Proposal KP KPC

  • View
    1.122

  • Download
    26

Embed Size (px)

Text of Proposal KP KPC

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Proposal Kerja Praktik di PT. Kaltim Prima Coal (KPC)

PROPOSAL KERJA PRAKTIK STUDI APLIKASI SURVEI DAN PEMETAAN UNTUK PERHITUNGAN VOLUME BATUBARA DI AREAL TAMBANG PT. KALTIM PRIMA COAL (KPC)Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara utama yang memproduksi batubara di dunia. Menurut Kementerian ESDM, pada tahun 2010 diperkirakan produksi batubara di Indonesia mencapai 262,48 juta ton. Melimpahnya produksi batubara di Indonesia tentu menjadikan batubara sebagai sumber energi utama di Indonesia, terutama untuk pembangkit tenaga listrik. Selain itu, penggunaan batubara tersebut bertujuan untuk menghemat sumber energi lainnya. Maka tidak heran jika permintaan akan batubara di Indonesia cukup tinggi sehingga berimbas pada banyaknya perusahaan yang melakukan penambangan batubara terutama di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Banyak perusahaan pertambangan secara besar-besaran mengeksploitasi sumber daya tersebut, padahal cadangan batu bara ini tentu akan semakin berkurang. Oleh karena itu, suatu kebijakan dalam mengeksploitasi sumber daya tersebut secara efisien, efektif, profesional, serta bijak. Salah satu perusahaan besar swasta yang mengeksploitasi batubara tersebut adalah PT. Kaltim Prima Coal (KPC). Dalam pelaksanaannya, tentu saja diperlukan tahapan survei dan pemetaan dalam memetakan areal pertambangan tersebut serta menghitung jumlah volume batubara yang mampu diproduksi. Kata Kunci: batubara, PT. Kaltim Prima Coal (KPC), dan surveying

1

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Proposal Kerja Praktik di PT. Kaltim Prima Coal (KPC)

1. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Kerja Praktik merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh Mahasiswa S-1 Jurusan Teknik Geomatika ITS Surabaya. Dengan adanya Kerja Praktik seorang mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan dalam mengimplementasikan serta mengaplikasikan ilmu-ilmu Geomatika dalam suatu praktik kerja nyata dalam menunjang proses studi individu tersebut sebagai persiapan untuk terjun dalam dunia kerja yang nyata setelah lulus nantinya. Kesempatan pelaksanaan kegiatan Kerja Praktik dalam kaitannya tentang studi aplikasi dan survey pemetaan, serta perhitungan volume batubara di PT. Kaltim Prima Coal (KPC) ini dapat dimanfaatkan untuk pengaplikasian beberapa metode terrestris untuk penentuan posisi horizontal serta vertikal (x,y,z/h), staking out, pengeplotan, pengukuran, perhitungan luasan, serta pembuatan peta digital areal pertambangan, dan juga perhitungan volume timbunan batubara serta pemodelannya secara 3D. Hasil akhir dari kegiatan tersebut diharapkan akan berguna untuk perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan pertambangan untuk produksi kedepannya yang lebih optimal, profesional, dan ramah lingkungan. 1.2. TUJUAN Adapun tujuan dari dilaksanakannya Kerja Praktek di PT. Kaltim Prima Coal (KPC) : 1. Sebagai sarana untuk mengaplikasikan berbagai teori dan metode tentang ilmu surveying (pemetaan) yang telah diperoleh di bangku kuliah pada dunia kerja, terutama pada pekerjaan yang ada di PT. Kaltim Prima Coal (KPC) yang berhubungan dengan ilmu geomatika. 2. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sistem kerja di dunia kerja sekaligus mampu mengadakan pendekatan masalah secara utuh. 3. Sebagai pengalaman berharga bagi Mahasiswa yang dapat dijadikan bekal saat memasuki dunia kerja.

2

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Proposal Kerja Praktik di PT. Kaltim Prima Coal (KPC)

4. Melakukan pemetaan daerah tambang, staking out, serta mengolah data-data yang diperoleh sehingga menjadi bermanfaat bagi PT. Kaltim Prima Coal (KPC). 1.3. MANFAAT Kaltim Prima Coal (KPC) berperan dalam memajukan pendidikan lokal dan pendidikan nasional yang direalisasikan melalui hubungan langsung dengan masyarakat. Selain itu, terdapat kerjasama yang baik antara perusahaan dengan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya mengenai aplikasi ilmu yang berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan yang terdapat di PT. Kaltim Prima Coal (KPC). Kerja praktik ini juga menambah ilmu pengetahuan mahasiswa khususnya mengenai ilmu pengukuran volume galian/timbuanan, luas area, pemetaan detil situasi / topografi, staking out, pemetaan digital, serta pemodelan DEM (Digital Elevation Model) dari volume timbunan batubara. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pemetaan Terestris 2.1.1. Kerangka Kontrol Horizontal (KKH) Kerangka kontrol horisontal adalah sekumpulan titik yang telah diketahui atau ditentukan posisi horisontalnya, berupa koordinat pada bidang datar (X,Y), dalam sistem proyeksi tertentu, dan satu sistem koordinat tertentu. Sistem koordinat yang dimaksud disini adalah sistem koordinat kartesian bidang datar. Penentuan KKH dapat dikelompokkan dalam metode penentuan : 1. Penentuan titik tunggal : - Metode polar - Metode perpotongan kemuka - Metode perpotongan kebelakang 2. Penentuan banyak titik : - Metode poligon : terbuka dan tertutup - Metode triangulasi3

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Proposal Kerja Praktik di PT. Kaltim Prima Coal (KPC)

- Metode trilaterasi Jenis Poligon : Poligon Terbuka Pada poligon terbuka ini diperlukan titik ikat yang tentu dan jurusan yang tentu pula pada kedua ujungnya. Sebelum dimulai dengan menghitung koordinat-koordinat titik poligon, maka lebih dahulu harus diteliti pengukuran poligon. Karena untuk dapat menentukan koordinat-koordinat diperlukan sudut dan jarak, maka yang diukur pada poligon adalah sudut-sudut dan jarak itu. Untuk dapat melakukan penelitian maka harus diketahui dan ditentukan lebih dulu syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi oleh suatu poligon. Diukur pada poligon semua sudut antara sisi-sisi poligon dan panjang semua sisi.

Gambar 2.1 Poligon Terbuka Terikat Sempurna

Poligon Tertutup Untuk poligon tertutup, koordinat awal sama dengan koordinat

akhir dan azimuth awal sama dengan azimuth akhir.

YB

B A

d5

Y YA 4

d11

4

Y Y Y2 3 1

d2

d d24

4

XX

X X

3

X

3

X

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Proposal Kerja Praktik di PT. Kaltim Prima Coal (KPC)

Gambar 2.2 Poligon Tertutup

2.1.2. Kerangka Kontrol Vertikal (KKV) Kerangka kontrol vertikal merupakan kumpulan titik-titik yang telah diketahui atau ditentukan posisi vertikalnya terhadap sebuah datum ketinggian. Datum ketinggian ini dapat berupa ketinggian muka air laut rata-rata (mean sea level - MSL) atau ditentukan lokal. Tinggi adalah perbedaan vertikal atau jarak tegak dari suatu bidang referensi yang telah ditentukan terhadap suatu titik sepanjang garis vertikalnya. Untuk mendapatkan tingi suatu titik perlu dilakukan pengukuran beda tinggi antara suatu titik terhadap titik yang telah diketahui tingginya dengan mempergunakan alat sipat datar. Pengukuran kerangka kontrol vertikal bertujuan untuk menentukan tinggi titik-titik yang dicari (koordinat vertikal) terhadap bidang referensi. Pengukuran kerangka kontrol vertikal bertujuan untuk menentukan tinggi titik-titik yang dicari (koordinat vertikal) terhadap bidang referensi. Syarat pengukuran: 1. Alat berada di tengah-tengah rambu (tidak harus segaris dengan kedua rambu). 2. Data yang dicatat adalah bacaan benang tengah (BT), benang bawah (BB) dan benang atas (BA). 3. Baca rambu belakang (b) baru kemudian dibaca rambu muka (m). 4. Seksi dibagi dalam slag berjumlah genap.5

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Proposal Kerja Praktik di PT. Kaltim Prima Coal (KPC)

5. Pengukuran dapat dilakukan dengan cara pergi pulang atau dengan double stand (pada kemah kerja ini, kerangka utama menggunakan kedua metode, sednagkan kerangka yang lain menggunakan salah satu metode saja). 6. Jumlah jarak muka = jumlah jarak belakang. 7. Jarak alat ke rambu maksimum = 75 meter. 8. Pemindahan rambu ke slag berikutnya dengan cara leap frog, yaitu rambu muka dipindahkan terlebih dulu (menjadi rambu belakang di slag dua), kemudian dilakukan pengukuran di slag kedua, baru rambu belakang dipindahkan. (Chatarina,2004). 2.1.3. Pemetaan Detil Situasi Topografi Pemetaan Situasi Detil Tachymetri adalah pemetaan untuk titik-titik detil. Detil adalah segala obyek yang ada di lapangan, baik yang bersifat alamiah seperti : sungai, lembah, bukit alur, rawa, dll, maupun hasil budaya manusia seperti : jalan, jembatan, gedung, lapangan, stasiun, selokan, dll yang akan dijadikan isi dari peta yang akan dibuat. Pemilihan detil dan teknik pengukurannya dalam pemetaan sangat tergantung dari tujuan peta itu dibuat. Misal untuk peta teknik, maka yang diperlukan adalah unsurunsur topografinya serta detil alamiah maupun hasil budaya manusia yang konkrit di lapangan (Purwohardjo, 1986). Pemetaan Topografi adalah pemetaan permukaan bumi fisik dan kenampakan hasil budaya manusia. Unsur relief disajikan dalam bentuk garis kontur. Skala peta berkisar antara 1:500 sampai 1:250.000 dengan interval garis kontur antara 0,25 samapai 125 meter. (Purwohardjo, 1986) Metode ini merupakan cara yang paling banyak digunakan dalam praktik pengukuran detail situasi, terutama untuk pemetaan daerah yang luas dan untuk detil detil yang bentuknya tidak beraturan. Dengan cara inipun, bentuk permukaan tanah dapat dengan mudah dipetakan. Data yang harus diamati dari tempat berdiri alat ke titik bidik menggunakan peralatan ini meliputi: azimuth magnet, benang atas, tengah dan bawah pada rambu yang berdiri di atas titik bidik, sudut miring, dan tinggi alat ukur di atas6

P