Standar kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan ...kolegium-ioa.org/standar- kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi KATA SAMBUTAN Assalamu’alaikum Warahmatullahi

  • View
    327

  • Download
    34

Embed Size (px)

Text of Standar kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan ...kolegium-ioa.org/standar- kompetensi Dokter...

  • Standar kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi

  • Standar kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi

  • Standar kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi

  • Standar kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi

  • Standar kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi

    STANDAR KOMPETENSI DOKTER SPESIALIS

    ORTHOPAEDI DAN TRAUMATOLOGI INDONESIA

    KOLEGIUM ILMU ORTHOPAEDI & TRAUMATOLOGI INDONESIA PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS ORTHOPAEDI DAN TRAUMATOLOGI INDONESIA

    JAKARTA, MARET 2008

  • Standar kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi

    STANDAR KOMPETENSI DOKTER SPESIALIS

    ORTHOPAEDI DAN TRAUMATOLOGI INDONESIA

    KOLEGIUM ILMU ORTHOPAEDI & TRAUMATOLOGI INDONESIA PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS ORTHOPAEDI DAN TRAUMATOLOGI INDONESIA

    JAKARTA, JUNI 2008

    S e k r e t a r i a t :

    Divisi Orthopaedi & Traumatologi/ Departemen Ilmu Bedah

    Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jl. Diponegoro 71, Jakarta 10430

    Telp : 021-392 9655, Fax : 021-390 5894, E-mail : orthoui@dnet.net.id

    mailto:orthoui@dnet.net.id

  • Standar kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi

    KATA SAMBUTAN Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, Salam Sejahtera, Dengan makin meningkatnya pengetahuan masyarakat serta kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan yang akhirnya bermuara pada diperlukannya pelayanan yang akurat dengan posisi tinggi maka setiap pemberi pelayanan diharuskan mempunyai kompetensi yang jelas. Dengan adanya undang-undang praktik kedokteran, maka kompetensi yang menjadi landasan pemberian ijin praktik menjadi keharusan. Oleh karena itu, untuk mengakomodasi amanah Undang-undang Praktik Kedokteran tersebut, Kolegium Ilmu Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia perlu untuk menyusun pedoman Standar Kompetensi. Dengan ditetapkannya Standar Kompetensi ini mudah-mudahan dapat digunakan oleh semua Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di Indonesia sebagaimana mestinya untuk meningkatkan profesionailismenya. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Jakarta, Maret 2008 Ketua Kolegium Ilmu Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia Prof. Dr. Errol U. Hutagalung, SpB, SpOT

    i

  • Standar kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi

    KATA SAMBUTAN

    KETUA PENGURUS PUSAT PERHIMPUNAN DOKTER SPESILIAS ORTHOPAEDI DAN TRAUMATOLOGI INDONESIA

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, Salam Sejahtera, Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmatNya maka Buku Standar Kompetesi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia ini dapat disusun dan diterbitkan. Dengan diberlakukannya Undang-undang No.29 tahun 2004 perihal Praktik Kedokteran, maka setiap penyelenggara praktik kedokteran termasuk dokter, harus memiliki standar kompetensi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mudah-mudahan buku Standar Kompetensi ini dapat digunakan oleh semua Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) sebagaimana mestinya untuk meningkatkan profesionalismenya. Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, Jakarta, Juli 2008 Ketua Penguru Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia Dr. Bambang Nugroho, SpOT

    ii

  • Standar kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi

    DAFTAR ISI Kata Sambutan Ketua Kolegium-IOT ....................................................................... i Kata Sambutan Ketua PP PABOI .............................................................................. ii Daftar Isi ....................................................................................................................... iii Daftar Singkatan ........................................................................................................ iv I. Pendahuluan .................................................................................................. 1 II. Standar Kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi .... 2 III. Kompetensi Pengetahuan dan Ketrampilan .............................................. 7 IV. Tingkat Kompetensi ....................................................................................... 12 V. Kompetensi Ketrampilan (Prosedur) ............................................................ 10 VI. Penutup .......................................................................................................... 23

    iii

  • Standar kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi

    DAFTAR SINGKATAN

    KKI Konsil Kedokteran Indonesia MKKI Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia Kompetensi Kemampuan yang dimiliki setelah selesai mengikuti tahpan

    pendidikan Standar Kompetensi Adalah standar yang beri rincian kompeten yang

    dipersyaratkan untuk dicapai oleh semua peserta pendidikan untuk dapat dinyatakan kompeten dalam bidangnya

    KPS Ketua Program Studi PPDS Program Pendidikan Dokter Spesialis IOT Ilmu Orthopaedi dan Traumatologi PABOI Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi

    Indonesia

    iv

  • Standar kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Sejarah membuktikan bahwa sebenarnya ilmu Orthopaedi sudah berusia lanjut. Hipokrates telah

    menguraikan di antaranya mengenai dislokasi sendi bahu beserta cara reposisinya. Teknik ini

    sekarang dikenal dengan cara Hipokrates. Istilah orthopaedi mula-mula diperkenalkan oleh Nicholas

    Andry tahun 1741 sebagai berikut : Orthopaedie, Cest lart de prevenir et corriger dans le fansi les

    deformities du corps, yang artinya : orthopaedi adalah seni untuk mencegah dan memperbaiki

    kelainan-kelainan tubuh pada anak-nak. (Orthos = lurus; paedos = anak). Definisi yang dianut

    kemudian adalah yang dikemukan di Amerika, yaitu bidang orthopaedi adalah suatu spesialisasi

    medis yang meliputi preservasi investigasi, restorasi dan perkembangan bentuk dan fungsi

    ekstremitas, tulang belakang dan struktur yang berhubungan berdasarkan metode medis,

    pembedahan dan fisik (American Academy of Orthopaedic Surgery, 1960).

    Orthopaedi merupakan cabang keahlian ilmu kedokteran dan ruang lingkupnya meliputi

    semua kelainan yang timbul atau yang ada, sesuai dengan dengan pembagian penyakit yang dianut

    oleh ilmu kedokteran pada umumnya. Penyakit atau kelainan-kelainan tersebut adalah kelainan

    bawaan, infeksi, trauma, neoplasma, neoplasma/tumor, degeneratif, dan lain-lain. Mengingat kasus

    orthopaedi khususnya di Indonesia adalah trauma seperti patah tulang, maka traumatologi di

    orthopaedi, menyatukan dan menamakan spesialisasi ini menjadi ahli Orthopaedi dan Traumatologi.

    Namun, sebetulnya ruang lingkup orthoapaedi lebih luas lagi, yaitu penyakit-penyakit yang

    bertalian dengan kelainan gerak seperti sequalae dari cerebral palsy dan rehabilitasinya, post

    poliomyelitis, penyakit metabolik (ricket, scurvy, dll). Tujuan orthopaedi adalah merehabilitasikan

    pasien semaksimal mungkin. Oleh karenanya, pendekatan ilmu orthopaedi dan traumatologi adalah

    metode medis, pembedahan, dan fisik (rehabilitasi).

  • Standar kompetensi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi

    BAB II

    STANDAR KOMPETENSI

    DOKTER SPESIALIS ORTHOPAEDI DAN TRAUMATOLOGI

    Seorang dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi harus melalui tiga kategori kompetensi dan

    memiliki sembilan area kompetensi. Tiga kategori kompetensi tersebut adalah :

    Kompetensi spesialis orthopaedi dan traumatologi lanjut 1,

    Kompetensi spesialis orthopaedi dan traumatologi lanjut 2,

    Kompetensi spesialis orthopaedi dan traumatologi Chief Residen

    Sedangkan delapan area kompetensi pada masing-masing kategori tersebut adalah :

    1. Menerapkan etika profesionalisme dalam sikap dan perilaku

    2. Mampu memberikan penyuluhan, pelayanan dan perawatan pasca tindakan terhadap penyakit

    yang tergolong harus dikuasai

    3. Mampu menguasai kompetensi penyakit/lingkup bahasan di bidang ilmu orthopaedi dan

    traumatologi

    4. Mampu mendiagnosis dan melakukan tindakan orthopaedi dan traumatologi terhadap penyakit di

    bidang orthopaedi dan traumatogi

    5. Mampu mengadakan penelitian di bidang orthopaedi dan traumatologi

    6. Mampu merencanakan dan melaksanakan kerjasama antar disiplin

    7. Berperan sebagai pengajar dan fasilitator dalam bidang ilmu Orthopaedi dan Traumatologi

    8. Siap mengantisipasi kemajuan dalam bidang orthopaedi dan traumatologi, baik teknik operasi

    maupun diagnostik canggih

    II.1. Kompetensi spesialis orthopaedi dan traumatologi lanjut 1, mencakup : 1. Menerapkan etika profesionalisme dalam sikap dan perilaku

    2. Mampu memberikan penyuluhan, pelayanan dan perawatan pasca tindakan terhadap

    penyakit yang tergolong harus dikuasai sampai tingkat pemula dalam proses pendidikan

    dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi (tingkat kompetensi KKI : A2,B2,C1)

    3. Mampu menguasai kompetensi terhadap penyakit yang penguasaan dalam proses

    pendidikan spesialis orthopaedi dan traumatologi tergolong hanya sampai tingkat mandiri

    sesuai dengan tahap kurikulumnya.

    4. Mampu mendiagnosis dan melakukan tindakan orthopaedi dan traumatologi terhadap

    penyakit di bidang orthopaedi dan traumatogi pada tingkat kompetensi B2, C1

    5. Mampu mengadakan penelitian dalam bidang orthopaedi dan tra