Proses Assembling Mobil

Embed Size (px)

DESCRIPTION

proses assembling mobil

Text of Proses Assembling Mobil

  • 5/28/2018 Proses Assembling Mobil

    1/28

    Created By: Apriastuti P. (K3 FKM UI) 0706272585 1

    POTENSI BAHAYA DAN UPAYA PENGENDALIAN K3 PADA

    INDUSTRI PERAKITAN MOBIL

    Disusun oleh

    Apriastuti Puspitasari, 0706272585

    Makalah

    Mata Kuliah Prinsip Dasar Proses Industri

    FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

    UNIVERSITAS INDONESIA

    DEPOK, 2008

  • 5/28/2018 Proses Assembling Mobil

    2/28

    Created By: Apriastuti P. (K3 FKM UI) 0706272585 2

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas berkah, rahmat, dan

    hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sebagaimana

    mestinya. Makalah ini merupakan tugas akhir dari mata kuliah Prinsip Dasar Proses

    Industri Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan

    Masyarakat Univesitas Indonesia.

    Makalah ini berjudul Potensi Bahaya dan Upaya Pengendalian K3 pada

    Industri Perakitan Mobil. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui potensi-potensi

    bahaya yang dapat terjadi pada industri perakitan mobil. Tak hanya itu, sebagai ahli

    keselamatan dan kesehatan kerja, juga perlu mengidentifikasi dampak kesehatan apasaja yang terjadi bila pengendalian K3 dalam industri perakitan mobil tidak

    dilaksanakan.

    Dengan segenap usaha dan tenaga, akhirnya penulis dapat menyelesaikan

    makalah ini. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua

    pihak yang membantu menyelesaikan makalah ini sehingga akhirnya makalah ini

    dapat hadir di tengah pembaca sekalian. Penulis berharap makalah ini dapat memberi

    manfaat bagi seluruh pihak. Penulis juga menyadari bahwa dalam penyusunan

    makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan

    adanya saran dan kritik yang membangun dari pembaca.

    Depok, Desember 2008

    Penulis

  • 5/28/2018 Proses Assembling Mobil

    3/28

    Created By: Apriastuti P. (K3 FKM UI) 0706272585 3

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah hak asasi setiap manusia yang

    bekerja, karena setiap aktivitas industri selalu mengandung bahaya dan risiko

    keselamatan dan kesehatan. Bahkan United Nations Declaration of Human Rights,

    yang dirumuskan pada tahun 1948 di Helzinki, menyebutkan bahwa setiap orang

    mempunyai hak asasi untuk bekerja, bebas memilih jenis pekerjaan dan mendapatkan

    kondisi pekerjaan yang adil dan membuatnya sejahtera. Menurut WHO, sebagai

    Organisasi Kesehatan Dunia, 45% penduduk dunia dan 58% penduduk yang berusia

    di atas sepuluh tahun tergolong tenaga kerja. Diestimasikan sebesar 35% sampai 50%

    dari jumlah tenaga kerja di atas telah terbiasa terpajan dengan bahaya fisik, kimia,

    biologi dan juga bekerja dalam beban fisik dan ergonomi yang melebihi kapasitasnya

    serta bebas psikososial yang menimbulkan stress.

    Hazard(bahaya) yang ditimbulkan dalam proses produksi di sebuah industri

    dapat bersifat fisik, kimia, biologi, mekanik, elektrik, psikologi, dan ergonomi.

    Dengan melakukan pengendalian yang benar, maka hazard yang terdapat dalam

    setiap proses produksi dapat diminimalkan. Aktivitas industri memang rentan

    terhadap hazarddan riskyang selalu membayangi setiap pekerja. Salah satu industri

    yang sedang menjamur ini adalah industri otomotif. Permintaan kendaraan di

    Indonesia yang meningkat, juga meningkatkan permintaan terhadap produk dan

    pekerja industri otomotif.

    Industri perakitan mobil adalah salah satu bagian dari industri otomotif yang

    bertugas menjalankan produksi pembuatan body mobil, pengelasan, pengecatan,

    perakitan komponen dan assesoris mobil, pengecekan kembali dan

    pendistribusiannya kepada masyarakat. Industri perakitan mobil yang sangat

    berkembang akhir-akhir ini di Indonesia, memiliki proses yang banyak dan bervariasi

    dan pekerja dalam industri ini selalu berhadapan dengan bahaya dari proses

  • 5/28/2018 Proses Assembling Mobil

    4/28

    Created By: Apriastuti P. (K3 FKM UI) 0706272585 4

    perorangan dan langkah-langkah safety yang relevan dengan hazardyang ada, sesuai

    dengan proses alur dalam siklus produksi industri perakitan mobil (ILO, 1998).

    Karena memiliki hazarddan riskyang beragam dan tak terhitung jumlahnya,

    maka perlu dilakukan upaya pengendalian dengan sistem managemen K3 dalam

    setiap proses produksi industri perakitan mobil. Diharapkan dengan sistem

    managemen K3 yang baik, tak hanya menguntungkan pekerja sebagai objek hazard

    dan risk tetapi juga menguntungkan perusahaan karena dapat meminimalisasi

    kerugian-kerugian yang timbul akibat kehilangan aset-aset perusahaan, kehilangan

    pekerja yang terampil dan tercemarnya lingkungan pabrik akibat limbah yang tidak

    ditangani dengan baik.

    1.2 Permasalahan

    Potensi bahaya yang selalu membayangi pekerja di industri perakitan mobil

    harus diminimalisir agar loss tidak terjadi. Mengidentifikasi bahaya melalui flow

    processsetiap produksi merupakan hal yang penting dilakukan agar pelaksanaan K3

    dalam perusahaan dapat berjalan lancar. Namun, karena keterbatasan pengetahuan

    dan informasi, banyak pekerja yang tidak mengetahui bahaya apa saja yang telah

    mereka dapat sewaktu bekerja. Oleh karena itu, pihak perusahaan sebaiknya

    bertindak tegas dalam memegang prinsip K3 di setiap alur proses produksi. Untuk itu

    penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian terhadap potensi bahaya yang

    berisiko dalam proses produksi industri perakitan mobil. Selain itu, diharapkan hal ini

    dapat menjadi perhatian perusahaan untuk meningkatkan upaya pengendalian

    sehingga menurunkan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

    1.3 Tujuan Penulisan

    Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui potensi-potensi

    bahaya yang dapat terjadi pada industri perakitan mobil. Tak hanya itu, sebagai ahli

    keselamatan dan kesehatan kerja, juga perlu mengidentifikasi dampak kesehatan apa

    saja yang terjadi bila pengendalian K3 dalam industri perakitan mobil tidak

    dilaksanakan.

  • 5/28/2018 Proses Assembling Mobil

    5/28

    Created By: Apriastuti P. (K3 FKM UI) 0706272585 5

    1.4 Manfaat Penulisan

    Manfaat bagi mahasiswa adalah dapat menerapkan ilmu yang dipelajari di

    bangku kuliah, serta dapat meningkatkan wawasan dan informasi mengenai seluk

    beluk industri perakitan mobil.

    Manfaat bagi industri perakitan mobil, selaku objek penelitian, adalah dapat

    mengevaluasi kinerja perusahaan dalam pelaksanaan prinsip K3. Karena dengan

    menerapkan prinsip K3 yang baik maka akan menurunkan kerugian-kerugian akibat

    rusaknya aset-aset perusahaan, penyakit yang timbul pada pekerja, dan lingkungan

    sekitar yang tercemar.

  • 5/28/2018 Proses Assembling Mobil

    6/28

    Created By: Apriastuti P. (K3 FKM UI) 0706272585 6

    BAB II

    PEMBAHASAN

    2.1 Flow ProcessIndustri Perakitan Mobil

    Dalam industri otomotif, khususnya pembuatan mobil, umumnya melakukan

    produksi pembuatan komponen mesin (casting dan engine) dan pembuatan serta

    perakitan body mobil. Yang akan dibahas dalam makalah ini hanyalah pembuatan

    dan perakitan body mobil. Di bawah ini adalah bagan flow process perakitan body

    mobil yang dilakukan industri otomotif pada umumnya.

    Gambar 2.1 Keseluruhanflow processpada industri otomotif, mulai dari pembuatan material

    bodymobil sampai distribusi mobil kepada konsumen.

    Gambar 2.2Flow processdari proses assemblypada industri otomotif

    Material Pressing QC Check Painting AssemblyWelding Transpo

    Innerassembly

    Underbody

  • 5/28/2018 Proses Assembling Mobil

    7/28

    Created By: Apriastuti P. (K3 FKM UI) 0706272585 7

    2.1.1 Pressing / Stamping

    Proses ini dimulai dengan penerimaan material-material body mobil dari

    berbagai supplier dengan design yang telah direncanakan sesuai dengan kebutuhan

    konsumen, sehingga tepat guna dan berlaku secara komersial. Pada proses stamping

    terjadi proses pengepresan pembuatan body mobil, seperti tangki bahan bakar,

    kerangka mobil, dan komponen-komponen subassembly seperti kabin, dek, dan

    rangka chasis. Proses utama dari stampingadalah memproduksi body mobil dengan

    proses pencetakkan dari plat baja dengan menggunakan mesin press bertenaga ribuan

    ton yang kemudian akan dikirim ke bagian welding untuk disatukan menjadi body

    kendaraan utuh.

    Untuk menghasilkan komponen body mobil yang berkualitas tinggidiperlukan presisi yang tinggi dan bahan dasar berkualitas tinggi. Untuk

    memproduksi suatu cetakan yang berkualitas baik, dapat digunakan teknologi

    komputer terbaru serta peralatan tercanggih dan juga harus dioperasikan oleh para

    profesional di dalam sistem managemen kerja yang modern. Bahan baja dan biji besi

    terpilih yang berkualitas tinggi juga harus digunakan agar produk yang dihasilkan

    dapat bersaing secara internasional.

    Gambar 2.3 Proses Stamping

    2.1.2 Welding

    Pada bagian ini, part-part mobil yang sudah dipres digabung menjadi sebuah

    kerangka mobil melalui suatu pengelasan yang menggunakan alat spot welder. Proses

  • 5/28/2018 Proses Assembling Mobil

    8/28

    Created By: Apriastuti P. (K3 FKM UI) 0706272585 8

    welding merupakan proses pembuatan body kendaraan melalui beberapa tahapan

    proses seperti body welding, metal finishing, danframe welding.

    1. ProsesBody Welding

    a. Pembuatan body kendaraan dimulai dengan pembentukan beberapa jenis subassy panel sampai menjadi panel utuh. Pembentukkan dilakukan dengan

    menggunak