referat orthopaedi

  • View
    506

  • Download
    24

Embed Size (px)

Text of referat orthopaedi

BAB I PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG(1) Tulang adalah jaringan yang terstruktur dengan baik dan mempunyai beberapa fungsi utama, antara lain sebagai pembentuk rangka badan, sebagai pengumpil dan tempat melekat otot, sebagai bagian dari tubuh untuk melindungi dan mempertahankan alat alat dalam, seperti otak, sumsum tulang belakang, jantung dan paru paru, sebagai tempat deposit kalsium, fosfor, magnesium dan garam, sebagai organ yang berfungsi sebagai jaringan hemopoetik untuk memproduksi sel sel darah merah, sel sel darah putih dan trombosit. Namun karena tulang bersifat relatif rapuh pada keadaan tertentu, maka tulang dapat mengalami patah, sehingga dapat menyebabkan gangguan fungsi tulang terutama pada pergerakan. Fraktur adalah hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis, baik yang bersifat total maupun parsial. Fraktur dapat terjadi karena adanya trauma langsung, tidak langsung maupun karena tekanan yang terus menerus. Secara klinis dapat dibedakan menjadi fraktur tertutup, terbuka maupun fraktur dengan komplikasi. Sedangkan secara radiologis dapat dibedakan berdasarkan lokasi, konfigurasi, eksistensi, maupun berdasarkan hubungan antar fragmen dengan fragmen lainnya. I.2 EPIDEMIOLOGI(2) Fraktur klavikula terjadi 5 % dari kejadian fraktur di AS. Sebagian besar fraktur klavikula tidak berbahaya, namun bisa berbahaya bila ada luka didalam thorax. Komplikasi bervariasi berdasarkan lokasi fraktur. Fraktur klavikula sering terjadi pada anak anak. Ini bisa terjadi saat kelahiran terutama pada proses persalinan yang sulit, dan hampir semua dari setengah fraktur klavikula terjadi pada anak kurang dari 7 tahun. Pada anak anak, fraktur sering inkomplet (greenstick fracture). Pada cedera sendi akromioklavikular paling sering terjadi pada atlit atlit muda yang berkecimpung dalam olahraga yang penuh benturan, lemparan dan sejumlah aktivitas yang

menggunakan banyak kekuatan yang bertumpu pada alat gerak atas dalam latihan ataupun latihan. Didapatkan sekitar 3% nya merupakan cedera akibat aktivitas dan 40% nya cedera akibat olahraga.

BAB II PEMBAHASAN II.1. FRAKTUR KLAVIKULA II.1.1 DEFINISI Fraktur klavikula merupakan terjadinya diskontinuitas pada tulang klavikula. II.1.2 ETIOLOGI(1,2,3,4) Menurut sejarah, fraktur klavikula merupakan cedera yang sering terjadi akibat jatuh dengan posisi lengan terputar/ tertarik keluar (outstreched hand) dimana trauma dilanjutkan dari pergelangan tangan sampai klavikula, namun baru baru ini telah diungkapkan bahwa sebenarnya mekanisme secara umum patah tulang klavikula adalah hantaman langsung ke bahu atau adanya tekanan yang keras ke bahu akibat jatuh atau terkena pukulan benda keras. II. 1. 3 INSIDEN(2) Fraktur klavikula terjadi sekitar 2,6 12 % dari semua fraktur dan sekitar 44 -66% dari fraktur bahu. Dimana fraktur 1/3 tengah terjadi sekitar 80% dari seluruh fraktur klavikula, sedangkan fraktur 1/3 lateral sekitar 15% dan fraktur 1/3 medial sekitar 5%. Kira kira 2/3 fraktur klavikula terjadi pada anak anak. Fraktur klavikula pada waktu lahir berkisar antara greenstick sampai perpindahan komplet.

II.1. 4 ANATOMI(2,5,6)

Klavikula atau tulang selangka adalah tulang yang membentuk bahu dan menghubungkan lengan atas pada batang tubuh. Klavikula merupakan tulang yang pertama mengalami proses pengerasan (osifikasi) selama perkembangan embrio minggu ke 7 dan terakhir menyelesaikan proses pengerasan pada usia 18 20 tahun. Klavikula adalah satu - satunya tulang panjang yang tidak memiliki rongga sumsum tulang seperti pada tulang panjang lainnya. Klavikula tersusun dari tulang spons. Klavikula ada sepasang yaitu klavikula dekstra dan klavikula sinistra. Klavikula bersama skapula membentuk cingulum ekstremitas superior. Klavikula berartikulasi di medial denga manubrium sterni. Di lateral, klavikula berartikulasi dengan akromion yang merupakan bagian dari skapula. Klavikula sinistra berbentuk seperti huruf S bila dilihat dari kranial, dan dari kaudal untuk klavikula dekstra. Lengkungan cembung ke anterior dari klavikula berada di medial sedangkan lengkungan cekung ke anterior dari klavikula berada di lateral. Lengkungan cembung lebih besar daripada lengkungan cekung. Klavikula dapat dibagi menjadi korpus klavikula dan dua ekstremitas. Ekstremitas sternalis di ujung medial menebal berartikulasi dengan manubrium sterni di fasies artikularis sternalis (sendi sternoklavikular). Ekstremitas akromialis di ujung lateral memipih berartikulasi dengan akromion di fasies

artikularis akromialis (sendi akromioklavikular). Klavikula mempunyai permukaan kranial yang rata dibanding permukaan kaudal. Di permukan kaudal didapatkan tuberositas kostalis di medial. Foramen nutricium didapatkan di permukaan kaudal dari korpus mengarah ke lateral. Dua bagian yang berbeda bentuk bertemu di 1/3 tengah dan merupakan daerah yang paling rawan untuk terjadi fraktur, terutama dengan beban axial. Selain itu, 1/3 tengah ditekan oleh muskulus atau ligamen distal sebagai insersi subklavia, yang semakin menambah kerawanan terjadinya fraktur. Pada wanita, klavikula lebih pendek, tipis, kurang melengkung dan permukaannya lebih luas. Otot otot dan ligamentum yang berlekatan pada klavikula : Permukaan superior Origo M. Deltoideus, M. Pectoralis mayor, M. Sternokleidomastoideus Insersio M. Trapezius

Permukaan inferior Origo M. Deltoideus, M. Pectoralis mayor, M. Sternohyoid Insersio M. Subklavia Ligamentum korakoklavikular, yang terdiri atas : 1. Lig. Trapezoideum (bagian lateral dari lig. Korakoklavikular) pada linea trapezoidea 2. Lig. Conoideum (bagian medial dari li. Korakoklavikular) pada tuberkulum conoideum Ligamentum kostoklavikular

Batas anterior M. pectoralis mayor M. Deltoideus M. Sternokleidomastoideus M. Sternohyoideus M. Trapezius

II.1.5 FISIOLOGI Fungsi klavikula adalah sebagai penopang, menahan bahu, menjauhkan anggota gerak atas dari bagian dada supaya lengan dapat bergerak leluasa dan membantu bahu untuk berfungsi dengan optimal. Bagian medial melindungi pleksus brachialis, arteri subklavia, aksila dan paru bagian superior. 1. Sebagai penopang Klavikula berfungsi dalam menyanggah atau mempertahankan sendi pada bahu da menjauhkannya dari tulang sternum dan thorak. Sehingga lengan dapat menyilang menyentuh bagian tubuh yang kontralateral dan melakukan gerakan rotasi tanpa bertabrakan dengan bagian tubuh yang lebih medial dari lengan. Selain itu dapat membantu gerakan optimal pergelangan tangan saat ekstensi. Oleh karenanya, klavikula memebantu dalam meningkatkan kekuatan pada gerakan sendi bahu. Sehingga jika terjadi fraktur pada 1/3 tengah klavikula, maka klavikula akan kehilangan fungsi sebagai penopang dan akan terlihat sebagai pemendekan dari klavikula.

2. Sebagai suspensator Sendi bahu mempunyai 2 macam mekanisme stabilisasi dalam menghindari terjadinya pergeseran, yaitu secara dinamis dan statis. Dimana dibagian posterior terdapat M.Trapezius yang berfungsi sebagai elevator tulang skapula. Sedangkan pada bagian anterior, sendi bahu tergantung pada klavikula oleh ligamentum korakoklavikular. Ligamentum sternoklavikular yang kuat memungkinkan klavikula untuk tetap dapat melawan beban ke arah bawah. Ligamentum sternoklavikular dan M. Sternokleidomastoideus berada pada bagian medial klavikula dan berperan dalam posisi elevasi. Bagian laterral klavikula dan

dapat mengikuti berat dari lengan dan turun kebawah akibat tarikan dari ligamenum korakoklavikular. Maka jika terjadi fraktur, akan timbul juga suatu pergeseran.

II.1.6 MEKANISME TRAUMA Mekanisme trauma pada klavikula dapat dibedakan menjadi trauma tidak langsung, trauma langsung, trauma patologis dan trauma karena tekanan. Trauma tidak langsung

Sebagian besar 87% fr. Klavikula disebabkan karena benturan langsung pada bahu. Sedangkan sekitar 6% akibat jatuh dengan tangan terentang atau jatuh dengan bertumpu pada tangan. Dimana gaya benturan disalurkan ke lengan, kemudian ke sendi bahu dan selanjutnya ke sendi akromioklavikular, sedangkan sendi sternoklavikular yang terfiksasi kuat menyebabkan kekuatan dari gaya tersebut kemudian mematahkan klavikula terutama pada bagian 1/3 tengah.

Trauma langsung

Merupakan trauma tumpul maupun tajam, seperti trauma tembak yang terjadi langsung pada klavikula. Karena trauma langsung ini tidak bergantung pada kekuatan otot atau posisi lengan, maka fraktur dapat terjadi pada semua bagian dari klavikula. Biasanya terjadi pada kegiatan olahraga, seperti bersepeda, ski, sepak bola atau hoki. Dimana olahraga tersebut berhubungan dengan kecepatan tinggi dan kontak fisik antar pemainnya.

Trauma patologis

Tulang klavikula rawan akan fraktur patologis yang disebabkan oleh beberapa hal. Walaupun jarang, klavikula dapat menjadi tempat timbulnya suatu tumor atau sebagai tempat metastase dari keganasan tumor dari tempat lain. Biasanya, klavikula dapat menjadi lebih rapuh atau mengalami osteonekrosis akibat radiasi yang digunakan pada terapi karsinoma leher dan payudara. Selain itu, klavikula dapat mengalami trauma tekanan akibat tidak adanya kestabilan dan kekuatan pada klavikula setelah reseksi pada M. Sternokleidomastoideus atau tindakan diseksi radikal leher pada terapi operatif karsinoma.

Trauma tekanan

Hal ini berhubungan dengan tekanan yang terjadi terus menerus atau berulang pada klavikula. Trauma ini melibatkan bagian 1/3 medial klavikula, atau daerah dekat sendi sternoklavikula. Misalnya trauma yang terjadi pada atlit dayung dan pendaki. II. 1. 7 KLASIFIKASI(2) Terdapat beberapa klasifikasi fraktur klavikula dari yag sederhana sampai yang rumit, dimana pembagian ini bertujuan dalam menentukan pemilihan terapi dan prognosa. Klasifikasi yang paling umum digunakan yaitu Allman, yang membagi fraktur klavikula menjadi 3 kelompok, yaitu : Grup I : Fraktur 1/3 tengah klavikula Grup II : Fraktur 1/3 lateral klavikula Grup III : Fraktur 1