Click here to load reader

Refarat Tiroiditis

  • View
    472

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

deskripsi tiroiditis secara umum dan prinsip penanganan pembedahan

Text of Refarat Tiroiditis

BAGIAN ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNHAS UNIVERSITAS HASANUDDIN REFERAT APRIL 2012

TIROIDITIS

Oleh :Farhan Hafiz bin Nazari C 111 07 343

Pembimbing : dr. Suriadi

Supervisor : Dr. William Hamdani, Sp.B(K)Onk

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITRAAN KLINIK BAGIAN ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN 2012

1

DAFTAR ISII. PENDAHULUAN1 II. FISIOLOGI1-3 III. KLASIFIKASI..4 a. Tiroiditis Akut i. Tiroiditis infeksiosa akut......5-7 ii. Tiroiditis radiasi.7 iii. Tiroiditis pengaruh obat7-8 b. Tiroiditis Sub-akut i. Tiroiditis de Quervain8-9 c. Tiroiditis Kronis i. Tiroiditis Hashimoto.....10-13 ii. Tiroiditis Riedels.14 IV. DIAGNOSIS...15-19 V. KESIMPULAN20 VI. DAFTAR PUSTAKA21

2

TIROIDITISPENDAHULUANTiroiditis adalah istilah umum yang mengacu pada peradangan kelenjar tiroid. Tiroiditis meliputi sekelompok gangguan individu yang seluruhnya menyebabkan peradangan tiroiditis dan sebagai hasilnya banyak penyebab yang berbeda presentasi klinisnya. Sebagai contoh, tiroiditis Hashimoto adalah penyebab yang paling umum hipotiroidisme di Amerika Serikat. Tiroiditis postpartum, yang menyebabkan tirotoksikosis transien (hormone tiroid yang tinggi dalam darah) diikuti oleh hipotiroidisme sementara, umumnya merupakan penyebab masalah tiroid setelah melahirkan. Tiroiditis subakut adalah penyebab utama dari nyeri pada tiroid. Tiroiditis juga dapat terlihat pada pasien yang memakai obat interferon dan amiodarone.(1,2,3)

FISIOLOGIKelenjar tiroid menghasilkan tiroksin (T4), bentuk aktifnya adalah triyodotironin (T3) yang berasal dari konversi hormone T4 di perifer dan sebagian kecil dibentuk langsung di kelenjar tiroid. Yodida inorganic diserap saluran cerna merupakan suatu bahan baku dari hormone tiroid, bahn ini mengalami oksidasi menjadi menjadi organic dan selanjutnya berikatan dengan tirosin yang terdapat dalam tiroglobulin membentuk monoyodotirosin(MIT) atau diyodotirosin (DIT). Senyawa ini menghasilkan T3 dan T4 disimpan di dalam koloid kelenjar tiroid. T3 dan T4 membantu sel mengubah oksigen dan kalori menjadi tenaga (ATP=adenosis trifosfat). T3 bersifat lebih aktif dari T4. T4 yang tidak aktif itu kemudian diubah menjadi T3 oleh enzim 5-deiodinase yang ada di dalam hati dan ginjal. Proses ini juga berlaku di organ-organ lain

3

seperti hipotalamus yang berada di otak tengah. Dalam sirkulasi hormone tiroid terkait pada globulin yang dikenal dengan tiroid-binding-globulin (TBG). Sekresi hormone tiroid dikendalikan oleh suatu hormone stimulator tiroid( thyroid stimulator hormone ) yang dihasilkan di lobus anterior kelenjar hipofisis dan perlepasannya dipengaruhi oleh thyrotropin releasing hormone (TRH) di hipotalamus. Hormone tiroid mempunyai pengaruh terhadap jaringan/organ tubuh yang pada umunya berhubungan dengan metabolisme sel. Pada kelenjar tiroid didapatkan sel parafolikuler, yang menghasilkan kalsitonin. Kalsitonin adalah merupakan suatu sel polipeptida yang turut mengatur metabolisme kalsium, yaitu menurunkan kadar kalsium serum, melalui pengaruhnya terhadap tulang.(4) Fungsi hormone tiroid adalah: (4,5) a) Meransang laju metabolic target cell dengan meningkatkan metabolisme protein,lemak,dan karbohidrat. b) Merangsang kecepatan pompa natrium-kalium di target cell. Kedua fungsi bertujuan meningkatkan penggunaan energi oleh sel, terjadi peningkatan laju metabolisme basal, pembakaran kalori, dan peningkatan produksi panas oleh setiap sel. c) Meningkatkan responsivitas target cell terhadap katekolamin sehingga

meningkatkan frekuensi jantung. d) Meningkatkan respositivitas emosi e) Meningkatkan kecepatan depolarasi otot rangka, yang meningkatkan kecepatan kontraksi otot rangka.

4

f) Hormone tiroid penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal semua sel tubuh dan dibutuhkan untuk fungsi hormone pertumbuhan

KLASIFIKASI TIROIDITISTiroiditis dapat dibagi berdasarkan etiologinya yaitu akut, subakut atau kronik. Tiroiditis akut terbagi kepada(2) : 1). Tiroiditis infeksiosa akut: Bakteri : staphylococcus, streptococcus dan enterobacter Fungal : aspergillus, candida, histoplasma, pneumocystis 2). Tiroiditis karena radiasi (131I theraphy) 3). Tiroiditis karena pengaruh obat: Amiodarone Tiroiditis subakut terbagi kepada(2) : 1). Tiroiditis infeksi Viral( atau granulomatosa) tiroiditis De Quervain 2). Infeksi mikobakterial 3). Silent Thyroiditis ( tiroiditis postpartum ) Tiroiditis kronis terbagi kepada(2) : 1). Autoimun : Tiroiditis fokal,Tiroiditis Hashimoto, 2). Tiroiditis Riedels

5

TIROIDITIS AKUT Tiroiditis Infeksiosa AkutTiroiditis infeksiosa akut sinonim dengan tiroiditis supuratif akut yang mana penyakit tiroid yang jarang berlaku. Penyebab utama terjadinya tiroiditis akut ini adalah karena adanya infeksi dari fungi dan bakteri, yang mana terjadi melalui penyebaran hematogen atau lewat fistula dari sinus piriformis yang berdekatan dengan laring, yang merupakan anomaly konginetal yang sering terjadi pada anak-anak. Sebetulnya kelenjar tiroid sendiri resisten terhadap infeksi karena beberapa hal diantaranya berkapsul, mengandung iodum tinggi yang mana berfungsi sebagai baktericidal, kaya suplai darah dan saluran limfe untuk drainase. (4,5) Tiroiditis infeksiosa sangat jarang terjadi kecuali pada keadaan-kedaan tertentu seperti mempunyai penyakit tiroid, atau orang-orang yang mempunyai supresis sistem imun seperti pada orang tua, pasien yang menghidap tuberculosis atau penderita AIDS. Pasien tiroiditis supurativa bakteri ini biasanya mengeluh rasa sakit yang hebat pada kelenjar tiroid, panas,

menggigil, disfagia, disfoni, sakit leher depan, nyeri tekan, ada fluktuasi dan eritema. Sering terjadi pembesaran kelenjar tiroid yang bersifat unilateral dan didapatkan tanda-tanda radang. Fungsional tiroid umumnya normal tetapi bisa juga terjadi hipotiroid dan hipertiroid yang ringan. Jumlah leukosit dan laju endap darah meningkat. Pada pemeriksaan USG leher, didapatkan hiperfusi apabila adanya abses pada daerah tiroid yang mengalami inflamasi. Pada skintigrafi didapatkan pada daerah supuratif tidak menyerap iodium radioaktif

6

(dingin). Pasien harus dilakukan aspirasi dan drainase dari daerah supuratif dan diberikan antibiotic yang sesuai. (1) Differensial diagnosis untuk tiroiditis akut ini mencakup tiroiditis subakut de Quervains, dan hemorragik pada nodul tiroid. Pada pemeriksaan USG leher, pada tiroiditis supuratif akut akan tampak daerah yang mengalami hiperfusi ( mengandungi abses) manakala pada tiroiditis subakut de Quervains didapatkan mikroabses dan tidak didapatkan daerah yang hiperfusi. Computed Tomography (CT) dan/atau oesografi kotras bisa dilakukan untuk memperoleh diagnosis yang lebih rinci dan membantu dalam didapatkan infeksi pada fistula sinus piriformis. (1,7) penanganan operatif jika

Gambar 1 : dikutip dari kepustakaan 1 Gambaran klinis pada pasien perempuan umur 31 tahun dengan tiroiditis infeksiosa akut. Tampak pembesaran kelenjar tiroid yang bersifat unilateral.

7

Gambar 2 : dikutip dari kepustakaan 1 Sonografi tiroid pada pasien dengan tiroiditis infeksiosa akut. Tampak daerah yang mengalami hiperfusi dan adanya cairan (diduga abses) pada daerah lobus kiri.

Tiroiditis RadiasiTiroiditis akibat radiasi sering terjadi pada pasien-pasien yang post radioterapi. Destruksi pada folikel akibat dari sinar dari radiasi menyebabkan terjadinya hipertiroidisme yang bersifat sementara dan diikuti terjadinya hipotiroidisme. Nyeri pada leher biasannya muncul 5-10 hari setelah di radioterapi. Gejala ini biasanya ringan dan menghilang sendiri dalam satu minggu. (1,8)

Tiroiditis karena pengaruh obatTiroiditis bisa juga terjadi akibat daripada pengaruh obat-obatan. Terapi iodin kronis bisa menyebabkan terjadinya tiroiditis dengan adanya hyperplasia daripada sel-sel folikel dari kelenjar tiroid. Seperti pada terapi litium yang bisa menyebabkan terjadinya goiter dengan atau tanpa disertai hipotiroidisme. Obatobatan antikonvulsan seperti phenytoin dan carbamazepine juga bisa menyebabkan timbulnya gejala-gejala hipotiroidisme. Pada 1-5% kasus pasien dengan hepatitis kronis atau pasien yang menghidap kanker yang mana sudah dirawat dengan menggunakan interferon alpha akan menyebabkan terjadinya

8

gejala tiroiditis tanpa rasa sakit. Terdapat juga beberapa penelitian yang mengatakan bahawa, pengaruh dari penggunaan interleukin-2 pada pasien-

pasien dengan melanoma malignant, kanker sel renal, dan juga leukimia juga bisa menyebabkan terjadinya gejala hipertiroidisme dan hipotiroidisme. Obat antiaritmia seperti amiodarone mengandungi 35% iodin dan bisa menyebabkan terjadi disfungsi tiroid. Tirotoksik krisis adalah akibat yang biasanya ditemukan pada pengguna obat amiodarone kerana kandungan iodin didalamnya yang cukup tinggi ( biasanya terjadi pada pasien yang sudah memang ada penyakit gondok sebelumnya). Di samping itu amiodarone juga bisa menyebabkan terjadi hipotiroidisme akibat dari reaksi antitiroid pada iodin, biasanya pada pasien yang sudah ada riwaya penyakit tiroid sebelumnya. Amiodarone akan menghambat konversi T4 menjadi T3.(1)

TIROIDITIS SUB-AKUT Tiroiditis de Quervain sinonim: tiroiditis granulomatous, tiroiditispseudotuberculous, tiroiditis giant cell. (2) Tiroiiditis subakut de Quervains merupakan penyakit self-limiting disease. Etiologi tiroiditis subakut de Quervains diduga disebabkan oleh infeksi virus ( mumps, measles, influenza, adenovirus, coxsackievirus). Insidens terjadi biasanya 0.5-3% dari keseluruhan tiroiditis. Lebih sering didapatkan pada wanita. Insiden tertinggi biasanya didapatkan antara 20-50 tahun.(2) Gejala klinis tiroiditis subakut de Quervains berupa nyeri pada leher yang bersifat sedang hingga ke berat, dan menjalar ke rahang, telinga, muka dan bagian torakal. Bisa juga disertai dengan demam dan malaise. Pada

pemeriksaan fisis, didapat