Psikiatri- Terapi Psikiatri

  • View
    32

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

TERAPI

Text of Psikiatri- Terapi Psikiatri

  • Terapi PsikiatriDr. Jojor Putrini, SpKJ

  • Terapi Psikofarmaka

  • Penggolongan Obat berdasarkan ;Persamaan efek kerja terhadap target penekanan gejala sasaran. Persamaan susunan kimiaPersamaan mekanisme kerja.

  • Anti Psikotik

    Sering juga disebut ; Neuroleptics, Major Tranquilizers, Anti-Psikosis, Neuroleptika.

  • Antagonis Reseptor Dopamin- Sering disbut dengan Antipsikotik-klasik- Bekerja memblok reseptor dopamine D1-D4, paling banyak D2PhenotiazineRantai Aliphatic (Chlorpromazine, Levomepromazine)Rantai Piperazine ( Perphenazine, Trifluoperazine, Fluphenazine)Rantai Piperidine (Thioridazine)Thioxanthene (Thiothixene / Navanel)Butyrophenon (Haloperidol)Diphenyl butyl-piperidiene (Pimozide /Orap)Benzamide ( Sulpiride / Dogmatil)Dibenzodiazepines (Loxapine)Indolone ( Molindone)

  • Antagonis Reseptor Serotonin-Dopamin

    20-30 % pasien skizofrenia tidak memberikan respons yang baik terhadap antagonis reseptor dopamine / AP klasik.Clozapine RisperidoneOlanzapineSertindoleQuetiapineZiprazidoneAripiprazole

  • Anti Depresisering disebut psychic energizers, thymoleptics, Anti DepresantTrisiklik ; Amitriptiline, Imipramine, Clomipramine, Tianeptine, Opipramol.Tetrasiklik ; Maprotiline, Mianserine, Amoxapine.Mono-Amine-Oxydase Inhibitor (MAOI) ; Moclobemide /AurorixSelective Serotonin Re-uptake Inhibitor (SSRI) ; Sertraline, Paroxetine, Fluvoxamine, FluoxetineAtypical Antidepresan ; Trazodone, Mirtazapine

  • Obat untuk gangguan Bipolarsering disebut dengan Anti ManiaCarbamazepine dan OxcarbazepineValproateLithiumGabapentin LamotrigineTopiramate

  • Anti Anxietassering disebut psycholeptics, minor tranguillizers, Anxiolitics, Anti anxiety drugs, Ansiolitika.Golongan BenzodiazepineDiazepamChlordiazepoxideBromazepamLorazepamPrazepamOxazolamAlprazolamClorazepateClobazam

    Non BenzodiazepineBuspironeSulpiride

  • Sedative-Hypnoticssering disebut dnegan Anti insomnia, sedativa-hipnotikaBenzodiazepineNitrazepamTriazolamEstazolamNon BenzodiazepineCholaral HidratePhenobarbital

  • Electroconvulsive Therapy-ECT

  • Sejarah1934 ; Ladislas J Von Meduna melaporkan keberhasilan terapi skizofrenia katatonik dengan kejang yang ditimbulkan secara farmakologis.

    Pengamatan oleh Von Meduna ; Gejala Skizofrenik seringkali menurun setelah kejang.Kepercayaan (yg masih dianggap keliru) bahwa skizofrenia dan epilepsi tidak dapat terjadi bersama-sama sehingga dengan menimbulkan kejang, mungkin bisa melepaskan gejala skizofrenia.

  • IndikasiMajor Depressive disorder (any type)Bipolar disorder-depressionBipolar depression- maniaSchizophrenia, terutama dengan gejala katatonikSchizophrenia yang resisten dengan berbagai jenis anti psikotik.

  • Efektivitas terapiECT telah terbukti merupakan terapi yang cukup aman & efektif, meskipun keputusan untuk menganjurkan ECT pada pasien, sama seperti anjuran terapi lain, harus didasarkan pada pilihan terapi yang tersedia bagi pasien & harus mempertimbangkan risiko-manfaatnya.Tidak menyembuhkan penyakit, tapi dapat meredakan gejala penyakit, terutama yang sangat akut.Harus diikuti oleh treatment yang lain.Kadang digunakan untuk mencegah kekambuhan.

  • Prosedur TerapiPasien & keluarga kadang memandang ECT sebagai terapi yang menakutkan, tidak enak-kurang nyaman-kurang etis,merasa ketakutan dengan ECT, adanya laporan-laporan profesional & awam yang tidak akurat tentang ECT, dsb. Perlu penjelasan yang baik-lengkap mengenai ECT, kegunaan, efek samping, dan terapi alternatif lainnya.Perlu memperhatikan prosedur terapi, riwayat penyakit yang menyertai pasien seperti hipertensi, apakah sedang ada penyakit muskuloskletal, osteoporosis.Cari riwayat obat yang sedang dikonsumsi, antihipertensi, litium, antidepresan trisiklik, anti psikotik, dsb.Obat-obat yang bisa merangsang kejang harus dihentikan terlebih dahulu. Persiapkan terlebih dahulu ; informed consent, alternative treatments bila ECT gagal, terapi bila timbul efek samping.Selesai dilakukan ECT, pasien harus tetap diobservasi.

  • Mekanisme kerjaUntuk mendapatkan manfaat ECT, diperlukan induksi kejang umum bilateral. Dengan prinsip tidak semua kejang umum melibatkan semua neuron pada struktur otak yang dalam (contoh ganglia basalis & talamus).Setelah kejang umum, ternyata gambaran EEG kembali ke gambaran sebelum kejang, dalam 30 menit setelah kejang.Positron Emission Tomography / PET ; aliran darah serebral, pemakaian glukosa & oksigen, permeabilitas sawar darah otak meningkat selama kejang, menurun kembali setelah kejang berhenti, (terutama paling jelas terlihat pada lobus frontalis).Perubahan neurotransmitter & second messenger setelah dilakukan ECT. Hampir semua sistem neurotransmitter dipengaruhi oleh ECT. Yang terutma dalah reseptor adrenergik pascasinaptik, peningkatan reseptor serotonin pascasinaps, efek yang sering ditemukan pada antidepresan.ECT juga mempengaruhi sistem muskarinik, kolinergik & dopaminerik.

  • KontraindikasiTidak ada kontraindikasi absolute, tetapi ECt sebaiknya ditunda dahulu bila ada ;FeverAritmiaExtreme hypertensionCoronary ischemia

  • Efek samping yang sering timbul ;HeadacheConfusionMemory impairment, biasanya pulih kembali setelah 6 bulan.Angka kematian setelah ECT sangat kecil ; 0,002 percent, biasanya karena komplikasi kardiovaskular.

  • PSIKOTERAPI

    dr. Jojor Putrini, SpKJ

  • DefenisiTerapi atau pengobatan yang menggunakan cara-cara psikologik, dilakukan oleh seseorang yang terlatih khusus, yang menjalin hubungan kerjasama secara profesional dengan seorang pasien dengan tujuan untuk menghilangkan, mengubah atau menghambat gejala-gejala dan penderitaan akibat penyakit.

    Psikoterapi disebut sebagai pengobatan karena merupakan suatu bentuk intervensi, dengan berbagai macam cara dan metode yang bersifat psikologik dan memiliki tujuan seperti dia atas.

  • PrinsipDilakukan dengan percakapan atau wawancara (interview) yang bersifat penegakan diagnostik dan terapeutik.Didahului dengan timbulnya hubungan interpersonal antara pasien-terapis.Selain wawancara, terapis melakukan observasi (participant observer).Memperhatikan perasaan pasien dan dokter sendiri.

  • Pengetahuan & ketrampilan yang perlu dimiliki seseorang yang akan melakukan psikoterapi ;Memiliki pengetahuan tentang dasar-dsasar psikologi, psikopatologi & proses-proses mental.Dapat menarik konklusi tentang keadaan mental pasien yang telah diperiksa, perlu mendengar dengan cermat (listening). A healer is one who listens in order to listen and to understand.Terampil & berpengalaman ; misalnya cara mengontrol ansietas, cara mengatasi pasien depresi , cara menghadapi pasien psikotik yang agresif.Kepribadian terapis ; sensitif, obyektif & jujur, fleksibel, dapat berempati, relatif bebas dari problem emosional atau problem kepribadian yang serius.Pengalaman, termasuk wawasan, pengetahuan, budaya, agama.

  • Jenis-jenis Psikoterapi berdasarkan cara /teknikKonseling Terapi PerilakuTerapi kognitifTerapi kognitif behavioral / CBTPsikoanalisisTerapi kelompokTerapi keluargaTerapi interpersonalIntervensi krisisTerapi rehabilitasi

  • Jenis-jenis Psikoterapi berdasarkan tujuan yang ingin dicapaiPsikoterapi suportifPsikoterapi reedukatifPsikoterapi rekonstruktif

  • Tujuan Psikoterapi SuportifMemperkuat mekanisme defens yang ada.Memperluas mekanisme pengendalian yang dimiliki.Perbaikan ke dalam suatu keadaan keseimbangan yang lebih adaptif.

    Cara pendekatan ; bimbingan, reassurance, katarsis emosional, hipnosis, desensitisasi, eksternalisasi minat, manipulasi lingkungan, terapi kelompok.

  • Psikoterapi ReedukatifTujuan ; Mengembangkan dan memantapkan potensi kreatif yang dimiliki seseorang tanpa atau dengan mencapai insight dari konflik yang ada.

    Cara pendekatan ; terapi perilaku, terapi kelompok, terapi keluarga, psikodrama.

  • Psikoterapi RekonstruktifTujuan ; Mencapai insight (tilikan) akan adanya konflik-konflik bawah sadar, dengan usaha untuk mencapai perubahan luas struktur karakter seseorang.

    Cara pendekatan ; Psikoanalisis Freudian & Non Freudian (Adler, Jung, SAulliva, Horney, Reich, Fromm, dll ), psikoterapi berorientasi tilikan atau dinamik.

  • Efektivitas PsikoterapiDari berbagai penelitian statistik yang telah dilakukan, ternyata dari sekian banyak jenis psikoterapi tidak satupun terbukti lebih unggul dari yang lain ; keberhasilan sangat tergantung oleh banyak faktor.

    Perbaikan terapi ditentukan oleh faktor ;Tujuan yang ingin dicapaiMotivasi pasien ikut terapiKepribadian & ketrampilan terapisTeknik yang digunakan untuk kasus tertentu.