of 22/22
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Timbang terima (handover) merupakan suatu carasaat operan pasien antar perawat yang diperlukan suatu komunikasi yang jelas tentang kebutuhan pasien, Intervensi yang sudahdan yang belum dilaksanakan serta respon yang terjadi pada pasien Nursalam (2011). Perawat melakukan operan bersama dengan perawat lainnya dengan cara berkeliling kesetiap pasien dan menyampaikan kondisi pasiensecara akurat didekat pasien. Cara ini akan lebih efektif dari pada harus menghabiskan waktu orang lain sekedar untuk membaca dokumentasi yang telah kita buat dan juga membantu perawat dalam menerima obat secara nyata. Menurut Kim Alvarado (2006) timbang terima adalah penyampaian informasi yang diberikan saat pergantian shift. Perncanaan asuhan keperawatan pada pasien berfokus pada keamanan klien dan informasi yang berkelanjutan.Ketidakhadiran atau ketidakakuratan dapat menimbulkan efek yang merugikan pada asuhan keperawatan yang diberikan pada klien. Sesuai dengan peneletian dari The Joint CommusionOn Accreditation Of Health Care Organization (JCAHO, 2003), hampir

Proposal Timbang Terima Operan

  • View
    372

  • Download
    79

Embed Size (px)

DESCRIPTION

manajemen keoerawatan

Text of Proposal Timbang Terima Operan

BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang

Timbang terima (handover) merupakan suatu carasaat operan pasien antar perawat yang diperlukan suatu komunikasi yang jelas tentang kebutuhan pasien, Intervensi yang sudahdan yang belum dilaksanakan serta respon yang terjadi pada pasien Nursalam (2011). Perawat melakukan operan bersama dengan perawat lainnya dengan cara berkeliling kesetiap pasien dan menyampaikan kondisi pasiensecara akurat didekat pasien. Cara ini akan lebih efektif dari pada harus menghabiskan waktu orang lain sekedar untuk membaca dokumentasi yang telah kita buat dan juga membantu perawat dalam menerima obat secara nyata. Menurut Kim Alvarado (2006) timbang terima adalah penyampaian informasi yang diberikan saat pergantian shift. Perncanaan asuhan keperawatan pada pasien berfokus pada keamanan klien dan informasi yang berkelanjutan.Ketidakhadiran atau ketidakakuratan dapat menimbulkan efek yang merugikan pada asuhan keperawatan yang diberikan pada klien. Sesuai dengan peneletian dari The Joint CommusionOn Accreditation Of Health Care Organization (JCAHO, 2003), hampir 70% kesalahan pemberian asuhan keperawatan saat jam kerja disebabkan oleh kurangnya komunikasi.

Saat ini telah terjadi perubahan pada proses timbang terima yang dulu hanya menggunakan laporan verbal, laporan tertulis ataupun rekaman tape recorder menjadi pada kebutuhan dan masalah pasien serta lebih melibatkan pasien dalam pemberian asuhan keperawatan (Anderson, 2006).

Roffi (2010), handover merupakan tehnik atau cara menyampaikan dan menerimasesuatu (laporan) yang berkaitan dengan semua keadaan pasien. Operan pasien harus dilakukan seefektif mungkin dengan menjelaskan secara singkat, jelas dan lengkap tentang tindakan mandiri perawat, tindakan kolaboratif yang sudah dan yang belum dilakukan serta perkembangan pasien. Jadi dapat disimpulkan timbang terima (handover) merupakan suatu komunikasi yang dilakukan perawat saat melakukan operan pasien yang menjelaskan tentang keadaan pasien dengan cara keliling melihat secara langsung dan cara ini lebih efektif dari pada menghabiska waktu hanya untuk sekedar membaca dokumentaB. Tujuan Handover

Tujuan dilakukan handover keperawatan menurut Nursalam (2011), yaitu :

1) Mengkomunikasikan keadaan pasien dan menyampaikan informasi yang penting tentang kondisi umum pasien.2) Menyampaikan kondisi dan keadaan umum pasien.

3) Menyampaikan hal yang sudah/belum dikerjakan dalam asuhan keperawatan kepada pasien.

4) Menyampaikan hal yang penting yang harus ditindak lanjuti oleh perawat dinas berikutnya.

5) Menyusun rencana kerja untuk dinas berikutnya.

Selain itu bertujuan dilaksanakannya timbang terima adalah adanya pemberian informasi pada shift berikutnya tentang asuhan keperawatan pada shift sebelumnya dan adanya fokus masalah klien serta penyampaian hal-hal penting untuk pertukaran informasi (Andrea Mc. Cloughen, 2005).C. ManfaatTimbang Terima (Handover)

Roffi (2010), ada beberapa manfaat handover bagu perawat diantaranya adalah :

1) Meningkatkan kemampuan komunikasi antar perawat.

2) Menjalin hubungan kerjasama dan bertanggung jawab antar perawat.

3) Pelakasanaan asuhan keperawatan terhadap pasien dilaksanakan secara berkesinambungan.

4) Perawat dapat mengikuti perkembangan pasien secara paripurna.

Roffi (2010), manfaat handover bagi pasien adalah klien dapat menyampaikan masalah secara langsung bila belum ada yang terungkap dan, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam handover adalah :1) Dilaksanakan terpat pada waktu penggantian shift jaga.

2) Diikuti oleh semua perawat yang telah atau akan dinas.3) Informasi yang diberikan harus akurat, singkat dan sistematis yang dapat menggambarkan kondisi pasien saat inoi serta menjaga kerahasiaan pasien.

4) Operan harus berorientasi pada masalah pasien.

5) Handover menggunakan suara yang cukup didengar sehingga informasi yang diberikan jelas.

6) Sesuatu yang mungkin membuat klien terkejut dan syok sebaiknya dibicarakan di nurs station.BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian

Timbang terima (handover) merupakan suatu carasaat operan pasien antar perawat yang diperlukan suatu komunikasi yang jelas tentang kebutuhan pasien, Intervensi yang sudahdan yang belum dilaksanakan serta respon yang terjadi pada pasien Nursalam (2011). Perawat melakukan operan bersama dengan perawat lainnya dengan cara berkeliling kesetiap pasien dan menyampaikan kondisi pasiensecara akurat didekat pasien. Cara ini akan lebih efektif dari pada harus menghabiskan waktu orang lain sekedar untuk membaca dokumentasi yang telah kita buat dan juga membantu perawat dalam menerima obat secara nyata. Menurut Kim Alvarado (2006) timbang terima adalah penyampaian informasi yang diberikan saat pergantian shift.B. Alur Operan

Aplikasi dilapangan bahwa alur operan akan berdampak baik apabila tidak tidak terjadi hambatan dalam pelaksanaanya. Adapun hambatan dalam hal komunikasi adalah apabila penyampaian informasi pada waktu pergantian shif/handover dilakukan oleh perawatdalam waktu singkat dan terburu-buru dengan kontrol emosi dan nada bahasa yang kurang, maka diperlukan suatu tehnik komunikasi yang efektif sehingga segala kebutuhan pasien dapat terpenuhi dengan baik (Kompas, 2012).

Nursalam (2007), bahwa alur operan dalam bukunya manajemen keperawatan sebagai aplikasi dalam praktik keperawatan professional dapat dijelaskan bahwa masalah diagonosa medis dan diagnose keperawatan sudah atau belum diberikan suatu tindskakan baik tindakan medis maupun keperawatan, apabila sudah diberikan tindakan medis dan keperawatan maka akan dilihat perkembangannya dan dapat dievaluasi tindakan tersebut. Hasil dari suatu evaluasi akan bisa menjawab pertanyaan seperti apakah masalah tersebut sudsh teratasi, belum teratasi, teratasi sebagaian atau muncul masalah yang baru.

Sesuai penjelasan diatas maka dapat dibuat suatu diagram alur operan yangdapat dilihat pada gambar 1 yaitu :Gambar 1 : Diagram alur operan aplikasi dalam praktik keperawatan menurut Nursalam (2008).

C. Pelaksanaan Timbang Terima (Handover)

Pelaksanaan handover dilakukan tiga tahapan seperti dijelaskan berikut.

1) Di nurs stationa) Ka Ruangan (Ka Ru) membuka timbang terima dengan mengucapkan salam dan menyampaikan acara pagi ini.

b) Ka Ru menanyakan kesiapan PP pagi dan PP malam.

c) Ka Ru memimpin doa.

d) Ka Ru mempersilahkan PA malam untuk menyampaikan laporan timbang terima (hndover) pada PP pagi dan PA pagi.

e) PA malam melaporkan timbang terima (handover) secara singkat tentang total jumlah pasien, jumlah pasien baru/pindahan, pasien pulang, pasien bermasalah, diagnose medis, masalah keperawatan, intervensi yang sudah maupun yang belum dilaksanakan, serta hal-hal khusus lain yang perlu diketahui.f) Ka Ru menanyakan pada PP dan PA pagi apakah ada hal yang perlu dikloasifikasi atau kurang jelas kepada PP malam.

g) Apabila timbang terima (handover) dianggap jelas oleh PP dan PA apgi maka Ka Ru memimpin teman-temannya untuk melakukan timbang terima ke ruangan perawatan.

2) Di Kamar Pasien / Validasi Data

a) PA malam menyapa pasien dengan ramah dan perhatian sambil menjelaskan tujuan kedatangan mereka.b) PA malam memperkenalkan petugas/perawat yang bertugas hari ini (Ka Ru, PP dan PA)

c) PA malam menyampaikan kondisi/keadaan pasien pagi ini dan rencana perawatan selanjutnya.

d) PA malam menghampiri dan mendekati pasien sambil menanyakan keadaan saat ini, bilaperlu rencana tindakan maupun pemeriksaan hari ini juga dijelaskan.

e) Ka Ru dan rekan-rekannya pamitan kepada pasien untuk melihat pasien yang lain.f) Lamatimbang terima (handover) setiap pasien kurang lebih 2-3 menit kecuali kondisi khusus yang memerlukan keterangan lebih detail.

3) Nurse Station

a) Ka Ru mengklarifikasi hasil validasi data.

b) Laporan timbang terima (handover) ditandatangani kedua PP dan Ka Ru

c) Reward Ka Ru kepada perawat yang telah menyelesaikan tugas dan yang akan bertugas.d) Timbang Terima (handover) dituto oleh Ka Ru.D. Renstra Timbang Terima (handover)

a. Pelaksanaan

Hari/Tanggal :

Pukul :

Topik :

Tempat :

b. Metode

1. diskusi

2. tanya jawab

c. Media

1. status klien

2. buku timbang terima

3. alat tulis

4. leaflet

5. sarana dan prasarana perawatan

d. Pengorganisasian

Kepala ruangan :

Perawat primer (pagi) :

Perawat primer (sore) :

Perawat Associate (pagi) :

Perawat Associate (sore) :

Perawat Associate (mlm) :

Perawat Associate (libur) :

Pembibing/Supervisor :

e. Uraian Kesehatan

1. Prolog

Pada hari ....... jam ......... seluruh perawat (PP dan PA) shift pagi dan sore serta kepala ruangan berkumpul di nurse station untuk melakukan timbang terima (handover).

f. Evaluasi

1. struktur (input)

Pada timbang terima (handover), sarana dan prasarana yang menunjang telah tersedia antara lain: catatan timbang terima, status klien dan kelompok shift timbang terima. Kepala ruang selalu memimpin kegiatan timbang terima yang dilaksanakan pada pergantian shift, yaitu malam ke pagi dan pagi ke sore. Kegiatan timbang terima pada shift sore ke malam dipimpin oleh perawat primer yang bertugas saat itu.

2. Proses

Proses timbang terima dipimpin oleh kepala ruangan dan dilaksanakan oleh seluruh perawat yang bertugas maupun yang akan mengganti shift. Perawat primer mengoperkan ke perawat primer selanjutnya yang mengganti shift.Timbang terima pertama dilakukan di nurse station kemudian ke ruang perawatan pasien dan kembali lagi ke nurse station.Isi timbang terima mencakup jumlah pasien, diagnosis keperawatn dan intervensi yang sudah/belum dilaksanakan.Waktu untuk setiap pasien tidak lebih dari 5 menit saat klarifikasi pasien.

3. Hasil

Timbang terima (handover) dapat dilaksanakan setiap pergatian shift.Setiap perawat dapat mengetahui perkembangan pasien.Komunikasi antar perawat berjalan dengan baik (Nursalam, 2008).E. Macam Metode Timbang Terima (handover)

1. Timbang terima dengan metode tradisional

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kassesan dan Jagoo (2005) di sebutkan bahwa operan jaga (handover) yang masih tradisional adalah:

a. Dilakukan hanya di meja perawat.

b. Menggunakan satu arah komunikasi sehingga tidak memungkinkan munculnya

pertanyaan atau diskusi.

c. Jika ada pengecekan ke pasien hanya sekedar memastikan kondisi secara umum.

d. Tidak ada kontribusi atau feedback dari pasien dan keluarga, sehingga proses

informasi dibutuhkan oleh pasien terkait status kesehatannya tidak up to date.

2. Timbang terima dengan metode bedside handover

Menurut Kassean dan Jagoo (2005) handover yang dilakukan sekarang sudah menggunakan model bedside handover yaitu handover yang dilakukan di samping tempat tidur pasien dengan melibatkan pasien atau keluarga pasien secara langsung untuk mendapatkan feedback. Secara umum materi yang disampaikan dalam proses operan jaga baik secara tradisional maupun bedside handover tidak jauh berbeda, hanya pada handover memiliki beberapa kelebihan diantaranya:

a. Meningkatkan keterlibatan pasien dalam mengambil keputusan terkait kondisi

penyakitnya secara up to date.

b. Meningkatkan hubungan caring dan komunikasi antara pasien dengan perawat.

c. Mengurangi waktu untuk melakukan klarifikasi ulang pada kondisi pasien secara

khusus.

Bedside handover juga tetap memperhatikan aspek tentang kerahasiaan pasien jika ada informasi yang harus ditunda terkait adanya komplikasi penyakit atau persepsi medis yang lain.

Timbang terima memiliki beberapa metode pelaksanaan diantaranya:

a. Menggunakan Tape recorder

Melakukan perekaman data tentang pasien kemudian diperdengarkan kembali saat perawat jaga selanjutnya telah datang.Metode itu berupa one way communication.

b. Menggunakan komunikasi Oral atau spoken

Melakukan pertukaran informasi dengan berdiskusi.

c. Menggunakan komunikasi tertulis written

Melakukan pertukaran informasi dengan melihat pada medical record saja atau media tertulis lain.

Berbagai metode yang digunakan tersebut masih relevan untuk dilakukan bahkan beberapa rumah sakit menggunakan ketiga metode untuk dikombinasi.

Joint Commission Hospital Patient Safety, menyusun pedoman implementasi untuk timbang terima, selengkapnya sebagai berikut:

1. Interaksi dalam komunikasi harus memberikan peluang untuk adanya pertanyaan dari penerima informasi tentang informasi pasien.

2. Informasi tentang pasien yang disampaikan harus up to date meliputi terapi, pelayanan, kodisi dan kondisi saat ini serta yang harus diantipasi.

3. Harus ada proses verifikasi tentang penerimaan informasi oleh perawat penerima dengan melakukan pengecekan dengan membaca, mengulang atau mengklarifikasi.

4. Penerima harus mendapatkan data tentang riwayat penyakit, termasuk perawatan dan terapi sebelumnya.

5. Handover tidak disela dengan tindakan lain untuk meminimalkan kegagalan informasi atau terlupa.

F. Dokumentasi dalam Timbang Terima (handover)

Dokumentasi adalah salah satu alat yang sering digunakan dalam komunikasi keperawatan. Hal ini digunakan untuk memvalidasi asuhan keperawatan, sarana komunikasi antar tim kesehatan, dan merupakan dokumen pasien dalam pemberian asuhan keperawatan. Ketrampilan dokumentasi yang efektif memungkinkan perawat untuk mengkomunikasikan kepada tenaga kesehatan lainnya dan menjelaskan apa yang sudah, sedang, dan akan dikerjakan oleh perawat.

Yang perlu di dokumentasikan dalam timbang terima antara lain:

a. Identitas pasien.

b. Diagnosa medis pesien.

c. Dokter yang menangani.

d. Kondisi umum pasien saat ini.

e. Masalah keperawatan.

f. Intervensi yang sudah dilakukan.

g. Intervensi yang belum dilakukan.

h. Tindakan kolaborasi.

i. Rencana umum dan persiapan lain.

j. Tanda tangan dan nama terang.

Manfaat pendokumentasian adalah:

1. Dapat digunakan lagi untuk keperluan yang bermanfaat.

2. Mengkomunikasikan kepada tenaga perawat dan tenaga kesehatan lainnya tentang apa yang sudah dan akan dilakukan kepada pasien.

3. Bermanfaat untuk pendataan pasien yang akurat karena berbagai informasi mengenai pasien telah dicatat.

(Suarli & Yayan B, 2009)

G. Evaluasi dalam Timbang Terima (handover)1. Evaluasi Struktur

Pada timbang terima, sarana dan prasarana yang menunjang telah tersedia antara lain : Catatan timbang terima, status klien dan kelompok shift timbang terima. Kepala ruangan memimpin kegiatan timbang terima yang dilaksanakan pada pergantian shift yaitu pagi ke sore. Sedangkan kegiatan timbang terima pada shift sore ke malam dipimpin oleh perawat primer.

2. Evaluasi Proses

Proses timbang terima dipimpin oleh kepala ruangan dan dilaksanakan oleh seluruh perawat yang bertugas maupun yang akan mengganti shift. Perawat primer malam menyerahkan ke perawat primer berikutnya yang akan mengganti shift. Timbang terima pertama dilakukan di nurse station kemudian ke bed klien dan kembali lagi ke nurse station.Isi timbang terima mencakup jumlah klien, masalah keperawatan, intervensi yang sudah dilakukan dan yang belum dilakukan serta pesan khusus bila ada.Setiap klien dilakukan timbang terima tidak lebih dari 5 menit saat klarifikasi ke klien.

3. Evaluasi Hasil

Timbang terima dapat dilaksanakan setiap pergantian shift.Setiap perawat dapat mengetahui perkembangan klien.Komunikasi antar perawat berjalan dengan baik..STIKes WIRA MEDIKA PPNI BALISTANDAR OPERATIONAL TIMBANG TERIMA

SPO Pelayanan

No DokumenNo RevisiHalaman

Tanggal TerbitDitetapkan

Ketua/Pimpinan Unit

PengertianTeknik atau cara untuk menyampaikan dan menerima sesuatu ( laporan ) yang berkaitan dengan keadaan pasien ( Nursalam, 2009 )

Tujuan1. menyampaikan kondisi dan keadaan pasien pada saat ini

2. menyampaikan hal yang sudah / belum dilakukan dalam asuhan keperawatan kepada pasien

3. menyampaikan hal yang penting yang harus di tindak lanjuti olrh perawat dinas berikutnya

Kebijakan1. dilaksanakan tepat pada saat pergantian shift

2. dipimpin oleh kepala ruangan atau penanggung jawab pasien ( Katim )

3. diikuti oleh semua perawat yang telah dan akan dinas

4. informasi yang disampaikan harus akurat, singka, sistematis, dan menggambarkan kondisi pasien saat ini serta menjaga kerahasiaan pasien

5. harus berorientasi pada permasalahan pasien

6. pada saat timbang terima dikamar pasien, meggunakan volume suara yang cukup sehingga pasien disebelahnya tidak mendengar sesuatu yang rahasia bagi klien. Sesuatu yang dianggap rahasia sebaiknya tidak dibicarakan secara langsung dikdekat klien

Persiapan 1. dilaksanakan setiap pergantian shift operan2. prinsip timbang terima, semua pasien baru masuk dan pasien yang dilakukan timbang terima khususnya pasien yang memiliki permasalahan yang belum atau dapat teratasi serta yang membutuhkan observasi yang lebih lanjut.3. Katim menyampaikan timbang terima pada katim berikutnya, hal yang perlu disampaikan dalam timbang terima 1) Jumlah pasien2) Identitas pasien dan diagnosis medis3) Data ( keluhan / subjektif dan obkeltif )4) Diagnosa kepearawatan yang masih muncul5) Intervensi keperawatan yang sudah atau belum dilaksanakan ( secara umum )6) Intervensi kolaboratif dan dependen7) Rencana umum dan persiapan yang perlu dilakukan ( persiapan operasi, pemeriksaan penunjang , dan lain lain)

Prosedur kerja1. Kedua kelompok dinas sudah siap ( shift jaga )

2. Kelompok yang akan bertugas menyiapkan buku catatan

3. Kepala ruang membuka acara timbang terima

4. Perawat yang melakukan timbang terima dapat melakukan klarifikasi, tannya jawab.

5. Melakukan validasi terhadap hal- hal yang telah ditimbang terimakan dan berhak menanyakan mengenai hal hal yang kurang jelas.

6. Kepala ruangan atau katim menanyakan kebutuhan dasar pasien

7. Penyampaian hyang jelas. Singkat, padat.

8. Perawat yang melakukan timbang terima mengkaji secara penuh terhadap masalah keperawatan, kebutuhan dan tindakan yang telah / belum dilaksanakan serta hal hal pentinglainnya selama masa perawatan

9. Hal hal yang sifatnya khusus dan memerlukan perincian yang matangv sebaiknya dicatat secara khusus untuk kemudian diserah terimakan kepada petugas berikutnya

10. Lama timbang teria untuk tiap pasien tidak lebih dari 5 menit kecuali pada kondisi khusus dan memerlukan keterangan yang rumit.

11. Diskusi

12. Pelaporan untuk timbang terima dituliskan secara langsung pada format timbang terima yang ditanda tangani oleh katim yang jaga saat itu

13. Ditutup oleh kepala ruangan

Unit TerkaitPerawat

DIAGNOSA MEDIS

MASALAH

MASALAH :

TERATASI

BELUM TERATASI

TERATASI SEBAGIAN

MUNCUL MASALAH BARU

PERKEMBANGAN / KEADAAN PASIEN

BELUM DILAKUKAN

TELAH DILAKUKAN

TINDAKAN

DIAGNOSA KEPERAWATAN