed Consent ............................... 8

    Penuntun skills lab seri ketrampilan pemeriksaan fisik:.................................................... 18

    Neuromuskuloskeletal 1

    Penuntun skills lab seri ketrampilan prosedural: ............................................................... 33

    Injeksi 2: prosedural im dan sc

    Penuntun Skills lab Seri Ketrampilan laboratorium............................................................ 42

    Darah 1: punksi kapiler dan pemeriksaan Hb

  • 4

    DAFTAR TOPIK SKILLS LAB SETIAP MINGGU

    Minggu Ke Jenis keterampilan Topik Tempat

    I1. Ketrampilan

    komunikasi

    2. Keterampilanpemeriksaan fisik

    Latihan:1. Inform consent2. Pemeriksaan

    neuromuskolaskeletal 1:sensoris dan motorik

    RUANG SKILLSLAB EF

    II Ujian

    III 1. Ketrampilankomunikasi

    2. Ketrampilanprosedural

    Latihan:1. Inform consent2. Prosedural: Injeksi 1: im

    dan sc RUANG SKILLSLAB EF

    IV Ujian

    V

    1. Ketrampilankomunikasi

    2. Keterampilanlaboratorium

    Latihan:1. Inform consent

    2. Pemeriksaan Hb

    LABORATORIUMSENTRAL

    VI Ujian

  • 5

    JADWAL KEGIATAN SKILLS LABBLOK 1.3. NEUROMUSKOLOSKELETAL

    MINGGU KE JAM SENIN20-12-10SELASA21-12-10

    RABU22-12-10

    KAMIS23-12-10

    I 14.00 16.00 (A) SL (B) SL (C) SL (D) SL

    MINGGU KE JAM SENIN27-12-10SELASA28-12-10

    RABU29-12-10

    KAMIS30-12-10

    II 14.00 16.00 (A) SL (B) SL (C) SL (D) SL

    MINGGU KE JAM SENIN3-1-11SELASA

    4-1-11RABU5-1-11

    KAMIS6-1-11

    III 14.00 16.00 (A) SL (B) SL (C) SL (D) SL

    MINGGU KE JAM SENIN10-1-11SELASA11-1-11

    RABU12-1-11

    KAMIS13-1-11

    IV 14.00 16.00 (A) SL (B) SL (C) SL (D) SL

    MINGGU KE JAM SENIN17-1-11SELASA18-1-11

    RABU19-1-11

    KAMIS20-1-11

    V 14.00 16.00 (A) SL (B) SL (C) SL (D) SL

    MINGGU KE JAM SENIN24-1-11SELASA25-1-11

    RABU26-1-11

    KAMIS27-1-11

    VI 14.00 16.00 (A) SL (B) SL (C) SL (D) SL

    MINGGU KE 31-1-11 s/d 3-2-11

    VII UJIAN TULIS

  • 6

    NAMA INSTRUKTUR SKILLS LABBLOK 1.2. KARDIORESPIRASI

    GRUP KLP INSTRUKTURTEMPAT

    SKILLS LAB MINGGU I-1V

    A(Senin)

    1 dr. Yuliarni Syafrita, sp.S F2

    2 dr. Syarif Indra, Sp.S F3

    3 dr. Hendra Permana F6

    4 dr. Lydia Susanti F7

    5 dr. Restu Susanti F8

    6 dr. Taufik Hidayat F9

    7 dr. Avit Sucitra F10

    B(Selasa)

    8 dr. Dedi Saputra, Sp.BP F2

    9 dr. Roni Eka Saputra, Sp.OT F3

    10 dr. Noferial, Sp.OT F6

    11 dr. Tuti Lestari F7

    12 dr. Dewi Rusnita F8

    13 dr. Linosefa F9

    14 dr. Nita Afriani F10

    C(Rabu)

    15 dr. Mailinda Mainapuri F2

    16 dr. Roza Silvia F3

    17 dr. Fika Tri Anggraini F6

    18 dr. Rauza Sukma Rita F7

    19 dr. Nelmi Silvia F8

    20 dr. Ida Rahma Burhan F9

    21 dr. Desmawati F10

    D(Kamis)

    22 dr. Dina Afriani Rusjdi F2

    23 dr. Rizki Rahmadian, Sp.OT F3

    24 dr. Fitratul Illahi, Sp.M F6

    25 dr. Sri Handayani Mega Putri,Sp.M

    F7

    26 dr. Eka Fithra Elfi F8

    27 dr. Rita Hamdani F9

    28 dr. Rahmi Lestari F10

    Keterangan:SKILLS LAB MINGGU V-VI DI RUANG LABORATORIUM SENTRAL

  • 7

    PENUNTUN SKILLS LAB

    SERI KETRAMPILAN KOMUNIKASI

    INFORMED CONSENT

    Edisi 2Desember 2010

    TIM PELAKSANA SKILLS LABFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS ANDALAS

    PADANG

  • 8

    INFORMED CONSENT

    I. PENDAHULUAN

    Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan N0. 585/MEN.KES/ PER/IX/1989,

    Persetujuan Tindakan Medik (Informed Consent) merupakan persetujuan yang diberikan oleh

    pasien atau keluarganya atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik untuk tujuan

    diagnosis ataupun terapi, yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut.

    Kemampuan untuk meminta informed concent merupakan ketrampilan yang perlu

    dimiliki oleh seorang dokter, karena informed concent mempunyai manfaat yang cukup besar

    dalam hubungan dokter-pasien, antara lain:

    1) Melindungi pasien terhadap segala tindakan medik yang dilakukan tanpa

    sepengetahuan pasien. Misalnya tindakan medik yang tidak perlu atau tanpa indikasi,

    penggunaan alat canggih dengan biaya tinggi dsbnya.

    2) Memberikan perlindungan hukum bagi dokter terhadap akibat yang tidak terduga dan

    bersifat negatif. Misalnya terhadap resiko pengobatan yang tidak dapat dihindari

    walaupun dokter telah bertindak seteliti mungkin.

    Mengingat pentingnya manfaat di atas, maka dipandang perlu untuk memberikan ketrampilan

    kepada mahasiswa bagaimana cara meminta persetujuan kepada pasien atau meminta

    informed concent.

    Ketrampilan ini berkaitan dengan ketrampilan yang telah didapatkan mahasiswa pada

    Blok 1.1 (Ketrampilan Komunikasi Sambung Rasa dan Mendengar Aktif ) dan semua

    ketrampilan yang memerlukan pemeriksaan serta tindakan seperti pada blok 1.2, blok 1.3

    (Pemeriksaan Fisik, Tindakan Punksi Kapiler dan Pemeriksaan Hb, serta Prosedural Injeksi 2:

    im dan sc). Seterusnya akan berkaitan dengan ketrampilan pemeriksaan fisik, laboratorium

    dan prosedural lainnya pada blok sesudahnya.

    Ketrampilan Permintaan Informed Concent diberikan bersamaan dengan ketrampilan

    lain pada blok ini. Sehingga waktu yang diperlukan untuk berlatih adalah pada setiap latihan

    ketrampilan pemeriksaan fisik: Neurologi I, pemeriksaan laboratorium: Punksi kapiler dan

    pemeriksaan Hb dan Injeksi 2: im dan sc, sehingga waktu berlatih 3 x 2 x 50 menit atau 3 kali

    pertemuan dan 1 kali ujian pada minggu ke-6 bersamaan dengan ujian ketrampilan Injeksi 2

    (Lihat jadwal kegiatan per minggu). Latihan di lakukan di ruangan skills lab FK-UNAND.

  • 9

    II.TUJUAN

    Tujuan Umum:

    Pada akhir pembelajaran, mahasiswa mampu menerangkan kegunaan informed concent

    sebagai sebuah alat dalam pelayanan di rumah sakit dan mengaplikasikannya dalam praktek

    dokter-pasien.

    Tujuan Khusus

    Menjelaskan tujuan dan kegunaan informed concent.1. Mampu menyampaikan kepada pasien tindakan medis yang hendak dilakukan2. Mampu menyampaikan kepada pasien resiko tindakan yang akan dilakukan3. Mampu menyampaikan kepada pasien manfaat dan kerugian tindakan4. Mampu menyampaikan kepada pasien tindakan alternatif5. Mampu menyampaikan kepada pasien hal yang mungkin terjadi bila tindakan itu tidak

    dilakukan.6. Mampu menyakinkan pasien dengan semua penjelasan di atas dan pada akhirnya

    pasien mengerti serta setuju untuk dilakukannya tindakan tersebut7. Mampu melengkapi/mengisi formulir informed concent.

    III. STRATEGI PEMBELAJARAN

    - Responsi- Bekerja kelompok- Bekerja dan belajar mandiri

    IV.PRASYARAT:1. Pengetahuan yang perlu dimiliki sebelum berlatih:

    - Pengetahuan tentang informed concent yang telah didapat mahasiswa pada kuliahInformed concent blok 1.1.

    2. Skills yang terkait- Komunikasi sambung rasa dan mendengar aktif.

    V. TEORI

    Informed consent memiliki 3 elemen, yaitu :

    1. Threshold elements.

    Elemen ini sebenarnya tidak tepat dianggap sebagai elemen, oleh karena sifatnya lebih kearah syarat, yaitu pemberi consent haruslah seseorang yang kompeten. Kompeten disinidiartikan sebagai kapasitas untuk membuat keputusan (medis). Kompetensi manusia untukmembuat keputusan sebenarnya merupakan suatu kontinuum, dari sama sekali tidakmemiliki kompetensi hingga memiliki kompetensi yang penuh. Diantaranya terdapatberbagai tingkat kompetensi membuat keputusan tertentu (keputusan yang reasonableberdasarkan alasan yang reasonable).

    Secara hukum seseorang dianggap cakap (kompeten) adalah apabila telah dewasa, sadardan berada dalam keadaan mental yang tidak di bawah pengampuan. Dewasa diartikan

  • 10

    sebagai usia telah mencapai 21 tahun atau telah pernah menikah. Sedangkan keadaanmental yang dianggap tidak kompeten adalah apabila ia mempunyai penyakit mentalsedemikian rupa atau perkembangan mentalnya terbelakang sedemikian rupa, sehinggakemampuan membuat keputusannya terganggu.1

    2. Information elements

    Elemen ini terdiri dari dua bagian, yaitu disclosure (pengungkapan) dan understanding(pemahaman).

    Pengertian berdasarkan pemahaman yang adekuat membawa konsekuensi kepadatenaga medis untuk memberikan informasi (disclosure) sedemikian rupa agar pasiendapat mencapai pemahaman yang adekuat.

    Dalam hal ini, seberapa baik informasi harus diberikan kepada pasien, dapat dilihat dari3 standar, yaitu :

    Standar Praktek profesi

    Bahwa kewajiban memberikan informasi dan kriteria ke-adekuat-an informasiditentukan bagaimana biasanya dilakukan dalam komunitas tenaga medis(costumary practices of a professsional community Faden and Beauchamp,1986). Standar ini terlalu mengacu kepada nilai-nilai yang ada didalam komunitaskedokteran, tanpa memperhatikan keingintahuan dan kemampuan pemahamanindividu yang diharapkan menerima informasi tersebut.

    Dalam standar ini ada kemungkinan bahwa kebiasaan tersebut di atas tidak sesuaidengan nilai-nilai sosial setempat, misalnya: risiko yang tidak bermakna(menurut medis) tidak diinformasikan, padahal mungkin bermakna dari sisi sosial /pasien

    Standar Subyektif

    Bahwa keputusan harus didasarkan atas nilai-nilai yang dianut oleh pasien secarapribadi, sehingga informasi yang diberikan harus memadai untuk pasien tersebutdalam membuat keputusan. Sebaliknya dari standar sebelumnya, standar ini sangatsulit dilaksanakan atau hampir mustahil. Adalah mustahil bagi tenaga medis untukmemahami nilai-nilai yang secara individual dianut oleh pasien.

    Standar pada reasonable person

    Standar ini merupakan hasil kompromi dari kedua standar sebelumnya, yaitudianggap cukup apabila informasi yang diberikan telah memenuhi kebutuhan padaumumnya orang awam.

    Sub-elemen pemahaman (understanding) dipengaruhi oleh penyakitnya, irrasionalitas danimaturitas.

    Banyak ahli yang mengatakan bahwa apabila elemen ini tidak dilakukan maka dokterdianggap telah lalai melaksanakan tugasnya memberi informasi yang adekuat.

  • 11

    3. Consent elements

    Elemen ini juga terdiri dari dua bagian, yaitu voluntariness (kesukarelaan, kebebasan) danauthorization (persetujuan).

    Kesukarelaan mengharuskan tidak adanya tipuan, misrepresentasi ataupun paksaan.Pasien juga harus bebas dari tekanan yang dilakukan tenaga medis yang bersikapseolah-olah akan dibiarkan apabila tidak menyetujui tawarannya.

    Banyak ahli masih berpendapat bahwa melakukan persuasi yang tidak berlebihan masihdapat dibenarkan secara moral.Penjelasan yang perlu disampaikan oleh dokter dalam meminta persetujuan adalah:

    a. tindakan medik apa yang hendak dilakukan,b. resiko yang mungkin timbulc. manfaat dan kerugian tindakan yang dilakukand. ada/tidaknya alternatif laine. kemungkinan yang terjadi jika tindakan itu tidak dilakukan.

    Penjelasan ini harus diberikan dengan jelas dan dalam bahasa sederhana yang dapatdimengerti dengan memperhatikan tingkat pendidikan, intelektual, kondisi dan situasi pasien.Keluhan pasien tentang proses informed consent adalah:

    bahasa yang digunakan untuk menjelaskan terlalu teknis perilaku dokter yang terlihat terburu-buru atau tidak perhatian, atau tidak ada waktu

    untuk tanya-jawab

    pasien sedang stress emosional sehingga tidak mampu mencerna informasi pasien dalam keadaan tidak sadar atau mengantuk

    Consent dapat diberikan :

    a. dinyatakan (expressed):

    dinyatakan secara lisan

    dinyatakan secara tertulis. Pernyataan tertulis diperlukan apabila dibutuhkan buktidi kemudian hari, umumnya pada tindakan yang invasif atau yang beresikomempengaruhi kesehatan pasien secara bermakna. Permenkes tentang PersetujuanTindakan Medis menyatakan bahwa semua jenis tindakan operatif harusmemperoleh persetujuan tertulis.

    b. tidak dinyatakan (implied).

    Pasien tidak menyatakannya, baik secara lisan maupun tertulis, namun melakukantingkah laku (gerakan) yang menunjukkan jawabannya.

    Meskipun consent jenis ini tidak memiliki bukti, namun consent jenis inilah yangpaling banyak dilakukan dalam praktek sehari-hari.

    Misalnya adalah seseorang yang menggulung lengan bajunya dan mengulurkanlengannya ketika akan diambil darahnya.

  • 12

    Proxy-consent adalah consent yang diberikan oleh orang yang bukan si pasien itusendiri, dengan syarat bahwa pasien tidak mampu memberikan consent secara pribadi, danconsent tersebut harus mendekati apa yang sekiranya akan diberikan oleh pasien apabila iamampu memberikannya (baik buat pasien, bukan baik buat orang banyak). Umumnya urutanorang yang dapat memberikan proxy-consent adalah suami/isteri, anak, orang tua, saudarakandung, dll.

    Proxy-consent hanya boleh dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan ketat.Suatu kasus telah membuka mata orang Indonesia betapa riskannya proxy-consent ini, yaituketika seorang kakek-kakek menuntut dokter yang telah mengoperasinya hanya berdasarkanpersetujuan anaknya, padahal ia tidak pernah dalam keadaan tidak sadar atau tidak kompeten.

    Hak menolak terapi lebih sukar diterima oleh profesi kedokteran daripada hak menyetujui terapi.Banyak ahli yang mengatakan bahwa hak menolak terapi bersifat tidak absolut, artinya masihdapat ditolak atau tidak diterima oleh dokter. Hal ini oleh karena dokter akan mengalami konflikmoral dengan kewajiban menghormati kehidupan, kewajiban untuk mencegah perbuatan yangbersifat bunuh diri atau self inflicted, kewajiban melindungi pihak ketiga, dan integritas etis profesidokter.

    Pengaruh konteks

    Doktrin informed consent tidak berlaku pada 5 keadaan, yaitu : (1) keadaan daruratmedis, (2) ancaman terhadap kesehatan masyarakat, (3) pelepasan hak memberikan consent(waiver), (4) clinical privilege, dan (5) pasien yang tidak kompeten memberikan consent.2

    May menambahkan bahwa penggunaan clinical privilege hanya dapat dilakukan pada pasienyang melepaskan haknya memberi...