penyesuaian diri

  • View
    1.281

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of penyesuaian diri

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Hidup merupakan perjuangan untuk hidup untuk mencapinya orang harus melakukan hal yang sesuai. Kalau diperhatikan orang-orang dalam kehidupan sehari-hari, akan terlihat bermacam-macam hal yang terjadi dikalangan masyarakat tersebut. Ada yang kelihatannya selalu gembira, walau apapun yang akan dihadapinya. Sebaliknya adapula yang sering mengeluh dan bersedih hati, tidak cocok dengan orang lain dan pekerjaannya. Disamping itu ada pula orang yang dalam hidupnya suka mengganggu orang lain, suka mengadu domba, memfitnah, menyeleweng, menganiaya, menipu dan sebagainya. Hal ini terjadi karena kurangnya masyarakat akan suatu hal untuk menjaga keharmonisan di dalam masyarakat. Gejala-gejala yang menggelisahkan masyarakat itulah yang mendorong para ahli jiwa untuk berusaha menyelidiki apa yang menyebabkan tingkah laku orang berbeda-beda, kendatipun kondisinya sama. Usaha ini menumbuhkan suatu cabang termuda dari ilmu jiwa yaitu kesehatan. Dan dalam mempelajari kesehatan mental terdapat penyesuaian diri antara diri sendiri dengan dirinya sendiri, maupun diri sendiri dengan orang lain ataupun lingkungan. Dengan penyesuaian diri ini orang dapat dan mampu untuk mengatasi masalah dengan baik. Mampu menempatkan dirinya pada suatu hal yang berguna bagi dirinya dan orang lain dikalangan masyarakat. Didalam penyesuaian diri ini orang harus tau betul apa yang akan dipelajari dalam hal ini. Penyesuaian diri terdapat hal hal seperti faktor faktor, aspek aspek penyesuaian diri, karakteristik, bentuk bentuk penyesuaian diri, konsep dan proses penyesuaian diri. Hal hal ini harus bisa terpenuhi supaya tidak terjadi masalah didalam masyarakat.

1

1.2.Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas dapat diambil rumusan masalahnya yaitu sebagai berikut : 1.2.1 Apakah penyesuaian diri itu? 1.2.2 Apa saja faktor-faktor dan aspek-aspek yang mempengaruhi penyesuaian diri? 1.2.3 Bagaimana karateristik dari penyesuaian diri itu? 1.2.4 Bagaimana konsep dan proses dari penyesuaian diri itu? 1.2.5 Bagaimana bentuk bentuk dari penyesuaian diri?

1.3.Tujuan Penulisan Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat diambil tujuannya yaitu sebagai berikut : 1.3.1 Untuk mengetahui pengertian dari penyesuaian diri

1.3.2 Untuk mengetahui faktor-faktor dan aspek-aspek yang mempengaruhi penyesuaian diri 1.3.3 Untuk mengetahui karateristik dari penyesuaian diri 1.3.4 Untuk mengetahui konsep dan proses dari penyesuaian diri itu

1.4.Maanfaat Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari makalah ini yaitu sebagai berikut : 1.4.1 Dapat mengetahui pengertian dari penyesuaian diri 1.4.2 Dapat mengetahui faktor-faktor dan aspek-aspek yang mempengaruhi penyesuaian diri 1.4.3 Dapat mengetahui karateristik dari penyesuaian diri 1.4.4 Dapat mengetahui konsep dan proses dari penyesuaian diri itu

2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Penyesuaian Diri Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment atau personal adjustment. Schneiders berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu: penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation), penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity), dan penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan (mastery). Pada mulanya penyesuaian diri diartikan sama dengan adaptasi (adaptation), padahal adaptasi ini pada umumnya lebih mengarah pada penyesuaian diri dalam arti fisik, fisiologis, atau biologis. Misalnya, seseorang yang pindah tempat dari daerah panas ke daerah dingin harus beradaptasi dengan iklim yang berlaku di daerah dingin tersebut. Ada juga penyesuaian diri diartikan sama dengan penyesuaian yang mencakup konformitas terhadap suatu norma. Pemaknaan penyesuaian diri seperti ini pun terlalu banyak membawa akibat lain.Dengan memaknai penyesuaian diri sebagai usaha konformitas, menyiratkan bahwa di sana individu seakan-akan mendapattekanan kuat untuk harus selalu mampu menghindarkan diri dari penyimpangan perilaku, baik secara moral, sosial, maupun emosional. Sudut pandang berikutnya adalah bahwa penyesuaian diri dimaknai sebagai usaha penguasaan (mastery), yaitu kemampuan untuk merencanakan dan mengorganisasikan respons dalam cara-cara tertentu sehingga konflik-konflik, kesulitan, dan frustrasi tidak terjadi. Penyesuaian dapat berarti adaptasi; dapat mempertahankan eksistensinya, atau bisa survive dan memperoleh kesejahteraan jasmaniah dan rohaniah,dan dapat mengadakan relasi yang memuaskan dengan tuntutan sosial.Penyesuaian dapat juga diartikan sebagai konformitas, yang berarti menyesuaikan sesuatu dengan standar dan prinsip.Penyesuaian diri dapat diartikan sebagai penguasaan, yaitu memiliki kemampuan untuk membuat rencana dan mengorganisasi respon-respon sedemikian rupa, sehingga bisa mengatasi segala macam koflik, kesulitan, dan frustrasi-frustrasi secara efesien. Individu memiliki kemampuan menghadapi realitas hidup dengan cara adekuat/memenuhi syarat.

3

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyesuaian adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada dirisendiri dan lingkungan 2.1.1 Pengertian penyesuaian diri menurut para ahli Menurut Kartono (2000), penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya. Sehingga permusuhan, kemarahan, depresi, dan emosi negatif lain sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis. Hariyadi, dkk (2003) menyatakan penyesuaian diri adalah kemampuan mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan atau dapat pula mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan atau keinginan diri sendiri. Ali dan Asrori (2005) juga menyatakan bahwa penyesuaian diri dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang mencakup responrespon mental dan perilaku yang diperjuangkan individu agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi, konflik, serta untuk menghasilkan kualitas keselarasan antara tuntutan dari dalam diri individu dengan tuntutan dunia luar atau lingkungan tempat individu berada. Sebelumnya Scheneiders (dalam Yusuf, 2004), juga menjelaskan penyesuaian diri sebagai suatu proses yang melibatkan respon-respon mental dan perbuatan individu dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan, dan mengatasi ketegangan, frustasi dan konflik secara sukses serta menghasilkan hubungan yang harmonis antara kebutuhan dirinya dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana dia hidup. Hurlock (dalam Gunarsa, 2003) memberikan perumusan tentang penyesuaian diri secara lebih umum, yaitu bilamana seseorang mampu menyesuaikan diri terhadap orang lain secara umum ataupun terhadap kelompoknya, dan ia memperlihatkan sikap serta tingkah laku yang menyenangkan berarti ia diterima oleh kelompok atau lingkungannya. Dengan perkataan lain, orang itu mampu menyesuaikan sendiri dengan baik terhadap lingkungannya. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Penyesuaian Diri adalah proses mengubah diri sesuai dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana dia hidup agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi dan konflik sehingga tercapainya keharmonisan pada diri sendiri serta lingkungannya dan akhirnya dapat diterima oleh kelompok dan lingkungannya.

4

2.1.2 Penyesuaian diri pada remaja Proses penyesuaian diri pada manusia tidaklah mudah. Hal ini karena didalam kehidupannya manusia terus dihadapkan pada pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru. Periode penyesuaian diri ini merupakan suatu periode khusus dan sulit dari rentang hidup manusia. Manusia diharapkan mampu memainkan peran-peran sosial baru, mengembangkan sikap-sikap sosial baru dan nilai-nilai baru sesuai dengan tugas-tugas baru yang dihadapi (Hurlock,1980).

Disebutkan juga oleh Hurlock (1980) bahwa seperti halnya proses penyesuaian diri yang sulit yang dihadapi manusia secara umum, para remaja juga mengalami proses penyesuaian diri di mana proses penyesuaian diri pada remaja ini merupakan suatu peralihan dari satu tahap perkembangan ke tahap berikutnya. Dalam periode peralihan ini terdapat keraguan akan peran yang akan dilakukan, namun pada periode ini juga memberikan waktu kepada remaja untuk mencoba gaya baru yang berbeda, menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya. Dengan kata lain hal ini merupakan proses pencarian identitas diri yang dilakukan oleh para remaja.

Untuk menjadikan remaja mampu berperan serta dan melaksanakan tugasnya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat tidaklah mudah, karena masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada masa ini dalam diri remaja terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada fisik, psikis, maupun sosial. Salah satu tugas perkembangan masa remaja yang tersulit adalah yang berhubungan dengan penyesuaian sosial. Remaja harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis dalam berhubungan yang belum pernah ada dan harus menyesuaikan dengan orang dewasa diluar lingkungan keluarga. Untuk mencapai tujuan dari pola sosialisasi dewasa, remaja harus banyak penyesuaian baru.

Agar penyesuaian diri yang dilakukan terhadap lingkungan sosial berhasil (well adjusted), maka remaja harus menyelaraskan antara tuntutan yang berasal dari dalam dirinya dengan tuntutan-tuntutan yang diharapkan oleh lingkungannya, sehingga remaja

mendapatkan kepuasan dan memiliki kepribadian yang sehat. Misalnya sebagian besar remaja mengetahui bahwa para remaja tersebut memakai model pakaian yang sama denga pakaian anggota kelompok yang populer, maka kesempatan untuk diterima oleh kelompok5

menjadi lebih besar. Untuk itu remaja harus mengetahui lebih banyak informasi yang tepat tentang diri dan lingkungannya.

2.2. Faktor faktor dan aspek aspek yang menpengaruhi penyesuaian diri 2.2.1. Faktor faktor yang menpengaruhi penyesuaian diri Secara keseluruhan kepribadian mempunyai fungsi sebagai penentu primer terhadap penyesuaian dir