Radar Jogja 09 September 2011

  • View
    497

  • Download
    42

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Korannya Wong Jogja

Text of Radar Jogja 09 September 2011

  • Partai Demokrat Sebut Nggege Mongso

    JOGJA - Bergulirnya wacana Sultan Hamengku Buwono (HB) XI menjadi gubernur DIJ sekaligus sebagai sultan menggantikan HB X karena tak ingin menjabat kepala daerah selamanya, justru menimbulkan spekulasi baru.

    Kekhawatiran itulah yang dirasakan Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi DIJ Putut Wiryawan. Ia curiga pendapat yang digulirkan praktisi hukum Achiel SuyantoSH MBA dan didukung KerabatKeraton Jogja RM Tirun Marwitomerupakan bentuk tekanan ter-hadap HB X.

    Seolah ini menjadi tekanan agar HB X lengser keprabon. Kami sangat tidak sepakat. Itu sikap yang nggege mongso (prematur, Red), tuding Putut di kantornya kemarin (8/9).

    Putut mengatakan keraton memiliki aturan baku menyangkut suksesi. Otoritas tertinggi ada di tangan HB X yang sekarang bertahta. Karena itu, siapa pun tak bisa menekan apalagi mendikte kehendak HB X. Ini jelas logika yang terbalik-balik, sesal Putut

    JOGJA - Majukan pendidikan demi peningkatan kesejahteraan masyakarat. Itulah salah satu ke-samaan visi dan misi yang diusung tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Jogja dalam Pemili-han Wali Kota (Pilwali) Jogja 2011.

    Penekanan pentingnya pendidi-kan tersebut disampaikan masing-masing kandidat dalam rapat paripurna penyampaian visi dan

    misi di Gedung D P R D K o t a Jogja kemarin. Pasangan Zuhrif Hudaya dan Au-lia Reza Bastian yang mendapat giliran pertama m e n e g a s k a n berniat mem-bangun kam-pung menjadi tempat pendi-dikan bagi ma-syarakat.

    K a m p u n g yang mampu menjadi seko-

    lah bagi individu dan keluarga, memiliki daya tarik wisata, kondusif terhadap pertumbuhan industri rumah tangga dengan lingkungan hijau yang terjaga, tandasnya.

    Dia mengungkapkan niat itu didasarkan program membangun kampung. Program itu rencana-nya bakal mereka wujudkan de-ngan mengalokasikan anggaran Rp 80 miliar.

    Paslon nomor urut 2, Ahmad Hanafi Rais-Tri Hardjun Ismaji, dalam paparan yang dibacakan Hana juga bertekad meningkat-kan pendidikan. Pasangan ini juga bertekad membangun Kota Jogja sebagai Kota Kreatif yang menye-jahterakan masyarakat

    Dicky Chandra diduga kecewa karena bupati Garut kerap meng-

    ingkari kesepakatan bersama. Dikenal akrab dengan warga dan

    berjasa memajukan pariwisata.

    ARI MAULANA KARANG, Garut

    DENGAN sorot mata tajam, H Kurniamenatap dua sosok yang duduk di hadapannya, Aceng H.M. Fikri dan Dicky Chandra. Ada apa sebenarnya dengan kalian? tanya Kurnia, salah seorang pengusaha sukses di Garut itu.

    Tak ada jawaban, baik dari Aceng mau-pun Dicky, bupati dan wakil bupati Garut periode 20092014 tersebut. Sesekali me-

    reka tersenyum. Tapi, tiap didesak salah seorang penyandang dana utama saat berjuang dalam Pilkada Garut 2009 itu, keduanya kompak menjawab bahwa tidak ada apa-apa di antara mereka. Bahwahubungan mereka baik-baik saja.

    Enam jam lamanya pertemuan di kedia-man Kurnia di Tarogong Kidul, Garut, beberapa bulan lalu itu berlangsung. Tapi, tetap saja Kurnia yang oleh Aceng dan Dicky sudah dianggap orang tua sendiri itu gagal mendapat jawaban pasti penyebab munculnya friksi di antara keduanya yang sudah cukup lama didengarnya

    JUMAT 9 SEPTEMBER 2011

    email: redaksi@radarjogja.co.id, radaryogya@yahoo.comTelp/Faks Redaksi: 0274-4477785 www.radarjogja.co.id

    ECERAN Rp 3.000

    SMS WAE

    Suara RakyatBaca Halaman 4

    Baca Sang Istri... Hal 11

    Di Balik Rencana Mundurnya Dicky Chandra dari Jabatan Wabup Garut

    Sang Istri Akui Dicky Tak Harmonis dengan Bupati

    Depan Jogja Tronik Sering Macet SECURITY di Jogja Tronik mohon tidak

    hanya mendahulukan mobil pengunjung saat menyeberang saja, namun juga perha-tikan kepentingan pengguna jalanyang lain. Selain itu di depan Jogja Tronik sering macet sekarang, karena banyak mobil yang parkir memakan badan jalan. Harap ditertibkan. +628132852145

    Tiada Hari

    BacaFokus... Hal 11

    04:21 11:39 14:57 17:40 18:49

    JADWAL SALAT

    reka tersenyum. Tapi, tiap didesak salah seorang penyandang dana utama saat berjuang dalam Pilkada Garut 2009 itu, keduanya kompak menjawab bahwa tidak ada apa-apa di antara mereka. Bahwa

    Enam jam lamanya pertemuan di kedia-man Kurnia di Tarogong Kidul, Garut, beberapa bulan lalu itu berlangsung. Tapi, tetap saja Kurnia yang oleh Aceng dan Dicky sudah dianggap orang tua

    Hal 11

    Sang Istri Akui Dicky Tak Harmonis dengan BupatiFokus

    UrusSuami

    SETELAH me-n i k a h d e n g a n bintang s epak

    bola tanah air Ir-fan Bachdim, Jen-

    n i f e r Ku r n i a w a n memilih mengurangi aktivitasnya di pangung hiburan

    Jennifer Kurniawan

    Wacana HB XI, Tekanan ke HB X

    GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

    DEKATI PEMILIH: Zuhrif Hudaya dan Aulia Reza Bastian (foto atas), Ahmad Hanafi Rais (foto tengah), dan Haryadi Suyuti-Imam Priyono saat kampanye damai di kawasan Malioboro Jogja kemarin (8/9).

    Sepakat TingkatkanPendidikan

    Deklarasi Damai

    Diwarnai Intimidasi

    Baca Hal 13

    RI Harus Bayar Rp 4 TriliunKalah Gugatan Century

    JAKARTA Pengadilan Arbitrase Internasional atau International Centre for Settlement of Invest-ment Disputes (ICSID) yang berkedudukan di Washington, Amerika Serikat, tampaknya, tidak bersahabat dengan pemerintah RI. Bagaimana tidak, sedikitnya dua kali pemerintah dibuat gigit jari karena dinyatakan kalah. Terbaru, ICSID me-menangkan gugatan Hesham Al Warraq dan Rafat Ali Rizvi dalam kasus Bank Century.

    Dua terpidana in absensia tersebut pada 19 Mei lalu mengajukan gugatan dengan tuntutan ganti rugi senilai USD 75 juta atau sekitar Rp 675 miliar di Pengadilan Arbitrase Internasional. Gugatan diajukan karena pemilik Bank Century tersebut merasa dirugikan secara bisnis karena pengucuran dana talangan Bank Century. Selain itu, mereka keberatan dengan vonis pengadilan yang meng-hukum mereka 15 tahun in absensia karena me-langgar hak asasi manusia (HAM)

    Baca Sepakat... Hal 11

    ARI MAULANA KARANG/ RADAR TASIKMALAYA/JPNN

    BEDA: Dicky Chandra memberikan sambutan saat acara Hajat Laut Pantai Selatan Garut, di pantai Santolo, beberapa waktu lalu.

    Baca Wacana... Hal 11

    Baca RI Harus... Hal 11

    Nazar: Mr CDR Itu ChandraDiperiksa Mendadak oleh Komite Etik KPK

    JAKARTA Muhammad Nazaruddin gerah juga melihat Komite Etik KPK ke-sulitan mengungkap siapa Mr CDR yang dibeberkan Yulianis, anak buahnya (wakil direktur keuangan) di Permai Group, pada pemeriksaan Selasa (6/9)

    Baca Nazar... Hal 11JPNN

    BERI BANTAHAN: Muhammad Nazaruddin di gedung KPK kemarin.

  • RADAR JOGJA Jumat Kliwon 9 September 20112 POLITIKA

    PARPOL

    Ali Mudhori dan Fauzi Akan Disanksi bila Jadi Mata Rantai Suap

    JAKARTA Menakertrans Mu-haimin Iskandar berjanji melaku-kan bersih-bersih terhadap anak buahnya yang terlibat suap di Ke-menakertrans. Dua nama yang kini disorot adalah Ali Mudhori dan Fauzi. Sebagai ketua umum DPP PKB, Muhaimin akan meme-cat dua kader tersebut dari partai jika mereka terbukti terlibat.

    Jika ada yang terlibat, pasti kami bersikap, ujar Muhaimin di sela menghadiri rapat ker-ja dengan komisi IX di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin (8/9). Menurut dia, mekanisme di internal partainya pasti diter-apkan bagi kader yang terlibat perkara korupsi.

    Karena itu pula, dia mengajak selu-ruh pihak untuk mengikuti terlebih dulu proses hukum yang berjalan di KPK saat ini. Maka, tolong tunggu proses hukum, ujarnya.

    Kemarin Komisi IX DPR me-mang secara khusus memanggil Muhaimin untuk dimintai pen-jelasan terkait dengan mencuat-nya kasus suap yang melibatkan sejumlah pihak di Kemenaker-trans. Di sela-sela rapat, Mu-haimin mengakui sejumlah nama-nama yang disebut para tersangka suap pernah bekerja di lingkungan kementeriannya.

    Salah satu nama yang santer disebut ikut andil dalam kasus suap dana percepatan pemba-ngunan infrastruktur daerah trans-migrasi (PPIDT) adalah mantan anggota DPR dari Fraksi PKB Ali Mudhori. Nama Ali mencuat dari penuturan Rahmat Jaya, pengac-ara salah seorang tersangka ka-sus suap Dharnawati.

    Rahmat menyebutkan, Ali dan beberapa nama lain terli-bat dalam meminta fulus kepa-da PT Alam Raya Papua melewati Dharnawati. Motivasi di balik per-mintaan uang itu diduga adalah memuluskan langkah PT Alam Raya Papua untuk memenangi tender proyek pengerjaan pem-bangunan daerah transmigrasi di kawasan Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Menurut Ketua Humas Kemenakertrans Supartono, proyek di Manokwari tersebut adalah pengerjaan in-frastruktur jalan.

    Dalam rapat kerja (raker) an-tara Komisi IX DPR dan Mena-kertrans kemarin, anggota de wan menyorot orang-orang yang be-rada di ring satu atau juru bicara dan staf khusus. Mereka, antara lain, juru bicara Dita Indah Sari. Sedangkan staf khusus saya lain adalah Wafi d (Maktub), Anton (Doni) ,dan Jazil (Fawaid, Red). Itu saja, ujar Muhaimin. Na-ma yang disebut Muhaimin itu adalah para fungsionaris PKB. Menurut sumber, ada satu lagi nama yang juga dikenal sebagai staf khusus Menteri Muhaimin, yakni Faisol Reza, namun ke-marin nama itu tak disebut.

    Lalu bagaimana dengan Ali Mudhori? Muhaimin mengata-kan memang benar bahwa Ali pernah bekerja di lingkungan Kemenakertrans. Tepatnya, se-telah Muhaimin ditunjuk SBY menduduki kursi Menakertrans. Namun, tambah dia, Ali bekerja di lingkungan Kemenakertrans sebagai tim ad hoc atau tim se-mentara saja. Jadi, bukan seba-gai staf ahli, jelas Muhaimin saat rehat rapat.

    Di PKB saat ini, Ali menjabat sebagai ketua DPC PKB Luma-jang. Kedekatan Muhaimin de-ngan suami anggota DPR dari PKB Masitah tersebut setidaknya tergambar dalam acara syukuran rumah baru Ali di Lumajang pa-da pertengahan Maret 2011. Saat itu Muhaimin turut hadir bersa-ma dengan Ketua Umum Tan-fi dziyah PB NU Said Aqil Siradj.

    Di tim ad hoc itu, Ali beker-ja bersama dengan Fa