Perawat Pemeriksaan Orthopaedi Dan Muskuloskeletal

  • View
    51

  • Download
    14

Embed Size (px)

Text of Perawat Pemeriksaan Orthopaedi Dan Muskuloskeletal

  • BAB I PENDAHULUAN

    1.1. LEARNING OUTCOME Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan :

    - Mampu melakukan pemeriksaan muskuloskeletal dengan supervisi tutor.

    1.2. SASARAN PEMBELAJARAN

    1.2.1. Area Keterampilan Komunikasi

    Berkomunikasi dengan pasien serta anggota keluarganya

    a. Bersambung rasa dengan pasien dan keluarganya

    Memberikan salam Memberikan situasi yang nyaman bagi pasien Menunjukkan sikap empati dan dapat dipercaya Mendengarkan dengan aktif (penuh perhatian dan memberi waktu yang

    cukup pada pasien untuk menyampaikan keluhannya dan menggali

    permasalahan pasien)

    Menyimpulkan kembali masalah pasien, kekhawatiran, maupun harapannya Memelihara dan menjaga harga diri pasien, hal-hal yang bersifat pribadi, dan

    kerahasiaan pasien sepanjang waktu

    b. Mengumpulkan Informasi

    Mampu menggunakan open-ended maupun closed-question dalam menggali informasi (move from open toclosed question properly)

    Tidak memberikan nasehat maupun penjelasan yang prematur saat masih mengumpulkan data

    c. Memahami Perspektif Pasien

    Melakukan fasilitasi secara profesional terhadap ungkapan emosi pasien (marah, takut, malu, sedih, bingung, eforia, maupun pasien dengan hambatan

    komunikasi misalnya bisu-tuli, gangguan psikis)

    Mampu merespon verbal maupun bahasa non-verbal dari pasien secara profesional

    Menggunakan bahasa yang santun dan dapat dimengerti oleh pasien (termasuk bahasa daerah setempat) sesuai dengan umur, tingkat pendidikan

    ketika menyampaikan pertanyaan, meringkas informasi, menjelaskan hasil

    diagnosis, pilihan penanganan serta prognosis.

  • d. Memberi Penjelasan dan Informasi

    Mempersiapkan perasaan pasien untuk menghindari rasa takut dan stres sebelum melakukan pemeriksaan fisik

    Memberi tahu adanya rasa sakit atau tidak nyaman yang mungkin timbul selama pemeriksaan fisik atau tindakannya

    1.2.2. Area Keterampilan Klinis

    A. Memperoleh dan mencatat informasi yang akurat serta penting tentang pasien dan

    keluarganya

    Menggali dan merekam dengan jelas keluhan-keluhan yang disampaikan (bila perlu

    disertai gambar), riwayat penyakit saat ini, medis, keluarga, sosial serta riwayat lain yang

    relevan

    B. Melakukan prosedur klinik Melakukan pemeriksaan fisik dengan cara yang seminimal mungkin menimbulkan rasa

    sakit dan ketidaknyamanan pada pasien

    1.3. TOPIK

    Pemeriksaan muskuloskeletal yang terdiri atas pemeriksaan :

    1.3.1. Anggota Gerak Atas (Upper extremity)

    a. Sendi Bahu (Shoulder joint

    b. Sendi siku (Elbow joint):

    c. Sendi pergelangan tangan

    d. Jari tangan (finger)

    1.3.2. Pemeriksaan Anggota Gerak bawah (Lower Extremity)

    a. Sendi panggul

    b. Sendi lutut

    c. Pergelangan Kaki/kaki

    1.3.3. Tulang Belakang

    1.5. Rencana Pembelajaran Praktikum ( Lesson Plan) dan Jadwal praktikum

    - Praktikum keterampilan klinik dilakukan pada :

    Hari : Selasa dan Kamis Jam: 07.00 08.40 WIB

    - Alokasi:

  • a. Pembukaan : 10 mnt perkenalan, presensi, oral pretest (student`s work plan), penjelasan korelasi klinis

    b. Latihan : 75 mnt demontrasi/audiovisual (bila ada) 30 mnt, role play (30mnt), feed back (15 mnt)

    c. Penutup : 15 mnt penyampaian tugas mandiri, motivasi belajar mandiri, penutup

    JADWAL PRAKTIKUM PENGANTAR KLINIK SEMESTER 1 LABORATORIUM KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UMM

    TAHUN AJARAN 2009/2010 Mata Kuliah : Pengantar Klinik Semester : I (Satu) Hari/Jam : Selasa dan Kamis, 07.00 08.40 WIB No MATERI SUB TOPIK DOSEN 1 Pengantar dr. Ruby Riana SpBP 2

    Pemeriksaan fisik Muskuloskeletal

    2.1. Anggota Gerak Atas (Upper extremity)

    a. Sendi Bahu (Shoulder joint b. Sendi siku (Elbow joint): c. Sendi pergelangan tangan d. Jari tangan (finger) 2.2. Pemeriksaan Anggota Gerak

    bawah (Lower Extremity) a. Sendi panggul b. Sendi lutut c. Pergelangan Kaki/kaki 2.3. Tulang Belakang -

    dr. M. Kuntadi, SpOT dr. Beny Rahman

    3 dr. Ruby Riana, SpBP dr. Dwi Nurwulan P

    4 dr. Aris, SpB dr. Indra Wahyu

    Jadwal Perputaran Materi untuk masing-masing kelompok

    NB : Peserta 142 orang, dibagi 6 kelompok : kelompok 1, 2, 3, 4,5, 6.

    MINGGU HARI TANGGAL 2 3 4 Selasa 01-12-2009

    Kuliah Pakar I Kamis 03-12-2009 Selasa 08-12-2009 II Kamis 10-12-2009 Selasa 15-12-2009 Pengantar

    III Kamis 17-12-2009 1 2 3 Selasa 22-12-2009 1 2 3

    IV Kamis 24-12-2009 4 5 6 Selasa 29-12-2009 4 5 6

    V Kamis 31-12-2009Ujian OSCE Selasa 05-01-2010

    VI Kamis 07-01-2010

  • KETERANGAN

    TOPIK SUB TOPIK Sistem Kebutuhan Pemeriksaan fisik Muskuloskeletal

    2.1. Anggota Gerak Atas (Upper extremity)

    a. Sendi Bahu (Shoulder joint b. Sendi siku (Elbow joint): c. Sendi pergelangan tangan d. Jari tangan (finger) 2.2.Pemeriksaan Anggota

    Gerak bawah (Lower Extremity)

    a. Sendi panggul b. Sendi lutut c. Pergelangan Kaki/kaki 2.3. Tulang Belakang

    Peragaan Role play

    Chek list Orang coba Manequin.

    1.6. Evaluasi Evaluasi akan dilakukan pada akhir semester dalam bentuk OSCE. Nilai lulus bila

    kumulatif B. Nilai C diperkenankan maksimal di satu station.

    Prasyarat mengikuti OSCE :

    - Kehadiran pada praktikum minimal 80 %

    - Tugas mandiri selesai 100 %

    - Buku log pengantar klinik telah diisi dan ditanda-tangani oleh instruktur

    - Menyerahkan surat bebas tanggungan

    1.7. Daftar Pustaka

    1) McRae R. 2004. Clinical orthopaedic examination. Churcil Livingstone. Fifth edition, New York

    2) Reksoprodjo, S. 1995. Pemeriksaan Orthopaedi. dalam Reksoprodjo S. et al. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Bagian Bedah Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Binarupa Aksara. Jakarta. Hal 453-64

    3) Sercant C, Purkiss S. 2002. Examination schemes in general surgery and orthopaedics. First edition. Ashord Coluur Press. London

    4) Thompson JC. 2002.Concise Atlas of Orthopaedic Anatomy. First edition. Icon Learning system. USA

  • BAB II PEMERIKSAAN MUSKULOSKELETAL

    1. Gambaran Umum Pemeriksan terdiri dari

    A. Anamnesa B. Pemeriksan fisik C. Pemeriksaan penunjang D. Membuat diagnosis kerja dan atau diagnosis banding E. Rencana terapi F. Prognosis.prakiraan perjalanan penyakit

    Pada praktikum keterampilan klinik di blok Ilmu kedokteran dasar I ini hanya akan dibahas pemeriksaan fisik orthopaedi 1. Anamnesa terdiri dari :

    a. Autoanamnesa Ditanyakan persoalan :mengapa pasien datang, mulai kapan keluhan dirasakan dan biarkan pasien bercerita tentang keluhan sejak awal dan apa yang dirasakan sebagai ketidakberesan. Untuk dapat melakukan anamnesis diperlukan pengetahuan tentang penyakit. Ada beberapa hal yang menyebabkan penderita datang untuk meminta pertolongan:

    1. Sakit/nyeri Sifat dari sakit.nyeri - Lokasi setempat/meluas/menjalar - Apa penyebabnya, mis : trauma - Sejak kapan dan apa sudah mendapat pertolongan - Sifat nyeri : pegel/ seperti ditusuk-tusuk/ rasa panas/ ditarik-tarik;

    terus menerus atau hanya saat bergerak/ istirahat dst. - Apakah keluhan ini dirasakan pertama kali atau sering hilang timbul

    2. Kekakuan/kelemahan Kekakuan umumnya mengenai persendian. Ditanyakan apakah disertai nyeri sehingga pergerakan terganggu Kelemahan apakah yang dimaksud instability atau kekuatan otot menurun/melemah/kelumpuhan

    3. Kelainan bentuk/pembengkokan a. Angulasi/rotasi/discrepancy (pemendekan/tidak sama panjang) b. Benjolan atau karena adanya pembengkakan

    b. Allo anamnesa Pada dasarnya sama dengan autoanamnesa, bedanya yang menceritakan adalah orang lain. Hal ini penting bila kita berhadapan dengan anak kecil, orang tua yang mulai pikun atau penderita yang tak sadarkan diri/kelainan jiwa.

    2. Pemeriksaan Fisik Dibagi menjadi dua yaitu pemeriksaan umum (status generalisata) untuk mendapatkan gambaran umum dan pemeriksaan setempat (status lokalis). Hal ini perlu untuk dapat malaksanakan total care.

  • - Status Generalisata

    o Perlu disebutkan keadaan umum : baik/buruk kemudian dicatat tanda-tanda vital seperti kesadaran, tekanan darah, nadi, pernapasan dan suhu

    o Dilanjutkan pemeriksaan secara sistematik dari kepala, leher, dada, perut, kelenjar getah bening, serta genitalia.

    o Kemudian ekstremitas atas dan bawah serta tulang belakang. - Status Lokalis (Keadaan lokal ) Harus dipertimbangkan keadaan proksimal serta bagian distal dari anggota terutama mengenai status neuromuskular. Pada pemeriksaan muskuloskeletal yang penting adalah : 1. Look (inspeksi) 2. Feel (palpasi) 3. Move (pergerakan terutama lingkup gerak)

    Disamping gerak perlu dilakukan pengukuran bagian yang penting untuk

    membuat kesimpulan kelainan, merupakan pembengkakan atau atrofi serta melihat adanya discrepancy (selisih panjang).

    1. Look (inspeksi)

    Perhatikan apa yang dapat dilihat - Sikatriks (jaringan parut alamiah atau post operasi) - Cafe au lait spot (tanda lahir) - Fistulae - Warna kemerahan/kebiruan atau hiperpigmentasi - Benjol/pembengkakan/cekungan dengan hal-hal yang tidak biasa - Posisi serta bentuk dari ekstremitas (deformitas) - Jalannya (gait waktu pasien masuk kamar periksa)

    2. Feel (palpasi) Pada saat akan meraba posisi pasien perlu diperbaiki dulu agar dimulai dari posisi netral/anatomis. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan dua arah karenanya perlu diperhatikan wajah (mimik kesakitan) atau menanyakan rasa sakit. Yang perlu dicatat adalah : - Perubahan suhu terhadap sekitarnya serta kelembaban kulit - Bila ada pembengkakan, apakah terdapat fluk