PPT AKTIVITAS DAN ISTIRAHAT TIDUR.ppt

  • View
    384

  • Download
    56

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Menjelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan istrahat dan tidur

Text of PPT AKTIVITAS DAN ISTIRAHAT TIDUR.ppt

  • PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIFITAS DAN ISTIRAHAT TIDUROLEH :KELOMPOK 5

  • Kelompok 5FIFI RISKAYANI NURWULAN DARINURUL ALAWIYAH RENI HARDIANTIANDI SURIYANI REZKYSRI MAULIAMUH.GIFAHRI INDAH GITA CAHYANI BAHRI

  • Pengertian aktivitas atau mobilisasi Mobilitas atau mobilisasi merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kesehatannya.

    (Towarto, Wartonal. 2007).

  • Nilai-nilai normal mobilisasi

    Kategori tingkat kemampuan aktivitas adalah sebagai berikut :

    (Towarto, Wartonal. 2007).

    Tingkat aktivitas/mobilitasKategoriTingkat 0Mampu merwat diri sendiri secara penuhTingkat 1Memerlukan penggunaan alatTingkat 2Memerlukan bantuan atau pengawasan orang lainTingkat 3Memerlukan bantuan pengawasan orang lain dan peralatan Tingkat 4Sangat bergantung dan tidak dapat melakukan atau berpartisipasi dalam perawatan

  • Jenis-jenis mobilisasi

    a. Mobilitas penuhb. Mobilitas sebagaian

    Mobilitas sebagaian temporerMobilitas sebagian permanen

    (Alimul H, A Aziz. 2006).

  • Faktor yang mempengaruhi mobilisasi

    a. Gaya hidup.b. Proses penyakit/cedera.c. Kebudayaan.d. Tingkat energi.e. Usia dan status perkembangan.

    (Alimul H, A Aziz. 2006).

  • Toleransi aktifitas

    Tanda-tanda yang dapat dikaji pada ntoleransi aktifitasantara lain :Denyut nadi frekuensinya mengalami peningkatan, irama tidak teratur.Tekanan darah biasanya terjadi penurunan tekanan sistol / hipotensi orthostatic.Pernafasan terjadi peningkatan frekuensi, pernafasan cepat dangkal.Warna kulit dan suhu tubuh terjadi penurunan.Kecepatan dan posisi tubuh.disini akan mengalami kecepatan aktifitas dan ketidak stabilanposisi tubuh.Status emosi labil.

    (Gordon, 1976).

  • Pengertian ImobilitasImobilitas atau imobilisasi merupakan keadaan dimana seseorang tidak dapat bergerak secara bebas karena kondisi yang mengganggu pergerakan (aktifitas), misalnya mengalami trauma tulang belakang cedera otak berat disertai fraktur pada ekstremitas , dan sebaginya.

    (Towarto, Wartonal. 2007).

  • Jenis-jenis imobilitas

    a. Imobilisasi fisikb. Imobilitas intelektualc. Imobilitas emosionald. Imobilitas sosial

    (Alimul H, A Aziz. 2006).

  • Defenisi istirahat tidur

    Istirahat adalah merupakan keadaan tenang,rilrks tanpa tekanan emosional dan bebas dari perasaan gelisah. Istirahat bukan berarti tidak melakukan aktivitas sama sekali. Terkadang, jalan-jalan ditaman dan lain-lain juga dikatakan sebagai istirahat. Sedangkan tidur merupakan suatu perubahan kesadaran kerika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun.

    (Barbara Koezeir, 1983)

  • Siklus alami tidur diperkirakan dikendalikan oleh pusat yang terletak di bagaian bawah otak. Pusat ini secara aktif menghambat keadaan terjaga, sehingga menyebabkan tidur. Tidur adalah proses fisiologis yang bersiklus yang bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan.

    Irama srikardian

    (Koizier,2010)Fisiologi tidur

  • Ada dua tipe tidur yang telah diidentifikasi : tidur NREM (non-REM) dan tidur REM (rapid eye movement (pergerakan mata cepat)). (Koizier,2010)

    1. Tidur NREM adalah tidur yang dalam dan tenang dan menurunkan beberapa fungsi fisiologis. Pada dasarnya, semua proses metabolik yang meliputi tanda-tanda vital, metabolisme, dan kerja otot menjadi lambat. Bahkan menelan dan produksi saliva juga berkurang. Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV(Orr,2000).

    2. Tidur REM biasanya kembali terjadi sekitar setiap 90 menit danberlangsung selama 5 menit sampai 30 menit. Tidur REM tidak setenang tidur NREM dan mimpi paling paling sering terjadi selama tidur REM. Lebih jauh,mimpi ini biasanya diingat ; yaitu, mimpi tersebut dimasukkan ke dalam memori. (Koizier,2010)

    Tahapan tidur

  • Tahapan Siklus Tidur NREMTahap 1 : NREMTahap meliputi tingkat paling dangkal dari tidur Tahap berakhir beberapa menit Pengurangan aktivitas fisiologis dimulai dengan penurunan secara bertahap tanda-tanda vital dan metabolisme Seseorang dengan mudah terbangun oleh stimulus sensori seperti suara Ketika terbangun, seseorang merasa seperti telah melamun

    Siklus Tidur

  • Tahap 2 : NREMTahap 2 merupakan tidur bersuaraKemajuan relaksasiUntuk terbangun masih relatif mudahTahap berakhir 10 hingga 20 menitKelanjutan fungsi tubuh menjadi lamban

    Tahap 3 : NREMTahap 3 meliputi tahap awal dari tidur yang dalamOrang yang tidur sulit dibangunkan dan jarang bergerakOtot-otot dalam keadaan santai penuhTahap berakhir 15 hingga 30menit

  • Tahap 4 : NREM

    Tahap 4 merupakan tahap tidur terdalamSangat sulit untuk membangunkan orang yang tidurJika terjadi kurang tidur, maka orang yang tidur akan menghabiskan porsi malam yang seimbang pada tahap iniTanda-tanda vital menurun secara bermakna dibanding selama jam terjagaTahap berakhir kurang lebih 15 hingga 30 menitTidur sambil berjalan dan enuresis dapat terjadi

  • Tahapan Siklus Tidur REMMimpi yang penuh warna dan tampak hidup dapat terjadi pada REM. Mimpi yang kurang hidup terjadipada tahap yang lainTahap ini biasanya dimulai sekitar 90menit setelah mulai tidurHal ini dicirikan dengan respon otonom dari pergerakan mata yang cepat, fluktuasi jantung dan kecepatan respirasi dan peningkatan atau fluktuasi tekanan darahTerjadi tonus otot skelet penurunanPeningkatan sekresi lambungSangat sulit sekali membangunkan orang yang tidurDurasi dari tidur REM meningkat pada tiap siklus dan rata-rata 20menit(Koizier,2010)

  • Tidur memberi pengaruh fisiologis pada sistem saraf dan sturktur tubuh lain. Tidur sedemikian rupa memulihkan tingkat aktivitas normal dan keseimbangan normal di antara bagian saraf. Tidur juga penting untuk sintesis protein, yang memunkinkan terjadinya proses perbaikan. (Koizer,2010) Peran tidur dalam kesejahteraan psikologis paling terlihat dengan memburuknya fungsi mental akibat tidak tidur. Individu dengan jumlah tidur yang tidak cukup cenderung menjadi mudah marah secara emosional, memiliki konsentrasi, dan mengalami kesulitan dalam membuat keputusan.(Koizer,2010)Fungsi tidur

  • Pola Dan Kebutuhan Tidur Normal

    Bayi Baru Lahir :Tidur NREM ditandai dengan pernapasan teratur, mata tertutup, dan tubuh dan mata tidak bergerak. Tidur REM terlihat dari pergerakan mata cepat yang dapat di pantau melalui kelopak mata yang tertutup, pergerakan tubuh, dan pernapasan tidak teratur. Sebagain besar waktu tidur dihabiskan dalam tahap 3 dan 4 dari NREM .BayiTidur 12-14 jam sehari, 20-30% tidur REM, tidur lebih lama pada malam hari dan punya pola terbangun sebentar.Batita (Todler)Tidur sekitar 10-12 jam sehari, 25% tidur REM, banyak tidur pada malam hari, terbangun dini hari berkurang, siklus bangun tidur normal sudah menetap pada umur 2-3 tahun.Pra SekolahTidur sekitar 11 jam sehari, 20% tidur REM, periode terbangun kedua hilang pada umur 3 tahun. Pada umur 5 tahun, tidur siang sering tidak ada kecuali kebiasaan tidur sore hari.

  • Anak Usia SekolahTidur sekitar 10 jam sehari, 18,5% tidur REM. Sisa waktu tidur relatif konstan. Tidur REM pada anak di usia ini walaupun beberapa anak tetap bangun dimalam hari karena mimpi buruk, masalah ini terus menerus menurun seiring dengan pertambahan usia.RemajaTidur sekitar 8,5 jam sehari dan 20% tidur REM. Perubahan pola tidur biasanya terjadi pada remaja.Dewasa Muda Siklus bangun tidur sangat penting bagi orang dewasa mudatidur sekitar 7-8 jam sehari.

  • Dewasa Usia PertengahanOrang dewasa usia pertengahan biasanya mempertahankan pola tidur yang dibentuk pada usia lebih muda. Mereka biasanya tidur 6-8 jam per malam. Sekitar 20% tidur berupa tidur REM. Jumlah terbangun tidur meningkat dan jumlah tidur tahap 4 mulai menurun.LansiaLansia tidur sekitar 6 jam setiap malam. Sekitar 20%-25% tidur berupa tidur REM. Tidur tahap 4 menurun dengan mencolok dan pada beberapa keadaan, tidak terjadi tidur pada tahap 4. Periode tidur REM pertama berlangsung lebih lama. Banyak lansia terbangun lebih sering di malam hari dan sering kali mereka memerlukan waktu yang lama untuk dapat kembali tidur. Karena perubahan tidur dalam tahap 4, lansia mengalami tidur pemulihan yang lebih sedikit. (Koizer,2010)

  • Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tidur

    SakitLingkunganLetihGaya HidupStress EmosionalStimulan dan AlkoholDiet MerokokMotivasiObat-Obatan(Koizer,2010)

  • Gangguan Tidur Umum

    ParasomniaParasomnia adalah penyakit yang dapat menggangu tidur atau terjadi selama tidur. International Classification of Sleep Disorder (American Sleep Disorder Association, 1997) membagi parasomnia menjadi gangguan terjaga, (misalnya berjalan dalam tidur, teror tidur), gangguan transisi bangun tidur (misalnya, mengigau), parasomnia yang berhubungan dengan tidur REM (misalnya, mimpi buruk), dan lainnya (misalnya, bruksisme).

    Gangguan Tidur PrimerInsomniaHipersomniaNarkolepsiApnea TidurDeprivasi Tidur

    Gangguan Tidur Sekunder(Koizer,2010)

  • Manajemen keperawatan PengkajianPengkajian tentang pola tidur klien meliputi riwayat tidur, catatan tidur, pemeriksaan.riwayat tidur : Riwayat tidur secara umum terdiri atas :a. Pola tidur yang biasa.b. Ritual sebelum tidur.c. Penggunaan obat tidur atau obat-obatan lainnya.d. Lingkungan tidur.e. Perubahan terkini pada pola tidur.Apabila klien baru-baru ini menunjukkan perubahan pola atau kesulitan tidur, kaji riwayat secara lebih detail. Riwayat detail ini harus megesplorasi sifat masalah sebenarnya dan penyebabnya, kapan pertama kali terjadi dan berapa kali frekuensinya, bagaimana keadaan tersebut memengaruhi kehidupan sehari-hari, apa yang klien laku