Proposal KP Pertamina3

  • View
    131

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Proposal kerja praktik ke PT.Pertamina (Persero)

Text of Proposal KP Pertamina3

PROPOSAL KERJA PRAKTIK

PROPOSAL KERJA PRAKTIK

1. PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Kerja Praktik merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh Mahasiswa S-1 Jurusan Teknik Geomatika ITS Surabaya. Dengan adanya Kerja Praktik seorang mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan dalam mengimplementasikan serta mengaplikasikan ilmu-ilmu Geomatika dalam suatu praktik kerja nyata dalam menunjang proses studi individu tersebut sebagai persiapan untuk terjun dalam dunia kerja yang nyata setelah lulus nantinya.

1.2. TUJUAN

Adapun tujuan dari dilaksanakannya Kerja Praktek di PT. PERTAMINA (PERSERO) adalah :

1. Sebagai sarana untuk mengaplikasikan berbagai teori dan metode tentang ilmu surveying (pemetaan) yang telah diperoleh di bangku kuliah pada dunia kerja, terutama pada pekerjaan yang ada di PT. PERTAMINA (PERSERO) yang berhubungan dengan ilmu geomatika.2. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sistem kerja di dunia kerja sekaligus mampu mengadakan pendekatan masalah secara utuh.3. Sebagai pengalaman berharga bagi Mahasiswa yang dapat dijadikan bekal saat memasuki dunia kerja.4. Melakukan pemetaan daerah tambang dan mengolah data-data yang diperoleh sehingga menjadi bermanfaat bagi PT. PERTAMINA (PERSERO).1.3. MANFAAT

PT. PERTAMINA (PERSERO) berperan dalam memajukan pendidikan lokal dan pendidikan nasional yang direalisasikan melalui hubungan langsung dengan masyarakat. Selain itu, terdapat kerjasama yang baik antara perusahaan dengan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya mengenai aplikasi ilmu yang berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan yang terdapat di PT. PERTAMINA (PERSERO). Kerja praktik ini juga menambah ilmu pengetahuan mahasiswa khususnya mengenai ilmu pengukuran volume galian/timbuanan, luas area, pemetaan detil situasi / topografi, staking out, pemetaan digital, serta pemodelan DEM (Digital Elevation Model).2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pemetaan Terestris

2.1.1. Kerangka Kontrol Horizontal (KKH)

Kerangka kontrol horisontal adalah sekumpulan titik yang telah diketahui atau ditentukan posisi horisontalnya, berupa koordinat pada bidang datar (X,Y), dalam sistem proyeksi tertentu, dan satu sistem koordinat tertentu. Sistem koordinat yang dimaksud disini adalah sistem koordinat kartesian bidang datar. Penentuan KKH dapat dikelompokkan dalam metode penentuan :

1. Penentuan titik tunggal :

- Metode polar

- Metode perpotongan kemuka

- Metode perpotongan kebelakang

2. Penentuan banyak titik :

- Metode poligon : terbuka dan tertutup

- Metode triangulasi

- Metode trilaterasi Jenis Poligon :

Poligon Terbuka

Pada poligon terbuka ini diperlukan titik ikat yang tentu dan jurusan yang tentu pula pada kedua ujungnya. Sebelum dimulai dengan menghitung koordinat-koordinat titik poligon, maka lebih dahulu harus diteliti pengukuran poligon. Karena untuk dapat menentukan koordinat-koordinat diperlukan sudut dan jarak, maka yang diukur pada poligon adalah sudut-sudut dan jarak itu. Untuk dapat melakukan penelitian maka harus diketahui dan ditentukan lebih dulu syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi oleh suatu poligon. Diukur pada poligon semua sudut antara sisi-sisi poligon dan panjang semua sisi.

Gambar 2.1 Poligon Terbuka Terikat Sempurna Poligon Tertutup

Untuk poligon tertutup, koordinat awal sama dengan koordinat akhir dan azimuth awal sama dengan azimuth akhir.

2.1.2. Kerangka Kontrol Vertikal (KKV)Kerangka kontrol vertikal merupakan kumpulan titik-titik yang telah diketahui atau ditentukan posisi vertikalnya terhadap sebuah datum ketinggian. Datum ketinggian ini dapat berupa ketinggian muka air laut rata-rata (mean sea level - MSL) atau ditentukan lokal. Tinggi adalah perbedaan vertikal atau jarak tegak dari suatu bidang referensi yang telah ditentukan terhadap suatu titik sepanjang garis vertikalnya. Untuk mendapatkan tingi suatu titik perlu dilakukan pengukuran beda tinggi antara suatu titik terhadap titik yang telah diketahui tingginya dengan mempergunakan alat sipat datar. Pengukuran kerangka kontrol vertikal bertujuan untuk menentukan tinggi titik-titik yang dicari (koordinat vertikal) terhadap bidang referensi.

Pengukuran kerangka kontrol vertikal bertujuan untuk menentukan tinggi titik-titik yang dicari (koordinat vertikal) terhadap bidang referensi.

Syarat pengukuran:1. Alat berada di tengah-tengah rambu (tidak harus segaris dengan kedua rambu).2. Data yang dicatat adalah bacaan benang tengah (BT), benang bawah (BB) dan benang atas (BA).3. Baca rambu belakang (b) baru kemudian dibaca rambu muka (m).4. Seksi dibagi dalam slag berjumlah genap.5. Pengukuran dapat dilakukan dengan cara pergi pulang atau dengan double stand (pada kemah kerja ini, kerangka utama menggunakan kedua metode, sednagkan kerangka yang lain menggunakan salah satu metode saja).6. Jumlah jarak muka = jumlah jarak belakang.7. Jarak alat ke rambu maksimum = 75 meter.8. Pemindahan rambu ke slag berikutnya dengan cara leap frog, yaitu rambu muka dipindahkan terlebih dulu (menjadi rambu belakang di slag dua), kemudian dilakukan pengukuran di slag kedua, baru rambu belakang dipindahkan. (Chatarina,2004).2.1.3. Pemetaan Detil Situasi Topografi

Pemetaan Situasi Detil Tachymetri adalah pemetaan untuk titik-titik detil. Detil adalah segala obyek yang ada di lapangan, baik yang bersifat alamiah seperti : sungai, lembah, bukit alur, rawa, dll, maupun hasil budaya manusia seperti : jalan, jembatan, gedung, lapangan, stasiun, selokan, dll yang akan dijadikan isi dari peta yang akan dibuat. Pemilihan detil dan teknik pengukurannya dalam pemetaan sangat tergantung dari tujuan peta itu dibuat. Misal untuk peta teknik, maka yang diperlukan adalah unsur-unsur topografinya serta detil alamiah maupun hasil budaya manusia yang konkrit di lapangan (Purwohardjo, 1986).

Pemetaan Topografi adalah pemetaan permukaan bumi fisik dan kenampakan hasil budaya manusia. Unsur relief disajikan dalam bentuk garis kontur. Skala peta berkisar antara 1:500 sampai 1:250.000 dengan interval garis kontur antara 0,25 samapai 125 meter. (Purwohardjo, 1986)

Metode ini merupakan cara yang paling banyak digunakan dalam praktik pengukuran detail situasi, terutama untuk pemetaan daerah yang luas dan untuk detil detil yang bentuknya tidak beraturan. Dengan cara inipun, bentuk permukaan tanah dapat dengan mudah dipetakan. Data yang harus diamati dari tempat berdiri alat ke titik bidik menggunakan peralatan ini meliputi: azimuth magnet, benang atas, tengah dan bawah pada rambu yang berdiri di atas titik bidik, sudut miring, dan tinggi alat ukur di atas titik tempat berdiri alat sehingga didapatkan unsur jarak mendatar dan beda tinggi.

Rumus dasar Tachimetri :

V = (BA-BB)*50 sin 2aH = (BA-BB)100*cos ah = ta BT+ tp+ (BA-BB)*100 sin a cos a

= ta BT+ tp+ (BA-BB)*50 sin 2a

Gambar 1. Metode Tachimetri

Dimana :h= beda tinggi (m)ta= tinggi alat yang berdiri pada titik yang diketahui (m)

V= jarak vertikal yang diketahui (m)

tp=tinggi patok pada titik alat berdiri (m)(= sudut zenith (derajat

BB= bacaan benang bawah (m)BA= bacaan benang atas (m)

BT= bacaan benang tengah (m)2.1.4. Staking Out

Pekerjaan staking out adalah pekerjaan memindahkan/ mentransfer titik-titik yang ada di peta perencanaan ke lapangan (permukaan bumi) berdasarkan data yang ada pada desain kontruksi dan perencanaan dengan menggunakan alat Total Station.2.1.5. Perhitungan Volume dengan metode Cut and FillCut and fill merupakan suatu metode untuk menentukan volume galian atau timbunan tanah pada suatu tempat. Juga dapat digunakan untuk menghitung material (bahan) yang sifatnya padat. Prinsip hitungan volume adalah satu luasan x satu wakil tinggi. Apabila ada beberapa luasan atau beberapa tinggi maka dibuat wakilnya, misalnya dengan merata-ratakan luasan ataupun merata-ratakan tingginya. Metode yang dapat digunakan, yaitu:

Cara Borrow Pit

Cara Kontur

Cara Penampang Melintang

Volume mempunyai dimensi kubik, misalnya meter kubik (m3). yang dimaksud volume disini adalah volume timbunan. Sering terjadi bahwa bentuk timbunan yang akan dihitung volumenya berubah-ubah, artinya dapat mengalami penambahan ataupun pengurangan. Permukaan timbuanan yang tidak beraturan akan dihitung volumenya dengan beberapa metode. Dalam perhitungan volume diperlukan suatu bidang referensi berupa bidang datar atau bidang proyeksi.

Volume tanah yang dimaksud disini adalah apabila ingin menggali atau menimbun tanah pada suatu tempat (cut and fill) atau untuk menghitung material (bahan) galian yang sifatnya padat. Kasus lain, apabila suatu daerah merupakan gundukan (tanah tinggi), sedangkan daerah tersebut akan dibangun dengan ketinggian tertentu yang mengharuskan memangkas (memotong) ketinggian daerah tersebut. Volume galian ini yang akan dihitung besarnya. Perhitungan Volume (Cut and Fill) ini dapat dilakukan dengan metode pengukuran detil tachimetri.2.2. Pengukuran dengan GPS

GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi serta informasi mengenai waktu, secara kontinyu di seluruh dunia tanpa bergantung waktu dan cuaca, bagi banyak orang secara simultan. Saat ini GPS sudah banyak digunakan orang di seluruh dunia dalam berbagai bidang aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi, kecepatan, percepatan ataupun waktu yang teliti. GPS dapat memberikan informasi posisi dengan ketelitian bervariasi dari beberapa millimeter (orde nol) sampai dengan puluhan meter.2.2.1. Penentuan posisi ekstra terestris

Penentuan posisi titik di permukaan bumi metode ekstra-terestris dilakukan dengan melakukan pengukuran atau pengamatan ke obyek di angkasa, misalnya bulan, bintang, dan satelit. Ada beberapa metode penentuan posisi secara ekstra-terestris yang diketahui, yaitu SLR (Satellite Laser Ranging), LLR (Lunar Laser Ranging), VLBI (Very Long Baseline Interferometry), dan GPS (Global Positioning System).

2.2.2. Prinsip penentuan posisi dengan GPS

Prinsip penentuan posisi dengan GPS yaitu menggunakan metode reseksi jarak, dimana pengukuran jarak dilakukan secara simultan ke beberapa satelit yang telah diketahui koordinatnya. Pada pengukuran GPS, setiap epoknya memiliki empat parameter yang harus ditentukan : yaitu 3 parameter koordinat X,Y,Z atau L,B,h dan satu parameter kesalahan waktu akibat ketidaksinkronan jam osilator di satelit dengan jam di receiver GPS. Oleh karena diperlukan minimal pengukuran jarak ke empat satelit.

2.3. Pemetaan Digital dan Pemodelan DEM

Digital Mapping atau Pemetaan Digital adalah suatu cara baru dalam pembuatan peta, baik untuk keperluan pencetakan ataupun dalam format peta digital. Inti dari model pemetaan digital adalah proses pengolahan obyek-obyek peta yang menggunakan format digital sehingga membutuhkan media perangkat keras komputer dan perangkat lunaknya.

Perangkat keras yang paling sering digunakan karena kelebihan dalam hal pengoperasian dan ketersediaan, perangkat lunak adalah Personal Computer (PC) yang menggunakan perangkat lunak Desktop Mapping, seperti, Land Desktop, ArcInfo, ArcView atau MapInfo Professional.

Bermacam presentasi digital terhadap gambaran relief di muka bumi dikenal sebagai Digital Elevation Model (DEM). Meskipun pada dasarnya DEM dibangun berdasarkan pemodelan relief, namun juga dapat digunakan untuk model dari bermacam variasi atribut Z dalam bidang 2D.

DEM merupakan tipe data Geografi, database digital 2D terhadap nilai Z bidang dari datum standart. Data DEM untuk perencanaan macro-level dihasilkan dari peta kertas topografi, dimana data peta topografi yang valid tidak dapat diperoleh maka dapat dihasilakan dari citra satelit, seperti Radarsat, SPOT, LRS, atau ERS. Untuk ketergantungan kebutuhan terhadap perencanaan macro-level, RMSI menggunakan aerial fotograph stereo atau citra satelit dengan resolusi tinggi untuk menghasilkan DEM dengan akurasi yang tinggi.3. METODE PELAKSANAAN

Gambar 1 : Alur Pekerjaan Penjelasan Gambar 1 :

1. Pengenalan Instansi

Hal yang dilakukan saat pengenalan instansi adalah perkenalan pada pegawai dan staff perusahaan beserta tugasnya masing-masing sehingga peserta dapat memahami pembagian tugas dan wewenang di perusahaan tersebut. Ini juga dapat memudahkan peserta untuk beradaptasi dengan lingkungan tempat pelaksanaan Kerja Praktik.

2. Studi Literatur

Peserta mempelajari literatur yang mendukung pekerjaan yang akan dilakukan. Studi literatur tentu saja dengan arahan dari pembimbing peserta selama melaksanakan Kerja Praktik.3. Orientasi Medan

Sebelum melakukan pengukuran, hal yang pertama kali harus dilakukan adalah orientasi medan. Orientasi medan merupakan suatu kegiatan meninjau lokasi yang akan diukur agar dapat diketahui karakteristik dan bentuk dari lokasi tersebut, sehingga dapat membantu memudahkan pekerjaan surveying. Setelah melakukan orientasi medan, kemudian menentukan titik-titik referensi sebagai titik kontrol dalam menentukan lokasi titik-titik eksplorasi. Adanya titik referensi ini sangatlah penting agar titik-titik yang akan direncanakan nanti dapat sesuai dengan apa yang diharapkan.4. Pengukuran Terestris dan pengukuran GPS.

Data yang diambil adalah data beda tinggi, jarak, sudut yag diambil menggunakan alat waterpass dan theodolit/total station. Data-data tersebut selanjutnya akan diproses sehingga menghasilkan informasi posisi (koordinat x,y,z) yang akan digunakan untuk penggambaran peta, menghitung volume galian / timbunan, luas, dll. Untuk titik kerangka kontrol utama bila tidak ada, maka untuk mendefinisikannya harus digunakan GPS Geodetik agar ketelitian koordinat yang dihasilkan berpresisi tinggi. Data dari GPS juga diperlukan jika pengukuran terestris sulit atau bahkan tidak mungkin untuk dilakukan misalnya untuk menghitung volume timbunan batubara, hal ini sangat memungkinkan karena dalam pengukuran GPS menggunakan metode pengamatan satelit.

5. Pengolahan Data

Setelah data pengukuran didapat, selanjutnya data tersebut diolah. Pengolahan data dapat menggunakan bantuan dari software perhitungan misalnya: Ms. Excel, Matlab, dan sebagainya untuk menentukan posisi x,y,z. Sedangkan untuk pengolahan data GPS dan Total Station, menggunakan software khusus misalnya: Topcon Tools, atau yang lainnya menyesuaikan dengan merk dan tipe alat yang digunakan.6. Pemetaan Digital dan Pemodelan DEM

Setelah data diolah, kemudian diproses sehingga menjadi peta digital dan pemodelan DEM. Pembuatan peta digital dan pemodelan DEM dapat menggunakan bantuan software Autodesk Land Desktop atau software sejenis.

7. Pembuatan Laporan

Laporan yang dibuat mencakup laporan kegiatan selama Kerja Praktik beserta teori yang mendukung serta pengolahan data. Format laporan mengacu pada buku Aturan Penyusunan Kerja Praktik & Tugas Akhir. (T.Geomatika ITS, 2005)4. JADWAL KEGIATAN

Kerja praktik dilaksanakan di PT. PERTAMINA (PERSERO) dilaksanakan pada bulan Juni Juli 2013 atau jadwal dapat menyesuaikan dari perusahaan, dalam waktu satu bulan dengan perincian kegiatan yang akan dilakukan meliputi kegiatan sebagai berikut:

Pengenalan instansi dan lapangan

Konsultasi dengan pembimbing (asistensi)

Pengolahan data

Pekerjaan di lapangan

Penulisan laporan

Jadwal rencana kegiatan kerja praktik ini dapat dilihat dalam tabel berikut:Tabel 1: Rencana Kegiatan

No.KegiatanMinggu Ke

1234

1Pengenalan Instansi

2Studi Literatur

3Pekerjaan di Lapangan

4Pengolahan danPenulisan Laporan

5. PESERTA

Peserta dalam kerja praktik ini adalah mahasiswa Jurusan Teknik Geomatika FTSP-ITS yang berjumlah dua orang sebagai berikut :

1. Nama

: Dzauqi Arani

NRP

: 3510 100 016

IPK / Semester :2,54 / 5

Tempat/Tgl Lahir: Majalengka, 14 September 1991

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Status

:Belum menikahAlamat Asal: Villa Kemang Bogor Blok F-13,

Salabenda , Bogor

Alamat Surabaya: Jl. Keputih Tegal Timur no.24

Telp

: -HP

:08561912274

E-mail

: [email protected] Nama

:Asadul UsudNRP

: 3510 100 023

IPK / Semester :3,27 / 5Tempat/Tgl Lahir: Pamekasan, 6 April 1992

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Status

:Belum menikahAlamat Asal

: Jl. Veteran Muda no.7 Pamekasan

Telp

: -Alamat Surabaya: Keputih Gang Makam no.21

Surabaya

HP

:083850292318

E-mail

: [email protected] proposal kerja praktik ini kami susun dengan harapan dapat memberikan gambaran singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan diadakannya kerja praktik ini. Atas bantuan dan kerjasamanya kami sampaikan terimakasih.

Untuk itu surat jawaban dapat dikirim pada alamat berikut :

Program Studi Teknik Geomatika FTSP - ITS

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111

Telp. 031-5929487, 5994251-55 ext 1149

Fax. 031-5929486

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, H.Z. 2007. Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya. Jakarta : PT. Pradnya Paramita

Hendriatinigsih, S. 1979. Geomteris Jalan Raya dan Stake Out. Departemen Geodesi FTSP ITB: Bandung.

Purworahardjo, Umaryono U. 1989. Pengukuran Topografi. Jurusan Teknik Geodesi FTSP-ITB : Bandung..Supadiningsih, Chatarina Nurjati. 2004. Buku Ajar Ilmu Ukur Tanah 1. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

DZAUQI ARANI3510100016

ASADUL USUD3510100023

TEKNIK GEOMATIKA

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA

2013

PROPOSAL KERJA PRAKTIK

YB

B

YA

Y4

Y1

Y2

Y3

A

4

3

2

1

d1

d2

d3

d4

d5

XB

XA

X1

X2

X3

X4

Gambar 2.2 Poligon Tertutup

Pengenalan Instansi

Studi Literatur

Orientasi Medan

Pengukuran Terestris dan GPS

(pengambilan data)

Pengolahan data

Pemetaan Digital dan Pemodelan DEM

Pembuatan laporan

115