SENI BARONG SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI

  • View
    221

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of SENI BARONG SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI

  • i

    SENI BARONG SEBAGAI SUMBER IDE

    PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

    PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR

    Diajukan guna Melengkapi Persyaratan

    Untuk Mencapai Gelar Sarjana Seni

    Oleh :

    Muhammad Arif Herlan C.

    NIM. C 0698019

    JURUSAN SENI RUPA MURNI FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

    2004

  • ii

    Disetujui Untuk Dipertahankan Di Hadapan Panitia Penguji Karya Tugas Akhir

    Fakultas Sastra dan Seni Rupa

    Universitas Sebelas Maret

    Telah Disetujui Oleh :

    Drs. Sunarto, M.Sn.

    NIP. 130 818 779 Pembimbing I

    Drs. P. Mulyadi

    NIP. 130 516 343 Pembimbing II

    Mengetahui :

    Koordinator Tugas Akhir

    Drs. P. Mulyadi

    NIP. 130 516 343

  • iii

    PERSEMBAHAN

    Makalah ini penulis persembahkan untuk :

    1. Ayah dan Bunda tercinta yang senantiasa mendukung dan

    mendoakanku, kakak-kakakku tercinta yang senantiasa

    memberikan motivasi terhadap penulis.

    2. Teman-temanku semua

    3. Almamater.

  • iv

    MOTTO

    1. Allah itu indah dan mencintai keindahan (Al Hadits)

    2. Maka Sesungguhnya Setelah kesulitan itu ada kemudahan.

    Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Maka

    apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah

    dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya

    kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

    (Q.S. Al Insyirah : 5 - 8)

    3. Makin dekat tercapainya cita-cita makin berat tantangan

    yang akan dialami. (Soedirman)

    .

  • v

    KATA PENGANTAR

    Dengan mengucap puji syukur Alhamdulillahi Robbil Alamin kepada Allah

    Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan karunianya kepada

    penulis sehingga dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini.

    Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-

    besarnya kepada :

    1. Drs. P. Mulyadi, Selaku Ketua Jurusan Seni Rupa Fakultas Sastra dan

    Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang telah memberikan

    keleluasaan dalam penyusunan Pengantar Karya Tugas Akhir ini.

    2. Drs. Sunarto, M.Sn., Selaku Pembimbing I, yang sabar dan teliti dalam

    membimbing proses penyusunan Tugas Akhir ini.

    3. Drs. P. Mulyadi, Selaku Pembimbing II dan juga selaku Pembimbing

    Akademi, yang sabar dan teliti dalam membimbing serta telah memberi

    dorongan dan motivasi untuk segera menyelesaikan seluruh kegiatan

    belajar hingga pada penyelesaian Tugas Akhir ini.

    4. Bapak dan Ibu Dosen, Karyawan dan Karyawati Universitas Sebelas

    Maret Surakarta.

    5. Bapak dan Ibunda tercinta yang selalu mendoakan, Kakak-kakak

    tersayang yang telah mendorong dan memberikan semangat hingga

    terselesaikannya Tugas Akhir ini.

  • vi

    6. Teman-teman senasib, seperjuangan dan sepenanggungan serta semua

    pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu yang turut

    mendukung dan membantu dalam penyelesaian Tugas Akhir ini.

    Semoga segala ketulusan yang telah diberikan mendapatkan balasan yang

    lebih baik dari Allah SWT.

    Penulis menyadari bahwa Pengantar Tugas Akhir ini masih banyak

    kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu dengan kesadaran dan kerendahan hati

    penulis mengharapkan segala bentuk kritik dan saran yang membangun demi lebih

    sempurnanya penyusunan Pengantar Tugas Akhir diwaktu yang akan datang.

    Akhirnya pernulis berharap agar Pengantar Tugas Akhir ini dapat memberikan

    manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan serta dapat menambah khasanah

    kesenirupaan.

    Surakarta, Juli 2004

    Penulis

  • vii

    DAFTAR ISI

    Halaman

    HALAMAN JUDUL............................................................................................. i

    HALAMAN PERSETUJUAN.............................................................................. ii

    HALAMAN PENGESAHAN............................................................................... iii

    HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................... iv

    HALAMAN MOTO............. ................................................................................ v

    HALAMAN KATA PENGANTAR..................................................................... vi

    HALAMAN DAFTAR ISI... ................................................................................ viii

    BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1

    A. Latar Belakang Masalah.............................................................. 1

    B. Pembatasan Masalah .................................................................. 4

    C. Rumusan Masalah ....................................................................... 5

    D. Tujuan Penulisan......................................................................... 5

    E. Manfaat Penulisan....................................................................... 5

    BAB II TELAAH PUSTAKA ........................................................................ 7

    A. Konsep Kesenian......................................................................... 7

    B. Konsep perwujudan..................................................................... 11

    BAB III ANALISIS.......................................................................................... 15

    A. Sumber Ide .................................................................................. 15

    B. Imajinasi Tentang Seni Barong................................................... 16

    C. Kaidah Komposisi Dalam Perupaan ........................................... 17

  • viii

    BAB IV SENI BARONG SEBAGAI SUMBER IDE...................................... 21

    Penciptaan Karya ....................................................................... 22

    1. Tahapan Perkembangan Karya ............................................ 22

    2. Konsepsi Bentuk .................................................................. 24

    3. Medium dan Teknik............................................................. 27

    BAB V PENUTUP.......................................................................................... 30

    A. Kesimpulan ................................................................................. 30

    B. Saran............................................................................................ 31

    DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 32

    LAMPIRAN ............................................................................. 33

    BAB II

    TELAAH PUSTAKA

    Konsep Kesenian

    Sejarah perkembangan religi orang jawa dimulai sejak zaman prasejarah, nenek moyang

    pada waktu itu sudah beranggapan bahwa semua benda yang ada di sekitar kita itu bernyawa, dan

    semua yang bergerak dianggap hidup dan mempunyai kekuatan gaib. Dengan dasar anggapan

    demikian mereka membayangkan bahwa segala roh yang ada tentu ada yang paling berkuasa dan lebih

    kuat dari manusia.

    Kuntjoroningrat dalam bukunya Kebudayaan Jawa, mengatakan bahwa untuk

    menghindarkan gangguan dari roh, maka mereka memuja-muja dengan jalan mengadakan upacara.

    Roh yang baik mereka mintai berkah agar melindungi keluarga. (Kuntjoroningrat, 1984 : hal. 103)

    Soedarsono dalam bukunya Jawa dan Bali Dua Pusat Perkembangan Drama Tari

    Tradisional di Indonesia, mengatakan bahwa tarian itu menurut anggapan orang primitif mempunyai

  • ix

    kekuatan atau magi untuk mengembalikan ritme alam yang salah itu. Mereka beranggapan bahwa

    ritme yang telah salah atau tidak harmonis itu dapat dikembalikan ke ritme yang benar dengan cara

    menari-nari menirukan gerakan yang imitatif. (Soedarsono, 1972 : hal. 7)

    Sifat theosentris di dalam seni barong tampaknya melekat sejak zaman pra sejarah dimana

    manusia masih terkungkung dengan kekuatan-kekuatan supranatural yang berada di luar dirinya.

    Ketidak berdayaan manusia membuat ia sangat bergantung pada kekuatan supranatural itu. Hal ini

    ditandai dengan berbagai kegiatan tari untuk upacara pemujaan pada sesuatu yang tidak tampak

    (Dewa-dewa, alam raya, penguasa jagad, kang baurekso, roh nenek moyang atau apa saja yang

    dianggap Tuhan). Pada hakekatnya sifat theosentris ini menunjukkan hubungan manusia dengan yang

    gaib.

    Adapun fungsi dari tradisi seni barong antara lain :

    1. Keperluan Upacara Tradisi atau Adat.

    a. Sedekah bumi

    Disebut juga bersih desa yaitu pada musim panen biasanya penduduk bersangkutan mengadakan selamatan bersama, dengan maksud agar warga dalam masyarakat tersebut diberi keselamatan sekaligus sebagai syukuran atas keberhasilan dalam panen.

    b. Arak-arakan penganten

    Dimaksudkan agar dengan diadakannya Seni Barong diharapkan sang mempelai dapat hidup rukun dan bahagia sebagaimana kisah asmara Raden Panji Asmarabangun dengan Dewi Sekartaji seperti yang dikisahkan dalam Seni Barong.

    c. Sebagai penangkal wabah (tolak bala)

    Dengan diadakannya Seni Barong dimaksudkan sebaga penangkal dari mala petaka atau wabah penyakit oleh sebagian masyarakat di pedesaan.

    2. Sebagai Sarana Pendidikan

    Seni Barong dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan k