Click here to load reader

Preparasi Kavitas RK

  • View
    3.158

  • Download
    702

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Prosedur preparasi kavitas kelas I, II, III, IV, V dan VI Resin Komposit

Text of Preparasi Kavitas RK

TUGAS MATAKULIAH KONSERVASI GIGI IIIPREPARASI KAVITAS RESIN KOMPOSIT

Disusun Oleh:Lisa Noor Setyaningrum13/345647/KG/09437

MATAKULIAH KONSERVASI GIGI IIIFAKULTAS KEDOKTERAN GIGIUNIVERSITAS GADJAH MADAYOGYAKARTA2015PREPARASI KAVITAS KELAS I

Prosedur Klinis Awal1. Anestesi mungkin dibutuhkan untuk kenyamanan pasien dan mengurangi aliran saliva selama prosedur penumpatan.2. Assessment hubungan oklusi untuk membantu menetapkan fungsi preparasi dan menentukan desain preparasi.3. Pemilihan shade dilakukan sebelum gigi dehidrasi dan memperoleh penyinaran.4. Isolasi area kerja untuk memperoleh efektif bonding.

Preparasi GigiPreparasi Kelas I KonvensionalPreparasi jenis ini ditujukan untuk kavitas kelas I resin komposit yang besar.1. Masuki gigi pada area pit distal dari permukaan oklusal yang rusak menggunakan inverted cone diamond yang diposisikan parallel dengan aksis mahkota. Kemudian melintang ke mesial. 2. Preparasi dasar pulpal sampai kedalaman 1.5 mm (0.2 mm kedalam DEJ).

3. Bur digerakkan ke mesial mengikuti fissure untuk menghilangkan struktur gigi yang rusak dan mengikuti kontur DEJ.

4. Perluasan ke marginal ridge menyisakan ketebalan struktur gigi sebesar 1.6 mm untuk premolar dan 2 mm untuk molar, guna memberikan dukungan dentin bagi marginal ridge enamel dan ujung kuspid.

5. Karena bur digerakkan mengikuti fissure dan kontur DEJ, makan akan dihasilkan dasar pulpa yang datar dengan kedalaman 1.5 mm.

6. Perluasan kavitas ke permukaan facial atau lingual ke arah gingiva, dengan kedalaman sampai 0.2 mm kedalam DEJ.

7. Setelah perluasan bentuk outline sampai ke struktur gigi yang sehat, sisa karies atau material restorasi pada dasar pulpal dapat dihilangkan dengan diamond atau round bur.

Preparasi Kelas I dengan BevelPreparasi jenis ini ditujukan untuk kavitas kelas I resin komposit dengan keterlibatan fissure facial atau lingual1. Tahap 1-7 preparasi kelas I konvensional.2. Tepi dari permukaan kavitas dibuat bevel menggunakan diamond bur, menghasilkan bevel setebal 1.25-1.5 mm pada sudut 45o dari dinding preparasi.

Preparasi Kelas I ModifikasiPreparasi jenis ini ditujukan untuk kavitas kelas I resin komposit dengan lesi karies kecil. Preparasi jenis ini kurang spesifik bentuknya dengan penambilan scoopedout.1. Preparasi menggunakan small round atau inverted cone diamond.2. Kedalaman pulpal awal 1.5 mm (0.2 mm kedalama DEJ), tetapi dasar pulpal tidak perlu datar.3. Jika menggunakan round diamond bur, sudut margin cavosurface yang dihasilkan akan lebih tumpul dibandingkan menggunakan cone diamond bur.

4. Bila gigi premolar mandibular memiliki lesi pada pit oklusal yang terpisah, bentuk outline preparasi mirip dengan preparasi kelas VI modifikasi dengan menggunakan small diamond bur.Teknik RestoratifAplikasi Etsa, Primer dan Adhesive1. Permukaan proksimal gigi sebelah yang tidak dipreparasi harus diproteksi dengan meletakkan polyester strip.2. Gel etsa diaplikasikan ke seluruh struktur gigi yang telah dipreparasi, kira-kira hanya sampai 0.5 mm dari margin preparasi.3. Diamkan 15-30 detik (30 detik untuk preparasi enamel saja dan 15 detik bila dentin terlibat).4. Bilas untuk menghilangkan etsa.5. Keringkan dengan damp cotton pellet, disposable brush atau paper tissue. Permukaan dentin harus tetap lembab.6. Aplikasikan primer pada seluruh permukaan preparasi menggunakan microbrush atau aplikator yang sesua, dan curing dengan visible light cure sesuai dengan ketentuan pabrik.7. Bila bonding system tidak menyatukan primer dan adhesive, aplikasikan adhesive menggunakan microbrush atau applicator tip.Insersi and Curing 1. Campurkan komposit sesuai dengan ketentuan pabrik, menggunakan disposable plastic spatula.2. Insersi dengan hand instrument atau syringe secara incrementally.3. Curing dengan sinar selama 20-40 detik.

Contouring dan Polishing1. Contouring dilakukan langsung setelah material light-cured composite dipolimerisasi atau 3 menit setelah pengerasan awal material self-cured.2. Permukaan oklusal dibentuk dengan round atau oblong, 12-bladed carbide finishing bur atau finishing diamond.3. Polishing dengan polishing cups atau point yang sesuai.

PREPARASI KAVITAS KELAS II

Prosedur Klinis Awal1. Anestesi mungkin dibutuhkan untuk kenyamanan pasien dan mengurangi aliran saliva selama prosedur penumpatan.2. Assessment hubungan oklusi untuk membantu menetapkan fungsi preparasi dan menentukan desain preparasi.3. Pemilihan shade dilakukan sebelum gigi dehidrasi dan memperoleh penyinaran.4. Isolasi area kerja untuk memperoleh efektif bonding.5. Bila desain preparasi luas, pemasangan wedge akan memperbaik kontak proksimal.

Preparasi GigiPreparasi Kelas II KonvensionalOklusal Step1. Gunakan bur diamond No. 330 atau 245 untuk memasuki daerah pit di seberang daerah proksimal dengan lesi karies. Bur diposisikan parallel dengan aksis gigi.

2. Preparasi dasar pulpal dengan kedalaman 1.5 mm.3. Bur digerakkan menuju sisi proksimal dengan lesi karies, sambil menghilangkan defek pada permukaan oklusal. Dasar pulpal rata pada bidang faciolingual tetapi mengikuti kontur DEJ pada bidang mesiodistal.

4. Bila masih terdapat karies pada dasar pulpal, maka dasar pulpal dapat diperluas sampai 0.2 mm kedalam DEJ. 5. Bur digerakkan sampai tebal email sisa adalah 0.5 mm dari gigi tetangga.

6. Bentuk kavitas oklusal adalah konvergen kea rah oklusalProximal Box1. Bur pada DEJ dengan ujung bur diposisikan untuk memotong langsung ke arah gingiva.

2. Bur digerakkan secara paralel dengan aksis gigi ke arah facial, lingual dan gingiva untuk menghilangkan semua defek, karie atau material restorasi lama. Gerakan faciolingual mengikuti kontur DEJ. Bentuk preparasi konveks keluar.3. Margin facial dan lingual diperluas seperlunya dengan menghsilkan sudut sekitar 900.4. Bila preparasi sudah konservatif, gunakan instrument diamond yang lebih kecil dan tipis untuk melengkapi preparasi dinding facial dan lingual.

5. Dasar gingival dibentuk datar dengan cavosurvace margin sekitar 900. 6. Perluasan gingiva seminimal mungkin dengan menjaga margin enamel. Pada lesi karies besar, ekskavasi pada dinding axial atau dasar pulpal mungkin dibutuhkan.

7. Bila tidak dibutuhkan bevel, maka preparasi awal telah selesai.

Preparasi Kelas II dengan BevelPreparasi jenis ini ditujukan untuk kavitas kelas II resin komposit dengan proximal box yang lebar sehingga membutuhkan bentuk retensi tambahan. Bevel dibuat pada dinding facial dan lingual pada proximal box.

Preparasi Kelas II ModifikasiPreparasi jenis ini ditujukan untuk kavitas kelas II resin komposit dengan lesi karies kecil.1. Gunakan small round atau inverted cone diamond bur untuk membuang lesi karies atau material restorasi lama.

2. Kedalaman pulpal dan aksial tidak perlu seragam, tetapi hanya mengikuti luas lesi.3. Margin cavosurface kira-kira 900 atau lebih besar.

Teknik RestoratifAplikasi Etsa, Primer dan Adhesive1. Permukaan proksimal gigi sebelah yang tidak dipreparasi harus diproteksi dengan meletakkan polyester strip.2. Gel etsa diaplikasikan ke seluruh struktur gigi yang telah dipreparasi, kira-kira hanya sampai 0.5 mm dari margin preparasi.3. Diamkan 15-30 detik (30 detik untuk preparasi enamel saja dan 15 detik bila dentin terlibat).4. Bilas untuk menghilangkan etsa.5. Keringkan dengan damp cotton pellet, disposable brush atau paper tissue. Permukaan dentin harus tetap lembab.6. Aplikasikan primer pada seluruh permukaan preparasi menggunakan microbrush atau aplikator yang sesua, dan curing dengan visible light cure sesuai dengan ketentuan pabrik.7. Bila bonding system tidak menyatukan primer dan adhesive, aplikasikan adhesive menggunakan microbrush atau applicator tip.Aplikasi MatriksMenggunakan matrix band strip dengan wedge atau Tofflemire matrix untuk menghasilkan kontak proksimal yang baik.

Insersi and Curing 1. Campurkan komposit sesuai dengan ketentuan pabrik, menggunakan disposable plastic spatula.2. Insersi dengan hand instrument atau syringe secara incrementally.3. Curing dengan sinar selama 20-40 detik.

Contouring dan Polishing1. Contouring dilakukan langsung setelah material light-cured composite dipolimerisasi atau 3 menit setelah pengerasan awal material self-cured.2. Permukaan oklusal dibentuk dengan round atau oblong, 12-bladed carbide finishing bur atau finishing diamond.3. Ekses sepanjang margin oklusal dihilangkan dengan special carbide-tipped carvers.4. Ekses pada margin proksimal dan embrasure dihilangkan dengan flame-shaped, 12-bladed carbide finishing bur, atau finishing diamond dan abrasive disc.5. Overhang pada area gingival dihilangkan dengan sharp amalgam knive, good knive, atau No.12 surgical blade mounted in a Bard-Parker handle.6. Permukaan proksimal gingival dihaluskan dengan narrow finishing strip.7. Rubber dam atau alat isolasi lain dilepas dan oklusi dievaluasi.8. Restorasi dihaluskan dengan fine, rubber abrasive points, cups atau disc.

PREPARASI KAVITAS KELAS III

Prosedur Klinis Awal1. Anestesi mungkin dibutuhkan untuk kenyamanan pasien dan mengurangi aliran saliva selama prosedur penumpatan.2. Assessment hubungan oklusi untuk membantu menetapkan fungsi preparasi dan menentukan desain preparasi.3. Pemilihan shade dilakukan sebelum gigi dehidrasi dan memperoleh penyinaran.4. Isolasi area kerja untuk memperoleh efektif bonding.5. Bila desain preparasi luas, pemasangan wedge akan memperbaik kontak proksimal.

Preparasi GigiPreparasi Kelas III Konvensional dengan BevelPreparasi jenis ini ditujukan untuk kavitas kelas III resin komposit dengan lesi karies yang besar atau untuk mengganti restorasi dengan lesi karies sekunder.Akses Lingual1. Gunakan kaca mulut untuk mendukung penglihatan tidak langsung.2. Gunakan round carbide bur (No.1/2, 1, atau 2) atau diamond stone dengan ukuran sesuai dengan perluasan lesi, guna menentukan bentuk outline.

3. Bur disiapkan untuk putaran high speed menggunakan air-water spray.4. Mulai preparasi dengan memasuki lesi pada dimensi incisogingival sedekat mungkin dengan gigi tetangga tanpa menyentuhnya. Posisi bur adalah perpendikular terhadap permukaan email.

5. Gerakkan bur sampai semua lesi karies atau material restorasi hilang dan bentuk preparasi convenience.6. Perluas area preparasi seminimal mungkin, jangan sampai meluas sampai area kontak proksimal, permukaan facial, atau kearah sublingual.7. Kedalaman kavitas 0.75-1.25 mm (0.2 mm kedalam DEJ) dengan bentuk konveks kearah luar mengikuti kontur gigi normal dan kontur DEJ.

8. Preparasi dinding email perpendikular terhadap permukaan luar gigi, serta meratakan dasar gingival dan dinding lingual.9. Ambil seluruh dentin terinfeksi menggunakan round bur atau small spoon excavator, atau keduanya.10. Bila dibutuhkan retensi (grooves atau coves), buat di sepanjang gingivoaxial line angle dan incisooaxial line angle menggunakan bur No.1/4.

11. Buat cavosurface bevel atau flare dengan sudut 45o dari permukaan luar gigi dan lebar 0.25-0.5 mm, menggunakan flame-shaped atau round diamond instrument.

Akses FacialSama seperti prosedur dari akses lingual tetapi dengan beberapa pengecualian. Prosedur lebih sederhana karena akses dengan penglihatan langsung dan lesi karies atau restorasi lama biasanya lebih besar.1. Dengan menggunakan No.2 carbide bur atau diamond stone yang diputar pada kecepatan tinggi dengan airwater spray, preparasi bentuk outline dengan perluasan sampai kedalaman kavitas 0.75-1.25 mm (0.2 mm kedalam DEJ) dengan bentuk konveks kearah luar mengikuti kontur gigi normal dan kontur DEJ.2. Ambil seluruh dentin terinfeksi menggunakan round bur atau small spoon excavator, atau keduanya.

3. Bila dibutuhkan retensi (grooves atau coves), buat di sepanjang gingivoaxial line angle dan incisooaxial line angle menggunakan bur No.1/4.4. Buat cavosurface bevel atau flare dengan sudut 45o dari permukaan luar gigi dan lebar 0.25-0.5 mm, menggunakan flame-shaped atau round diamond instrument.

Teknik RestoratifAplikasi Etsa, Primer dan Adhesive1. Gel etsa diaplikasikan ke seluruh struktur gigi yang telah dipreparasi, kira-kira hanya sampai 0.5 mm dari margin preparasi.2. Diamkan 15-30 detik (30 detik untuk preparasi enamel saja dan 15 detik bila dentin terlibat).3. Bilas untuk menghilangkan etsa.4. Keringkan dengan damp cotton pellet, disposable brush atau paper tissue. Permukaan dentin harus tetap lembab.5. Aplikasikan primer pada seluruh permukaan preparasi menggunakan microbrush atau aplikator yang sesua, dan curing dengan visible light cure sesuai dengan ketentuan pabrik.6. Bila bonding system tidak menyatukan primer dan adhesive, aplikasikan adhesive menggunakan microbrush atau applicator tip.Aplikasi MatriksPasang clear polyester strip matrix pada proksimal gigi kemudian pasang wedge pada gingival margin.

Insersi and Curing 1. Campurkan komposit sesuai dengan ketentuan pabrik, menggunakan disposable plastic spatula.2. Insersi dengan hand instrument atau syringe secara incrementally.

3. Tutupkan strip mengikuti kontur gigi, kemudian curing dengan sinar selama 20 detik tanpa menyentuh strip.Contouring dan Polishing1. Contouring dilakukan langsung setelah material light-cured composite dipolimerisasi atau 3 menit setelah pengerasan awal material self-cured.2. Ekses lingual dihilangkan menggunakan round atau oval 12-bladed carbide finishing bur atau diamond bur pada kecepatan sedang dengan air coolant dan tekanan intermiten.3. Kontur dan margin permukaan proksimal dicek secara visual dan taktil dengan explorer atau dental floss. Bila terdapat hambatan, finishing tambahan dilakukan dengan sharp gold finishing knife, amalgam knife (Scaler 34/35) atau No.12 surgical blade mounted in Bard-Parker handle. Special carbide finishing dan carbide hand instruments dapat digunakan untuk menghilangkan ekses dan membuka area embrasure.4. Haluskan daerah proksimal dengan abrasive finishing strip.

PREPARASI KAVITAS KELAS IV

Prosedur Klinis Awal1. Anestesi mungkin dibutuhkan untuk kenyamanan pasien dan mengurangi aliran saliva selama prosedur penumpatan.2. Assessment hubungan oklusi untuk membantu menetapkan fungsi preparasi dan menentukan desain preparasi.3. Pemilihan shade dilakukan sebelum gigi dehidrasi dan memperoleh penyinaran.4. Isolasi area kerja untuk memperoleh efektif bonding.5. Bila desain preparasi luas, pemasangan wedge akan memperbaik kontak proksimal.

Preparasi GigiPreparasi Kelas IV KonvensionalPreparasi jenis ini ditujukan untuk menggantikan mahkota yang mengalami fraktur atau karies sekunder. Desain kavitas dengan margin cavosurface 900.1. Dengan menggunakan round carbide bur atau diamoind bur pada kecepatan tinggi dengan air-water coolant, preparasi bentuk outline.2. Buang semua defek sampai menghasilkan kedalaman dinding aksial 0.5 mm kedalam dentin.3. Preparasi dinding-dinding kavitas secara paralel dan perpendikular terhadap panjang aksis gigi.4. Ekskavasi seluruh dentin terinfeksi.

Preparasi Kelas IV Konvensional dengan BevelPreparasi jenis ini ditujukan untuk untuk menggantikan area proksimal luas yang melibatkan permukaan incisal dari gigi anterior.1. Dengan menggunakan round carbide bur atau diamoind bur pada kecepatan tinggi dengan air-water coolant, preparasi bentuk outline.2. Buang semua defek sampai menghasilkan kedalaman dinding aksial 0.5 mm kedalam dentin.3. Preparasi dinding-dinding kavitas secara paralel dan perpendikular terhadap panjang aksis gigi.4. Ekskavasi seluruh dentin terinfeksi.5. Buat bevel dengan sudut 45o terhadap permukaan luar gigi dan lebar 0.25-2 mm menggunakan flame-shaped atau round diamond.6. Bila dibutuhkan, buat undercut retensi berupa groove pada facioaxial dan linguoaxial line angle menggunakan No.1/4 round bur sampai 0.2 mm kedalam DEJ.

Preparasi Kelas IV ModifikasiPreparasi jenis ini ditujukan untuk untuk lesi atau defek trauma kelas IV kecil sampai sedang.1. Buang seluruh defek atau restorasi lama menggunakan round carbide bur atau diamoind bur.2. Buang semua defek sampai menghasilkan kedalaman dinding aksial 0.5 mm kedalam dentin.3. Cavosurface margin dibuat bevel dengan sudut 45o terhadap permukaan luar gigi dan lebar 0.25-2 mm menggunakan flame-shaped atau round diamond.

Teknik RestoratifAplikasi Etsa, Primer dan Adhesive1. Gel etsa diaplikasikan ke seluruh struktur gigi yang telah dipreparasi, kira-kira hanya sampai 0.5 mm dari margin preparasi.2. Diamkan 15-30 detik (30 detik untuk preparasi enamel saja dan 15 detik bila dentin terlibat).3. Bilas untuk menghilangkan etsa.4. Keringkan dengan damp cotton pellet, disposable brush atau paper tissue. Permukaan dentin harus tetap lembab.5. Aplikasikan primer pada seluruh permukaan preparasi menggunakan microbrush atau aplikator yang sesua, dan curing dengan visible light cure sesuai dengan ketentuan pabrik.6. Bila bonding system tidak menyatukan primer dan adhesive, aplikasikan adhesive menggunakan microbrush atau applicator tip.Aplikasi MatriksPasang dead-soft metal matrix pada proksimal gigi kemudian pasang metal matrix strip pada lingualmargin.Insersi and Curing 1. Campurkan komposit sesuai dengan ketentuan pabrik, menggunakan disposable plastic spatula.2. Insersi dengan hand instrument atau syringe dari lingual.3. Tutupkan strip mengikuti kontur gigi, kemudian curing dengan sinar selama 20 detik tanpa menyentuh strip.

Contouring dan Polishing1. Contouring dilakukan langsung setelah material light-cured composite dipolimerisasi atau 3 menit setelah pengerasan awal material self-cured.2. Ekses lingual dihilangkan menggunakan round atau oval 12-bladed carbide finishing bur atau diamond bur pada kecepatan sedang dengan air coolant dan tekanan intermiten.3. Kontur dan margin permukaan proksimal dicek secara visual dan taktil dengan explorer atau dental floss. Bila terdapat hambatan, finishing tambahan dilakukan dengan sharp gold finishing knife, amalgam knife (Scaler 34/35) atau No.12 surgical blade mounted in Bard-Parker handle. Special carbide finishing dan carbide hand instruments dapat digunakan untuk menghilangkan ekses dan membuka area embrasure.4. Haluskan daerah proksimal dengan abrasive finishing strip.

PREPARASI KAVITAS KELAS V

Prosedur Klinis Awal1. Anestesi mungkin dibutuhkan untuk kenyamanan pasien dan mengurangi aliran saliva selama prosedur penumpatan.2. Assessment hubungan oklusi untuk membantu menetapkan fungsi preparasi dan menentukan desain preparasi.3. Pemilihan shade dilakukan sebelum gigi dehidrasi dan memperoleh penyinaran.4. Isolasi area kerja untuk memperoleh efektif bonding.5. Bila desain preparasi luas, pemasangan wedge akan memperbaik kontak proksimal.

Preparasi GigiPreparasi Kelas V KonvensionalPreparasi jenis ini ditujukan untuk lesi karies pada permukaan facial atau lingual akar.1. Gunakan tapered fissure carbide bur (No.700, 701, atau 271) pada kecepatan tinggi dengan air-water spray.2. Preparasi sampai kavitas berbentuk seperti ginjal dengan kedalaman 0.75 mm dan cavosurface margin 90o.3. Dinding aksial harus mengikuti kontur asli permukaan gigi dan konveks kea rah luar.4. Bila dibutuhkan retensi tambahan, buat grooves sepanjang gingivoaxial dan incisoaxial line angle menggunakan No.4 bur.

Preparasi Kelas V Konvensional dengan BevelPreparasi jenis ini ditujukan untuk lesi karies luas pada permukaan facial atau lingual akar.1. Gunakan tapered fissure carbide bur (No.700, 701, atau 271) pada kecepatan tinggi dengan air-water spray.2. Preparasi sampai kavitas berbentuk seperti ginjal dengan kedalaman 0.75 mm dan cavosurface margin 90o.3. Dinding aksial harus mengikuti kontur asli permukaan gigi dan konveks kea rah luar.4. Bila dibutuhkan retensi tambahan, buat grooves sepanjang gingivoaxial dan incisoaxial line angle menggunakan No.4 bur.5. Buat bevel dengan sudut 45o terhadap permukaan luar gigi dan lebar 0.25-2 mm menggunakan flame-shaped atau round diamond.

Teknik RestoratifAplikasi Etsa, Primer dan Adhesive1. Gel etsa diaplikasikan ke seluruh struktur gigi yang telah dipreparasi, kira-kira hanya sampai 0.5 mm dari margin preparasi.2. Diamkan 15-30 detik (30 detik untuk preparasi enamel saja dan 15 detik bila dentin terlibat).3. Bilas untuk menghilangkan etsa.4. Keringkan dengan damp cotton pellet, disposable brush atau paper tissue. Permukaan dentin harus tetap lembab.5. Aplikasikan primer pada seluruh permukaan preparasi menggunakan microbrush atau aplikator yang sesua, dan curing dengan visible light cure sesuai dengan ketentuan pabrik.6. Bila bonding system tidak menyatukan primer dan adhesive, aplikasikan adhesive menggunakan microbrush atau applicator tip.Insersi and Curing 1. Campurkan komposit sesuai dengan ketentuan pabrik, menggunakan disposable plastic spatula.2. Insersi dengan hand instrument atau syringe.3. Hilangkan ekses pada gingival cavosurface margin sebelum material mengeras, dengan menggunakan No.2 explorer atau b lade dari instrument kompositContouring dan Polishing1. Ekses pada permukaan facial dihilangkan dengan carbide finishing bur atau polishing diamond.2. Polishing dengan rubber polishing point atau cup, dan pasta polishing aluminium oksida.

PREPARASI KAVITAS KELAS VI

Preparasi jenis ini ditujukan untuk restorasi resin komposit pada ujung kuspid gigi posterior.

Prosedur Klinis Awal1. Biasanya tidak dibutuhkan anestesi karena defek hanya berada pada email.2. Gigi diisolasi dengan cotton roll.Preparasi Gigi1. Masuki pit dengan bur kecil dan bulat (No./4 atau No./2) atau diamond dengan posisi perpendicular terhadap permukaan dan meluas kea rah pulpa untuk membuang lesi.2. Gunakan flame-shaped atau round diamond instrument untuk memperkasar permukaan preparasi.3. Bila terdapat material restorasi lama atau lesi karies luas pada ujung kuspid, gunakan round bur dengan ukuran yang tepat untuk mengekskavasi dentin terinfeksi yang ada.

Sumber:Roberson, T.M., Heymann, H.O. dan Swift, E.J., 2001, Sturdevant's Art & Science of Operative Dentistry, Ed.4, Mosby, USA, halaman 501-568. 30