of 25 /25
PROPOSAL KERJA PRAKTEK PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA DURI - RIAU OLEH: ADLI SATRIA SANDIKA (NIM : 1207136334)

Proposal Kp Chevron

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Proposal Kerja Praktek PT. CPI

Text of Proposal Kp Chevron

PROPOSAL KERJA PRAKTEK

PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIADURI - RIAU

OLEH:

ADLI SATRIA SANDIKA(NIM : 1207136334)

PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK KIMIAFAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAUPEKANBARU2015LEMBAR PENGESAHAN

I. Pelaksana :Adli Satria Sandika

II. Jurusan :Teknik Kimia S1 Fakultas Teknik Universitas Riau

III. Tempat Pelaksanaan:PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA - DURI

IV. Waktu Pelaksanaan :24 Agustus 2015 24 September 2015

Pekanbaru, 30 April 2015

Koordinator Kerja Praktek Pembimbing, Jurusan Teknik Kimia

Drs. Irdoni HS, MSDr. Idral Amri, MTNIP. 19570415 198609 1 001NIP. 19710213 199903 1 001

BAB IPENDAHULUAN

1.1. PendahuluanPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat telah mengantarkan bangsa Indonesia menuju era globalisasi industri. Dengan demikian tentunya semakin berat tantangan dan hambatan yang mesti dihadapi anak negeri, khususnya mahasiswa teknik kimia fakultas teknik UR, dalam mencapai tujuan dan cita cita di masa depan.Dalam menjawab tantangan pembangunan di masa depan maka pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya daripada sumber daya manusia harus ditingkatkan dan dibekali dengan ilmu pengetahuan serta kompetisi dibidang ilmu dan rekayasa. Keseluruhannya itu sangat penting dimiliki oleh insan teknik kimia.Untuk itu dalam menindaklanjuti salah satu bentuk kerja sama Program Studi Teknik Kimia dalam mengembangkan wawasan mahasiswa, perlu rasanya untuk mengadakan kerja praktek yang pada prinsipnya mendorong terhadap perkembangan, peningkatan dan penambahan wawasan bagi anak negeri untuk menikmati pengetahuan dan arah profesi teknik kimia yang merupakan landasan besar bagi kemajuan negeri di masa yang akan datang. Hal ini diharapkan dapat memberikan peranan yang lebih besar dalam pembangunan bangsa ke depan dengan menjadi motivasi untuk mewujudkan praktisi praktisi profesi teknik kimia yang berkualitas. Sebagai seorang sarjana Teknik Kimia dituntut memiliki disiplin ilmu pengetahuan dan kemampuan dalam proses pengolahan di bidang ilmu dan rekayasa. Untuk itu berdasarkan pertimbangan dan latar belakang tersebut, perlu rasanya untuk mengadakan kerja praktek di PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA.Dengan demikian, pada saat melaksanakan kerja praktek tersebut, besar harapan apabila dapat bekerja sama dengan tim tim yang ada di perusahaan dalam memecahkan masalah masalah yang terjadi dalam perusahaan, sehingga ilmu dan pengalaman yang diperoleh di lapangan dapat bermanfaat dan dijadikan pengalaman di masa masa yang akan datang dan dapat dijadikan pedoman dalam dunia pekerjaan kelak serta dapat membandingkan ilmu ilmu yang telah diperoleh di dunia pekerjaan dengan yang diperoleh di perkuliahan.

1.2. Profil PT. ChevronPT. CPI (Chevron Pacific Indonesia) adalah kontraktor BP Migas yang bergerak di bidang perminyakan dan merupakan perusahaan minyak asing yang terbesar di Indonesia. Berdirinya PT. CPI diawali dari eksplorasi minyak di Pulau Sumatera, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur pada tahun 1924 yang dipimpin oleh Emerson M. Butterworth.Pada tahun 1930, tim Butterworth tersebut mengajukan ijin pengeboran minyak kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk melakukan pengeboran minyak di Pulau Papua. Dua tahun kemudian Pemerintah Hindia Belanda memberikan ijin pengeboran minyak kepada Standard Oil Company of California (SOCAL) yang merupakan minority partner dari perusahaan yang didirikan pemerintah Hindia Belanda Nederlandsche Pacific Petroleum Maatschappij (NPPM) untuk melakukan pengeboran minyak di Pulau Papua.Tahun 1935, pemerintah Hindia Belanda memberikan tawaran kepada Chevron yang dulunya bernama SOCAL untuk mengadakan kegiatan eksplorasi minyak di kawasan Sumatera Tengah dengan wilayah seluas 600.000 hektar. SOCAL bekerja sama dengan perusahaan minyak Amerika lain yaitu TEXACO (Texas Oil Company) untuk mengekplorasi wilayah itu. Pada bulan Juli 1936, SOCAL dan TEXACO mendirikan perusahaan minyak yaitu CALTEX (California Texas Petroleum Corporation), bersamaan dengan ditemukannya cadangan minyak bumi pertama kali di Sebanga. Pengeboran minyak di kawasan Riau dimulai pada tahun 1934. Pada tahun 1940 untuk pertama kalinya minyak mulai mengalir dari lokasi sumur di Sebanga, dan pada tahun 1941 PT.Caltex Pacific Indonesia (PT. CPI) menemukan ladang minyak di daerah Duri.Ladang minyak Pungut ditemukan pada tahun 1951, Kota Batak pada bulan Juli 1952, Bekasap pada bulan September 1955, lapangan gas Sebanga Utara bulan November 1960, hingga yang terakhir Tegar dan Sakti pada bulan Januari dan Juli 1991.Usaha nasionalisasi perusahaan minyak asing di Indonesia diatur dalam UU No.44 tahun 1960 yang menyatakan bahwa semua kegiatan penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia hanya dilakukan oleh negara yang pelaksanaannya dilakukan oleh perusahaan minyak negara. Pada bulan September 1963, diadakan Perjanjian Karya yang ditandatangani antar PT. CPI dan Pertamina. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa wilayah PT. CPI adalah wilayah Kangaroo seluas 9.030 km2. Pada tahun 1968, diadakan penambahan luas wilayah yaitu sekitar Minas Tenggara, Libo Tenggara, Libo barat, dan Sebanga, sehingga luas wilayah kerja PT CPI seluruhnya menjadi 9898 km2.Perjanjian karya berakhir pada 28 November 1983 dan diperpanjang menjadi kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract) hingga tanggal 8 Agustus 2001 dengan wilayah kerja seluas 31.700 km2. Saat ini, status Pertamina berubah menjadi badan usaha dan yang memegang peranan untuk mengatur dan mengawasi industri-industri minyak sektor hulu adalah BP Migas sehingga kontrak yang terjadi adalah antara PT CPI dengan BP Migas.Kontrak bagi hasil untuk daerah operasi baru seluas 21.975 km2 yaitu wilayah Coastal Plains dan Pekanbaru atau CPP ditandatangani pada tanggal 9 Agustus 1971, sedang Kangaroo Block seluas 9030 km2 diperpanjang masa operasinya sampai tanggal 8 Agustus tahun 2001. Rasio pembagian untuk kontrak bagi hasil yang disepakati sampai saat ini antara pemerintah dan PT. CPI adalah 87% : 13%.Ladang minyak Duri memberikan sumbangan sebesar 42 % dari seluruh total produksi minyak. PT. CPI pernah mengalami penurunan produksi yang tajam pada 1960-an. Untuk mengatasi permasalahan tersebut PT. CPI melaksanakan suatu proyek yang dinamakan proyek injeksi uap di ladang minyak Duri. Proyek ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada bulan Maret 1990. Pada tanggal 10 Oktober 2001, dua buah kekuatan besar Chevron dan Texaco yang selama ini dikenal sebagai pemilik saham yang terpisah bersatu, maka didirikanlah sebuah perusahaan Chevron Texaco. Sejak saat itu manajemen Chevron juga ikut berubah menjadi IndoAsia Business Unit (IBU).Setelah mengakuisisi Unocal pada 10 Agustus 2004, pada tanggal 9 Mei 2005 nama Chevron Texaco Corp. berubah kembali menjadi Chevron Corp. Pada 16 September 2005, PT Caltex Pacific Indonesia pun mengubah namanya menjadi PT Chevron Pacific Indonesia. Baik Chevron Pacific Indonesia maupun Caltex Pacific Indonesia memiliki singkatan yang sama, yaitu CPI. Melihat produksi minyak yang terus mengalami penurunan, pada tahun 1980-an PT. CPI memutuskan untuk memulai worlds largest steam flooding project di lapangan Duri setelah sebelumnya di lapangan Minas dilakukan water flooding. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan produksi minyak dari lapangan-lapangan tersebut. Sampai dengan tahun 1990, jumlah sumur telah mencapai di atas 600 sumur dengan produksi rata-rata 230.000 barrel minyak per hari dan injeksi air 1.650.000 barrel per hari.Pada tahun 1990-an ini juga PT. CPI gencar melakukan 3D seismic bahkan 4D seismic untuk menemukan cadangan-cadangan minyak tambahan yang potensial untuk diproduksikan serta untuk memonitor reservoir guna meningkatkan reservoir management.Konsep pengembangan sistem injeksi air dengan pola 7 titik terbalik 72 acre (seven spot inverted) dimulai pada bulan Desember 1993 dengan maksud menjaga tekanan reservoir dan meningkatkan sweep efficiency.Berdasarkan data produksi sampai dengan akhir tahun 1997, lapangan Duri telah menghasilkan produksi kumulatif minyak sebesar 4.056.254.000 barrel minyak dari 701 sumur produksi dan kumulatif injeksi air sebesar 12.146.553.000 barrel air dari 253 sumur injeksi.Awal tahun 1999, dimulai sistem injeksi uap dengan pola seven spot inverted dengan maksud mendorong minyak yang tidak terdorong oleh air injeksi sehingga minyak tersebut dapat diproduksikan. Proyek ini dinamakan LOSF (Light Oil Steam Flood), namun proyek ini dianggap tidak begitu baik atau dinyatakan gagal sehingga proyek ini dihentikan.Pada bulan Maret 1999 jumlah sumur di Duri mencapai 1283 sumur dari 848 sumur produksi, 289 sumur injeksi dan 146 sumur lainnya dengan produksi 203.000 BOPD dan injeksi air sebesar 6.319.000 BWPD. Sampai dengan tahun 2006, total jumlah sumur di lapangan Duri mencapai 1720 sumur dengan produksi sekitar 90.000 BOPD dan injeksi air sebanyak 6 juta BWPD. Produksi kumulatif minyak dari lapangan tua ini telah mencapai 4,6 milyar barrel dari total cadangan yang diperkirakan sebanyak 9 milyar barrel initial oil in place (IOIP).Proyek injeksi uap di lapangan Duri dan injeksi air di lapangan Minas masih berlangsung sampai saat ini, namun pada lapangan Duri sudah memasuki tahap akhir yang kemudian akan dilanjutkan dengan tertiary recovery berupa injeksi surfactant. Surfactant Project ini rencananya akan dilangsungkan pada tahun 2010, sampai saat ini pengembangan dan uji coba terus dilakukan guna menghasilkan keberhasilan perolehan minyak yang optimum serta keekonomisan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

BAB IIPROSES PRODUKSI MINYAK

2.1 Kegiatan OperasiKegiatan operasi yang berlangsung di PT. CPI secara garis besar meliputi eksplorasi, pengeboran, dan produksi sampai akhirnya menjadi minyak mentah dengan standar yang telah ditentukan (kadar pasir dan air kurang dari 1 %) untuk disalurkan ke Dumai untuk dijual. PT. CPI tidak memiliki unit pengolahan di Indonesia. Oli Caltex yang telah cukup banyak beredar di pasaran adalah hasil impor dari pengolahan di Singapura.

2.1.1 Eksplorasi Pekerjaan eksplorasi yang pertama mencakup penelitian geologi beserta pengeboran sumur dan penelitian seismik. Penelitian tersebut dilakukan tahun 1937-1941 dengan melakukan pengeboran pada kedalaman seluruhnya 26.208 feet (7.862,4 meter).Sumur-sumur eksplorasi yang dibor sejak tahun 1968 menghasilkan banyak temuan baru. Hingga tahun 1990, pengeboran eksplorasi telah menghasilkan 119 temuan lapangan minyak dan gas bumi. Temuan utama yang terjadi sejak tahun 1989 adalah Lapangan Rintis dan di daerah JKPS Mountain Front Kuantan yang menjadi daerah-daerah produksi baru sekaligus meningkatkan kegiatan eksplorasi di daerah sekitarnya.Pada tahun 1938 dimulai eksplorasi di Kubu, namun tidak terdapat indikasi adanya minyak. Tahun 1938-1944, sembilan sumur eksplorasi berhasil diselesaikan pada tiga tempat, yaitu gas di Sebanga, minyak di Duri dan Minas. Temuan gas di Sebanga merupakan tonggak sejarah terpenting bagi eksplorasi perminyakan di Pulau Sumatera, sehingga meningkatkan kegiatan eksplorasi di wilayah baru.Masa eksplorasi merupakan suatu masa pencarian minyak mentah berdasarkan data yang sudah ada. Tahap eksplorasi dibagi atas dua metode, yaitu metode geologi (geological method) dan metode geofisika (geophysical method) :1. Metode geologi, terdiri atas :1. Areal Mapping .1. Field Geological Method.1. Surface Geological Method1. Palaentological Method1. Metode geofisika, terdiri atas :1. Magnetic Method 1. Gravity Method1. Seismic Method

2.1.2 Eksploitasi2.1.2.1Primary RecoveryPada masa ini crude oil masuk ke dalam well bore disebabkan oleh dorongan dari tekanan reservoir. Berdasarkan cara produksinya primary recovery dibedakan menjadi 2 yaitu :a. Flowing Production (Normal Produksi)Tekanan reservoir atau formasi masih lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan di permukaan. Oleh karena itu, tekanan dalam reservoir ini akan mendorong fluida dari dalam sumur naik ke permukaan. 1. Artificial Lift ProductionTekanan reservoir atau formasi tidak cukup kuat untuk mendorong fluida sampai ke permukaan, hanya sampai ke dalam sumur saja, sehingga dibutuhkan alat bantu untuk menaikkan fluida sampai ke permukaan, yang dinamakan Artificial Lift seperti Beam Pumping,Electrical Submergible Pump (ESP), Gas Lift, Hydraulic Lift, dan Progressive Cavity Pump (PCP).2.1.2.2 Secondary RecoveryApabila tekanan reservoir sudah tidak efektif lagi untuk mendorong fluida masuk ke dalam sumur produksi, maka saat itu sumur tersebut membutuhkan tekanan tambahan. Cara secondary recovery yang digunakan di PT. CPI ada 2 macam, yaitu:1. Water Injection (Waterflooding)Metode ini dilakukan dengan cara menginjeksikan atau memompakan air bertekanan ke dalam sumur injeksi, dimana air bertekanan tersebut mempunyai 2 fungsi, yaitu memecahkan crude oil yang kental dan mendorong crude oil yang telah encer ke dalam well bore. Semakin tinggi temperatur dan tekanan dalam reservoir maka minyak akan semakin encer minyak yang dikandungnya sehingga metode water injection dapat digunakan, metode ini dapat digunakan pada kedalaman sumur 2000-3000 ft seperti yang dilakukan di lapangan minyak Minas. Jenis waterflood injection yang digunakan antara lain:0. Peripheral Waterflood yaitu penginjeksian air diperbatasan area.0. Pattern Inverted-7 Spot Waterflood yaitu penginjeksian air mengikuti pola-pola tertentu.1. Steam Injection (Steam Flooding)Steam Injectionini memiliki tujuan yang sama dengan water injection yaitu untuk mengencerkan minyak yang kental dan mendorongnya ke dalam sumur produksi. Dasar penentuan pemakaian jenis secondary recovery adalah kedalaman sumur. Minyak akan lebih encer disebabkan oleh suhu dan tekanan yang semakin tinggi, sehingga biasanya digunakan teknik water injection. Sebaliknya bila sumur tidak terlalu dalam maka minyak yang ada akan lebih kental sehingga diperlukan suhu dan tekanan yang lebih tinggi untuk mengencerkan dan mendorong minyak. Teknik steam flooding ini diterapkan di lapangan Duri dengan kedalaman sumur 600 ft.2.1.2.3 Tertiary Recovery (EOR)Pada saat primary dan secondary recovery tidak efektif lagi, minyak masih cukup banyak terkandung di reservoir tetapi tersimpan di celah-celah batuan atau terikat pada batuan. Untuk melarutkan dan melepaskan hidrokarbon dari ikatannya dengan batuan maka digunakan zat kimia. Bahan kimia yang biasa digunakan antara lain polimer berat,surfactant, dan caustic.Setelah langkah ketiga ini, maka minyak yang tertinggal dalam reservoir sudah tidak ekonomis lagi untuk diproduksi sehingga sumur tersebut harus ditutup (end of field/abondonment). Dengan masih banyaknya cadangan minyak yang tersisa, maka perlu diadakan kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang pendapatan produksi minyak, diantaranya:1. Light Oil Steam Flood (LOSF)Metoda steam flood ini dilakukan dengan cara menginjeksikan uap bebas kebagian bawah reservoir minyak. Karena memiliki densitas yang lebih rendah, maka uap panas akan naik keatas minyak yang berada pada tight zone. Bila temperatur turun, maka uap panas akan berubah kembali menjadi air yang akan turun kebawah kemudian mendorong minyak ke sumur produksi, disebabkan densitasnya menjadi lebih besar dari pada minyak.Minyak di lapangan Minas termasuk jenis minyak yang memiliki kualitas yang tinggi (light oil) dengan nilai API Gravity 34, yang berarti mempunyai harga spesific gravity yang rendah.1. Microbial Enhanced Recovery (MEOR)Seperti yang telah kita ketahui, di dalam reservoir banyak terdapat makhluk sejenis mikroba. Mikroba inilah yang dimanfaatkan untuk project MEOR. Proses ini melibatkan proses menginjeksikan makanan untuk mikroba yang ada didalam reservoir.Tujuan dari project ini adalah menutup daerah yang yang merupakan tempat larinya air injeksi, dimana pada daerah ini terdapat permeabilitas yang tinggi. Daerah ini timbul dikarenakan heterogenitas batuan reservoir sehingga sangat mudah dilalui air. Prinsip kerja MEOR ialah memberi nutrisi agar mikroba berkembang dan tumbuh semakin besar dan banyak yang diharapkan dapat menutupi lubang pori batuan sehingga terjadi penurunan permeabilitas (zona tight akan tertutup).

1. Lignin Surfaktan Flood (LSF).Injeksi Lignin bertujuan untuk menurunkan interfacial tension (tegangan permukaan). Interfacial ini memiliki hubungan dengan pipa kapiler, bila interfacial tension kecil, maka akan memperkecil tekanan kapiler sehingga akan meningkatkan residual oil saturation (SOR), dengan demikian akan mengurangi batas minyak dan air (oil water content). Prinsip kerja lignin yaitu dengan menginjeksikan lignin sebagai polimer ke bawah reservoir minyak, sehingga dapat mendorong minyak ke permukaan.

2.2 Produk Minyak mentah yang diproduksi oleh PT. CPI terdiri atas dua jenis, yaitu :1. Sumatran Light Crude Oil Sumatran Light Crude Oil mempunyai kadar belerang yang rendah, API yang tinggi sehingga lebih encer. 1. Heavy Crude Oil atau Duri Crude OilJenis minyak mentah ini hanya terdapat di lapangan minyak Duri yang memiliki API rendah yaitu < 20. Adapun produk lain yang dihasilkan, yaitu :1. GasGas yang dihasilkan tidak untuk dijual, tapi digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik (PLTG) untuk memenuhi kebutuhan sendiri.1. AirAir yang dihasilkan diolah dan digunakan untuk dijadikan steam untuk diinjeksikan pada sumur injeksi, ataupun sebagai umpan dalam proses pemisahan, dan juga untuk melalukan proses pencucian peralatan atau tangki-tangki yang digunakan.

BAB IIITUJUAN DAN MANFAAT KERJA PRAKTEK

3.1 Tujuan Adapun tujuan dari pelaksanaan kerja praktek ini, antara lain :3.1.1 Tujuan Umum1. Menerapkan ilmu yang telah diperoleh di perkuliahan dan sebagai salah satu syarat kelulusan sarjana teknik kimia.3.1.2 Tujuan Khusus1. Mengetahui dan mengenal secara langsung kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan, mengenai Alat penukar panas khususnya unit pembangkit uap (steam) boiler di PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA.3.2 Manfaat1. Dapat membandingkan dan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam perkuliahan dengan yang diperoleh dari dunia kerja.2. Mengetahui masalah masalah yang ditimbulkan dalam proses pengolahan minyak bumi dan cara mengatasinya.3. Dapat mengembangkan pengetahuan, sikap, keterampilan dan kemauan bekerja melalui penerapan ilmu pengetahuan, latihan kerja dan pengamatan teknik yang diterapkan di PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA sehingga dapat bekerja sama dalam memecahkan suatu masalah.

BAB IVISI

4.1 Waktu dan Lokasi Kerja PraktekSesuai dengan permohonan, kerja praktek tersebut akan dilaksanakan mulai pada tanggal 24 Agustus sampai 24 September 2015 di PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA.

4.2 Peserta Kerja PraktekAdli Satria Sandika NIM. 1207136334 4.3 Mata Kuliah PenunjangAdapun mata kuliah penunjang dalam pelaksanaan kerja praktek ini adalah Keselamatan Pabrik Kimia, Oparasi Teknik Kimia I, Oparasi Teknik Kimia II, Oparasi Teknik Kimia III, Perancangan alat penukar panas, Sistem Utilitas, Perancangan Kolom Pemisah, Perancangan Alat Proses, dan Pengilangan Minyak Bumi.

4.4 Ruang Lingkup dan Batasan KerjaAdapun topik atau judul yang diajukan selama pelaksanaan Kerja Praktek ini ditekankan pada Perancangan Alat Penukar Panas khususnya unit pembangkit uap (steam) boiler. Untuk lebih sesuainya judul atau topik khusus secara terinci yang akan diambil, kiranya dapat ditentukan pada saat pelaksanaan kerja praktek nantinya.

4.5 Metode Pengumpulan dan Pengolahan Dataa. Orientasi / Pengenalan Perusahaanb. Studi Literaturc. Studi Lapangan / Pengambilan Datad. Pembuatan Laporan

4.6 Rencana Kerja PraktekRencana Kerja PraktekMinggu

1234

Orientasi/ Pengenalan Perusahaan

Studi Literature

Studi Lapangan/ Pengambilan Data

Pembuatan Laporan

BAB VPENUTUP

5.1 PenutupDemikianlah proposal ini saya buat, dengan harapan dapat memberikan gambaran singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan diadakan kerja praktek di Perusahaan Bapak.Atas perhatian Bapak dan bantuan serta kerja sama semua pihak yang terkait saya ucapkan terima kasih.

Curriculum Vitae

NamaAdli Satria Sandika

NIM1207136334

Tempat / Tanggal LahirPekanbaru, 03 Januari 1994

AlamatJL. Lembah Damai No.10 Rumbai Pesisir, Pekanbaru

Jenis KelaminLaki-Laki

AgamaIslam

KebangsaanIndonesia

No. Telp.Hp. 082173393245

Email [email protected]

Pendidikan2012 Sekarang, Mahasiswa S1 Teknik Kimia Universitas Riau

2012, lulus dari SMAN 8 Pekanbaru

2009, lulus dari MTs Al Ittihadiyah Pekanbaru

2006, lulus dari SDN 005 Rumbai

Pengalaman Organisasi2015-2016, Ketua Bina Antarbudaya Sub Chapter Pekanbaru

2014-2015, Kepala Dinas Pemberdayaan dan Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa BEM Fakultas Teknik UR

2013-2014, Kepala Dinas Pengembangan Akademik dan Intelektual BEM Fakultas Teknik UR

2012-2013, Ketua Engineering English Club Universitas Riau

KEPADA YTH.HR Training Service AdministrationKantor Training Center - Bagian KPPT. Chevron Indonesia - RumbaiPekanbaru 28271

ADLI SATRIA SANDIKAMAHASISWA TEKNIK KIMIA S1FAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS RIAU