Perencanaan Perancangan Tata Letak tata letak fasilitas produksi ... RUANG LINGKUP PERENCANAAN FASILITAS 4 PERANCANGAN FASILITAS LOKASI FASILITAS PERANC. STRUKTUR

  • Published on
    01-Mar-2018

  • View
    232

  • Download
    7

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li><p>Perencanaan &amp; Perancangan Tata Letak Pabrik </p><p>Pertemuan 6 </p><p>Pengantar Teknik Industri </p></li><li><p>Kompetensi Pokok Bahasan : </p><p> Memahami aspek-aspek yang berkaitan dengan penetapan lokasi fasilitas/pabrik </p><p> Memahami teknik dan mampu melakukan perancangan tata letak fasilitas produksi </p><p> Memahami permasalahan yang berkaitan dengan pemindahan bahan (material handling). </p><p> Memahami macam/type tata letak fasilitas produksi. </p></li><li><p>Pentingnya </p><p> Industrialisasi telah mengalokasikan anggaran belanja dalam jumlah besar untuklong-term capital assets berupa gedung,mesin,fasilitas kerja, dll dengan teknologi baru untuk melakukan aktivitas produktif. </p><p> Secara periodik dan berlangsung terus menerus fasilitas kerja harus selalu dirawat dan dimodifikasi untuk menjaga dan untuk meningkatkan kinerja produksinya. </p><p> Anggaran belanja dalam jumlah besar harus dikeluarkan untuk keperluan design of facilities systems, layouts, handling systems, dan facilities location sebagai konsekuensi darithe overall planning process. </p></li><li><p>RUANG LINGKUP PERENCANAAN FASILITAS </p><p>4 </p><p>PERANCANGAN FASILITAS </p><p>LOKASI FASILITAS </p><p>PERANC. STRUKTUR BANGUNAN </p><p>PERANC. TATALETAK </p><p>FASILITAS PROD. </p><p>PERANC. SISTEM PEMINDAHAN </p><p>MATERIAL </p><p>PERENCANAAN FASILITAS </p><p>(Facilities Planning) </p><p>Tompkins, et.al. 1996 </p><p>Perancangan bangunan pabrik beserta fasilitas </p><p>penunjangnya, mis : jaringan listrik, air, </p><p>dll </p><p>Pengaturan letak mesin, peralatan </p><p>produksi, dan fasilitas produksi </p><p>lainnya. </p><p>Pengaturan sistem pemindahan material, pergerakan personil, </p><p>dll. </p></li><li><p>RUANG LINGKUP PERENCANAAN FASILITAS </p><p>LOKASI FASILITAS ??? </p><p>Perencanaan fasilitas akan didahului oleh penetapan lokasi pabrik. Penetapan lokasi merupakan aktivitas pemilihan lokasi dimana fasilitas Fasilitas produksi harus ditempatkan. </p><p>A SEQUENCE/ LEVEL OF DECISIONS : </p><p>NATIONAL DECISION </p><p>REGIONAL DECISION </p><p>COMMUNITY DECISION </p><p>SITE DECISION </p><p>Political, social, economic stability; Currency exchange rates; . . . . . </p><p>Climate; Customer concentrations; Degree of unionization; . . . . . </p><p>Transportation system availability; Preference of management; . . . . . </p><p>Site size/cost; Environmental impact; Zoning restrictions; . . . . . </p></li><li><p>Faktor Penentu Dalam Pemilihan Lokasi </p><p>Faktor Ekonomi Biaya akuisisi lahan, biaya persiapan dan konstruksi, dll </p><p>Biaya tenaga kerja di suatu lokasi, ketrampilan yang dimiliki, ketersediaan tenaga kerja </p><p>Biaya transportasi dari supplier ke pabrik dan pabrik ke pasar </p><p>Pajak </p><p>Faktor Non - Ekonomi </p><p>Tradisi dan perilaku tenaga kerja </p><p>Jumlah dan tipe housing yang tersedia </p><p>Community attitude </p></li><li><p>RUANG LINGKUP PERENCANAAN FASILITAS </p><p>Level </p><p>I Global </p><p>II Supra </p><p>III Macro </p><p>IV Micro </p><p>V Sub-Micro </p><p>Activity Environment Output </p><p>Site Location &amp; Selection </p><p>World or Country </p><p>Site Planning </p><p>Building Layout </p><p>Department or Cell Layout </p><p>Workstation Design </p><p>Site </p><p>Building </p><p>Cell or Departments </p><p>Workstation </p><p>[Q. Lee, 1997] Perencanaan Fasilitas melibatkan 5 tingkat perencanaan : </p></li><li><p> Pentingnya Tata Letak Fasilitas Ongkos Pemindahan Material: </p><p> 30-75% dari ongkos produk (Sule 1991) </p><p> 20-50% dari anggaran operasi manufaktur (Tompkins &amp; White, 1994) </p><p> Tata letak fasilitas yang optimal dapat mengurangi Ongkos Pemindahan Material </p><p> Fasilitas: mesin, stasiun kerja, stasiun inspeksi, locker rooms, rest area, dan fasilitas penunjang lainnya. </p></li><li><p>Tujuan Perancangan Tata Letak </p><p> Minimasi ongkos pemindahan material </p><p> Pemanfaatan ruang yang efisien </p><p> Eliminasi bottlenecks </p><p> Mengurangi waktu siklus manufaktur </p><p> Eliminasi pemborosan </p><p> Memudahkan kegiatan keluar-masuk dan penempatan dari material dan produk </p><p> Memberikan fleksibilitas sehingga dapat beradaptasi terhadap perubahan manufaktur dan bisnis </p></li><li><p>PENENTUAN LOKASI PRODUKSI </p><p>Persoalan dimana suatu pabrik akan didirikan bukanlah suatu hal yang mudah untuk dipecahkan </p><p> Pada umumnya ada beberapa kondisi yang akhirnya dapat membawa ke persoalan penentuan lokasi pabrik, yaitu : 1. Perluasan pabrik (Ekspansi) 2. Pemecahan pabrik kedalam sentral-sentral unit kerja (Desentralisasi) 3. Kekurangan/tidak adanya bahan baku 4. Faktor-faktor ekonomis (perubahan pasar, penyediaan tenaga kerja, dll) </p></li><li><p>Perluasan pabrik adalah suatu hal yang paling sering membawa manajemen kearah persoalan penentuan </p><p>lokasi. </p><p>Suatu industri hakikatnya akan memperluas usahanya bilamana : 1. Fasilitas-fasilitas produksi sudah jauh ketinggalan, 2. Kebutuhan pasar tumbuh dan berkembang diluar kemampuan kapasitas produksi, 3. Pelayanan kepada pelanggan yang tidak mencukupi dan kurang memuaskan, </p><p>PERLUASAN PABRIK </p></li><li><p> Desentralisasi adalah suatu proses dimana pabrik membagi-bagi lokasinya pada beberapa tempat dengan fungsi dan tanggung jawab yang sama. </p><p> Pada dasarnya lokasi pabrik yang paling ideal adalah terletak pada suatu tempat yang mampu memberikan total biaya produksi yang rendah dan keuntungan yang maksimum </p><p> Kekeliruan yang dibuat dalam penentuan lokasi pabrik tidaklah mungkin diselesaikan dengan segera tanpa kehilangan investasi yang sudah terlanjur ditanamkan serta perlunya tambahan investasi untuk mencapai alternatif lokasi lainnya, </p></li><li><p>Faktor-Faktor Pertimbangan Dalam Penentuan Lokasi (1) </p><p>A. Lokasi Pasar Lokasi dimana potensi pembeli berada adalah satu faktor yang harus diperhatikan didalam proses penentuan lokasi pabrik, Jika lokasi pasar tersebar dalam beberapa wilayah tertentu maka posisi pabrik yang ideal adalah berada ditengah-tengah (titik berat) dari posisi-posisi pasar. Dan jika lokasi pasar terpusat pada wilayah tertentu maka lokasi pabrik dapat didirikan mendekati wilayah tersebut. </p><p>B. Lokasi Sumber Bahan Baku Beberapa industri karena sifat dan keadaan dari proses produksinya memaksa untuk menempatkan pabriknya dengan sumber bahan baku, Seperti pabrik semen, mengharuskan lokasi pabrik berada didaerah yang memiliki sumber bahan baku semen. </p><p>C. Alat Angkutan Tersedianya alat transportasi yang layak akan sangat mempengaruhi proses produksi, jenis fasilitas dan biaya relatif dari masing-masing alat transportasi dilokasi alternatif harus memberikan biaya transportasi yang minimal, </p></li><li><p>Faktor-Faktor Pertimbangan Dalam Penentuan Lokasi (2) </p><p>D. Sumber Energi Faktor ini sangat vital dalam penetuan lokasi karena keberadaannya mutlak diperlukan, Secara umum sebagian perusahaan membeli energi (listrik) daripada harus membuat instalasi pembangkit energi. </p><p>E. Pekerja dan Tingkat Upah Pemilihan lokasi akan mempertimbangkan tersedianya tenaga kerja yang cukup yang tidak saja dilihat dari ketersediaan jumlah pekerja akan tetapi juga kemampuan dan keterampilan pekerja dan tentu saja akan mempertmbangkan tingkat upah rata-rata pada lokasi alternatif. </p><p>F. Undang-undang dan pajak Beberapa aspek dari operasi suatu pabrik yang umum diatur oleh undang-undang seperti jam kerja maksimal, usia kerja maksimal dan kondisi kerja lainnya, Dan besar kecilnya pajak yang harus disetorkan oleh suatu industri akan berbeda-beda pula tergantung lokasinya, </p></li><li><p>Faktor-Faktor Pertimbangan Dalam Penentuan Lokasi (3) </p><p>G. Sikap masyarakat Sosial kultural, adat istiadat, tradisi dan tingkat pendidikan rata-rata dari anggota masyarakat sekitar lokasi alternatif menjadi pertimbangan utama dalam penyelesaian masalah-masalah perburuhan, perselisihan/persengketaan dan masalah hubungan industri dengan masyarakat sekitar, </p><p>H. Air dan limbah industri Memilih lokasi dengan suplai air yang cukup sangat penting bagi hampir semua industri, Dan masalah pengolahan dan pengendalian limbah industri merupakan hal harus dipertimbangkan dalam penentuan dan perencanaan pembangunan industri, </p></li><li><p>Kekeliruan Penentuan Lokasi </p><p>1. Kurangnya analisa/pertimbangan faktor terkait </p><p>2. Besarnya pengaruh manajemen yang bersifat subyektif </p><p>3. Pemilihan Kampung halaman atau lokasi sekitar tempat tinggal </p><p>4. Kejenuhan suatu wilayah </p><p>5. Sudah tersedianya lahan </p></li><li><p>Kondisi Umum Beberapa Tipe Lokasi </p><p>a. Kota Besar (City) Tenaga terampil sangat banyak dan labor cost tinggi </p><p> Fasilitas, sarana komunikasi &amp; Transportasi tersedia secara layak </p><p> Supplier dekat dan komunikasi cepat </p><p> Pajak tinggi </p><p>b. Pinggiran Kota (Sub Urban) </p><p> Semi skilled labor/female labor mudah diperoleh, labor cost cukup tinggi </p><p> Pajak lebih rendah dibanding kota besar </p><p> Expansi Pabrik lebih dimungkinkan </p><p> Adanya kemungkinan timbulnya masalah lingkungan </p></li><li><p>Kondisi Umum Beberapa Tipe Lokasi </p><p>c. Luar Kota (Country) </p><p> Lahan masih sangat murah </p><p> Tenaga kerja terampil sulit diperoleh, labor cost rendah </p><p> Pajak rendah </p><p> Jarak yg jauh dengan supplier, mempengaruhi pemenuhan material, baik untuk produksi yang dapat menggangu lingkungan </p></li><li><p>Faktor yang Dipertimbangkan </p><p> Berkaitan dengan production input/output </p><p> Industri hulu, lokasi berdekatan dengan suplai sumber materialnya. Contohnya pengolahan bijih logam </p><p> Industri hilir, lokasi pabrik berdekatan dengan wilayah pemasaran </p><p> Berkaitan dengan proses produksi </p><p> Menyangkut suplai energi dan tenaga kerja </p><p> Berkaitan dengan kondisi lingkungan luar </p><p> Suplai material, distribusi output, fasilitas komunikasi, transportasi, sosial budaya, kebijakan pemerintah </p></li><li><p>METODE PEMILIHAN ALTERNATIF LOKASI </p><p>A. RANKING PROCEDURE Metode ini dipergunakan untuk problem yang bersifat kualitatif/subyektif, biasanya </p><p>digunakan untuk permasalahan yang sulit untuk dikuantifikasikan dengan menggunakan pembobotan (Wi) kriteria penentu (i) dan pemberian skor terhadap </p><p>alternatif (j) berdasarkan kriteria penentu (Yij). Langkah-langkah rangking procedure : 1. Tentukan alternatif-alternatif lokasi yang akan dipilih ( j ) 2. Indentifikasi faktor-faktor penentu ( Yij ) yang relevan dalam penentuan lokasi pabrik. 3. Pemberian bobot dari masing-masing faktor penentu berdasarkan derajat kepentingan ( Wi ). 4. Pemberian skor (nilai) terhadap tiap alternatif lokasi ( j ) berdasarkan masing- masing faktor penentu ( Yij ), Skala penilaian menggunakan nilai 0 10 point, dengan nilai 10 sebagai point terbesar, 5. Tentukan total nilai dari masing-masing alternatif lokasi (Zj) dengan cara mengalikan bobot dari tiap faktor penentu dengan skor dari tiap alternatif lokasi, </p><p>Zj = (Wi x Yij) Alternatif lokasi yang memiliki total nilai (Zj) terbesar sebagai alternatif </p><p>terbaik yang dipilih, </p></li><li><p>Contoh Soal : PT, X ingin melakukan ekspansi pabrik dengan beberapa alternatif lokasi sbb : Alternatif lokasi 1 = Sidoarjo Alternatif lokasi 2 = Pasuruan Alternatif lokasi 3 = Krian Terdapat 3 faktor penentu yaitu Ketersedian bahan baku, Tenaga Kerja dan Transportasi, Dari ketiga faktor penentu tersebut diberikan bobot sbb : </p><p>Ketersedian bahan baku = 40% Tenaga Kerja = 35% Total = 100% Transportasi = 25% </p></li><li><p>Kemudian dengan menggunakan skor nilai antara 0 10 diberikan penilaian sbb: </p><p>Faktor Penentu Sidoarjo Pasuruan Krian </p><p>Ketersediaan bahan baku (40%) 8 5 7 </p><p>Tenaga Kerja (35%) 7 8 4 </p><p>Transportasi (25%) 9 7 8 </p><p>Langkah selanjutnya adalah penentuan total nilai dari masing-masing alternatif lokasi : ZSidoarjo = (40% x 8) + (35% x 7) + (25% x 9) = 7,9 ZPasuruan = (40% x 5) + (35% x 8) + (25% x 7) = 6,55 ZKrian = (40% x 7) + (35% x 4) + (25% x 8) = 6,2 Sehingga dihasilkan total nilai terbesar adalah lokasi Sidoarjo dengan total nilai 7,9, sehingga Sidoarjo dipilih sebagai lokasi </p><p>pendirian pabrik sebagai alternatif terbaik </p></li><li><p>m : Jumlah alternatif lokasi n : Jumlah daerah pemasaran atau sumber material (Xi , Yi): Koordinat lokasi pabrik (aj , Bj) : Koordinat lokasi pasar atau sumber material Wj : Besar demand pada pasar atau jumlah source material yang tersedia </p><p>B. METODE ANALISA PUSAT GRAVITASI </p><p>Analisa pusat gravitasi dibuat dengan memperhitungkan jarak masing-masing lokasi sumber (j) atau daerah pemasaran (j) dengan alternatif </p><p>lokasi (i), Pada metode ini terdapat asumsi bahwa biaya produksi dan distribusi untuk masing-masing lokasi adalah sama </p><p> Rumus umum yang dipergunakan adalah : </p></li><li><p>sumbu X (Km)</p><p>su</p><p>mb</p><p>u Y</p><p> (K</p><p>m)</p><p>Sumber A</p><p>(8,18)</p><p>Sumber B</p><p>(4,2)</p><p>Sumber C</p><p>(25,15)</p><p>Sumber D</p><p>(21,3)</p><p>Alternatif 1</p><p>(18,14)</p><p>Alternatif 2</p><p>(14,9)</p><p>Alternatif 3</p><p>(9,6)</p><p>Contoh Soal : Dalam suatu analisa kelayakan pendirian pabrik Y terdapat permasalahan dalam penentuan lokasi pabrik dengan beberapa alternatif lokasi seperti gambar dibawah ini. </p></li><li><p>Sumber A memiliki kemampuan supplai sebanyak 10 Ton/hari Sumber B memiliki kemampuan supplai sebanyak 8 Ton/hari Sumber C memiliki kemampuan supplai sebanyak 12 Ton/hari Sumber D memiliki kemampuan supplai sebanyak 4 Ton/hari </p><p>Permasalahan dari pabrik Y tersebut adalah menentukan alternatif yang terbaik dari 3 </p><p>alternatif yang ada dengan mempertimbangkan 4 lokasi sumber bahan baku !!! </p><p> Dari gambar diatas diketahui koordinat dari masing-masing alternatif lokasi dan sumber bahan baku yang ada, Sehingga dapat ditentukan titik berat dari masing-masing alternatif lokasi. </p></li><li><p>Alternatif 1: </p><p>SOLUSI PERMASALAHAN </p><p> )])314()2118[(4))1514()2518[(12)])214()418[(8)])1814()818[(10 222222221 alternatifZ</p><p>Alternatif 2: </p><p> ))39()2114[(12)])159()2514[(8)])29()414[(8)])189()814[(10 222222222 alternatifZZalternatif 2 = {(34.205)+(34.525)+(43.405)+(18.439) = 130.575 </p><p>Zalternatif 1 = {(34.058)+(52.154)+(24.495)+(22.804) = 133.511 </p><p>Alternatif 3: </p><p> ])36()219[(4])156()259[(12])26()49[(8])186()89[(10 222222223 alternatifZ Zalternatif 3 = {(38.079)+(18.111)+(63.592)+(24.739) = 144.52 </p><p>Sehingga dari total nilai diatas, alternatif 2 dapat dipilih sebagai alternatif terbaik karena memiliki nilai Z yang terkecil (minimum) </p></li><li><p>S1 3000 ton/minggu </p><p>S2 2500 ton/minggu </p><p>S3 4400 ton/minggu </p><p>D1 2700 ton/minggu </p><p>D2 3400 ton/minggu </p><p>D3 3100 ton/minggu </p><p>D4 2200 ton/minggu </p><p>SUPPLY DEMAND </p><p>Besarnya jumlah permintaan yang mengakibatkan terbatasnya supplai yang dapat diberikan oleh sumber-sumber pemasok, merupakan </p><p>permasalahan utama dalam analisa alokasi ini. Seperti yang dideskripsikan pada gambar dibawah ini, jumlah supplai sebesar 9900 ton/minggu </p><p>sedangkan jumlah pemintaan lebih banyak yaitu sebesar 11400 ton/bulan. Sehingga diperlukan suatu analisa pengalokasiaan supplai tersebut ke </p><p>beberapa demand, sehingga menimbulkan total biaya yang paling minimal. </p><p>PERMASALAHAN ALOKASI </p></li><li><p>Permasalahan Alokasi </p><p>a problem of minimizing or maximizing a linear function in the presence of linear constraints of the inequality and/or the equality type </p><p>Pendekatan intuitif untuk memecahkan masalah dimana </p><p>struktur masalah dapat diintepretasikan dgn cermat untuk </p><p>mendapatkan solusi yang beralasan. </p><p>Metode Progam Linear </p><p>Metode Heuristik </p></li><li><p>METODE PROGRAMA LINEAR </p><p>Metode transportasi programa linear merupakan metode yang cukup sederhana dalam memecahkan permasalahan alokasi. </p><p>Metode ini mempresentatifkan permasalahan ke dalam bentuk tabel yang terdiri dari beberapa variabel perhitungan </p><p>sbb: </p><p>a. Sumber (Source) ditunjukkan dengan kapasitas supplai dari masing-masing </p><p>sumber tersebut untuk periode waktu tertentu. </p><p> sumber ditunjukkan dengan notasi Fi. </p><p> kapasitas sumber dinotasikan dengan Si. </p><p>b. Tujuan alokasi (Destination) menunjukkan lokasi dimana supplai akan didistribusikan. </p><p> Tujuan alokasi dinotasikan sebagai Aj </p><p> jumlah permintaan dari masing-masing tujuan alokasi dinotasikan dengan Dj. </p></li><li><p>METODE PROGRAMA LINEAR </p><p>c. Biaya T...</p></li></ul>

Recommended

View more >