of 38/38
BAB I PENDAHULUAN JUDUL :PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PERKULIAHAN PADA UNIVERSITAS NEGERI PADANG 1.1 Latar Belakang Masalah Universitas Negeri Padang (UNP) merupakan salah satu perguruan tinggi di indonesia dimana tempat tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa yang hendak mempelajari dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa yang berkuliah disana. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka perlu adanya sarana dan prasarana yang mendukung adanya proses belajar mengajar. Salah satu sarana yang dibutuhkan dalam proses belajar dan mengajar adalah bangunan sebagai tempat berlangsungnya perkuliahan. Berkaitan dengan gedung perkuliahan, dikarenakan meningkatnya mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi ini dan kurangnya ruang kelas untuk memenuhi proses perkuliahan. Sehingga Universitas Negeri Padang memutuskan untuk melakukan pembangunan sebuah gedung, guna memenuhi kebutuhan dari sarana dan prasarana perkuliahan. 1

Proposal TA (Repaired)

  • View
    231

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Contoh Proposal TA Yang Mw ambil struktur

Text of Proposal TA (Repaired)

BAB IPENDAHULUAN

JUDUL :PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PERKULIAHAN PADA UNIVERSITAS NEGERI PADANG

1.1 Latar Belakang MasalahUniversitas Negeri Padang (UNP) merupakan salah satu perguruan tinggi di indonesia dimana tempat tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa yang hendak mempelajari dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa yang berkuliah disana. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka perlu adanya sarana dan prasarana yang mendukung adanya proses belajar mengajar. Salah satu sarana yang dibutuhkan dalam proses belajar dan mengajar adalah bangunan sebagai tempat berlangsungnya perkuliahan.Berkaitan dengan gedung perkuliahan, dikarenakan meningkatnya mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi ini dan kurangnya ruang kelas untuk memenuhi proses perkuliahan. Sehingga Universitas Negeri Padang memutuskan untuk melakukan pembangunan sebuah gedung, guna memenuhi kebutuhan dari sarana dan prasarana perkuliahan.Hal yang perlu dilakukan pertama kali dalam pembanguan gedung ialah perencanaan. Dalam perencanaan gedung perlu adanya perencanaan posisi, arsitektur, struktur, dan mekanikal serta elektrikalnya. Sehingga bangunan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Berdasar perencanaan yang diperlukan, maka penulis berniat merencanakan struktur bangunan gedung perkuliahan yang diperlukan oleh Universita Negeri Padang berdasarkan gambar desain arsitektur dan data yang diperoleh. Perencanaan struktur bangunan gedung ini mengacu kepada SNI 03 1729 2002 dengan perhitungan gaya dalam menggunakan bantuan sofware SAP2000. Berkaitan pada gedung yang akan direncanakan, maka penulis mengambil suatu judul Perencanaan Struktur Gedung Perkuliahan Pada Universitas Negeri Padang yang ditujukan untuk perencanaan gedung perkuliahan pada jurusan tersebut.

1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang masalah yang diperoleh, maka dapat diambil beberapa rumusan masalah diantaranya :1. Bagaimana merencanakan dan mendesain komponen struktur Gedung Perkuliahan pada Universita Negeri Padang dengan mengacu pada Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung SNI-03-2847-2002 ?2. Bagaimana merencanakan struktur atap dari bangunan tersebut yang mengacu pada Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung SNI 03 1729 20023. Bagaimana merencanakan pondasi yang sesuai dengan kondisi tanah yang ada di lokasi perencanaan ?

1.3 Batasan MasalahPada penulisan tugas akhir ini, penulis membatasi masalah yang akan dibahas agar tidak terjadi penyimpangan dalam topik tugas akhir yang dibahas. Batasan masalahnya yaitu :1. Perhitungan konstruksi atap hanya dibatasi pada pembahasan atap dengan struktur baja saja2. Perhitungan struktur atas yang akan dibahas ialah menghitung dimensi struktur serta penulangan pada plat, balok, dan kolom saja.3. Sedangkan unttuk struktur bawah hanya memperhitngkan balok sloof, pile cap dan tiang pancang saja.

1.4 Tujuan dan Manfaat1.4.1 TujuanTujuan dari perencanaan struktur ini adalah untuk merencanakan struktur beton menggunakan Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Rumah dan Gedung SNI 03 2847 2002 dengan perencanaan atap berdasarkan Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Rumah dan Gedung SNI 03 1729 2002 dan perencanaan pondasi sesuai dengan kondisi tanah di lokasi perencanaan.

1.4.2 ManfaatManfaat perencanaan ini bagi penulis adalah menjadi bahan pembelajaran dalam merencanakan gedung bertingkat serta dapat dijadikan suatu pengalaman yang nantinya menjadi acuan dalam merencanakan gedung bertingkat. Selain itu, penulisan Tugas Akhir ini bermanfaat sebagai syarat dalam menyelesaikan jenjang D4 di Politeknik TEDC Bandung.

1.5 Sistematika PenulisanBAB I PENDAHULUANPada bab pendahuluan yang dibahas adalah latar belakang penulisan, perumusan masalah dan batasan masalah, tujuan dan manfaat dan sistematika penulisan.BAB II LANDASAN TEORIPada bab ini membahas tentang landasan teori yang menjadi acuan sebagai dasar perencanaan.BAB III METODELOGI PERENCANAANPada bab ini membahas tentang metode yang dipergunakan sebagai acuan dalam perhitungan struktur.

BAB IV ANALISA STRUKTURPada bab ini berisi akan berisikan tentang perhitungan struktur atap pelat lantai, balok, kolom dan juga perhitungan pondasi.BAB IV PENUTUPPada bab ini akan membahas kesimpulan dari materi yang dibahas, juga memberikan beberapa saran terhadap obyek yang dibahas.

BAB IILANDASAN TEORI2.1. PembebananPembebanan merupakan langkah awal pada perencanaan struktur beton bertulang. Hal ini dilakukan karena pembebanan akan mempengaruhi dimensi dari struktur tersebut. Sebelum menentukan nilai beban yang bekerja perlu diperhatikan arah gaya yang bekerja pada struktur tersebut. Penentuan arah dilakukan karena beban pada struktur bangunan berupakan gaya vektor yang bekerja sesuia dengan arahnya. seperti gambar di bawah ini yang mengacu pada Peraturan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987 :

Gambar 2.1 Arah beban pada struktur gedungSumber : Hasil Analisa, 2014

Keterangan:DL: beban matikN/m2LL: beban hidupkN/m2W-: beban angin tekankN/m2W+: beban angin hisapkN/m2E: beban gempakN

2.1.1 Beban MatiBerdasarkan Peraturan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987, beban mati ialah berat dari semua bagian dari suatu gedung yang bersifat tetap, termasuk segala unsur tambahan, penyelesaian-penyelesaian, mesin-mesin serta peralatan tetap yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung itu.a. Ketentuan penggunaan beban mati1. Beban mati atau berat sendiri dari bahan-bahan bangunan ditentukan menurut Tabel 2.1 (terlampir).2. Apabila bahan bangunan setempat diperoleh berat sendiri yang menyimpang lebih dari 10% terhadap nilai-nilai yang tercantum dalam Tabel 2.1 (terlampir), maka berat sendiri ditentukan sendiri.3. Berat sendiri bahan bangunan yang tidak tercantum pada Tabel 2.1 (terlampir) , harus ditentukan sendiri.b. Reduksi beban matiApabila beban mati memberikan pengaruh yang menguntungkan terhadap pengerahan kekuatan suatu struktur, maka beban mati yang diambil menurut Tabel 2.1 harus dikalikan dengan koefisien reduksi sebesar 0,9.

2.1.2 Beban HidupBerdasarkan Peraturan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987, beban hidup ialah semua beban yang terjadi akibat penghunian atau penggunaan suatu gedung dan kedalamnya termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari barang-barang yang dapat berpindah, mesin-mesin serta peralatan yang tidak merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung dan dapat diganti selama masa hidup dari gedung itu sehingga mengakibatkan perubahan dalam pembebanan lantai dan atap tersebut.

a. Ketentuan penggunaan beban hidup1. Beban hidup pada lantai gedung ditentukan menurut Tabel 2.2 (terlampir). 2. Beban hidup pada atap serta pada struktur tudung (canopy) yang dapat dicapai dan dibebani oleh orang harus diambil minimum sebesar 1kN/m2 (100 kg/m2).3. Beban terpusat berasal dari seorang pekerja atau seorang pemadam kebakaran dengan peralatannya dapat diambil minimun 1 kN/m1 (100 kg/m1).b. Reduksi beban hidupPeluang untuk terjadinya beban hidup penuh yang membebani semua bagian dan semua unsur struktur pemikul secara serempak selama umur gedung tersebut sangat kecil, sehingga beban hidup dapat dikalikan dengan suatu koefisien reduksi yang tercantum pada Tabel 2.3 (terlampir).

2.1.3 Beban AnginBerdasarkan Peraturan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987, beban angin ialah semua beban yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang disebabkan oleh selisih dalam tekanan udara.a. Ketentuan penggunaan beban angin1. Angin tekan harus diambil minimum 0,25 kN/m2 (25 kg/m2)2. Angin tekan di laut dan di tepi laut sampai sejauh 5km dari pantai harus diambil minimum 0,4 kN/m2 (40 kg/m2)

b. Koefisien angin

Gambar 2.2 Koefisien angin pada gedung tertutupSumber : Peraturan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987Nilai koefisien angin tekan pada bidang atap gedung tertutup yang memiliki kemiringan atap Tc , maka C = Ar/T Ar = Am x TcKeterangan :Am: spektrum percepatan maksimum Ao: percepatan puncak muka tanah T: waktu getar alami struktur bangunan gedung detikTc: waktu getar alami sudutC: faktor respon gempaAr: pembilang dalam persamaan hiperbola Faktor Respon GempaUntuk nilai Am dan Ar diberikan dalam tabel berikut ini :Tabel 2.5 Spektrum Respon Gempa RencanaWilayahGempa TanahKerasTc = 0,5 det. TanahSedangTc = 0,6 det.Tanah Lunak0,4Vcgeser lenturkN(2.30)Jika belum memenuhi maka perbesar tinggi efektif (d)Keterangan :Vugeser lentur: Total Qu tiang diluar bidang geser yang terbentuk baik untuk arah potongan x-x maupun y-y. Vc geser lentur : 0,6.0,17.fc .B.d2.3. Lokasi Lokasi perencanaan pekerjaan ini bertempat diJl. Prof. Dr. Hamka, Padang Sumatra Barat, Indonesia. Untuk lebih jelasnya mengenai lokasi perencanaan dapat dilihat pada peta dibawah ini.

BAB IIIMETODOLOGI

Tujuan dan Lingkup Study StudyStart

Identifikasi Dan Pengumpulan Data(Berupa Gambar Desain Arsitektur Data tanah

Perancangan Stuktur dan PembebanannyaDesain Awal

Mengikuti Peraturan Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung SNI 03 1729 2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Gedung SNI 03 2847 2002 dan Literatur Lainnya

Study Pustaka

Mengikuti Peraturan Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung

Mengikuti Peraturan Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung SNI 03 1729 2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Gedung SNI 03 2847 2002 dan Literatur lainnyaTidak

Analisis Struktur

AutoCadFinishGambar StrukturMendesai Struktur Bawah(Pondasi Tiang Pancang)Mendesai Struktur Atas (Atap, Plat, Balok, dan Kolom)SAP2000`

3.1. Tujuan dan Ruang Lingkup StudyPada tahap ini penulis menetapkan tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini. Sehingga dapat sesuai dengan harap dari penulis. Selain itu juga dalam pembuatan tugas akhir ini tidak lepas dari lingkup study yang dilakukan selama ini di Politeknik TEDC bandung selama 8 semester.

3.2. Identifikasi dan Pengumpulan DataPada tahap ini penulis melakukan pencarian data yang hendak digunakan. Data tersebut berupa gambar desain dari bangunan Kampus UNP yang nantinya akan digunakan sebagai data perencanaan. Sehingga dengan adanya data tersebut penulis dapat melakukan perencaan pada struktur bangunan tersebut.

3.3. Study PustakaPada tahap ini penulis melakukan pencarian-pencarian literatur yang sesuai dengan data yang didapat. Sehingga dalam melakukan pengerjaan akan lebih mudah.

3.4. Desain AwalPada tahap ini penulis menetukan desain awal dari sturktur bangunan Kampus UNP. Pada tahap ini juga penulis melakuan perencanaan dari bentuk dan ukuran struktur yang akan dirancang. Pada tahap ini juga penulis menggunakan bantuan software SAP 2000 untuk mendapatkan gaya dalam yang bekerja pada struktur.

3.5. Perancangan Struktur dan Pembebanannya Pada tahap ini penulis melakukan perhitungan dari pembebanan yang bekerja sesuai dengan Peraturan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung. Beban yang akan dimasukan yaitu beban mati, beban hidup, beban angin dan beban gempa. Dengan dilakuaknnya perhitungan pembebanan maka proses analisis dan desain struktur akan berjalan lebih mudah.

3.6. Analisis Struktur Pada tahap ini penulis melakukan analisis gaya dalam yang bekerja pada struktur tersebut. Analisis ini dilakukan apabila perhitungan pembebanan sudah dilakukan. Dalam tahap ini penulis menggunakan bantuan software SAP2000 dengan permodelan 3 dimensi untuk mendapatkan output berupa gaya dalam yang bekerja.

3.7. Desain Struktur AtasPada tahap ini penulis melakukan desain pada struktur atas. Struktur atas terdiri dari struktur atap, plat, balok dan kolom. Pendesainan dilakukan dengan perhitungan sesuai dengan Peraturan Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung SNI 03 1729 2002 dan Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Gedung SNI 03 2847 2002 serta literatur lainnya. Pada tahap ini pula di tetapkan dan dipastikan bagai mana bentuk dan perkuatan pada struktur atas.3.8. Desain Struktur BawahTahap ini sama dengan tahap sebelumnya. Hanya saja yang dihitung adalah struktur bawah dari bangunan tersebut. 3.9. Gambar StrukturTahap ini merupakan tahap akhir dari pendesainan struktur. Pada tahap ini penulis melakukan penggambaran struktur dengan bantu software AutoCad. Sehingga desain struktur dapat tergambarlkan secara jelas.

3.10. Jadwal Pelaksanaan Tugas Akhir