Perencanaan Tata Letak Pabrik Yang Benar

  • Published on
    08-Apr-2016

  • View
    457

  • Download
    8

Embed Size (px)

Transcript

PERENCANAAN TATA LETAK PABRIK

TATA LETAK PERALATAN PRODUKSI

6.5.1 Prosedur Tata Letak Industri

Tata letak Industri hanyalah salah satu fase terbatas perencanaan pabrik (lihat Sub Bab. 6.1). Tata letak pabrik pada umumnya terdiri dari sejumlah masalah terpisah dari pengaturan fasilitas, dan setiap masalah sekecil apapun pada dasarnya dapat dikelola dengan baik. Pernyataan ini belum tentu benar jika sebuah Industri dihadapkan pada permasalahan rumut terkait dengan masalah-masalah besar dan kompleks. Namun demikian, prosedur pengelolaan masalah dapat dijelaskan dalam bab ini dengan mengikuti rancangan tata letak untuk membantu arstiktektur pabrik dalam pemecahan masalah komplek yang dihadapi perusahaan sehingga masalah sebesar apapun dapat diatasi dengan baik

Tata letak (layout) atau pengaturan dari fasilitas produksi dan area kerja yang ada adalah suatu masalah yang sering dijumpai dalam dunia industri. Kita tidak dapat menghindarinya, sekalipun kita cuma sekedar mengatur peralatan atau mesin didalam bangunan yang ada serta dalam ruang lingkup kecil serta sederhana.

Tata letak pabrik adalah suatu landasan utama dalam dunia industri. Tata letak pabrik (plant layout) atau tata letak fasilitas (facilities layout) dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas fisik pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Pengaturan tersebut akan memanfaatkan luas area (space) untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lainnya, kelancaran gerakan-gerakan material penyimpanan material (storage) baik yang bersifat temporer maupun permanent, personil pekerja dan sebagainya. Dalam tata letak pabrik ada dua hal yang diatur letaknya yaitu pengaturan mesin (machine layout) dan pengaturan departemen yang ada dari pabrik (department layout). Bilamana kita menggunakan istilah tata letak pabrik, seringkali hal ini kita artikan sebagai pengaturan peralatan/fasilitas produksi yang sudah ada (the existing arrangement) ataupun bisa juga diartikan sebagai perencanaan tata letak pabrik yang baru (the new layout plan).

Pada umumnya tata letak pabrik yang terencana dengan baik akan ikut menentukan efisiensi dan dalam beberapa hal akan juga menjaga kelangsungan hidup ataupun kesuksesan kerja suatu industri. Peralatan industri yang mahal harganya, peralatan yang canggih, dan suatu desain produk yang bagus akan tidak ada artinya akibat perencanaan layout yang sembarangan saja. Karena aktifitas produksi suatu industri secara normalnya harus berlangsung lama dengan tata letak yang tidak selalu berubah-ubah, maka setiap kekeliruan yang dibuat didalam perencanaan tata letak ini akan menyebabkan kerugian-kerugian yang tidak kecil. Tujuan utama didalam desain tata letak pabrik pada dasarnya adalah untuk meminimalkan total biaya yang antara lain menyangkut elemen-elemen biaya sebagai berikut:1. Biaya untuk konstuksi dan instalasi baik untuk bangunan mesin, maupun fasilitas produksi lainnya.

2. Biaya pemindahan bahan (material handling costs)

3. Biaya produksi, maintenance, safety, dan in-process storage cost.

Proses Tata Letak Pabrik

Pendekatan untuk merancang tata letak pabrik menyebutkan tujuh langkah, yaitu:

1. Mengumpulkan data

2. Memformulasikan model dari masalah

3. Mengembangkan algorima penyelesaian metode 4. Membangun alternatif, mengevaluasi, dan memilih.

5. Menentukan batasan anggaran dalam tata letak baru yang akan dibuat

6. Melakukan survei material 7. Membuat laporan Tata letak pabrik dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitasfasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Pengaturan tersebut akan memanfaatkan luas area (space) untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lainnya, kelancaran gerakangerakanmaterial, penyimpananmaterial(storage) baik yang bersifat temporer maupun permanen, personil pekerja dan sebagainyaSecara sempit, Plant Layout diartikan sebagai pengaturan tata letak/penyusunan fasilitas fisik dari pabrik tersebut. Dalam tata letak pabrik ada 2 (dua) hal yang diatur letaknya yaitu pengaturan mesin (machine layout) dan pengaturan departemen yang ada dari pabrik (department layout).Bilamana kita menggunakan istilah tata letak pabrik, seringkali hal ini kita artikan sebagai pengaturan peralatan/fasilitas produksi yang sudah ada (the existing arrangement) ataupun bisa juga diartikan sebagai perencanaan tata letak pabrik yang baru sama sekali (the new layout plan).Tata letak merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan, dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai sebuah strategi yang menunjang diferensiasi, biaya rendah, atau respon cepat.Semua kasus desain tata letak harus mempertimbangkan bagaimana untuk dapat mencapai :

pemamfaatan ruang, peralatan. Aliran informasi, barang. Moral karyawan yang lebih baik, juga kondisi lingkungan kerja yang lebih aman.

Interaksi dengan pelanggan yang lebih baik.6.5.2 Metode Departementalisasi

Ada tiga metode yang dikenalkan pada organisasi fasilitas produksi di tingkat departemen yaitu :

Produk atau line

Proses atau fungsional

Kombinasi keduanya .

Masing-masing metode departemen memiliki kelebihan dan kekurangan tertentu. Keputusan tentang metode mana yang digunakan dalam suatu situasi tertentu tergantung pada kondisi yang harus dipenuhi.

Tidak ada satu metode yang harus diadopsi tampa memeriksa kemungkinan menggunakan metode lain bagi sebagian departemen atau metode produk. Dua atau tiga metode yang umum digunakan oleh sebuah bangunan tunggal jika Industri memiliki gedung bertingkat . Banyak perusahaan menggunakan kombinasi kedua metode ini untuk tata letak fabrikasi dan pengolahan metode line, dan tata letak proses painting atau finishing dan kemasan untuk pengiriman. Tujuannya adalah. Tentu saja, untuk meminimalkan biaya produksi dalam setiap tahapan produksi dengan mengadopsi metode yang optimal.

Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Aliran Produksi (Product Layout atau Production Line Product)

Dalam tata letak, semua peralatan yang diperlukan untuk satu bagian atau produk yang dikelompokkan bersama-sama dalam satu departemen dalam urutan operasi yang dilakukan, sehingga bagian tersebut selesai di sana dan tidak harus dipindahkan ke departemen departemen lain untuk diproses. Jalur ini adalah "balanced, Dalam kapasitas output jenis peralatatan yang diperlukan (atau proses) yang menjadi pertimbangan

Product layout dapat didefenisikan sebagai metode atau cara pengaturan dan penempatan semua fasilitas produksi yang diperlukan ke dalam suatu departemen tertentu atau khusus. Suatu produk dapat dibuat/diproduksi sampai selesai di dalam departemen tersebut. Bahan baku dipindahkan dari stasiun kerja ke stasiun kerja lainnya di dalam departemen tersebut, dan tidak perlu dipindah-pindahkan ke departemen yang lain.

Dalam product layout, mesin-mesin atau alat bantu disusun menurut urutan proses dari suatu produk. Produk-produk bergerak secara terus-menerus dalam suatu garis perakitan. Product layout akan digunakan bila volume produksi cukup tinggi dan variasi produk tidak banyak dan sangat sesuai untuk produksi yang kontinyu. Tujuan dari tata letak ini adalah untuk mengurangi proses pemindahan bahan dan memudahkan pengawasan di dalam aktivitas produksi, sehingga pada akhirnya terjadi penghematan biaya.

Keuntungan tipe product layout adalah:

1. Layout sesuai dengan urutan operasi, sehingga proses berbentuk garis.

2. Pekerjaan dari satu proses secara langsung dikerjakan pada proses berikutnya, sebagai akibat inventori barang setengah jadi menjadi kecil.

3. Total waktu produksi per unit menjadi pendek.

4. Mesin dapat ditempatkan dengan jarak yang minimal, konsekuensi dari operasi ini adalah material handling dapat dikurangi.

5. Memerlukan operator dengan keterampilan yang rendah, training operator tidak lama dan tidak membutuhkan banyak biaya.

6. Lokasi yang tidak begitu luas dapat digunakan untuk transit dan penyimpanan barang sementara.

7. Memerlukan aktivitas yang sedikit selama proses produksi berlangsung.

Sedangkan kerugian dari product layout adalah:

1. Kerusakan dari satu mesin akan mengakibatkan terhentinya proses produksi.

2. Layout ditentukan oleh produk yang diproses, perubahan desain produk memerlukan penyusunan layout ulang.

3. Kecepatan produksi ditentukan oleh mesin yang beroperasi paling lambat.

4. Membutuhkan supervisi secara umum tidak terspesifikasi.

5. Membutuhkan investasi yang besar karena mesin yang sejenis akan dipasang lagi kalau proses yang sejenis diperlukan. Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Fungsi atau Macam Proses (Process Layout)

Dalam proses atau metode fungsional tata letak, departemen terdiri dari mesin, peralatan, atau proses yang gagal menjadi satu kategori perhitungan, sesuai dengan fungsi yang dilakukan. Produk ini dibuat dengan menentukan jarak perpindahan dari departemen ke departemen lainnya sesuai dengan urutan operasional yang akan dilakukan. Operasi dilakukan di masing-masing departemen yang ditugaskan untuk mesin tertentu dalam departemen sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan. Ketersediaan mesin, presisi yang diperlukan, dan sebagainya.

Dalam process functional layout semua operasi dengan sifat yang sama dikelompokkan dalam departemen yang sama pada suatu pabrik/industri. Mesin, peralatan yang mempunyai fungsi yang sama dikelompokkan jadi satu, misalnya semua mesin bubut dijadikan satu departemen, mesin bor dijadikan satu. Dengan kata lain material dipindah menuju deprtemen-departemen sesuai dengan urutan proses yang dilakukan.

Proses layout dilakukan bila volume produksi kecil, dan terutama untuk jenis produk yang tidak standar, biasanya berdasarkan order. Kondisi ini disebut sebagai job shop. Tata letak tipe proces layout banyak dijumpai pada sektor industri manufaktur maupun jasa.

Tata letak fungsional adalah tujuan umum tata letak, dan memberikan fleksibilitas yang besar dalam output, desain produk. dan metode produksi. Ini meminimalkan keseriusan kerusakan.

Tata letak fungsional ditandai oleh kondisi seperti:

1. Kehadiran tenaga kerja yang terampil, mampu menyiapkan mesin, membaca cetak biru, dan menentukan urutan yang tepat, feed, dan kecepatan proses produksi.

2. Memiliki kemampuan pengawasan khusus di setiap unit kerja

3. Mampu menjalankan perintah produksi yang berbeda dalam proses produksi pada saat yang sama, sehingga diperlukan tenaga kontrol yang baik

4. Ruang penyimpanan yang besar ruang di tingkat departemen masing-masing untuk kelangsungan proses persediaan

5. Penanganan material dan selluruh proses perpindahannya

6. penanganan bahan penunjang lainnya. kondisi, membutuhkan sejumlah besar tenaga kerja dan pengawasan yang baik

7. Menentukan Kebutuhan volume baik tertulis maupun lisan, guna mengkaji pengaruh pergerakan proses produksi yang diinginkan agar tercapai tepat waktu

8. Mampu melakukan berbagai perubahan kerja dan mampu memberikan instruksi kerja dengan baik

9. Tidak ada mekanik yang mondar-mandir

10. Kerja mesin menjadi lebih optimal dan dapat mengurangi biaya produksi

Kelebihan atau keuntungan menggunakan layout tipe ini adalah:

1. Penggunaan mesin dapat dilakukan dengan efektif, konsekuensinya memerlukan sedikit mesin.

2. Fleksibilitas tenaga kerja dan fasilitas produksi besar dan sanggup berbagai macam jenis dan model produk.

3. Investasi mesin relatif kecil karena digunakan mesin yang umum (general purpose)

4. Keragaman tugas membuat tenaga kerja lebih tertarik dan tidak bosan.

5. Adanya aktivitas supervisi yang lebih baik dan efisien melalui spesialisasi pekerjaan, khususnya untuk pekerjaan yang sulit dan memerlukan ketelitian yang tinggi.

6. Mudah untuk mengatasi breakdown pada mesin, yaitu dengan cara memindahkannya ke mesin yang lain dan tidak menimbulkan hambatan-hambatan dalam proses produksi.

Sedangkan sisi kelemahan atau kekurangannya adalah:

1. Aliran proses yang panjang mengakibatkan material handling lebih mahal karena aktivitas pemindahan material. Hal ini disebabkan karena tata letak mesintergantung pada macam proses atau fungsi kerjanya dan tidak tergantung pada urutan proses produksi.

2. Total waktu produksi lebih panjang.

3. Inventori barang setengah jadi cukup besar, jadi menyebabkan penambahan tempat.

4. Diperlukan keterampilan tenaga kerja yang tinggi guna menangani berbagai macam aktivitas produksi yang memiliki variasi besar.

5. Kesulitan dalam menyeimbangkan tenaga kerja dari setiap fasilitas produksi karena penempatan mesin yang terkelompok.

Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Kombinasi (kelompok)

Metode kombinasi tata letak layak ketika sejumlah produk membutuhkan urutan yang jelas dalam sebuah operasinal produksi yang berbeda-beda. Prinsip metode ini adalah mengatur fungsi setiap unit kerja di tingkat departemen

Tipe tata letak ini, biasanya komponen yang tidak sama dikelompokkan ke dalam satu kelompok berdasarkan kesamaan bentuk komponen, mesin atau peralatan yang dipakai. Pengelompokkan bukan didasarkan pada kesamaan penggunaan akhir. Mesin-mesin dikelompokkan dalam satu kelompok dan ditempatkan dalam sebuah manufacturing cell.

Kelebihan tata letak berdasarkan kelompok teknologi ini adalah:

1. Karena group technology memanfaatkan kesamaan komponen/produk maka dapat mengurangi pemborosan waktu dalam perpindahan antar kegiatan yang berbeda.

2. Penyusunan mesin didasarkan atas family produk sehingga dapat mengurangi waktu set up, mengurangi ongkos material handling dan mengurangi area lantai produksi.

3. Apabila ada urutan proses yang terhenti maka dapat dicari alternatif lain.

4. Operator makin terlatih, cacat produk dapat dikurangi dan dapat mengurangi bahan yang terbuang.

Seperti halnya tipe tata letak fasilitas yang lain, tipe tata letak berdasarkan kelompok produk juga mempunyai kekurangan-kekurangan yaitu:

1. Utilisasi mesin yang rendah.

2. Memungkinkan terjadinya duplikasi mesin.

3. Biaya yang cukup tinggi untuk realokasi mesin.

4. Membutuhkan tingkat kedisiplinan yang tinggi karena ada kemungkinan komponen yang diproses berada pada sel yang salah.

Analisis Produk dan Proses

Layout. Sebuah contoh yang akan difungsikan untuk menunjukkan pengaruh metode terhadap kinerja tata letak produksi dan pemanfaatan siklus waktu serta persediaan bahan dalam kelangsungan proses produksi. Hal ini juga

menunjukkan bagaimana tata terus dikembangkan untuk kinerja papbrik y ang optimal. Adapun analisis yang dilakukan adalah menganalisis bahan yang akan diolah pada tiap-tiap rute pabrikasi dan menyusun tahap jalur p...

Recommended

View more >