Perawat Profesional: Askep Fraktur Humerus Post Orif

  • View
    96

  • Download
    19

Embed Size (px)

DESCRIPTION

askep fraktur

Text of Perawat Profesional: Askep Fraktur Humerus Post Orif

  • 4/11/15, 4:25 PMperawat profesional: askep fraktur humerus post orif

    Page 1 of 21http://askep-ragilpambudi.blogspot.com/2009/07/askep-fraktur-humerus-post-orif.html

    Rabu, 08 Juli 2009

    askep fraktur humerus post orifBAB I

    KONSEP DASAR

    A. PENGERTIAN

    Fraktur adalah patah tulang yang biasanya disebabkan olehtrauma atau tenaga fisik (Brunner & Suddart, 2000)

    Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang danatau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh ruda paksa(Mansjoer, 2000: 75)

    Fraktur Tulang Humerus Adalah diskontinuitas atau hilangnyastruktur dari tulang humerus yang terbagi atas FrakturSuprakondilar Humerus, Fraktur Interkondiler Humerus, FrakturBatang Humerus, Fraktur Kolum Humerus.

    Berdasarkan mekanisme terjadinya fraktur :

    1) Tipe Ekstensi

    Trauma terjadi ketika siku dalam posisi hiperekstensi,lengan bawah dalam posisi supinasi.

    2) Tipe Fleksi

    Trauma terjadi ketika siku dalam posisi fleksi, sedanglengan dalam posisi pronasi.

    (Mansjoer, Arif, et al, 2000)

    PengikutJoin this site

    with Google Friend Connect

    Members (4)

    Already a member? Sign in

    Arsip Blog 2009 (4) Juli (4)

    askep post orif femur dan tibiaaskep fraktur crurisaskep fraktur humerus post orifASUHAN KEPERAWATAN PADA...

    Mengenai SayaRagil Pambudi

    Lihat profil lengkapku

    perawat profesional

  • 4/11/15, 4:25 PMperawat profesional: askep fraktur humerus post orif

    Page 2 of 21http://askep-ragilpambudi.blogspot.com/2009/07/askep-fraktur-humerus-post-orif.html

    Untuk memperbaiki posisi fragmen tulang pada frakturterbuka yang tidak dapat di reposisi tapi sulit dipertahankan danuntuk memberikan hasil yang lebih baik maka perlu dilakukantindakan operasierasi ORIF (Operasien Reduction With InternalFixation).

    ORIF adalah suatu tindakan untuk melihat fraktur langsungdengan tehnik pembedahan yang mencakup di dalamnyapemasangan pen, skrup, logam atau protesa untuk memobilisasifraktur selama penyembuhan (Depkes, 1995: 95).

    B. PENYEBAB

    Fraktur dapat terjadi oleh beberapa faktor yaitu traumakecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian dengan posisi berdiriatau duduk sehingga terjadi fraktur tulang belakang, patologisdari metastase dari tumor, degenerasi karena proseskemunduran fisiologis dari jaringan tulang itu sendiri, spontankarena tarikan otot yang sangat kuat (Corwin, E.J, 2000: 298).

    Indikasi dilakukannya operasierasi ORIF yaitu fraktur yangtidak bisa sembuh, fraktur yang tidak bisa direposisi tertutup,fraktur yang dapat direposisi tapi sulit dipertahankan, fraktur yangberdasarkan pengalaman memberi hasil yang lebih baik denganoperasi (Reksoperasirodjo. S, 1995: 513).

    C. TANDA DAN GEJALA

    Gambaran yang sering muncul pada pasien dengan frakturadalah patah tulang traumatik dan cedera jaringan lunakbiasanya disertai nyeri, mungkin tampak jelas posisi tulang atauekstremitas yang dialami, pembengkakan disertai fraktur akanmenyertai proses peradangan, dapat terjadi gangguan sensasiatau rasa kesemutan, yang mengisaratkan kerusakan syaraf,krepitus (suara gemertak), dapat terdengar sewaktu tulangdigerakan akibat pergeseran ujung-ujung patahan tulang satusama lain (Crowin, 2000: 299).

  • 4/11/15, 4:25 PMperawat profesional: askep fraktur humerus post orif

    Page 3 of 21http://askep-ragilpambudi.blogspot.com/2009/07/askep-fraktur-humerus-post-orif.html

    Tanda dan gejala pada pasien post ORIF yaitu edema, nyeri,pucat, otot tegang dan bengkak, menurunnya pergerakan,menolak bergerak, deformitas (perubahan bentuk), eritema,parestesia atau kesemutan (Apley, 1995: 266).

    D. ANATOMI PATOLOGI

    a. Struktur Tulang

    Tulang sangat bermacam-macam baik dalam bentuk ataupunukuran, tapi mereka masih punya struktur yang sama. lapisanyang paling luar disebut periosteum dimana terdapat pembuluhdarah dan saraf. lapisan dibawah periosteum mengikat tulangdengan benang kolagen disebut benang sharpey, yang masuk ketulang disebut korteks. karena itu korteks sifatnya keras dan tebalsehingga disebut tulang kompak. korteks tersusun solid dansangat kuat yang disusun dalam unit struktural yang disebutsistem haversian. tiap sistem terdiri atas kanal utama yangdisebut kanal haversian. lapisan melingkar dari matriks tulangdisebut lamellae, ruangan sempit antara lamellae disebut lakunae(didalamnya terdapat osteosit) dan kanalikuli. tiap sistemkelihatan seperti lingkaran yang menyatu. kanal haversianterdapat sepanjang tulang panjang dan di dalamnya terdapatpembuluh darah dan saraf yang masuk ke tulang melalui kanalvolkman. pembuluh darah inilah yang mengangkut nutrisi untuktulang dan membuang sisa metabolisme keluar tulang. lapisantengah tulang merupakan akhir dari sistem haversian, yangdidalamnya terdapat trabekulae (batang) dari tulang.trabekulae initerlihat seperti spon tapi kuat sehingga disebut tulang spon yangdidalam nya terdapat bone marrow yang membentuk sel-seldarah merah. bone marrow ini terdiri atas dua macam yaitu bonemarrow merah yang memproduksi sel darah merah melaluiproses hematopoiesis dan bone marrow kuning yang terdiri atassel-sel lemak dimana jika dalam proses fraktur bisamenyebabkan fat embolism syndrom (fes).

    Tulang terdiri dari tiga sel yaitu osteoblast, osteosit, dan

  • 4/11/15, 4:25 PMperawat profesional: askep fraktur humerus post orif

    Page 4 of 21http://askep-ragilpambudi.blogspot.com/2009/07/askep-fraktur-humerus-post-orif.html

    osteoklast. Osteoblast merupakan sel pembentuk tulang yangberada di bawah tulang baru. Osteosit adalah osteoblast yangada pada matriks. Sedangkan osteoklast adalah sel penghancurtulang dengan menyerap kembali sel tulang yang rusak maupunyang tua. Sel tulang ini diikat oleh elemen-elemen ekstra seluleryang disebut matriks. Matriks ini dibentuk oleh benang kolagen,protein, karbohidrat, mineral, dan substansi dasar (gelatin) yangberfungsi sebagai media dalam difusi nutrisi, oksigen, dansampah metabolisme antara tulang daengan pembuluh darah.Selain itu, didalamnya terkandung garam kalsium organik(kalsium dan fosfat) yang menyebabkan tulang keras.sedangkanaliran darah dalam tulang antara 200 400 ml/ menit melaluiproses vaskularisasi tulang

    (Black,J.M,et al,1993 dan Ignatavicius, Donna. D,1995).

    b. Tulang Panjang

    Adalah tulang yang panjang berbentuk silinder dimanaujungnya bundar dan sering menahan beban berat (Ignatavicius,Donna. D, 1995). Tulang panjang terdiriatas epifisis, tulangrawan, diafisis, periosteum, dan medula tulang. Epifisis (ujungtulang) merupakan tempat menempelnya tendon danmempengaruhi kestabilan sendi. Tulang rawan menutupi seluruhsisi dari ujung tulang dan mempermudah pergerakan, karenatulang rawan sisinya halus dan licin. Diafisis adalah bagian utamadari tulang panjang yang memberikan struktural tulang. Metafisismerupakan bagian yang melebar dari tulang panjang antaraepifisis dan diafisis. Metafisis ini merupakan daerah pertumbuhantulang selama masa pertumbuhan. Periosteum merupakanpenutup tulang sedang rongga medula (marrow) adalah pusatdari diafisis (Black, J.M, et al, 1993)

    c. Tulang Humerus

    Tulang humerus terbagi menjadi tiga bagian yaitu kaput(ujung atas), korpus, dan ujung bawah.

  • 4/11/15, 4:25 PMperawat profesional: askep fraktur humerus post orif

    Page 5 of 21http://askep-ragilpambudi.blogspot.com/2009/07/askep-fraktur-humerus-post-orif.html

    1) Kaput

    Sepertiga dari ujung atas humerus terdiri atas sebuah kepala,yang membuat sendi dengan rongga glenoid dari skapla danmerupakan bagian dari banguan sendi bahu. Dibawahnyaterdapat bagian yang lebih ramping disebut leher anatomik.Disebelah luar ujung atas dibawah leher anatomik terdapatsebuah benjolan, yaitu Tuberositas Mayor dan disebelah depanterdapat sebuah benjolan lebih kecil yaitu Tuberositas Minor.Diantara tuberositas terdapat celah bisipital (sulkusintertuberkularis) yang membuat tendon dari otot bisep. Dibawahtuberositas terdapat leher chirurgis yang mudah terjadi fraktur.

    2) Korpus

    Sebelah atas berbentuk silinder tapi semakin kebawahsemakin pipih. Disebelah lateral batang, tepat diatas pertengahandisebut tuberositas deltoideus (karena menerima insersi ototdeltoid). Sebuah celah benjolan oblik melintasi sebelah belakang,batang, dari sebelah medial ke sebelah lateral dan memberi jalankepada saraf radialis atau saraf muskulo-spiralis sehinggadisebut celah spiralis atau radialis.

    3) Ujung Bawah

    Berbentuk lebar dan agak pipih dimana permukaan bawahsendi dibentuk bersama tulang lengan bawah. Trokhlea yangterlatidak di sisi sebelah dalam berbentuk gelendong-benangtempat persendian dengan ulna dan disebelah luar etrdapatkapitulum yang bersendi dengan radius. Pada kedua sisipersendian ujung bawah humerus terdapat epikondil yaituepikondil lateral dan medial. (Pearce, Evelyn C, 1997)

    d. Fungsi Tulang

    Fungsi tulang antara lain memberi kekuatan pada kerangkatubuh, tempat mlekatnya otot, melindungi organ penting, tempatpembuatan sel darah, tempat penyimpanan garam mineral

  • 4/11/15, 4:25 PMperawat profesional: askep fraktur humerus post orif

    Page 6 of 21http://askep-ragilpambudi.blogspot.com/2009/07/askep-fraktur-humerus-post-orif.html

    (Ignatavicius, Donna D, 1993).

    E. PATOFISIOLOGI

    1. Proses Terjadinya Fraktur

    Fraktur terjadi bila tulang dikenai stres yang lebihbesar dari yang dapat diabsorbsinya. Fraktur dapatdisebabkan oleh pukulan langsung, gaya meremuk, gerakanpuntir mendadak dan bahkan kontraksi otot esktrem.Meskipun tulang patah dan jaringan sekitarnya juga akanterpengaruh, mengakibatkan edema jaringan lunak,perdarahan ke otot dan sendi, dislokasi sendi, ruptur tendo,kerusakan saraf dan kerusakan pembuluh darah (Brunnerdan Suddarth, 2001: 2357).

    Fraktur sering terjadi pada tulang rawan, jika tulangmengalami fraktur, maka periosteum darah dari korteksmarrow d