Proposal KP Felik

Embed Size (px)

Text of Proposal KP Felik

  • 8/2/2019 Proposal KP Felik

    1/12

    PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

    Fakultas Teknik Sipil dan PerencanaanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

    Proposal Kerja Praktik di PTISDA-BPPT

    Jakarta Pusat-INDONESIA

    PEMETAAN TAHAP PERTUMBUHAN PADI

    DENGAN DATAAIRBORNE HYPERSPECTRAL

    DI PTISDA-BPPT

    Gedung II Jl. M.H. Thamrin No.8 Lt 19

    JAKARTA PUSAT 10340

    Tlpn: (021) 3169700 Fax : (021) 3169720

    Abstrak

    Padi merupakan tanaman budidaya yang terpenting dalam peradaban

    manusia, padi juga merupakan makanan pokok bagi 90% penduduk Indonesia.

    Oleh sebab itu pemenuhan atau swasembada beras atau padi merupakan masalah

    penting bagi bangsa Indonesia. Namun kendala yang dihadapi saat ini adalah

    kesulitan dalam hal pemantauan perkembangan tanaman padi secara cepat dan

    kontinu sehingga dapat memperkirakan produksivitas yang mengarah kepada stok

    beras lokal. Ini akan sangat sulit dilakukan mengingat metoda konvensial yang

    ada sangat membutuhkan usaha dan waktu yang lama. Untuk itu dibutuhkan suatu

    teknologi yang dapat mencakup area yang luas, waktu yang cepat serta hasil yang

    cukup akurat. Dalam perkembangan teknologi penginderaan jauh telah

    dimanfaatkan dalam berbagai bidang termasuk pengamatan pertumbuhan padi

    dengan menggunakan data citra airborne hyperspektral. Diharapkan dalam

    pengamatan pertumbuhan padi, kita bisa mengetahui produksi yang dihasilkan.

    Kata kunci: Tanaman Padi, penginderaan jauh, airborne hyperspektral

    I. PENDAHULUAN

    I.1 Latar belakang

    Padi merupakan tanaman budidaya yang terpenting dalam peradaban

    manusia, padi juga merupakan makanan pokok bagi 90% penduduk Indonesia. Oleh

    sebab itu pemenuhan atau swasembada beras atau padi merupakan masalah penting

    bagi bangsa Indonesia. Sekitar 20% dari pendapatan penduduk Indonesia

    1

  • 8/2/2019 Proposal KP Felik

    2/12

    PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

    Fakultas Teknik Sipil dan PerencanaanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

    Proposal Kerja Praktik di PTISDA-BPPT

    Jakarta Pusat-INDONESIA

    dialokasikan untuk beras dan sedikitnya 45% dari tenaga kerja baik pria maupun

    wanita terserap di sektor yang berkaitan dengan beras ini

    Tanaman padi dapat hidup baik didaerah yang berhawa panas dan banyak

    mengandung uap air. Curah hujan yang baik rata-rata 200 mm per bulan atau lebih,

    dengan distribusi selama 4 bulan, curah hujan yang diinginkan pertahun sekitar

    1500-2000 mm. suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi 23 C. Tinggi

    tempat yang cocok untuk tanaman padi berkisar antara 0 1500 m dpl. Tanah yang

    baik untuk pertumbuhan tanaman padi adalah tanah sawah yang kandungan fraksi

    pasir, debu dan lempung dalan perbandingan tertentu dengan diperlukan air dalam

    jumlah yang cukup. Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan

    lapisan atasnya antara 18 22 dengan pH antara 4 7.

    Teknologi penginderaan jauh adalah suatu teknologi yang dapat

    dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi yang diinginkan (Barrett and Curtis, 1982

    dalam Chwen-Ming Yang et.al, 2004). Penginderaan jauh umumnya sangat

    berkaitan erat dengan radiasi matahari yang dipantulkan. Para ilmuwan dan

    pengguna citra penginderaan jauh (fotografi atau citra satelit) menggunakan

    informasi panjang gelombang tersebut dalam menganalisis suatu objek yang

    kemudian disebut sebagai spectral signatures. Melalui interpretasi data

    penginderaan jauh/citra satelit, kita akan mengembangkan pemahaman kita

    mengenai pattern recognition dan bagaimana reaksi dari pantulan sinar matahari

    yang mengenai suatu objek. Ide dasarnya adalah bahwa sinar pantul terdiri dari

    kontinum panjang gelombang dan panjang gelombang tersebut akan memberikan

    respon yang berbeda tergantung pada objek yang dikenai.

    I.2 Tujuan Kerja Praktek

    Adapun tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan kerja praktik ini

    adalah :

    1. Dapat mengolah dan menganalisa data hasil pemetaan

    pertumbuhan tanaman padi daun dari data airborne hyperspectral yang

    telah didapat.

    2

  • 8/2/2019 Proposal KP Felik

    3/12

    PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

    Fakultas Teknik Sipil dan PerencanaanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

    Proposal Kerja Praktik di PTISDA-BPPT

    Jakarta Pusat-INDONESIA

    2. Melatih mahasiswa untuk dapat mengidentifikasi dan efisiensi

    dalam survey dilapangan dengan aplikasi dan menerapkan ilmu mata

    kuliah penginderaan jauh selama di perkuliahan .

    3. Memberikan pengalaman berharga sebagai bekal sebelum

    memasuki dunia kerja nyata.

    4. Menjalin kerjasama dengan instansi yang terkait untuk

    kedepannya sebagai tempat pembelajaran dan kerja

    I.3 Manfaat

    Kerja praktik sebagai kegiatan belajar komprehensif yang berbentuk

    pengamatan terhadap praktik kerja di industri atau instansi diharapkan dapat

    memberikan wawasan dan pengetahuan tambahan bagi mahasiswa yang akan terjun

    di dunia kerja yang sesungguhnya, dan mampu mengkomunikasikan antara ilmu

    yang diperoleh dibangku perkuliahan dengan realitas di lapangan

    II. TINJAUAN PUSTAKA

    II.1Tanaman PadiPadi merupakan tanaman budidaya yang terpenting dalam peradaban

    manusia, padi juga merupakan makanan pokok bagi 90% penduduk Indonesia. Oleh

    karena itu pemenuhan produksi / swasembada beras / beras merupakan masalah

    penting bagi bangsa Indonesia. Salah satu hal yang terpenting dalam produksi padi

    adalah pemantauan kondisi air pada tanaman padi. Kekurangan air pada tanaman

    padi akan mempengaruhi penurunan pertumbuhan dan produksi padi. Pengaruh

    kekurangan air pada tahap vegetative sampai keluarnya malai akan menyebabkan

    pertumbuhan tanaman menjadi lebih pendek, jumlah anakan berkurang, luas daun

    lebih kecil, pengisian butir pada padi berkurang, dan akhirnya akan mengurangi

    produksi padi (shouichi Yoshida, 1981)

    Di daerah tropis, fase reproduktif 35 hari dan fase pematangan sekitar 30

    hari. Perbedaan masa pertumbuhan ditentukan oleh perubahan panjang waktu fase

    vegetatif. Ketiga fase pertumbuhan terdiri atas 10 tahap yang berbeda. Tahapan

    tersebut berdasarkan urutan adalah sebagai berikut (sumber: IRRI) :

    3

  • 8/2/2019 Proposal KP Felik

    4/12

    PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

    Fakultas Teknik Sipil dan PerencanaanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

    Proposal Kerja Praktik di PTISDA-BPPT

    Jakarta Pusat-INDONESIA

    Tahap 0, dari berkecambah sampai muncul ke permukaan.

    Tahap 1, pertunasan.

    Tahap pertunasan mulai begitu benih berkecambah sampai dengan sebelum

    anakan pertama muncul. Selama tahap ini, akar seminal dan 5 daun terbentuk.

    Tahap 2, pembentukan anakan.

    Tahap ini berlangsung sejak munculnya anakan pertama sampai

    pembentukan anakan maksimum tecapai. Anakan terus bertambah sampai pada titik

    dimana sukar dipisahkan dari batang utama. Anakan terus berkembang sampai

    tanaman memasuki tahap pertumbuhan berikutnya yaitu pemanjangan batang.

    Tahap 3, pemanjangan batang.

    Tahapan ini terjadi sebelum pembentukan malai atau terjadi pada tahap

    akhir pembentukan anakan. Oleh karenanya bisa terjadi tumpang tindih dari tahap 2

    dan 3. Periode waktu pertumbuhan berkaitan nyata dengan memanjangnya batang.

    Batang lebih panjang pada varietas yang jangka waktu pertumbuhannya lebih

    panjang. Dalam hal ini, varietas padi dapat dikategorikan pada 2 grup : varietas

    berumur pendek yang matang dalam 105-120 hari dan varietas umur panjang yang

    matang dalam 150 hari. Keempat tahap pertama ini merupakan fase vegetatif, awal

    dari pertumbuhan tanaman padi.

    Tahap 4, pembentukan malai sampai bunting.

    Inisiasi primordia malai pada ujung tunas tumbuh (growing shoot)

    menandai mulainya fase reporoduksi. Primordia malai menjadi kasat mata pada

    sekitar 10 hari setelah inisiasi. Pada tahap ini, 3 daun masih akan muncul sebelum

    malai pada akhirnya timbul kepermukaan. Malai muda meningkat dalam ukuran

    dan berkembang ke atas di dalam pelepah daun bendera menyebabkan pelepah daun

    menggembung (bulge). Penggembungan daun bendera ini disebut bunting.

    Tahap 5, keluarnya bunga atau malai.

    4

  • 8/2/2019 Proposal KP Felik

    5/12

    PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

    Fakultas Teknik Sipil dan PerencanaanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

    Proposal Kerja Praktik di PTISDA-BPPT

    Jakarta Pusat-INDONESIA

    Dikenal juga sebagai tahap keluar malai. Heading ditandai dengan

    kemunculan ujung malai dari pelepah daun bendera. Malai terus berkembang

    sampai keluar seutuhnya dari pelepah daun.

    Tahap 6, pembungaan.

    Tahap pembungaan dimulai ketika serbuk sari menonjol keluar dari bulir

    dan terjadi proses pembuahan. Pada pembungaan, kelopak bunga terbuka, antera

    menyembul keluar dari kelopak bunga (flower glumes) karena pemanjangan stamen

    dan serbuksari tumpah (shed). Kelopak bunga kemudian menutup. Serbuk sari

    (tepung sari-pollen) jatuh ke putik, sehingga terjadi pembuahan. Struktur pistil

    berbulu dimana tube tepung sari dari serbuk sari yang muncul (bulat, struktur gelap

    dalam ilustrasi ini) akan mengembang ke ovary. Proses pembungaan berlanjut

    sampai hampir semua spikelet pada malai mekar.

    Tahap 4, 5 dan 6 membentuk fase reproduksi, fase kedua dari pertumbuhan padi.

    Tahap 7, gabah matang susu.

    Tahap 8, gabah matang adonan (dough rain).

    Pada tahap ini, isi gabah yang menyerupai susu berubah menjadi gumpalan

    lunak dan akhirnya mengeras. Gabah pada malai mulai menguning. Pelayuan

    (senescense) dari anakan dan daun di bagian dasar tanaman nampak semakin jelas.

    Tahap 9, gabah matang penuh.

    Setiap gabah matang, berkembang penuh, keras dan berwarna kuning. Daun

    bagian atas mengering dengan cepat (daun dari sebagian varietas ada yang tetap

    hijau). Sejumlah daun yang mati terakumulasi pada bagian dasar tanaman.

    Tahap 7 sampai 9, merupakan fase pematangan, fase akhir dari perkembangan

    pertumbuhan tanaman padi.

    5

  • 8/2/2019 Proposal KP Felik

    6/12

    PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

    Fakultas Teknik Sipil dan PerencanaanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

    Proposal Kerja Praktik di PTISDA-BPPT

    Jakarta Pusat-INDONESIA

    Gambar. Nilai Reflektan tanaman padi pada beberapa fase pertumbuhan (sumber:

    M. Envi, 2008)

    II.2 Penginderaan Jauh

    Penginderaan jauh (inderaja) adalah ilmu pengetahuan dan teknologi

    (IPTEK) untuk memperoleh, mengolah dan menganalisa data untuk mengetahui

    karakteristik objek tanpa menyentuh objek itu sendiri (Lillesand dan Kiefer, 1994).

    Dengan pengertian ini bahwa ada beberapa cara yang bisa dilakukan termasuk

    peralatan yang dipakai untuk mengamati suatu objek dengan metode penginderaan

    jauh. Saat ini metode penginderaan jauh sudah menggunakan satelit yang mengorbit

    bumi. Sistem inderaja pada prinsipnya terdiri atas tiga bagian utama yang tidak

    terpisahkan yaitu ruas antariksa, ruas bumi dan pemanfaatan data produk ruas bumi.

    Data yang diperoleh dari sensor penginderaan jauh menyajikan informasi penting

    untuk membuat keputusan yang mantap dan perumusan kebijakan bagi berbagai

    penerapan pengembangan sumberdaya dan penggunaan lahan.(Jaelani, 2006)

    Data penginderaan jauh digital mempunyai sifat khas yang dihasilkan oleh

    setiap sensor. Sifat khas data tersebut dipengaruhi leh sifat orbit satelit, sifat dan

    6

  • 8/2/2019 Proposal KP Felik

    7/12

    PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

    Fakultas Teknik Sipil dan PerencanaanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

    Proposal Kerja Praktik di PTISDA-BPPT

    Jakarta Pusat-INDONESIA

    kepekaan sensor penginderaan jauh terhadap panjang gelombang elektromagnetik,

    jalur transmisi yang digunakan, sifat sasaran (obyek) dan sifat sumber tenaga

    radiasinya. Sifat orbit satelit dan cara operasi sistem sensornya dapat mempengaruhi

    resolusi dan ukuran piksel datanya (Purwadhi, 2001)

    Monitoring sumber daya alam dan lingkungan mengharuskan penggunaan

    banyak data dalam selang waktu observasi tertentu (harian, mingguan, bulanan, tiga

    bulanan atau tahunan) yang lebih dikenal dengan analisis multitemporal. Dengan

    menggunakan data satelit inderaja maka analisis multitemporal dapat dilakukan

    dengan lebih mudah, cepat dan murah. Peran penting analisis multitemporal

    menggunakan data satelit inderaja akan semakin nampak untuk daerah perikanan

    laut lepas atau samudera, karena observasi untuk perikanan laut lepas selalu

    memerlukan usaha yang berat, waktu yang lama dan biaya operasional yang sangat

    mahal. Sedangkan untuk daerah perairan pantai (coastal area) bisa dipergunakan

    untuk mendeteksi perubahan garis pantai, laju sedimentasi dan perubahan luas

    hutan bakau.(Jaelani, 2006)

    II.3 Teknologi Hyperspektral Penginderaan Jauh

    Teknologi hyperspektral penginderaan jauh merupakan pengembangan dari

    teknologi multispektral, yang memiliki ratusan kanal yang sempit sehingga mampu

    menyajikan spektral yang kontinu pada setiap objek yang diamati. Dengan memiliki

    ratusan bahkan ribuan kanal yang sempit, data hiperspektral mampu menyajikan

    informasi jauh lebih detil daripada data kanal lebar dalam menghitung variabel-

    variabel biofisik dan kimia dari tanaman (Mutanga and Skidmore, 2004 dalam

    Wang et al, 2008). Karena kemampuannya dalam menyediakan analisis informasi

    yang lebih detil, dimensi data yang dihasilkan akan sangat besar dan ini merupakan

    tantangan baru tidak hanya pada teknik pengolahan data tapi juga pada

    penyimpanan dan pemindahan (transport) datanya (Jiminez dan Landgrebe, 1999).

    7

  • 8/2/2019 Proposal KP Felik

    8/12

    PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

    Fakultas Teknik Sipil dan PerencanaanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

    Proposal Kerja Praktik di PTISDA-BPPT

    Jakarta Pusat-INDONESIA

    Gambar 2.1 . Skala ruang beberapa wahana pengamatan (Sumber:

    modifikasi dari M. Evri 2009)

    8

  • 8/2/2019 Proposal KP Felik

    9/12

    PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

    Fakultas Teknik Sipil dan PerencanaanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

    Proposal Kerja Praktik di PTISDA-BPPT

    Jakarta Pusat-INDONESIA

    III. METODE PELAKSANAAN

    Diagram alur dari pelaksanaan Kerja Praktik :

    9

    Pengenalan Instansi PTISDA

    BPPT

    Studi Literatur

    Pengumpulan Data Digital

    Pembacaan Data

    gital

    Koreksi

    Atmosferi

    k

    geometr

    ik

    Citra Komposit

    Warna

    Pengamatan

    Citra

    Radiometri

    k

    Citra Koreksi

    Klasifikasi tak

    terbimbing

    Hasil / Interpretasi Citra

    Digital

    Klasifikasi

    Terbimbing

    Klasifikasi

    Gabungan

    UjiKetelitian

    Laporan

  • 8/2/2019 Proposal KP Felik

    10/12

    PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

    Fakultas Teknik Sipil dan PerencanaanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

    Proposal Kerja Praktik di PTISDA-BPPT

    Jakarta Pusat-INDONESIA

    IV. JADWAL KEGIATAN

    IV.1 Pelaksanaa Kegiatan

    Kerja praktik akan dilaksanakan selama 1 (satu) bulan dari Akhir

    bulan Juni sampai dengan akhir bulan Juli 2011 atau disesuaikan dengan

    perusahaan di PTISDA BPPT Gedung II Jl. M.H. Thamrin No.8 Lt 19

    JAKARTA PUSAT, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

    No. KegiatanMinggu Ke

    1 2 3 4

    1 Studi Literatur 2 Pengumpulan data digital

    3Observasi dan pelaksanaan

    tugas

    4 Penulisan Laporan

    Keterangan : = Jadwal kerja

    IV.2 PelaksanaPelaksana dalam Praktik kerja ini adalah mahasiswa Jurusan Teknik

    Geomatika FTSP-ITS yang berjumlah satu orang sebagai berikut:

    Nama : FELIK DWI YOGA PRASETYA

    NRP : 3508 100 038

    IPK / Semester : 2,77/5

    Tempat/Tgl Lahir : Jember, 26 Agustus 1989

    Jenis Kelamin : Laki-laki

    Status : Belum kawin

    Alamat Asal : Jl Raya puger No.10 Menampu-Gumukmas

    Jember

    Telp : -

    Alamat Surabaya : Jl Gebang Lor 36,Sukolilo, Surabaya

    Telp : -

    HP : 085731115981

    10

  • 8/2/2019 Proposal KP Felik

    11/12

    PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

    Fakultas Teknik Sipil dan PerencanaanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

    Proposal Kerja Praktik di PTISDA-BPPT

    Jakarta Pusat-INDONESIA

    E-mail : [email protected]

    V. PENUTUP

    Demikianlah proposal ini kami susun, sebagai acuan dalam

    melaksanakan kerja praktik. Besar harapan kami akan bantuan segenap Pimpinan

    dan staf PTISDA BPPT demi kelancaran serta suksesnya pelaksanaan kerja praktik

    yang akan kami laksanakan. Atas bantuan dan kerjasamanya kami sampaikan

    terimakasih.

    Untuk itu surat jawaban dapat dikirim pada alamat berikut :

    Program Studi Teknik Geomatika FTSP - ITS

    Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111

    Telp. 031-5929487, 5994251-55 ext 1149

    Fax. 031-5929486

    VI. DAFTAR PUSTAKA

    11

  • 8/2/2019 Proposal KP Felik

    12/12

    PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

    Fakultas Teknik Sipil dan PerencanaanInstitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

    Proposal Kerja Praktik di PTISDA-BPPT

    Jakarta Pusat-INDONESIA

    Wibowo, Agus. 2011. Pengembangan Metode Estimasi Kandungan Air Kanopi

    Daun (Canopy Water Content) Tanaman Padi dengan Data Hyperspektral. ITS.

    Jaelani, LM. Pengantar Penginderaan Jauh, dalam

    (http://www.geomatika.its.ac.id/lang/id/archives/775) di akses pada tanggal 01 Mei

    2011

    Dyah R. Panuju, Febria Heidina, Bambang H. Trisasongko, Boedi Tjahjonol, A.

    Kasno, Aufa H.A. Syafril. 2009. Variasi Nilai Indeks Vegetasi MODIS

    pada Siklus Pertumbuhan Padi. Faperta-IPB: Bogor

    Purwadhi, F dan Sri Hardiyati. 2001. Interpretasi Citra Digital. Pt Gramedia

    Widiasarana Indonesia: Jakarta

    12

    http://www.geomatika.its.ac.id/lang/id/archives/775http://www.geomatika.its.ac.id/lang/id/archives/775